Anda di halaman 1dari 9

LANDASAN TEORI KOEFISIEN GESEKAN

PENGERTIAN GAYA
GAYA ADALAH SUATU DORONGAN ATAU TARIKAN. GAYA DAPAT
MENGAKIBATKAN PERUBAHAN PERUBAHAN SEBAGAI BERIKUT :
1) BENDA DIAM MENJADI BERGERAK
2) BENDA BERGERAK MENJADI DIAM
3) BENTUK DAN UKURAN BENDA BERUBAH
4) ARAH GERAK BENDA BERUBAH
MACAM MACAM GAYA
BERDASARKAN PENYEBABNYA , GAYA DIKELOMPOKKAN
SEBAGAI BERIKUT :
(1) GAYA MESIN, YAITU GAYA YANG BERASAL DARI MESIN
(2) GAYA MAGNET, YAITU GAYA YANG BERASAL DARI MAGNET
(3) GAYA GRAVITASI , GAYA TARIK YANG DIAKIBATKAN OLEH BUMI
(4) GAYA PEGAS, YAITU GAYA YANG DITIMBULKAN OLEH PEGAS
(5) GAYA LISTRIK, YAITU GAYA YANG DITIMBULKAN OLEH MUATAN LISTRIK
BERDASARKAN SIFATNYA, GAYA DIKELOMPOKKAN MENJADI :
(1) GAYA SENTUH, YAITU GAYA YANG TIMBUL KARENA TITIK KERJA GAYA,
LANGSUNG BERSENTUHAN DENGAN BENDA .
(2) GAYA TAK SENTUH, YAITU GAYA YANG TIMBUL WALAUPUN TITIK KERJA
GAYA TIDAK BERSENTUHAN DENGAN BENDA .

HUKUM NEWTON

NEWTON

MERUPAKAN ILMUWAN INGGRIS YANG MENDALAMI

CABANG FISIKA YANG MEMPELAJARI TENTANG GERAK .


MENGEMUKAKAN TIGA HUKUM TENTANG GERAK

HUKUM III NEWTON


HUKUM AKSI REAKSI
SUATU BENDA MENDAPATKAN
BENDA YANG LAIN
F

AKSI

TANDA

=F
(-)

GESEK

GAYA

GESEK

GAYA DIKARENAKAN BERINTERAKSI DENGAN

REAKSI

PERMUKAAN

(FF)

YAITU

NEWTON

MENUNJUKKAN ARAH GAYA YANG BERLAWANAN

GAYA

DINAMIKA,

DARI BENDA YANG BERGERAK DI ATAS SUATU PAPAN

GAYA

GESEK ADALAH GAYA YANG BERARAH MELAWAN GERAKBENDA ATAU

ARAH KECENDERUNGAN BENDA AKAN BERGERAK .

GAYA GESEK MUNCUL


APABILA DUA BUAH BENDA BERSENTUHAN . BENDA - BENDA YANG DIMAKSUD
DI SINI TIDAK HARUS BERBENTUKPADAT, MELAINKAN DAPAT PULA
BERBENTUK CAIR, ATAUPUN GAS . GAYA GESEK ANTARA DUA BUAH BENDA
PADAT MISALNYA ADALAH GAYA GESEK STATIS DAN KINETIS , SEDANGKAN
GAYA ANTARA BENDA PADAT DAN CAIRAN SERTA GAS ADALAH GAYA STOKES .
SECARA UMUM GAYA GESEK DAPAT DITULISKAN SEBAGAI SUATUEKSPANSI
DERET , YAITU
DI MANA SUKU PERTAMA ADALAH GAYA GESEK YANG DIKENAL SEBAGAI GAYA
GESEK STATIS DAN KINETIS , SEDANGKAN SUKU KEDUA DAN KETIGA ADALAH
GAYA GESEK PADA BENDA DALAM FLUIDA.

GAYA

GESEK DAPAT MERUGIKAN ATAU

BERMANFAAT .

PANASPADA

POROS YANG BERPUTAR , ENGSEL PINTU YANG

BERDERIT , DAN SEPATU YANG AUS ADALAH CONTOH KERUGIAN YANG


DISEBABKAN OLEH GAYA GESEK .

AKAN

TETAPI TANPA GAYA

GESEK MANUSIA TIDAK DAPAT BERPINDAH TEMPAT KARENA


GERAKAN KAKINYA HANYA AKAN MENGGELINCIR DI ATAS LANTAI .

