Anda di halaman 1dari 6

Pengertian otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk
mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

1. Sentralisasi adalah sistem pemerintahan di mana segala kekuasaan dipusatkan di pemerintah


pusat.
2. Desentralisasi yaitu penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah
otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
3. Dekonsentrasi yaitu pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada gubernur
sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya
mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan
olehpemerintah negara tersebut.

Tujuan Negara Indonesia adalah untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia
yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang didasarkan pada kemerdekaan, perdamaan abadi dan keadilan sosial.
Fungsi Negara
(1) fungsi negara melaksanakan ketertiban unutk mencapai tujuan bersama dan mencegah
bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, maka negara harus melaksanakan penertiban dan
dapat dikatakan bahwa negara bertindak sebagai stabilisator.
(2) fungsi negara mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Pada masa ini,
fungsi ini dianggap sangat penting terutama bagi negara-negara yang baru berdiri. Pandangan
ini di Indonesia tercermin dalam usaha pemerintah untuk membangun melalui suatu rentetan
repelita.
(3) fungsi negara sebagai pertahanan, fungsi negara ini diperlukan untuk menjaga
kemungkinan serangan dari luar. Untuk itu, maka negara dilengkapi dengan alat pertahanan.
(4) fungsi negara menegakkan keadilan, fungsi negara ini dilaksanakan melalui badan-badan
pengadilan.

Sistem pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu negara dalam mengatur
pemerintahannya.

Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini dibedakan menjadi:


1. Presidensial
2. Parlementer
3. Semipresidensial
4. Komunis
5. Demokrasi liberal
6. liberal

Bentuk Negara Kesatuan adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat, yang dimana
berkuasa atas satu pemerintah pusat yang mengatur secara totalitas.
Bentuk Negara Serikat adalah suatu negara yang merupakan gabungan dari beberapa negara,
yang kemudian menjadi negara bagian dari negara serikat itu. Negara bagian itu asal mulanya
ialah suatu negara yang merdeka dan berdaulat serta berdiri sendiri. Dengan penggabungan diri
dengan negara serikat, ini berarti ia melepaskan sebagian dari kekuasaannya dan
menyerahkannya kepada negara serikat tersebut. Kekuasaan yang diserahkan tersebut
disebutkan "sebuah demi sebuah", ini berarti bahwa kekuasaaan yang diserahkan atau
didelegasikan.

Bentuk Pemerintahan Kerajaan adalah suatu negara yang kepala negaranya ialah seorang
raja, sultan atau kaisar (bila kepala negaranya laki-laki) dan ratu (jika kepala negaranya
perempuan). Dalam bentuk pemerintahan kerajaan, Kepala negara diangkat atau dinobatkan
secara turun temurun dengan memilih putera atau puteri tertua (sesuai dengan budaya
setempat) dari istri yang sah (permaisuri).
Bentuk Pemerintahan Republik adalah suatu negara dimana kepala negaranya ialah seorang
presiden. Dalam bentuk pemerintahan republik, presiden dipilih dengan sistem pemungutan
suara atau pemilu.
Lembaga Negara adalah lembaga pemerintahan atau "Civilizated Organization" dimana
lembaga tersebut dibuat oleh negara, dari negara, dan untuk negara dimana bertujuan untuk
membangun negara itu sendiri. Lembaga negara terbagi dalam beberapa macam dan
mempunyai tugas masing-masing
Lembaga Tinggi Negara adalah:

Presiden dan Wakil Presiden;

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR);

Dewan Perwakilan Daerah (DPD);

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR);

Mahkamah Konstitusi (MK);

Mahkamah Agung (MA); dan

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Lembaga negara yang masuk dalam lapis kedua yang disebutkan dalam UUD:

Menteri Negara

Tentara Nasional Indonesia

Kepolisian Negara

Komisi Yudisial

Komisi Pemilihan Umum

Bank Sentral

selain enam lembaga yang disebutkan dalam UUD diatas, terdapat juga lembaga lain yang
disejajarkan dengan organisasi lapis ke dua yakni lembaga negara yang dibentuk dengan UU
yakni:

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia

Komisi Pemberantasan Korupsi

Komisi Penyiaran Indonesia

Komisi Pengawas Persaingan Usaha

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi

Konsil Kedokteran Indonesia

Lembaga-lembaga daerah itu adalah:

Pemerintahan Daerah Provinsi;

Gubemur;

DPRD Provinsi;

Pemerintahan Daerah Kabupaten;

Bupati;

DPRD Kabupaten;

Pemerintahan Daerah Kota;

Walikota; dan

DPRD Kota.

Lingkungan fisik dapat digolongkan ke dalam 3 lingkungan fisik yaitu lingkungan geografis,
sumber daya alam dan sumber adaya penduduk atau manusia.
Pengaruh lingkungan geografis terhadap kehidupan bernegara dapat dikelompokkan atas
7 dimensi pengaruh lingkungan negara dan pemerintahan, yaitu letak negara dalam rotasi
bola dunia, bentuk daratan, bentuk air kesuburan tanah dan mineral, iklim, bentuk-bentuk
fisik perbatasan negara dan besar kecilnya wilayah negara.
Sumber daya alam ialah bagi potensi yang terdapat di dalam lingkungan alam yang dapat
diubah menjadi bahan atau energi untuk kepentingan hidup manusia. Kekayaan alam ialah
bahan atau energi untuk kepentingan hidup manusia. Kekayaan alam ialah berbagai jenis
tumbuhan, hewan dan berbagai material dalam kandungan bumi, baik berupa benda cair
maupun benda padat yang dapat memberi manfaat kepada manusia yang memilikinya.
Manusia (penduduk) sebagai komunitas yang mendiami bagian-bagian bumi sebagaimana
makhluk hidup lainnya merupakan salah satu faktor lingkungan fisik. Manusia (penduduk)
tidak saja sebagai tujuan tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk
kehidupan manusia itu sendiri. Dengan kata lain, di samping manusia (penduduk) sebagai titik
pusat atau tujuan dari lingkungannya, dia adalah unsur lingkungan salah satu spesies faktor
animal dan juga adalah faktor ekonomi.
Lingkungan sosial pemerintahan

Ideologi

Ideologi merupakan salah satu hal yang digolongkan ke dalam lingkungan social
pemerintahan. Ideologi dalam sautu Negara tentu member pengaruh yang sangat besar
terhadap corak kehidupan pemerintahan suatu Negara. Sebagai contoh system pemerintahan
di Indonesia yang sangat mendapat pengaruh dari ideologi Pancasila yang dianut dan
diterapkan didalamnya. Dengan Pancasila yang menjadi ideology yang dianut dan berlaku
diseluruh wilayah Indonesia, maka seluruh aktivitas pemerintahan yang berlaku pun
bertumpu pada Pancasila yang menjadi dasar Negara. Sejumlah kebijakan dan
pelaksanaannya pun tidak boleh bertentangan dengan nilai nilai yang diakui dan dijunjung
tinggi didalamnya. Tentu corak pemerintahan yang berlaku di Indonesia yang berlandaskan
ideologi Pancasila berbeda dengan corak pemerintahan yang berlaku di Amerika yang
menganut system Liberal, serta di China yang lebih ke Sosialis Komunis.

Politik
Pemerintahan dan politik adalah dua hal yang sangat erat kaitannya, sehingga
pembedaannya terkadang sulit dilakukan. Demikian pula dalam hal ini, dapat dipastikan
bahwa system politik yang dianut oleh suatu Negara tentu sangat mempengaruh aktivitas
lingkungan pemerintahan didalamnya. Kita lihat saja system perpolitikan di Indonesia yang
menganut system kepartaian dengan multipartai. Kehadiran partai partai yang semakin
menjamur saat ini tentu mengambil pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan pemerintahan
yang ada. Kebijakan yang dikeluarkan kemudian selalu lahir dari pertarungan pertentangan
kepentingan antar parpol yang ada,. Sehingga parpol yang kemudian menang dalam
pertarungan tersebut dapat mengambil pengaruh yang paling besar dalam pengeluaran
kebijakan dan mendapat kesempatan yang sebesar - besarnya untuk mengakomodasi
kepentingan parpol yang memboncenginya.

Sosial Budaya
Sosial budaya juga termasuk dalam lingkungan social pemerintahan yang paling besar
memberikan impact bagi kehidupan pemerintahan. Kondisi budaya suatu Negara kemudian
akan sangat nampak dari corak pemerintahannya. Misalnya saja di Indonesia, dengan social
budaya yang multikulural akibat dari kondisi geografis yang terpisah pisah berbentuk
kepulauan sangat berpengaruh pada bentuk Negaranya, yakni Negara kesatuan. Kemudian
dengan masyarakat yang plural mengenai agama, semuanya sangat berpengaruh pada iklim
pemerintahannya yang menjunjung tinggi sikap toleransi yang kemudian memunculkan
semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lebih jauh lagi pengaruh kemajemukan budaya tersebut
dalam kehidupan pemerintahan kita, yaitu dengan penerapan system pemerintahan daerah
yang otonom, dengan harapan masing - masing daerah dapat mengembangkan segala potensi
yang dimilikinya. Dengan penerapan asas desentralisasi tersebut, diharapkan seluruh daerah
memiliki daya saing tinggi yang sifatnya sehat untuk terus menggali potensinya agar lebih
maju, namun tetap dalam kerangka NKRI.

Ekonomi
Sisi ekonomi dan sisi ekologi pemerintahan, merupakan dua ujung tali yang saling
tarik menarik antarbagian yang satu dengan bagian yang lainnya. Kadangkala pemfokusan
perhatian pada kebijakan pemerintah mengenai peningkatan taraf ekonomi suatu Negara
menyebabkan kehidupan ekologisnya terlupakan. Padahal hal yang mungkin tidak diingat
bahwa betapapun kemajuan suatu Negara dalam bidang ekonominya, tentu tidak ada nilainya
jika sisi ekologinya rusak akibat eksploitasi besar besaran dilakukan. Misalnya saja di
Indonesia, akibat system pemerintahan yang otonom pada tiap daerah menyebabkan lahirnya
bermacam macam masalah terkait ekologi yang apabila dianalisis lebih dalam masalah
tersebut ternyata berangkat dari ekonomi. Bagaimana PAD tiap daerah kemudian dijadikan

ajang parsaingan bagi daerah daerah, sehingga tak ayal pengerukan kekayaan daerah
dilakukan sebagaimana mungkin asalkan PAD nya tinggi. Hal tersebut tentu sangat miris
kedengarannya, dan lebih miris lagi pada saat kabar bencana yang terjadi disejumlah daerah
itu terjadi. Kemudian, muncul pula masalah lain dalam bidang yang serupa, kondisi / jumlah
penduduk yang sangat besar yang tidak ditunjang dengan kebijakan berupa penyediaan
lapangan kerja,sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran dan kriminalitas,
sementara sebagian besar aparat pemerintahnya sibuk melakukan korupsi berjamaah.
Semua ini berangkat dari kebijakan ekonomi yang tidak seimbang, yang dimana kebijakan
kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak bersifat holistic pertimbangannya dalam
melihat potensi dan masalah masalah lain yang mungkin atau telah hadir selain masalah
ekonomi yang terus menerus menjadi focus nya. Maka dalam hal ini, tentu sangat dibutuhkan
kejelian pemerintah dalam mencari solusi atas masalah masalah ekonomi yang berskala
kenegaraan di atas agar dapat teratasi dengan bijak.

Hankam ( pertahanan dan keamanan)


Bidang hankam merupakan bidang yang tak bisa dinafikan bahwa memiliki pengaruh
yang cukup besar bagi iklim pemerintahan kita. Salah satu syarat suatu Negara dapat
dikatakan Negara apabila memiliki wilayah. Hal ini kemudian tentu menjadi perhatian oleh
pemerintah untuk memperkuat pertahanan keamanan untuk menjaga kedulatan negaranya.
Apabila kita tarik konsep ideal tersebut pada kondisi Indonesia kekinian, maka dapat kita
lihat kesenjangan kesenjangan bidang hankam Indonesia. Dengan kondisi ekologis yang
terpisah pulau antar pulau oleh perairan, maka seharusnya kebijakan pemerintahan terkait
hankam tersebut lebih mendapat perhatian lagi. Sementara pada saat ini, masalah klaim
mengklaim wilayah masih saja terjadi sebagai cerminan masih sangat kurangnya perhatian
pemerintah terkait masalah tersebut.