Anda di halaman 1dari 23

ANALISA RESIKO KESEHATAN

LIGKUNGAN (ARKL) AIR BERSIH DI


KABUPATEN BALANGAN
2010

TUGAS MANDIRI
0leh :
SURIADI

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BALANGAN


DINAS KESEHATAN
2012

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Asal muasal air di planet kita, yang meliputi hingga 70 persen dari permukaan
Bumi masih misterius bagi para ilmuwan. Banyak yang berpendapat bahwa air tidak
muncul bersamaan dengan terbentuknya Bumi, namun objek dari angkasa yang
mengantarkannya ke planet kita.
Diperkirakan, kalau air datang bersamaan dengan terbentuknya planet Bumi pada
4,5 miliar tahun lalu, ia kemungkinan besar sudah menguap karena panasnya Matahari
yang ketika itu masih muda. Artinya, air kemungkinan datang dari tempat lain.
Planet-planet dalam (Merkurius, Venus, Mars) juga ketika tata surya baru mulai
dibentuk, masih terlalu panas untuk menyimpan air. Jadi, kemungkinan air di Bumi juga
tidak datang dari sana. Namun, planet-planet dan benda-benda angkasa lain seperti
bulan-bulan milik Jupiter, komet, dan lain-lain cukup jauh dari Matahari hingga
memungkinkan untuk punya es.
Seperti diketahui, 70% permukaan Bumi merupakan air. Namun, asal muasal air
yang menutupi planet hunian manusia ini terus menjadi misteri. Asal pasti air yang
menutupi sekitar 70% permukaan Bumi masih terus menjadi perdebatan dan misteri bagi
para ilmuwan. Banyak ilmuwan menduga, obyek di luar angkasa mengirim air ke Bumi
dalam tabrakan dahsyat segera setelah Bumi terbentuk.
Dugaan tersebut menggantikan anggapan air terbentuk bersamaan terbentuknya
Bumi. Peneliti berspekulasi, air yang muncul di permukaan planet ini saat terbentuk 4,5
miliar tahun silam kemungkinan besar bisa menguap oleh matahari muda.
Artinya, air yang ada di Bumi bisa jadi berasal dari tempat lain. Planet di bagian
dalam tata surya (Mars, Merkurius, Venus) mungkin terlalu panas untuk menjadi rumah
air selama fomasi tata surya, jadi air yang ada di planet hunian manusia ini bukan berasal
dari sana.

Meski begitu, badan-badan planet luar seperti bulan-bulan Yupiter dan komet
berada cukup jauh dari matahari. Hasilnya, badan-badan ini bisa menyimpan es. Selama
periode empat miliar tahun silam yang disebut Late Heavy Bombardment, benda
berukuran masif yang kemungkinan besar berasal dari luar tata surya menghantam Bumi
dan planet-planet dalam.
Menurut penulis senior Science Kristina Grifantini, terdapat kemungkinan,
benda-benda ini berisi air. Tabrakan-tabrakan yang terjadi inilah yang mengirim waduk
air raksasa yang memenuhi bumi.
Untuk waktu yang lama, para astronom menduga, komet (potongan es dan batu
dengan ekor panjang es yang menguap) yang memutari orbit sekitar mataharilah yang
mengirimkan air ini. Namun, pengukuran jarak jauh air yang menguap dari beberapa
komet utama yang ada (Halley, Hyakutake, dan Hale-Bopp) mengungkap, air es yang
ada di komet itu terbuat dari berbagai jenis H2O (yang mengandung isotop lebih berat
dari hidrogen) dari Bumi.
Artinya, komet-komet ini tak bisa menjadi sumber air di planet hunian manusia.
Otomatis, komet besar keluar dari daftar pelaku pengirim air ke Bumi. Para astronom
pun mulai bertanya-tanya apakah petunjuk terakhir air di Bumi mungkin terletak di
sabuk asteroid.
Wilayah tempat ratusan ribu asteroid yang mengorbit antara planet dalam dan luar
ini diyakini oleh para astronom terlalu dekat dengan matahari untuk menjadi rumah air.
Namun, para astronom baru-baru ini menemukan bukti pertama es di asteroid 24 Themis.
Penemuan asteroid es ini menunjukkan kemungkinan adanya jauh lebih banyak es
di sabuk asteroid di luar dugaan semula. Selain itu, hal ini seolah memberitahu
kemungkinan lain asal-usul air laut.
Pesawat yang dikirim untuk mengeksplorasi asteroid, seperti pesawat ruang
angkasa DAWN, di tahun-tahun mendatang akan mengungkap lebih lanjut mengenai es
air misterius tersebut guna membantu manusia memahami awal keberadaan air di Bumi.
Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Sekitar
tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan
hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk
memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air
juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat

rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat


juga ditularkan dan disebarkan melalui air. Kondisi tersebut tentunya dapat menimbulkan
wabah penyakit dimana-mana.
Volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65% dari total berat badannya, dan
volume tersebut sangat bervariasi pada masing-masing orang, bahkan juga bervariasi
antara bagian-bagian tubuh seseorang. Beberapa organ tubuh manusia yang mengandung
banyak air, antara lain, otak 74,5%, tulang 22%, ginjal 82,7%, otot 75,6%, dan darah
83%. Setiap hari kurang lebih 2.272 liter darah dibersihkan oleh ginjal dan sekitar 2,3
liter diproduksi menjadi urine. Selebihnya diserap kembali masuk ke aliran darah. Dalam
kehidupan sehari-hari, air dipergunakan antara lain untuk keperluan minum, mandi,
memasak, mencuci, membersihkan rumah, pelarut obat, dan pembawa bahan buangan
industri.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan dari dari kegiatan ini adalah untuk melakukan kajian

Analisis Resiko

Kesehatan Lingkungan (ARKL) terhadap kualitas air bersih di kabupaten Balangan


berdasarkan data Laporan surveilans kualitas air program Pamsimas tahun 2010.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus pada penelitian ini adalah
1. Mengetahui konsentrasi kualitas air bersih di Kabupaten Balangan
2. Mengetahui Risk Quotien air bersih di Kabupaten Balangan

BAB II

KAJIAN TEORI & METODOLOGI

A. Fungsi Air Bagi Kehidupan Manusia


Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Sekitar
tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan
hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk
memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air
juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat
rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat
juga ditularkan dan disebarkan melalui air. Kondisi tersebut tentunya dapat menimbulkan
wabah penyakit dimana-mana.
Volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65% dari total berat badannya, dan
volume tersebut sangat bervariasi pada masing-masing orang, bahkan juga bervariasi
antara bagian-bagian tubuh seseorang. Beberapa organ tubuh manusia yang mengandung
banyak air, antara lain, otak 74,5%, tulang 22%, ginjal 82,7%, otot 75,6%, dan darah
83%.
Setiap hari kurang lebih 2.272 liter darah dibersihkan oleh ginjal dan sekitar 2,3
liter diproduksi menjadi urine. Selebihnya diserap kembali masuk ke aliran darah. Dalam
kehidupan sehari-hari, air dipergunakan antara lain untuk keperluan minum, mandi,
memasak, mencuci, membersihkan rumah, pelarut obat, dan pembawa bahan buangan
industri.
Ditinjau dari sudut ilmu kesehatan masyarakat, penyediaan sumber air bersih
harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas
memudahkan timbulnya penyakit di masyarakat. Volume rata- rata kebutuhan air setiap
individu per hari berkisar antara 150-200 liter atau 35-40 galon. Kebutuhan air tersebut
bervariasi dan bergantung pada keadaan iklim, standar kehidupan, dan kebiasaan
masyarakat.

B. Air Tercemar dan Tidak Tercemar


Berikut ini kita perlu mengetahui indikator-indikator apa yang perlu
diperhatikan untuk membedakan air tercemar dan air tidak tercemar ini. Ada banyak
indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di
laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat
pengamatan fisik. Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat
dengan kedalaman tertentu.
Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah
terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami
(mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti
residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami.
Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian.
Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih
beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida. Air bersih yang layak
untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya
pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.
Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan
fisik. Beberapa di antaranya seprti dikutip dari Indiastudychannel, adalah:
1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika
air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara
pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat
yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme
seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi
keruh.
3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa
pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam
jumlah besar.

