Anda di halaman 1dari 6

Dahlan Iskan Bersyukur Tak Lagi Jabat Dirut PLN

Hendra Kusuma - Okezone

Selasa, 2 April 2013 10:13 wib

Menteri BUMN, Dahlan Iskan. (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, PT PLN (Persero) memiliki tugas berat terkait
pemadaman listrik bergilir yang harus dilakukannya akibat tower SUTET yang longsor di Sumedang,
Jawa Barat.
Mantan Dirut PT PLN itu menambahkan bahwa tugas berat untuk PT PLN sekarang. Sementara itu,
Dahlan bersyukur saat menjabat tidak mengalami hal seperti sekarang.
"Pulau Jawa itu membutuhkan listrik sekitar 22 ribu megawatt (mw), Jakarta dan sekitarnya
membutuhkan 10 ribu mw, dengan tiga pembangkit dengan kapasitas masing-masingnya 1.000 mw,
dengan kekurangan itu maka akan ada kiriman dari pembangkit Paiton dan Suralaya," kata Dahlan seusai
Rapim di Kantor Pertamina Gambir, Jakarta, Selasa (2/4/2013).
Diberitakan sebelumnya, tower SUTET di Sumedang, Jawa Barat, nyaris ambruk karena curah hujan
yang tinggi yang terjadi di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat. Tanah ini
mengalami penurunan sebanyak 2 cm.
PLN mengatakan, untuk menggantikan tower yang nyaris roboh, harus dilakukan untuk pemadaman 400
mw selama lima hari. Yang terkena dampak, adalah daerah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat pada
periode 1-5 April.
(mrt)

Dahlan Iskan: Saya Gagal Jadi Dirut


PLN
Pasokan gas yang seret merupakan musuh PLN dan negara karena menaikkan
subsidi.
ddd

Selasa, 1 November 2011, 13:07Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan

Dahlan Iskan di Pelantikan Dirut PLN(VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Mantan Direktur Utama PLN (Persero) Dahlan Iskan merasa gagal dalam
menjalankan tugasnya sebagai dirut PLN karena tidak bisa mengalahkan lima musuh
utama PLN. Untuk itu, Ia berharap Dirut baru
PLN dapat menuntaskan pekerjaan rumah yang Ia tinggalkan.
Musuh pertama PLN adalah krisis listrik, memang masih ada beberapa wilayah yang
masih krisis listrik namun secara keseluruhan krisis listrik telah berhasil Ia selesaikan.
"Musuh yang kedua menyelesaikan antrean daftar tunggu sebanyak 2,5 juta
sambungan dan saat ini juga, sudah selesai," katanya di Jakarta, 1 November 2011.
Musuh ketiga terkait pemadaman yang terjadi akibat kerusakan trafo. Dulu dalam
sebulan di sebuah kota kecil bisa 50 kali terjadi pemadaman karena trafo rusak, namun

sekarang sudah turun menjadi sekitar 7


hingga 9 kali.
Musuh keempat yaitu gangguan penyulang dalam sebulan yang bisa mencapai 50 kali
dan saat ini turun menjadi empat hingga enam kali. Dan musuh kelima adalah pasokan
gas dan hingga Ia tidak lagi menjabat sebagai
Dirut PLN belum terselesaikan.
"Saya merasa gagal, musuh besar nomor lima yaitu PLN mendapatkan pasokan gas
belum tercapai. Seandainya Pak Jero Wacik jadi menteri ESDM tiga tahun lalu, musuh
kelima ini pasti sudah berhasil ditaklukkan," katanya.
Ia menjelaskan pasokan gas yang seret merupakan musuh PLN dan musuh negara
karena membengkakan subsidi. Selama satu minggu Ia dan Jero Wacik menjabat, PLN
telah mendapatkan pasokan gas 40 BBTUD.
"Dalam satu hari saya SMS dengan Pak Jero bisa 10 kali menanyai pasokan gas, dan
kemarin PLN sudah mendapat pasokan gas. Ini signal baik untuk kita semua," katanya.
(umi)

Dahlan: Jadi Dirut PLN itu Serba Salah

JAKARTA - Mengemban jabatan sebagai Direktur Utama PLN bukanlah hal yang mudah. Hal itu diakui Menteri
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, selaku mantan dirut PLN. Terlebih, saat perusahaan PLN akan
melakukan pemadaman bergilir, yang tentunya akan dikomplain masyarakat.
"Sumpek jadi dirut PLN itu, nggak enak," aku Dahlan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (2/4).
Pria yang kerap mengenakan sepatu kets ini mengaku beruntung ketika dirinya menjabat menjadi dirut PLN, karena
tidak sampai ada kejadian yang mengharuskan adanya pemadaman. Seperti kebakaran gardu induk yang terjadi di
Cawang beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah, dulu saat saya jadi dirut tidak ada peristiwa seperti Cawang saat itu," ujarnya.
Meski begitu, Dahlan mendukung langkah PLN untuk melakukan pemadaman bergilir selama lima hari kedepan,
karena Sutet yang mengalami kerusakan.
Sehingga harus dilakukan perbaikan. "Dari pada membahayakan, lebih baik dilakukan cara seperti itu. Kalau gak
diperbaiki-perbaiki nanti malah bisa satu bulan listrik padam. Inikan hanya beberapa jam saja padamnya," tutup
Dahlan. (chi/jpnn)

Dahlan Iskan Bersyukur Ketika Jadi Dirut


PLN Tidak Ada Kejadian Besar
Rista Rama Dhany - detikfinance
Selasa, 02/04/2013 12:24 WIB

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku sangat bersyukur ketika
menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) tidak ada kejadian besar salah satunya seperti pemadaman
bergilir karena menara SUTET bergeser.
"Alhamdulilah selama jadi Dirut PLN tidak ada kejadian besar, ya ngak tahu juga kenapa," kata Dahlan
ketika ditemui di Kantor Pertamina Pusat, Selasa (2/4/2013).
Dikatakan Dahlan, selama dia memimpin PLN tidak ada kejadian seperti Gardu Cawang sampai meledak
dan lainnya.
"Ya kejadian seperti Gardu Cawang meledak, Menara SUTET bergeser dan lainnya," tandasnya.

Seperti diketahui PLN harus melakukan pemadaman listrik secara bergilir Senin kemarin di seluruh
wilayah Jakarta dan sekitarnya dikarenakan adanya perbaikan menara SUTET di Sumedang.
Pertengahan Januari 2013 lalu Gardu listrik di Cawang meledak, akibatnya sebagian besar wilayah
Jakarta gelap gulita.
PLN juga di awal tahun diperkirakan mengalami kerugian Rp 116 miliar akibat banjir yang melanda DKI
Jakarta