Anda di halaman 1dari 83

KROMATOGRAFI

WIWIN R KUNUSA S.Pd, M.Si

Kromatografi
CHROMA

WARNA

dan GRAPHEIN

MENULIS

MICHAELTSWE (1960) AHLI BOTANI


RUSIA

Keperluan Identifikasi (Analisis Kualitatif)

KEGUNAAN
KROMATOGRAFI

Penetapan Kadar (Analsis Kuantitatif)

Pemurnian suatu senyawa


(Keperluan preparatif)

A. Keperluan Identifikasi
(Analisis Kualitatif)
1.Mengungkapkan ada tidaknya senyawa
tertentu dalam cuplikan
Contoh : pada KLT dilakukan dengan
membandingkan senyawa murni dengan
campuran
2. Memberi informasi mengenai kerumitan
suatu campuran atau jumlah minimum
komponen
3. Kemurnian suatu senyawa dapat dikaji

B. Penetapan Kadar
(Analisis Kuantitatif)
Berapa banyak komponen yang ada
Penetapan kadar cuplikan
Contoh : secara rutin, (pengendalian mutu
industri dan pemantauan lingkungan)
serta kimia klinik

C. Pemurnian suatu senyawa


(Keperluan preparatif)
Untuk memperoleh komponen campuran
dalam jumlah yang memadai dalam
keadaan murni sehingga dapat dipakai
untuk reaksi berikutnya

PENGERTIAN KROMATOGRAFI

Metode pemisahan yang didasarkan atas


distribusi diferensial komponen sampel
diantara dua fasa yaitu
fasa diam (stationary phase)
dan fasa gerak (mobil phase)

FASA DIAM..
Dapat berupa padatan atau cairan yang terikat
pada permukaan padatan (kertas atau suatu
adsorben) yang berfungsi sebagai penyangga
FASA GERAK..
Dapat berupa cairan disebut eluen atau pelarut
atau gas pembawa yang inert
Gerakan fasa gerak mengakibatkan terjadinya
migrasi diferensial komponen-komponen dalam
sampel

FASA DIAM :

Merupakan fasa yang tidak bergerak.


Umumnya senyawa yang digunakan adalah
silica gel (SiO2) dan alumina (Al2O3).
FASA GERAK
Merupakan fasa yang bergerak melalui
fasa diam dan membawa komponenkomponen yang akan dipisahkan.
Fasa gerak adalah suatu pelarut organik
atau campuran beberapa pelarut organik.

KROMATOGRAFI adalah :
Suatu teknik/metode pemisahan fisik
campuran komponen berdasarkan
perbedaan migrasi dari masing-masing
komponen pada fasa diam dibawah
pengaruh fasa gerak

DASAR KROMATOGRAFI
Pemisahan berdasarkan perbedaan
laju perpindahan (migrasi) zat-zat
yang menyusun suatu sampel

MEKANISME SAMPEL
???

Azas
Azas
Adsorpsi
Adsorpsi

Kecenderungan molekul-molekul
Komponen untuk melekat pada
permukaan padatan halus

Azas
Azas
partisi
partisi

Kecenderungan molekul komponen


untuk melarut dalam cairan (fasa gerak)

Azas
Azas
Pertukaran
Pertukaran Ion
Ion

Kecenderungan molekul-molekul
komponen untuk bereaksi secara kimia
(penukar ion)

Azas
Azas
Size
Size Exlusion
Exlusion

Kecenderungan molekul
tereksklusi pada pori-pori fasa diam

SAMPEL

Keuntungan Pemisahan Menggunakan


Metode Kromatografi
Sampel
semi mikro dan makro)

Cukup selektif

waktu yang relatif singkat

Murah dan sederhana

HASIL
HASIL

PERKEMBANGAN TEKNIK
KROMATOGRAFI
Tahun 1903,,Tswet,,
memisahkan pigmen dari hijau daun
menggunakan CaCO3 (istilah
kromatografi)
Tahun 1967,,Huber,
memperkenalkan Kromatografi cair
Kinerja Tinggi (KCKT)

KLASIFIKASI
KLASIFIKASI
KROMATOGRAFI
KROMATOGRAFI

Klasifikasi Kromatografi
Berdasarkan Fasa Gerak

1. KROMATOGRAFI CAIR
(Liquid Chromatography)

2. KROMATOGRAFI GAS
(Gas Chromatography)

FASA GERAK
ZAT CAIR
FASA

GAS

ZAT PADAT

Kromatografi
cair-padat
(KCP)

Kromatografi
Gas - Padat
(KGP)

ZAT CAIR

Kromatografi
cair-Cair
(KCC)