TANPA

ADANYA GAYA GESEK ANTARA BAN MOBIL DENGAN JALAN ,MOBIL HANYA AKAN
SLIP DAN TIDAK MEMBUAT MOBIL DAPAT BERGERAK .

TANPA

ADANYA GAYA

GESEK JUGA TIDAK DAPAT TERCIPTA PARASUT .

CARA MEMPERKECIL GAYA GESEKAN :


(1) MEMPERLICIN PERMUKAAN, MISAL DENGAN PEMBERIAN MINYAK PELUMAS
ATAU MENGAMPELAS PERMUKAAN .
(2) MEMISAHKAN KEDUA PERMUKAAN YANG BERSENTUHAN DENGAN
UDARA , MISAL KAPAL LAUT YANG BAGIAN DASARNYA BERUPA PELAMPUNG
YANG DIISI UDARA .
(3) MELETAKKAN BENDA DI ATAS RODA RODA, SEHINGGA BENDA LEBIH
MUDAH BERGERAK .
GAYA GESEKAN YANG MERUGIKAN
CONTOH GAYA GESEKAN YANG MERUGIKAN :
(1) GAYA GESEKAN PADA MESIN MOBIL DAN KOPLING MENIMBULKAN PANAS
YANG BERLEBIHAN SEHINGGA MESIN MOBIL CEPAT RUSAK KARENA AUS .
(2) GAYA GESEKAN ANTARA BAN MOBIL DENGAN JALAN MENGAKIBATKAN BAN
MOBIL CEPAT AUS DAN TIPIS .
(3) GAYA GESEKAN ANTARA ANGIN DENGAN MOBIL DAPAT MENGHAMBAT
GERAKAN MOBIL .
ASAL

GAYA GESEK

GAYA

GESEK MERUPAKAN AKUMULASI INTERAKSI MIKRO ANTAR KEDUA

PERMUKAAN YANG SALING BERSENTUHAN .

GAYA -GAYA

YANG BEKERJA ANTARA

LAIN ADALAH GAYA ELEKTROSTATIK PADA MASING- MASING PERMUKAAN .

DULU

DIYAKINI BAHWA PERMUKAAN YANG HALUS AKAN MENYEBABKAN GAYA

GESEK

(ATAU

TEPATNYA KOEFISIEN GAYA GESEK ) MENJADI LEBIH KECIL

NILAINYA DIBANDINGKAN DENGAN PERMUKAAN YANG KASAR , AKAN TETAPI


DEWASA INI TIDAK LAGI DEMIKIAN .

KONSTRUKSI

MIKRO

(NANO

TEPATNYA )

PADA PERMUKAAN BENDA DAPAT MENYEBABKAN GESEKAN MENJADI


MINIMUM , BAHKAN CAIRAN TIDAK LAGI DAPAT MEMBASAHINYA

(EFEK

LOTUS ).

JENIS-JENIS
TERDAPAT

GAYA GESEK

DUA JENIS GAYA GESEK ANTARA DUA BUAH BENDA YANG PADAT

SALING BERGERAK LURUS , YAITU GAYA GESEK STATIS DAN GAYA GESEK
KINETIS , YANG DIBEDAKAN ANTARA TITIK - TITIK SENTUH ANTARA KEDUA
PERMUKAAN YANG TETAP ATAU SALING BERGANTI

(MENGGESER ). UNTUK

BENDA YANG DAPAT MENGGELINDING , TERDAPAT PULA JENIS GAYA GESEK


LAIN YANG DISEBUT GAYA GESEK MENGGELINDING

(ROLLING

FRICTION ).

UNTUK BENDA YANG BERPUTAR TEGAK LURUS PADA PERMUKAAN ATAU BERSPIN , TERDAPAT PULA GAYA GESEK SPIN (SPIN FRICTION ). G AYA GESEK
ANTARA BENDA PADAT DAN FLUIDA DISEBUT SEBAGAI GAYA C ORIOLISSTOKES ATAU GAYA VISKOS (VISCOUS FORCE ).
GAYA

GESEK STATIS

GAYA

GESEK STATIS ADALAH GESEKAN ANTARA DUA BENDA PADAT YANG

TIDAK BERGERAK RELATIF SATU SAMA LAINNYA .

SEPERTI

CONTOH , GESEKAN

STATIS DAPAT MENCEGAH BENDA MELUNCUR KE BAWAH PADA BIDANG


MIRING.

