Anda di halaman 1dari 6

1.

Reservoir geomechanics adalah cabang ilmu geologi struktur yang mempelajari


kondisi stress reservoir bawah permukaan yang berkaitan dengan operasi pemboran
dan pengembangan lapangan. Hubungan yang dipelajari adalah stress, tekanan pori,
dan sifat fisik dari reservoar, rekahan atau sesar, cap rocks, dan formasi batuan dalam
keadaan overburden (pembebanan) serta menjelaskan tentang deteminasi dan
identifikasi stress pada kerak bumi yang bisa mengganggu dalam kegiatan pemboran
minyak dan gas.
Adapun parameter-parameter geomekanika reservoir adalah :
a. Stress insitu
b. Kekuatan batuan
c. Orientasi perlapisan
d. Tekanan pori (pore pressure)
e. Distribusi rekahan dan patahan
f. Well-bore trajectory
g. Berat lumpur (massa jenis lumpur)
Aplikasinya dalam industri minyak dan gas antara lain adalah memprediksi tekanan
pori, evaluasi formasi, menghitung tekanan insitu, evaluasi pemboran dan
karakterisasi reservoir.
2. Konsep Stress merupakan suatu konsep di ilmu geologi yang tidak terukur di
lapangan dan hanya dapat di aplikasikan dan di pelajari di laboratorium dengan
menentukan besaran-besaran yang dibutuhkan untuk menganalisisnya. Strain
merupakan hasil dari stress-stress yang bekerja di lapangan dapat diamati dan
langsung di ukur di lapangan dengan melakukan observasi. Konsep strain merupakan
suatu hasil akhir yang di hasilkan dari proses deformasi yang bekerja pada suatu
benda.
Dalam geomekanik, konsep dasar yang bekerja seperti yang ditunjukkan pada gambar
dibawah

Dalam mengaplikasikan konsep ini, sangat penting untuk mempertimbangkan


magnitud dari stress yang paling besar, intermediet dan paling kecil pada kedalaman
(Sv, Shmax dan Shmin) seperti yang dinyatakan oleh E.M. Anderson dibawah ini.

3. Dalam geologi struktur modern, mekanisme pembentukan kekar didekati dengan teori
pembentukan rekahan berdasarkan failure envelope. Ada tiga jenis kekar utama,
yaitu :

Meregang (dilation) tegak lurus permukaan (tensile) Mode 1


Bergeser (shear) sejajar permukaan (compressive) Mode 2

A . E x te n s io n (M o d e I)

B . S h e a r (M o d e II)

C . S h e a r (M o d e III)

Kombi

nasi dari keduanya (hybrid) Mode 3


Jenis (mode) rekahan pada batuan (Twiss dan Moore, 1992)

1. Shear fractures, atau compressive fractures yang mungkin (atau juga tidak)
memperlihatkan shear displacement. Fractures ini terjadi apabila batuan mendapat
gaya tekan (compresivve) sehingga pada akhirnya mencapai batas kekuatan
kompresiv dan mengalami failure.
2. Dilational fractures atau tensile fractures adalah fractures yang berkembang secara
tegak lurus terhadap bedding plane. Deformasi ini menciptakan fracture yang
merambat ke batuan lain yang belum ada fractures ketika mendapatkan tensile stress.
Pada batuan homogen, crack akan merambat tegak lurus dari stress yang paling kecil.
3. Hybrid fractures adalah fractures yang memperlihatkan kedua fractures
compressive dan tensile.
4. a. mean stress adalah rata-rata dari 3 principal stress..
b. Differential stress adalah perbedaan antara stress yang paling besar dengan stress
paling kecil, 1 3,
c. The tensile strength adalah kekuatan maksimum dari suatu batuan atau material
menerima stress yang berupa tarikan (tensile) sebelum batuan/material tersebut
mengalami failure atau pecah. Pada umumnya nilai tensile strenght suatu batuan
lebih kecil dari compressive strenght nya.
d. Hampir sama dengan tensile strenght, compressive strenght adalah kekuatan
maksimum dari suatu batuan atau material menerima stress yang berupa tekanan
sampai batuan atau material tersebut mengalami failure atau pecah.

e. Friction, friksi adalah tahanan yang muncul ketika 2 permukaan saling bergerak
relatif satu sama lain.

