Anda di halaman 1dari 4

Desman P.

Gulo / Komputasi Numerik Kapasitas Panas Debye Kristal Monoatomik

363

Komputasi Numerik Kapasitas Panas Debye Kristal Monoatomik


Desman P. Gulo dan Suryasatriya Trihandaru
Program Studi Pendidikan Fisika dan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika
Universitas Kristen Satya Wacana
Jl. Diponegoro No.5260 Salatiga 50711, Jawa Tengah-Indonesia, telp (0298) 321212
192010022@student.uksw.edu

Abstrak Salah satu karakteristik material zat padat dapat diperoleh dengan penentuan kapasitas panasnya. Kapasitas
panas berdasarkan konsep fisika klasik akan mengikuti hukum Dulong-Petit. Berdasarkan fisika modern ada dua model
kapasistas panas yaitu model Einstein dan model Debye. Makalah ini akan membahas tentang penurunan kapasitas
panas pada kristal monoatomik menggunakan model Debye. Model Debye yang biasa ditemukan dalam buku teks fisika
umumnya menggunakan relasi dispersi pada medium kontinyu. Jika relasi ini diterapkan pada model kristal monoatomik
maka tidak dapat diperoleh penyelesaian persamaan secara analitik. Perhitungan frekuensi Debye diperoleh dengan
penentuan akar persamaan menggunakan metode belah dua (bisection), sedangkan penyelesaian integral menggunakan
aturan trapesium. Makalah ini menyajikan hasil simulasi numerik penentuan kapasitas panas untuk logam aluminium.
Kata kunci: model Debye untuk kapasitas panas, kristal monoatomik, metode belah dua, aturan trapesium
Abstract One of the solid state material characteristics is determined by its heat capacity. Heat capacity, according to
classical physics, will follows the law of Dulong-Petit. According to modern physics there are two noted models, Einstein
and Debye models. This paper will discuss the decrease of Debye model for heat capacity using monoatomic crystals.
Debye model which commonly found in the Physics text books is using dispersion relation for continuous medium. When
monoatomic crystals model is applied, the equation cannot be solved analytically. The calculation of Debye frequency is
solved using bisection method for finding roots, while the integral operation is solved using trapezoidal rule. This paper
presents the numerical simulation for aluminum metal.
Keywords: Debye model for heat capacity, monoatomic crystals, bisection method, trapezoidal rule

I.

PENDAHULUAN
Salah satu sifat penting dari material sebuah benda
padat adalah panas. Sifat panas, perpindahan panas dan
perlakuan panas mempunyai dampak pada material benda
padat tersebut [1]. Sifat panas tersebut salah satunya
adalah kapasitas panas. Kapasitas panas merupakan
banyaknya panas  yang diperlukan untuk menaikan
suhu  suatu zat. Kapasitas panas di bagi menjadi dua
bagian, yakni kapasitas pada tekanan tetap (Cp) dan
kapasitas panas pada vulome tetap (Cv). Salah satu dasar
teori tentang kapasitas panas volume tetap adalah
kapasitas panas Debye yang diturunkan dari fungsi energi
sistem osilator harmonik kuantum dan rapat keadaan.
Pada persamaan model Debye dengan tinjauan kristal
monoatomik, penyelesaian integrasinya tidak dapat
diselesaikan secara analitik.
Dalam penelitian ini, dilakukan metode numerik untuk
memecahkan integrasi model Debye tersebut. Oleh sebab
itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mensimulasikan
profil kapasitas panas benda padat yang diasumsikan
terbentuk dari kristal monoatomik.
II. KAJIAN PUSTAKA
I. Kapasitas Panas
Sejumlah panas yang diperlukan per mol zat untuk
menaikkan suhunya disebut kapasitas kalor. Bila
kenaikan suhu zat , maka kapasitas panas adalah [2]:
QT
Cv =
(1)
T

