Anda di halaman 1dari 9

Karakteristik Generator DC Eksitasi Terpisah/

Sendiri Tipe Kompon


Ikhwan Zuhri
Pembimbing : Djodi Antono

ikhwanzuhri@gmail.com
Jurusan Teknik Elektro Polines
Jln. Prof. Sudarto Tembalang Semarang INDONESIA
Intisari
Generator adalah mesin listrik yang mengubah daya mekanis
menjadi daya listrik. Mesin listrik dapat berupa generator dan
motor dan berdasarkan arah arusnya mesin listrik terbagi atas
mesin listrik arus searah dan mesin listrik arus bolak-balik.
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik
dinamis yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik.
Generator DC menghasilkan arus DC / arus searah. Generator
DC dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari
rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap
jangkar (anker), jenis generator DC yaitu:
1. Generator penguat terpisah
2. Generator shunt
3. Generator kompon
Generator kompon merupakan gabungan dari generator
shunt dan generator seri, yang dilengkapi dengan kumparan
shunt dan seri dengan sifat yang dimiliki merupakan gabungan
dari keduanya. Generator kompon bisa dihubungkan sebagai
kompon pendek atau dalam kompon panjang. Perbedaan dari
kedua hubungan ini hampir tidak ada, karena tahanan
kumparan seri kecil, sehingga tegangan drop pada kumparan ini
ditinjau dari tegangan terminal kecil sekali dan terpengaruh.
Keywords generator, generator dc, generator penguat
terpisah, generator shunt, generator kompon.

I. PENDAHULUAN
A. Pengertian Motor DC
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik
dinamis yang mengubah energi mekanis menjadi energi
listrik. Generator DC menghasilkan arus DC / arus searah.
Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis
berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat
eksitasinya terhadap jangkar (anker), jenis generator DC yaitu:
1. Generator penguat terpisah
2. Generator shunt
3. Generator kompon
B. Konstruksi Generator DC
Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan
magnet permanent dengan 4-kutub rotor, regulator tegangan
digital, proteksi terhadap beban lebih, starter eksitasi,
penyearah, bearing dan rumah generator atau casis, serta
bagian rotor. seperti terlihat pada Gambar menunjuk-kan
gambar potongan melintang konstruksi generator DC.

Gambar Konstruksi Generator DC


Generator DC terdiri dua bagian, yaitu stator, yaitu bagian
mesin DC yang diam, dan bagian rotor, yaitu bagian mesin
DC yang berputar. Bagian stator terdiri dari: rangka motor,
belitan stator, sikat arang, bearing dan terminal box.
Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor,
kipas rotor dan poros rotor.

Gambar Struktur Generator DC


Bagian yang harus menjadi perhatian untuk perawatan
secara rutin adalah sikat arang yang akan memendek dan
harus diganti secara periodic / berkala. Komutator harus
dibersihkan dari kotoran sisa sikat arang yang menempel dan

serbuk arang yang mengisi celah-celah komutator, gunakan


amplas halus untuk membersihkan noda bekas sikat arang.

C. Komponen-komponen Penyusun Generator DC

Kumparan anker dihubungkan ke komutator


untuk
membentuk
hubungan/rangkaian
kontinyu. Komutator berfungsi untuk
menyearahkan arus induksi bolak-balik dalam
kumparan anker menjadi arus searah untuk
digunakan ke beban kelistrikan kendaraan.
f) Rumah sikat dan arang sikat
Sikat arang digunakan untuk menghubungkan
hubungan antara armatur/anker dengan
rangkaian luar. Sikat arang dapat bergesek
dengan baik dengan komutator dengan
bantuan pegas dan rumah sikat. Hubungan
antara sikat-sikat arang dan rangkaian luar
adalah dengan kabel tembaga fleksibel.
g) Kipas pendingin
Kipas pendingin terletak di bagian depan dan
menyatu dengan puli penggerak mengalirkan
udara pendingin ke dalam generator.

