Anda di halaman 1dari 15

MAMALIA

Oleh :
Nama
NIM
Rombongan
Kelompok
Asisten

: Ikfa Kusuma Werdani


: B1J013091
:I
:1
: Ichsan Dwi Putra Sofiadin

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIKA HEWAN II

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2015

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbagai jenis hewan hidup di ekosistem. Berbagai jenis tersebut memiliki
kebutuhan yang sama tetapi mereka memiliki pebedaan dan persamaan. Perbadaan itu
meliputi struktur bentuk tubuhnya. Perbedaan yang nyata memungkinkan mereka dikenali
sebagai

kelompok

yang

berbeda.

Perbedaan

tersebut

menunjukkan

adanya

keanekaragaman (Waluyo, 2006).


Kingdom animalia beranggotakan berbagai jenis hewan yang dapat dibagi menjadi
dua, yaitu vertebrata dan invertebrata. Dua kelompok ini akan terbagi lagi menjadi phylumphylum. Hewan-hewan ini dapat dibedakan satu dengan yang lain dari struktur
morfologinya, yaitu memiliki bentuk luar tubuh dimana setiap phylum-phylum memiliki
perbedaan pada struktur morfologinya. Hewan invertebrata adalah hewan yang tidak
bertulang belakang, serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana
dibandingkan dengan kelompok hewan punggung/bertulang belakang, juga sistem
pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah lebih sederhana dibandingkan hewan
vertebrata (Romimohtarto dan Juwana 2001).
Studi kekerabatan merupakan salah satu aspek yang perlu dipelajari dalam
taksonomi hewan. Metode yang digunakan dalam studi kekerabatan suatu organisme yaitu
metode filogenetik dan metode fenetik. Metode filogenetik disebut juga metode kladistik.
Metode ini berdasarkan kesamaan nenek moyang atau didasarkan pada hubungan
kekerabatan antara takson yang satu dengan takson yang lain. Metode fenetik adalah
metode yang berdasarkan karakteristik fenetik (morfologi) yang diamati. Metode fenetik
tidak memerlukan pengetahuan atau analisis hubungan evolusi (Widiyadi, 2009).
Pengelompokkan makhluk hidup dapat dilakukan dengan berbagai cara. Perbedaan
relasi / hubungan kekerabatan terjadi karena adanya perbedaan bobot yang berasal dari
rata-rata indeks konsistensi untuk karakter. Selain itu karakteristik possesses diantara sub
famili suatu individu menyebabkan individu berbeda dengan yang lainnya (Gold et al,
2011).
Mamalia merupakan salah satu kelas dari kingdom animalia yang memiliki sejarah
evolusi hampir sempurna dibandingkan dengan kelas yang yang lain. Mammalia adalah
organisme yang memiliki kelenjar susu (glandula mammae) yang dapat menghasilkan susu
dan memiliki daun telinga untuk membantu pendengaran. Mammalia juga mempunyai

rambut yang menutupi seluruh bagian tubuhnya. Mamalia berkembang dari leluhur reptilia
lebih awal dari burung. Fosil tertua yang diyakini merupakan mamalia yang berumur 220
juta tahun, kembali ke masa Trias. Saat zaman senozoikum datang setelah kepunahan
massal di masa kretaseus, mamalia sedang melakukan radiasi adaptif besar-besaran.
Keanekaragaman itu diwakili oleh tiga kelompok utama: monotrema (mamalia yang
bertelur), marsupial (mamalia berkantung), dan mamalia eutherian (berplasenta) (Kant,
2001).
Penciuman sangat penting untuk kelangsungan hidup kebanyakan mamalia. Hal ini
digunakan untuk mencari makanan, menghindari bahaya, mengidentifikasi pasangan dan
keturunan, dan mengidentifikasi wilayah yang ditandai. Berbagai molekul bau di
lingkungan terdeteksi oleh reseptor penciuman dinyatakan dalam epitel penciuman dari
rongga hidung (Niimura et al., 2014).
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum acara Mamalia antara lain :
1. Mengenal beberapa anggota Class Mamalia.
2. Mengetahui beberapa karakter penting untuk identifikasi dan klasifikasi anggota Class
Mamalia.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