Jika proses penyerapan panas berlangsung pada


volume tetap Cv, maka panas yang diserap sama dengan
peningkatan energi dalam zat. Q = E, dengan E
merupakan energi dalam. Dalam hal ini persamaan
Kapasitas panas Cv menjadi:
Cv =

ET
dE
= T
T
dT

(2)

Kapasitas panas memiliki kapasitas spesifik Cv yang


besarnya pada suhu tinggi mendekati nilai 3R dengan R
menyatakan tetapan gas umum. Secara matematis dapat
ditulis [2]:

dE
(3)
= 3R = 5,60 cal / mole 0 K
dT v
Menurut Dulong-Petit (1820), Cv hampir sama untuk
semua material yaitu 6 cal/mole K.
Cv =

II. Kapasitas Panas Debye


Dalam model Einstein, atom-atom dianggap bergetar
secara terisolasi dari atom di sekitarnya. Anggapan ini
jelas tidak dapat diterapkan karena gerakan atom akan
saling berinteraksi dengan atom-atom lainnya. Hal ini
seperti pada kasus penjalaran gelombang mekanik dalam
zat padat. Oleh karena itu, rambatan gelombang
menyebabkan atom-atom akan bergerak kolektif.
Frekuensi  getaran atom bervariasi dari   0 sampai
dengan    . Batas frekuensi  disebut frekuensi
potong Debye. Menurut model Debye, energi total E
getaran atom pada kisi diberikan oleh [3]:

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY, Yogyakarta, 26 April 2014
ISSN : 0853-0823

364

Desman P. Gulo / Komputasi Numerik Kapasitas Panas Debye Kristal Monoatomik

E = ( ) g ( ) d
(4)
0
() merupakan energi rata-rata osilator seperti pada
model Einstein sedangkan g () adalah rapat keadaan.
Nilai energi rata-rata
dapat di tulis [1]:
1
1
= h +
(5)
2
e h / k B T 1

Pada suhu mendekati 0K nilai


 . Ini
merupakan tingkat energi minimum sistem. Selain itu
pada fungsi Debye, pada temperatur tinggi nilai C v
mendekati nilai yang diperoleh Einstein.
III. Kisi Monoatomik Satu-Dimensi
Pada vibrasi benda padat kontinu, persamaan dispersi
gelombang diberikan oleh [4,5] :
= v.K
(6)
Dengan turunan v adalah kecepatan dan K adalah
vektor gelombang. Turunan pertamanya adalah :
dK 1
=
(7)
d v
Pada dispersi gelombang satu dimensi, bilangan
gelombang pada sebuah batang dengan panjang L bernilai
diskrit. Keadaan tersebut bila di tuliskan dalam ruang-k
dimana K = (2 / L )n dengan n=0, 1, 2, ,
menyatakan ragam (moda) gelombang. Jika panjang
batang L lebih besar (L>>), maka jarak 2 / L akan
mendekanti nol dan titik-titik dalam ruang k semakin
berdekatan (ruang k mendekati melar) [6] seperti
terlihat pada Gambar 1.

2

L

+
(a)

dk

k k + dk
(b)

L
dK
(9)
2
Persamaan (9) jika dipandang dalam bentuk satu dimensi
maka rapat keadaan akan memenuhi :
g ( )d = g (k )dK
g ( k ) dK =

dK
(10)
d ( )
dK / d pada persamaan (10) disubstitusikan kedalam
bentuk persamaan (7) menjadi :
1
g ( ) = g (k )
(11)
v
Karena gerak rambat gelombang bisa ke kiri dan ke
kanan, maka fungsi tersebut menjadi L / , sehingga
persamaan (11) menjadi :
L
g ( ) =
(12)
v
Menurut model Debye dengan model medium kontinu
harga E memenuhi :
L
E = ( )
d
(13)
v
Pada vibrasi harmonik kristal atom monoatomik satu
dimensi, nilai frekuensi sudut  memenuhi persamaan :
g ( ) = g (k )

1 / 2

2c

(1 cos Ka )
(14)
m

dengan c merupakan konstanta gaya antara bidang


tetangga terdekat, m adalah massa atom, dan a adalah
jarak antar bidang [2]. Persamaan (14) dapat juga ditulis
sebagai berikut :

=2

c
Ka
sin
m
2

di mana 2 c / m [7] dapat dinyatakan dengan 0


sehingga persamaan (15) dapat ditulis :
Ka
= 0 sin
(16)
2
Nilai 0 yang diberikan secara umum adalah sekitar 1013
rad s-1. Dalam kajian satu dimensi, sekarang harga g ( )
yang diberikan adalah :
L
g ( ) =
(17)
a 02 2
Nilai menurut Debye bernilai 0 sampai D yang
dapat diperoleh dari :

Gambar 1. Ruang k satu dimensi : (a) diskret dan (b) malar.

N = g ( )d

Berdasarkan Gambar 1 dapat didefinisikan jumlah


ragam gelombang elastik mempunyai bilangan
gelombang antara k dan k+dk (dalam interval dk) adalah :
dK
2
=
dK
(8)
2 L

L
Jumlah ragam gelombang untuk setiap satuan volume
disebut rapat keadaan atau g (k ) dK atau frekuensi sudut
g ( )d , sehingga persamaannya menjadi :

(15)

(18)

atau

N =

2L

a 02 2

(19)

dengan nilai L=Na (dalam satu dimensi), sehingga


persamaan (19) menjadi :
2 D
1
1=
d

(20)
2
0 2
0

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY, Yogyakarta, 26 April 2014
ISSN : 0853-0823

Desman P. Gulo / Komputasi Numerik Kapasitas Panas Debye Kristal Monoatomik

Untuk mencari frekuensi Debye D dapat dihitung


dengan cara mencari akar persamaan berikut ini :
D 2
1
f ( D ) = 1
d
(21)
0
02 2
Pada persamaan Debye berdimensi satu dijabarkan
dalam persamaan (4) dengan mensubstitusikan semua
variabel fungsinya sehingga persamaan energi untuk
sebuah atom yang terbentuk adalah :
2 D 1
1
1

E=
d (22)

h + h / k B T
0 2
e
1 2 2

365

Grafik pada Gambar 3 menunjukan perubahan


kapasitas panas Debye selama terjadi perubahan suhu (T)
Debye logam aluminium. Referensi grafik pada Gambar
3 diambil dari grafik kapasitas panas Einstein dengan
mengubah :
hv h 0
E =
=
(22)
kB
kB
-21

x 10

III. METODE PENELITIAN


Pada penelitian ini, langkah pertama yang dilakukan
adalah dengan mencari nilai frekuensi Debye D.
Frekuensi Debye pada persamaan (21) dapat diselesaikan
menggunakan integrasi numerik trapesium yakni dengan
cara mencari akar persamaannya. Mencari akar
persamaannya dapat diselesaikan dengan metoda belah
dua (bisection). Caranya diberikan pada algoritma
berikut:
a. Tentukan nilai TOLX dan TOLF
b. Tentukan nilai m / c sebagai parameter

Tingkat Energi (J)

Persamaan (22) ini secara umum sulit untuk mencari


solusinya secara analitik kecuali hanya dapat diselesaikan
dengan integrasi numerik. Salah satunya adalah metode
integrasi numerik Trapesium.

50

100

150

200
250
Temperatur(K)

300

350

400

450

Gambar 2. Hasil perhitungan numerik frekuensi Debye D


sebagai fungsi 0
25

c. Tentukan a = TOLX dan b = 0,9999 m / c


d. Hitung f a = f (a ) dan f b = f (b )

Kapasitas panas (J/K)

20

f a f b > 0 maka ada kesalahan


f. Hitung c = ( a + b ) / 2
g. Hitung f c = f ( c )
h. Jika f a f c < 0 maka b = c dan f b = f c , selain
itu a = c dan f a = f c

e. Jika

i. Kembali kelangkah f sampai dicapai


f c < TOLF atau c < TOLX tercapai.

10

kondisi

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


Persamaan (20) merupakan persamaan yang digunakan
untuk mendapatkan besar frekuensi Debye D.
Persamaan tersebut diselesaikan dengan membuat pola
algoritma sehingga menghasilkan nilai frekuensi Debye
sebesar D 0 atau tepatnya D = 0,999900. Hasil
perhitungan frekuensi Debye D sebagai fungsi 0 yang
menunjukan kurva linear dalam skala logaritmik
disajikan pada Gambar 2.
Grafik pada Gambar 2 menunjukan suhu logam
aluminium dari rendah sampai sebesar 4280K. Secara
teori, nilai Cv = E/T akan bernilai maksimum sebesar
nilai konstanta Boltzman kB. Padahal kapasitas panas
pada suhu tinggi akan bernilai 3R. Dengan demikian
perhitungan numerik dapat dinormalisasikan dengan cara
membagi Cv dengan kB dan mengalikannya dengan 3R.
Hasil numerik dari data aluminium dapat dilihat pada
Gambar 3.

15

50

100

150

200
250
Temperatur(K)

300

350

400

450

Gambar 3. Grafik Kapasitas Panas Debye Cv terhadap suhu


(K) Debye jenis logam.

Dari persamaan (22) ini diperoleh grafik kapasitas


panas Debye terhadap perubahan suhu (T) dalam bentuk
satu dimensi dengan menggunakan fungsi persamaan
(21). Dari grafik pada Gambar 3 tersebut ternyata terlihat
titik-titik perubahan kapasitas panas (Cv) tidak segaris
dengan grafik normalisasi. Grafik pada Gambar 3
tersebut dapat segaris jika dikembangkan ke dalam model
tiga dimensi.
V.

KESIMPULAN
Persamaan Debye berdimensi satu yang tidak dapat
diselesaikan secara analitik, dapat diselesaikan dengan
integrasi numerik yakni integrasi numerik trapesium.
Untuk mencari akar-akar persamaannya bisa dengan
metode belah dua (bisection).

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY, Yogyakarta, 26 April 2014
ISSN : 0853-0823

366

Desman P. Gulo / Komputasi Numerik Kapasitas Panas Debye Kristal Monoatomik

PUSTAKA
[1] P. L. Gareso, E. Juarlin, A. Limbong, FMIPA Universitas
Hasanuddin, Integrasi Numerik Kapasitas Panas Debye
Material Logam Menggunakan Metode Newton-Cotes,
vol.13, SIGMA, Juli 2010, pp 107-113
[2] MIT OpenCourseWare, Physical Chemistry II, 2008.
Website: http://ocw.mit.edu/terms, diakses tanggal 11
Februari 2014
[3] Darpublic,
Sifat-sifat
Termal.
Website
:
www.darpublic.com, diakses tanggal 23 Maret 2014
[4] Fisika FMIPA UNY, Sifat Thermal Kristal, 2012.
Website:
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Rita%2
0Prasetyowati,%20M.Si./SIFAT%20THERMAL%20KRI
STAL.pdf, di akses 1 April 2014
[5] N. Isma K., S. Dio, dkk, Fonon I : Getaran Kristal, UNJ,
2012, pp 2-9.
[6] Fisika Pendidikan UPI, Vibrasi Kristal. Website :
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIK
A/195708071982112-WIENDARTUN/4.BAB_IV(VIBRASI_KRISTAL).pdf, diakses 18 Februari 2014
[7] A. H. Harker, Solid State Physics, In : A. S. Prasad, Ed.,
Phonon Heat Capacity Lecture 10, Phyics and
Astronomy, UCL.

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY, Yogyakarta, 26 April 2014
ISSN : 0853-0823