Anda di halaman 1dari 11

Listrik Dinamik

Pada
1.
2.
3.
4.

pertemuan ini (2 jam ) anda harus mampu:


Membedakan pengertian arus listrik dan kuat arus listrik
Membedakan antara amperemeter dan voltmeter
Menuliskan persamaan yang sesuai dengan hukum Ohm
Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya hambatan
listrik suatu kawat penghantar
5. Memahami maksud hukum Kirchoff 1 dan hukum Kirchoff 2

A.Arus Listrik
-Arus Listrik adalah aliran muatan listrik(Q). 1 muatan listrik negatif
(elektron) = - 1,6 .10-19 coulomb, 1 muatan listrik positif=1,6 .10-19
coulomb
Baterai
+
-Arus listrik mengalir dari potensial
tinggi ke potensial rendah.
-Arah arus listrik berlawanan arah
Lampu
dengan aliran muatan positif.
-Kuat arus listrik (I) adalah jumlah muatan listrik yang mengalir pada
penghantar tiap satu satuan waktu.

I=

Q
t

Q= n e

I =kuat arus listrik (ampere)


Q=jumlah muatan listrik(coulomb)
e =besarnya muatan negatif
t =selang waktu(sekon)

B.Alat Ukur Listrik


-Amperemeter: alat untuk mengukur kuat arus listrik
Amperemeter terdiri atas sebuah kumparan kawat tipis yang terletak
diantara dua kutub sebuah magnet tetap,dilengkapi dg jarum dan skala.
Jika arus mengalir sepanjang kawat,akan dihasilkan gaya elektromagnetik
untuk menggerakkan kumparan,shg jarum bergerak pula.
Penggunaan amperemeter yaitu dengan cara merangkainya secara seri
Lihat gambar:

-Voltmeter: alat untuk mengukur tegangan atau beda potensial. Voltmeter


merupakan amperemeter yang ditambah dengan sebuah hambatan yang
cukup besar, sehingga arus listrik tidak dapat melewati alat tersebut.
Pemasangan voltmeter adalah sejajar /paralel dengan sumber tegangan
atau beban yang akan diukur beda potensialnya.
Lihat gambar :

C. Hukum Ohm dan Hambatan Listrik


Hukum Ohm
Arus listrik akan mengalir jika pada penghantar terdapat beda potensial.
Oleh George Simon Ohm dinyatakan dalam hukum Ohm :
Pada suhu tetap,tegangan V pada penghantar sebanding dengan
kuat arus I yang melalui penghantar tersebut.
Dinyatakan dalam persamaan
V=IR
R= V/I
R= hambatan ( atau ohm)
V= tegangan atau bedapotensial (V atau volt)
I= kuat arus listrik (A atau ampere)
Hambatan Listrik (R)
Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa : hambatan listrik suatu
kawat penghantar ;
Sebanding dengan panjang kawat()
Bergantung pada jenis kawat ()
Berbanding terbalik dengan luas penampang kawat (A)
Dinyatakan dalam persamaan :
R=
A
= hambatan jenis (ohm m)
Karena luas penampang kawat penghantar berbentuk
lingkaran maka A= d2. Atau jika 2 kawat
penghantar terbuat dari bahan yang sama maka
R1: R2 = 1/d12 : 2/d22
Hambatan jenis kawat kawat penghantar akan berubah jika terjadi perubahan
temperature :
T = 0 (1 + T)
= koefisien temperature ( C-1)
Akibat dari perubahan hambatan jenis maka hambatan pun juga berubah :
R T = R0 (1 + T)
D. Rangkaian Listrik Sederhana
1. Hukum I Kirchoff
Jumlah arus yang masuk pada sebuah titik cabang sama dengan
jumlah arus yang keluar dari titik cabang tersebut.
I4
Imasuk = Ikeluar
I1
I2 I3
I1 = I2 +I3 +I4
2. Hukum II Kirchoff
Jumlah aljabar dari ggl (gaya gerak listrik) sumber beda potensial
dalam sebuah rangkaian tertutup (loop) sama dengan nol.
V = 0
= ggl sumber misal ggl baterai
V= tegangan antara 2 titik
Contoh :
- +
I
- + I r + I R = 0
,r
=Ir+IR
I
IR = Ir
IR = tegangan ab
I
I = / (r + R)
I
R
V = IR= tegangan jepit
a
b
r disebut hambatan dalam ggl
R= hambatan luar

Ggl suatu sumber arus listrik() yaitu beda potensial antara ujungujung kutub sumber arus listrik ketika tidak dihubungkan /dipakai
dalam suatu rangkaian listrik.
Tegangan jepit suatu sumber arus listrik(V) adalah beda potensial
antara ujungujung sumber arus listrik ketika sumber arus listrik
tersebut mengalirkan arus listrik. V= I R
atau
V= -IR
Perjanjian tanda + atau
a
R
I
I

b
Gb rangkaian tertutup

d
I

vab = IR
Vba= -IR

Vca= -
Vac=

Vcb= - +IR
Vbc= - IR

Aturan Penentuan tanda yang digunakan untuk memanfaatkan hukum


II Kirchoff adalah sbb:
1. Tetapkan sebuah rangkaian tertutup (loop) dengan arah
sembarang,tentukan arah arus dengan arah sembarang.
2. Ikuti arah loop tersebut , bila bertemu hambatan kalikan
arus, bila bertemu baterai tuliskan ggl baterai tsb.
3. Arus diberi tanda positif bila arah arus sama dengan arah
loop,bertanda negative bila berlawanan dengan arah loop
4. Ggl baterai bertanda positif bila saat mengikuti loop,
bertemu kutub positif baterai terlebih dulu dan sebaliknya
bertanda negative bila saat mengikuti loop bertemu kutub
negative baterai.
Contoh1:
C

B
R1=5

1= 12 v

R2 = 15v

i
D

A
2 =9v

R3=20

3= 6v

Misalkan arus mengalir melewati lintasan BADC, Karena loop yang


ditetapkan berlawan dg arus ,maka arus bertanda negative. Ggl
1=negatif, 2=positif, 3= negatif.
+ V = 0
+ IR= 0
-1+ 2 - 3 - I (R1+R2+R3) =0
-12 +9-6
- I (40) = 0
-9
= 40 I
I = - 0,22 A (berarti arah arus sebenarnya dari A
ke B)
Tegangan jepit ggl =V= Ir = I R= -0,22 . 40 = -9V

Contoh 2:
a

1 = 3 v

Misal

R1= 4

Loop
R2= 8
b

2= 6 v
i
Tentukan : a) Kuat arus listrik pada rangkaian!
b) Tegangan atau beda potensial antara a dan b (Vab)!
Solusi:
a) + V = 0
1- 2 + I (R1 +R2) =0 3-6 + I (12) = 0
I=3/12I=0.25A(berarti
arah arus listrik benar)
b). Tegangan antara a dan b:
Vab =- + IR
a
= -6 + 0,25 . 4
= -5 v
4
b
+i
Atau bisa juga
a

6
Vab = - -IR
= -3 - 0,25 . 8
=-3 - 2
= -5v

3
8

b
Info : Jika titik B di groundkan /dihubungkan dg tanah shg Vb=0
Vab= Va -Vb = -5
Va- 0 = -5
b
Va= -5 volt
3. Rangkaian Hambatan Listrik
a. Rangkaian Hambatan Seri
Jika hambatan-hambatan listrik dirangkai seri,kuat arus listrik
yang melalui tiap-tiap hambatan sama besar,tetapi tegangan
masing-masing hambatan berbeda.
R1
R2
R3
a
b
Rab= R1 +R2 +R3
Iab = I1=I2=I3 Vab= V1 +V2 +V3
Vab= Iab .Rab
V1= I1 .R1
V2= I2 .R2

V3= I3 .R3

b. Rangkaian Hambatan Paralel


Pada rangkaian parallel,beda potensial setiap hambatan adalah
sama,tetapi kuat arus pada masing-masing hambatan berbeda.
R1
a
R2
b
R3
1= 1 + 1 + 1
Rab R1 R2 R3
Vab = V1 =V2 = V3 . Iab = I1 +I2 +I3
Vab= Iab .Rab
V1= I1 .R1
V2= I2 .R2

V3= I3 .R3

Contoh:
Hitung hambatan pengganti dari rangkaian berikut ini :
a)
R1=2 R2=5 R3=10 R4=2
R5=5
b)
R1=4

R2=4

R1=2

R2=5

R3=4

R4=4

R5=4

c)
d)

R1=2
R2=5
R3=10
R4=2
R5=5

e)

f)

Masing-masing hambatan =4 ohm

R1= 2
R2= 5

Solusi :
a) Rs = R1 +R2+R3 +R4+R5=24
b) Rs =nR = 5.4 =20
c) Rs=R1+R2 =2+5= 7

d) 1 = 1 + 1 + 1 + 1 + 1
Rp R1 R2 R3 R4 R5
1=1+1+1+1+1
= 15
Rp 2 5 10 2 5
10
Rp = 2/3
e) Rp=R
Rp = 4
n
5
f) Rp = R1 . R2 Rp = 10
R1 + R2
7
4. Rangkaian Jembatan Wheatstone
Rx adalah hambatan yang akan diukur besarnya.
R1 adalah hambatan yang besarnya dapat diubah-ubah
Sehingga dpt diatur agar arus pada galvanometer =0
Jadi Rx dan R1 seri, juga R3 dan R2.
b
I1
I1
Rx
R1
a

Galvanometer

I2
R3

R2
I2
d

Vab=Vad
dan
Vbc =Vdc
I1.Rx=I2. R3
I1.R1=I2. R2
I1 = R 3
I1 = R2
I2 Rx
I2 R 1
R3 = R2
Rx R1
R1.R3 =R2.Rx
Rx = R1.R3
R2
Untuk menentukan besarnya hambatan yang belum diketahui
nilainya bisa juga dg cara bantalan hambatan.
Dengan prinsip sama dengan jembatan wheatstone:
Batang AB memiliki hambatan serta luas penampang yang sama,
arus pada galvanometer dibuat nol dengan cara menggeser kawat
pada galvanometer.
R

R. 2 =Rx. 1
Rx = R. 2
1

Rx

E. Rangkaian Listrik Majemuk


Rangkaian listrik majemuk terdiri dari 2 loop atau lebih.Untuk
menentukan besarnya arus dengan menggunakan hukum I Kirchoff dan
hukum II Kirchoff.
Contoh :
I1
I2
6
a
12V
I
4
II
6V
I3
2 I1
b I2
Tentukan kuat arus yang melalui kawat ab!
Solusi :
Loop I

+ V = 0
-12 + 6I1 +4 I3 + 2 I1 = 0
8I1+ 4 I3 = 12.. (1)
Loop II
+ V = 0
-6+ 4 I3 = 0
I3= 3/2 A = 1,5 A
(1).8 I1 + 4. 1,5 = 12
8 I1 = 6
I1 = A= 0,75 A
Cabang a dg hukum I Kirchoff:
I1 + I 2 = I 3
I2 = I3-I1 = 0,75 A
5
F. Amperemeter
dan Voltmeter DC
10 skala amperemeter atau voltmeter :
Pembacaan
0
Arus atau tegangan max = 5
55
Skala max =10
Skala tertunjuk = 5
-- 5

10

Hasil pembacaan 5/10 kali 5= 2,5

Ammeter merupakan galvanometer yang dihubungkan parallel dengan


hambatan kecil (shunt).
r
Misalnya Ig = 1 A
Ig
G
I = 10 A
I
Berarti kenaikan arusnya :
I = n . Ig
Is
Rs
n= I
Ig
I max = Ig = arus listrik pada galvanometer
Is = arus listrik pada hambatan shunt
I = arus listrik yang akan diukur
Menurut Hukum I Kirchoff :
I = Ig + Is
n V = V + V . n= 1 + 1
n Ig = V + V
r r Rs
r r Rs
r Rs
1 = n-1.Rs = r
Rs r
n-1

Voltmeter merupakan galvanometer yang dihubungkan seri dengan


hambatan besar.
Ig
r r
I
Rd
Galvanometer
10 volt
Misal Vmax galvanometer = 1 Volt ,sedang V yang akan diukur 10 Volt
Berarti terdapat kenaikan tegangan :
V= n Vmax .. Vmax = Vgalvanometer
n=V
Vg
V = Vd + Vg
n Vg = Vd + Vg
n I.r = I . Rd + I. r
n. r = Rd + r
Rd = n .r - r
Rd = (n-1) r
G. Susunan Sumber Tegangan
a) Susunan Seri
1,r1

2,r2

3,r3

gab = 1 + 2 + 3+
r gab = r1 + r2+ r3 +
Kuat arus listrik yang mengalir I = n
R+n r
b) Susunan Perelel
1,r1
2,r2
3,r3

gab = 1 = 2 = 3=.=
1 = 1 + 1 + 1 +.
rgab r1 r2 r3
Kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian
I

r
n

H. Energi Listrik dan Daya Listrik


R
I
V

Besarnya energi yang diberikan untuk memindahkan muatan pada


hambatan sebesar
W = V Q
Q= I . t
W = V I t
V=IR
2
W = I R t
V2
R

W=

W = energi (Joule)
V = tegangan (volt)
I = kuat arus listrik (A)
R = hambatan (ohm)
t = waktu (sekon)
Besarnya energi listrik yang digunakan oleh suatu alat setiap waktu disebut
daya listrik.
P

W
t

W = V I t
V2
R

P = V I = I2 R =

P = Daya listrik (watt)


Contoh Soal
1.
1,r1

1,r1
2,r2

1,r1
2,r2

Jika 1= 6 V , r1= 1 ohm


2= 9 V, r2=1,5 ohm
Besarnya I adalah .
(1,2,3,4,5,)A

R= 7,5 ohm
2. Energi listrik yang dihasilkan oleh sebuah lampu yang memiliki hambatan
3 ohm ketika dialiri arus listrik selama 1 menit adalah 720 J. Kuat rus
listrik yang mengalir melalui lampu tersebut adalah (2,4,6,8,10 )A
3.

I1
8 ohm
I2 24 ohm
12 Volt

Dari rangkaian tersebut besar arus I 1 dan I2


adalah . (1 A dan 1 A,
1,5 A dan 0,5 A
1,2 A dan 0,8 A, 0,5 A dan 1,5 A
0,8 A dan 1,2 A)

12 Volt

,1 ohm

4.

Ggl deri elemen pada rangkaian listrik di samping adalah .


(2,7 ; 5;9;11;24 )V

3A
7 ohm

5.

9 V;0,5 ohm

4 ohm

Bumi

4 V;0,5 ohm

(-5,3 ;-4,5 ;4,5 ;5 ;5,3 )Volt

Dari rangkaian arus searah spt gb berikut besarnya tegangan di A adalah .


(-5,3 ;-4,5 ;4,5 ;5 ;5,3 )Volt

6.Sebuah ammeter terdiri dari galvanometer yang dapat dilalui arus listrik
maksimum 1 mA dengan resistansi 2 ohm dan dirangkai paralel dengan
resistor sebesar 0,0002 ohm. Dengan demikian ammeter dapat digunakan
untuk mengukur arus listrik sampai .
(10 ;10,001 ; 10,01 ;10,1 ; 11 ) ampere
7. Sebuah amperemeter mempunyai hambatan dalam r.Agar batas ukur
ampermeter tersebut menjadi n kali semula , maka hambatan harus
dipasang .
a. (n-1) r paralel dengan amperemeter
b. r/(n-1) paralel dengan amperemeter
c. (r-1) paralel dengan amperemeter
d. (n-1) seri dengan amperemeter
e. r/(n-1) seri dengan amperemeter
8. Sebuah voltmeter mempunyai hambatan dalam r. Agar batasukur
voltmeter tersebut menjadi n kali semula , maka hambatan harus dipasang .
a. (n-1) r paralel dengan voltmeter
b. r/(n-1) paralel dengan voltmeter
c. (r-1) paralel dengan voltmeter
d. (n-1) seri dengan voltmeter
e. r/(n-1) seri dengan voltmeter
9.Sebuah pemanas mempunyai hambatan 300 ohm dipasang pada tegangan
220 volt. Energi yang digunakan pemanas tersebut selama 10 menit adalah...
(3,68 ;3,86 ;6,98 ; 8,69 ;9,68 ) 104 J
10. Sebuah rumah menggunakan jala-jala listrik bertegangan 110 v. Apabila
lampu 110 W, 220 V dipasang pada rumah tersebut maka daya lampu itu
sebesar .
(50, 55, 100, 200, 400) watt
11.Sebuah lampu mempunyai spesifikasi 100W,220 V, hambatan pada lampu
tersebut sebesar .
(484, 242, 220, 121, 110 )ohm
12.Dua buah lampu masing-masing sebesar 25 W 220V dan 10 W 220 V
disusun seri dan dipasang pada tegangan 220 V. Daya yang terpakai pada
rangkaian tersebut sebesar .
(135, 125, 25, 6,7 ;5) watt
13. Dua buah lampu masing-masing sebesar 60 W 220V dan 40 W 220 V
disusun paralel dan dipasang pada tegangan 220 V. Daya yang terpakai pada
rangkaian tersebut sebesar .
(24; 40; 60; 80; 100) watt
14.Sebuah rumah menggunakan 5 lampu masing-masing sebesar 60 W 220V
dan sebuah lemari es 200 W 220V. Lampu-lampu tersebut menyala selama
10 jam tiap hari dan lemari es dihidupkan terus menerus setiap hari. Apabila
tiap kwh tarifnya Rp 50,- ,rekening yang dibayar selama 30 hari sebesar .
(12 000; 11 700; 11 400; 11 300; 11 000) rupiah

15. An ammeter with internal resistance 1 ohm has the maximum measuring
limit 10A. If we want to upgrade the maximum measuring limit to 50 A,then
the instrument must be given .
(parallel resistor 0,25 ohm; parallel resistor 0,20 ohm; series resistor 4
ohm;
series resistor 5 ohm; series resistor 6 ohm)
16. A galvanometer has resistance 50 ohm and the maximum deflexion if
passed by current 0,01 A. So that it can be used to measure voltage up to
100 volt, then must be set .
(series resistor 9950 ohm ; series resistor 5000 ohm; branched resistor
9950 ohm; branched resistor 5000 ohm; series and branched resistor
2500 ohm)