f. angle of internal friction (friction angle) adalah besaran sudut alami yang
dibentuk oleh batuan atau tanah untuk menahan shear strees. Sudut ini dihitung
dari gaya normal dan resultan gaya begitu terjadi failure.
g. Pore Pressure (tekanan pori) adalah tekanan fluida yang berada di suatu pori
reservoir. Tekanan ini akan bergantung pada kedalaman reservoir itu sendiri.
h. Confiniing Pressure adalah gaya yang mempunyai besar yang sama dan bekerja ke
semua arah. Biasanya istilah ini juga dipakai untuk menyatakan stress di
kedelaman yang diakibatkan dari lapisan batuan diatasnya fluida pengisi pori.
i. Hydraulic fracturing adalah teknik stimulasi sumur dimana batuan dipecahkan
dengan tekanan zat cair. Proses ini akan menggunakan injeksi bertekanan tinggi ke
lubang sumur untuk memecahkan batuan di formasi dalam sehingga hidrokarbon
yang berada di dalamnya dapat mengalir lebih bebas. Proses ini dilakukan
pengeboran selesai dilakukan. Fracturing ini berguna untuk menambah rate
produksi yang dapat dilakukan pada suatu sumur dari suatu reservoir.
j. A leak-off test salah satu tes yang dilakukan untuk menentukan tekanan pengeboran
untuk bisa menghancurkan batuan pada suatu formasi. Atau pada geomekanik
adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui tekanan yang harus diberikan pada
suatu batuan untuk dapat fracturing.
k. Lithostatics Stress adalah tekanan yang diterima suatru batuan dari lapisan batuan
diatasnya (overburden/Sv) dan tekanan horizontal.

l. Conductive Fracture : fracture sinusoid pada FMI log yang terbua dan terisi
material mud atau air shg memiliki respon elektrik (bersifat konduktif)
m. Resistive Fracture : fracture terbuka yang terisi (hydrocarbon filled or mineralized
fracture
n. Borehole breakout, Breakout yang terjadi pada lubang sumur, akibat tekanan yang
tidak normal pada formasi batuan yang ditembus oleh lubang bor. Breakout ini
terjadi karena formasi batuan mengalami normally presure bersifat anisotropik
(berbeda ke segala arah), sehingga horisontal stress 1, 2 akan berbeda,
menyebabkan elongation yang terjadi akan bersifat konsisten di setiap kedalaman
sumur.

o. Overpressure zone adalah zona pada formasi batuan yang mengalami tekanan
berlebih secara tidak wajar, penyebab dari tekanan ini bisa terdiri atas vertikal
akibat tekanan litostatik, maupun tekanan horisontal akibat tekanan pori.

5. Jelaskan secara singkat langkah langkah untuk menentukan dan memprediksi


kondisi stress sebuah reservoar di kedalaman.

Stress adalah sebuah besaran vektor yang mempunyai besar dan


arah.Stress dapat dibagai menjadi tiga stress dasar (principal stress) yaitu
stress vertical (Sv) dan 2 stress horizontal (Sh max dan Sh min). Sv
diketahui dari perhitungan matematis, dengan mengetahui kedalaman
formasi dan besarnya overburden yang terjadi. Tekanan pori bisa diketahui
dari sejumlah analisa, begitu juga dengan Sh min. Sedangkan untuk
menentukan arah dan orientasi Sh max, masih merupakan sebuah
masalah.

Dalam hal geomekanika nilai/magnitude dari stress yang bekerja saat ini pada
suatu daerah yang menjadi objek penelitian sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan
besaran stress ini bisa menentukan langkah apa yang akan diambil untuk
menanggulanginya, agar kegiatan pemboran dapat berjalan dengan lancar. Oleh
karena itu principle stress dalam geologi struktur berbeda

dengan principle stress dalam geomekanika. Dalam geomekanika kita menggunakan


istilah Sv, SHmax, SHmin.
Langkah langkah dengan menggunakan beberapa metode estimasi antara lain :
Hydraulic Fracturing
Leak of Test
Extended Leak of Test, dan
Formation Integrity Test
Metode estimasi tersebut dilakukan pada saat pengeboran dengan mengidentifikasi
kegagalan borehole (borehole failure) pada tekanan (stress) sbb :

Compressional : Borehole Breakouts, Incipient Borehole Fractures.

Tensile : Tensile Wall Failure, Drilling Enhanced Natural Fractures.

Shear : Slip on Pre Existing Faults and Bedding.

6. Faktor faktor apa yang mengontrol kondisi stress sebuah reservoar di kedalaman
dan jelaskan?
Sv atau tekanan vertikal. Asumsikan bahwa overburden adalah stress utama yang
bekerja, maka Sv dapat dihitung dari log density atau menggunakan tekanan
lithostatik.
Tekanan Pori.
Tekanan pori mempengaruhi tekanan horisontal (horizontal stress), semakin besar
tekanan pori maka akan semakin besar tekanan horisontalnya. Tekanan pori akan
berkurang pada reservoar yang diproduksikan, apabila bertipe konduktif maka
fluida di dalam reservoar akan keluar (diproduksikan), tekanan pori akan turun
sehingga tekanan horisontalnya akan turun, hal ini akan menyebabkan terjadinya
shear slip.
Jenis stress yang bekerja
Formasi batuan pada reservoar akan berubah, dipengaruhi oleh gaya gaya tersebut
diatas, baik vertikal maupun horisontal, Tarik menarik dan tekan menekan antara
gaya gaya tersebut akan mempengaruhi bentuk formasi batuan dalam reservoar,
sehingga terjadi rekahan. Bentuk rekahan nya dapat berupa Normal, Strike Slip
maupun Reverse.

Frictional Strenght
Pada kebanyakan reservoir,stress yang bekerja pada reservoir dikontrol oleh
frictional strengh dari orientasi fault yang mempunyai implikasi yang penting
aliran fluida dalam berbagai skala.