a) Piringan tutup
Piringan tutup pada ujung-ujung rumah
sebagai dudukan bantalan-bantalan sebagai
tempat berputarnya armatur. Bantalan yang
terpasang pada plat penutup untuk menahan
beban torsi dari sabuk penggerak. Tutup
bagian
belakang
mempunyai
lubang
pelumasan
untuk
memasukan
oli
pelumas.Sikat arang dipasang pada tutup
bagian belakang.
b) Pul kumparan medan / sepatu-sepatu kutub
Pul kumparan medan yang biasa disebut
sepatu-sepatu kutub dikonstruksi dari
besituang. Pada bagian dalam dibentuk
cekung untuk menyesuaikan bentuk kontur
D. Prinsip Kerja Generator DC
bulat dari armatur dan mengurangi haambatan
magnetik dari jarak udara. Ujung-ujungnya
Teori yang mendasari terbentuknya GGL induksi
diperpanjang sebagai dudukan kumparan
pada generator ialah Percobaan Faraday. Percobaan
medan. Kutub-kutub magnet dipasangkan
Faraday membuktikan
bahwa
pada
sebuah
dengan baut pada rumah generator.
kumparan akan dibangkitkan GGL Induksi apabila
c) Kumparan medan
jumlah garis gaya yang diliputi oleh kumparan
Kumparan medan digulung dengan kawat
berubah-ubah.
yang berukuran kecil; dengan tahanan relatif
Ada 3 hal pok ok terkait dengan GGL Induksi
besar. Kumparan medan digulung dengan
bentuk yang sesuai, diisolasi dan dibentuk
yang sesuai dengan kontur rumah dan
digulung pada kutub-kutub magnet.
d) Armatur/Anker
Armatur/Anker dinamo dikonstruksi dari platplat yang disusun berlapis-lapis yang
disatukan dalam satu poros dan mempunyai
alur-alur sebagai tempat kumparan.
Kumparan dapat digulung langsung pada aluralur membentuk gulungan/kumparan
ini, yaitu :
armatur/anker.
1) Adanya flux magnet yang dihasilkan oleh kutube) Komutator
kutub magnet.
Komutator terdiri dari segmen-segmen dari
2) Adanya kawat penghantar yang merupakan
tembaga, dibentuk irisan memanjang searah
tempat terbentuknya EMF.
dengan poros, masing-masing diisolasi satu
dengan yang lainnya dan dengan poros
3) Adanya perubahan flux magnet yang
diisolasi oleh mika atau phenolic resin.
melewati kawat penghantar listrik.
Komutator dipres pada poros anker.

Pada gambar tersebut, dengan memutar rotor (penghantar)


maka pada penghantar akan timbul EMF. Kumparan ABCD
terletak dalam medan magnet sedemikian rupa sehingga sisi
A-B dan C-D terletak tegak lurus pada arah fluks magnet.
Kumparan ABCD diputar dengan kecepatan sudut yang tetap
terhadap sumbu putarnya yang sejajar dengan sisi A-B dan CD. GGL induksi yang terbentuk pada sisi A-B dan sisi C-D
besarnya sesuai dengan perubahan fluks magnet yang
dipotong kumparan ABCD tiap detik sebesar :

Prinsip kerja generator (dinamo) DC sama dengan


generator AC. Namun, pada generator DC arah arus
induksinya tidak berubah. Hal ini disebabkan cincin yang
digunakan pada generator DC berupa cincin belah
(komutator). Pembangkitan tegangan induksi oleh sebuah
generator diperoleh melalui dua cara:
1) Dengan menggunakan cincin-seret, menghasilkan tegangan
induksi bolak-balik.
2) Dengan menggunakan komutator, menghasilkan tegangan DC.
Proses pembangkitan tegangan tegangan induksi tersebut
dapat dilihat pada Gambar 2 dan Gambar 3.
Gambar PembangkitanTegangan Induksi.