4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali.
Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain
misalnya detergen.
5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di
daerah sekitar muara sungai.
6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun
baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.
C. Parameter Pencemaran Lingkungan
Ada beberapa parameter untuk mengetahui kualitas air, diantaranya :
I. Parameter Kimia
Total organik karbon (TOC) , Total Carbon (TC), Inorganic Carbon (IC)
TOC adalah jumlah karbon yang terikat dalam suatu senyawa organik dan sering
digunakan sebagai indikator tidak spesifik dari kualitas air atau kebersihan peralatan
pabrik. Total Carbon (TC) semua karbon dalam sample, Total Inorganic Carbon (TIC)
sering disebut sebagai karbon anorganik (IC), karbonat, bikarbonat, dan terlarut karbon
dioksida (CO 2); suatu material yang berasal dari sumber non-hidup. Dalam menganalisa
TOC, TC, dan IC kita bisa menggunakan TOC analyzer.
Cara Pengolahan Air & Mencegah Air Tercemar
Pengelolaan air di sini termasuk pengelolaan perairan pantai dan ekosistem danau.
Pengelolaan air meliputi strategi sebagai berikut:
1. melindungi

perairan

agar

terjaga

kebersihannya

sehingga

dapat

menjaga

kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun
kimiawi.
2. mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses
fotosintesa dapat berjalan lancar.
3. menjaga agar fauna memangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan
rantai makanan.

4. mempergunakan sumberdaya berupa air seefisien mungkin, sehingga zat hara yang
ada dapat tersimpan dengan baik yang juga berarti sebagai penimpan energi dan
materi.

Usaha Mencegah Pencemaran Air


Usaha pencegahan pencemaran air ini bukan merupakan proses yang sederhana, tetapi
melibatkan berbagai faktor sebagai berikut:
1. Air limbah yang akan dibuang ke perairan harus diolah lebih dahulu sehingga
memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah.
2. Menentukan dan mencegah terjadinya interaksi sinergisma antarpolutan pemerintah.
3. Menggunakan bahan yang dapat mencegah dan menyerap minyak yan gtumpah di
perairan
4. Tidak membuang air limbah rumah tangga langsung ke dalam perairan. Hal ini untuk
mencegah pencemaran air oleh bakteri.
5. Limbah radioaktif harus diproses dahulu agar tidak mengandung bahaya radiasi dan
barulah dibuang di perairan.
6. Mengeluarkan atau menguraikan deterjen atau bahan kimia lain dengan menggunakan
aktifitas mikroba tertentu sebelum dibuang ke dalam perairan umum

D. Pengaruh Air Terhadap Kesehatan


Penyakit menular yang disebabkan oleh air secara langsung diantara masyarakat
disebut penyakit bawaan air (waterborne diseases). Hal ini dapat terjadi karena air
merupakan media yang baik tempat bersarangnya bibit penyakit/agent. Menurut Slamet
(2002) beberapa penyakit bawaan air yang sering ditemukan di Indonesia diantaranya :
a.

Cholera adalah penyakit usus halus yang akut dan berat. Penyakit ini disebabkan oleh
bakteri vibrio cholerae. Masa tunasnya berkisar beberapa jam sampai beberapa hari.
Gejala utamanya adalah muntaber, dehidrasi dan kolaps. Gejala khususnya adalah tinja
yang menyerupai air cucian beras.

b.

Typhus Abdominalis juga merupakan penyakit yang menyerang usus halus dan
penyebabnya adalah Salmonella typi. Gejala utamanya adalah panas yang terus
menerus dengan taraf kesadaran yang menurun, terjadi 1-3 minggu (rata-rata 2 minggu)
setelah infeksi. Salmonella typi tumbuh dalam suasana yang cocok bagi dirinya yaitu
usus manusia dan hewan berdarah panas. Namun bila tinja seseorang yang sakit
mengandung bakteri tersebut masuk ke badan air, maka bakteri ini dapat hidup
beberapa hari sebelum mati. Bila air tersebut diminum oleh manusia maka Salmonella
typi tersebut akan masuk lagi ke usus manusia dan akan berkembang hingga
menyebabkan penyakit. Jadi air berfungsi sebagai media penyebar penyakit.

c.

Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A. gejala utama adalah demam akut,
dengan perasaan mual dan muntah, hati membengkak, dan sclera mata menjadi kuning
oleh Karena itu orang awam menyebut Hepatitis ini sebagai penyakit kuning.

d.

