Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS BALANCE SCORECARD

(Studi Pada PT Puncak Ijen Steel)

TUGAS AKHIR SEMESTER

Oleh :
Agus Ahmad Fathoni
12520020
Akuntansi C

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM


MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI

2015
ANALISA INTERNAL PERUSAHAAN
Profil Perusahaan
PT Puncak Ijen Steel merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak
dalam industri pengolahan baja. PT Puncak Ijen Steel berdiri tanggal 2 April
1989 dengan Surat Keputusan dari Pemerintah Indonesia oleh Indonesian
Goverment Regulation (IGR) tahun 2000 yang berisi tentang penindaklanjutan
proyek besi baja. PT. Puncak Ijen Steel menjalankan kegiatan usahanya di Jl. RW.
Monginsidi 101, Cilegon, Banten.
Visi dan Misi PT. Puncak Ijena Steel VISI :
1. 2010 : Cost Competitive National Steel Provider (Penyediaan baja
nasional dengan biaya kompetitif).
2. 2015 : Dominate Integrated Global Steel Player ( Pemain baja terpadu
dunia yang dominan )
3. 2020 : Leading Global Steel Player ( Pemain baja dunia terkemuka )
MISI :
Kami adalah

keluarga masyarakat dunia yang berbudaya, mempunyai

komitmen untuk menyediakan baja dan produk terkait dengan pendekatan


menyeluruh yang menghasilkan solusi industri dan infrastruktur untuk
kesejahteraan masyarakat.
Nilai :
Keterbukaan, disiplin, saling menghargai dan kerjasama
STRATEGI :
Strategi dan program kerja produksi dalam rangka meningkatkan

kinerja

perusahaan, antara lain :


1. Melakukan ekspansi pasar selama 10 tahun pertama sejak perusahan
berdiri (tahun 2000) untuk memperkuat pangsa pasar produk perusahaan.
2. Melakukan ekspansi pada pasar global pada 10 tahun kedua sejak
perusahaan berdiri untuk meraih dominasi dalam perdagangan baja global.
3. Menciptakan keunggulan dalam pemanfaatan biaya dengan cara
meningkatkan Cost effectiveness dan Cost efficiency dalam proses
produksi.

4. Memenuhi peraturan pemerintah yang berlaku terkait dengan aspek


industri baja dan aspek lingkungan hidup.
5. Menjalin

hubungan

baik

dengan

masyarakat

sekitar

dengan

pengimplementasian Corporate Social Responsibility (CSR).


6. Melakukan pelatihan secara berkala kepada SDM yang dimiliki
perusahaan untuk menciptakan keunggulan dalam kualitas SDM.
7. Menjaga hubungan baik dengan supplier dan meningkatkan ketepatan
waktu penyerahan produk ke distributor dan pelanggan.
8. Menjaga hubungan kekeluargaan antara perusahaan dengan segenap
karyawan serta memberikan kesejahteraan maksimal kepada keseluruhan
karyawan guna menciptakan suasana kerja kondusif.
ANALISA STRATEGI PERUSAHAAN
ANALISIS SWOT
I.

Kekuatan (Strengths)
1. PT. Puncak Ijen Steel mempunyai 6 (enam) buah fasilitas produksi yang
membuat perusahaan tersebut menjadi satu-satunya industri baja terpadu
di Indonesia.
2. PT. Puncak Ijen Steel mampu memproduksi baja lembaran panas dalam
bentuk coil dan pelat yang khusus ditujukan untuk industri otomotif.
Lembaran baja untuk otomotif ini banyak digunakan untuk rangka
kendaraan bermotor yang tentunya banyak dibutuhkan, sehingga dapat
meningkatkan

permintaan

konsumen

dan

otomatis

juga

dapat

meningkatkan profit perusahaan.


3. PT. Puncak Ijen Steel juga memproduksi jenis baja untuk tabung gas yang
berkekuatan tinggi dan memiliki formability dan weldability yang baik,
sedangkan baja ini banyak dipergunakan untuk tabung elpiji (LPG),
tabung pemadam kebakaran, tabung acetylene, dan tangki-tangki gas
bertekanan tinggi lainnya.
4. Lokasi PT. Puncak Ijen sangat strategis, dimana sarana dan prasarana
sangat menunjang untuk pertumbuhan industri baja tersebut.