Gambar 3.
Tegangan Rotor yang dihasilkan melalui cincin-seret dan
komutator
Jika ujung belitan rotor dihubungkan dengan slip-ring
berupa dua cincin (disebut juga dengan cincin seret), seperti
ditunjukkan Gambar 3.(1), maka dihasilkan listrik AC (arus
bolak-balik) berbentuk sinusoidal. Bila ujung belitan rotor
dihubungkan dengan komutator satu cincin Gambar 3.(2)
dengan dua belahan, maka dihasilkan listrik DC dengan dua
gelombang positip.
Rotor dari generator DC akan menghasilkan tegangan
induksi bolak-balik. Sebuah
komutator berfungsi sebagai
penyearah tegangan AC. Besarnya tegangan yang dihasilkan
oleh sebuah generator DC, sebanding dengan banyaknya
putaran dan besarnya arus eksitasi (arus penguat medan).
Jangkar Generator DC
Jangkar adalah tempat lilitan pada rotor yang berbentuk
silinder beralur. Belitan tersebut merupakan tempat
terbentuknya tegangan induksi. Pada umumnya jangkar
terbuat dari bahan yang kuat mempunyai sifat feromagnetik
dengan permiabilitas yang cukup besar.
Permiabilitas yang besar diperlukan agar lilitan jangkar
terletak pada derah yang induksi magnetnya besar, sehingga
tegangan induksi yang ditimbulkan juga besar. Belitan jangkar
terdiri dari beberapa kumparan yang dipasang di dalam alur
jangkar. Tiap-tiap kumparan terdiri dari lilitan kawat atau
lilitan batang.

Jika rotor diputar dalam pengaruh medan magnet, maka


akan terjadi perpotongan medan magnet oleh lilitan kawat
pada rotor. Hal ini akan menimbulkan tegangan induksi.
Tegangan induksi terbesar terjadi saat rotor menempati posisi
seperti Gambar 2 (a) dan (c). Pada posisi ini terjadi
E. Generator DC berdasarkan cara memberikan fluks pada
perpotongan medan magnet secara maksimum oleh kumparan medannya
penghantar. Sedangkan posisi jangkar pada Gambar 2.(b),
akan menghasilkan tegangan induksi nol. Hal ini karena tidak
1) Generator berpenguatan bebas
adanya perpotongan medan magnet dengan penghantar pada
jangkar atau rotor. Daerah medan ini disebut daerah netral.
Generator tipe penguat bebas dan terpisah adalah generator
yang lilitan medannya dapat dihubungkan ke sumber dc yang
secara listrik tidak tergantung dari mesin. Tegangan searah
yang dipasangkan pada kumparan medan yang mempunyai
tahanan Rf akan menghasilkan arus If dan menimbulkan fluks
pada kedua kutub. Tegangan induksi akan

dibangkitkan pada generator.

Jika generator dihubungkan dengan beban, dan Ra adalah


tahanan dalam generator, maka hubungan yang dapat
dinyatakan adalah:

Pada generator shunt, untuk mendapatkan penguatan sendiri


diperlukan :
Adanya sisa magnetik pada sistem penguat
Hubungan dari rangkaian medan pada jangkar harus
sedemikian, hingga arah medan
memperkuat medan yang sudah ada.

Besaran yang mempengaruhi kerja dari generator :


Tegangan jepit (V)

2)

Arus eksitasi (penguatan)

Arus jangkar (Ia)

Kecepatan putar (n)

yang

terjadi,

Mesin shunt akan gagal membangkitkan tegangannya kalau:


Sisa magnetik tidak ada.
Misal: Pada mesin-mesin baru. Sehingga cara memberikan
sisa magnetik adalah pada generator shunt dirubah menjadi
generator berpenguatan bebas atau pada generator
dipasang pada sumber arus searah, dan dijalankan sebagai
motor shunt dengan polaritas sikat-sikat dan perputaran
nominal
Hubungan medan terbalik,

Generator berpenguatan sendiri


a. Generator searah seri

Karena generator diputar oleh arah yang salah dan


dijalankan, sehingga arus medan tidak memperbesar nilai
fluksi. Untuk memperbaikinya dengan hubunganhubungan perlu diubah dan diberi kembali sisa magnetik,
seperti cara untuk memberikan sisa magnetik
Tahanan rangkaian penguat terlalu besar.
Hal ini terjadi misalnya pada hubungan terbuka dalam
rangkaian medan, hingga Rf tidak berhingga atau tahanan
kontak sikat terlalu besar atau komutator kotor.

b. Generator Shunt
c.