Dysentrie amoeba disebabkan oleh protozoa bernama Entamoeba hystolytica. Gejala


utamanya tinja yang tercampur lender dan darah.
Selain penyakit menular, penggunaan air dapat juga memicu terjadinya penyakit tidak
menular. Penyakit tidak menular terutama terjadi karena air telah terkontaminasi zat-zat
berbahaya atau beracun. Beberapa kasus keracunan akibat mengkonsumsi air yang
terkontaminasi diantaranya :

a.

Kasus keracunan Kobalt (Co) yang terjadi di Nebraska (Amerika) merupakan satu
contoh penyakit tidak menular yang diakibatkan kontaminasi Kobalt di dalam air.
Akibat keracunan Kobalt dapat berupa gagal jantung, kerusakan kelenjar gondok,
tekanan darah tinggi dan pergelangan kaki membengkak.

b.

Penyakit Minamata, yang disebabkan pencemaran pantai Minamata oleh Mercury (air
raksa). Sumber utama keracunan air raksa itu adalah pembuangan limbah pabrik
penghasil polivinil klorida yang menggunakan Mercury sebagai katalis. Di dalam air,
Mercury diubah menjadi Methyl Mercury oleh bakteri. Methyl Mercury akhirnya
mengkontaminasi ikan di pantai yang dikonsumsi penduduk yang tinggal di wilayah
tersebut. Dengan adanya proses biological magnification(akumulasi biologis), maka
kadar air raksa yang terdapat di dalam ikan yang terdapat di laut tersebut menjadi

berlipat ganda. Keracunan air raksa menyebabkan cacat bawaan pada bayi. Keracunan
ini menyebabkan 111 orang menjadi cacat dan 41 orang diantaranya meninggal.
c.

Keracunan Cadnium di kota Toyoma, Jepang. Keracunan ini menyebabkan terjadinya


pelunakan tulang sehingga tulang-tulang punggung menjadi nyeri. Berdasarkan hasil
penelitian, ternyata bahwa beras yang dimakan penduduk Toyoma berasal dari tanaman
padi yang selama bertahun-tahun mendapatkan air yang telah tercemar Cadmium.
Air juga dapat berperan sebagai serang insekta yang membawa/menyebarkan penyakit
pada masyarakat. Insekta demikian disebut sebagai vector penyakit. Beberapa penyakit
yang disebarkan vector penyakit antara lain :

a.

Filariasis, dikenal juga sebagai penyakit kaki gajah. Penyebabnya adalah cacing bulat
kecil, yang disebut filaria. Sebagai pembawa atau vector penyakit ini adalah nyamuk
jenis culex

fatigans.

Manusia

yang

menderita

penyakit

kaki

gajah

akan

menjadi reservoir cacing filaria. Larva cacing ini akan menuju ke peredaran darah
periferi pada malam hari sehingga jika penderita digigit nyamuk, maka nyamuk
tersebut akan membawa larva filaria. Gigitan nyamuk berikutnya akan memindahkan
microfilaria kepada korban baru. Selanjutnya microfilaria tersebut akan mengikuti
peredaran darah manusia dan masuk ke dalam saluran limfatik dan menjadi dewasa.
Filaria ini dapat menyebabkan penyumbatan saluran limfatik sehingga mengakibatkan
cairan tubuh tidak bisa mengalir seperti biasanya sehingga kemudin terjadi
pembengkakkan yang semakin lama semakin membesar dan mengeras.
b.

Demam Berdarah disebut juga Dengue Haemorrahagic Fever (DHF) karena disertai
gejala demam dan pendarahan. Penyakit ini terus menyebar diantara masyarakat
melalui vector berupa nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini suka bersarang di air bersih.
Untuk mencegah terjadinya penyakit yang diakibatkan penggunaan air, kualitas badan
air harus dijaga sesuai dengan baku mutu air. Baku mutu air adalah ukuran batas atau
kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan atau
unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya di dalam air. Untuk mengetahui hal
tersebut, perlu dilakukan pengukuran atau pengujian kualitas (mutu) air berdasarkan
parameter-parameter tertentu dan metode tertentu. Dalam Peraturan Pemerintah No. 82
tahun 2001, mutu air ditetapkan melalui pengujian parameter fisika, kimia,

mikrobiologi, dan radioaktivitas. Pengujian parameter fisika meliputi pengukuran


temperature air, pengukuran kadar residu dalam air dan kadar residu tersuspensi dalam
air. Pengujian parameter kimia dilakukan melalui pengukuran kadar zat kimia
anorganik dan zat kimia organic dalam air.

BAB III
ANALISIS RESIKO KESEHATAN LINGKUNGAN (ARKL)

A. Perumusan Masalah
Pencemaran

air adalah

suatu

perubahan

keadaan

di

suatu

tempat

penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.
Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan
manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air
juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu
kehidupan manusia.
Tujuan dari dari kegiatan ini adalah untuk melakukan kajian Analisis Resiko
Kesehatan Lingkungan (ARKL) terhadap kualitas air bersih berdasarkan data Laporan
surveilan kualitas air program pamsimas di Kabupaten Balangan.
B. Identifikasi Bahaya
Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum,
meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau,
pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan air, sungai dan danau,
nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman
air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini
menyebabkan

oksigen,

yang

seharusnya

digunakan

bersama

oleh

seluruh

hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati,


dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan
mati, dan aktivitas bakteri menurun.
Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi atas 4 kelompok, yaitu :
1. Dampak terhadap kehidupan biota air
Banyaknya zat pencemaran pada air kan menyebabkan menurunnya kadar oksigen
terlarut dalam air tersebut. Sehingga mengakibatkan kehidupan dalam air
membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.
Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang
seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air limbah yang sulit
terurai. Panas dari industri juga akan membawa dampak bagi kematian organisme,
apabila air limbah tidak didinginkan terlebih dahulu.
2. Dampak terhadap kualitas air tanah
Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah
terjadi dalam skala yang luas, hal ini dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal.
Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.
3.

Dampak terhadap kesehatan


Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain :

Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen,

Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit,

Jumlah air yang tersedia tidak cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat
membersihkan diri,

Air sebaga media untuk hidup vector penyakit.

4. Dampak terhadap estetika lingkungan


Dengan semakin banyaknya zat organik yang dibuang ke lingkungan perairan,
maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau
yang menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan.
Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika lingkungan.

Gambar 1 . Peta Wilayah pengambilan sampel Air Bersih


Jumlah sampel dalam analisis risiko kesehatan lingkungan sebanyak 12 titik
sampel dengan sebaran tujuh kecamatan di Kabupaten Balangan.

C. Karakteristik Bahaya
Tabel 1. Hasil Pengujian Sampel Air Bersih Di Daerah Kabupaten Balangan
NO

SAMPEL

PARAMETER (mg/l)
Besi (Fe)

Nitrit (NO2)

Mangan (Mg)

KADAR MAX
YG
DIPERBOLEHK
AN

0,3

0,1

0,5

0,070

0,002

0,0061

0,060

0,002

0,0061

0,120

0,002

0,0061

1,630

0,104

0,9700

0,100

0,002

0,0061

0,180

0,002

0,0061

0,010

0,002

0,0061

0,200

0,010

0,0061

10

0,014

0,002

0,0061

11

10

0,340

0,002

0,0061

12

11

0,050

0,002

0,0061

13

12

0,150

0,002

0,0061

D. Analisis Pemajanan
Tabel 2. Hasil Risk Quotien Parameter Air Bersih Di Daerah Kabupaten Balangan
PARA
METE
R

HASIL PERHITUNGAN ANALISIS RISIKO


SAT

MIN

RATA

BESI

mg/
L

0,01

0,2436
333

MANG
AN

mg/
L

0,00
61

0,0864
25

NITRIT

mg/
L

0,002

0,01116
67

MA
X

I min

I rata

I max

RF
D

RQ
min

RQ
rata

RQ
max

1,6
35
3 2
0

3
0

5
5

109
50

0,000348
692

0,008495
309

0,056836
862

0,0
09

0,0387
44

0,9439
23

6,3152
07

0,9
35
7 2
0

3
0

5
5

109
50

0,000212
702

0,003013
574

0,033823
163

0,1
4

0,0015
19

0,0215
26

0,2415
94

3
0

5
5

109
50

6,97385E
-05

0,000389
373

0,003626
401

0,1

0,0006
97

0,0038
94

0,0362
64

0,10
4

35
0

E. Karakteristik Risiko
Pajanan kualitas air bersih yang meliputi parameter besi, nitrit dan Mangan secara
ingesti pada masyarakat dewasa yang tinggal di sekitar daerah Kabupaten Balangan
dengan berat badan 55 kg, masih aman untuk frekuensi pajanan 350 hari/tahun hingga
30 tahun mendatang.
F. Manajemen Risiko
Berdasarkan hasil kajian Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) terhadap
kualitas air bersih yang diperiksa paramater dikatagorikan aman yaitu untuk
parameter Nitritdan Mangan sedangkan untuk parameter Besi dikatagorikan tidak
aman.

BAB IV
REKOMENDASI & SARAN-SARAN
1. Pengawasan terhadap kualitas air dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan.
2. Dilakukan pemeriksaan parameter kualitas air bersih secara berkala.

DAFTAR PUSTAKA
Survey Analisis Kesehatan Lingkungan(ARKL) kelompok II.
Data skunder Hasil Pengujian Laboratorium BBTKL Jakarta.
http://www.rustihell.tk/2011/07/bagaimana-asal-mula-air-di-bumi.html.
Pengantar Kesehatan Lingkungan Dr. Budiman Chandra , Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sumber: Lingkungan Hidup & Kelestariannya Prof. Dr. H, Imam Supardi, dr. Sp.Mk.
Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SMP kelas VI.

Lampiran 1.
Alternatif Teknologi Pengolahan Air
PENGOLAHAN
SEDERHANA)
Bahan:
2 Buah Drum Air

AIR

KERUH

DENGAN

PENGENDAPAN

SAJA

(PALING

PENGOLAHAN AIR GAMBUT (pH 2-5)


Ada 2 tahap pengolahan:
1.

Koagulasi, Flokulasi, Absorbsi dan Sedimentasi

2.

Penyaringan/Filtrasi

PENGOLAHAN AIR KOTOR DENGAN SARINGAN PASIR (AERASI DAN FILTRASI)


Tujuan:
Menurunkan

Fe (besi)

Mn (mangan)
AL (alumunium)
Bahan: Pasir
Kerikil
Sirtu

PENGOLAHAN AIR BERTINGKAT


Bahan: Pasir
Kerikil
Ijuk
Arang Karbon Aktif
Drum Air 2 Buah

PENGOLAHAN AIR DENGAN PENYULINGAN


Tujuan
1.

Memisahkan racun bahan kimia (insektisida & limbah industri)

2.

Memisahkan unsur radioaktif (Ra dan Plutonium)

3.

Memisahkan mineral tidak diperlukan (Mercuri, arsenik dan timah hitam)

4.

Membunuh organisme merugikan (bakteri, virus dan parasit)

Bahan
1. Tangki pemanas listrik
2.

Kumparan kondensor

3.

Penyaring karbon aktif

4. Wadah penampung air


Cara Kerja Alat
1. Air ledeng dimasukkan dalam tangki pemanas
2.

Pada titik didih normal 100 C bakteri dan virus mati

3. Air mendidih berubah jadi uap, menyisakan zat padat yang tidak larut, logam atau
lainnya dalam tangki
4.

Uap menjadi tetesan air suling murni

5.

melewati saringan karbon aktif untuk menghilangkan bau, warna dan rasa

6.

Ditampung dalam wadah plastik

7.

Langsung diminum tanpa direbus

Keterangan:
1.

Penutup

a)

Kumparan kondensor

b)

Kipas angin

c)

Penguapan

d)

Karbon aktif diletakkan pada ujung penetes

2. Tangki pemanas
a)

Lempengan pemanas

b) Tombol reset
c)

Kabel penutup

3. Wadah Plastik penampung air suling


a)

Tutup berlobang sebesar ujung penetes dipakai pada saat alat bekerja

b) Tutup bulat rapat dipakai sewaktu menyimpan air


PENGOLAHAN AIR SULING YANG MENGANDUNG BAKTERI E.COLY
Bahan:
1.

Pompa air

2.

Bak penampung/pengendapan awal

3.

Bak pengolahan/penyaringan

4.

Saringan pasir dan kerikil

5.

Desinfektan kaporit

PENGOLAHAN AIR KOTOR SUMUR DI KEC. TEMON KULON PROGO


Bahan:
1.

Pasir

2.

Pipa Pralon

MEMBUAT INSTALASI PENJERNIHAN AIR SKALA RUMAH TANGGA

Sumber: Widarto, 1996


Bahan:
1.

Pasir, Kerikil, Ijuk, Arang Karbon Aktif

2.

Kaporit 0,01%, Tawas 0,10% dan Batu Kapur 0,10%

3.

Drum air penampung

4.

Drum air penyaringan/pengolahan