Anda di halaman 1dari 5

gangguan siklus menstruasi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekitar 1 miliar manusia atau setiap 1 diantara 6 penduduk dunia adalah remaja.
Sebanyak 85% diantaranya hidup di negara berkembang (Kusmiran, 2011: 3). Di Indonesia

terdapat

36.600.000 (21% dari total penduduk) adalah remaja dan diperkirakan

jumlahnya mencapai

43.650.000 pada awal abad ke-21 (Notoatmodjo, 2007). Di

Sumatra Barat jumlah remaja usia 10 24 tahun yang jumlahnya masih sangat besar yaitu
14.378 ribu orang dari total penduduk 46.978 ribu orang pada tahun 2009. Berdasarkan data
dari Dinkes Kabupaten Tanah Datar tahun 2011 kelompok remaja putri umur 10 19 tahun
adalah 7.941 orang (Profil Dinkes, 2011).

Remaja merupakan suatu masa kehidupan individu di mana terjadi eksporasi


psikologis untuk menemukan identitas diri. Pada masa transisi dari masa anak-anak ke masa
remaja, individu mulai mengembangkan ciri-ciri abstrak dan menjadi lebih berbeda. Remaja
mulai memandang diri dengan penilaian dan standar pribadi, tetapi kurang dalam interpretasi
perbandingan sosial. Menurut WHO remaja (Adolescence) adalah priode usia antara 10
sampai 19 tahun, sedangkan perserikatan bangsa bangsa (PBB) menyebutkan kaum muda
(Youth) untuk usia antara 15 sampai 24 tahun. Menurut the healt resources and services

administrations guidelines Amerika Serikat, usia remaja adalah 11 sampai 21 tahun. Masa
remaja akan di awali dengan masa pubertas mulai dengan timbulnya ciri-ciri kelamin
sekunder, dan berakhir sudah ada kemampuan reproduksi, pada tahap ini remaja mengalami
suatu perubahan fisik, emosional, sosial sebagai ciri dalam masa pubertas, dan kondisi
lingkungan dan gizi juga mempengaruhi cepatnya pertumbuhan remaja, masa pubertas
ditandai dengan datangnya masa menstruasi (Kusmiran, 2011: 3).
Menstruasi adalah proses alami setiap wanita, yaitu terjadinya proses perdarahan yang
disebabkan luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Menstruasi
adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala (tiap bulan) dan
dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Menstruasi pada wanita adalah suatu perdarahan rahim
yang sifatnya fisiogis (normal), sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan
progesteron. menstruasi bisa menjadi salah satu pertanda bahwa seorang wanita sudah
memasuki masa suburnya lamanya menstruasi biasanya 3-5 hari, ada yang 1-2 hari di ikuti
darah sedikit-sedikit kemudian (Andriyani, 2012: 9).
Jumlah darah yang keluar pada remaja putri normal rata-rata 16 cc, pada wanita yang
lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak. Usia remaja putri pada waktu pertama
kalinya mendapat menstruasi (menarche), yaitu antara 10-16 tahun, rata-ratanya 12 tahun.
Statistik menunjukan bahwa usia menarche dipengaruhi fektor keturunan, keadaan gizi, dan
kesehatan umum (Sarwono, 2009: 104).
Kesehatan reproduksi remaja khususnya remaja wanita erat kaitannya dengan
menstruasi. Dimana tidak setiap wanita mempunyai siklus menstruasi yang teratur. Siklus
menstruasi yang tidak teratur ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah
perubahan kadar hormon akibat stres atau dalam keadaan emosi yang kurang stabil. Selain itu
perubahan drastis dalam porsi olah raga atau perubahan berat badan yang drastis juga mampu
menjadi penyebab ketidak teraturan siklus menstruasi (Nita, 2008).

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang antara lain Faktor


Internal dan Faktor Eksternal. Dimana faktor internal tersebut terdiri atas faktor jasmani dan
rohani, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh adalah pendidikan, paparan media
massa, ekonomi, hubungan sosial, dan pengalaman (Sukmadinata, 2009).
Oleh karena itu pengetahuan tentang perubahan yang terjadi secara fisik, kejiwaan,
dan kematangan seksual akan memudahkan remaja untuk memahami serta mengatasi
berbagai keadaan yang membingungkannya. Informasi tentang haid perlu diperoleh setiap
remaja wanita (Widiastuti, 2009: 19). dengan melaksanakan berbagai metoda untuk
memberikan pengetahuan pada remaja, mengenai kesehatan reproduksi, dalam hal ini
pengetahuan tentang siklus menstruasi, diharapkan akan tumbuh keadaan yang kondusif
dalam peningkatan pengetahuan pada remaja (Widiastuti, 2009: 7).
Siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dan
mulainya menstruasi berikutnya. Menstruasi mulainya dinamakan hari pertama siklus,
panjang siklus menstruasi normal ialah 21-35 hari (Andriyai, 2012). Siklus haid atau
menstruasi yang terjadi pada wanita tidak selamanya teratur, sebagian remaja putri
mengalami masalah terkait dengan gangguan siklus menstruasi yaitu siklus menstruasi lebih
pendek kurang dari 21 hari (polimenorea) (Andriyani, 2012).
Akibat yang sering terjadi karena gangguan siklus menstruasi adalah perasaan
tertekan, payudara nyeri, badan sakikt-sakit, perut serasa kembung, bengkak,ada rasa nyeri
dan jadi lebih gampang marah atau sebaliknya dan perubahan emosi lainnya (Ifahblog, 2009).
Dari akibat gangguan siklus menstruasi tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam
aktivitas sehari-hari, keluhan ini berhubungan dengan ketidakhadiran berulang di sekolah
ataupun tempat kerja, sehngga dapat mengganggu produktifitas (Khorsidi dkk, 2006).
Wanita dengan polimenorea akan mengalami haid dua kali atau lebih dalam sebulan,
polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis

hipotalamus hipofisis ovarium, ketidakseimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan


gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang
dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus haid normal sehingga didapatkan haid yang
lebih sering, gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada wanita dengan stres dan
depresi, wanita dengan gangguan makanan, penurunan berat badan berlebihan, obesitas,
olahraga berlebihan, penggunaan obat-obatan tertentu (Andriyani, 2012).
Oligomenorea merupakan suatu keadaan siklus haid memanjang lebih dari 35 hari,
sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Oligomenorea dapat juga terjadi pada wanita stres
dan depresi, sakit kronik, adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang
mengahambat pengeluaran darah haid , amenorea merupakan keadaan tidak adanya
menstruasi 3 bulan berturut-turut, penyebabnya adalah pubertas terlambat, kegagalan dari
fungsi indung telur, (Andriyani, 2012: 19).
B. Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus menstruasi
sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di kelas x sma n 2 batusangkar tahun 2013?

c. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus
menstruasi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di kelas X SMA N 2 Batusangkar
tahun 2013.
2. Tujuan khusus
a.

Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus
menstruasi sebelum diberikan penyuluhan di kelas X SMA N 2 Batusangkar tahun 2013

b.

Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus
menstruasi setelah diberikan penyuluhan di kelas X SMA N 2 Batusangkar tahun 2013.