Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PEMBERIAN MPASI PADA BAYI


PKL KECAMATAN GUBENG KELURAHAN MOJO RT O7 RW 08
SURABAYA

Disusun Oleh :
KELOMPOK 5

Aisyah Fitria Susanti


Fatati Nurianah
Feri Wiratanti
Laili Firda Rusdiana

Lina Beauty Akbar


Nur Wahyuningsih
Okta Trisnawati
Vivi Lailatul Rohma

REGULER/SEMESTER V

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN KAMPUS SUTOMO
SURABAYA
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik
Sub topik
Sasaran
Tempat
Hari / tanggal
Pukul
Waktu

: Gizi Balita
: Makanan Pendamping ASI (MPASI)
: 55 Orang
: Halaman Belakang Rumah Pak RT
: Selasa, 28 Januari 2014
: 16.00 17.00 WIB
: 60 Menit

1. Tujuan
1.1 Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 60 menit, diharapkan ibu yang
memiliki bayi mampu mengerti dan menerapkan pentingnya pemberian
makanan pendamping pada bayi di waktu yang tepat.
1.2 Tujuan khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan tentang pemberian makanan tambahan
pada balita, diharapkan peserta penyuluhan dapat menjelaskan :
1.2.1 Pengertian pemberian makanan pendamping pada bayi
1.2.2 Manfaat pemberian makanan pendamping pada bayi
1.2.3 Waktu pemberian makanan pendamping pada bayi
1.2.4 Macam - macam pemberian makanan pendamping pada bayi
2. Materi : pemberian makanan pendamping pada bayi
2.1 Pengertian pemberian makanan pendamping pada bayi
2.2 Manfaat pemberian makanan tambahan pada balita
2.3 Waktu pemberian makanan tambahan pada balita
2.4 Macam - macam pemberian makanan tambahan pada balita
3. Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab.
4. Media
Media yang digunakan adalah LCD dan leaflet.

5. Daftar rencana proses penyuluhan.


Kegiatan

No

Kegiatan

Waktu

Materi

1.

Pembukaan

5 menit

1.1 Mengucapkan salam


Menyampaikan
1.2 Memperkenalkan diri salam, membuka
1.3 Menjelaskan tujuan
acara penyuluhan
1.4 Menjelaskan
topik

Penyaji

Peserta
Menjawab
salam,
memperhatikan
dan

dan sub topik


1.5 Menjelaskan kontrak
2.

Pelaksanaan
Penyuluhan

30 menit

3.

Evaluasi

15 menit

waktu
Pelaksanaan Penyuluhan,
menjelaskan :
5.1 Pengertian /batasan
5.2 Manfaat
5.3 Waktu pemberian
5.4 Macam-macam
3.1. Mengajukan
pertanyaan

mendengarkan

Menyajikan
materi
penyuluhan,
menunjukkan
gambar dan
menjelaskan

Bertanya kepada
kepada peserta,

peserta
3.2. Menjawab

Menjawab
pertanyaan
yang
pertanyaan
diajukan oleh peserta peserta
3.3. Memberikan
kesempatan kepada Mendengarkan
dan
pembimbing untuk memperhatikan
menjelaskan
4.

Simpulan

5 menit

Bersama peserta
menyimpulkan materi
penyuluhan yang telah
dibahas

5.

Penutup

5.1. Membagikan leaflet


Membagikan
5.2. Menganjurkan kepada leaflet pada
peserta
untuk peserta dan
menganjurkan
membaca leaflet yang
untuk
telah diberikan
membacanya,
5.3. Salam penutup
menyampaikan
salam penutup

menit

Menyimpulkan
materi yang telah
dibahas

6. Pengorganisasian
6.1 Pembimbing : 1. Praktik Klinik
1) Sri Agustin, S.Psi, MMKes.
1. Pendidikan
1) Netti Herlina, Amd.,Keb. S.Pd., MKes
2) Sherly Jeniawati, SST

Mendengar,
melihat dan
memperhatikan.

