Anda di halaman 1dari 9

PERCOBAAN IV

DRIVE TEST JARINGAN 2G DAN 3G

4.1 Tujuan
1.

Mahasiswa dapat mengetahui langkah-langkah dalam melakukan drive

2.

test.
Mahasiswa dapat melakukan optimasi jaringan dengan baik dan benar
dengan menggunakan aplikasi G-NetTrack Pro untuk pengukuran drive
test.

4.2
1.
2.
3.
4.

Peralatan
Aplikasi G-NetTrack Pro
Smartphone
Laptop
Software Google Earth

4.3

Dasar Teori

4.3.1

Perkembangan Seluler
Perubahan telepon menjadi telepon seluler memang bukanlah dalam

waktu yang singkat. Akan tetapi, saat zaman modern muncul, semakin modern
masa ini, maka semakin cepat pula perkembangan telepon menjadi telepon seluler.
Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars
Magnus Ericsson pendiri perusahaan Ericsson, kini dikenal dengan perusahaan
Sony Ericsson yang kala itu memfokuskan diri terhadap bidang bisnis peralatan
telegraf.
1.

Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit


Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil

2.

polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.


Pada tahun 1945, diperkenalkan mobile phone OG yang kemampuan
beroperasinya masih minim, yaitu tidak bisa mengganti frekuensi ketika

3.

pengguna berpindah dari satu jaringan ke jaringan lain.


Pada tahun 1947, Bell Labs mengajukan konsep penggunaan jaringan
hexagonal yang kemudian dikembangkan pada tahun 1960an.

4.

Namun pada periode perang dunia ke dua atau sekitar tahun 1950an,

5.

jaringan telepon radio telah digunakan oleh kalangan militer.


Pada tahun 1960, di Finlandia, berdiri sebuah perusahaan elejtronik
Nokia sebagai handset telepon seluler.Perusahaan tersebut bernama
Fennis Cable Works dan berbisnis di bidang kabel.Tahun 1969, system
telekomunikasi seluler dikomersialkan.

Perkembangan teknologi telepon seluler sangat cepat. Bahkan saat ini,


telepon seluler bukan lagi sekedar alat komunikasi. Telepon seluler telah
dilengkapi dengan berbagi fitur-fitur pelengkap seperti kamera digital, radio, LCD
berwarna dengan resolusi tinggi, handphone menjadi perangkat yang canggih dan
pintar. Telepon seluler berkembang dengan teknologi wireless diantaranya :
1.

AMPS (Advance Mobile Phone System) merupakan generasi pertama pada


teknologi selular. Sistem ini berada pada Band 800 Mhz, yang
menggunakan 2 sirkuit yang terintergrasikan dari Computer Dedicated dan
System Switch. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz - 894
Mhz. AMPS di operasikan pada Band 800 Mhz sehingga tidak
memungkinkan adanya fitur seperti e-mail dan browsing, serta masih
kekurangan dalam segikualitas suara. Inilah yang menjadi kendala,
sehingga system ini tidak berkembang dan di tinggalkan setelah teknologi

2.

digital berkembang.
GSM (Global System for Mobile system) merupakan generasi kedua
AMPS. GSM pertama kali dikeluarkan tahun 1991 dan berkembang pata
1993 dengan diadopsi oleh beberapa Negara seperti Afrika Selatan,
Australia, Timur Tengah, dan Amerika Utara. Sistem digital dalam GSM
memungkinkan perkembangan telepon seluler dengan sangat pesat. GSM
adalah system telekomunikasi bergerak dengan menggunakan system
selular digital. GSM pertama kali dibuat diperuntukan untuk menjadi
system telekomunikasi bergerak yang memiliki cakupan internasional
yang berdasarkan pada teknologi Multyplexing Time Division Multiple

access (TDMA). GSM menggunakan frekuensi standart 900 Mhz dan


frekuensi 1800 Mhz dengan nama Personal Communication Network.
GSM juga menyediakan layanan pengiriman data dengan high speed yang
menggunakan teknologi High Speed Circuit Switch Data (HSCSD) dengan
rate 64 Kbps hingga 100 Kbps. Saat ini di Indonesia yang mengadopsi
GSM sudah banyak, seperti Telkomsel, Exelkomindo, Satelindo, Indosat,
dll.
3.

