Anda di halaman 1dari 2

Kromatografi lapis tipis (KLT) adalah salah satu metode pemisahan

komponenmenggunakan fasa diam berupa plat dengan lapisan bahan adsorben


inert. Kromatografi lapis tipis merupakan jenis kromatografi yang dapat digunakan
untuk menganalisis senyawa secara kualitatif maupun kuantitatif. Lapisan yang
memisahkan terdiri atas bahan berbutir (fase diam) ditempatkan pada penyangga
berupa pelat gelas, logam, atau lapisan yang cocok. Campuran yang akan dipisah
berupa larutan, ditotolkan berupa bercak atau pita, setelah pelat/lapisan ditaruh
dalam bejana tertutup rapat yang berisi larutan pengembang yang cocok (fase
gerak). Pemisahan terjadi setelah perambatan kapiler (pengembangan), selanjutnya
senyawa yang tidak berwarna harus ditampakkan/dideteksi. Deteksi dilakukan
dengan menggunakan sinar UV (Sudjadi, 1988).Kelebihan penggunaan kromatografi
lapis tipis yaitu :

lebih cepat dan lebih reproducible dari kromatografi kertas,

untuk menyempurnakan pemisahan,

lempeng dapat dibuat dengan campuran adsorben yaitu campuran homogen


dari beberapa adsorben, satu lempeng dilapisi dengan adsorben yang berbedabeda, satu lempeng dilapisi dengan campuran dua adsorben dengan konsentrasi
bervariasi dari 0 % ke 100 % untuk adsorben yang satu dari ujung lempeng yang
satu ke ujung lempeng yang lain dan sebaliknya,

area dari bercak lebih kompak dan jenis spray-reagents lebih banyak termasuk
yang bersifat korosif dapat digunakan bila adsorben bukan selulosa.
b.

Manfaat Kromatografi Lapis Tipis

Adapun manfaat dari Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yaitu :

Pemeriksaan kualitatif dan kemurnian senyawa obat.

Pemeriksaan simplisia hewan dan tanaman.

Pemeriksaan komposisi dan komponen aktif sediaan obat.

Penentuan kualitatif masing-masing senyawa aktif campuran senyawa obat.

Elusi = proses mengekstraksi zat yg umumnya padat dr campuran zat dng


menggunakanzat cair (pelarut).
- Eluen = zat cair yg digunakan untuk mengekstraksi suatu zat padat dr campuran zat
padat

Kromatografi lapis tipis (KLT) merupakan sebuah bentuk dari kromatografi adsorpsi
padat cair yang fase diamnya dilumuri di atas plat. Ada perbedaan cara dalam
melapisi plat, yaitu menuangkan, mencelupkan, menyemprotkan, dan melapisi. Plat
yang digunakan dapat berupa plat kaca dan aluminium. Adsorban padat yang
sering digunakan, yaitu silikia dan alumina. Bahan tersebut dicampur dengan bahan
pengikat agar tdak terkelupas pada plat yang kering. Sampel ditambahkan sebagai
larutan di dalam pelarut yang non polar di ujung plat dengan membentuk spot yang
simetri. Proses pengulangan penambahan bertujuan mendapatkan beberapa
miligram sampel. Pengamatan pada plat yang menggunakan silikia (mengandung
larutan fluoresens) dengan menggunakan sinar UV memperlihatkan lokasi spot-spot
yang berpendar. Ketika fase gerak diiletakkan di atas chamber, teknik dikenal
dengan descending.Ketika fase geraknya diletakkan di bawah maka
disebut ascending (Bansal 2003).
Kromatografi kertas memisahkan larutan organic air dan larutan anorganik atau
komponen polar yang tinggi seperti asam amino dan gula. Kertas yang digunakan
mengandung air yang merupakan fase diam. Fase gerak umumnya adalah fase
pelarut organik polar dan air (campuran pelarut yang mengandung air sebagai
komponen). Fase diam kromatografi kertas bersifat cair (air) sedangkan fase
geraknya juga cairan (pelarut organic dan air). Campuran sampel menjalani partisi
atau distribusi di antara dua fase cairan. Sampel akan terpisah dengan nilai
koefesien partisi yang berbeda. Kromatografi kertas merupakan salah satu contoh
kromatografi partisi. Ketika fase gerak diiletakkan di atas chamber, teknik dikenal
dengan descending. Ketika fase geraknya diletakkan di bawah maka disebut ascending.
Jika hasil kromatografi kertas kurang berwarna, ada dua metode umum yang
digunakan untuk mendeteksi lokasi spot, yaitu menggunakan sinar UV dan reagen
pewarna. Sinar UV digunakan ketika komponen mengandung zat fluoresens
(berpendar). Kation seperti Co, Ni, Zn, dan Mn menggunakan reagen pewarna difenil
karbazid sehingga menghasilkan warna masing-masing adalah ungu, merah, pink,
da pink pucat. Reagen pewarna tersebut disemprotkan pada kertas dan hasilnya
yang terlihat dilingkari oleh pensil (Krupadanam et al 2001). Kromatografi kertas
terdapat distribusi antara air (diadsorbsi oleh kertas saring sekitar 20 %) dan
pelarut bergerak (Bansal 2003).