Menjawab
pertanyaan dari
penyaji,
Bertanya kepada
penyaji

Mendengarkan
dan
memperhatikan

Mendiskusikan,
mendengar, dan
memperhatikan
Menerima
leaflet,
Melihat dan
bersedia
membaca leaflet,
Menjawab salam

6.2 Moderator
Tugas

3) Rianto, Skp., Mkes.


: Aisyah Fitria Susanti
: Mengucapkan salam
Perkenalan

6.3 Penyaji
Tugas
6.4 Observer
Tugas

: Menilai proses penyuluhan

6.5 Demontrasi
Tugas
6.6 Notulen
Tugas

Menjelaskan tujuan
Menyampaikan topik dan sub topik
: Lina Beauty Akbar
Feri Wiratanti
: Menyajikan materi penyuluhan
: Nur Wahyuningsih
Laili Firda Rusdiana
: Fatati Nurianah
Okta Trisnawati
: Mendemontrasikan cara menyusui yang benar
: Vivi Lailatul Rohma
: Mencatat semua peserta yang hadir
Mencatat semua pertanyaan peserta

7.

Kegiatan Evaluasi
7.1 Struktural
7.1.1 Peserta hadir (85% = 15 orang) di ruang penyuluhan 10 menit
7.1.2
7.1.3

sebelum acara dimulai.


Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di ruang penyuluhan.
Tidak ada peserta penyuluhan yang meninggalkan tempat sebelum
penyuluhan selesai.

7.2 Proses
7.2.1 Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai tugas.
7.2.2 Peserta memperhatikan terhadap materi penyuluhan, serta peserta
yang terlibat aktif dalam penyuluhan 75% yang hadir.
7.3 Hasil yang ingin dicapai

7.3.1

Peserta memahami penjelasan yang diberikan oleh penyuluh dan


dapat menjelaskan kembali tentang:
1.
Pengertian pemberian makanan pendamping pada bayi
2.
Manfaat pemberian makanan pendamping pada bayi
3.
Waktu pemberian makanan pendamping pada bayi
4.
Macam - macam pemberian makanan pendamping pada bayi

MATERI PENYULUHAN
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI
1.1 Pengertian Pemberian Makanan Pendamping Pada Bayi
MPASI atau Makanan Pendamping ASI adalah pemberian makanan pada
bayi selain ASI setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan. Pemberian makanan
tambahan adalah masa saat bayi mengalami perpindahan menu dari hanya minum
susu beralih ke menu yang mengikutsertakan makanan padat. Ini adalah bagian
yang menyenangkan dan sangat penting dalam perkembangan bayi. Susu akan
terus menyuplai zat gizi yang dibutuhkan bayi sampai saat tertentu, namun saat
bayi semakin aktif, makanan padat menjadi semakin berperan sebagai menu sehat,
dan seimbang.
Makanan bayi selain Air Susu Ibu (ASI) untuk memenuhi seluruh
kebutuhan bayi terhadap zat-zat gizi yaitu untuk pertumbuhan dan kesehatan
sampai usianya enam bulan, sesudah itu ASI tidak dapat lagi memenuhi
kebutuhan bayi. Oleh karena itu, makanan tambahan mulai diberikan umur enam
bulan satu hari. Pada usia ini otot dan saraf di dalam mulut bayi cukup
berkembang untuk mengunyah, menggigit, menelan makanan dengan baik, mulai
tumbuh gigi, suka memasukkan sesuatu kedalam mulutnya dan berminat terhadap
rasa yang baru.

1.

Manfaat Pemberian Makanan Pendamping Pada Bayi


2.1
2.2

Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang.


Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam

2.3
2.4

makanan dengan berbagai rasa dan bentuk.


Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.
Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi
tinggi.

2.

