Anda di halaman 1dari 7

Berdasarkan data kedalaman sumur yang telah didadaptkan dari hasil pengukuran

lapangan didapatkan bahwa :


No
1
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Data sumur dangkal kelompok 11


X

42173
2
42155
5
42126
3
41945
4
42126
6
42073
5
42064
9
42099
1
42079
1
42078
8
42302
5
42199
8
42204
1

92182
74
92190
86
92193
48
92193
62
92167
72
92164
06
92177
56
92113
26
92133
26
92143
25
92160
61
92154
47
92162
65

elevas
i

MAT(mb
mt)

Kedalam
an SD

Kedala
man SB

Keluraha
n

231 m

17 m

224

TRISOBO

233m

18 m

224

TRISOBO

242

20

232

TRISOBO

252

15

245

TRISOBO

253

17

246

METESIH

262

19

252

METESIH

276

18

261

METESIH

264

20

255

METESIH

265

19

257

METESIH

261

18

252

266

9m

262

276m

8m

271

264m

15

256

METESIH
CAMPURE
JO
CAMPURE
JO
CAMPURE
JO

Dari data diatas dapat diketahui bahwa terdapat 14 titik yang


dilakukan pengukurana kedalaman dan elevasi dari titik pengambilan data
airtanah. Data yang diambil berupa data korrdinat x dan y.
Dimana data korodinat sumur pada daerah ini dilihat pada table
dengan label X dan table Y. Dimana elevasi yang didapatkan darii ketinggian
daerah tersebut berkisar 230-280 mdpl. Pengukuran kedalaman sumur dangkal

sendiri didapatkan bahwa kedalaman air tanah ini pada sumur dangkal pada
kedalaman 224 mdpl

Diketahui bahwa pada daerah yang diberi lingkaran merah merupakan


daerah kavling 11 , dimana didalamnya termasuk desa campurejo, desa
meteseh dan desa trisobo.
Umumnya sumur dangkal yang didapatkan pada kavling ini cenderung
memiliki sifat fisik yang baik. Dimana jika dilihat dari warna air pada semua
sumur di ke tiga desa ini memiliki warna cukup jernih.Tingkat kejernihan dari
sumur dangkal ini cenderung memiliki tingkat jerni yang tinggi. Termasuk
dalam sumur dangkal dengan sifat yang baik. Pemanfaatannya digunakan
untuk keperluan rumah tangga baik meliputi mandi, memasak, dan kegiatan
lainnya. Untuk penyebaran sumur dangkal cenderung berada pada daerah
selatan yang telah dilingkari warna merah..
Sehingga data sumur dangkal yang didadapatkan dari kelurahan
trisobo, meteseh dan campurejo ini memiliki MAT yang didapat dari hasil
pengurangan elevasi dan kedalaman sumur dangkal. Hingga dapat
disimpulkan ialah MAT pada daerah campurejo memiliki ketinggian MAT

yang paling rendah, dimana berkisar antar 8-15m diatas permukaan laut,
sedangkan daerah dengan MAT pada ketinggian sedang yaknik daerah trisobo
dengan ketinggian 15-20mdpl. Sedangankan daerah dengan ketinggian MAT
yang paling tinggi pada daerah Meteseh dimana rata-rata ketinggian MAT
berada pada 17-20 mdpl.
Maka dapat disimpulkan bahwa aliran air tanah akan cenderung bergerakn
dari desa meteseh dengan ketinggian MAT yang paling tinggi dan teralirkan
melewati daerah trisobo dan cenderung aliran airtanah bergerak ke ketinggian
MAT yang paling rendah yakni pada daerah campurejo
-

Data sumur kelompok 7

No X
29
30
31
32
34
35
36
37
38

42724
6
42728
6
42743
2
42735
7
42510
8
42509
6
42508
2
42522
4
42507
2

elevas
i

MAT
Kedalaman
(mbmt) SD

Kedalaman
Kelurahan
SB

9212477

426

5.7

420.3

PASIGITAN

9212523

443

6.25

436.75

PASIGITAN

9212484

427

426

PASIGITAN

9212362

431

1.8

429.2

PASIGITAN

9212243

475

7.15

467.85

PUGUH

9212169

473

4.9

468.1

PUGUH

9212099

474

5.8

468.2

PUGUH

9212266

478

7.25

470.75

PUGUH

9212148

473

469

PUGUH

Pengambilan data sumur pada kelompok 7 ini dapat terlihat meliputi


daerah puguh, pasigitan dan medono.

Dari data sumur yang diambil, telah dilakukan pengambilan data


berupa titik koordinat yang dapat terlihat diatas. Dengan pengambilan data
lainnya berupa kedalaman sumur dan elevasi pada titik pengambilan data.
Dimana elevasi air tanah pada daerah atau kavling 7 ini umumnya
berada pada ketinggian 400-450mdp. Hal ini dilihat juga pada peta kontur
daerah kavling 7 yang sangat rapat.