Generator Kompon
Generator kompon merupakan gabungan dari generator
shunt dan generator seri, yang dilengkapi dengan kumparan
shunt dan seri dengan sifat yang dimiliki merupakan gabungan
dari keduanya. Generator kompon bisa dihubungkan sebagai
kompon pendek atau dalam kompon panjang. Perbedaan dari
kedua hubungan ini hampir tidak ada, karena tahanan
kumparan seri kecil, sehingga tegangan drop pada kumparan

ini ditinjau dari tegangan terminal kecil sekali dan


terpengaruh.
Biasanya kumparan seri dihubungkan sedemikian rupa,
sehingga kumparan seri ini membantu kumparan

shunt, yakni MMF nya searah. Bila


generator ini dihubungkan seperti itu,
maka
dikatakan
generator
itu
mempunyai kumparan kompon bantu.
Mesin yang mempunyai kumparan seri
melawan medan shunt disebut kompon
lawan dan ini biasanya digunakan untuk
motor atau generator- generator khusus seperti

adanya tegangan induksi ini mengalirlah arus pada kumparan


medan. Arus ini akan menimbulkan fluks yang memperkuat
fluks yang telah ada sebelumnya. Proses terus berlangsung
hingga dicapai tegangan yang stabil.
Jika tahanan medan diperbesar, tegangan induksi yang
dibangkitkan menjadi lebih kecil. Berarti makin besar tahanan
kumparan medan, makin buruk generator tersebut.
II. PEMBAHASAN
Setelah memaparkan pendahuluan tetang generator dc
seacara umum, sekarang kita akan membahas karakteristik
dari generator dc secara lebih mendalam. Berikut merupakan

untuk mesin las. Dalam hubungan kompon bantu yang karakteristik generator kompon :
mempunyai peranan utama ialah kumparan shunt dan A. GENERATOR ARUS SEARAH KOMPON KUMULATIF
kumparan seri dirancang untuk kompensasi MMF akibat
(KOMPON BANTU)
reaksi jangkar dan juga tegangan drop di jangkar pada range RANGKAIAN EKIVALEN
beban tertentu. Ini mengakibatkan tegangan generator akan
Geneartor arus searah jenis ini dapat digambarkan dalam
diatur secara otomatis pasa satu range beban tertentu
dua macam rangkaian ekivalen, yaitu yang terhubung pararel
panjang (kompon panjang) dan yang terhubung pararel
pendek (kompon pendek).
i. Kompon Panjang

ii. Kompon Pendek

Pembangkitan
Tegangan
Induksi
Pada
Generator
Berpenguatan Sendiri
Disini akan diterangkan pembangkitan tegangan induksi
generator shunt dalam keadaan tanpa beban. Pada saat mesin
dihidupkan (S tutup), timbul suatu fluks residu yang memang
sudah terdapat pada kutub. Dengan memutarkan rotor, akan
dibangkitkan tegangan induksi yang kecil pada sikat. Akibat

Sehingga didapat :

I fj I f

N fs
N fp

.I A

Fj
N fp
...

(3)

(4)

I A I fp I b
VT E A I A .( R A R fs )

If

(5)

Vf
R fp

(6)

Persamaan-persamaan diatas berlaku unutk kompon panjang


maupun kompon pendek.
KARAKTERISTIK TERMINAL
Untuk generator arus searah jenis ini, terdapat dua fenomena
yang dapat menjadi acuan bagi karakteristik tegangan
terminalnya.

Peningkatan

beban

pada

generator

akan

berakibat meningkatnya pula arus jangkar (IA), berdasarkan


persamaan

(4).

Arus

jangkar

inilah

yang

kemudian

menimbulkan dua fenomena yang dimaksud.


G
ambar 3 : Rangkaian ganti generator kompon bantu (a)
kompon panjang, (b) kompon pendek

Fenomena tersebut :
1.

Peningkatan

arus

jangkar

(IA)

akan

berakibat

meningkatnya jatuh tegangan IA.(RA+Rfs) , dan dari


persamaan (5) terlihat akan menyebabkan menurunya

Total gaya gerak magnet (ggm) pda mesin arus searah


jenis ini :
F = FP + FS-Fj

(1)

Dimana :
FP = Ggm yang dihasilkan oleh kumparan medan pararel
= Nfp.If
Fs = Ggm yang dihasilkan oleh kumparan medan seri =
Nfs.IA

Fj = Ggm yang dihasilkan oleh kumparan jangkar


Dan

nilai tegangan terminal VT .