Waktu Yang Tepat Memberikan Makanan Pendamping Pada Bayi


Bayi yang baru lahir sampai usia 6 bulan disarankan hanya boleh
mengkonsumsi air susu ibu (ASI). Hal ini dikarenakan alat pencernaan bayi
masih belum kuat untuk mencerna makanan. Setelah usianya mencapai 7-9
bulan, barulah bayi boleh mengkonsumsi makanan pendamping ASI.
1. Usia 0 - 6 bulan, makanan yang diberikan berupa ASI

2. Usia 6 - 8 bulan, mulai di usia ini bayi bisa diberikan ASI, bubur susu,
dan nasi tim saring

3. Usia 8 - 10 bulan, beranjak di usia ini berikanlah ASI, buah, bubur susu,
dan nasi dihaluskan

4. Usia 10 - 12 bulan, mencapai usinya hampir satu tahun berikanlah ASI,


buah, dan nasi tim

5. Usia 12 - 24 bulan, di usia ini berikanlah ASI, nasi tim atau makanan,
serta makanan kecil

3.

Macam-Macam Bahan Makanan Pendamping ASI Pada Bayi


1. Kentang, Umbi-Umbian
Makanan bayi tak harus berupa nasi tim saja. Bisa dimulai
pemberiannya pada usia 6 atau 7 bulanan (saat dimulainya pemberian

MPASI). Sumber karbohidrat lain seperti beras dan terigu, kentang, ubi,
jagung, roti gandum boleh saja diberikan
2. Daging Ayam
Sebagian besar sapi, ayam, dan binatang peliharaan lain juga
diternakkan dalam kondisi factory-like atau dalam jumlah besar dan
secara rutin diberi antibiotik dosis rendah melalui makanan atau air
minumannya. Di Amerika Serikat diperkirakan 70% antibiotik
dipergunakan untuk hewan ternak. Hal ini potensial menyuburkan kuman
yang resisten terhadap antibiotik. Sebagian bakterinya ini bisa menyebar
melalui daging yang dimasak tidak sampai matang.
Residu bahan-bahan kimia pada daging ternak terkonsentrasi pada
lemak dan kulit. Untuk memperkecil risiko dampak buruknya, buang
lemak dan kulit dari daging ternak sebelum memasaknya.
3. Ikan Air Tawar atau Ikan Laut
Selain tinggi protein, ikan memiliki kandungan lemak tak jenuh
yang sangat bermanfaat bagi pembentukan otak bayi. Baik ikan air tawar
maupun ikan laut seperti tuna, tengiri, makarel, dan kakap besar dapat
diberikan kepada bayi usia 9 bulan ke atas. Pengolahannya bisa ditim,
dipanggang, ditumis, atau dipepes.
4. Telur Ayam
Telur merupakan makanan kaya protein. Namun, pemberian telur
kepada bayi terutama bagian putihnya, sering memicu alergi. Jadi
kalaupun ingin menyajikan menu telur berikan kuning telurnya saja, itu
pun setelah bayi usia 7 bulan. Sementara putih telur umumnya
direkomendasi baru setelah usia bayi di atas 9 bulan.
5. Buah-buahan
Buah yang paling sering diberikan kepada bayi di awal pemberian
MPASI adalah pisang. Namun, bukan berarti pisang adalah buah terbaik.
Banyak alternatif buah yang dapat diberikan, seperti pepaya, pir, apel,
melon, semangka, mangga, avokad, dan jeruk. Sampai usia 7 bulan
sebaiknya buah, kecuali avokad, diberikan setelah dikukus sebentar atau

direbus dengan sedikit air, lalu dilumatkan menjadi seperti saus dengan
atau tanpa susu.
6. Keju
Keju dapat diberikan kepada bayi mulai usia 7 atau 8 bulan.
Kandungannya tidak berbeda jauh dari susu ternak, yakni protein, lemak,
vitamin, dan mineral.

7.