CDMA (Code Division Multiple Access) merupakan generasi ketiga. Code


Devision Multiple Access yang mengunakan sistem spectrum. Berbeda
dengan GSM yang menggunakan Time Division Multiplexing. CDMA
tidak memiliki frekuensi khusus pada setiap user. Setiap channel
menggunakan spectrum yang tersedia secara penuh. CDMA merupakan
perkembangan AMPS yang pertama kali digunakan oleh militer Amerika
Serikat sebagai komunikasi Intelejen pada waktu perang. Perkembangan
CDMA tidak secepat perkembangan GSM yang paling banyak diadopsi di
berbagai macam negara.Di Indonesia untuk jaringan CDMA ditempati
oleh PT.Mobile-8, Telecom, Telkom flexy dan Esia.

Adapun perkembangan Jaringan Seluler dari dulu sampai sekarang


adalah :
1. Teknologi Generasi Awal / Zero Generation (0 G)
Generasi awal (0 G) atau Mobile radio telephone ini merupakan teknologi
telepon selular modern permulaan, dimana menggunakan jaringan gelombang
radio khusus dengan jangkauan jaringan yang terbatas dan dapat terhubung
dengan jaringan telepon umum biasa. Biasa pada mobil dan truk agar dapat
berkomunikasi. Mobile radio telephone ini dikenal dengan nama dagang WCCs
(Wireline Common Carriers), RCCs (Radio Common Carriers), and two-way
radio dealers. Prinsipnya seperti jaringan komunikasi Polisi atau Taxi (walkietalkie), hanya saja Mobile radio telephone ini mempunyai nomor telepon
tersendiri dan terhubung dengan jaringannya tersendiri. Kemampuan teknologi 0
G ini hanya dapat bisa melayani komunikasi suara saja dan merupakan teknologi

awal komunikasi bergerak (mobile) yang di implementasikan dan di


komersilakan. Kelemahan teknologi 0 G adalah metoda transmisinya masih halfduplex meski pada perkembangannya mendukung full-duplex, jumlah pelangan
dan jangkauan jaringannya sangat terbatas, tidak mendukung komunikasi data,
oleh karena itu generaasi 0 G tidak dapat bertahan lama.

2. Teknologi Generasi Pertama (1G)


Generasi pertama atau 1 G merupakan teknologi handphone pertama yang
diperkenalkan pada era 80-an dan masih menggunakan sistem analog. Generasi
pertama ini menggunakan teknik komunikasi yang disebut Frequency Division
Multiple Access (FDMA). Teknik ini memungkinkan untuk membagi-bagi alokasi
frekuensi pada suatu sel untuk digunakan masing-masing pelanggan di sel
tersebut, sehingga setiap pelanggan saat melakukan pembicaraan memiliki
frekuensi sendiri (prinsipnya seperti pada stasiun radio dimana satu stasiun radio
hanya menggunakan satu frekuensi untuk siarannya). Kemampuan teknologi 1 G
ini hanya dapat bisa melayani komunikasi suara saja tidak dapat melayani
komunikasi data dalam kecepatan tinggi dan besar. Kelemahan teknologi 1 G
adalah kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam
satu sel sedikit, penggunaan spektrum frekuensi yang boros karena satu pengguna
menggunakan satu buah kanal frekuensi, dan suara tidak jernih.

3. Teknologi Generasi Kedua (2 G)


Teknologi generasi kedua muncul karena tuntutan pasar dan kebutuhan
akan kualitas yang semakin baik. Generasi 2G sudah menggunakan teknologi
digital. Generasi ini menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access
(TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA) dalam teknik
komunikasinya. Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga

bisa untuk SMS (Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim
pesan pendek sebanyak 160 karakter), voice mail, call waiting, dan transfer data
dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Kelebihan 2G dibanding
1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. suara yang
dihasilkan menjadi lebih jernih, karena berbasis digital, maka sebelum dikirim
sinyal suara analog diubah menjadi sinyal digital. Tenaga yang diperlukan untuk
sinyal sedikit sehingga dapat menghemat baterai, sehingga handset dapat dipakai
lebih lama dan ukuran baterai bisa lebih kecil. Kelemahan teknologi 2 G adalah
kecepatan transfer data masih rendah, tidak efisien untuk trafik rendah, jangkauan
jaringan masih terbatas dan sangat tergantung oleh adanya BTS (cell Tower).
4. Teknologi Generasi Ketiga (3 G)
Teknologi generasi ketiga (3G Third Generation) dikembangkan oleh
suatu kelompok yang diakui para ahli dan pelaku bisnis yang berkompeten dalam
bidang teknologi wireless di dunia. 3G (Third Generation) sebagai teknologi yang
berfungsi mempunyai kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan
user 100 km/jam, mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada
kecepatan berjalan kaki, mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada
untuk user diam (stasioner).
Kemampuan teknologi 3G adalah memiliki kecepatan transfer data cepat
(144kbps-2Mbps) sehingga dapat melayani layanan data broadband seperti
internet, video on demand, music on demand, games on demand, dan on demand
lain yang memungkinkan kita dapat memilih program musik, video, atau game
semudah memilih channel di TV. Kecepatan setinggi itu juga mampu melayani
video conference dan video streaming lainnya.
Kelebihan 3G dari generasi-genersi sebelumnya adalah

kualitas suara

yang lebih bagus, keamanan yang terjamin, kecepatan data mencapai 2 Mbps
untuk lokal/Indoor/slow-moving access dan 384 kbps untuk wide area access,
support beberapa koneksi secara simultan, sebagai contoh, pengguna dapat
browse internet bersamaan dengan melakukan call (telepon) ke tujuan yang
berbeda, infrastruktur bersama dapat mensupport banyak operator dilokasi yang

sama. Interkoneksi ke other mobile dan fixed users, roaming nasional dan
internasional, bisa menangani packet-and circuit-switched service termasuk
internet (IP) dan videoconferencing. Juga high data rate communication services
dan asymmetric data transmission, efiensi spektrum yang bagus, sehingga dapat
menggunakan secara maksimum bandwidth yang terbatas, support untuk multiple
cell layer, co-existance and interconnection dengan satellite-based services,
mekanisme billing yang baru tergantung dari volume data, kualitas service dan
waktu. Kelemahan Teknologi 3G adalah memerlukan Kontrol Daya Ideal dan
belum mencukupinya kecepatan transfer data dalam melayani layanan multimedia
yang memerlukan kecepatan yang mumpuni.
5. Teknologi Generasi Tiga Setengah (3.5 G)
Teknologi 3.5 G atau disebut juga super 3G merupakan peningkatan dari
teknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari
teknologi 3G (>2 Mbps) sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti
akses internet dan video sharing.
6. Teknologi Generasi Keempat (4G Fourth Generation)
Teknologi fourth generation (4G) adalah teknologi yang baru memasuki
tahap uji coba. Salah satunya oleh Jepang dimana pihak NTT DoCoMo,
perusahaan ponsel di Jepang, memanfaatkan tenaga hingga 900 orang insinyur
ahli untuk mewujudkan teknologi generasi ke 4. Mendukung service multimedia
Interaktif, telekonfrensi, Wireless Intenet, bandwidth yang lebar, bit rates lebih
besar dari 3G, global mobility, Service Portability, Low-cost service, dan
skalabilitas untuk jaringan mobile. Sepenuhnya untuk jaringan packet-switched,
semua komponen jaringan digital, bandwidth yang besar untuk mendukung
multimedia service dengan biaya yang murah ( Sampai 100 Mbps), dan jaringan
keamanan data yang kuat. Untuk teknologi 4G, kemungkinan teknologi yang
diadaptasi adalah MIMO-OFDM (Multi Input Multi Output Orthogonal
Frequency Modulation). OFDM merupakan suatu teknik transmisi multi carrier
(banyak frekuensi). Dimana tiap frekuensi adalah orthogonal satu sama lain,

sehingga terjadinya overlapping tidak akan menyebabkan interferensi. Dan di sisi


lain teknik MIMO dapat membuat kanal paralel independen dalam spatial domain
untuk mengirimkan data stream yang beragam. Teknik MIMO bisa memperbesar
kapasitas kanal tanpa mengurangi bandwidth yang ada. Jumlah antena yang
dipergunakan pada bagian pemancar 2 sedangkan pada bagian penerima 4. MIMO
dapat mencapai kecepatan transfer data sampai 59,52 Mb.

