Anda di halaman 1dari 13

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan survei analitik yang menggunakan desain
non eksperimental atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan
mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis
dinamika korelasi antara fenomena atau antara faktor risiko dengan faktor
efek.penelitian ini menggunakan pendekatan secara case control, yaitu suatu
penelitian analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari
dengan menggunakan pendekatan retrospective (Notoatmodjo, 2012).
B. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian atau obyek yang
diteliti (Notoatmodjo, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah :
1) Populasi kasus, yaitu seluruh balita BGM di wilayah kerja
Puskesmas Waru Desa Kepuh Kiriman Kabupaten Sidoarjo dengan
jumlah 14 balita.
2) Populasi kontrol, yaitu seluruh balita bukan BGM di wilayah kerja
Puskesmas Waru Desa Kepuh Kiriman Kabupaten Sidoarjo dengan
jumlah 1377 balita.
2. Sampel
Sampel adalah obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh
populasi (Notoatmodjo, 2012). Cara pengambilan sampel dalam

penelitian ini dilakukan dengan Stratified Random Sampling, yaitu


pengambilan sampel secara acak stratifikasi (Notoatmodjo, 2012). Pada
penelitian ini diambil 14 balita sebagai sampel kasus dan 16 balita
sebagai sampel kontrol.
1) Sampel kasus, yaitu balita BGM di wilayah kerja Puskesmas Waru
Desa Kepuh Kiriman Kabupaten Sidoarjo.
2) Sampel kontrol, yaitu balita bukan BGM di wilayah kerja Puskesmas
Waru Desa Kepuh Kiriman Kabupaten Sidoarjo.
Kriteria inklusi:
1) Balita umur 12 bulan sampai 59 bulan.
2) Balita yang diasuh oleh orang tuanya.
3) Balita yang tinggal di Desa Kepuh Kiriman Kabupaten Sidoarjo.
4) Balita yang mempunyai Kartu Menuju Sehat.
Kriteria eksklusi:
1) Balita yang diasuh selain orang tuanya.
2) balita yang tidak mempunyai Kartu Menuju Sehat.
3) Ibu yang mempunyai balita yang ada di Desa Kepuh Kiriman
Kabupaten Sidoarjo, pada saat penelitian tidak bersedia ikut
berpartisipasi dalam penelitian.
C. Variabel Penelitian
Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran
yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep
pengertian tertentu, misalnya umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit, dan sebagainya
(Notoatmodjo, 2012).
1. Variabel bebas
Variabel bebas adalah suatu variabel yang ada atau terjadi yang
mendahului variabel terikatnya (Prasetyo dan Jannah, 2012). Variabel

bebas pada penelitian ini ialah penyakit infeksi, riwayat ASI eksklusif,
riwayat makanan pendamping ASI, umur balita, jenis kelamin balita,
tingkat pendidikan orang tua, tingkat pengetahuan gizi pada ibu, jumlah
anggota, tingkat pendapatan, ketersediaan pangan, pola makan.
2. Variabel terikat
Variabel terikat adalah variabel yang diakibatkan oleh variabel
bebas (Prasetyo dan Jannah, 2012). Variabel terikat pada penelitian ini
ialah kejadian BGM pada balita.
D. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kepuh Kiriman Kabupaten
Sidoarjo pada tanggal 3 Oktober sampai 10 Oktober 2015.
E. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional
berdasarkan karakteristik yang diamati, memungkinkan peneliti untuk melakukan observasional atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau
fenomena (Hidayat, 2007).

N
o

Variabel

Definisi
Operasio
nal

Paramet
er

Alat Ukur

Hasil Ukur

Tanda

Bebas
1.

Penyakit

Suatu

infeksi

Kesakitan
Yang
biasaNya agen
Etiologik

Jawaban
Responde
n
Pada
pertaNyaan daLam

Wawancara sakit (1)


Mengguna
kan
Tidak sakit (0)
Kuesioner

Nomin
al

Telah
Diketahui
kelompok
Tanda
serta
Gejala
yang
Dapat
diidentifik
asi

2.

Riwayat
ASI

Lama ibu

eksklusif

Memberi
ASI pada
Anak
tanpa
makanan
Tambahan
Cairan
lain

3.

Riwayat
Makanan
Pendampi
ng
ASI

Variabel

Makanan
Yang
diberiKan selain
ASI

Definisi

kuesioNer

Jawaban
Responde
n
Pada
perta-

Kuesioner

Paramet

Interva
l

Jika 4-6 bulan

Nyaan daLam
kuesioNer

Jawaban
Responde
n
Pada
pertaNyaan daLam
kuesioNer

ASI eksklusif

ASI tidak seCara eksklusif


Jika < 4 bulan

Kuesioner

Baik, jika

Nomin
al

4-24 bulan
Tidak baik,
Jika < 4 bulan

Alat Ukur

Hasil Ukur

Tanda

Operasio
nal

4.

5.

Bebas
Umur
balita

Jenis
Kelamin
Balita

6.

er

Lama
waktu
Hidup
anak
Atau sejak
Anak dilaHirkan
samPai ulang
Tahun terAkhir saat
Dilakukan
Wawancar
a,

Data
sekun-

Pengelom
Pokkan
berDasarkan
Ciri
genital

Data
sekun-

Pendidika
n
Formal
terAkhir
Orang tua yang
Ditempuh
Tingkat
Pendidika
n

Orang tua

KMS

Der

Umur dalam

Ratio

Bulan

KMS

Der

Balita perem-

Nomin
al

Puan, KMS
Merah muda
(1)
Balita laki-laki
KMS biru (2)

Jawaban
Responde
n
Pada
pertaNyaan daLam
kuesioNer

Wawancara

Pendidikan

Mengguna-

Rendah, jika

Kan kuesioNer

Pendidikan
Terakhir adaLah tidak seKolah, tidak
Tamat SD/MI
/SMP/MTs,
Tamat SD/MI/
SMP/MTs
Pendidikan
Menengah,
Jika pendidiKan terakhir
SMA/MA/SMK
/MAK

Ordinal

Pendidikan
Tinggi, jika
Pendidikan
Terakhir adaLah Diploma/
Sarjana/magis
ter/
Spesialis/dokt
or

N
o

Variabel

Definisi
Operasio
nal

Paramet
er

Alat Ukur

Hasil Ukur

Tanda

Bebas
7.

Tingkat
Tingkat
pePengetahu
an
Mahaman
Gizi pada
ibu
Ibu terhaDap
masaLah gizi

Kemampu
an
Responde
n
Menjawab
Pertanyaa
n
kuesioner

Kuesioner

baik, jika

Dengan

Nilai jumlah

Jumlah 10

Pertanyaan

Soal

>75%

Ordinal

Cukup, jika
Nilai jumlah
Pertanyaan
56-75%
Kurang, jika
Nilai jumlah
Pertanyaan
<56%
8.

Jumlah
Anggota
Keluarga

Jumlah
Orang
yang
Tinggal
daLam satu
Rumah

9.

Pemasuka
Tingkat
n
Pendapata Yang
n
diperKeluarga

Oleh keluArga

1
0.

ketersedia
an
Pangan

Jumlah
serTa macam

Jawaban
Responde
n
Pada
pertaNyaan daLam
kuesioNer

Jawaban
Responde
n
Pada
pertaNyaan daLam
kuesioNer
Jawaban
Responde

Wawancar
a
MenggunaKan
kuesioNer

Keluarga

Nomin
al

Kecil 4
Orang
Keluarga
Besar 4
Orang

Wawancar
a
MenggunaKan
kuesioNer

Tinggi, jika >

Ordinal

Rp.1.150.000
Rendah, jika

Rp.1.150.000

Formulir
Food
Account

Asupan tinggi
>
110% RDA

Nomin
al

makanan
Yang terSedia
dalam
Rumah
Tangga
Dalam
jangKa waktu
Tertentu.

N
o
1
1.

Variabel
Bebas
Pola
makan

Definisi
Operasio
nal
Perilaku
yang
dapat
mempeng
aruhi
keadaan gizi

n
Untuk
Melaporka
n/

Asupan
normal

Mencatat
Makanan
Dalam

80-110% RDA

Keluarga

< 70% RDA

Paramet
er

Asupan defisit

Alat Ukur

Hasil Ukur

Responde
n

Wawancara

Baik, jika

terhadap

Mengguna-

100% AKG

pernyataa
n

Kan formu-

Tentang
makanan
dan
minuman yang
dikonsumsi
balita
Selama
24 jam
Penuh

Lir food
Recall 24-

Tanda

Ordinal

Sedang, jika
80-99% AKG

Hours
Kurang, jika
70-<80%
Defisit, jika
< 70%

Terikat
1.

BGM

Berat
badan
Hasil
penimBangan
Yang
dititik-

Berat
badan
Berada di
Bawah
garis
merah
pada

KMS

BGM (1)
Bukan BGM
(0)

Nomin
al

An dalam
KMS dan
Berada di
Bawah
garis
Merah

KMS

F. Prosedur Penelitian/Pengumpulan data


1. Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data untuk pengetahuan memakai kuesioner tentang
pengetahuan yang dibagikan kepada responden, data untuk pola makan
balita dengan wawancara menggunakan metode food recall 24 jam, dan
data untuk status gizi balita menggunakan hasil pengukuran dengan
timbangan badan dan pita meteran.

2. Instrumen pengumpulan data


Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner, wawancara, dan
data sekunder. Kuesioner diartikan sebagai daftar pertanyaan yang sudah
tersusun dengan baik, sudah matang, di mana responden (dalam hal
angket) dan interview (dalam hal wawancara) tinggal memberikan
jawaban atau dengan memberikan tanda-tanda tertentu (Notoatmodjo,
2010). Kuesioner untuk data tentang pengetahuan gizi pada ibu, riwayat
ASI eksklusif, riwayat makanan pendamping ASI, ketersediaan pangan.

Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk


mengumpulkan data, di mana peneliti mendapatkan keterangan atau
informasi secara lisan dari seseorang sasaran penelitian (responden), atau
bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang tersebut (Notoatmodjo,
2012). Wawancara untuk data tentang penyakit infeksi pada balita, tingkat
pendidikan orang tua, tingkat pendapatan keluarga, jumlah anggota
keluarga, pola makan dengan menggunakan formulir food recall 24Hours. Data sekunder untuk umur dan jenis kelamin balita.
G. Metode Analisis Data
Setelah semua data terkumpul melalui kuesioner yang telah diisi oleh
responden, kemudian dilakukan pengolahan data dengan tahapan-tahapan:

1. Editing
Tahap ini berguna untuk mengantisipasi kesalahan-kesalahan dari
data yang telah dikumpulkan dan me-monitoring agar jangan sampai terdapat kekosongan data yang dibutuhkan.
2. Coding
Tahap ini dilakukan untuk memudahkan dalam pengolahan data
setelah tahap editing. Coding adalah mengubah data berbentuk kalimat
atau huruf menjadi data angka atau bilangan (Notoatmodjo, 2012).
Contohnya coding untuk balita BGM adalah 1 dan balita bukan BGM
adalah 0.
3. Skoring
Skoring dilakukan dengan cara pemberian skor pada masingmasing karakteristik variabel. Skoring dilakukan untuk mempermudah
tabulasi.

a. Pengetahuan tentang gizi pada ibu


Pengukuran pengetahuan tentang gizi dilakukan berdasarkan
jawaban pertanyaan yang diberikan oleh responden. Instrumen yang
digunakan berupa angket dengan jumlah pertanyaan sebanyak 10
soal. untuk jawaban benar diberi skor 1, sedangkan untuk jawaban
salah diberi skor 0. Kemudian prosentase dengan rumus:
S
P= 100
10
Keterangan:
S: jumlah skor dari 10 soal
P: prosentase
Hasil diklasifikasikan berdasarkan kategori berikut (Ramakrishnan,
2010):
(1) Kategori baik bila jawaban benar > 75%
(2) Kategori cukup bila jawaban benar 56-75%
(3) Kategori kurang bila jawaban benar < 56%
b. Pola makan balita
Pengukuran pola makan balita dilakukan berdasarkan
jawaban pertanyaan yang diberikan oleh responden. Instrumen yang
digunakan berupa formulir food recall yang berisi daftar makanan
dan minuman yang dikonsumsi balita selama 24 jam penuh.
Berdasarkan buku pedoman petugas gizi puskesmas (Depkes RI,
1990, dalam Supariasa, 2014), diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:
(1) Baik jika 100% AKG
(2) Sedang jika 80 - 99% AKG
(3) Kurang jika 70 - < 80%
(4) Defisit jika < 70%
c. Ketersediaan pangan
Pengukuran ketersediaan pangan dalam keluarga dilakukan
berdasarkan jawaban pertanyaan yang diberikan oleh responden.
Instrumen yang digunakan berupa Formulir Food Account. Metode
pencatatan dengan cara keluarga mencatat setiap hari semua

makanan yang dibeli, diterima dari orang lain ataupun dari hasil
produksi sendiri. Jumlah makanan dicatat dalam URT, termasuk
harga eceran bahan makanan tersebut (Supariasa, 2014).
(1) Asupan tinggi > 110%
(2) Asupan normal 80-110%
(3) Asupan defisit < 70%
4. Tabulating
Tabulasi adalah mengelompokkan data ke dalam suatu tabel tertentu menurut skala yang telah dimilikinya. Pada tahap ini data dianggap
telah selesai diproses.
5. Analisis
Analisis data dilakukan dengan analisis bivariate dengan menggunakan tabulasi silang untuk mengetahui adanya hubungan atau tidak ada
hubungan dan membuktikan hipotesis dua variabel dengan menggunakan
uji X2 square.
6. Etika penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti mengajukan permohonan izin
kepada Kepala Desa Kepuh Kiriman Kabupaten Sidoarjo untuk
mendapatkan persetujuan. Kemudian meminta data yang berupa KMS
dan meminta responden untuk mengisi angket, serta bersedia untuk
diwawancara, untuk memperoleh data lengkap yang dibutuhkan dalam
penelitian, dengan menekankan masalah etika yang meliputi :

a. Anonimity (Tanpa Nama)


Untuk menjaga kerahasiaan identitas subyek, peneliti tidak
mencantumkan nama subyek, hanya diberi nomer kode tertentu.

b. Confidentality (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi yang didapatkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. Penyajian data hasil penelitian hanya ditampil
dalam forum akademik.