Anda di halaman 1dari 193

Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi

Bagaimana meneliti & menulis tesis

Oleh:

Mudrajad Kuncoro,
Ph.D.

Bab 1

Penelitian Ilmiah
Aplikasi secara formal dan sistematis dari metode
ilmiah untuk mempelajari dan menjawab
permasalahan
Tujuannya
Untuk membuat penjelasan, menyusun prediksi, serta
mengendalikan fenomena yang terjadi di dalam suatu
batasan yang ditentukan

Karakteristik metode ilmiah


Kritis dan analisis: Mendorong suatu kepastian dan proses
penyelidikan untuk mengidentifikasi masalah dan metode
untuk mendapatkan solusinya
Logis: Merujuk pada metode argumentasi ilmiah. Kesimpulan
secara rasional diturunkan dari bukti-bukti yang ada.
Objektif: Hasil yang diperoleh ilmuwan yang lain akan sama
apabila studi yang sama dilakukan pada kondisi yang sama.
Konseptual dan teoritis: Ilmu pengetahuan mengandung arti
pengembangan struktur konsep dan teoritis untuk menuntun
dan mengarahkan upaya penelitian.
Empiris: Bersandar pada realitas.
Sistematis: Memiliki prosedur yang cermat dan mengikuti
aturan tertentu yang baku

Pola silogisma yang digunakan

Deduktif
Penarikan kesimpulan untuk hal spesifik
dari gejala umum
Induktif
Penarikan kesimpulan berdasarkan
keadaan spesifik untuk hal yang umum

Aplikasi Metode Ilmiah dalam bisnis


Penelitian bisnis merupakan penyelidikan
secara sistematis dan kritis tentang fenomena
empiris yang dikendalikan oleh peneliti.
Kejelasan dari lingkup fenomena yang diteliti
berkaitan dengan pengambilan keputusan
manajerial

Bab 2

Klasifikasi menurut tujuan


Penelitian murni: meliputi pengembangan ilmu pengetahuan
Penelitian terapan: menyangkut aplikasi teori untuk memecahkan
permasalahan tertentu. Ada 3 macam contoh:
Penelitian Evaluasi: Penelitian yang diharapkan dapat
memberikan masukan atau mendukung pengambilan
keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih alternatif
tindakan
Penelitian dan pengembangan: Penelitian yang
bertujuan untuk mengembangkan produk sehingga
produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih tinggi
Penelitian tindakan: Penelitian yang dilakukan untuk
segera dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan
masalah yang ada

Klasifikasi penelitian menurut metode


Penelitian Historis: Kegiatan penyelidikan, pemahaman, dan
penjelasan keadaan yang telah lalu
Penelitian deskriptif: Pengumpulan data untuk diuji hipotesis atau
menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek
penelitian
Penelitian Korelasional: Penelitian yang bertujuan menentukan
apakah terdapat asosiasi antara dua variabel atau lebih, serta
seberapa jauh korelasi yang ada di antara variabel yang diteliti

Penelitian Kausal Komparatif dan Eksperimental: Penelitian yang


menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dengan
variabel terikat, disamping mengukur kekuatan hubungannya

Pohon keputusan untuk memilih metode penelitian

Pengambilan keputusan dalam perusahaan dapat


di klasifikasikan menjadi 3 macam:
Keputusan strategis: Keputusan yang
menentukan arah kegiatan perusahaan jangka
panjang
Keputusan taktis: Implementasi dari keputusan
strategis
Keputusan teknis: Keputusan untuk kegiatan
rutin sehari-hari, berhubungan dengan
pengendalian untuk kegiatan tertentu

Proses pengambilan keputusan

Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan

1. Penemuan dan perumusan masalah


Permasalahan yang ada perlu dipahami
dan dirumuskan dengan baik agar tidak
menimbulkan keputusan yang keliru

Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan

2. Pemilihan model
Model adalah abstraksi dari realitas dunia nyata; dalam ilmu ekonomi,
model ekonomi didefinisikan sebagai statu konstruksi teoritis atau
kerangka analisis ekonomi yang terdiri dari himpunan konsep, definisi,
anggapan, persamaan, kesamaan (identitas), dan ketidaksamaan dari
mana kesimpulan akan diturunkan. Hal yang terkait di dalamnya
adalah variabel ( jumlah terukur yang dapat bervariasi atau mudah
berubah)

Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan

Variabel
Variabel dependen: identik dengan variabel
terikat, yang dijelaskan, atau dependent
variable
Variabel independen: identik dengan variabel bebas,
penjelas yang biasanya dianggap sebagai
variabelprediktor atau penyebab karena memprediksi
atau menyebabkan variabel dependen

Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan (2.3)

Dalam ilmu ekonomi, terdapat variabel ekonomi yang dapat dibedakan


menjadi:
Variabel endogin: variabel yang menjadi pusat perhatian si
pembuat model, atau variabel yang ditentukan di dalam model
dan ingin diamati variasinya
Variabel eksogin: variabel yang dianggap ditentukan di luar
sistem (model) dan diharapkan mampu menjelaskan variasi
variabel endogin
Variabel kelambanan: variabel dengan unsur lag, yang
umumnya digunakan untuk data runtut waktu

Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan

Pengumpulan data
Kelengkapan data mempengaruhi kualitas analisis,
oleh karenanya akan berdampak kepada ketepatan
keputusan yang akan diambil
Analisis data
Dari data yang terkumpul dapat dilakukan analisis
data, yang tidak tertutup kemungkinan akan
ditemukannya permasalahan yang baru sehingga
diperlukan data baru

Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan

Evaluasi alternatif
Dari berbagai alternatif keputusan yang dihasilkan melalui proses
analisis data, masing-masing perlu dievaluasi berdasar kriteria yang
ditentukan oleh manajemen. Dengan itu maka akan diperoleh daftar
urutan alternatif dimulai dari keputusan yang paling layak diambil oleh
perusahaan

Pengambilan keputusan
Meskipun daftar urutan alternatif telah disusun, pengkajian penerapan
masing-masing alternatif perlu dilakukan

Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan
Meskipun daftar urutan alternatif telah disusun, pengkajian
penerapan masing-masing alternatif perlu dilakukan

Peran penelitian dalam pengambilan


keputusan

Bab 3

Identifikasi topik penelitian


Pada umumnya, identifikasi masalah
dilakukan dari permasalah umum yang
berhubungan dengan keahlian yang dipunyai
dan menarik untuk dipecahkan. Kemudian
diambil suatu permasalahan yang spesifik
dan lebih memungkinkan untuk diteliti

Sumber permasalahan
Ada dua sumber permasalahan yang dapat dipergunakan
untuk penelitian, yaitu:
Literatur atau bahan bacaan yang berhubungan dengan
minat dan pengetahuan peneliti, dan
Pengalaman pribadi yang merupakan permasalahan

Identifikasi masalah
Identifikasi permasalahan yang diturunkan dari teori
membawa beberapa keuntungan, yaitu:
Peneliti sudah mempelajari teori aplikasinya yang terkait
untuk menjawab persoalan yang ada.
Formulasi hipotesis pada umumnya akan menjadi lebih
mudah dan jelas, karena mempunyai hubungan yang erat
dengan teori.
Hasil penelitian akan memberikan kontribusi terhadap teori
yang dijadikan dasar untuk perumusan masalah

Karakteristik permasalahan
Permasalahan yang baik sebenarnya adalah permasalahan yang
dirasakan baik oleh peneliti dalam empat macam hal berikut:
1. Peneliti mempunyai keahlian dalam bidang tersebut;
2. Tingkat kemampuan peneliti sesuai dengan tingkat kemampuan yang
diperlukan untuk memecahkan permasalahan yang ada;
3. Peneliti mempunyai sumber daya yang dibutuhkan;
4. Peneliti telah mempertimbangkan kendala waktu, dana, dan berbagai
kendala lain dalam pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan


permasalahan (1)

Kegunaan penelitian: Penelitian hanya dilakukan untuk


penyelesaian masalah yang mempunyai manfaat lebih
besar daripada biayanya
Prioritas: Tidak semua permasalahan perlu diteliti pada
saat yang bersamaan, yang perlu dilakukan adalah
menyusun prioritas berdasarkan tingkat kepentingannya

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan


permasalahan (2)
Kendala waktu dan Dana: Tidak jarang penelitian yang sebenarnya
diperlukan perusahaan tidak jadi dilakukan karena kendala dana dan
waktu untuk mendukung penelitian tersebut.
Dapat diselidiki: Ada dua hal yang ada hubungannya dengan dapat
dan tidaknya suatu permasalahan untuk diselidiki, yaitu:
masalah tersebut secara teoritis tidak dapat diselidiki atau belum
terdapat teori dasar untuk penyelidikan sehingga baru pada saat nanti
ada kemungkinan penyelidikan
permasalahan tersebut secara teoritis dapat diselidiki, namun
karena pertimbangan tertentu tidak diijinkan untuk diselidiki oleh
aparat yang berwenang

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan


permasalahan (3)

Kemampuan peneliti: Ketertarikan pada suatu


permasalahan dan kemudian melakukan penelitian bukan
langkah yang bijaksana. Ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan, yakni: Kendala waktu dan anggaran,
tersedianya data yang diperlukan, dan tingkat keahlian
peneliti

Tinjauan pustaka atau survei literatur


Langkah ini meliputi identifikasi, lokasi, dan
analisis dari dokumen yang berisi informasi yang
berhubungan dengan permasalahan penelitian
secara sistematis
Dokumen ini meliputi jurnal, abstrak, tinjauan,
buku, data statistik, dan laporan penelitian
yang relevan

Perumusan masalah (1)


Karakteristik perumusan masalah yang baik adalah
sebagai berikut:
Menunjukkan variabel yang menarik peneliti dan
hubungan deskriptif, dimana permasalahan secara
sederhana diugkapkan dalam suatu pertanyaan yang harus
dijawab. Akan tetapi, bagian terpenting dari suatu penelitian
adalah hubungan antar variabel.

Perumusan masalah (2)

Menyusun definisi dari semua variabel yang relevan,


baik secara langsung maupun operasional. Definisi
operasional ini harus jelas dan spesifik sehingga tidak
menimbulkan perbedaan penafsiran yang pada akhirnya
akan mengganggu penelitian.

Bab 4

Kerangka teoritis
Suatu model yang menerangkan bagaimana
hubungan suatu teori dengan faktor-faktor penting
yang telah diketahui dalam suatu masalah tertentu

Teori
Kumpulan proposisi umum yang saling
berkaitan dan digunakan untuk menjelaskan
hubungan yang timbul antara beberapa
variabel yang diobservasinya

Setiap teori selalu didasarkan pada:


Konsep: sejumlah pengertian atau karakteristik yang
dikaitkan dengan peristiwa, objek, kondisi, situasi, dan perilaku
tertentu.
Konstruk: jenis konsep tertentu yang berada dalam tingkatan
abstaraksi yang lebih tinggi daripada konsep dan diciptakan
untuk tujuan teoritis tertentu.
Proposisi: pernyataan yang berkaitan dengan hubungan
antara konsep-konsep yang ada dan pernyataan dari
hubungan universal antara kerjadian-kejadian yang memiliki
karakteristik tertentu

Variabel
Sesuatu yang dapat membedakan atau
mengubah nilai

Variabel secara konsep (1)


Secara konsep, variabel dapat dibedakan menjadi:
Variabel dependens: variabel yang menjadi perhatian
utama dalam sebuah pengamatan
Variabel independen: variabel yang dapat
mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen dan
mempunyai hubungan yang positif atau pun yang negatif
bagi variabel dependen nantinya.

Variabel secara konsep (2)


Moderating variable: variabel yang mempunyai dampak
kontijensi (contingent effect) yang kuat pada hubungan
variabel independen dan variabel dependen
Intervening variable: faktor yang secara teori
berpengaruh pada fenomena yang diamati tetapi tidak
dapat dilihat, diukur, atau dimanipulasi, namun
dampakanya dapat disimpulkan berdasarkan variabel
independen dan moderating terhadap fenomena yang
diamati

Hubungan antar Variabel

Kerangka teoritis
Pondasi utama dimana sepenuhnya
proyek penelitian itu ditujukan

Faktor yang memberikan peranan penting yang harus


dipenuhi dalam membangun kerangka teoritis: (1)

1. Variabel yang relevan harus dapat dijelaskan dan


disebutkan dalam diskusi.
2. Diskusi haruslah dapat mewujudkan bagaimana dua
atau lebih variabel itu berhubungan satu sama lain.
3. Jika jenis dan arah hubungan tadi dapat diterima
secara teori berdasarkan atas penelitian sebelumnya,
maka harus ada indikasi pada diskusi apakah
hubungan tadi bersifat positif atau negatif

Faktor yang memberikan peranan penting yang harus


dipenuhi dalam membangun kerangka teoritis: (2)
4. Harus ada penjelasan secara jelas kenapa kita akan
mengharapkan hubungan tersebut terus bertahan.
5. Skema diagram yang menjelaskan kerangka teoritis
harus dapat diperlihatkan sehingga pembaca dapat
melihat dengan mudah dan memahami bagaimana
hubungan antar variabel secara teoritis

Hipotesis:
Suatu penjelasan sementara tentang
perilaku, fenomena, atau keadaan tertentu
yang telah terjadi atau akan terjadi

Karakteristik hipotesis yang baik


Konsisten dengan penelitian sebelumnya
Penjelasan yang masuk akal
Perkiraan yang tepat dan terukur
Dapat diuji

Klasifikasi Hipotesis (1)


A. Bagaimana hipotesis tersebut diperoleh
(diturunkan)
Induktif: menyusun generalisasi berdasarkan
observasi
Deduktif: menggunakan perluasan logika dari
penemuan-penemuan yang telah ada, atau
didasarkan pada hal-hal yang bersifat umum yang
telah diterima kebenarannya

Klasifikasi Hipotesis (2)


B. Bagaimana hipotesis dinyatakan
1. Hipotesis statistik: hipotesis nol (Ho) dan hipotesis
alternative (Ha)
Hipotesis nol menyatakan bahwa tidak ada
hubungan atau perbedaan di antara kedua
variabel, dan jika terdapat hubungan atau
perbedaan hdala karena kebetulan semata

Klasifikasi Hipotesis (3)


2. Hipotesis penelitian menyatakan perkiraan hubungan
atau perbedaan antara dua variabel
Dapat berupa:
Non-Directional ( hipotesis tanpa arah): hanya
menyatakan bahwa terdapat hubungan atau perbedaan di
antara dua variable.
Directional (hipotesis yang mengarahkan): menunjukkan
sifat dari hubungan atau perbedaan di antara dua variabel

Hipotesis yang baik adalah hipotesis yang dinyatakan


dengan jelas dan ringkas, menyatakan hubungan antara dua
variabel, dan menjelaskan variabel tersebut dalam
terminologi operasional yang terukur
Uji hipotesis merupakan bagian yang sangat penting di
dalam penelitian. Untuk itu, maka peneliti harus menentukan
sampel, mengukur instrumen, desain, dan mengikuti
prosedur yang akan menuntun dalam pencarian data yang
diperlukan

m
s
e
s
o
r
P

a
p
a
d
en

n
a
tk

ilm

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam


menyusun perencanaan penelitian:

Etika penelitian
Kendala Hukum
Pelatihan asisten penelitian

Etika
Norma atau standar perilaku yang memandu pilihan
moral mengenai hubungan kita dengan orang lain

Etika penelitian ini berkaitan erat dengan hak-hak dari


berbagai pihak seperti masyarakat, subjek, klien, dan
peneliti

Hak masyarakat:
memperoleh informasi hasil penelitian
yang penting,
mengharap hasil penelitian yang objektif,
kebebasan pribadi

Hak subjek penelitian:


Semua subjek penelitian seharusnya mengetahui
dan sadar bahwa ia mempunyai hak untuk tidak
berpartisipasi dalam penelitian,
Semua individu harus diberi informasi dan
penjelasan yang cukup untuk menentukan apakah
ia akan berpartisipasi ataukah tidak,
Subjek penelitian tidak dapat dan tidak boleh
dipaksa untuk berpartisipasi kepada penelitian.

Hak klien:
Hak atas kerahasiaan
Hak untuk mengharapkan penelitian yang
berkualitas tinggi
Hak peneliti:
Hak untuk mengharap perilaku etis dari klien
Hak untuk mengharap perilaku etis dari subjek
penelitian

Kendala hukum
Setiap penelitian tidak boleh bertentangan dengan
hukum yang berlaku

Tanggung jawab asisten penelitian


Tanggung jawab asisten penelitian harus dijelaskan baik
dengan lisan maupun tertulis

Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam


perencanaan penelitian (1)

1. Jenis penelitian berkaitan dengan tingkatannya:

Eksploratif: diprelukan untuk mendapatkan pemahaman


yang lebih dalam mengenai fenomena yang diteliti.
Deskriptif: dilakukan agar peneliti dapat menggambarkan
dengan lebih baik sifat-sifat yang diketahui keberadaannya
yang relevean dengan variabel-variabel yang diteliti.
Pengujian hipotesis: dilakukan agar peneliti dapat
menjelaskan apabila manajer pemasaran ingin mengetahui
penjualan akan meningkat jika ia melipatgandakan dana iklan

Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam


perencanaan penelitian (2)
2. Metode pengumpulan data. Hal ini dilakukan untuk
membedakan antar proses-proses pemantauan dan survei
3. Tujuan penelitian. Ada 3 tujuan penelitian:
Studi kausal yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan
sebab-akibat
Studi korelasional yang bertujuan untuk
mengidentifikasikan adanya hubungan antara variabel
yang diteliti
Studi deskriptif yang bertujuan untuk mencari tahu tentang
siapa, apa, dimana, bilamana dan berapa banyak

Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam


perencanaan penelitian (3)
4. Pengendalian variabel-variabel oleh peneliti. Hal ini
berkaitan erat dengan tujuan penelitian
5. Dimensi waktu. Ada dua, yaitu:
1. Studi silang tempat (cross-sectional): dilaksanakan satu kali dan
mencerminkan potret dari suatu keadaan pada suatu saat
tertentu
2. Studi data berkala: dilakukan berulang-ulang dalam jangka
waktu tertentu

Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam


perencanaan penelitian (4)
6. Ruang lingkup topik pembahasan. Ada dua, yaitu:
1. Studi statistik: berusaha mengetahui ciri-ciri
populasi melalui penarikan kesimpulan secara
inferensi berdasarkan ciri-ciri sampel.
2. Studi kasus: lebih menekankan pada analisis
konteks secara penuh berdasarkan peristiwa
atau kondisi yang lebih sedikit dan hubungannya
antara satu dengan yang lain.

Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam


perencanaan penelitian (5)
7. Lingkungan penelitian. Ada dua, yaitu:
Lapangan
Laboratorium
8. Unit analisis. Berkaitan dengan subjek penelitian
9. Persepsi subjek. Persepsi subjek akan
mempengaruhi hasil penelitian secara langsung
maupun tidak

Jenis penelitian ada dua:


1. Eksploratif (exploratory research): jenis penelitian
yang paling sesuai untuk situasi di mana tujuan
penelitian bersifat umum
2. Konklusif (conclusive research): sesuai untuk
situasi di mana tujuan penelitian sudah spesifik
dan data yang dibutuhkan sudah jelas

Penelitian Eksploratif
Dapat dilakukan dengan empat prosedur
Teknik Informan Kunci (Key-informant Technique): dilakukan dengan cara
mencari dan mewawancarai beberapa orang ahli atau informan kunci di
bidang yang berhubungan dengan stuasi yang akan diteliti
Focus Group Interview atau Focus Group Discussion: dilakukan dengan
membuat forum diskusi yang biasanya terdiri dari 8 sampai 12 orang dan
dimoderasi oleh seorang moderator yang sudah terlatih dengan baik.
Analisis Data Sekunder (Secondary-data Analysis): mengumpulkan data dari
data yang sudah ada atau sudah dipublikasikan.
Metode Studi Kasus (Case Study Method): pengujian yang mendalam
terhadap unit yang berkepentinga

Penelitian Konklusif (Conclusive Research) atau


Confirmatory Research
Penelitian yang bertujuan untuk menguji atau
membuktikan sesuatu dan untuk membantu peneliti
dalam memilih tndakan khusus selanjutnya
Menurut tujuannya, dapat dibedakan menjadi dua:
Deskriptif (Descriptive Study) dan Eksperimental
(Experimental Study)

Tabel Jenis Penelitian

Bab 6

Proposal penelitian
Usul penelitian yang diajukan oleh seseorang atau suatu
badan/ perusahaan/ organisasi untuk menghasilkan suatu
output tertentu atau memberikan jasa penelitian kepada
sponsor/ pendukung

Tujuan dari proposal


1. Untuk merumuskan masalah apa yang akan diteliti dan
mengapa masalah tersebut penting
2. Untuk mengkaji upaya penelitian-penelitian lain yang
telah dilakukan penelitian dalam masalah serupa
3. Untuk menguraikan jenis data yang diperlukan dalam
penyelesaian masalah dan bagaimana metode
pemgumpulan data, pengolahan data, dan
menganalisisnya

Menurut jenisnya, proposal penelitian dapat


dibedakan menjadi:
Internal
Eksternal: pesanan dan bukan pesanan

Tabel Jenis Proposal

Manfaat Proposal (1)


Bagi Peneliti: (1)
Persamaan persepsi permasalahan: persamaan persepsi
permasalahan antara manajer dan peneliti merupakan hal yang
sangat penting sebelum penelitian dijalankan.
Orientasi penelitian keseluruhan: penulisan proposal penelitian
membuat peneliti harus berfikir secara kritis tentang seluruh aspek
penelitian sebelum penelitian dilaksanakan.
Pedoman pelaksanaan penelitian: pedoman penelitian yang telah
distujui dapat digunakan sebagai peedoman pelaksanaan penelitian.
Kejelasan kegiatan penelitian: dengan menggunakan proposal
yang baik, maka kegiatan penelitian yang akan dilakuakn menjadi
lebih jelas.

Manfaat Proposal (2)


Bagi Peneliti: (2)
Kemudahan evaluasi penelitian: proposal yang baik akan
memudahkan evaluasi penelitian yang diusulkan bagi peneliti maupun
pihak lain yang terkait.
Proteksi pelaksanaan penelitian: proposal yang sudah disusun dan
disetujui oleh berbagai pihak yang terkait dapat menjadi pelindung
peneliti dari permintaan perubahan kegiatan penelitian.
Persetujuan peneliti dan manajer: dari proposal yang telah disetujui,
dapat diketahui batasan sejauh mana informasi yang akan diperoleh
manajer

Manfaat Proposal (3)


Bagi Manajer: (1)
Jaminan kualitas peneliti: proposal dapat menjadi jaminan
bahwa peneliti sudah mengetahui dengan benar tentang
masalah yang dihadapi manajer dalam perusahaan.
Persetujuan metode penelitian: jika manajer tidak
sependapat dengan metode penelitian, maka manajer dapat
memberikan saran kepada peneliti tentang metode dan teknik
yang lebih tepat untuk dipergunakan dalam penelitian.

Manfaat Proposal (4)


Bagi Manajer: (2)
Kendali penelitian: proposal dapat digunakan sebagai kendali
pelaksanaan penelitian, sehingga manajer akan dapat
memperoleh hasil penelitian den menggunakan metode dan
teknik sesuai dengan yang tertulis di proposal.
Prioritas penelitian: proposal akan membantu manajemen
dalam melakukan penyusunan nilai relatif dari masing-masing
usulan penelitian sehingga dapat disusun preferensi
penelitian.
Penilaian informasi: nilai informasi yang disebutkan dalam
proposal akan membantu dalam penyusunan anggaran
penelitian

Struktur proposal penelitian (1)


1. Halaman judul: Judul penelitian sebaiknya disusun
ringkas-padat dan menarik
2. Ringkasan eksekutif (Executive summary): Salah satu
bentuk lain dari usulan penelitian yang disajikan secara
singkat dan padat, sehingga memungkinkan bagi para
sponsor untuk mengetahui maksud dari tujuan secara
cepat dan tepat.
3. Latar belakang: Uraian singkat mengenai lingkungan di
seputar masalah yang akan diteliti.

Struktur proposal penelitian (1)


4. Rumusan masalah: Bagian ini harus diperhatikan agar
suatu permsalah dapat diuraikan dengan baik, sehingga
dapat ditangkap dan dimengerti oleh pembaca dengan
jelas.
5. Tujuan penelitian: Bagian ini menjabarkan secara jelas
apa saja yang akan direncanakan untuk dilakukan dalam
usulan penelitian.
6. Studi pustaka: Bagian ini melihat kembali semua
penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya ataupun
yang sedang dilakukan, yang memiliki hubungan dengan
penelitian yang akan dilakukan

Struktur proposal penelitian (1)


7. Manfaat penelitian: Penekanan pentingnya dilakukan
penelitian ini dapat dijabarkan dalam bagian ini.
8. Desain penelitian: Bagian ini menggambarkan apa yang
akan dilakukan oleh peneliti dalam terminologi teknis.
9. Analisis data: Dalam bagian ini perlu dijabarkan
mengenai metode yang direncanakan dan dasar teoritis
untuk memakai teori tersebut.
10.Bentuk laporan: Format laporan yang akan ditampilkan
sebagai bentuk akhir penyampaian hasil penelitian perlu
dijelaskan dalam usulan penelitian ini

Struktur proposal penelitian (1)


11. Kualifikasi penelitian: Latar belakang peneliti.
12.Anggaran: Bagian ini sangat diperlukan dalam rangka
pendanaan penelitian.
13.Jadwal: Bagian ini dibuat untuk memperlihatkan gambaran
mengenai kapan dan berapa lama jangka waktu yang
diperlukan untuk melaksanakan setiap langkah dalam
penelitian.
14.Daftar pustaka: Semua kegiatan penelitian memerlukan
refernsi atau kepustakaan dari banyak sumber.
15.Lampiran: Ditujukan untuk memuat hal-hal yang perlu
dijelaskan dalam penelitian

Faktor yang perlu diperhatikan agar suatu proposal dapat


mendapat perhatian sponsor
Proposal harus ditampilkan secara rapi,
terstruktur, terorganisasi.
Topik utama dari proposal dapat ditemukan dan
dipahami dengan cepat dan mudah

Untuk pengembangan setiap proposal, perlu dilakukan


evaluasi secara baik dengan evaluasi sebagai berikut:

Bab 7

Terminologi yang sering digunakan: (1)


Elemen: Unit dimana data yang diperlukan akan
dikumpulkan
Populasi: Kelompok elemen yang lengkap, di mana kita
tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek
penelitian
Unit pengambilan sampel: Sekelompok elemen yang tidak
tumpang tindih dengan populasi
Kerangka sampel: Representasi fisik dari objek, individu,
kelompok, yang sangat penting dalam penentuan sampel
Sampel: himpunan bagian (subset) dari unit populasi

Terminologi yang sering digunakan: (2)


Parameter: Ringkasan variabel dalam populasi
Statistik: Ringkasan dalam sampel
Kesalahan sampel: kesalahan prosedur dan kesalahan
penggunaan statistik untuk estimasi parameter
Efisiensi statistik: Ukuran perbandingan dari desain
sampel dengan besar sampel yang sama, yang
menghasilkan standar kesalahan yang lebih kecil
Perencanaan sampel: Spesifikasi formal dari metode dan
prosedur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi
sampel yag dipilih dalam penelitian

Alasan pemilihan sampel:


Kendala sumberdaya: kendala waktu, dana, dan sumber
daya lain yang terbatas jumlahnya
Ketepatan: melalui pemilihan desain sampel yang baik,
peneliti akan memperoleh data yang akurat, dengan
tingkat kesalahan yang relatif rendah.
Pengukuran destruktif: kadang-kadang pengukuran yang
dilakukan merupakan pengukuran destruktif

Karakteristik sampel yang baik meliputi: (1)


Sampel yang baik memungkinkan peneliti untuk
mengambil keputusan yang berhubungan dengan
besaran sampel untuk memperoleh jawaban yang
dikehendaki.
Sampel yang baik mengidentifikasikan probabilitas dari
setiap unit analisis untuk menjadi sampel.

Karakteristik sampel yang baik meliputi: (2)


Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung
akurasi dan pengaruh (misalnya kesalahan) dalam
pemilihan sampel daripada harus melakukan sensus.
Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung
derajat kepercayaan yang diterapkan dalam estimasi
populasi yang disusun dari sampel statistika

Kesalahan yang biasa terjadi:


Sampling Frame Error: Kesalahan yang terjadi bila elemen
sampel tertentu tidak diperhitungkan, atau bila seluruh
populasi tidk diwakili secara tepat oleh kerangka sampel.
Random Sampling Error: Kesalahan akibat adanya
perbedaan antara hasil sampel dan hasil sensus yang
dilakukan dengan prosedur yang sama.
Nonresponse Error: Kesalahan akibat perbedaan statistik
antara survei yang hanya memasukkan mereka yang
merespon dan juga mereka yang gagal (tidak) merespon

Ilustrasi jenis kesalahan yang biasa terjadi

Proses pemilihan sampel meliputi:


Penentuan Populasi: Pemilihan suatu keompok dari
elemen penelitian, dimana elemen adalah unit terkecil
yang merupakan sumber dari data yang diperlukan.
Penentuan Unit Pemilihan Sampel: kelompok elemen.
Penentuan Kerangka Pemilihan Sampel: daftar elemen
dari setiap unit pemilihan sampel.
Penentuan Desain Sampel: metode untuk memilih sampel
dari populasi yang ada
Penentuan Jumlah Sampel
Pemilihan Sampel

Ilustrasi
Tahap pemilihan
Sampel

Zikmund (2000: 389) mengusulkan formula perhitungan


sampel sebagai berikut

Dimana n = jumlah sampel, Z = nilai yang sudah


distandarisasi dengan derajat keyakinan; S = deviasi
standar sampel atau estimasi deviasi standar populasi; E =
tingkat kesalahan yang ditolerir, plus minus faktor
kesalahan

Jumlah sampel yang sesuai untuk suatu penelitian


dipengaruhi oleh: (1)
Homogenitas: Semakin homogen suatu unit pemilihan
sampel, semakin kecil jumlah penelitian yang diperlukan.
Derajat kepercayaan: Mengukur seberapa jauh peneliti
yakin dalam mengestimasi parameter populasi secara
benar.
Presisi: Mengukur kesalahan standar estimasi yang
dilakukan.

Jumlah sampel yang sesuai untuk suatu penelitian


dipengaruhi oleh: (2)
Prosedur analisis: Peneliti perlu mempertimbangkan jumlah
sampel yang diperlukan sesuai dengan model analisis yang
dipergunakan.
Kendala sumberdaya: keterbatasan waktu, dana , dan juga
sumberdaya manusia sering menjadi pembatas yang
sangat menentukan dalam penentuan jumlah sampel yang
layak

Desain sampel terdiri dari: (1)


1. Sampel Probabilitas: Setiap sampel dipilih berdasarkan
prosedur seleksi dan memiliki peluang yang sama untuk
dipilih:
Sampel random sederhana (Simple Random
Sampling)
Sampel Sistematis (Systematic Sampling)
Sampel Stratifikasi (Stratified Sampling)
Sampel Kluster (Cluster Sampling)
Sampel daerah Multitahap (Multistage Area Sampling)

Desain sampel terdiri dari: (2)


2. Sampel Nonprobabilitas
Convenience sampling
Judgement sampling
Quota Sampling
Snowball Sampling: Prosedur pengambilan sampel di
mana responden pertama dipilih dengan metode
probabilitas, dan kemudian responde selanjutnya
diperoleh dari informasi yang diberikan oleh responden
yang pertama.

Tabel diatas menunjukkan perbandingan antara Sampel


Probabilitas dan Nonprobabilitas

Bab 8

Data
Sekumpulan informasi yang diperlukan untuk
pengambilan keputusan
Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (1)
A. Data kuantitatif vs Kualitatif
1.Kuantitatif: Data yang diukur dalam suatu skala
numerik (angka). Data jenis ini dapat dibedakan
menjadi:
Data interval: data yang diukur dengan jarak di
antara dua titik pada skala yang diketahui.
Data rasio: data yang diukur secara proporsi.

Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2)


2.Kualitatif: Data yang tidak dapat diukur di dalam
skala numerik. Data jenis ini digolongkan menjadi:
Data Nominal: data yang dinyatakan dalam
bentuk kategori
Data ordinal: data yang dinyatakan dalam
bventuk kategori, namun posisi data tidak sama
derajatnya karena dinyatakan dalam skala
peringkat.

Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2)


B.Data menurut dimensi waktu
1.Data runtut waktu (time-series): data yang secara
kronologis disusun menurut waktu pada suatu variabel
tertentu. Data ini dibedakan menjadi:
Data harian
Data mingguan
Data bulanan
Data kuartalan
Data tahunan

Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2)


2.Data silang tempat (cross-section): data
yang sikumpulkan pada suatu titik waktu
3.Data pooling: kombinasi antara data runtut
waktu dan silang tempat
C. Data menurut sumber
Data internal: berasal dari dalam organisasi tersebut;
dan Data eksternal: berasal dari luar organisasi.
Data primer: data yang diperoleh dengan survei
lapangan yang menggunakan semua metode
pengumpulan data original; dan Data sekunder: data
yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul
data dan dipublikasikan kepada masyarakat

Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2)


C. Data menurut sumber
1. Data internal: berasal dari dalam organisasi
tersebut; dan Data eksternal: berasal dari luar
organisasi.
2. Data primer: data yang diperoleh dengan survei
lapangan yang menggunakan semua metode
pengumpulan data original; dan Data sekunder:
data yang telah dikumpulkan oleh lembaga
pengumpul data dan dipublikasikan kepada
masyarakat pengguna data

Dua alasan penggunaan data sekunder dalam penelitian


bisnis dan ekonomi, yaitu:
Efektivitas biaya
Penghematan waktu
Metode pencarian data sekunder dilakukan dengan cara: (1)
Pencarian data secara manual:
Data Internal: data sekunder yang sudah
tersedia di dalam perusahaan
Data eksternal: data sekunder yang berasal dari
berbagai institusi di luar perusahaan

Metode pencarian data sekunder dilakukan dengan cara: (2)


Pencarian data melalui kontak langsung
Alasannya adalah:
Penghematan waktu
Kecermatan
Kenaikan relevansi
Efektivitas biaya

Kriteria yang harus di pertimbangkan dalam evaluasi data


sekunder yaitu:
Ketepatan waktu
Relevansi
Akurasi

Metode Pengumpulan Data Primer (PDP) dibedakan


berdasarkan 3 dimensi:
Derajat kesamaran (Degree of disguise): memperhatikan
apakah tujuan studi diketahui atau tidak oleh responden
Derajat struktur: memusatkan perhatian pada formalisasi
proses pengumpulan data
Metode pengumpulan: menunjukkan cara bagaimana
data diperoleh dari unit-unit analisis dalam penelitian

PDP dibedakan menjadi: (1)


1.PDP pasif. Metode observasi yang memiliki ciri:
Mewujudkan tujuan penelitian
Dikumpulkan dan dicatat secara sistematis
Validitas dan reliabilitasnya selalu dicek dan dikontrol
2. PDP aktif. Metode PDP yang di tempuh dengan metode:
a. Wawancara personal: wawancara antar orang, yaitu
antara peneliti dengan responden yang diarahkan
oleh pewawancara untuk tujuan memperoleh
informasi yang relevan

PDP dibedakan menjadi: (2)


Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi yaitu:
Kesalahan tidak merespon: kesalahan karena
responden yang dimasukkan dalam disain
studi tidak dapat dicapai/ ditemui.
Kesalahan merespon: kesalahan yang muncul
karena terdapat perbedaan antara data yang
dilaporkan dengan nilai variabel yang sebenarnya

PDP dibedakan menjadi: (3)


Kesalahan semacam ini dapat digolongkan menjadi
empat macam, yaitu
Keanekaragaman Wawancara (Interview
Variablity): berkaitan dengan perbedaan
dalam situasi wawancara dan karakter si
pewawancara
Struktur dan Urutan pertanyaan: muncul
karena format dan urutan-urutan pertanyaan
dapat menimbulkan bias pada hasil studi.

PDP dibedakan menjadi: (5)


Persyaratan agar wawancara personal dapat
berjalan dengan baik yaitu:
1. Akses: kemampuan responden untuk
menyampaikan informasi yang ditanyakan
oleh pewawancara
2. Kepercayaan/ niat baik: pewawancara agar
membina hubungan baik dengan responden
3. Keahlian: keahlian pewawancara yang
menyebabkan hasil wawancara dapat
dipercaya, memperoleh legitimasi, dan dapat
dipertanggunjawabkan
4. Motivasi: kemauan dan hasrat pihak yang di

PDP dibedakan menjadi: (6)


b. Wawancara telepon: komunikasi antra
pewawancara dan responden dengan
menggunakan telepon sebagai alat untuk
mencapai tujuan penelitian.
c. Wawancara lewat pos: wawancara dengan
menggunakan kuesioner tertulis yang dikirim
lewat pos untuk mencapai tujuan penelitian
tertentu.
d. Wawancara lewat komputer: metode PDP

Bab 9

Tugas peneliti setelah merumuskan masalah penelitian


dan memilih desain penelitian yaitu memilih teknik
pengukuran dan mendesain instrumen penelitian

Teknik pengukuran: aturan dan prosedur yang digunakan


untuk menjembatani antara apa yang ada dalam dunia
konsep dengan apa yang terjadi di dunia nyata.
Desain Instrumen: Penyusunan instrumen pengumpulan
data untuk mendapatkan data yang dibutuhkan guna
memecahkan masalah penelitian

Tiga komponen yang dibutuhkan dalam setiap


pengukuran:
1.Kejadian empiris (empirical events)
2.Penggunaan angka (the use of numbers)
3.Sejumlah aturan pemetaan (set of mapping rules)

Proses pengukuran dapat digambarkan sebagai sederet


tahap yang saling berkaitan yang dimulai dari:
1.Mengisolasi kejadian empiris
2.Mengembangkan konsep kepentingan (concept of
interest)
3.Mendefinisikan konsep secara konstitutif dan
operasional
4.Mengembangkan skala pengukuran
5.Mengevaluasi skala berdasarkan reliabilitas dan
validitasnya
6.Penggunaan skala

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (1)
1. Validitas. Secara konseptual, validitas dibedakan ke dalam 3 jenis:
a. Validitas isi (content validity): memastikan bahwa ukuran telah cukup
memesukkan sejumlah item yang representatif dalam menyusun
sebuah konsep
b. Validitas yang berkaitan dengan kriteria (criterion-related Validity):
validitas yang berkaitan dengan kriteria ketika sebuah ukuran
membedakan indivual pada kriteria yang akan diperkirakan. Hal ini
dapat dilakukan dengan menetapkan:

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (2)
i. Concurrent Validity: terjadi jika skala yang ditetapkan dapat
membedakan individual yang telah diketahui berbeda,
sehingga skor untuk masing-masing instrumen harus
berbeda.
ii. Predictive Validity : menunjukkan kemampuan sebuah
instrumen pengukuran dalam membedakan individu dalam
c. Validitas konstruk (construct
Validity):
untuk membuktikan
kriteria masa
depan.
seberapa bagus hasil yang diperoleh dari penggunaan
ukuran sesuai dengan teori dimana pengujian dirancang.

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (3)
Hal ini dinilai dengan:
i. Convergent validity: terjadi ketika skor yang dihasilkan
oleh dua buah instrumen yang mengukur konsep yang
sama memiliki korelasi yang tinggi.
ii. Discriminant Validity:terjadi ketika berdasarkan teori, dua
buah variabel diperkirakan tidak berkorelasi.

2. Reliabilitas: konsistensi dan stabilitas dari suatu skor


(skala pengukuran). Reliabilitas mencakup dua hal utama:
a. Stabilitas ukuran: menunjukkan kemampuan sebuah
ukuran untuk tetap stabil atau tidak rentan terhadap
perubahan situasi apapun

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (4)
Terdapat dua jenis uji stabilitas:
Test-retest reliabilty: koefisien reliabilitas yang
diperoleh dari pengulangan pengukuran konsep
yang sama dalam dua kali kesempatan.
Reliabilitas bentuk pararel (paralel-form
reliability): respon dari dua pengukuran yang
sebanding dalam menyusun konstruk yang sama
memiliki korelasi yang tinggi.

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (5)
b. Konsistensi internal ukuran: indikasi homogenitas
item-item yang ada dalam ukuran yang menyusun
konstruk. Konsistensi ukuran dapat diamati melalui:
Reliabilitas konsistensi antar item: konsistensi
jawaban responden untuk semua item dalam ukuran.
Split-half reliability: korelasi antara dua bagian instrumen

Langkah awal dalam menyusun desain instrumen adalah


membuat kuesioner, yaitu daftar pertanyaan-pertanyaan yang
disusun secara tertulis.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (1)
1. Apakah pertanyaan itu perlu: hal ini untuk menghindari
kebingungan responden.
2. Bagaimana pertanyaan itu sebaiknya diajukan: hal ini
untuk menghindari perbedaan persepsi dan menghindari
pertanyaan-pertanyaan yang sensitif atau menyinggung
responden

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (2)


3. Apakah bentuk pertanyaannya terbuka atau tertutup:
pertanyaan terbuka memberikan kebebasan kepada
responden untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sesuai
jalan pikirannya dan bersifat eksploratif sehingga akan
cukup sulit untuk menganalisisnya dan juga pemberian
kode, sedangkan pertanyaan tertutup adalah sebuat
pertanyaan dimana jawabannya telah disediakan dan
dibatasi oleh peneliti; hal ini akan memudahkan peneliti
untuk melakukan analisa, pengkodean, serta lebih efisien
dalam penanganannya.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (3)


4. Bagaimana seharusnya pertanyaan itu dirumuskan:
pertanyaan sebaiknya dirumuskan semudah mungkin agar
persepsi ganda dapat dihindari.
5. Bagaimana format jawaban disusun: berkaitan dengan
berbagai pertanyaan penting seperti alternatif jawaban
dikotomi atau pilihan berganda, bagaimana pertanyaan
alternatif jawaban disusun, serta bagaimana antisipasi
terhadap jawaban tidak tahu, tidak ada jawaban, dan
jawaban netral.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (4)


Apa teknik skala yang sebaiknya digunakan Ada dua teknik
utama yang sering digunakan, yaitu:
a. Rating scales: skala penilaian dimana hal yang dievaluasi
adalah suatu dimensi orang, objek, atau fenomena pada
suatu titik dalam suatu rentang/ kategori.
Jenisnya adalah:
i. Graphic rating scales: responden menunjukkan perasaannya
dalam skala grafik.

ii. Itemized rating scales: di mana dipilih suatu kategori dalam


bentuk berurutan.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (5)


iii. Comparative rating scales: di mana orang, objek, atau
fenomena lain dinilai dalam suatu standar orang, objek,
atau fenomena lain.
iv. Itemized rating scales: di mana dipilih suatu kategori dalam
bentuk berurutan.
v. Comparative rating scales: di mana orang, objek, atau
fenomena lain dinilai dalam suatu standar orang, objek,
atau fenomena lain.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (6)


b. Attitude scales: suatu kumpulan alat pengukuran yang
mengukur tanggapan individu terhadap suatu objek.
Jenis ini dibagi menjadi:
a. Likert scale: repsonden menyatakan tingkat setuju
atau tidak setuju mengenai berbagai pernyataan
menegenai perilaku, objek, orang atau kejadian.
b. Semantic differential: dimana responden menilai
perilaku objek dengan skala 5 atau 7 titik dari dua
kutub kata sifat atau frase.

Dua hal yang harus diperhatikan dalam desain


instrumen adalah:
1. Urutan skala dan layout,
2. Pratest dan perbaikan

Bab 10

Tujuan analisis data adalah menyediakan informasi


untuk memecahkan masalah

Tahapan-tahapannya adalah: (1)


1. Proses pra-analisis.
2. Penyuntingan Data: Proses yang bertujuan agar
data yang dikumpulkan memberikan kejelasan,
dapat dibaca, konsisten, dan komplet.
3. Pengembangan Variabel. Hal ini diciptakan untuk
analisis tertentu yang berkaitan dengan tujuan
studi

Tahapan-tahapannya adalah: (2)


4. Pengkodean Data (Data Coding): menerjemahkan data
ke dalam kode, biasanya kode angka, yang bertujuan
untuk memindahkan data tersebut ke dalam media
penyimpanan data dan analisis komputer lebih lanjut.
5. Cek Kesalahan. Proses ini mempunyai dua tugas, yaitu
meyakinkan bahwa semua tahap pra-analisis
sebelumnya telah dilakukan dengan benar, dan data
yang telah diberi kode harus dicek kembali untuk
mendeteksi kemungkinan adanya salah ketik

Tahapan-tahapannya adalah: (3)


6. Pembentukan Struktur data
7. Pra-analisis cek komputer. Hal ini dilakukan
dengan menampilkan tabulasi frekuensi
8. Tabulasi

Bab 11

Analisis deskriptif dibedakan menjadi dua metode:


1.Metode kasus: Digunakan untuk menemukan
ide-ide baru mengenai hubungan antarvariabel,
yang kemudian diuji lebih mendalam dalam
penelitian eksploratif
2.Metode statistik: Metode yang paling umum
digunakan dalam dunia bisnis

Deskripsi dengan ukuran numerik dibagi dalam dua klasifikasi:


1. Ukuran Tendensi Sentral. Ada tiga metode untuk
mengukur tendensi sentral, yaitu:
Rata-rata hitung, atau biasa disebut rata-rata.
Median: angka tengah yang diperoleh apabila
data disusun dari nilai terendah hingga nilai
tertinggi
Modus: nilai yang paling sering muncul.

Deskripsi dengan ukuran numerik dibagi dalam dua klasifikasi:


2. Ukuran variabilitas/ penyimpangan: suatu ukuran
yang mengukur sebaran data. Biasanya akan
menggunakan beberapa ukuran variabilitas sebagai
berikut:
a. Kecondongan (Skewness): Ukuran bentuk atau
derajat simetri distribusi data
b. Rentang (Range): Selisih antara nilai terbesar dan
nilai terkecil dari suatu himpunan data.

Deskripsi dengan ukuran numerik dibagi dalam dua klasifikasi:


c. Deviasi standar (Standard Deviation): ukuran
penyimpangan yang diperoleh dari akar kuadrat dari
rata-rata jumlah kuadrat deviasi antara masingmasing nilai dengan rata-ratanya.
S = Standar Deviasi

Skewness dan Perbandingan


rata-rata dari median

Ukuran Tendensi Sentral


dan Variabilitas

Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows


meliputi: (1)
1. N, yaitu jumlah observasi yang valid/ tersedia datanya
(Valid), dan yang hilang atau datanya tidak lengkap
(Missing)
2. Mean, rata-rata dari data kuantitatif, yang diperoleh dari
penjumlahan seluruh ukuran (data) dibagi dengan jumlah
ukuran
3. Median, nilai tengah yang diperoleh apabila ukuran
disusun dari nilai terkecil ke nilai terbesar.

Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows


meliputi: (2)
4. Mode, yaitu ukuran yang frekuensinya paling sering muncul.
5. Std. Deviation, standar deviasi yang merupakan akar dari
varians sampel. Semakin besar nilai standar deviasi berarti
semakin tinggi penyimpangan data dengan nilai rata-ratanya.
6. Variance, jumlah dari selisih antara data dengan nilai rataratanya dibagi dengan (n 1)
7. Skewness, kecondongan yang merupakan selisih antara
rata-rata dan nilai tengah.

Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows


meliputi: (3)
8. Std. Error of Skewness menunjukkan standar kesalahan
dari nilai kecondongan
9. Kurtosis mengukur apakah distribusi data lebih tinggi,
lebih rendah, atau sama pas di tengah dengan sitribusi
normal.
10.Std. Error of Kurtosis menunjukkan standar kesalahan
dari nilai kurtosis.

Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows


meliputi: (4)
11.Range menunjukkan selisih antara nilai tertinggi
dan nilai terendah
12.Minimum menunjukkan nilai minimum dari data
13.Maximum menunjukkan nilai maksimum dari
data

Bab 12

Metode asosiasi akan membantu kita untuk memahami


hubungan secara baik, namun juga membantu kita
mengetahui kekuatan hubungan secara lebih baik

Metode Asosiasi yang sesuai dengan Kombinasi Pengukuran

Analisis Bivariat: Prosedur Umum untuk Uji Asosiasi

Tabulasi Silang adalah cara termudah untuk melihat


asosiasi dalam sejumlah data
Korelasi Kontinjensi: untuk mengukur kekuatan
hubungan dalam tabulasi silang. Untuk itu perlu
menggunakan koefisien phi (f)

Korelasi Spearman Bank: cara yang paling tepat untuk mengukur


asosiasi hubungan antar variabel. Rumusnya adalah:

N = Jumlah Ranking
d = perbedaan antar ranking
dalam dua distribusi ranking

Uji perbedaan adalah untuk mendeteksi mengenai


perbedaan antar kelompok yang amat berguna bagi para
peneliti. Uji ini meliputi uji Chi Square untuk menguji
perbedaan antar grup dan uji Z untuk perbedaan proporsi,
serta uji t untuk perbedaan rata-rata

Bab 13

Analisis multivariat adalah analisis di mana masalah


yang diteliti bersifat multidimensional dan menggunakan
tiga atau lebih variabel
Analisis ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu: (1)
1. Dependence Method: Analisis yang digunakan untuk
menjelaskan atau memprediksi variabel terikat
berdasarkan dua atau lebih variabel bebas. Metode ini
terdiri empat macam, yaitu:
a. Analisis Regresi berganda (Multiple Regression
Analysis)
b. Analisis Diskriminan Berganda (Multiple Discriminant
Analysis)

Analisis ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu: (2)


b. Analisis Multivariat Varians (Multivariate Analysis of
Variance)
c. Analisis Korelasi Kanonikal (Canonical Corrrelation
Analysis)
2. Metode saling ketergantungan (Interdependence
Method). Metode ini dikelompokkan menjadi tiga,
yaitu:
a. Analisis Faktor (Factor Analysis)
b. Analisis Kluster (Cluster analysis)
c. Skala multidimensional (Multidimensional Analysis)

Semua data yang dikumpulkan dapat dikelompokkan ke


dalam: (1)

1. Data Kuantitatif: Data yang diukur dalam suatu skala


numerik; hal ini dapat dibedakan menjadi:
a. Data Interval: data yang diukur dengan jarak di antara
dua titik pada skala yang sudah diketahui
b. Data Rasio: data yang diukur dengan suatu proporsi.

Semua data yang dikumpulkan dapat


dikelompokkan ke dalam: (2)
2. Data Kualitatif: Data yang tidak dapat diukur dalam skala
numerik.
Data kualitatif digolongkan menjadi:
a. Data nominal: data yang dinyatakan dalam bentuk
kategori
b. Data ordinal: data yang dinyatakan dalam bentuk
kategori, namun posisi data tidak sama derajatnya
karena dinyatakan dalam peringkat..

Metode yang dapat digunakan untuk


Analisis Regresi adalah: (1)
1. Metode OLS (Pangkat Kuadrat Terkecil Biasa). Metode
ini mengestimasi suatu garis regresi dengan jalan
meminimalkan jumlah dari kuadrat kesalahan setiap
observasi terhadap garis tersebut. Tujuannya adalah untuk
mengestimasi fungsi regresi populasi (FRP) berdasarkan
fungsi regresi sampel

Metode yang dapat digunakan untuk


Analisis Regresi adalah: (2)
2. Inferensi Hasil Regresi. Terdapat 3 jenis kriteria, yaitu:
1. Uji signifikansi individual (uji statistik t): uji yang
menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel
penjelas secara individual dalam menerangkan variase
1

variabel terikat
3

Keterangan:
1. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah suatu
parameter (bi) sama dengan nol,
2. Hipotesis alternatifnya (Ha), parameter suatu variabel
tidak sama dengan nol,
3. Rumus Statistik t
4. Rumus lain Statistik t, dimana:
n = jumlah observasi
k = jumlah parameter dalam model, termasuk intersept

2. Inferensi Hasil Regresi. Terdapat 3 jenis kriteria, yaitu (2)


2. Uji Signifikansi Simultan (uji statistik f): Menunjukkan
apakah semua variabel bebas yang terdapat dalam
model mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variabel terkait.
1

Keterangan:
1. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah
semua parameter dalam model sama dengan nol,
2. Hipotesis alternatifnya (Ha), tidak semua parameter
secara simultan sama dengan nol,
3. Rumus Statistik F, dimana:

3. Koefisien Determinasi: Perangkat yang mengukur


seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan
variasi variabel terikat. Formulanya adalah:

Selain itu, banyak juga peneliti menganjurkan untuk


menggunakan nilai Adjusted R2 pada saat mengevaluasi
mana model regresi yang terbaik

ANOVA untuk Analisis Regresi

Analisis Diskriminan dipergunakan untuk diskriminasi


dan klasifikasi
Analisis Korelasi Kanonikal adalah analisis atau teknik
yang digunakan untuk menentukan tingkat hubungan antara
dua kelompok variabel yang masing-masing terdiri dari
beberapa variabel
Analisis MANOVA(multivariate analysis of variance)
adalah analisis yang menaksir hubungan antara dua atau
lebih variabel dependen dan klasifikasi atau faktor

Analisis Interdependence mempunyai tujuan yang berbeda,


yaitu: untuk mengetahui lebih dalam mengenai struktur dari
seperangkat variabel atau objek
Analisis ini terdiri dari 3 macam: (1)
1. Analisis Faktor: jenis analisis yang digunakan untuk mengenali
dimensi pokok atau keteraturan sebuah fenomena. Pendekatan
yang paling populer digunakan adalah principal component
analysis, yaitu analisis yang mentransformasikan sejumlah
variabel ke dalam suatu variabel komposit baru, atau komponen
utama yang tidak berkorelasi satu sama lain.

Analisis ini terdiri dari 3 macam: (2)


2. Analisis Kluster: Teknik yang digunakan untuk
mengidentifikasi objek atau individu yang serupa dengan
memperhatikan beberapa kriteria. Tujuan utama
penggunaan teknik ini adalah untuk menggolongkan individu
atau objek yang berhubungan secara mutually exclusive ke
dalam jumlah yang lebih kecil. Biasanya analisis ini
digunakan untuk memudahkan segmentasi pasar dengan
mengidentifikasi subjek atau individu yang memiliki
kesamaan kebutuhan, gaya hidup, atau respon terhadap
strategi pemasaran.

Analisis ini terdiri dari 3 macam: (3)

3. Skala multidimensi (Multidimensional Scale): Teknik yang


digunakan untuk mengukur objek dalam ruang multidimensi
berdasarkan kesamaan penilaian responden terhadap suatu
objek. Alat analisis yang biasanya digunakan adalah
Tipologi Klassen yang pada dasarnya membagi daerah
berdasarkan dua indikator utama, yaitu pertumbuhan
ekonomi daerah dan pendapatan perkapita daerah.

Bab 14

Studi ini adalah studi yang berusaha mengamati alasan


atau penyebab terjadinya sebuah fenomena yang diteliti
Terdapat beberapa prosedur yang dapat dijalankan: (1)
1. Model dan Prosedur. Hal ini melibatkan pemilihan dua
kelompok yang berbeda pada variabel independen dan
membandingkannya pada beberapa variabel dependen.
Penentuan definisi dan pemilihan kelompok pembanding
merupakan bagian yang sangat penting dalam prosedur
kausal-komparatif.

Terdapat beberapa prosedur yang dapat dijalankan: (2)


2. Prosedur Kontrol. Metode statistik dan non-statistik yang
dapat digunakan untuk mengendalikan variabel-variabel
yang tidak berhubungan:
a. Matching: Peneliti mencari subjek yang memiliki nilai yang
sama atau serupa pada variable control
b. Membandingkan grup atau subgrup yang homogen
c. Analisis Covarian: metode statistic yang dapat digunakan
untuk menyamakan kelompok pada satu atau lebih variable.

Statistik inferensi yang paling banyak


digunakan dalam studi kausal-komparatif
adalah:

Uji t,
ANOVA,
Uji Chi-square

Uji Kausalitas Granger


Tujuan kausalitas Granger adalah meneliti apakah
A mendahului B, ataukah B mendahului A, ataukah
hubungan antara A dan B timbal balik. Granger
mempostulasikan bahwa suatu variable X dikatakan
menyebabkan variable lain, Y, apabila Y saat ini dapat
diprediksi lebih baik dengan menggunakan nilai-nilai
masa lalu X

Rumus yang digunakan untuk


uji Kausalitas Granger adalah:

Yt = ai Y t-1 + bj Xt-j + vt
Xt = ci X t-I + dj Yt-j + t
Dimana (t, vt) adalah vektor random independen
dengan rata-rata nol dan matriks kovarian terbatas

Bab 15

Studi Eksperimen
Penelitian investigasi dengan kondisi yang terkendali,
di mana satu atau lebih variabel dapat dimanipulasi
untuk melakukan uji hipotesis
Tujuannya adalah untuk memungkinkan peneliti untuk
mengendalikan situasi penelitian sehingga hubungan kausal
antar variabel dapat dievaluasi

Teknik yang banyak digunakan oleh para peneliti adalah:


Teknik Analisis Komponen Utama (PCA), dan
Teknik Analisis Faktor (FA)
Tujuan penggunaan teknik ini adalah untuk meringkas pola
korelasi antarvariabel yang diamati, mengurangi jumlah
variabel yang diobservasi dari jumlah yang banyak menjadi
sedikit, memberikan definisi operasional bagi proses yang
mendasari, atau menguji suatu teori mengenai proses yang
melatarbelakangi

Langkah-langkah dalam penelitian eksperimen:


1. Pemilihan dan perumusan masalah
2. Pemilihan objek penelitian dan instrumen
pengukurannya
3. Pemilihan desain penelitiannya
4. Pelaksanaan prosedur penelitian
5. Analisis data
6. Perumusan kesmpulan

Penelitian eksperimen, dipandu dengan minimal satu


hipotesis yang menyatakan hubungan kausal yang
diharapkan antara dua variabel. Dan biasanya penelitian
eksperimen akan melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol
Manipulasi langsung oleh peneliti atas minimal satu variabel
independen adalah karakteristik tunggal yang membedakan
penelitian eksperimen dengan metode penelitian yang
lainnya

Kontrol menunjuk pada upaya peneliti untuk mempengaruhi


kinerja variabel dependen.
Dua macam variabel yang berbeda yang harus
dikontrol, yaitu:
1. Variabel Subjek seperti tingkat kemampuan
dari subjek dalam dua kelompok yang mungkin
berbeda, dan
2. Variabel lingkungan seperti topik diskusi dan
tingkat informasi dari tutor.

Bab 16

Format laporan menggambarkan secara umum bagaimana


penyajian laporan penelitian
Secara umum, laporan penelitian berisi:

Format laporan memerlukan beberapa penyesuaian


dikarenakan setidaknya oleh dua alasan, yaitu:
1. Untuk menentukan seberapa resmi format yang harus
digunakan,
2. Untuk mengurangi kompleksitas pelaporan

Untuk penyesuaian format terhadap tingkat formalitas,


dapat dilihat pada tabel berikut

Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki


format sebagai berikut: (1)
1.Halaman Judul: bagian ini meliputi judul laporan, kepada
siapa laporan tersebut dibuat, dengan siapa laporan
tersebut dikerjakan, dan tanggal presentasi
2.Halaman pengiriman: bagian ini hanya terdapat pada
laporan semi formal/ resmi dan formal saja. Tujuannya
adalah untuk mengirimkan laporan kepada si penerima.
3.Lembar pengesahan: bagian ini untuk mengesahkan
penelitian, siapa yang bertanggung jawab dalam penelitian
tersebut, dan sumber data yang mendukung penelitian

Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki


format sebagai berikut: (2)
4.Daftar isi: bagian ini harus mencakup bagian dan
subbagian laporan dengan diberi nomor halamannya. Bila
ada gambar atau tabel, perlu juga dimasukkan dalam
Daftar Gambar atau Daftar Tabel.
5.Ringkasan: bagian ini menjelaskan secara jelas tentang
mengapa penelitian tersebut dilakukan, masalah penelitian
apa yang diteliti, apa hasilnya, dan langkah apa yang
selanjutnya perlu diambil.

Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki


format sebagai berikut: (3)
6.Isi: bagian ini merupakan bagian terbesar dalam laporan.
Pada subbagian penjelasan metodologi, ada lima hal yang
perlu dibahas:
a. Desain Penelitian
b. Metode pengumpulan data
c. Desain sampel
d. Kerja lapangan
e. Analisis

Sedangkan cakupan masing-masing bab


adalah: (1)
a. Pendahuluan: terdiri atas uraian mengenai Latar
Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan
Penelitian, Metodolog, Sistematika Penulisan.
b. Survei literatur: mengidentfikasi secara cermat
semua teori dan studi empiris sebelumnya yang
relevan dengan topik penelitian/ tesis.

Sedangkan cakupan masing-masing bab


adalah: (2)
c. Metodologi: menjelaskan kronologis penelitian, termasuk,
cara pengumpulan data, macam data, alat analisis, dan
model yang digunakan.
d. Analisis data: menyajikan hasil-hasil utama penelitian yang
mengikuti metodologi yang telah digariskan.
e. Kesimpulan & Implikasi: menyajikan pernyataan apa
penemuan penelitian ini dan tindak lanjutnya.

Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki


format sebagai berikut: (4)

7. Lampiran: berisikan bahan-bahan yang


mendukung dan bermanfaat bagi pembaca

Proses penulisan secara


singkat dapat digambarkan
dalam gambar berikut:

Skema laporan memiliki dua fungsi utama:


1.Menunjukkan urutan penyajian laporan: ditunjukkan
oleh urutan pada halaman
2.Menunjukkan bagaimana bagian-bagian yang ada
saling terkait: ditunjukkan oleh indensitas (indentation)
subbagian yang ada

Ada dua cara pokok dalam menulis


skema laporan:
1. Metode Tradisional: menggunakan nomor dan huruf
untuk menunjukkan tingkat subordinasi
2. Metode Baru/ Metode Desimal: menggunakan
sistem desimal

Menulis konsep pertama sering kali menjadi kesulitan yang


dihadapi pada penulisan sebuah laporan penelitian.
Ada beberapa saran:
1. Konsolidasikan waktu.
2. Jika ditemui kesulitan untuk memulai, letakkan pena di
atas kertas dan tuliskan semua yang ada dalam benak
anda.
3. Jangan melakukan revisi dan koreksi yang berlebihan
pada konsep pertama.
4. Gunakan tape recorder bila memang dapat membantu
anda sebelum anda menuliskannya di atas kertas

Revisi
Hal yang paling penting dalam pemeriksaan tulisan adalah
objektivitas. Salah satu caranya adalah menyingkirkan draft
yang telah dibuat sebelum merevisinya. Cara yang lain
adalah meminta orang lain untuk membaca, dan
mendorongnya untuk memberikan saran

Tujuan utama revisi adalah untuk menghilangkan masalah


ketidakjelasan (vagueness).
Empat kriteria revisi dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Periksa tulisan agar mudah dibaca
2. Revisi tata bahasa dan ejaan
3. Evaluasi kelayakan
4. Evaluasi isi

Referensi
Dengan adanya referensi, maka menunjukkan bahwa
tulisan yang disusun tidak seluruhnya merupakan
gagasan sendiri, tetapi merupakan gagasan, informasi,
dan bukti dari orang lain. Hal tersebut adalah kekuatan
dan bukan kelemahan, karena bila memang orang lain
telah melakukan penelitian atau memiliki pemikiran
yang berharga, maka tidak perlu ragu untuk
menjadikannya referensi.

Referensi memungkinkan pembaca untuk menyelidiki


sumber yang sama untuk mereka gunakan, sehingga
pembaca tanpa kesulitan mampu melacak sumber yang
Anda gunakan di perpustakaan.
Adanya referensi juga untuk menghindari tuduhan
penjiplakan atau plagiarisme, dan juga membantu
meningkatkan nilai akademik seperti pertukaran
pengetahuan, dengan cara menunjukkan sumber yang ada
kepada pembaca dan menghargai ilmu pengetahuan
dengan mengakui pemikiran orang lain.