Karakteristik mamalia yaitu, tubuh umumnya tertutup rambut, kulit berkelenjar.
Cranium dengan dua occipital condyle, mulut umumnya bergigi. Lubang telinga luar
umunya memiliki daun telinga yang kenyal. Jantung terdiri dari 4 ruang, respirasi hanya
dengan paru-paru, suhu tubuh homolotermis, columna vertebralis dengan lima wilayah,
yaitu serviks, toraks, sakral dan caudal, mempunyai 4 anggota gerak kecuali golongan
cetacean, terdapat dua belas pasang saraf kranialis dan fertilisasi internal (pembuhan terjadi
didalam tubuh). Semua mammalia mempunyai dua ciri yang sama. Pertama, semua
mempunyai rambut walaupun rambut ini tidak kelihatan begitu nyata. Ciri yang kedua
adalah bahwa semua spesies mammalia menyusui anaknya. Susu ini dikeluarkan oleh
kelenjar susu. Kelenjar susu lazim disebut dengan kelenjar mammae. Rambut yang halus
dan jarang disebut lanugo, rambut dikepala disebut capili, rambut halus disebut supercilia,
rambut pada bulu mata disebut cilia, rambut yang keluar dari lubang hidung vibrissae,
rambut yang keluar dari liang telinga disebut tragic, rambut ketiak disebut hirci, rambut di
mons pubis ialah daerah ventral dari symphysisossium pubis dan cranial dari organ
genitalia external disebut pubes (Radiopoetro, 1996).
Mamalia adalah kelompok yang tertinggi dari dunia hewan. Istilah
untuk mammal berhubungan dengan kelenjar mammae (kelenjar susu) pada hewan
betina untuk menyusui anaknya. Pemeliharaan anak oleh induknya merupakan
perkembangan yang sangat tinggi pada classis ini dan mencapai klimaksnya pada spesies
manusia. Bermacam-macam mamalia hidup di berbagai habitat, mulai dari daerah kutub
sampai daerah tropis, dari laut sampai ke hutan-hutan yang paling lebat dan gurun pasir
yang paling kering (Murad, 1977).
Disamping kelenjar susu dan rambut, mammalia mempunyai ciri-ciri lainya yaitu
jantung mammalia dewasa mempunyai dua atrium dan dua ventrikel. Biasanya mammalia
berdarah panas yang berarti dapat mempertahankan panas tubuhnya pada suhu tertentu
tanpa dipengaruhi suhu yang berasal darilingkungannya. Kebanyakan mammalia
mempunyai suatu cara khusus untuk memberi makan anaknya selama berada dalam tubuh
induknya pada masa permulaan perkembangannya. Contoh Ornithorynchus dan Echidna
yang menyusui anaknya didalam suatu lapisan kulit perut yang berbentuk kantung
(Radiopoetro, 1996).
Sebagian besar mamal adalah difiodont artinya mempunyai 2 kelompok gigi yaitu
gigi susu dan gigi permanen. Kelompok gigi pertama pada gigi difodont adalah sebagai

deciduous atau lacteal dentition atau disebut gigi susu. Kelompok gigi kedua adalah gigi

permanen sebagai pengganti gigi susu setelah tanggal, dan gigi ini tidak akan tumbuh lagi
apabila tanggal. Beberapa spesies, gigi susu hanya ada pada kehidupan embrionik atau
pada masa awal kelahiran. Kadang gigi susu sangat spesifik misalnya pada kelelawar, gigi
kecil ini membentuk kait yang digunakan untuk menempelkan diri pada nipped induknya.
Ada kelompok mamal, gigi pertama yang tumbuh adalah gigi-gigi permanen yang tidak
akan diganti ketika hilang atau patah. Gigi-gigi pada mamal dibagi dalam kelompok mulai
dari anterior ke posterior rahang yaitu gigi seri (incisor), gigi taring (canines), geraham
depan (premolar) dan geraham belakang (molar). Jumlah gigi-gigi tersebut berbeda-beda
untuk setiap spesies, kecuali untuk gigi taring tidak lebih dari 1 pada setiap sisi rahang
(Kielan et al., 2004).
Gigi seri terletak di bagian depan mulut, digunakan untuk memotong, menggerut,
menggerogoti, dengan demikian gigi seri tersebut berkembang baik pada binatang
herbivora. Gigi seri yang ada pada sebagian besar herbivora rata seperti mata pisau. Gigi
seri umumnya 6 pasang, tetapi pada tikus pengerat hanya ada 2 pasang dan
mempunyai bentuk sangat khusus seperti pahat dan tumbuh terus sepanjang hidup.
Lagomorpha berbeda dengan Rodentia karena pasangan kedua gigi seri yang terletak di

