Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PROYEK

INSTALASI LISTRIK
INDUSTRI

Oleh :
Umar Helmi
D4 3A 16
0941150012

POLITEKNIK NEGERI MALANG


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI SISTEM KELISTRIKAN
2012
KATA PENGANTAR

POLITEKNIK NEGERI MALANG


Program Studi Sistem Kelistrikan
Instalasi Listrik Industri
2

Saya bersyukur kehadirat ALLAH SWT atas rahmat dan hidayahNya,

yang

telah

memberikan

kemudahan

bagi

saya

untuk

menyelesaikan laporan yang berjudul Instalasi Listrik Industri ini


sehingga dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penyusunan laporan ini digunakan untuk memenuhi tugas akhir
mata kuliah Proyek Instalasi untuk semester 5 pada tingkat 3 in.
Dalam menyusun laporan in, saya mendapat banyak dukungan,
arahan, dan semangat dari beberapa pihak dan pada kesempatan ini
saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak tersebut,
yaitu :
1. Bapak Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT. selaku Ketua Jurusan
Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang.
2. Bapak Gatot Joelianto, Ir., MMT. selaku Ketua Program Studi
Teknik Listrik Politeknik Negeri Malang.
3. Bapak Epiwardi, Drs., MMT. selaku Dosen Pengajar mata
kuliah Proyek Instalasi yang telah banyak memberikan
arahan dan bimbingan atas penyusunan laporan ini.
4. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa serta
dukungan kepada saya.
5. Pihak pihak lain yang telah membantu pada proses
penyusunan laporan ini hingga selesai tepat waktunya.
Saya berharap laporan yang saya tulis ini dapat bermanfaat bagi
saya pribadi maupun orang lain.
Malang, 06 Januari 2012

Umar Helmi

DAFTAR ISI

POLITEKNIK NEGERI MALANG


Program Studi Sistem Kelistrikan
Instalasi Listrik Industri
2

Cover
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab 1 : Instalasi Penerangan pada Industri
Bab 2 : Instalasi Tenaga pada Industri
Bab 3 : Perbaikan Faktor Daya pada Industri
Bab 4 : Kebutuhan Trafo, Genset, dan LV MDP pada Industri
Bab 5 : Incoming Feeder, MV MDP, Single Line pada Industri
Bab 6 : Kebutuhan Material, Spesifikasi Material, dan Tender pada
Industri
Lampiran

DAFTAR TABEL

POLITEKNIK NEGERI MALANG


Program Studi Sistem Kelistrikan
Instalasi Listrik Industri
2

DAFTAR GAMBAR

POLITEKNIK NEGERI MALANG


Program Studi Sistem Kelistrikan
Instalasi Listrik Industri
2

POLITEKNIK NEGERI MALANG


Program Studi Sistem Kelistrikan
Instalasi Listrik Industri
2

INSTALASI
PENERANGAN
pada INDUSTRI

Instalasi Listrik Industri


2

INSTALASI
TENAGA
pada INDUSTRI

Instalasi Listrik Industri


2

PERBAIKAN
FAKTOR DAYA
pada INDUSTRI

Instalasi Listrik Industri


2

KEBUTUHAN
TRAFO, GENSET,
dan LV MDP pada
INDUSTRI

Instalasi Listrik Industri


2

INCOMING
FEEDER, MV MDP,
SINGLE LINE, dan
GARDU pada
INDUSTRI

Instalasi Listrik Industri


2

KEBUTUHAN
MATERIAL,
SPESIFIKASI
MATERIAL, dan

Instalasi Listrik Industri


2

TENDER pada
INDUSTRI

LAMPIRAN

Instalasi Listrik Industri


2

BEBAN PRIORITAS

Instalasi Listrik Industri


2

BEBAN NONPRIORITAS

Instalasi Listrik Industri


2

Penentuan Trafo

1. Penentuan Daya Maksimum Beban


Penentuan daya maksimum beban berfungsi untuk menentukan
daya terpasang dan daya tersambung (dari PLN) dengan daya pada
trafo. Hal ini ditujukan untuk menentukan nilai daya tersambung yang
sesuai dengan nilai daya yang tersedia pada tarif dasar listrik (TDL).
Nilai total daya terpasang diperoleh dari penjumlahan beban yang
sudah ditentukan, sebagai berikut :
1.MDP Prioritas
S

997,071 Kva

2.MDP Nonprioritas
S = 816,78 kVA

2. Menentukan Kapasitas Daya Terpasang


Untuk menentukan kapasitas daya terpasang pada Industri ini
terlebih dahulu menentukan kebutuhan beban maksimum dan
cadangan untuk industri ini. Kapasitas daya terpasang merupakan
penjumlahan kebutuhan beban maksimum dengan cadangan.
a) Menentukan kebutuhan beban maksimum
Kebutuhan beban maksimum adalah kebutuhan terbesar yang
terjadi pada periode waktu tertentu. Kebutuhan beban maksimum ini
dipengaruhi oleh Faktor kebutuhan dimana tiap tiap instalasi memiliki

Instalasi Listrik Industri


2
nilai Faktor kebutuhan yang berbeda beda. Factor kebutuhan itu
sendiri merupakan kebutuhan maksimum (puncak)/beban terpasang.
Factor kebutuhan untuk Industri dianggap sebesar 100%.
Berikut merupakan perhitungan kebutuhan beban maksimum :
Kebutuhan beban maksimum

= factor kebutuhan x jumlah


kebutuhan beban

1. MDP Prioritas

= 100% x 997,071 kVA


= 997,071 kVA
= dibulatkan 1000 kVA

2. MDP Nonprioritas = 100% x 816,78 kVA


= 816,78 kVA
= dibulatkan 820 kVA
b) Menentukan cadangan

Dalam penggunaan energi listrik pada masa mendatang nilai


beban dapat kita prediksi akan bertambah. Pertambahan beban harus
diantisipasi dari sekarang dengan memberikan kuota daya lebih dari
total nilai daya terpasang. Oleh karena itu daya terpasang dapat
dipertimbangkan

agar

dibebankan

sebesar

80%

dari

nilai

daya

maksimum trafo. Dan diperkirakan penambahan beban sebesar 20 %.


Maka cadangan yang dibutuhkan :
Cadangan

1. MDP Prioritas
=
2. MDP Nonprioritas =
=

20% x kebutuhan beban


=
20% x 1000 kVA
200 kVA
20% x 820 kVA
164 kVA

Sehingga kapasitas daya terpasang yang dibutuhkan sebesar :


Kapasitas daya terpasang
cadangan

kebutuhan maksimum +

Instalasi Listrik Industri


2
1. MDP Prioritas
=

=
1000 kVA + 200 kVA
1200 kVA

Menggunakan trafo sebesar 1250 kVA


2. MDP Nonprioritas =
=

820 kVA + 164 kVA


984 kVA

Menggunakan trafo sebesar 1000 kVA

Penentuan GENSET
Generator adalah mesin listrik yang mendapatkan masukan
energi mekanis dan menghasilkan keluaran energi listrik.

Instalasi Listrik Industri


2
Energi mekanis diperoleh dari penggerak mula yang memutar
poros generator. Penggerak mula diperoleh dari beberapa jenis energi
Biasanya penggunaan pembangkit listrik sendiri (Genset) pada
sebuah bangunan tinggi dimaksudkan sebagai sumber daya cadangan
(back up power) apabila sewaktu-waktu PLN tidak berfungsi karena
sesuatu gangguan.
Pada Industri ini instalasi gensetnya hanya menggunakan 1 buah
genset sebagai cadangan suplai jika PLN Black Out. Pemilihan 1 buah
genset ini memiliki beberapa pertimbangan antara lain genset sudah
memilik daya yang besar untuk memasok energi pada industri, selain
itu pemasangan instalasi listriknya lebih mudah daripada menggunakan
2 genset.
Genset pada industri ini digunakan untuk beban-beban prioritas.
Jadi apabila PLN mengalami Black Out industri ini masih dapat
berproduksi karena daya pada genset dapat memasok energi listrik
untuk beban-beban prioritas. Daya pada genset dibuat lebih besar dari
pada daya yang dibutuhkan karena genset tidak dapat dibebani 100 %.
Sehingga genset yang dibutuhkan 120 %.
Pada genset dipasang alat ATS yang gunanya untuk
memerintahkan genset beroperasi saat sumber PLN Black Out.
Berikut merupakan perhitungan daya genset yang dibutuhkan
untuk MDP Prioritas :
Daya genset yang dibutuhkan

120 % x daya travo

= 1,2 x 1250 kVA


= 1500 KVA

Instalasi Listrik Industri


2

Trafo Prioritas

Instalasi Listrik Industri


2

Trafo Non
Prioritas

Sangkar Faraday Trafo

Instalasi Listrik Industri


2

Medan listrik berpengaruh dan berbahaya bagi pekerja yang


bekerja pada atau dekat sekali dengan bagian dari jaringan yang
bertegangan. Pekerja dapat mempergunakan perlindungan untuk hal
tersebut

seperti sangkar faraday dimana kuat medan listrik didalam

pelindung konduktor ini merupakan fungsi dari derajat perlindungannya.


Sangkar pelindung terbuat dari bahan konduktor dan beberapa
tahun yang lalu Faraday telah menunjukkan bahwa kuat medan listrik
didalam sangkar adalah nol (0) bila sangkar berbentuk kotak penuh.
Namun jika sangkar tersebut berbentuk kotak penuh sehingga pekerja
didalamnya bebs terhadap medan listrik, maka hal ini tidak dapat
dipakai

untuk

bekerja.

Perlindungan

terhadap

medan

ini

hanya

dilakukan oleh sangkar yang hanya berbentuk setengah kotak atau


sangkar yang tidak berbentuk kotak penuh, tergantung pada derajat
perlindungan yang kita inginkan
Sesuai dengan catalog yang ada jarak aman minimum sisi
tegangan tinggi adalah = 220 mm namun saya memilih jarak 750 mm
dengan perkiraan panjang tangan manusia sekitar kurang lebih 750
mm. Sehingga dapat terhitung sangkar faraday sesuai dengan dimensi
trafo yang digunakan.

Instalasi Listrik Industri


2
Dimensi trafo yang digunakan dengan data sebagai berikut :
1. Trafo Prioritas
Panjang (A) :

1610 mm

Lebar (B)

945 mm

Tinggi (C)

2010 mm

2. Trafo Non
Panjang (A) :
Lebar (B) :
Tinggi (C) :

Prioritas
1590 mm
945 mm
1870 mm

Sehingga diperoleh dimensi sangkar faraday terpasang sebagai berikut :


1. Trafo Prioritas
Panjang

(jarak aman trafo+panjang tangan manusia) x 2 +

panjang trafo

Lebar

( 750 + 750 ) x 2 + 1610 mm

4610 mm.

(jarak aman trafo+panjang tangan manusia) x 2 + lebar

( 750 + 750 ) x 2 +945 mm

3945 mm

(jarak aman trafo dengan atap) + tinggi trafo

1000 mm + 2010 mm

3010 mm

trafo

Tinggi

2. Trafo Non Prioritas

Instalasi Listrik Industri


2
Panjang

(jarak aman trafo+panjang tangan manusia) x 2 +

panjang trafo

Lebar

( 750 + 750 ) x 2 + 1590 mm

4590 mm.

(jarak aman trafo+panjang tangan manusia) x 2 + lebar

( 750 + 750 ) x 2 +945 mm

3945 mm

(jarak aman trafo dengan atap) + tinggi trafo

1000 mm + 1870 mm

2870 mm

trafo

Tinggi

Instalasi Listrik Industri


2

Menentukan Celah Udara pada Gardu Distribusi


Dalam kerjanya transformator tidak lepas dari kerugian salah
satunya adalah panas, panas yang berlebihan pada trafo dapat
mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan antara lain :
1) Drop tegangan.
2) Pemanasan pada minyak trafo yang berlebihan, sehingga
menyebabkan turunnya kualitas minyak trafo yang dapat
mengakibatkan tegangan tembus minyak trafo turun.
Sehingga dalam kerjanya trafo menuntut sistem pendinginan
yang baik, oleh karena itu sistem pendinginannya harus mempunyai
kinerja yang baik, dari berbagai macam faktor yang mempengaruhi
pendinginan salah satunya adalah sirkulasi udara, karena dalam
perencanaan ini trafo yang digunakan diletakkan dalam ruangan
(indoor). Untuk itu kita harus menghitung seberapa besar celah ventilasi
yang dibutuhkan agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik.
Celah ventilasi pada trafo dihitung pada saat load losses pada
suhu 75oC dengan losses sebesar 9600 Watt = 9,6 kW hal tersebut
dapat dilihat pada data trafo.
Data lain yang diketahui adalah sebagai berikut:
1) Temperatur udara masuk(t1) 20oC
2) Temperatur udara keluar (t2) 35oC

( )
3) Koefisiensi muai udara

1
273

4) Tinggi ruangan = 4 meter.


Dengan data diatas dapat dicari volume udara yang dibutuhkan
untuk mensirkulasi panas adalah sebagai berikut:

860 Pv
x(1 t1 )
1116 (t 2 t1 )

Instalasi Listrik Industri


2

dimana:
Pv = rugi trafo (Kw) / no load losses + load losses = 2,8 + 11.4= 14.2
kW
t1 = temperatur udara masuk (oC)
t2 = temperatur udara keluar (oC)
= koefisien muai udara
H = ketinggian ruangan (m)
sehingga:

860 .14.2
1
x(1
.20)
1116 (35 20)
273

12212
x(1 0,07326)
16740

V 0,68 m3 s

Kemampuan pemanasan udara yang mengalir disepanjang tangki


trafo adalah

dimana:
H=ketinggian (m)
= koefisien tahanan aliran udara

Instalasi Listrik Industri


2
Koefisien tahanan aliran udara berbeda-beda tergantung pada
kondisi daripada tempat diletakkannya trafo itu sendiri.

Kondisi tempat

Sederhana

4.....6

Sedang

7.....9

Baik

9.....10

(jaringan

konsen)>20

Apabila kondisi tempat dimisalkan adalah baik maka = 9


Sehingga:

4
9

v 0,44

Maka dapat kita hitung celah ventilasi sebagai berikut:

qc (penampang celah udara yang masuk) :

0,68m3 s
0,44
qc

: 1,55

V
v

m2

Karena udara yang keluar memiliki temperatur yang lebih tinggi


daripada udara yang masuk yang diakibatkan proses pendinginan trafo
dalam ruangan sehingga terjadi pemuaian maka ventilasi udara keluar
yang dibutuhkan harus lebih besar daripada celah ventilasi udara
masuk, dengan kata lain:

Instalasi Listrik Industri


2

q A qC
Sehingga:

q A 1,1. qC
q A 1,1.1,55

q A 1,71m 2
Nilai

perhitungan

diatas

adalah

nilai

minimum,

sehingga

pemakaian ventilasi udara bisa memakai ukuran yang lebih besar dari
ukuran perhitungan diatas.
Menurut PUIL 2000, celah udara ventilasi yang diijinkan pada
Gardu Induk adalah sebesar 20 cm2/kVA. Maka dari itu, perhitungan
luas celah udara untuk ventilasi pada GI adalah sebagai berikut :
Daya trafo

= 1250 kVA

Celah udara

total = 1250 x 20
= 25000 cm2

Ruangan

yang

digunakan

sebagai

tempat

peletakkan

transformator, mempunyai dimensi panjang x lebar x tinggi, 9m x


10m x 3m. Celah udara ini dirancang pada dinding sisi 9m.
Celah udara seluas 25000 cm2 ini dibagi 4 celah ventilasi, 2
celah ventilasi terdapat di dinding sisi bawah sebagai tempat
masuknya udara, dan 2

celah ventilasi terdapat sisi atas dinding

sebagai tempat keluarnya udara.

Celah udara sisi bawah :

Instalasi Listrik Industri


2
Ventilasi udara sisi bawah adalah qc =1.55

m2

/18000

cm2.
Berdimensi 90 cm x 200 cm = 18000 cm2. 2 = 36000
cm2
Perancangan celah ventilasi sisi bawah ini didisain agak
miring dan dipasang kassa yang terbuat dari bahan
stainless steel agar benda-benda atau hewan dari luar
tidak dapat masuk ke ruangan transformator.

Celah udara sisi atas :


Ventilasi udara sisi atas adalah

q A 1.71cm 2

/17000 cm2.

Berdimensi 85 cm x 200 cm = 17000 cm2. 2 = 34000


cm2
Perancangan celah ventilasi sisi atas ini didisain lebih
luas dari ventilasi sisi bawah karena udara yang memuai
akibat pemanasan trafo memiliki volume yang lebih
besar daripada udara yang masuk. Selain itu, dipasang
besi-besi teralis agar benda-benda atau hewan dari luar
tidak dapat masuk ke ruangan transformator.
Luas total ventilasi sebesar 25000cm2. Celah ventilasi pada
perancangan ini sudah memenuhi persyaratan PUIL 2000 karena luas
ventilasi minimum untuk transformator 1250 kVA sudah terpenuhi.

Instalasi Listrik Industri


2

Celah Udara atau Ventilasi

Celah Udara atau Ventilasi

Instalasi Listrik Industri


2

Instalasi Listrik Industri


2