5. PT. Puncak Ijen Steel menyediakan sarana prasarana yang dapat


meningkatkan

kualitas

kinerja,

produktifitas,

serta

kesejahteraan

karyawan.
6. Adanya peningkatan program sumber daya manusia.
7. Kemudahan mengikuti perkembangan pasar
8. Pengiriman barang tepat waktu
II. Kelemahan (Weakness) :
1. Program pelatihan tenaga kerja yang dibuat belum terlaksana secara
maksimal.
2. Kegiatan operasi pabrik membawa dampak negatif bagi lingkungan seperti
polusi dan limbah.
3. Adanya kesalahan dalam meramalkan penjualan sehingga terdapat baja
yang mengendap di gudang karena tidak bisa terjual.
4. Adanya peralatan pabrik yang rusak akibat kesalahan operasi maupun
penurunan kondisi peralatan pabrik karena usia pakai.
III. Peluang (Opportunities) :
1. Teknologi canggih yang digunakan menjadikan PT Puncak Ijen Steel
mempunyai kualitas yang sulit untuk disaingin dan itu menjadi nilai
tersendiri bagi calon kunsumen yang mementingkan kualitas.
2. PT. Puncak Ijen Steel membangun sistem dan unit jaringan penjualan dan
pemasaran di luar negeri sehingga pangsa pasarnya menjadi luas.
3. Masih banyaknya kompetitor yang tidak sanggup memenuhi permintaan
konsumen akan permintaan besi dan baja berkualitas sehingga membuka
peluang pemasaran.
4. PT. Puncak Ijen Steel dapat menciptakan dan menambah

lapangan

pekerjaan untuk menyerap dan mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas


dalam sikap dan kemampuan, baik tenaga kerja yang berasal dari dalam
maupun luar negeri.
IV.Ancaman (Treathment) :
1. Perusahaan-perusahaan nasional lain yang juga memproduksi dan
mengeluarkan produk yang sejenis seperti yang diproduksi oleh PT.

Puncak Ijen Steel menjadi ancaman dalam melakukan persaingan dalam


hal pemasaran produk.
2. Adanya persaingan harga dengan perusahaan-perusahaan pesaingnya.
3. Karena PT. Puncak Ijen Steel mempunyai visi di tahun 2015 untuk
menjadi pemain baja terpadu dunia yang dominan dan visi tahun 2020
untuk menjadi pemain baja dunia terkemuka. Oleh karena itu, PT. Puncak
Ijen Steel pasti ikut terjun ke dalam persaingan di dunia internasional yang
pastinya

terdapat

lebih

banyak

perusahaanperusahaan

pesaing

internasional yang harus diperhitungkan oleh PT. Puncak Ijen Steel.


4. Ancaman berupa adanya isu politik baik dalam maupun luar negeri,
sehingga dapat mempengaruhi turunnya permintaan barang.
INDIKATOR STRATEGI
1. Perspektif Keuangan
a. Peningkatan Laba Bersih
b. Peningkatan Laba Operasi
c. ROI
d. ROE
2. Perspektif Pelanggan
a. Kualitas Produk
b. Ketepatan Pengiriman Produk Kepada Pelanggan
c. Pertumbuhan Pelanggan Baru
3. Perspektif Proses Internal
a. Keberhasilan Produksi
b. Pengawasan Mesin
c. Pengawasan Distribusi
4. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran
a. Ketersediaan Fasilitas
b. Pelatihan Tenaga Kerja
c. Pengenalan Produk Baru

PENENTUAN BOBOT MASING-MASING PRESPEKTIG


Perspektif Keuangan
No Indikator Kinerja
1
Peningkatan Laba
Bersih

Alasan
Indikator ini
mendapat
pembobotan
sebesar 10. Hal
ini didasarkan
pada adanya
target perusahaan
untuk
meningkatkan
laba setiap tahun.

Peningkatan Operasi

Indikator ini

Laba

mendapat
pembobotan
sebesar 10. Hal
ini didasarkan
pada adanya
target perusahaan
untuk
meningkatkan
laba

Pengukuran
Rata-rata tingkat laba
bersih yang diperoleh
dari tahun 2005 hingga
tahun 2007 sebesar
defisit 1,48%
sedangkan target yang
ingin dicapai
perusahaan di tahun
2010 diasumsikan sama
dengan target ROI dan
ROE, yaitu sebesar
20%.
Rata-rata tingkat laba
operasi yang diperoleh
dari tahun 2005 hingga
tahun 2007 sebesar
27,34% sedangkan
target yang ingin
dicapai perusahaan di
tahun 2010
diasumsikan sama
dengan target ROI dan
ROE, yaitu sebesar
20%.