KOEFISIEN

GESEK STATIS UMUMNYA DINOTASIKAN DENGAN S, DAN

PADA UMUMNYA LEBIH BESAR DARI KOEFISIEN GESEK KINETIS .

GAYA

GESEK STATIS DIHASILKAN DARI SEBUAH GAYA YANG DIAPLIKASIKAN

TEPAT SEBELUM BENDA TERSEBUT BERGERAK .

GAYA

GESEKAN MAKSIMUM

ANTARA DUA PERMUKAAN SEBELUM GERAKAN TERJADI ADALAH HASIL DARI


KOEFISIEN GESEK STATIS DIKALIKAN DENGAN GAYA NORMAL F

KETIKA

FN .

TIDAK ADA GERAKAN YANG TERJADI , GAYA GESEK DAPAT MEMILIKI

NILAI DARI NOL HINGGA GAYA GESEK MAKSIMUM .

SETIAP

GAYA YANG LEBIH

KECIL DARI GAYA GESEK MAKSIMUM YANG BERUSAHA UNTUK MENGGERAKKAN


SALAH SATU BENDA AKAN DILAWAN OLEH GAYA GESEKAN YANG SETARA
DENGAN BESAR GAYA TERSEBUT NAMUN BERLAWANAN ARAH .

SETIAP

GAYA

YANG LEBIH BESAR DARI GAYA GESEK MAKSIMUM AKAN MENYEBABKAN


GERAKAN TERJADI .

SETELAH

GERAKAN TERJADI , GAYA GESEKAN STATIS TIDAK

LAGI DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGGAMBARKAN KINETIKA BENDA ,


SEHINGGA DIGUNAKAN GAYA GESEK KINETIS .

RUMUS UNTUK
= TAN
KOEFISIEN

KOEFISIEN GESEK STATIK SERING DINYATAKAN DENGAN :

GESEK

) DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI PERBANDINGAN


( F )DENGAN GAYA NORMAL ( N ),

ANTARA GAYA GESEK

DAPAT DIRUMUSKAN SEBAGAI BERIKUT

=F / N

KETERANGAN :

:KOEFISIEN

GESEK

F :GAYAGESEKAN
N:

GAYA NORMAL

RUMUS

TERSEBUT MERUPAKAN RUMUS YANG DIGUNAKAN SEBAGAI CARA

UNTUK MENGUKUR KOEFISIEN GESEK .

APABILA

KITA PUNYA SEBUAH BENDA ,

MISALNYA BUKU , LALU KITA INGIN MENGETAHUI BERAPA KOEFISIEN GESEK


STATIK ANTARA BUKU DENGAN PERMUKAAN DARI KAYU , MAKA CARA
MENGETAHUINYA ADALAH DENGAN MELETAKKAN BUKU TERSEBUT DI ATAS
PERMUKAAN KAYU .

KEMUDIAN PERMUKAAN KAYU ITU KITA MIRINGKAN


(TERHADAP HORIZONTAL) SEDIKIT DEMI SEDIKIT. PADA SAAT AWAL (SUDUT
KEMIRINGAN KECIL ), BUKU TIDAK AKAN BERGERAK , TETAPI SETELAH TERUS
DIMIRINGKAN , PADA SUDUT KEMIRINGAN TERTENTU () BUKU AKAN MULAI
MULAI BERGERAK , NAH TAN INILAH YANG MERUPAKAN NILAI .
TERLIHAT

BAHWA NILAI SUDUT ADALAH SPESIAL , TIDAK BISA

DIVARIASIKAN SEMBARANGAN , HANYA TERDAPAT SATU NILAI UNTUK


KOEFISIEN GESEK STATIK ANTARA BAHAN KAYU DAN KAYU .

HAL

INI

MENGAKIBATKAN BAHWA RUMUS DIATAS TIDAK BISA DIPAHAMI SEBAGAI


HUBUNGAN KETERGANTUNGAN ANTARA S TERHADAP .

RUMUS

ITU

MEMBERITAHU KITA BAGAIMANA CARA MENGUKUR .

PADA

BIDANG MIRING , KOEFISIEN GESEK STATIK DIBERIKAN OLEH

EKSPRESI

TAN , DIMANA ADALAH SUDUT KEMIRINGAN .

SECARA

MATEMATIS INI EKUIVALEN .