Persiapan Yang Dibutuhkan Dalam Memberikan Makanan Pendamping


ASI

Memilih peralatan yang tepat

Untuk peralatannya Ibu perlu siapkan alat untuk menggiling atau


menyaring makanan, seperti saringan besar yang terbuat dari kawat,
grinder, blender, dan sebagainya. Penggiling makanan sangat bervariasi,
ada yang tidak menggunakan listrik dan ada yang dilengkapi berbagai
jenis pisau giling untuk menghasilkan berbagai tekstur makanan pada
tingkat kekasaran tertentu. Ibu juga dapat mengatur tingkat kekasaran
makanan dengan menggunakan saringan kawat untuk menghasilkan
tekstur makanan yang sesuai dengan kesiapan anaknya.
Pilihlah peralatan yang sesuai kebutuhan
berkualitas baik
bertahan lama.
Ibu juga perlu memiliki kontainer atau wadah untuk menyimpan
bahan makanan yang berlebih dalam freezer, sehingga pastikan ukuran
wadah cukup dimasukkan dalam freezer.

Menyiapkan bahan segar


Pilihlah sayuran dan buah segar secukupnya untuk diolah dalam waktu 1-2
hari. Bila tidak terdapat sayur segar, sayuran beku dapat menjadi pilihan
dan bagilah per porsi sekali olah dalam beberapa wadah. Ibu juga dapat
memilih sayuran organik yang bebas pestisida. Bagilah daging ayam atau
sapi atau ikan dalam 1 porsi sekali masak dalam beberapa wadah atau
kantong plastik kecil, sehingga Ibu tidak perlu memanaskan seluruh bahan
makanan saat memerlukan 1 porsi bahan makanan saja. Pilihlah variasi
makanan untuk menu nasi tim saring agar kecukupan nutrisi terpenuhi dari
berbagai bahan makanan.

Persiapan lainnya

Cucilah semua bahan yang akan dimasak, baik sayur dan daging atau
ayam atau ikan, termasuk beras merah atau beras putih.
Bila sayuran dapat dikupas, kupaslah dan potong-potong
Buang kulit ayam dan lemaknya, juga lemak pada daging sebelum
masuk dalam wadah untuk ditim
Siapkan semua bahan makanan dalam satu wadah tahan panas dan
masukkan dalam panci kukusan/dandang.
Masukkan air matang sesuai kebutuhan tekstur nasi tim saring. Untuk
nasi tim saring yang lembut perbanyaklah air, dan kurangi perlahan
sesuai dengan keterampilan makan ke tingkat tekstur yang lebih kasar
dan akhirnya Ibu dapat hanya memotong-motong bahan makanan
hingga ukuran sangat kecil tanpa menggilingnya dengan blender.
Ingatlah bahwa sebetulnya menyiapkan nasi tim saring serupa dengan
menyiapkan makan bagi keluarga yang lain, hanya Ibu perlu
memodifikasi tekstur makanan. Misalnya menu makan keluarga sup
ayam dan tim ayam, dapat diberikan sebagai bagian dari nasi tim
saring dengan diblender atau digiling. Yang terpenting adalah Ibu
memastikan semua makanan yang diberikan dalam keadaaan bersih,
dimasak dengan baik, dan sesegar mungkin.
8.

Cara Membuat Nasi Tim


Nasi Tim Ayam Sayuran

Bahan
650 mililiter air
20 gram beras
25 gram daging ayam giling (pastikan daging benar-benar sudah
halus)
30 gram tahu, potong kecil-kecil
25 gram wortel, serut hingga halus
30 gram tomat, cincang hingga halus
1 sendok teh minyak zaitun Bayi makan nasi tim

Cara membuat:

Masukkan daging ayam ke dalam air yang sudah mendidih.


Tambahkan beras dan tahu, aduk sampai tercampur rata.

Jika sudah menjadi seperti bubur, tambahkan wortel dan tomat. Aduk
sampai matang dan mengental. Masukkan minyak zaitun, aduk lagi
sampai rata.

Jika sudah matang, angkat dan diamkan agar cepat dingin.

Jika masih kurang yakin dengan kelembutan nasi tim yang Anda buat,
Anda bisa kembali menghaluskannya dengan cara diblender.