setiap tahun

ROI

ROE

Perspektif Pelanggan
No Indikator Kinerja
1
Kualitas Produk

Indikator ini
mendapat
pembobotan
sebesar 10 karena
perusahaan
menargetkan ROI
sebesar 20 % di
tahun 2010.
Selain itu pula,
ROI digunakan
sebagai alat ukur
yang efektif dari
keseluruhan
operasi
perusahaan.
Indikator ini
mendapat
pembobotan
sebesar 10 karena
perusahaan
menargetkan
ROE
sebesar 20% di
tahun 2010.

ROI=

ROE=

Alasan
Pengukuran
Indikator ini
Indikator ini diambil
mendapat
berdasarkan kuisioner
pembobotan
pada pelanggan.
sebesar 18, karena
Perhitungannya dengan
kualitas produk
cara membagi jumlah
akan
responden yang merasa
mempengaruhi
"puas" dan "sangat puas"
kepuasan
per jumlah total
pelanggan terhadap responden
produk
perusahaan.

Ketepatan Pengiriman

Indikator ini
mendapat
Produk Kepada
pembobotan
Pelanggan
sebesar 11 karena
ketepatan waktu
pengiriman produk
ke distributor dan
pelanggan
merupakan salah
satu strategi
perusahaan. Selain
itu, indikator ini
dilihat dari sudut
pandang
pelanggan, yakni
termasuk
pelayanan
perusahaan
terhadap
pelanggan.
Pertumbuhan Pelanggan Indikator ini
Baru

mendapat
pembobotan
sebesar 11karena
dari

Ketepatan waktu
pengiriman diukur dari
kuisioner yang diberikan
kepada pelanggan.
Perusahaan menargetkan
pelanggan merasa
"puas", oleh karena itu
perhitungan dilakukan
dengan membagi jumlah
responden yang merasa
"puas" dan "sangat puas"
per jumlah total
responden.

Pertumbuhan pelanggan
baru diukur dari
persentase pertumbuhan
pelanggan dari tahun
2005 hingga 2007 dibagi
persentase

pertumbuhan
pelanggan
baru
perusahaan dapat
pertumbuhan
mengetahui tingkat
daerah pemasaran
perkembangan
dari tahun 2005 hingga
daerah pemasaran
2007.
atau pangsa pasar.
Sedangkan
perluasan pangsa
pasar sendiri
merupakan strategi
dari perusahaan.
Oleh karena itu
penulis
membobotkan
cukup besar.

Perspektif Proses Internal


No Indikator Kinerja
1
Keberhasilan Produksi

Alasan
Indikator ini
mendapat
pembobotan
sebesar 3.
Keberhasilan
produk yaitu
sedikitnya barang
cacat
berpengaruh
terhadap
kepuasan
pelanggan
terhadap produk
perusahaan. Oleh
karena itu,
indikator ini
perlu diukur
meski dengan
bobot yang
cukup rendah.

Pengukuran
Indikator ini diukur dari
produk cacat yang
terjadi dibandingkan
toleransi produk cacat
yang ditetapkan
perusahaan. Semakin
kecil atau dibawah
tolerasi maka semakin
baik kualitas produk
perusahaan karena
minimnya produk cacat
yang terjadi.

Pengawasan Mesin

Pengawasan Distribusi

Indikator ini
mendapat
pembobotan
sebesar 4.
Penggunaan
kapasitas ini
berkaitan dengan
efisiensi dan
efektifitas biaya
yang tertuang
pada
startegi
perusahaan.
Oleh
karena itu penulis
membobotkan
cukup besar.
Indikator ini

Indikator ini diukur dari


persentase penggunaan
kapasitas produksi tiap
mesin. Jika persentase
penggunaan produksi
tiap mesin diatas

kapasitas normal maka


perusahaan mendapat
penilaian tinggi dan
menerapkan efisiensi
dan efektivitas biaya.

Indikator ini diukur dari


ada atau tidaknya
mendapat
pengawasan distribusi
pembobotan 3.
yang dilakukan oleh
Alasan yang
pihak perusahaan. Jika
digunakan adalah pengawasan ini ada
maka persentase
pengawasan
maksimal, yaitu sebesar
distribusi
100%. Sebaliknya jika
merupakan salah pengawasan itu tidak ada
perusahaan mendapat
satu cara untuk
nilai 0%.
meminimalkan
pemalsuan
produk yang
menjadi resiko
utama dari
perusahaan.

Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan


No Indikator Kinerja
Alasan

Pengukuran

10

Ketersediaan Fasilitas

Pelatihan Tenaga Kerja

Pengenalan Produk Baru

Indikator ini
mendapat
pembobotan
sebesar 3.
Alasannya
indikator ini
secara tidak
langsung
mempengaruhi
kelancaran proses
produksi
perusahaan.
Indikator ini
mendapat
pembobotan
sebesar 4.
Alasannya
indikator ini
merupakan salah
satu strategi
perusahaan.
Selain itu,
indikator ini
sebagai salah
satu cara untuk
meningkatkan
kompetensi dan
komitmen SDM
perusahaan.

Ketersediaan fasilitas
meliputi aspek-aspek
berikut: keamanan,
kesehatan, jaminan hari
tua, hiburan, dan
tunjangan keluarga.

Indikator ini

Target pengenalan

mendapat

produk baru pada tahun

pembobotan

2010 adalah sebesar

sebesar 3.

10%, sedangkan
pencapaian perusahaan
saat ini adalah 4,2%.

Alasannya target
utama

Pelatihan pegawai
diukur berdasarkan
keberhasilan perusahaan
dalam memenuhi
kebijakan perusahaan
tahun 2004 dimana
pelatihan karyawan
selain direktur hanya

diberikan pada tahun


pertama mereka bekerja.

perusahaan
adalah
memperluas
pangsa pasar.
Salah satu cara
memperluas
11

pangsa pasar
dengan
memperkenalkan
produk baru.

12

KEY PERFORMANCE INDICATOR :


A. Prespektif Financial
1. ROE dan ROI
Berupa presentase yang menunjukkan suatu rasio untuk mengukur
kinerja keuangan
2. Peningkatan laba per tahun
Laba yang dihasilkan dari penjualan besi dan baja
3. Naiknya harga bahan baku
Kenaikan harga bahan baku menyebabkan kenaikan harga barang
4. Perkembangan pelanggan pasar baru
Meningkatkan jumlah barang prosuksi
5. Kenaikan biaya produksi
Kenaikan biaya produksi akan mempengaruhi harga penjualan
B. Prespektif Customer
1. Lokasi perusahaan yang strategis
Untuk memerbanyak pelanggan dan menciptakan yang potensial
2. Kemudahan mengikuti perkembangan pasar
Mengembangkan dan meluaskan pangsa pasar
3. Pengingkatan pangsa pasar (pasar internasional)
Mencari pangsa pasar baru untuk meningkatkan pejualan
4. Peningkatan kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan dapat menignkatkan laba baik secara langsung
meupun tidak langsung
5. Kualitas barang yang baik
Suatu kualitas yang baik akan meningkatkan kepuasan palanggan
6. Pengiriman barang yang tepat waktu
Kepuasan pelanggan akan meningkat
C. Prespektif Internal Business Process
1. Keunggulan dalam fasilitas produksi
Proses produksi yang lebih daik dan menciptakan poduk yang berkualitas

13

2. Keausan mesin
Perawatan mesin secara berkala untuk mencegah kausan mesin
3. Peningkatan kualitas proses
Produk yang dihasilkan sesuai keinginan pelanggan dan mempunyai
kualitas yang baik
4. Tingkat rata-rata barang cacat
Semakin sedikit barang yang cacat akan memuaskan pelanggan dan
meningkat tingkat laba
D. Prespektif Learning and Growth
1. Tenaga kerja yang handal
Sumber daya manusia yang mampu menghasilkan hasil yang maskimal
dan optimal
2. Pelatihan tenaga kerja
Tenaga kerja semakin terampil dan cekatan
3. Kemampuan system informasi
Mengendalikan dan mengatur proses bisnis untuk lebih teratur dan
mudah
4. Jumlah jam pelatihan dan pengembangan karyawan
Mencerminkan

pengalaman

dan

kreativitas

tenaga

kerja

dalam

keahliannya

14

PETA STRATEGIS

Prespektif L internal
&G
Prespektif proses
konsumen Prespektiffinancial Prespektif