DALAM

PECOBAAN KALI INI AKAN BERLAKU HUKUM

NEWTON 1

DAN

2:

HUKUM NEWTON 1
SETIAP

BENDA AKAN TETAP BERADA DALAM KEADAAN DIAM

ATAU BERGERAK LURUS BERATURAN KECUALI JIKA IA DIPAKSA UNTUK


MENGUBAH KEADAAN ITU OLEH GAYA - GAYA YANG BERPENGARUH PADANYA .

SESUNGGUHNYA

NEWTON
ACUAN . PADA

HUKUM

PERNYATAAN TENTANG KERANGKA

PERTAMA INI MEMBERIKAN


UMUMNYA , PERCEPATAN

SUATU BENDA BERGANTUNG KERANGKA ACUAN MANA IA DIUKUR .


MENYATAKAN BAHWA JIKA TIDAK ADA BENDA LAIN DI DEKATNYA

HUKUM

INI

(ARTINYA

TIDAK ADA GAYA YANG BEKERJA , KARENA SETIAP GAYA HARUS DIKAITKAN
DENGAN BENDA DENGAN LINGKUNGANNYA ) MAKA DAPAT DICARI SUATU
KELUARGA KERANGKA ACUAN SEHINGGA SUATU PARTIKEL TIDAK MENGALAMI
PERCEPATAN .

(SILABAN, SUCIPTO : 1985)


KENYATAAN

BAHWA TANPA GAYA LUAR SUATU BENDA AKAN

TETAP DIAM ATAU TETAP BERGERAK LURUS BERATURAN SERING DINYATAKAN


DENGAN MEMBERIKAN SUATU SIFAT PADA BENDA YANG DISEBUT INERSIA

(KELEMBAMAN ),

KARENA ITU HUKUM

NEWTON

PERTAMA SERING DISEBUT

HUKUM INERSIA DAN KERANGKA ACUAN DIMANA HUKUM INI BERLAKU


DISEBUT KERANGKA INERSIAL .
TERHADAP BINTANG YANG

KERANGKA
SANGAT JAUH .

ACUAN INI SERING DIANGGAP DIAM

HUKUM NEWTON 2
PERCEPATAN

YANG DIALAMI OLEH SUATU BENDA SEBANDING DENGAN

BESARNYA GAYA YANG BEKERJA DAN BERBANDING TERBALIK DENGAN MASSA


BENDA ITU

HUKUM NEWTON 2
A

DAPAT DITULIS DENGAN PERSAMAAN :

= F/ M

DALAM

PERSAMAAN INI

BEKERJA PADA BENDA,M ADALAH MASSA


PERCEPATANNYA .

(VEKTOR ) SEMUA GAYA YANG


BENDA , DAN A ADALAH (VEKTOR)

ADALAH JUMLAH

(WIJAYA: 2007)

PERCEPATAN

SEBUAH BENDA BERBANDING LURUS DENGAN

GAYA YANG BEKERJA PADA BENDA , DAN BERBANDING TERBALIK DENGAN


MASSA BENDA ITU .

ARAH

PERCEPATAN SAMA DENGAN ARAH GAYA ITU .

DI

SEBAGAI
ATAS MEJA,

CONTOH ADALAH SAAT KITA MENDORONG BUKU YANG BERADA


KEMUDIAN KITA LEPASKAN .

KEMUDIAN BERHENTI .

MENURUT

HUKUM

BUKU ITU AKAN BERGERAK TETAPI


II NEWTON, PERUBAHAN GERAK INI

ADALAH DISEBABKAN OLEH ADANYA GAYA YANG ARAHNYA BERLAWANAN


DENGAN ARAH GERAK BUKU ITU.KALAU GAYA INI TIDAK ADA , TENTULAH BUKU
ITU TIDAK AKAN BERGERAK BERATURAN , MENURUT HUKUM
APAKAH YANG MENGUBAH GERAK BENDA
BERHENTI ?

(BUKU)

GAYA ITU TENTULAH BERASAL


YANG SATU (BUKU ) DENGAN BENDA YANG
DENGAN GAYA GESEKAN .
JIKA

I NEWTON.GAYA

DARI BERGERAK SAMPAI

DARI PERGESEKAN ANTARA BENDA


LAIN

(MEJA). GAYA

INI DIKENAL

DINYATAKAN DALAM BENTUK PERSAMAAN , PERNYATAAN DI ATAS DAPAT

DITULIS SEBAGAI BERIKUT :


F GESEKAN

DENGAN:

N=

MISALKAN

KOEFISIEN GESEK
GAYA NORMAL

KITA MENARIK SEBUAH BALOK YANG BERADA DALAM KEADAAN

DIAM DENGAN SEBUAH GAYA

SEPERTI PADA GAMBAR , PADA WAKTU BALOK

MASIH SEIMBANG , JIKA GAYA YANG KITA BERIKAN KECIL , GAYA GESEKAN
STATIS ITUPUN KECIL .

MAKIN

BESAR GAYA GESEKAN YANG KITA BERIKAN ,

MAKIN BESAR GAYA GESEKAN STATIS ITU , SELAMA BENDA MASIH


SEIMBANG .JIKA GAYA TERUS DIPERBESAR , AKHIRNYA KESEIMBANGAN BENDA
HILANG .

BENDA

BERGERAK KEARAH GAYA YANG KITA BERIKAN . INI BERARTI

GAYA GESEKAN TIDAK DAPAT BERTAMBAH BESAR LAGI.


MENCAPAI NILAI MAKSIMUM .

(STATIS

NILAI

GAYA

GESEKAN STATIS

MAKSIMUM INI DISEBUT GAYA GESEKAN

MAKSIMUM ) UNTUK KEDUA PERMUKAAN YANG BERGESEKAN .

PADA

SAAT GAYA GESEKAN MAKSIMUM ,BENDA PADA SAAT TEPAT AKAN BERGERAK .

GAYA

GESEK KINETIS

GAYA

GESEK KINETIS

(ATAU

DINAMIS ) TERJADI KETIKA DUA BENDA BERGERAK

RELATIF SATU SAMA LAINNYA DAN SALING BERGESEKAN .

KOEFISIEN

GESEK

KINETIS UMUMNYA DINOTASIKAN DENGAN K DAN PADA UMUMNYA SELALU


LEBIH KECIL DARI GAYA GESEK STATIS UNTUK MATERIAL YANG SAMA .

DALAM

PECOBAAN KALI INI AKAN BERLAKU HUKUM

PERBANDINGAN

NEWTON 1

DAN

2:

ANTARA BESAR GAYA GESEKAN KINETIK DENGAN

GAYA NORMAL DISEBUTKOEFISIEN GESEKAN KINETIK .

JIKA

FK MENYATAKAN

BESAR GAYA GESEKAN KINETIK , MAKA :

FK

KN

DALAM

PECOBAAN KALI INI AKAN BERLAKU HUKUM

NEWTON 1

DAN

2:

HUKUM NEWTON 1
SETIAP

BENDA AKAN TETAP BERADA DALAM KEADAAN DIAM

ATAU BERGERAK LURUS BERATURAN KECUALI JIKA IA DIPAKSA UNTUK


MENGUBAH KEADAAN ITU OLEH GAYA - GAYA YANG BERPENGARUH PADANYA .

SESUNGGUHNYA

NEWTON
ACUAN . PADA

HUKUM

PERNYATAAN TENTANG KERANGKA

PERTAMA INI MEMBERIKAN


UMUMNYA , PERCEPATAN

SUATU BENDA BERGANTUNG KERANGKA ACUAN MANA IA DIUKUR .


MENYATAKAN BAHWA JIKA TIDAK ADA BENDA LAIN DI DEKATNYA

HUKUM

INI

(ARTINYA

TIDAK ADA GAYA YANG BEKERJA , KARENA SETIAP GAYA HARUS DIKAITKAN
DENGAN BENDA DENGAN LINGKUNGANNYA ) MAKA DAPAT DICARI SUATU
KELUARGA KERANGKA ACUAN SEHINGGA SUATU PARTIKEL TIDAK MENGALAMI
PERCEPATAN .

(SILABAN, SUCIPTO : 1985)


KENYATAAN

BAHWA TANPA GAYA LUAR SUATU BENDA AKAN

TETAP DIAM ATAU TETAP BERGERAK LURUS BERATURAN SERING DINYATAKAN


DENGAN MEMBERIKAN SUATU SIFAT PADA BENDA YANG DISEBUT INERSIA

(KELEMBAMAN ),

KARENA ITU HUKUM

NEWTON

PERTAMA SERING DISEBUT

HUKUM INERSIA DAN KERANGKA ACUAN DIMANA HUKUM INI BERLAKU


DISEBUT KERANGKA INERSIAL .
TERHADAP BINTANG YANG

HUKUM NEWTON 2

KERANGKA
SANGAT JAUH .

ACUAN INI SERING DIANGGAP DIAM

PERCEPATAN

YANG DIALAMI OLEH SUATU BENDA SEBANDING DENGAN

BESARNYA GAYA YANG BEKERJA DAN BERBANDING TERBALIK DENGAN MASSA


BENDA ITU

HUKUM NEWTON 2
A

DAPAT DITULIS DENGAN PERSAMAAN :

= F/ M

DALAM

PERSAMAAN INI

BEKERJA PADA BENDA,M ADALAH MASSA


PERCEPATANNYA .

(VEKTOR ) SEMUA GAYA YANG


BENDA , DAN A ADALAH (VEKTOR)

ADALAH JUMLAH

(WIJAYA: 2007)

PERCEPATAN

SEBUAH BENDA BERBANDING LURUS DENGAN

GAYA YANG BEKERJA PADA BENDA , DAN BERBANDING TERBALIK DENGAN


MASSA BENDA ITU .

DI

SEBAGAI
ATAS MEJA,

ARAH

PERCEPATAN SAMA DENGAN ARAH GAYA ITU .

CONTOH ADALAH SAAT KITA MENDORONG BUKU YANG BERADA


KEMUDIAN KITA LEPASKAN .

KEMUDIAN BERHENTI .

MENURUT

HUKUM

BUKU ITU AKAN BERGERAK TETAPI


II NEWTON, PERUBAHAN GERAK INI

ADALAH DISEBABKAN OLEH ADANYA GAYA YANG ARAHNYA BERLAWANAN


DENGAN ARAH GERAK BUKU ITU.KALAU GAYA INI TIDAK ADA , TENTULAH BUKU
ITU TIDAK AKAN BERGERAK BERATURAN , MENURUT HUKUM
APAKAH YANG MENGUBAH GERAK BENDA
BERHENTI ?

(BUKU)

GAYA ITU TENTULAH BERASAL


YANG SATU (BUKU ) DENGAN BENDA YANG
DENGAN GAYA GESEKAN .
JIKA

I NEWTON.GAYA

DARI BERGERAK SAMPAI

DARI PERGESEKAN ANTARA BENDA


LAIN

(MEJA). GAYA

INI DIKENAL

DINYATAKAN DALAM BENTUK PERSAMAAN , PERNYATAAN DI ATAS DAPAT

DITULIS SEBAGAI BERIKUT :


F GESEKAN

DENGAN:

N=

MISALKAN

KOEFISIEN GESEK
GAYA NORMAL

KITA MENARIK SEBUAH BALOK YANG BERADA DALAM KEADAAN

DIAM DENGAN SEBUAH GAYA

SEPERTI PADA GAMBAR , PADA WAKTU BALOK

MASIH SEIMBANG , JIKA GAYA YANG KITA BERIKAN KECIL , GAYA GESEKAN
STATIS ITUPUN KECIL .

MAKIN

BESAR GAYA GESEKAN YANG KITA BERIKAN ,

MAKIN BESAR GAYA GESEKAN STATIS ITU , SELAMA BENDA MASIH


SEIMBANG .JIKA GAYA TERUS DIPERBESAR , AKHIRNYA KESEIMBANGAN BENDA
HILANG .

BENDA

BERGERAK KEARAH GAYA YANG KITA BERIKAN . INI BERARTI

GAYA GESEKAN TIDAK DAPAT BERTAMBAH BESAR LAGI.

GAYA

GESEKAN STATIS

MENCAPAI NILAI MAKSIMUM .

(STATIS

NILAI

MAKSIMUM INI DISEBUT GAYA GESEKAN

MAKSIMUM ) UNTUK KEDUA PERMUKAAN YANG BERGESEKAN .

PADA

SAAT GAYA GESEKAN MAKSIMUM ,BENDA PADA SAAT TEPAT AKAN BERGERAK .

DAFTAR PUSTAKA:
HTTP :// BASICSPHYSICS . BLOGSPOT. COM /2008/12/ GAYA -GESEK .HTML

SILABA & SUCIPTO . 1985. FISIKA DASAR JILID 1. JAKARTA . ERLANGGA


WIJAYA. 2008. FISIKA DASAR JILID 2. JAKARTA. ERLANGGA
REDAKSI KAWAN PUSTAKA. 2008. RANGKUMAN RUMUS MIPA
SMA. JAKARTA. PT. K AWAN PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai