Anda di halaman 1dari 8

NDT (NON-DESTRUCTIVE TEST)

Nama / NPM :

Kelompok

:5

RADIOGRAPHY
Salah satu tokoh besar dalam radiografi adalah orang yang menemukan sinar x, yaitu
Wilhelm Conrad Roentgen. Roentgent lahir pada tanggal 27 Maret 1845 di Lennep, Jerman.
Roentgen belajar di Utrecht dan Zurich dan akhirnya menjadi Profesor fisika di Strasbourg
pada tahun 1876, Giessen pada 1879, dan Wurzburg pada 1888, dimana penemuannya yang
terkenal terjadi. Ia terakhir menjadi Profesor fisika di Munich pada tahun 1899.
Sinar x ditemukan selama experimen laboratorium di Universitas Wurzburg yang terjadi pada
8 November 1895. Ia berexperimen di ruang laboratorium yang setengah digelapkan dengan
sebuah tabung vakum, yang disebut tabung Crooke, yang diselimuti dengan kertas fotografi
hitam untuk mendapatkan efek visual yang lebih baik ketika sinar katoda dihasilkan. Ketika
experimen, ia mengamati kejadian pada karton yang dilapisi dengan barium platinocyanida
yang terletak pada meja yang tidak terlalu jauh dari tabung, saat tabung dibangkitkan.
Meskipun tidak ada cahaya tampak yang lepas dari tabung karena diselimuti oleh kertas
hitam, Rontgent mengamati bahwa layar barium platinocyanida berpendar. Ia juga mengamati
bahwa bila ia menggerakkan karton yang dilapisi skrin barium platinocyanida mendekati
tabung, skrin berpendar dengan intensitas lebih tinggi, yang membuktikan bahwa ada sinar
yang tak diketahui namanya memancar dari tabung. Sebagai hasil dari penemuan tersebut,
Roentgent mulai melakukan experimen lebih lanjut dengan mengambil gambar radiografi
berbagai obyek dalam laboratorium, termasuk kotak kayu yang berisi logam berat, kunci pada
pintu laboratorium, dan senapan laras ganda dengan ukuran pelet yang berbeda-beda
didalamnya. Ia juga melakukan sinar x material lain, seperti kartu bermain, buku, kayu dan
bahkan lembaran logam tipis.
Pentingnya radiografi industri tercermin dalam nama pertama asoasi teknik yang
sekarang disebut ASNT (American Society for Nondestructive Testing). ASNT didirikan pada
tahun 1941 dengan nama The American Industrial Radium and X-ray Society.

Gambar 1. Urutan gelombang berdasarkan panjang gelombangnya


Radiografi merupakan salah satu metode yang digunakan dalam Pengujian Tanpa
Merusak atau Non Destructive Test (NDT). Yang dimaksud dengan Pengujian Tanpa Merusak
adalah pengujian bahan dengan tidak merusak bahan yang diuji, baik sifat fisik maupun kimia
dari bahan tersebut, selama dan setelah pengujian tidak mengalami perubahan
Uji Radiografi adalah teknik mendapatkan gambar bayangan dari benda padat dengan
menggunakan daya tembus radiasi sinar-x atau sinar gamma (). Gambar yang didapat
merupakan bentuk proyeksi benda tersebut tanpa rincian kedalamannya. Gambar direkam
dalam film yang disebut radiograf atau biasa kita sebut film radiografi. Nama lain yang
kurang popular ialah roentgenogram atau, skiagra.
Kontras radiografi disebabkan pada perbedaan dalam kemampuan penyerapan radiasi (dalam
hal ini sinar-x atau gamma) dan perbedaan tebal benda uji, perbedaan susunan kimia, densitas
yang tidak homogen, cacat, diskontinuitas atau proses hamburan didalam benda uji. Radiasi
yang digunakan, diproyeksikan terhadap benda uji untuk mendapatkan kontras dan definisi
yang baik pada bidang gambar. Kemudahan untuk memeriksa benda uji pada sisi yang
berlawanan juga diperlukan. Selanjutnya, film radiografi diperlukan untuk merekam
bayangan dalam kondisi yang aman.
Dibawah ini beberapa teknik yang dekat dengan radiografi;
1. Tomografi memberikan informasi dalam tiga dimensi; yaitu rincian dari setiap lapisan
pilihan suatu benda uji akan ditampakan, sehingga kondisi dan posisi dari cacat dapat
ditentukan.

2. Radioscopi (real-time radiography) dimana foton sinar-x dikonversi dengan beberapa


metoda untuk kemudian dimunculkan berupa gambar analog seperti pada layar televisi.
3. Xerografi, dimana gambar laten yang tertangkap pada pelat Selenium sebagai subyek yang
diisi, selanjutnya bubuk biru lembut akan tertarik pada daerah yang dipengaruhi oleh sinar-x
dan dicetak pada kertas putih yang dilapisi plastik. Secara khusus digunakan di rumah sakit
sebab diperlukan penyinaran yang pendek.
4. Menggunakan sumber radiasi lain seperti neutron, positron, proton atau elektron.
5. Radiometri dimana gambar direkam menggunakan detektor radiasi.
Selanjutnya beberapa definisi yang diberikan dokumen ASTM (E 1316) yang berhubungan
dengan radifografi;
Radiologi (Radiology) adalah ilmu dan aplikasi dari sinar-X dan sinar dan radiasi lainya.
Pemeriksaan Radiografi (Radiographic inspection) adalah penggunaan sinar-X dan sinar-
serta radiasi lainya untuk mendeteksi diskontinuitas pada bahan.
Pengujian radiology (Radiological examination) mempunyai definisi yang sama.
Umumnya bila menggunakan suatu film atau radiograf untuk merekam gambar maka dapat
menggunakan istilah pemeriksaan radiografi.

Gambar 2. Skema uji radiografi


Alasan dasar uji tak rusak adalah untuk menjamin tingkat kepercayaan yang
maksimum terhadap hasil produk. Karena hasil produk dibuat dari beberapa komponen untuk

menentukan apakah hasil uji tak rusak tersebut dapat menjamin tingkat kepercayaan yang
diuji dengan uji tak rusak, maka menjadi tugas personel yang berwenang yang
dipersyaratkan. Untuk itu diperlukan standar yang mana hasil pengujian harus memenuhi
standar tersebut.
Tujuan dari pengujian tak merusak umumnya adalah untuk mengetahui kualitas
barang atau bahan yang merupakan salah satu cara pengendalian dalam memenuhi standard
yang ditetapkan. Pengujian tanpa merusak ini sudah dikembangkan penggunaannya sesuai
dengan kemajuan teknologi saat ini.
Pengujian dengan metode radiografi merupakan salah satu metode yang banyak
digunakan dalam pengujian tidak merusak. Metode radiografi mempunyai daya penetrasi dan
penyerapan dari radiasi sinar-x dan sinar gamma, maka radiogarfi dapat digunakan untuk
memeriksa berbagai macam produk antara lain sambungan las, pengecoran dan penempaan.
Keuntungan dari pemeriksaan radiografi meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.

dapat digunakan untuk berbagai jenis material


menghasilkan visual image yang permanent
dapat memperlihatkan kondisi asli bagian dalam material
dapat memperlihatkan kesalahan fabrikasi
dapat memperlihatkan bentuk cacat

Kerugian / Keterbatasan dari pemeriksaan radiografi meliputi :


1. tidak praktis digunakan pada spesimen-spesimen yang mempunyai bentuk geometris
beragam / kompleks
2. spesimen harus cocok untuk dua sisi pekerjaan
3. laminasi tidak dapat dideteksi dengan radiogarfi
4. pertimbangan keselamatan dan kesehatan dari bahaya yang ditimbulkan sinar-x dan
sinar gamma harus dipikirkan
5. peralatan yang digunakan relatif mahal
6. Personal yang melaksanakan pengujian radiografi sangat perlu untuk selalu
memperhatikan dan diingatkan secara terus menerus akan bahaya radiasi dan harus
mengenal peraturan keselamatan kerja dengan radiasi.
7. Radiasi tidak dapat dideteksi dengan indera kita maka dibutuhkan peraturan
pelaksanaan yang ketat sesuai dengan peraturan keselamatan kerja dengan radiasi.
Pekerjaan radiografi dan evaluasi hasil radiografi harus dilaksanakan oleh teknisi dan
supervisor yang terkualifikasi di bidangnnya. ASNT (American Society For Nondestructive
Testing) memberikan rekomendasi untuk penggunaan dokumen Recommended Practice No.
ASNT-TC-1A. Dokumen ini berisi petunjuk yang dibutuhkan bagi perusahaan untuk
melaksanakan pelatihan dan sertifikasi para teknisi pemeriksaan tidak merusak (NDE).

Selain lembaga diatas di Indonesia Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) adalah
lembaga yang berhak mengadakan pelatihan dan pendidikan teknik radiografi industri seperti
yang tertuang didalam surat keputusan BATAN no 284/DJ/VII/1994.
Dalam aplikasi yang memerlukan tingkat keselamatan tinggi, sangat diperhatikan bahwa
setiap komponen yang digunakan benar-benar handal. Komponen yang menggunakan bahan
logam tidak akan pernah terlepas dengan pengelasan untuk mendapatkan bentuk sesuai
dengan yang diperlukan dalam desain komponen alat proses. Untuk menjamin bahwa hasil
pengelasan itu sesuai dengan yang diharapkan dan memenuhi standar yang digunakan maka
harus dilakukan pengujian. Dalam hal ini pengujian dengan mengggunakan metode NDT.
Dalam hal ini radiografi merupakan pilihan yang sangat tepat mengingat keterbatasan biaya
dan waktu.
Dalam prosedur pelaksanaan radiografi sinar-x ada beberapa hal penting yang harus
ditentukan atau diperhitungkan terlebih dahulu untuk memperoleh hasil penyinaran yang
baik. Beberapa hal tersebut antara lain jarak sumber ke film (SFD), penumbra (UG), dan
lama waktu penyinaran.
Jarak sumber ke film perlu ditentukan untuk menghitung penumbra (UG). Berdasarkan
pengalaman, SFD minimum adalah 1,5 kali panjang benda yang diuji. Makin panjang SFD
makin baik, karena akan menghasilkan UG yang makin kecil. SFD juga menentukan besar
daerah yang dinterpretasi. Besar SFD maksimum yang dijinkan telah ditetapkan dalam
standar yang umum digunakan yaitu ASME.
Secara matematis, besar UG ditentukan oleh tiga faktor yaitu:
Dimensi / besar fokal spot sumber radiasi
Jarak film ke sumber (SFD)
Tebal spesimen benda uji
Untuk menghitung lama waktu penyinaran, ada beberapa cara yang dipakai dalam penentuan
waktu penyinaran :
1. dengan memakai slide rue untuk sumber yang sesuai
2. dengan memakai grafik yang dikeluarkan oleh pabrik tertentu.
Radiografi digunakan untuk memeriksa cacat logam bagian dalam untuk semua jenis
bahan. Radiografi menggunakan sinar X dan sinar Gamma.Sinar X dihasilan dari elektron
sedangkan sinar gamma dihasilkan dari sumber radioaktif. Kedua sinar ini mempunyai
kesamaan dan keduanya mempunyai karakter sebagai berikut :
- Dapat melalui bahan yang tebal
- Memancar dalam gera tegak lurus dan tidak dipengaruhi oleh listrik atau medan magnet

- Dapat mempengaruhi emulsi fotografi.


- Sinar ini berbahaya pada kehidupan sel karena dapat mengurangi sel dalam tubuh kita.
a. Sinar X- Radiografi.
Sinar X dihasilkan oleh elektron dengan kecepatan sinar tinggi. Energi ini kemudian diubah
ke panas dan menghasilkan sinar X. elektron ini diarahkan ke cermin (target) dalam ruang
hampa dan sinar tersebut memantul lagi melalui lubang tabung dan diteruskan menuju
komponen yang diperiksa.
Cara pemeriksaan yaitu bahan ditempatkan di antara tabung sinar-X dan Film. Jika bahan
ersebut berat dan jenisnya sama seluruhnya, film akan menerima pecahannya yang merata.
Akan tetapi kalau ada cacat, seperti lubang di dalam hasil penuangan atau dala pengelasan,
maka jika film tersebut dicuci akan terlihat noa hitam.
b. Sinar Gamma- Radiografi
Metode ini secara fundamental mirip dengan metode sinar-X, tetapi perbedaannya adalh
sumber cahanya. Sumber cahaya gamma dihasilkan dari sumber radiasi yang dihasilkan dari
isotop radioaktif dari sebuah reaktor nuklir.
Tidak seperti sinar X yang mempunyai cahaya lurus, sinar gamma ini dapat mengarah ke seua
arah.
Cara pemeriksaannya adalah film ditempatkan di bagian belakang benda. Apabila bahan
tersebut cacat di baian dalam maka bila filmnya dicuci akan tampak cacat hitam.
Salah satu contoh dari pengujian radiografi pada NDT adalah radiografi neutron.
Radiografi neutron adalah salah satu teknik uji tak merusak yang menggunakan berkas
neutron sebagai sumber penyinaranya. Seperti halnya radiografi sinar-X dan radiografi
gamma prinsip kerja radiografi neutron menggunakan kaidah atenuasi berkas oleh obyek
yang diamati. Interaksi antara neutron dan sinar-X terhadap suatu bahan sangat berbeda.
Daya tembus neutron sangat besar jika dibandingkan dengan sinar-X, sehingga neutron
mampu menembus bahan dengan ketebalan tinggi yang mana hal tersebut tidak mampu
dilakukan jika menggunakan sinar-X. Sinar-X berinteraksi dengan elektron yang mengelilingi

inti atom dari bahan dan interaksinya akan meningkat dengan meningkatnya nomor atom
bahan. Sedangkan neutron berinteraksi dengan inti atomnya. Berkas neutron akan mengalami
atenuasi yang besar bila melewati bahan dengan nomor atom yang kecil seperti air,
hidrokarbon, cadmium dan boron. Sebaliknya untuk ketebalan yang sama, neutron hanya
sedikit mengalami atenuasi ketika menembus bahan yang bernomor atom besar seperti baja,
timbal dan uranium[1] . Neutron memiliki sifat unik yang dapat diserap oleh obyek yang
terbuat dari bahan berbasis hidrogen seperti bahan polimer dan menembus obyek yang
terbuat dari bahan berbasis hidrogen seperti bahan polimer dan menembus obyek yang
terbuat dari bahan logam yang keduanya tidak dapat dilakukan dengan menggunakan sinar-X
[2] . . Kemampuan radiografi neutron untuk mengamati berbagai komponen elektrik seperti
MCB, kapasitor dan sirine yang terbuat dari gabungan logam dan nologam menggunakan
metoda film akan disajikan dan perbedaan hasilnya karena perbedaan atenuasi dari
bahan komponennya akan dibahas.

Fasilitas radiografi neutron telah terpasang pada tabung berkas S2 reaktor G.A
Siwabessy di Serpong. Alat ini dari awal pengadaanya diperuntukan sebagai uji tak rusak
bahan industri. Metoda yang digunakan dalam uji ta rusak ini meliputi metoda film, metoda
kamera dan tomografi. Dalam makalah ini akan dibatasi pembahasannya hanya pada metoda
film saja. Gambar 1 menunjukan gambar skematik dari peralatan radiografi neutron yang
dilengkapi dengan metoda film dan metoda kamera Dari Gambar 1 tersebut tampak bahwa
fasilitas radiografi neutron yang terpasang pada tabung berkas S2 memiliki komponen utama
yaitu pertama kolimator yang berfungsi untuk memparalelkan berkas neutron, yang kedua
penutup berkas (shutter) yang berfungsi untuk menyetop dan meneruskan berkas.
dari bahan berbasis hidrogen seperti bahan polimer dan menembus obyek yang
terbuat dari Shutter ini terdiri dari dua buah yaitu penutup berkas utama (main shutter) dan
penutup berkas bantu (auxiliary shutter) yang digunakan untuk melewatkan berkas saat
penembakan sampel. Alat perekam pada alat ini dapat berupa film dan kamera CCD. Berkas
neutron termal yang datang dari reaktor dilalukan melalui sistem kolimator, berkas neutron
yang terkolimasi tersebut kemudian digunakan untuk menembak sampel. Berkas neutron
yang ditransmisikan sampel tersebut kemudian dikonversikan menjadi sinar-gamma oleh

konverter gadolinium yang mana sinar gamma tersebut digunakan untuk menghitamkan film.

Gambar 3. Gambar skematik fasilitas radiografi neutron


Kualitas citra radiografi neutron dapat ditentukan berdasarkan pada analisis data dari
citra indikator kualitas neutron. Ada dua jenis indikator kualitas citra yang digunakan yaitu
sampel standar Beam Purity Indicator (BPI) dan sampel standar.
Prinsip kerja radiografi neutron sama dengan radiografi sinar-X maupun sinar gamma,
dimana variasi atenuasi sampel atau benda uji merupakan hal utamanya. Berkas neutron
termal dari reaktor diarahkan pada benda uji menggunakan kolimator. Berkas neutron yang
melewati benda uji akan teratenuasi yang besarnya sesuai yang dengan koefisien atenuasi
bahan itu sendiri. Berkas neutron yang lolos dari benda uji akan dilewatkan melalui konverter
dan diubah menjadi radiasi yang dapat menghitamkan film dengan tingkat kehitamanya
sebanding dengan berkas neutron yang lolos. Setiap ketidakseragaman dalam benda uji atau
kerusakan seperti lubang (hole), celah (gap) dan benda asing memberikan faktor atenuasi
yang berbeda. Perbedaan atenuasi ini akan diterjemahkan oleh alat yang disebut konverter
menjadi gambar pada film yang memiliki densitas yang berbeda sehingga variasi kehitaman
atau densitas film merupakan gambaran keadaan benda uji tersebut.