Peta Strategis
Peningkat
an laba
bersih

Kualitas
produk

Peningkat
an laba

ROA

Ketepatan
pengiriman
produk

Pertumbuha
n pelanggan

Keberhasil
an

Pengawas
an Mesin

Pengawas
an

Ketersedia
an Fasilitas

Pelatihan
tenaga

Pengenal
an

ROI

15

MATIRIKS BALANCE SCORECARD


Prespektif
Fnancial

Strategi

Peningkatan
Laba
perusahaan
Customer 1. Kualitas
produk dan
Ketepatan
waktu dalam
pengiriman
barang
ke
pelaggan
2. Ekpansi
pasar
Internal
1. Keberhasila
process
n produksi
2. Pengawasan
mesin dan
distribusi
L&G
1. Ketersediaan
fasilitas`
2. Pelatihan
tenaga kerja
BSC

Sasaran strategi
Peningkatan laba

Target

Realisas
i

Bobot
(%)

15
Miliar

1.3
miliar

40

Scor
e
(%)
34,66

100 %

80 %

18

18

100 %

60 %

22

13,2

1. Meningkatkan
laba
perusahaan
2. Memenangkan harga di
pasar

100 %

70 %

2,1

100 %

60 %

4,2

1. Pelayanan
yangbaik
untuk segenap karyawan
2. Meningkatkan
kompetensi karyawan

100 %

60 %

2,4

100 %

100 %

100 %

81,56

Indikator kinerja
Laba meningkat

1. Meningkatkan
1. Barang pesanan terkirim
kepuasan pelanggan
dengan tepat waktu
2. Meningkatkan
2. Produk dijual sampai ke
pangsa
pasar
seluruh
indonesia
nasional
maupun
maeupun
pasar
internasional
internasional

1. Meminimalisir
produk cacat
2. Meningkatkan
efisiensi
dan
efektivitas biaaya
1. Memberikan kepada
karyawan keamanan,
keshetan
2. Menunjang
keberhasilan
perusahaan

16

DASBOARD BSC

YELLOW
RED
50
75

GREEN

Scoree : 81,56

100

17

REKOMENDASI HASIL
Berdasarkan hasil penilaian dan intepretasi hasil penilaian serta analisis
terhadap beberapa situasi yang menyelimuti PT. Puncak Ijen Steel, maka penulis
dapat mengajukan beberapa rekomendasi kepada PT. Puncak Ijen Steel yang
penulis sajikan pada poin-poin berikut:
a. Meningkatkan kinerja keuangan
Masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah peningkatan biaya sebagai
akibat efisiensi biaya yang belum optimal.
b. Mempertahankan kepercayaan pelanggan
Mempertahankan prestasi adalah pekarjaan yang lebih sulit dibandingkan
dengan mendapatkannya. Perusahaan diharapkan minimal mampu menjaga
kualitas pelayanan, ketepatan dan pengawasan mutu produk secara berkala.
Selain itu, untuk tetap menjaga kepercayaan pelanggan, produk baru yang
akan dipasarkan oleh perusahaan didasarkan pada riset pasar yang secara
rutin dilakukan oleh perusahaan. Riset tersebut bisa dilakukan dengan cara
menambah

poin

pada

kuisioner

yang

mana

poin

tersebut

bisa

menggambarkan apa yang diinginkan oleh pelanggan terhadap produk baru


yang akan diedarkan perusahaan.
c. Mempertahankan pertumbuhan penjualan
Potensi pasar yang masih besar diharapkan mampu dimanfaatkan oleh
perusahaan untuk tetap menjaga pertumbuhan penjualan. Perusahaan juga
diharapkan secara intensif mengoptimalkan tenaga pemasar yang dimiliki.
d. Meningkatkan kinerja dan efisiensi proses bisnis internal
Perusahaan diharapkan mampu meningkatkan prosedur pengawasan mutu
pada setiap proses produksi. Perusahaan sebaiknya segera melaksanakan
program pelatihan berkelanjutan kepada seluruh karyawan, sebab hal ini
terbukti meningkatkan efisiensi produksi.
e. Mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan untuk
memanfaatkan peluang.
Perusahaan sebaiknya tetap menjaga keunggulan kompetitif yang dimiliki
serta secara lebih intensif meningkatkan setiap peluang yang dimiliki.
Perusahaan termasuk produktif dalam menghasilkan produk baru, meskipun

18

biaya riset telah berkurang. Potensi pasar luar negeri juga merupakan daerah
yang potensial, apalagi ditunjang respon positif konsumen atas produk
formulasi perusahaan.

19