2. Peningkatan arus jangkar (IA ) juga akan berakibat


menigkatnya ggm kumparan serinya (Fs ), dimana Fs =
Ns.IA, yang juga membawa konsekuensi meningkatnya
ggm total, sesuai persamaan (1), selanjutnya membuat
fluks semakin diperkuat (), yang tentunya akan juga
memperkuat

tegangan

(ggl)

jangkarnya

sehingga sesuai persamaan (5), harga tegangan


terminalnya akan meningkat VT

F = Nfp.Ifj ....(2)
Ifj = arus medan akibat adanya reaksi jangkar

(EA),

Dua fenomena yang ada tersebut saling bertentangan


satu sama lain, untuk itu digunakan pendekatan lain
untuk menentukan karakteristik dari generator arus searah
jenis ini, yaitu berapa banyak belitan rangkaian medan serinya
Adapun karakteristik generator jenis ini dibagi atas 3 kelas,
yaitu :
1.

Under-Compounded : apabila gulungan kumparan serinya


sedikit. Memiliki karakteristik tegangan terminal yang

Gambar karakteristik terminal generator kompon

mirip dengan karakteristik pada generator pararel, namun

komulatif

jatuhnya kurva lebih landai.


2.

Flat-Compounded : apabila gulungan kumparan serinya


lebih banyak. Hal ini mengakibatkan fluks akan kuat,
sehingga tegangan terminal bebannya akan meningkat
pula. Apabila beban kemudian dinaikan lagi secara terusmenerus, sehingga tercapai keadaan jenuh (saturasi) dan

MENGATUR TEGANGAN GENERATOR DC KOMPON


KUMULATIF
Tegangan dari suatu generator dc kompon kumulatif dapat
dilakukan dengan :

jatuh tegangan resitif-nya akan lebih besar dari pada


pengaruh

penguatan

fluks,

maka

tegangan

mengatur kecepatan rotornya

mengatur arus medan shuntnya

terminalnyapun akan jatuh seiring dengan kenaikan


B.

bebannya.
3.

Over-Compounded :

keadaan ini tercapai apabila

kumparan serinya cukup banyak. Dengan penambahan

GENERATOR

ARUS

SEARAH

KOMPON

DIFERENSIAL
RANGKAIAN EKIVALEN

kumparan serinya, akan memberikan efek peningkatan

Sama halnya dengan generator arus searah jenis kompon

fluks yang lebih dominan untuk jangka waktu yang lebih

komulatif, kompon diferensial inipun memiliki dua rangkaian

lama daripada karakteristik flat-compounded.

ekivalen, yaitu kompon yang panjang dan kompon yang


pendek. Namun gaya gerak magnetnya (ggm) saling

Untuk satu generator arus searah jenis kompon komulatif


dimungkinkan memiliki ketiga karakteristik tersebut diatas
dengan

melengkapi

generator

tersebut

diatas

dengan

instrumen pembantu berupa diverter resistor (diverter).


Diverter yang ada mengatur besarnya arus yang mengalir
pada

kumparan

menentukan

medan

serinya,

karakteristik

yang

yang

pada

terbentuk

akhirnya

diatas,

yang

terbentuknya karakteristik generator jenis ini.

Total gaya gerak magnet (ggm) pada mesin arus searah


jenis ini :
F = Fp - FS - FJ ..(7)
Dimana :

Fp = ggm yang dihasilkan oleh kumparan

pararel = N fp.If

berdasarkan

besarnya arus yang mengalir tersebut, telaah kembali


persamaan-persamaan

mengurangi.

Fs = ggm yang dihasilkan oleh kumparan


seri = N fs.IA

mempengaruhi

Fj = ggm yang dihasilkan oleh kumparan


kumparan jangkar

F=Nfp.Ifj

Karena kedua fenomena diatas memiliki kecendrungan

...

(8)

mengurangi VT, maka jatuh tegangannya akan menjadi sangat

Ifj = arus medan akibat adanya reaksi jangkar

drastis (kurva dengan kecuraman yang terjal) ketika beban

Sehingga didapat :

yang dipikul semakin bertambah.

I fj I f

N fs
N fp

.I A

Fj
N fp
..... (9)

I A I fp I b
..

(10)

VT E A I A .( R A R fs )
..... (11)

If

Vf

Gambar karakteristik terminal generator kompon diferensial

R fp
.. (12)

Persamaan-persamaan

diatas

berlaku

unutk

kompon

diferensial, baik panjang maupun pendek.

III. KESIMPULAN ( PENUTUP)


Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik

KARAKTERISTIK

dinamis yang mengubah energi mekanis menjadi energi

Sama halnya dengan generotor arus searah jenis kompon

listrik. Generator DC menghasilkan arus DC / arus searah.

akan

Generator kompon mempunyai dua kumparan medan yakni

mengakibatkan meningkatnya arus beban (Ib) yang secara

yang satu diparalel dengan kumparan jangkar, sedangkan yang

langsung akan berakibat meningkat pula arus jangkar (I A),

lain diseri dengan kumparan jangkar. Generator ini terbagi

komulatif

peningkatan

beban

pada

generator

yang juga menimbulkan 2 fenomena

a. Menurut susunan rangkaian kumparan medan:

Fenomena tersebut :
1.

Peningkatan

arus

(IA)

jangkar

1. Kompon pendek
akan

berakibat

meningkatnya jatuh teganganIA.(RA + Rfs) , dari


persamaan b (11) terlihat menurunya nilai teganga

2. Peningkatan arus jangkar (IA) juga akan berakibat


meningkatnya ggm kumparan serinya (FS), dimana FS =
NS.IA, yang juhga membawa konsekuensi berkurangnya
ggm total, sesuai persamaan (7), selanjutnya membuat
fluks semakin diperlemah

sehingga

2. Kompon panjang
b. Menurut arah arus yang mengalir pada kumparan medan:
1. Kompon Kumulatif
Disebut kompon kumulatif karena arah arus mengalir pada

terminal VT .

mengurangi

atas :

(), yang tentunya juga

kumparan medan seri searah dengan arus mengalir di


kumparan medan shunt. Karakteristiknya jika arus naik nilai
tegangannya cenderung tetap. Kompon ini terbagi atas:
- Kompon lebih (over compound)
- Kompon kurang (under compound)
- Kompon rata (flat compound)
2. Kompon Diferensial

(ggl) jangkarnya (EA ),

Disebut kompon diferensial karena arah arus yang mengalir

sesuai persamaan (11), harga tegangan

di medan seri berlawanan arah dengan arus yang mengalir

tegangan

terminalnya akan turun VT.

pada medan shunt. Karakteristiknya adalah penurunan


tegangan diikuti oleh kenaikan arusnya.

REFERENSI
[1] [Online]. Available:
http//trikuenidesainsistem.blogspot.com/2014/08/Jenis-jenis-dankarakteristik-generator-dc
[2] [Online]. Available:
https://dunialistrik.blogspot.com/2009/01/generator-dc/
[3] [Online]. Available:
https://prezi.com/xo8zuysa5uop/generatordan-motor-dc/
[4][Online].Available:
http://dunialistrik.blogspot.com/2009/01/generatordc.html
[5] [Online]. Available:
http://nawir-one.blogspot.com/2010/07/generator-dckompon.html
[6] [Online]. Available:
http://sikasatmata.blogspot.com/2013/05/generator-dc.html
[7] [Online]. Available:
http://myblogsqu.blogspot.com/2010_09_01_archive.html
[8] [Online]. Available:

http://sabrina-brinasworld.blogspot.com/2013/11/prinsip-kerjagenerator-dc.html
[9] [Online]. Available:
http://sabrina-brinasworld.blogspot.com/2013/11/prinsip-kerjagenerator-dc.html
[10] [Online]. Available:
http://catatansebelumwisuda.blogspot.com/2013/05/prinsip-kerjagenerator-dc.html
[11] [Online]. Available:
https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&
ved=0CB0QFjAA&url=http%3A%2F%2Fdosen.narotama.ac.id
%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F12%2FIII.GENERATOR-ARUS-SEARAH-BERPENGUATTERPISAH.doc&ei=eDmSVITuLIvuoASgwYLoCA&usg=AFQ
jCNF5qtDyS0orxrSzsN85h3PSrCKljA&sig2=z9KyC5yYZILGE
9mRyXs2wg&bvm=bv.82001339,d.cGU