Kromatografi
Gas cair
(KGC)

DIAM

Kromatografi Kertas
Kromatografi
Kromatografi
Lapis
Lapis Tipis
Tipis

TEKNIK
ANALISIS

Kromatografi
Kromatografi Kolom
Kolom
Kromatografi
Kromatografi Cair
Cair
(( HPLC)
HPLC)
Kromatografi
Kromatografi Gas
Gas
(GC)
(GC)
Kromatografi
Kromatografi Superkritik
Superkritik
(SFC)
(SFC)

Kromatografi Berdasarkan Bentuk


Tempat
1. Komatografi Kolom :
Kromatografi
kolom
merupakan
teknik
pemisahan di mana tempat stasioner dalam
tabung.
2. Kromatografi Planar yaitu kromatografi kertas
dan kromatografi lapis tipis

Contoh Chromatography
Liquid Chromatography
digunakan untuk identifikasi pigmen
tumbuhan atau komponen lain

Thin-Layer Chromatography
Menggunakan lapisan tipis atau gelas
kaca untuk memisahkan komponen
kimia dan bahan lainnya

Gas Chromatography
Digunakan
untuk
menentukan
komposisi kimia zat-zat yang tidak
diketahui, seperti senyawa berbeda
dalam bensin yang ditunjukkan oleh
tiap-tiap puncak dalam grafik di bawah
ini.

Paper
Chromatography
Dapat digunakan
untuk memisahkan
komponen-komponen
tinta, pewarna,
senyawa tumbuhan
(klorofil), make-up,

KROMATOGRAFI ADSORPSI
(Kromatografi Cair - padat)

KROMATOGRAFI PARTISI
(Kromatografi Cair-cair)
BERDASARKAN
BERDASARKAN
MEKANISME
MEKANISME PEMISAHAN
PEMISAHAN
KROMATOGRAFI PENUKAR ION
(Kromatografi Cairan-Padatan)

KROMATOGRAFI EKSKLUSI
(Kromatografi Cairan Padatan)

A. KROMATOGRAFI ADSORPSI
(Kromatografi Cair Padat)
Fasa

diam berupa
padatan dan fasa
gerak berupa cairan
atau gas
Zat

terlarut
diadsorpsi oleh
permukaan
partikel padatan
Contoh

KLT)

Proses Adsorpsi
Adsorpsi adalah penyerapan pada
permukaan dan bukan penyerapan secara
keseluruhan
Adsorpsi pada permukaan melibatkan
interaksi elektrostatik seperti ikatan
hidrogen, penarikan dipol-dipol dan
penarikan yang diinduksi oleh dipol-dipol
Contoh : silika gel adanya gugus Si-O-Si
dan Si-OH

Mekanisme.
Kepolaran zat/analit yang dipisahkan terhadap
fasa diam mempengaruhi kecepatan laju analit
melalui permukaan fasa diam dalam kolom
Solut akan bersaing dengan fasa gerak untuk
berikatan dengan sisi-sisi polar pada permukaan
adsorben
Solut-solut polar, akan terikat kuat pada
adsorben karenanya butuh fasa gerak yang
cukup polar untuk mengelusinya
Urutan polaritas solut-solut organik :
alkana<alkena<alkena<aromatis<eter<ester<ket
on dan aldehid<tiol<amin dan
amida<alkohol<fenol<asam-asam organik

Adsorpsi solut oleh fasa diam atw


adsorben sangat tergantung pada :
1. Struktur kimia solut atau gugus kimia
aktif yg dapat berinteraksi dengan solut
2. Ukuran partikel adsorben
3. Kelarutan solut pada fasa gerak. Solut
yang semakin mudah larut dalam fasa
gerak akan semakin mudah lepas dari
fasa diam

Kekurangan Metode KCP


Pilihan fasa diam terbatas
(Alumina, Selulosa, Silika gel, Karbon
aktif, Magnesium silikat, resin2 polimerik)
Koefisien distribusi untuk serapan
seringkali tergantung pada kadar total,
sehingga pemisahannya kurang
sempurna

KROMATOGRAFI PARTISI
(Kromatografi Cair-Cair)
Fasa diam berupa cairan
Fasa gerak berupa zat cair
atau gas
Zat terlarut akan akan
terdistribusi ke dalam dua
pelarut yang tidak Saling
bercampur
Contoh :
Kromatografi Kertas

Proses Partisi
Partisi merupakan proses yang analog
dengan ekstraksi pelarut
Fasa diam cair diikatkan pada padatan
lapis tipis yang lemban (inert)
Fase diam berada dalam kolom disebut
kromatografi kolom

Keuntungan Metode Partisi


(Kromatografi cair-cair)
Pilihan kombinasi cairan cukup banyak
Koefisien distribusinya tidak tergantung
pada konsentrasi, sehingga hasil-hasil
pemisahannya lebih tajam.

KROMATOGRAFI PENUKAR ION


(Kromatografi Cair-Padat)
Fasa Diam berupa padatan
polimer (resin organik) dg
gugus2 tetap
Fasa gerak berupa cairan
Mekanisme pemisahan
berdasarkan
Kesetimbangan
pertukaran ion

Contoh : proses pembuatan


Air minum

Mekanisme Pemisahan
Metode ini kebanyakan digunakan pada
pemisahan bahan-bahan anorganik,baik anion2
atau kation2, dan pemisahan asam-asam amino
Pemisahan terjadi karena pertukaran ion-ion
dalam fasa diam
Solut-solut ion dalam fasa gerak dapat bertukar
dengan ion-ion yang bermuatan sama pada fasa
diam
Mekanisme pemisahan didasarkan pada
perbedaan kekuatan interaksi ion terlarut
dengan resin

1.Resin penukar kation


asam kuat mengandung gugus fungsi asam
teradisi pada cincin aromatik dr resin. Penukar
kation mengandung gugus asam sulfonat
(-SO3H)

2.Resin penukar Anion :


Prinsipnya anion hidroksil ditukarkan dgn
anion lain.
Jenis resin memiliki gugus basa kuat dan
basa lemah

PERTUKARAN ION

KROMATOGRAFi EKSKLUSI
1. Teknik pemisahan
didasarkan
atas ukuran molekul zat
terlarut
2. Molekul-molekul zat
terlarut
dengan ukuran lebih
besar dari pori-pori fasa
diam akan
tertahan
Contoh :
Kromatografi filtrasi gel

Mekanisme Pemisahan
Pemisahan didasarkan atas ukuran
molekul dari fasa diam, berupa (penyaring
molekul) suatu gel dengan permukaan
berpori kecil yang inert.
Fasa gerak : cairan
Kromatografi ini dipengaruhi oleh
perbedaan bentuk struktur dan ukuran
molekul.

BENTUK MOLEKUL FASA DIAM GEL

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

TEORI DASAR
KROMATOGRAFI

Beberapa Pengertian Umum


Pada Kromatografi

Koefisien Distribusi
Migrasi dan Retensi Solut
Waktu Retensi (tg)
Volume Retensi (VR)
Faktor kapasitas (k)
Faktor selektifitas
Bentuk pita dan pelebaran pita
Teori Plat
Difusi Eddy

KOEFISIEN DISTRIBUSI
Distribusi dari molekul-molekul sampel diantara dua fase
ditentukan oleh tetapan kesetimbangan yang dikenal
Koefisien Distribusi

Cs
K
Cm
K = koefisien partisi
Cs =konsentrasi sampel dalam fase diam
Cm = konsentrasi sampel dalam fase gerak

LAJU MIGRASI KOMPONEN


Keefektifan proses kromatografi dlm
memisahkan campuran tergantung pada
laju migrasi komponen dalam koefisien
distribusi dua fasa

1
lajuMigrasikomponen u
u
1
1 k

1
Vs
1 K
Vm

Laju Migrasi ditentukan oleh :


1.Kecepatan fasa gerak
2.Perbandingan volum fasa diam dan fasa
gerak
3.Koefisien distribusi

Waktu Retensi (tR)


Merupakan waktu yang diperlukan solut
untuk keluar dari kolom dan mencapai
t = L/laju migrasi = L/u( 1 + K) = tM(1 + K)
detektor
Volum Retensi (VR)
Merupakan volum fasa gerak yang diperlukan
untuk mengelusi komponen sampel keluar
kolom
Volum = Waktu x Laju Alir
V = tg x F

Faktor Kapasitas(k )

Menggambarkan laju migrasi komponen


didalam kolom
Kapasitas(k) perbandingan mol solut
didalam fasa diam terhadap mol solut
didalam fasa gerak
C sV s
Vs
k
K
CmCm
Vm
'

Faktor Selektivitas ()
Faktor yang merupakan ukuran bagi
distribusi relatif komponen diantara fasa
diam dan fasa gerak

KB

KA

Bentuk Pita dan Pelebaran Pita


Pada kromatografi ideal, bentuk pita
(puncak) kromatogram yang diperoleh
berupa puncak-puncak yang sangat
sempit, terpisah satu sama lain
Pelebaran pita diperoleh sebagai hasil
penjumlahan gerakan acak sejumlah
besar partikel2 solut pada saat bergerak
sepanjang kolom

Resolusi (R)
Merupakan ukuran apakah seuatu
senyawa terpisah secara baik atau
tidak dengan senyawa lain

KROMATOGRAFI
KOLOM

Kromatografi Kolom
Kromatografi kolom adalah
kromatografi yang menggunakan
kolom sebagai alat untuk
memisahkan komponen-komponen
dalam campuran.

Prinsip Kerja
Didasarkan pada absorbsi komponen2
campuran dengan afinitas berbeda terhadap
permukaan fase diam.
Absorben bertindak sebagai fase diam dan
fase geraknya adalah cairan yang mengalir
membawa komponen campuran sepanjang
kolom.
Sampel yang mempunyai afinitas besar
terhadap absorben akan secara selektif
tertahan dan afinitasnya paling kecil akan
mengikuti aliran pelarut.

Tujuan
Kromatografi kolom bertujuan untuk
mengisolasi komponen sampel dari
campurannya.

Cara Penggunaan
Kromatografi Kolom
Sampel yang dilarutkan dalam sedikit pelarut, dituangkan
melalui atas kolom dan dibiarkan mengalir ke dalam adsorben
(bahan penyerap).
2. Komponen dalam sampel diadsorbsi dari larutan secara
kuantitatif oleh bahan penyerap berupa pita sempit pada
permukaan atas kolom.
3. Dengan penambahan pelarut secara terus menerus, masingmasing komponen akan bergerak turun melalui kolom dan akan
terbentuk pita yang setiap zona berisi satu macam komponen.
4. Setiap zona yang keluar kolom dapat ditampung dengan
sempurna sebelum zona yang lain keluar kolom.
1.

Dalam proses pemisahan dengan


kromatografi kolom, adsorben silika gel
harus senantiasa basah karena, jika
dibiarkan kering, kolom yang terbentuk
dari silika gel bisa retak, sehingga proses
pemisahan zat tidak berjalan optimal.
Selain itu, kondisi yang senantiasa basah
berperan untuk memudahkan proses elusi
(larutan melewati kolom) dalam kolom.

Rangkaian Alat Kolom

Pembentukan pita

KROMATOGRAFI GAS

Dasar Pemisahan (GC)


Penyebaran cuplikan diantara dua fasa

Kromatografi Gas
Kromatografi gas adalah proses
pemisahan campuran menjadi
komponen- komponennya dengan
menggunakan gas sebagai fase
bergerak yang melewati suatu
lapisan serapan (sorben) yang diam.

Kromatografi Gas adalah teknik


untuk memisahkan senyawa atsiri
dalam fase gas melalui fase diam.
Bila fase diam berupa zat padat,
kita sebut cara itu sebagai
kromatografi gas-padat.
Bila fase diam berupa zat cair, kita
sebut cara itu sebagai
kromatografi gas-cair.

Syarat cuplikan:
> harus memiliki keatsirian
yang
cukup (Volatil)
> stabil terhadap panas.

Bagian dasar kromatografi gas :


1. Sistem gas pembawa
2. Sistem pemasukan cuplikan
3. Sistem pemanasan kolom
4. Kolom
5. Sistem deteksi
6. Sistem pengolah data

Prinsip Kerja Kromatografi


Gas
Gas pembawa (biasanya menggunakan
helium, argon / nitrogen) dengan
tekanan tertentun dialirkan secara
konstan melalui kolom yang berisi
fase diam.
Komponen sampel akan terabsorbsi
oleh fase dim dengan kecepatan
berbeda.

Gambar Kromatografi gas

Colom GC

Prinsip Kromatografi Gas

Cara Penggunaan
Krromatografi Gas
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sampel diinjeksikan ke injektor yang suhunya telah


diatur.
Setelah sampel menjadi uap, akan dibawa oleh
aliran gas pembawa menuju kolom.
Sehingga komponen akan terabsorbsi oleh fase
diam sampai terjadi pemisahan.
Komponen yang terpisah menuju detektor akan
menghasilkan sinyal listrik yang besarnya
proporsional.
Sinyal listrik tersebut akan diperkuat oleh amplifier.
Kromatogram akan dicatat oleh rekorder berupa
puncak.

KROMATOGRAFI CAIR KINERJA


TINGGI = HPLC
(High Performance Liquid
Chromatogrphy

Fasa Terbalik/Sungsang
(Reversed Phase)
Fasa Diam Polar
Fasa Diam Non-Polar

Normal Phase
Reversed phase

Prinsip Dasar :
Perbedaan hidrofobisitas dari analit-analit
yang dipisahkan pada sistem
kesetimbangan fasa diam dan fasa gerak