rahang atas sangat kecil. Gigi taring tampak sangat berkembang pada mammal karnivora.
Gigi ini relatif lebar dan lancip. Gigi taring berguna untuk menangkap dan membunuh
mangsa serta menyobek daging. Gigi taring kelelawar insektivora panjang sehingga cocok
untuk memangsa. Gigi taring tidak ditemukan pada Rodentia dan Lagomorpha. Pada 2
kelompok ini di setiap sisi rahang terdapat diastema yaitu jarak antara gigi seri dan gigi
geraham. Perbedaan bentuk gigi geraham depan dan gigi geraham belakang pada mammal
tergantung pada tingkah laku atau kebiasaan makannya (Kielan et al., 2004).
Geraham depan terkadang mirip bahkan sama bentuk dengan geraham belakang,
sehingga seringkali dianggap gigi geraham belakang. Bentuk yang demikian ini disebut
molariform. Bentuk gigi molariform pada tupai disebut brakhiodont dengan ciri mahkota

rendah, sementara gigi dengan mahkota yang tinggi microtine disebut hypsodont atau
permukaan dari mahkota tersebut bunodont karena memiliki taring yang bundar seperti
pada anggota genus Peromyscus. Selenodont merupakan kondisi gigi yang geraham yang
terlihat seperti bulan sabit. Gigi yang terdapat hubungan email dinamakan lofodont.
Gigi selenodont dan lofodont sangat sesuai untuk memotong rumput dan dedaunan.
Beberapa jenis karnivora mempunyai mahkota lateral sangat tajam seperti mata pisau, tipe
gigi ini disebut sekodont. Gigi pemotong karnivora dinamakan gigi karnasial berupa

geraham depan. Adanya gigi seri, taring, geraham depan dan geraham belakang (gigi
heterodont) adalah menjadi karakteristik mammal, tetapi seperti ada mammal tertentu yang

kehilangan gigi tertentu. Dolphin memiliki gigi homodont, sehingga gigi tampak
seperti pasak pada rahangnya (Rice, 1998).
Berkaitan dengan gerakan berjalan dan melompat dari kelas mammalia dapat
dikelompokkan menjadi 3 yaitu: Plantigrade, digitigrades, unguligrade. Plantigrade
yaitu mamalia yang berjalan dengan seluruh permukaan telapak kakinya menyentuh tanah
Contohnya manusia. Hewan plantigrade bukanlah pelari yang baik. Digitigrade yaitu
hewan mamalia yang berjalan dengan jari-jari kakinya yang menyentuh tanah. Ini
merupakan hewan yang dapat melompat dengan cepat dan gesit. Contohnya adalah kucing.
Unguligrade yaitu hewan mamalia yang berjalan dengan kukunya yang menyentuh tanah.
Kuku yang menyentuh tanah ini adalah kuku yang menutupi hanya satu jari kakinya yaitu
jari yang ketiga contohnya adalah kuda (Fifield and Haines, 2000).

BAB III. MATERI DAN METODE


A. Materi
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum acara 3 yaitu bak preparat, mikroskop
cahaya dan alat tulis.
Bahan yang digunakan yaitu preparat kalong (Rhinolopus megaphyllus), kelinci
(Oryctolagus sp.), dan tulang tengkorak dari tikus putih (Rattus morvegicus).
B. Metode
Metode yang dilakukan dalam praktikum antara lain:
1. Spesimen hewan dari anggota kelas Mamalia diamati dan dideskripsikan karakternya
berdasarkan ciri-ciri morfologi.
2. Spesimen hewan dari anggota kelas Mamalia diidentifikasi karakter khusus yang
dimilikinya.
3. Laporan sementara dibuat dari hasil praktikum.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
Tabel 1. Identifikasi dan Pengenalan Karakter Mamalia
Keterangan:
4

1. Caput

2. Truncus

3. Caudal
4. Mata
5. Rima oris
6. Nares anterior

6
10

7
9

7. Vibrisae
8. Auricula
9. Ekstrimitas anterior
10. Ekstrimitas posterior
Nama Ilmiah : Rattus morvegicus
Nama Lokal : Tikus
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum

: Chordata

Class

: Mamalia

Ordo

: Rodensia

Famili

: Muridae

Genus

: Rattus

Spesies : Rattus norvegicus


Deskripsi : Tikus termasuk kedalam ordo rodensia dengan jumlah gigi seri pasang
dibagian atas dan bawah. Bagian tubuh dari tikus yaitu Caput, Truncus, Caudal, Mata,
Rima oris, Nares anterior, Vibrisae, Auricula, Ekstrimitas anterior, Ekstrimitas
posterior.