Berdasarkan data lapangan, diketahui bahwa keadaan fisik sumur


dangkal di daerah yang diberi lingkaran warna orange, memiliiki beberapa
sumur dangkal yang telah diambil pada titik-titik tertentu pada gambar diatas.
DIketahui bahwa semua sumur dangkal pada daerah puguh dan pasigitan
memiliki warna air yang bening dikarenakan tingkat kejernihannya yang
sangat jernih sehingga dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.
Sedangkan pada daerah medono tidak dapat diambil data sumur dangkal

diakibatkan pada daerah ini memiliki kontur yang tinggi dan medan yang
berat. Sehingga sulit untuk dijangkau dan diteliti.
Data yang diambil berupa kedalaman sumur dangkal ini akan
dilakukan pengurangan dengan elevasi yang didapatkan dari daerah
pengambbilan data. Maka dari hasil pengurangan ini akan didapatkan
ketinggian MAT yang digunakan untuk menginterpretasi arah aliran air tanah.
Dimana daerah pasigitan berdasarkan hasil pengurangannya
didapatkan bahwa ketinggian MAT pada daerah ini sangat rendah dimana
berada pada ketinggian 1-7 mdpl. Jika dibandingkan dengan daerah puguh,
maka ketinggian MAT pada daerah puguh memiliki ketinggian yang lebih
tinggi dimana pada ketinggian 4-8 mdpl.Maka dapat disimpulkan bahwa
aliran air tanah akan cenderung bergerak dari ketinggian MAT yang tinggi ke
daerah dengan MAT yang rendah, sehingga air tanah pada kavling 7 ini akan
cenderung bergerak dari daerah puguh hingga daerah pasigitan jika dilihat
dari ketinggian MAT kavling 7 ini.
-

Data Kelompok kavling 10

N
o

34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44

418514
418360
419047
420610
420577
420140
420219
419170
419361
419986
419218

Y
9214015
9214880
9215242
9212932
9212933
9213139
9213383
9214920
9214422
9215626
9214402

elev
asi

MAT(mb
mt)

Kedala
man SD

316
227
280
361
377
347
337
301
335
266
293

9.28
6.10
6.05
6.94
7.20
11.82
13.53
5
13
21
7

306.72
220.9
273.95
354.06
369.8
335.18
323.47
296
322
245
286

KODE
SUMU
R
SD
SD
SD
SD
SD
SD
SD
SD
SD
SD
SD

NAMA SUMUR
SD BEBENGAN 1
SD BEBENGAN 3
SD BEBENGAN 4
SD SALAMSARI 5
SD SALAMSARI 6
SD SALAMSARI 7
SD SALAMSARI 8
SD BOJA 9
SD BOJA 10
SD BOJA 11
SD BOJA 12

Kavling 10 merupakan kavling yang terdiri dari 3 desa yakni desa bebengan,
desa salamsari dan desa boja. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan terhadap
daerah ini diketahui bahwa terdapat potensi sumur dangkal dan sumur dalam. Data

yang diambil dalam pemetaan ini berupa koordinat sumur, elevasi titik pengambilan
data di lokasi sumur, dan kedalamann sumur dangkal yang dibantu dengan alat ukur
berupa meteran.
Dimana dari hasil pengambilan data ini dilihat pada table diatas untuk mengetahui
koordinat x dan y dari lokasi pengambilan data, elevasi serta kedalaman sumur
dangkal dari tiap sumur.
Pada desa bebengan memiliki 3 potensial sumur dangkal yang ditemukan pada
koordinat x dan y pada nomer 34, 35 dan 36 pada table diatas. Dengan kedalaman
sumur dangkalnya ialah 270-310 dimana kondisi sumur yang didapat dideskripsi
yakni, dalam kondisi baik dimana jika dilihat dari warnanya cukup bening, dengan
tingkat kejernihan bersifat jernih, dan tidak bau. Sehingga dimanfaatkan warga untuk
keperluan kehidupan sehari-hari. Begitu juga pada desa boja, pada desa ini
penyebaran sumur dangkalnya baik yakni tersebar merata dan pada daerah ini,
memiliki sumur dangkal yang banyak namun yang diambil datanya ialah yang
mewakili saja. Dapat diketahui bahwa sifat fisik sumur dangkal pada daerah boja ini
juga bersifat baik jika ditinjaub dari warnanya yang bening dan tingkat kejernihan
nya yang baik. Selain itu tidak memiliki bau. Maka air yang bersih dan jernih ini
dirasa layak untuk dimanfaatkan dalam kebutuhan rumahtangga sehari-hari.

Dimana lingkaran merah pada peta penyebaran sumur dangkal diatas ini menjelaskan
pola penyebaran sumur dangkal di daerah pemetaan kavling 10. Terlihat bahwa data
sumur yang diambil pada daerah bebengan tersebar merata yakni tidak berpusat pada
suatu titik sehingga memungkinkan warga untuk mendapatkan supply air yang sama
pada setiap desa. Selain itu juga daerah boja memiliki potensi sumur dangkal yang
sangat banyak dan umumnya juga tersebar merata. Selain itu juga pada daerah
salamsari memiliki potensi sumur dangkal yang baik namun umumnya ditemukan
pada bagian tenggara dari lingkaran merah diatas.
Tetapi pada umumnya, daerah boja ini memiliki potensi sumur dnagkal yang
banyak dikarenakan warga di sekitar daerah pemetaan ini hamper setiap kepala rumah
tangga memiliki sumur dangkal sehingga memungkinkan tidak mengalami krisis air
dan dapat dimanfaatkan untk kelangsungan kehidupan dari tiap kepala keluarga di
kavling 10 ini.