4.3.1

Drive Test
Drive Test adalah proses mengumpulkan data parameter di sisi MS

(Mobile Station) atau Handphone dengan seperangkat alat dan di jalankan


mengelilingi area yang akan di ukur. Drive

Test dilakukan pada dua jenis

tindakan yang berbeda, yaitu mengendarai mobil dan berjalan mengelilingi


area. Untuk mengumpulkan data parameter pada suatu lokasi gedung misalnya
lobi, ballroom maupun aula dilakukan dengan berjalan mengelilingi lokasi,
tindakan ini disebut dengan Walk Test.
Sedangkan untuk mengumpulkan data parameter pada suatu lokasi jalan
raya dari lokasi jalan A sampai dengan jalan B, Biasanya dengan mengendarai
mobil dan mengukur jalan atau area yg mempunyai jalan yg bisa di lalui mobil,
tindakan ini disebut Drive Test. Tetapi pada penerapannya istilah Drive Test
lebih sering digunakan dari pada walk Test. Tetapi pada dasarnya mempunyai
pengertian yang sama hanya metodenya saja yang berbeda. Adapun produsen
perangkat Drive Test saat ini cukup banyak, yang popular di antaranya Nemo,
Agilent, TEMS, Xcall, Panorama, Grayson, dan lain-lain.
4.3.2

Jenis Jenis Pengukuran Drive Test


Jenis-jenis pengukuran drive test mengunakan G-NetTrack Pro dibagi

menjadi mode pengukuran, yaitu :


a. Idle Mode
Pengukuran kualitas sinyal yang diterima MS dalam keadaan idle
(tidak melakukan call/sms). Biasanya mode ini dilakukan hanya untuk

mengetahui kekuatan sinyal suatu area yang terindikasi low signal / no


services.
b. Dedicated Mode / Voice Sequence
Pengukuran kualitas sinyal diikuti dengan pendudukan kanal (Long Call
atau Short Call ke nomor tujuan tertentu). Untuk mengukur dan
mengidentifikasi kualitas voice.
c. Data Sequence
4.3.3

Aplikasi G-NetTrack Pro


Aplikasi G-NetTrack Pro adalah aplikasi menarik banyak digunakan

pengaturan smart phone untuk ponsel. G-NetTrack bisa juga digunakan sebagai
pelengkap dari RF Signal Tracker. Pada Aplikasi G-NetTrack ini terdapat 4 menu
utama yaitu :
1. Cell : Berisi ringkasan data sektor BTS yang sekarang melayani HP kita
mulai dari MCC, MNC, LAC, RNC, CELLID, dll.
2. Nei : Berisi informasi cell neighbors/tetangga di sekitar cell
3. Map : Berisi peta google map. Ada pilihan untuk memilih informasi apa
yang akan ditampilkan di peta ini, yakni : Level kuat sinyal yang diterima,
Kualitas, Cell, Download rate, Upload rate dan kecepatan. Saat drive test,
sinyal terkuat adalah merah jingga kuning hijau biru abu-abu dan
hitam untuk yang terlemah.
4. Info : berisi informasi tentang HP dan sofware G-NetTrack yang sedang
dipakai.

4.4
1.

Langkah Percobaan
Tentukan rute drive test yang akan dilalui, seputaran lingkungan kampus
UNUD Jimbaran. Rute untuk masing-masing kelompok TIDAK BOLEH
sama !

2.

Aktifkan G-Net Track, pastikan BTS beserta arah sektornya sudah tampil
di peta dengan cara pilih menu settings dan centang : Show Sites, Show
Serving Line dan Show Cell Names.

3.

Aktifkan GPS, gunanya untuk mengunci satelit GPS yang berarti posisi
anda peta sudah sesuai posisi sebenarnya, jika sudah tekan start log lalu
carilah rute yang ingin diketahui level sinyal jaringannya. Jaringan yang
akan di ukur akan sesuai dengan provider yang digunakan dan sesuai
dengan setting jaringan yang digunakan.

4.

Setelah mengelilingi rute yang ingin diketahui level sinyal jaringannya,


tekan end log. Saat menekan end log, G-net track secara otomatis akan
membuat file lognya.

5.

File log tersebut bisa diolah oleh Google Earth atau bisajuga diolah di
websitenya sendiri yaitu www.GyokovSolution .com.

Gambar 4.1 Contoh Pengaplikasian G-Net Track Pro 2.8 di ByPass Kedonganan