Keterangan:
3
2

1. Nasal bone
4

2. Frontal

3. Parietal
5

4. Interparietal
5. Occipital
6. Temporal crest

7. Zygomatic notch

8
6

8. Zygomatic spine
9. Foramen incisivi

Dorsal

10. Premaxilari bone


11. Body of mandibula
12. Coronoid process
13. Condyloid process
14. Aveolar process
15. Angular process

9
Ventral
12

13

15

10
11

14

Keterangan:
7

1. Daun telinga
2. Organon visus
3. Rima oris

12

4. Humerus
5. Radius
3

11

6. Metakarpal
7. Phalanges

10

8. Femur
2

9
4
11

9. Tibia
10. Fibula
11. Calcar
Nama

Ilmiah

Rhinolophus

megaphyllus

Nama Lokal : Kalong


Klasifikasi:
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Chordata

Class

: Mamalia

Ordo

: Chiroptera

Famili

: Rhinolophidae

Genus

: Rhinolophus

Spesies

: Rhinolophus megaphyllus

Deskripsi : Rhinolopus megaphyllus termasuk kedalam kelelawar kelompok


microchiroptera yang mempunyai bagian bagian tubuh berupa daun telinga, organon
visus, rima oris, Humerus, Radius, Metakarpal, Phalanges, Femur, Tibia, Fibula dan
Calcar. Ekor dari kalong dianalogikan dengan huruf V.

Keterangan:

1. Caput

2. Truncus

3. Caudal
4. Pina auricularis
6

5. Organon visus
7

6. Vibrisae
7. Nares anterior
8. Leher

9. Pectoral

10

10. Abdomen
12

11

11. Ekstrimitas anterior


12. Ekstrimitas posterior
Nama Ilmiah :
Nama Lokal : Kelinci
Klasifikasi:
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Chordata

Class

: Mamalia

Ordo

: Lagomorpha

Famili

: Leporidae

Genus

: Oryctolagus

Spesies

: Oryctolagus sp.

Deskripsi : kelinci termasuk dalam ordo Lagomorpha karena mempunyai gigi seri 2
pasang di rahang atas dan sepasang di rahang bawah, berbeda dengan rodensia.
Bagian-bagian tubuh kelinci yaitu Caput, Truncus, Caudal, Pina auricularis,
Organon visus, Vibrisae, Nares anterior, Leher, Pectoral, Abdomen, Ekstrimitas
anterior, Ekstrimitas posterior.

B. Pembahasan
Class Mamalia memiliki ciri umum tubuh ditutupi rambut; memliki kelenjar
mammae, kelenjar keringat, kelenjar sebaceous dan kelenjar bau; endhitermi atau dapat
menghasilkan panas tubuh sendiri; organ pendengaran dengan tiga ossicle pada telinga
tengah; tipe gigi khusus (heterodont); tubuh terbagi atas rongga dada dan rongga perut
yang dipisahkan oleh diafragma, jantung dengan empat ruang (dua atrium dan dua
ventrikel); memiliki korteks celebral yang besar.
Mamalia memiliki dua subclass yaitu, Prototheria dan Theria. Mamalia juga
memiliki banyak ordo, tetapi pada praktikum kali ini hanya dibahas 4 ordo yaitu
Monotremata, Chiroptera, Rodensia dan Lagomorpha. Preparat yang digunakan yaitu
Rhinolophus megaphyllus, Rathus norvegicus, tengkorak Rathus norvegicus dan kelinci
yang masing-masing mewakili ordo yang dibahas.
Rhinolophus megaphyllus memiliki nama lokal kelelawar. Rhinolophus
megaphyllus masuk dalam subclass Theria dan Ordo Chiroptera. Kelelawar merupakan
mamalia yang memiliki sayap. Bagian-bagian tubuh kelelawar antara lain organon visius,
rimanoris, telinga, tragus atau tonjolan dari dalam daun telinga yang berbentuk tongkat,
anti tragus atau tonjolan diluar telinga yang berbentuk bulat, humerus, radius, metacarpal
(jempol), palanges, lancet, sela dan horse shoe shu. Ukurannya kecil dan termasuk dalam
mikrochiroptera. Makanannya adalah tumbuhan dan buah.
Ordo Chiroptera dibagi menjadi dua yaitu Makrochiroptera dan Mikrochiroptera.
Makrochiroptera

memiliki ciri ukuran besar; memiliki cakar pada jari sayap ke-2;

