Anda di halaman 1dari 16

REFERAT

GASTRITIS
DISUSUN OLEH :
Jayyidah Afifah
2010730055
Pembimbing
Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, Sp.PD-KTI
STASE ILMU PENYAKIT DALAM
RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

DEFINISI

Gastritis adalah inflamasi dari dinding lambung


terutama pada mukosa gaster. (Sudjono Hadi, 2002)
Gastritis merupakan salah satu keadaan peradangan
atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat
akut, kronis, difus, atau lokal. (Sylvia, A price, 2006).

EPIDEMIOLOGI
Pada negara maju dijumpai pada usia tua.Angka kejadian

infeksi Gastritis Helicobacter pylori pada beberapa daerah di


Indonesia menunjukkan data yang cukup tinggi. Kota
Surabaya (31,2%), Denpasar (46%), sedangkan di Medan
(91,6%).
Jumlah penderita gastritis > pada wanita (sejak usia dewasa

muda hingga lanjut usia).


Di negara Barat, dengan populasi yang usianya pada

dekade ke-6 hampir 80% menderita gastritis kronik dan


menjadi 100% pada saat usia mencapai dekade ke-7.

KLASIFIKASI

Gastritis
Akut

Gastritis
Kronik

ETIOLOGI
Infeksi bakteri Helicobacter pylori
Pemakaian obat OAINS secara terus
menerus
Penggunaan alkohol secara berlebihan
Stress fisik : pembedahan besar, luka
trauma, luka bakar, atau nfeksi berat
Kelainan autoimmune
Refluks empedu

PATOFISIOLO
GI
S
Gastritis
Akut

Zat kimia / makanan pedas atau asam


Merangsang sel epitel kolumner
Produksi mukus menurun

Vasodilatasi sel mukosa gaster


mukosa

Penglupasan
lambung

Produksi HCL meningkat


mukosa

erosi sel

Kontak HCL & mukosa gaster


Nyeri

perdarahan

Gastritis
Kronik

Helicobacter pylori

Inflamasi mukosa gaster

Metaplasia

Atropi gaster

Timbul sel desquamosa


yang lebih kuat

Gangguan sel parietal

Elastisitas menurun

HCL menurun

Nyeri

Resiko kanker

FAKTOR RISIKO
Tinggal ditempat padat dan kumuh,
(Helicobacter pylori )
Pecandu alkohol
Perokok
usia tua
Pengguna OAINS jangka panjang

Kriteria Diagnosis
Anamnesis
Nyeri ulu hati
yang sifatnya
seperti teriris
iris atau terbakar,
mual dan
muntah,
kembung, nafsu
makan menurun,
rasa asam
dimulut, kadang
hematemesis.

Pemeriksaan
Fisik

Pemeriksaan
Penunjang

Nyeri tekan pada


daerah ulu hati

Endoskopi
Biopsi lambung
Foto rontgen

Gambaran Endoskopi

Gastritis Kronik

Tampak helicobacter
pylori dengan pewarnaan
silver steiner pada
permukaan mukosa
gaster

Gastritis Akut
Bercak-bercak erosif
dimukosa gaster,
dengan bercak hitam
darah yang terpapar
asam lambung.

TERAPI

Gastritis Akut
Kronik

Hindari makanan dan minuman


yang dapat meningkatkan sekresi
asam
lambung
jika penderita baru saja minum bahan
erosif (kurang dari 4 jam) sebaiknya
lambung dibilas secepatnya dengan
menggunakan garam fisiologis
Berikan makanan halus, sering kali
dalam porsi kecil, dan cukup cairan
H2RA, antasida, PPI
antikolinergik (pirenzepin)
sitoprotektor (sukralfat, prostaglandin)

Gastritis

Diet dengan makanan halus, sering kali


dalam
porsi kecil dan cukup cairan
Helicobacter pylori : kombinasi antibiotik
(seperti tetrasiklin atau amoksilin) dengan
(PPI) kadang ditambah pula bismuth
subsalisilat
Menghindari alkohol dan obat-obatan
yang mengiritasi mukosa lambung
V. B 12 (anemia pernisiosa)
Cisapride
Metoklopramid
Domperidon
Antikolinergik (pirenzepin)

KOMPLIKASI
a. Perdarahan saluran cerna
atas, hingga anemia dan
kematian.
b. Ulkus pada lambung.
c. Perforasi lambung.

Gastritis
Akut

a. Gangguan penyerapan Vitamin


B12 karena atropi lambung dan
akan terjadi anemia pernisiosa.
b. Gangguan penyerapan zat besi.
c. Penyempitan daerah pilorus.
d. Kanker lambung.

Gastritis
Kronik

PROGNOSIS
Dubia ad
bonam
Prognosis baik jika segera di
tangani namun apabila
peradangan yang menahun
dan terdapat komplikasi
maka prognosis akan
semakin buruk

TER
IMA
KA
SIH