Anda di halaman 1dari 32

REFERAT

(Periode 16 November 2015 18 Desember 2015 )

Nyeri Lutut

Disusun oleh :
Hilyatus Shalihat
1102010125
Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Saraf Rumah Sakit Bhayangkara tk.I
R.S. Sukanto-Jakarta
Pembimbing :
Dr. Joko Nofianto, Sp. S
RS POLRI JAKARTA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
2015
KATA PENGANTAR

Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. karena atas anugrahNya

saya dapat menyelesaikan referat yang berjudul Nyeri Lutut tepat pada waktunya.

Adapun tujuan pembuatan laporan kasus ini adalah sebagai salah satu syarat dalam mengikuti
dan menyelesaikan Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Saraf, Rumah Sakit Kepolisian pusat
TK.I Raden Said Soekamto.
1

Saya mengucapkan terima kasih kepada dr. Joko Nafianto. Sp.S. ,yang telah meluangkan
waktunya untuk membimbing saya dalam pembuatan laporan kasus ini. Saya menyadari banyak
sekali kekurangan dalam laporan kasus ini, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun
sangat penulis harapkan. Semoga laporan kasus ini dapat bermanfaat bagi siapa pun yang
membacanya.

Jakarta , Desember 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
Lutut adalah salah satu sendi utama pemikul berat badan dan banyak menjadi korban
keausan dan regangan pada orang dengan keaktifan tinggi. Resiko aus dan cedera semakin besar
bila pekerjaan seseorang banyak melibatkan pelipatan lutut atau berjongkok.
Untuk mengetahui berbagai penyebab nyeri lutut, perlu adanya pengetahuan tentang fungsi
lutut. Lutut merupakan perhubungan antara tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia). Di
depan perhubungan itu terdapat tulang yang disebut tempurung lutut (patela), dan sambungan ini
dilapisi oleh suatu selaput yang disebut kantung synovial yang menghasilkan cairan synovial
2

sebagai suatu pelumas. Selain itu juga terdapat jaringan lain yang meliputi tulang rawan, otot,
tendon, dan ligamen, serta terdapat alat penahan goncangan yang disebut menisci (singular
meniskus). Struktur lain yang bersifat melindungi adalah bursa.
Sakit lutut adalah hal yang sangat umum. Setiap tahun, berjuta-juta orang mengunjungi
dokter untuk masalah ini, dan merupakan alasan yang paling sering mengapa orang mengunjungi
seorang ahli bedah tulang. Keluhan nyeri lutut ini paling banyak dikeluhkan oleh orang yang
lanjut usia atau terkait dengan pekerjaan yang memerlukan mobilitas yang tinggi pada sendi
lutut.
Penyebab dari nyeri lutut itu sendiri dapat beragam. Nyeri dapat bersumber dari tulang,
otot maupun jaringan disekitarnya. Beberapa contohnya di antara lain karena proses degenerative
seperti pada osteoarthritis, peradangan pada rheumatoid artritis, trauma, penumpukan asam urat,
proses osteoporosis atau kerusakan pada ligamen sendi lutut. Penyebab yang bervariasi ini juga
akan membutuhkan penanganan yang bervariasi. Penanganan yang diberikan dapat meliputi
pemberian analgetik maupun terapi pembedahan untuk mengatasi nyeri.

BAB II
NYERI LUTUT
ANATOMI DAN FISIOLOGI SENDI LUTUT
Sendi lutut merupakan sendi yang terbesar pada tubuh manusia. Sendi ini terletak pada
kaki yaitu antara tungkai atas dan tungkai bawah. Pada dasarnya sendi lutut ini terdiri dari dua
articulatio condylaris diantara condylus femoris medialis, lateralis dan condylus tibiae yang
terkait dalam sebuah sendi pelana , diantara patella dan fascies patellaris femoris.
3

1) Tulang pembentuk sendi lutut


Sendi lutut dibentuk dari empat buah tulang yaitu tulang femur, tulang tibia, tulang
fibula dan patella.
a. Tulang femur
Merupakan tulang panjang yang bersendi keatas dengan pelvis dan kebawah dengan
tulang tibia. Tulang femur terdiri dari epiphysis proksimal, diaphysis dan epiphysis
distalis. Pada tulang femur ini yang berfungsi dalam persendian lutut adalah epiphysis
distalis. Epiphysis distalis merupakan bulatan sepanjang yang disebut condylous
femoralis lateralis dan medialis.
Dibagian proksimal tonjolan tersebut terdapat sebuah bulatan kecil yang disebut
epicondilus lateralis dan medialis. Bila dilihat dari depan, terdapat dataran sendi yang
melebar ke lateral yang disebut facies patelaris yang nantinya bersendi dengan tulang
patella. Dan bila dilihat dari belakang, diantara condylus lateralis dan medialis terdapat
cekungan yang disebut fossa intercondyloideal.

Gambar 1a. Tulang Femur


tampak depan

Gambar 1b. Tulang Femur


tampak belakang

b. Tulang patella
Merupakan tulang sesamoid terbesar dalam tubuh manusia dengan bentuk segitiga
dan gepeng dengan apex menghadap kearah distal. Pada permukaan depan atau anterior
tulang patella kasar sedangkan permukaan dalam atau dorsal memiliki permukaan sendi
yang lebih besar dan facies medial yang lebih kecil.
4

Gambar 2a. Patella tampak


Depan

Gambar 2b. Patella tampak


belakang

c. Tulang tibia
Merupakan salah satu tulang tungkai bawah selain tulang fibula, tibia merupakan
tulang kuat satu-satunya yang menghubungkan femur dan tumit kaki. Seperti halnya
tulang femur, tulang tibia dibagi tiga bagian, bagian ujung proksimal, corpus dan ujung
distal bagian dari tulang tibia yang membentuk sendi lutut adalah bagian proksimal,
dimana pada bagian ujung proksimal terdapat condillus medialis dan tubercullum inter
condiloseum lateral. Didepan dan dibelakang eminentia terdapat fossa intercondilodea
anterior dan posterior.

Gambar 3. Tulang Tibia


5

d. Tulang fibula
Tulang fibula ini berbentuk kecil panjang, terletak di sebelah lateral dari tibia juga
terdiri dari tiga bagian : epiphysis proximal, diaphysis dan epiphysis distalis. Epiphysis
proximalis membulat disebut capitulum fibula yang ke proximal.

Gambar 4. Fibula
2) Jaringan lunak sekitar sendi lutut
a. Meniscus
6

Meniscus merupakan jaringan lunak, meniscus pada sendi lutut adalah meniscus
lateralis. Adapun fungsi meniscus adalah:

Penyebaran pembebanan

Peredam kejut (shock absorber)

Mempermudah gerakan rotasi

Mengurangi gerakan dan stabilisator setiap penekanan akan diserap oleh meniscus dan
diteruskan ke sebuah sendi.

Gambar 5. Meniscus
Meniscus medialis
Meniscus medialis berbentuk semi sirkulasi dan bersatu dengan ligament collateral
medial.
Meniscus lateralis
Meniscus lateralis berbentuk hampir sirkuler, tempat-tempat perlengketannya dekat
satu sama lain. Meniscus lateralis tidak bersatu dengan kapsula atau ligament collateral
dan maka dari itu meniscus lateral lebih mobile daripada meniscus medialis.

b. Bursa
7

Bursa merupakan kantong yang berisi cairan yang memudahkan terjadinya gesekan
dan gerakan, berdinding tipis dan dibatasi oleh membrane synovial. Ada beberapa bursa
yang terdapat pada sendi lutut antara lain :
bursa popliteus
bursa supra patellaris
bursa infra patellaris
bursa subcutan prapatelaris
bursa sub patellaris
c. Ligamen-ligamen Sendi Lutut
Ligamen mempunyai sifat yang cukup lentur dan jaringannya cukup kuat yang

berfungsi sebagai pembatas gerakan dan stabilitas sendi.


Ada beberapa ligamen sendi lutut yaitu :
1) Ligamentum cruciatum anterior
Berjalan dari depan fossa intercondyloidea anterior ke permukaan medial condilus
lateralis femoris yang berfungsi menahan hiperekstensi dan menahan bergesernya tibia
ke depan.
2) Ligamentum cruciatum posterior
Berjalan dari facies lateralis condylus medialis femoris menuju ke fossa intercondylodea
tibia yang berfungsi menahan bergesernya tibia ke arah belakang.
3) Ligamentum collateral lateral

Berjalan dari epicondylus lateralis ke capitulum fibula yang berfungsi menahan gerakan
varus atau samping luar.
4) Ligamentum collateral mediale

Berjalan dari epicondylus medial ke permukaan medial tibia (epicondylus medialis tibia)
yang berfungsi menahan gerakan valgus atau samping dalam eksorotasi. Namun secara
bersamaan fungsi fungsi ligament collateralle menahan bergesernya tibia ke depan
pada lutut 90.
5) Ligamentum patella
Yang merupakan lanjutan dari tendon M. Quadriceps Femoris yang berjalan dari patella
ke tuberositas tibia.
6) Ligamentum retinacullum patella lateral dan medial
Ligament ini berada disebelah lateral dari tendon M. Quadricep Femoris dan berjalan
menuju tibia, dimana ligamen-ligamen ini melekat dengan tuberositas tibia.
7) Ligamentum popliteum articuatum
Terletak pada daerah condylus lateralis femoris erat hubungannya dengan M. Popliteum.
8) Ligamentum popliteum oblicum
Berjalan dari condylus lateralis femoris kemudian turun menyilang menuju fascia
popliteum yang berfungsi mencegah hyperekstensi lutut.
3) Vascularisasi dan persarafan sendi lutut
8

Regio femoralis anterior (A. femoralis)


Di regio femoralis anterior dibungkus oleh selubung yang merupakan lanjutan dari
jaringan ikat ektraperitonial dan dinamakan femoral sheat yang dibungkus oleh fascia
latae sedangkan dasarnya merupakan lekukan yang dibentuk oleh mm.iliopsoas dan
pectineus.
Regio femoralis posterior
Di regio femoralis posterior terdapat a. perforantes yang dipercabangkan dari a.
profunda femoris.
Regio genu anterior
Di regio genu anterior tidak terdapat saraf dan pembuluh darah yang besar. Pada sisi
medial kira-kira selebar tangan, di sebelah dorsal patella terdapat v. saphena magna.
Regio posterior
Arteri genu superior lateralis berjalan ke lateral proksimal terhadap condylus lateralis
femoris tertutup oleh tendon M. biceps femoris menuju M. vastus lateralis.
DEFINISI NYERI LUTUT
Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik emosional yang tidak menyenangkan
berkaitan dengan jaringan yang rusak atau jaringan yang cenderung rusak. Nyeri lutut adalah
rasa nyeri yang timbul pada sendi lutut dan dapat menandakan adanya kecenderungan
kerusakan atau sudah terjadinya kerusakan pada sendi lutut.
PEMERIKSAAN NYERI LUTUT

Umum : Anamnesis
Awal anamnesis pasien nyeri sendi serupa dengan semua anamnesis yang lain, yaitu
berupa identitas penderita, nama, alamat, umur, perkawinan, anak (jumlah, jenis kelamin dan
berapa yang masih tinggal bersama penderita), pekerjaan, keadaan sosial ekonomi.
Menanyakan keluhan utama mengapa penderita datang ke dokter dan keluhan tambahan
yang di derita pasien.
Intepretasi gejala dan tanda-tanda nyeri lutut serta pengelompokannya kedalam suatu
sindrom membutuhkan pengumpulan/pencarian informasi yang seksama dan merupakan
dasar untuk mengetahui/mengerti lebih mendalam mengenai penyakit rematik. Pasien yang
datang dengan keluhan nyeri pada lutut bisa diajukan beberapa pertanyaan seperti:
pernahkah penderita mengalami pembengkakan sendi maupun otot sebelumnya? Pernahkah
9

penderita mengalami nyeri pada lutut (sendi/otot)? Apakah penderita mengalami kesulitan
dalam berjalan? Adakah nyeri? Kapan rasa nyeri itu biasanya timbul? Dimana? Adakah
kaku? Adakah tanda sistemik: penurunan berat badan atau gejala anemia? Adakah sistem
lain yang terkena? Adakah gejala-gejala lain yang menyertai keluhan?
Kemudian pertanyaan-pertanyaan berikutnya dilakukan dengan lebih terperinci dan
terarah, seperti: Menanyakan riwayat penyakit dahulu; bagaimana aktifitas peradangan?
Adakah organ lain yang terkena? Pengobatan apa yang didapat pasien? Pernahkah pasien
menjalani bedah pergantian sendi, mendapat obat-obatan, fisioterapi atau bantuan lain?
Menanyakan obat-obatan; Obat apa yang saat ini dimakan pasien dan apa efek sampingnya?
Apakah pasien memiliki alergi? Menanyakan riwayat keluarga dan sosial; adakah riwayat
penyakit autoimun dalam keluarga? Bagaimana pengaruh penyakit pada pekerjaan, keluarga,
pasangan dan anak?
Sayangnya pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak mengungkapkan penyakit reumatik
nonartikular lainnya ataupun kelainan-kelainan jarang lainnya. Pertanyaan tambahan kadang
perlu ditambahkan mengenai kelemahan yang disebabkan oleh menurunnya kekuatan otot.
Untuk lebih memastikan anamnesis, perlu dilakukannya pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan Fisik
Anamnesis yang baik sangat membantu memberikan pengarahan pada saat pemeriksaan
fisik, dan diharapkan akan ditemukan kelainan-kelainan mengenai sistem muskuloskeletal
dan sistem saraf. Perlu diperhatikan pula keadaan kulit, deformitas sendi dengan
pertimbangan apakah kelainan itu tergolong idiopatik, kongenital, neurologis ataukah oleh
penyakit reumatik.
Setelah dilakukan inspeksi, dilakukan palpasi dan perkusi untuk mencari kemungkinan
adanya rasa nyeri. Perlu juga diperhatikan adanya krepitasi, perubahan-perubahan gerakan,
adanya nyeri tekan, pembengkakan dan penilaian kekuatan pada daerah sendi lutut.
Sendi-sendi ekstremitas bawah diperiksa pada posisi berbaring, dinilai kemampuan
ruang gerak sendi serta keadaan hipermobilitas yang dapat menjadi penyebab gangguan
sendi, serta dilihat adanya spastisitas/kaku kaki. Kekuatan masing-masing kelompok otot
utama juga diperiksa untuk memastikan rasa nyeri itu berasal, karena rasa nyeri tidak selalu
10

menunjukan arthtritis tapi juga dapat berasal dari tempat lain misalnya tendinitis tanpa
arthritis, bursitis, miositis, atau pada saraf maupun tulang.
Tes Lachman
Pasien posisi terlentang dengan pemeriksa menahan lutut pada posisi fleksi 15. Tulang paha
ditopang dengan satu tangan dan diberikan tekanan pada tibia bagian proksimal dan posterior
untuk mengubahnya menjadi anterior. Hasil positif terjadi jika terdapat perubahan anterior secara
berlebihan pada tibia dengan titik akhir yang lembut.
Tes Drawer Posterior
Pasien dalam posisi terlentang dengan pinggul fleksi 45, lutut fleksi 90, dankaki berada pada
posisi netral pada meja. Pemeriksa menstabilkan kaki dengan cara duduk diatasnya dan
meletakkan kedua tangan dibelakang proksimal tibia dan jempol pada tibia. Tekanan posterior
diberikan pada tibia proksimal. Dengan adanya robekan pada ligamen, peningkatan pergeseran
tibia posterior dapat dirasakan.
Tes Valgus dan Varuss Stress
Pasien dalam posisi telentang di atas meja periksa. Pada tes Valgus, pemeriksa mengambil kaki,
dan meletakkan satu tangan pada lateral lutut dan menahan pergelangan kaki dengan tangan
lainnya. Tekanan Valgus diberikan pada posisi lutut fleksi 30. Sedangkan pada tes Varus, satu
tangan pada lutut bagian medial dengan pergelangan kaki dipegang dengan tangan lainnya. Lutut
kemudian ditekan secara penjajaran varus dengan lutut fleksi 30. Gerakan berlebihan atau
kurangnya ketegasan ujung akhir memberi kesan adanya robekan ligamen medial dan kolateral.
Tes Patellofemoral Grind
Pasien dalam posisi terlentang dengan lutut ekstensi. Pemeriksa meletakkan jari jempol pada
patela bagian superior. Pasien disuruh untuk mengontraksikan otot kuadrisep, sambil pemeriksa
menekan patela kearah bawah. Timbulnya nyeri lutut anterior memberi kesan disfungsi
patelofemoral. Tes ini seringkali dirasakan tidak nyaman dan penggunaannya harus benar-benar
jika diperlukan.
Tes McMurray
Dengan posisi pasien berbaring telentang, lutut difleksikan dan di stabilkandengan tangan
pemeriksa, dimana diletakkan sepanjang garis sendi medial danlateral. Dengan tangan lainnya,
pemeriksa menahan kaki pada tumit dan memutar kaki pada paha dengan lutut tetap dalam
keadaan fleksi. Rotasi eksternal dilakukanuntuk memeriksa kartilago medial, dan rotasi internal
11

untuk kartilago lateral. Denganmengubah derajat dari fleksi lutut, berbagai aspek dari kartilago
dapat dinilai. Jikatedengar bunyi klik dan timbul nyeri, ini memberi kesan robeknya meniskus.

Gambar 6. McMurray Test


Tes Drawer Anterior
Pasien duduk pada pinggir meja pemeriksaan dan pergelangan kaki diposisikan 90, pergelangan
kaki ditahan pada sisi tibia dengan satu tangan. Jari telunjuk tangan tersebut diletakkan pada
talus dengan jari tengah pada maleolus tibia.Tumit ditarik secara anterior dengan tangan lainnya.
Adanya pergerakan relatif anteroposterior antara talus dan tibia dapat dipalpasi atau dilihat. Tes
ini dilakukan untuk menilai integritas ligamen pergelangan kaki lateral
Penunjang
Laboratorium
Ada banyak pemeriksaan laboratorium penunjang untuk penyakit reumatik, antara lain
Laju Endap Darah (LED), protein C-reaktif, dan lain-lain yang tidak spesifik.yang paling
sering diperiksa adalah

faktor reumatoid, antibodi antinuklear, dan asam urat darah.


12

Kadang-kadang hasilnya positif, tapi tidak selalu ditemukan penyakitnya. Oleh karena itu,
sebaiknya uji ini hanya dilakukan untuk membantu memperkuat diagnosis dan menilai
keberhasilan pengobatan penyakit.
Radiologi
Pada pemeriksaan radiologik, dilakukan rontgen pada sendi yang terasa nyeri. Dengan
rontgen kita dapat mengetahui dengan jelas kerusakan atau perubahan-perubahan yang
terjadi pada tulang rawan atau tulang yang diindikasikan mengalami kelainan. Gambar sinar
X pada engsel akan menunjukkan perubahan yang terjadi pada tulang seperti pecahnya
tulang rawan. Selain itu, kita dapat melihat kelainan-kelainan yang terjadi pada tulang rawan
atau tulang dengan MRI. Pemeriksaan ini lebih baik dibanding dengan rontgen.
Khusus
Pada kasus nyeri pada sendi, perlu adanya pemeriksaan khusus yaitu pemeriksaan cairan
sendi. Evaluasi cairan sendi secara seksama merupakan langkah yang paling penting pada
diagnosa banding arthritis. Pemeriksaan secara menyeluruh dapat membedakan empat
kelompok kelianan yang berbeda dalam patofisiologinya yaitu :
1. Gangguan tanpa radang
2. Gangguan dengan peradangan
3. Infeksi septik (infeksi bakterial)
4. Hemoragik
Pada pemeriksaan cairan sendi, pengambilan cairan sendi dan teknik aspirasi harus
disesuaikan menurut lokasi, anatomi dan ukuran sendi. Tes yang dilakukan pada cairan sendi
antara lain :
-

Tes Makroskopi
Warna dan kejernihan
* tidak berwarna dan jernih: Normal
* kuning jernih : artritis reumatoid ringan, osteoartritis
* kuning keruh : inflamasi spesifik dan nonspesifik
* seperti susu : gout dan artritis reumatoid dengan efusi kronik
13

* seperti nanah : artritis septik lanjut


* seperti darah : trauma, hemofilia
* kuning coklat : pendarahan lama
Pada keadaan normal tidak terdapat bekuan. Bekuan menunjukan terjadinya proses
peradangan.
Viskositas yang normal panjangnya tanpa putus 4-6cm disebut viskositas tinggi.
Penurunan viskositas (< 4 cm) menunjukan adanya peradangan.
Tes mucin, normal terlihat satu bekuan kenyal dalam cairan jernih. Mucin sedang jika
bekuan kurang kuat dan tidak ada batas tegas dalam cairan jernih terjadi pada reumatoid
artritis. Mucin jelek bekuan terjadi berkeping-keping pada infeksi.
-

Tes Mikroskopik

Jumlah leukosit
*Keadaan normal jumlah leukosit <200/mm3
*Jumlah leukosit 200-500/mm3---penyakit non inflamatorik
*Jumlah leukosit 2000-100000/mm3---inflamatorik akut seperti artritis gout, artritis
rematoid
*Jumlah leukosit 20000-200000/mm3---septik(infeksi) seperti artritis gonore
*Jumlah leukosit 200-10000/mm3---kelompok hemoragik

Hitung Jenis
* Normal jumlah netrofil <25%
* Jumlah netrofil pada akut inflamatorik; artritis gout akut rata-rata 83%, faktor
rematoid rata-rata 46%, artritis rematoid rata-rata 65%
* Jumlah netrofil pada kelompok septik (infeksi); artritis tuberkulosa rata-rata
67%, artritis gonore rata-rata 64%, artritis septik rata-rata 95%
*Jumlah netrofil pada kelompok hemoragik <50%

Kristal-kristal
Pada keadaan normal tidak ditemukan pada cairan sendi. Artritis gout ditemukan
kristal monosodium urat, artritis rematoid ditemukan kristal kolesterol.

Tes Kimia

Tes Glukosa
*Tes glukosa cairan sendi dilakukan bersamaan dengan tes glukosa darah.
14

*Normal; perbedaan antara glukosa serum dan glukosa cairan sendi <10mg%
*Kelompok non inflamatorik perbedaan <10mg%
*Kelompok inflamatorik; pada artritis gout perbedaan rata-rata 12mg%, faktor
rematoid perbedaan 6mg%
*Kelompok septik; artritis tuberkulosa perbedaan rata-rata 57mg%, artritis gonore
perbedaan rata-rata 26mg%

Laktat dehidrogenase (LDH)


*Normal : 100-190 U/L
*Meningkat pada rematoid artritis, gout, artritis terkena infeksi

Tes Serologi

Tes Faktor Rematoid


*Pada artritis rematoid >60%RF+
*Hasil positif palsu dapat di temukan pada SLE, hepatitis, limfoma, penyakit karena
infeksi

Tes C-Reactive Protein


Kadar CRP meningkat pada; 70-80% penderita rematoid artritis, demam rematik,
keganasan, infeksi virus, tuberkulosis, kerusakan jaringan.

Tes Antinuclear Antibodies(ANA)


Kadar ANA meningkat pada; >70% cairan sendi penderita SLE, >20% penderita RA

Tes Mikrobiologi
Tes ini dilakukan bila ada dugaan kelainan sendi disebabkan infeksi. Dengan pewarnaan
gram dan pewarnaan tahan asam.
Uji laboratoris harus dilakukan untuk memastikan kelompok pengelompokan tersebut

sehingga lebih mudah menegakkan diagnosis khususnya, karena nyeri lutut bisa mengacu pada
berbagai penyakit. Sakit Lutut bisa merupakan suatu gejala dari banyak kondisi dan penyakit,
tekanan lutut, osteoarthritis, luka-luka, encok, infeksi/peradangan, dan sebagainya.

PENYEBAB UMUM NYERI LUTUT


15

Osteoartritis

Gambar 7. Osteoartritis
Osteoarthritis adalah proses degeneratif pada sendi yang disebabkan karena proses
penuaan yang menyebabkan kerusakan rawan sendi. Sendi yang terkena adalah sendi yang
biasanya sering digerakan dan sering mendapatkan beban seperti pergelangan tangan, siku,
pinggang, lutut dan engkel pada tumit. OA terjadi akibat berkurangnya cairan sinovial pada
sendi, peningkatan enzim penghancur matrix rawan sendi, penurunan pembentukan proteoglikan,
mulai pecahnya atau ausnya rawan sendi yang membungkus ujung tulang, terjadinya
osteofit(Pengapuran sendi)
Osteoartritis dikelompokkan menjadi:
Osteoarthritis primer adalah degeneratif artikular sendi yang terjadi pada sendi tanpa
adanya abnormalitas lain pada tubuh. Penyakit ini sering menyerang sendi penahan beban
tubuh (weight bearing joint), atau tekanan yang normal pada sendi dan kerusakan akibat
proses penuaan. Paling sering terjadi pada sendi lutut dan sendi panggul, tapi ini juga
ditemukan pada sendi lumbal, sendi jari tangan, dan jari I pada kaki.
Osteoarthritis sekunder adalah paling sering terjadi pada trauma atau terjadi akibat dari
suatu pekerjaan, atau dapat pula terjadi kongenital dan adanya penyakit sistemik.
Osteoarthritis sekunder biasanya terjadi pada umur yang lebih awal dari osteoarthritis
primer, dan bisa juga disebabkan oleh penyakit lain (misalnya penyakit Paget atau ineksi,
kelainan bentuk, cedera atau penggunaan sendi yang berlebihan).
Pada osteoartritis terjadi perubahan-perubahan metabolisme tulang rawan sendi. Perubahan
tersebut berupa peningkatan aktivitas enzim-enzim yang merusak makromolekul matriks tulang
16

rawan sendi, disertai penurunan sintesis proteoglikan dan kolagen. Hal ini menyebabkan
penurunan kadar proteoglikan, perubahan sifat-sifat kolagen dan berkurangnya kadar air tulang
rawan sendi.
Pada proses degenerasi dari kartilago artikular menghasilkan suatu subtansi atau zat yang
dapat menimbulkan suatu reaksi inflamasi yang merangsang makrofag untuk menghasilkan IL-1
yang

akan

meningkatkan

enzim

proteolitik

untuk

degradasi

matriks

ekstraseluler.

Gambaran utama pada osteoarthritis adalah:


1. Destruksi kartilago yang progresif
2. terbentuknya kista subartikular
3. Sklerosis yang mengelilingi tulang
4. terbentuknya osteofit
5. adanya fibrosis kapsul
Perubahan dari proteoglikan menyebabkan tingginya resistensi dari tulang rawan untuk
menahan kekuatan tekanan dari sendi dan pengaruh-pengaruh yang lain yang merupakan efek
dari tekanan. Penurunan kekuatan dari tulang rawan disertai oleh perubahan yang tidak sesuai
dari kolagen. Pada level teratas dari tempat degradasi kolagen, memberikan tekanan yang
berlebihan pada serabut saraf dan tentu saja menimbulkan kerusakan mekanik.
Kondrosit sendiri akan mengalami kerusakan. Selanjutnya akan terjadi perubahan
komposisi molekuler dan matriks rawan sendi, yang diikuti oleh kelainan fungsi matriks rawan
sendi. Melalui mikroskop terlihat permukaan tulang rawan mengalami fibrilasi dan berlapislapis. Hilangnya tulang rawan akan menyebabkan penyempitan rongga sendi.
Pada tepi sendi akan timbul respons terhadap tulang rawan yang rusak dengan
pembentukan osteofit. Pembentukan tulang baru (osteofit) dianggap suatu usaha untuk
memperbaiki dan membentuk kembali persendian. Dengan menambah luas permukaan sendi
yang dapat menerima beban, osteofit diharapkan dapat memperbaiki perubahan-perubahan awal
tulang rawan sendi pada osteoartritis. Lesi akan meluas dari pinggir sendi sepanjang garis
permukaan sendi.
Adanya pengikisan yang progresif menyebabkan tulang dibawahnya juga ikut terlibat.
Hilangnya tulang-tulang tersebut merupakan usaha untuk melindungi permukaan yang tidak
terkena. Namun ternyata peningkatan tekanan yang terjadi melebihi kekuatan biomekanik tulang.

17

Sehingga tulang subkondral merespon dengan meningkatkan selularitas dan invasi vaskular,
akibatnya tulang menjadi tebal dan padat (eburnasi).
Pada akhirnya rawan sendi menjadi aus, rusak dan menimbulkan gejala-gejala osteoartritis
seperti nyeri sendi, kaku dan deformitas. Melihat adanya proses kerusakan dan proses perbaikan
yang sekaligus terjadi, maka osteoartritis dapat dianggap sebagai kegagalan sendi yang
progressif.
Gejala biasanya timbul secara bertahap dan pada awalnya hanya mengenai satu atau sedikit
sendi. Yang sering terkena adalah sendi jari tangan, pangkal ibu jari, leher, punggung sebelah
bawah, jari kaki yang besar, panggul dan lutut.
Nyeri yang biasanya akan bertambah buruk jika melakukan olah raga, merupakan gejala
pertama. Beberapa penderita merasakan kekakuan pada sendinya ketika bangun tidur atau pada
kegiatan non-aktif lainnya, tetapi kekakuan ini biasanya menghilang dalam waktu 30 menit
setelah mereka kembali menggerakkan sendinya.
Kerusakan karena orteoartritis semakin memburuk, sehingga sendi menjadi sukar
digerakkan dan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk.
Pertumbuhan baru dari tulang, tulang rawan dan jaringan lainnya bisa menyebabkan
membesarnya sendi, dan tulang rawan yang kasar menyebabkan terdengarnya suara gemeretak
pada saat sendi digerakkan.
Pada beberapa sendi (misalnya sendi lutut), ligamen (yang mengelilingi dan menyokong
sendi) teregang sehingga sendi menjadi tidak stabil. Menyentuh atau menggerakkan sendi ini
bisa menyebabkan nyeri yang hebat.
Pengobatan OA merupakan hal yang sangat penting karena bila dilakukan dengan benar
dan tekun, maka hasil yang dicapai terbaik dibandingkan pengobatan arthritis lainnya. Tujuan
pengobatan adalah untuk menghilangkan rasa sakit, memperkecil ketidak-mampuan (diability),
memperbaiki fungsi organ yang terkena dan menghambat progesivitas penyebabnya. Pengobatan
OA dapat dibagi menjadi 2 yaitu :

Medika Mentosa
Obat hanya bagian dari rencana pengobatan seluruhnya. Obat-obat yang diberikan
bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas. Biasanya sebagai
18

analgetik dan atau anti inflamasi. Pada OA selain terdapat proses degenerasi, juga terdapat
inflamasi (meskipun tidak seberat pada arthritis rematoid) oleh karena itu, obat analgetikantiinflamasi lebih efektif dari obat analgetik saja.
Obat-obatan yang biasa diberikan adalah :

Obat peredam nyeri (misalnya acetaminofen)

Obat anti inflamasi non-steroid (misalnya aspirin atau ibuprofen) bisa diberikan untuk
mengurangi nyeri dan pembengkakan (sinovitis).

Untuk topikal terapi dengan topikal NSAID, salisilat cream efektif pada beberapa
penderita ostearthritis.

Obat untuk memperbaiki rawan sendi: golongan glukosamin sulfat dan kondroitin sulfat

Obat untuk memberi pelumasan sendi ke lutut seperti suntikan hialuronat ke ruang sendi

Jika sendi secara tiba-tiba mengalami peradangan, membengkak atau terasa nyeri, bisa
diberikan pengobatan lokal dengan injeksi intra-articular steroid

(disuntikkan

kortikosteroid langsung ke dalam sendi).

Non Medika Mentosa


Untuk terapi non medika mentosa, Usia, Genetik, gender tidak dapat dicegah, yang bisa
dilakukan adalah menghindari cidera, benturan berulang, gemuk dikurangi, menghentikan
rokok, menghindari berjalan lebih dari 2 mil/hari, berlari, berdiri terlalu lama, dan
mengangkat beban > 25 kg yang dilakukan rutin. Mengkonsumsi Vit C, E, Beta Karoten, dan
terapi sulih hormon juga dapat mencegah OA.
Terapi latihan/exercise theraphy merupakan salah satu usaha pengobatan dalam
fisioterapi yang dalam pelaksanaanya menggunakan latihan-latihan gerakan tubuh baik secara
aktif maupun pasif.
Olah raga yang tepat (termasuk peregangan dan penguatan) akan membantu
mempertahankan kesehatan tulang rawan, meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan
otot-otot di sekitarnya sehingga otot menyerap benturan dengan lebih baik.
Diet untuk menurunkan berat badan pada pasien osteoarthritis yang gemuk harus menjadi
program utama pengobatan osteoarthritis. Penurunan berat badan seringkali dapat
mengurangi timbulnya keluhan dan peradangan
19

Tetap melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, sangatlah penting.


Terapi fisik yang sering dilakukan adalah dengan pemanasan seperti mandi dengan air
hangat.
Jika pengobatan lainnya gagal, bisa dilakukan pembedahan. Selain itu, tindakan operasi
juga dapat dilakukan sebagai pertimbangan pada pasien dengan osteoartritis dengan
kerusakan sendi yang nyata, dengan nyeri yang menetap dan kelemahan fungsi. Tindakan
yang dapat dilakukan antara lain :

Osteotomi, untuk mengoreksi ketidaklurusan atau ketidak sesuaian

Debrideman sendi,

Pembersihan osteofit,

Artroplasti total, dilakukan bila seluruh bagian sendi rusak. Prosedur ini sering
dilakukan pada kaki dan artrodesis, dilakukan pada orang muda pada sendi yang
tidak stabil.
Operasi Arthroplasty total merupakan perawatan yang pasti untuk kasus
osteoartritis yang berat. Beberapa sendi (terutama sendi panggul dan lutut) bisa
diganti dengan sendi buatan. Tindakan ini biasanya berhasil dan hampir selalu
bisa memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi, serta mengurangi nyeri.

Fisioterapi.

Rheumatoid Artritis

20

Gambar 8. Rheumatoid Artritis


Rhematoid Artritis merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik kronik yang manifestasi
utamanya adalah poliartritis yang progresif, akan tetapi penyakit ini juga melibatkan seluruh
organ tubuh. Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya
sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan,
nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Hingga kini
penyebab Rhematoid Artritis (RA) tidak diketahui, tetapi beberapa hipotesa menunjukan bahwa
RA dipengaruhi oleh faktor-faktor :

a. Mekanisme IMUN ( Antigen-Antibody) seperti interaksi antara IGC dan faktor Rematoid
b. Gangguan Metabolisme
c. Genetik
d. Faktor lain : nutrisi dan faktor lingkungan (pekerjaan dan psikososial)
Pasien-pasien dengan RA akan menunjukan tanda dan gejala seperti :
a. Nyeri persendian
b. Bengkak (Rheumatoid nodule)
c. Kekakuan pada sendi terutama setelah bangun tidur pada pagi hari
21

d. Terbatasnya pergerakan
e. Sendi-sendi terasa panas
f. Demam (pireksia)
g. Anemia
h. Berat badan menurun
i. Kekuatan berkurang
j. Tampak warna kemerahan di sekitar sendi
k. Perubahan ukuran pada sendi dari ukuran normal
l. Pasien tampak anemik
Pada tahap yang lanjut akan ditemukan tanda dan gejala seperti :
a. Gerakan menjadi terbatas
b. Adanya nyeri tekan
c. Deformitas bertambah pembengkakan
d. Kelemahan
e. Depresi
Kriteria Artritis rematoid menurut American Reumatism Association ( ARA ) adalah:
1. Kekakuan sendi jari-jari tangan pada pagi hari ( Morning Stiffness ).
2. Nyeri pada pergerakan sendi atau nyeri tekan sekurang-kurangnya pada satu sendi.
3. Pembengkakan ( oleh penebalan jaringan lunak atau oleh efusi cairan ) pada salah satu sendi
secara terus-menerus sekurang-kurangnya selama 6 minggu.
4. Pembengkakan pada sekurang-kurangnya salah satu sendi lain.
5. Pembengkakan sendi yanmg bersifat simetris.
6. Nodul subcutan pada daerah tonjolan tulang didaerah ekstensor.
7. Gambaran foto rontgen yang khas pada arthritis rheumatoid
8. Uji aglutinnasi faktor rheumatoid
9. Pengendapan cairan musin yang jelek
10. Perubahan karakteristik histologik lapisan sinovia
11. gambaran histologik yang khas pada nodul.

22

Berdasarkan kriteria ini maka disebut :


Klasik : bila terdapat 7 kriteria dan berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 minggu
Definitif : bila terdapat 5 kriteria dan berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 minggu.
Kemungkinan rheumatoid : bila terdapat 3 kriteria dan berlangsung sekurang-kurangnya selama
4 minggu.
Penatalaksanaan Medik
Penatalaksanaan medik pada pasien RA diantaranya :
a) Pendidikan : meliputi tentang pengertian, patofisiologi, penyebab, dan prognosis penyakit ini
b) Istirahat : karena pada RA ini disertai rasa lelah yang hebat
c) Latihan : pada saat pasien tidak merasa lelah atau inflamasi berkurang, ini bertujuan untuk
mempertahankan fungsi sendi pasien
d) Termoterapi
e) Gizi yaitu dengan memberikan gizi yang tepat
f) Pemberian Obat-obatan :
Anti Inflamasi non steroid (NSAID) contoh:aspirin yang diberikan pada dosis yang telah
ditentukan.
Obat-obat untuk Reumatoid Artitis :
Acetyl salicylic acid, Cholyn salicylate (Analgetik, Antipyretik, Anty Inflamatory)
Indomethacin/Indocin(Analgetik, Anti Inflamatori)
Ibufropen/motrin (Analgetik, Anti Inflamatori)
Tolmetin sodium/Tolectin(Analgetik Anti Inflamatori)
Naproxsen/naprosin (Analgetik, Anti Inflamatori)
Sulindac/Clinoril (Analgetik, Anti Inflamatori)
Piroxicam/Feldene (Analgetik, Anti Inflamatori)

Artritis Gout
Gout atau orang awam bilang asam urat adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat
mengontrol asam urat, sehingga kristal asam urat yang berlebihan akan menumpuk di jaringan
tubuh. Gout ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh dan menyebabkan
inflamasi (radang) pada persendian (artritis). Gout kronik (jangka panjang) dapat menyebabkan
23

penumpukan asam urat didalam dan sekitar persendian, menurunkan fungsi ginjal dan
membentuk batu ginjal.
Gejala dan Tanda
Gejala awal dari artritis gout adalah panas, kemerahan dan pembengkakan pada sendi yang
tipikal dan tiba-tiba. Persendian yang sering terkena adalah persendian kecil pada basis dari ibu
jari kaki. Beberapa sendi lain yang dapat terkena ialah pergelangan kaki, lutut, pergelangan
tangan, jari tangan, dan siku. Pada serangan akut penderita gout dapat menimbulkan gejala
demam dan nyeri hebat yang biasanya bertahan berjam-jam sampai seharian, dengan atau tanpa
pengobatan. Seiring berjalannya waktu serangan artritis gout akan timbul lebih sering dan lebih
lama.
Pasien dengan gout meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal.
Kristal-kristal asam urat dapat membentuk tophi (benjolan keras tidak nyeri disekitar sendi) di
luar persendian. Tophi sering ditemukan di sekitar jari tangan, di ujung siku dan sekitar ibu jari
kaki, selain itu dapat ditemukan juga pada daun telinga, tendon achiles (daerah belakang
pergelangan kaki) dan pita suara (sangat jarang terjadi).

Gambar 9. Artritis Gout


Tata Laksana
Gout tidak dapat disembuhkan, namun dapat diobati dan dikontrol. Gejala-gejala dalam 24 jam
biasanya akan hilang setelah mulai pengobatan.
Gout secara umum diobati dengan obat anti inflamasi. Yang termasuk didalamnya adalah:

24

NSAIDs, seperti ibuprofen atau naproxen, secara umum diberikan untuk mengobati
serangan berat dan mendadak, obat ini bisasanya menurunkan peradangan dan nyeri
dalam beberapa jam.

Kortikosteroid, dapat diberikan pada orang yang tidak dapat menggunakan NSAIDs.
Steroid bekerja menurunkan peradangan. Steroid dapat di suntik (injeksi) langsung pada
sendi yang terkena atau diminum dalam bentuk pil.

Colchicine sering juga digunakan untuk mengobati peradangan pada penyakit gout.

Allupurinol dapat menurunkan kadar asam urat dengan cara menekan produksi asam urat.
Obat ini bekerja pada metabolisme asam urat dengan mencegah perubahan zat purine
dalam makanan menjadi asam urat. Pengobatan ini tidak dianjurkan untuk orang dengan
fungsi ginjal yang kurang, selain itu dapat menimbulkan efek samping seperti kemerahan
dan kerusakan hati.

Pencegahan
Makanan yang mengandung tinggi purin dan tinggi protein sudah lama diketahui dapat
menyebabkan dan meningkatkan risiko terkena gout.

Pembatasan purin

Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan
diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung
nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah
membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung
600-1.000 mg purin per hari). Makan-makanan yang mengandung purin antara lain;
o

Jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus)

Sarden

Kerang

Ikan herring

Kacang-kacangan
25

Bayam

Udang

Daun melinjo

Kalori sesuai kebutuhan

Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi
dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya
harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang
terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton yang akan
mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin

Tinggi karbohidrat

Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita
gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi
karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana
jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena
fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Rendah protein

Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati,
ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat
adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang
disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur.

Rendah lemak
26

Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan,
serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15
persen dari total kalori.

Tinggi cairan

Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu,
Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari.
Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa
diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang
disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain
buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat
sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian,
karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

Tanpa alkohol

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol
lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena
alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran
asam urat dari tubuh.
ANTERIOR CRUCIATUM LIGAMENT RUPTUR

Gambar 10-. Anterior Cruciate Ligamen


Anterior cruciate ligamen, atau ACL, adalah satu dari empat major ligamen pada lutut.
ACL adalah kritikal untuk stabilitasi pada lutut, dan seseorang yang mengalami cedera pada
27

ACLnya sering mengeluh tanda-tanda lututnya seperti akan keluar darinya tempatnya. Oleh
sebab itu, banyak pasien yang mengalami robekan pada ACL memilih operasi sebagai
perawatan untuk cedera tersebut.Pasien yang menderita robekan ACL biasanya mengalami
cedera pada lutut. Cederanya biasanya berhubungan dengan olahraga. Mereka merasakan
bunyi pop pada lutut mereka, dan biasanya tidak stabil.
Robekan pada ACL mengakibatkan pembengkakan pada lutut dan rasa sakit. Serta
didapatkan tanda-tanda ketidakstabilan pada lutut. Spesial test tersebut adalah dengan
memberikan tekanan pada ACL dan akan mendeteksi robekan ligament. MRI juga digunakan
untuk memastikan robeknya ligament dan juga untuk melihat apakah ada bagian lain yang rusak.
Banyak pasien dengan robekan ACL mulai merasa baikan dalam masa beberapa minggu dari
tanggal kejadian. Mereka akan merasakan lututnya kembali seperti normal tetapi masalah dengan
ketidakstabilan mungkin masih dirasakan.
Biasa operasi robeknya ACL dinamakan Rekonstruksi ACL atau juga disebut dengan
ACL Reconstruction. Perbaikan ligamen mungkin dilakukan, yaitu dengan merekonstruksi
dengan menggunakan urat atau ligament yang lain untuk disambungkan pada ligament yang
putus. Ada beberapa pilihan untuk bagaimana melakukan operasi ACL. Ada juga variasi dalam
prosedur, seperti rekonstruksi ACL baru double-bundel.Rehabilitasi adalah salah satu aspek
yang paling penting, tapi terlalu sering diabaikan setelah rekonstruksi bedah ACL. Rehabilitasi
setelah operasi ACL berfokus pada gerakan kembali dan kekuatan, dan meningkatkan stabilitas
sendi untuk mencegah cedera masa depan.
ROBEKAN MENISKUS

Gambar 11. Robekan Meniskus

28

Robekan meniscus itu dapat didiagnosa melalui anamnesis lengkap dan pemeriksaan
fisik. Rasa sakit, pops, atau clicks selama test ini dapat disimpulkan sebagai robekan di
meniscus. MRI juga dapat dilakukan untuk melihat sejauh mana robekannya.
Pengobatan bervariasi tergantung pada luas dan lokasi meniskus yang robek. Jika
robekannya kecil, seorang pasien biasanya melakukan pengobatan terapi fisik. Jika robekan
meniskusnya besar, pembedahan arthroscopic diperlukan untuk memperbaiki robekannya.

Gambar 12. Artroskopi

KISTA BAKER
Kista Baker adalah pembengkakan yang disebabkan oleh cairan dari sendi lutut
menonjol di bagian belakang lutut. Bagian belakang lutut juga disebut sebagai daerah poplitea
lutut. Kista Baker kadang-kadang disebut kista poplitea. Ketika cairan berlebihan cairan
membentuk kantung berisi cairan dari kista Baker. Pemberian nama ini untuk diilhami dari ahli
bedah Inggris William Morrant Baker (1839-1896). Dokter inilah yang pertama kali meneliti
kista dibelakang lutut.

29

Gambar 13. Kista Baker


Gejala sangat mudah dikenali yakni terdapat Tonjolan halus di belakang sendi lutut atau di atas
betis. Kista Baker biasanya tidak menimbulkan rasa sakit sebelum pecah. Hal ini dapat
menyebabkan sakit ringan atau tidak nyaman di belakang lutut, terutama ketika berolahraga. Jika
kista pecah, bisa menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan. Gejala-gejala kista pecah
serupa dengan thrombophlebitis dari tungkai bawah.
Pengobatan kista biasanya menyesuaikan dengan penyakit yang menjadi penyebabnya.
Suntikan obat anti-radang ke dalam kista dapat mengurangi ukuran kista dan peradangan yang
terjadi. Jika kista besar dan menyebabkan rasa sakit dianjurkan untuk dibedah.

BAB III
KESIMPULAN

30

Lutut adalah salah satu sendi utama pemikul berat badan dan banyak menjadi korban
keausan dan regangan pada orang dengan keaktifan tinggi. Lutut terdiri atas 4 tulang
penyusunnya yaitu tulang patella, fibula,tibia dan femur. Selain itu juga terdapat jaringan lain
yang meliputi tulang rawan, otot, tendon, dan ligamen, serta terdapat alat penahan goncangan
yang disebut menisci (singular meniskus). Struktur lain yang bersifat melindungi adalah bursa.
Penyebab dari nyeri lutut itu sendiri dapat beragam. Nyeri dapat bersumber dari tulang,
otot maupun jaringan disekitarnya. Beberapa contohnya diantaranya karena proses degenerative
seperti pada osteoarthritis, peradangan pada rheumatoid artritis, penumpukan asam urat, atau
kerusakan pada ligamen sendi lutut. Penyebab yang bervariasi ini juga akan membutuhkan
penanganan yang bervariasi. Penanganan yang diberikan dapat meliputi pemberian analgetik
maupun terapi pembedahan untuk mengatasi nyeri. Pada osteoatritis kelainan terjadi pada tulang
rawan dan diperlukan pengobatan untuk memberikan nutrisi pada tulang rawan atau merangsang
pembentukan matriks rawan dengan glukosamin dan chondroitin atau asam hyaluronat. Pada
peradangan yang disebabkan rheumatoid artritis perlu diberikan antiinflamasi. Pada penanganan
artritis gout yang terpenting adalah diet rendah purin untuk mencegah semakin tingginya kadar
asama urat dalam tubuh. Sedangkan pada nyeri lutut yang disebabkan oleh trauma diperlukan
pemberian analgetik dan kadang perlu dilakukan tindakan pembedahan untuk memulihkan fungsi
dari sendi lutut. Terapi yang tak kalah penting yaitu dengan melakukan latihan fisik. Sehingga
sendi lutut terhindar dari kekakuan dan mempercepat proses pemulihan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Soeparman. Ilmu penyakit dalam: Ilmu penyakit sendi. Jilid I. Edisi ke-2. Jakarta;
Balai Penerbit FKUI; 1991.h.660-68.
31

2. Osteoartritis. Diunduh dari http://artikel-kesehatanonline.blogspot.com/2008/01/osteoarthritis.html. Januari 2008.


3. Carlos J Lozada, MD, Director of Rheumatology Fellowship Program, Associate
Professor, Department of Medicine, Division of Rheumatology and Immunology,
Jackson Memorial Medical Center, University of Miami School of Medicine.
Osteoarthritis. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/330487diagnosis. 2 Oktober 2008.
4. Price, S.A, Wilson L.M. Patofisiologi, konsep klinis proses-proses penyakit:
Osteoartritis. Volume 2. Edisi ke-6. Jakarta; EGC; 2006.h.1380-83.
5. Santoso M. Standar pelayanan medis penyakit dalam: Rheumatologi. Jakarta;
Yayasan Diabetes Indonesia; 2004.h.60-62.
6. Bahan kuliah muskuloskeletal 2: Patologi klinik. blok 14. Jakarta; Universitas Kristen
Krida Wacana; 2009.
7. Osteoarthritis. Diunduh dari http://medicastore.com/index.
8. Operasi pergantian sendi terbaik untuk pangapuran sendi. Diunduh dari
http://www.klikdokter.com. 31 Juli 2008.
9. Lutut nyeri dan kaku? Perkapuran? Mungkin. Diunduh dari http://www.wikimu.com.
22 September 2008.

32