pemakan daging, nectar, darah, dan serangga; contoh dari Makrochiroptera adalah
kelelawar vampir. Mikrochiroptera memiliki ukuran kecil, memiliki tragus dan anti tragus,
makanannya tumbuhan atau buah.
Kelinci masuk dalam subclass Theria, ordo Lagomorpha dan family leporidae.
Bagian-bagian tubuhnya yaitu, organon visus, Noris anteriores, rima oris, vibrisae, pina
auricularis, leher, pectoral, abdomen, ekstrimitas anterior 4, ekstrimitas posterior 3, caput,
truncus dan caudal. Ordo Lagomorpha memiliki ciri lawan dari Ordo Rodensia (samasama hewan pengerat), Daun telinga panjang, insisivi superior ada 4, Penis di depan
skrotum dan jiumlah digiti pada ekstrimitas posterior 4 dan ekstrimitas anterior ada 3.
Mencit memiliki nama ilmiah Rathus norvegicus. Mencit merupakan hewan
pengerat yang masuk dalam Ordo Rodensia. Bagian-bagiannya caput, truncus, cauda,
organon visus, auricular, nares anteriorus, rima oris, fibriceae, ekstrimitas anterior dan

posterior masing-masing 5. Bagian-bagian dari tengkorak mencit yaitu, nasal, frontal,


pariental, interpariental, oksipital, temporal crest, zygomatic notch, zygomatic spine,
incisifi foramen, coronoid process, candyloid process, alveolar process, angular process,
bodu of mandibula dan promaxia bone. Ciri-ciri dari Ordo Rodensia yaitu hewan pengerat
(dua gigi depan), daun telinga pendek, incisifi superior ada 2, penis dibelakang skrotum,
digiti anterior dan posterior masing-masing 5.
Tipe gigi pada Class Mamalia :
1.

Bunodont

: mamalia omnifora

2.

Secodont

: mamalia karnifora

3.

Lopodont

: mamalia herbifora seperti rusa dan kancil

4.

Bilopodont

: mamalia herbifora seperti kelinci dan tikus (pengerat)

5.

Selenodont

: mamalia herbifora seperti kambing (mamalia kuku genap)

Tipe postur kaki pada Class Mamalia :


1.

Plantigrat

: jalan menggunakan seluruh telapak kaki (manusia dan primata)

2.

Unguligrat

: jalan menggunakan kuku (kuda)

3.

Digitigrat

: jalan menggunakan jari (kucing)

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Anggota mamalia yakni tikus putih dari ordo Rodensia, kelinci dari ordo
Lagomorpha dan kalong dari ordo Chiroptera.
2.

Karakter penting yang dimiliki anggota kelas mamalia yaitu tubuh umumnya
tertutup rambut, kulit berkelenjar. Cranium dengan dua occipital condyle, mulut
umumnya bergigi. Lubang telinga luar umunya memiliki daun telinga yang kenyal.
Jantung terdiri dari 4 ruang, respirasi hanya dengan paru-paru, suhu tubuh
homolotermis.
B. Saran
Saran untuk praktikum kali ini yakni lebih teliti dan memahami perbedaan

karakter utama dari setiap preparat agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan
identifikasi pada setiap preparat.

DAFTAR REFERENSI

Fifield, F., and Haines, P.J. 2000. Enviromental Analytical Chemistry 2nd Edition.
London : Blackwell Science Ltd.
Gold J.R., G. Voelker, and M. A. Renshaw. 2011. Phylogenetic relationships of
tropical western Atlantic. Biological Journal of the Linnean Society, 1-15.
Kant, G. C., R. K. Carr.2001. Comparative of the Anatomy Vertebrates Ninth Edition.
New York: Mc Graw Hill Companies Inc.
Kielan, Jaworowska, Z., Cifelli, R. L. & Luo, Z.-X. 2004. Mammals from the Age of
Dinosaurs: Origins, Evolution, and Structure. Columbia Univ. Press:
Colombia.
Murad, Sajuti. 1997. Sistematik Vertebrata. Bandung : Universitas Pajajaran Press.
Niimura, Yoshihito, Atsushi Matsui and Kazushige Touhara. 2014. Extreme expansion
of the olfactory receptor gene repertoire in African elephants and
evolutionary dynamics of orthologous gene groups in 13 placental
mammals. Research Cold Spring Harbor Laboratory Press, 24:1485
1496.
Radiopoetro. 1996. Zoologi. Jakarta : Erlangga.
Rice, D. W. 1998. Mammals of the World: Systematics and Distribution. Special
Publication No. 4, Society for Marine Mammalogy. Allen Press Lawrence,
KS.
Romimohtarto, K. dan S. Juwana. 2007. Biologi Laut : Ilmu Pengatahuan tentang
Biota Laut. Jakarta : Puslitbang Oseanologi LIPI.
Waluyo, Joko. 2006. Biologi Umum. Jember : UPT Penerbitan Universitas Jember.
Widiyadi, Emeraldy. 2009. Penerapan Tree dalam Klasifikasi dan Determinasi
Makhluk Hidup. Makalah IF2091 Strategi Algoritmik Tahun 2009. Jurusan
Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung.