Anda di halaman 1dari 71

LAPORAN DIAGNOSIS DAN INTERVENSI

PERILAKU PENGGUNAAN ALAS KAKI PADA KELUARGA


BINAAN DI RT 05 RW 06 KAMPUNG GARAPAN, DESA
TANJUNG PASIR, KECAMATAN TELUK NAGA,
KABUPATEN TANGGERANG, PROVINSI BANTEN
PERIODE 2 FEBRUARI 7 MARET 2015

Kelompok 6
Tri Rizky Nugraha 110.2010.280
Rosa Ismasari H.P 110.2010. 258
Hafidiani

110.2010.117

Pembimbing
dr. Dian Mardhiyah, M. KK

BAB I
LATAR BELAKANG

BAB I
LATAR BELAKANG

GEOGRAFIS

DESA TANJUNG PASIR, BERADA DI KECAMATAN TELUK


NAGA, KABUPATEN TANGGERANG, PROVINSI BANTEN

BAB I
LATAR BELAKANG

GEOGRAFIS

Gambaran Umum Desa Tanjung Pasir

BAB I
LATAR BELAKANG

GEOGRAFIS

Batas - Batas Desa Tanjung Pasir

BAB I
LATAR BELAKANG

DEMOGRAFI

Situasi Kependudukan
Pada tahun 2012 jumlah penduduk desa Tanjung Pasir sebanyak 9.513
Jiwa

BAB I
LATAR BELAKANG

Situasi Kependudukan

DEMOGRAFI

BAB I
LATAR BELAKANG

DEMOGRAFI

Keadaan Sosial Ekonomi

BAB I
LATAR BELAKANG

Pendidikan

DEMOGRAFI

DEMOGRAFI

BAB I
LATAR BELAKANG

Sarana dan Prasarana


No

Sekolah

Negeri

Swasta

Laki-laki

Perempuan

Sekolah UKS

UKS

TK

90

90

SD/MI

16

3484

3128

22

22

SLTP/MTs

815

761

SLTA/MA

190

156

DEMOGRAFI

BAB I
LATAR BELAKANG

Sarana dan Prasarana


No.

Sarana Pelayanan Kesehatan

Jumlah

1.

Rumah sakit umum

2.

Rumah sakit jiwa

3.

Rumah sakit bersalin

4.

Rumah sakit khusus lainnya

5.

Puskesmas

6.

Puskesmas pembantu

Puskesmas keliling

Posyandu

45

Polindes

10

Poskesdes

11

Posbindu

12

Balai pengobatan/klinik

13

Apotik

14

Toko obat

15

Praktek dokter (perorangan)


Dokter umum
Dokter gigi
Dokter spesialis

7
0
0

BAB I
LATAR BELAKANG

DEMOGRAFI

Situasi Derajat Kesehatan

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

Terdiri dari 3 keluarga, yaitu :

1. Keluarga Tn. Romli


2. Keluarga Tn. Imin
3. Keluarga Tn. Dapid

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

1. Keluarga Tn. Romli


No

Nama

Status
Keluarga

Jenis
Kelamin
(L/P)

Usia
(th)

Pendidikan

Pekerjaan

Penghasilan/
bln

1.

Tn.
Romli

Suami

28

SD

Buruh

Rp. 600 rb
1,2 jt

2.

Ny.
Rusmini

Istri

27

SMP (tdk
tamat)

IRT

3.

Ny.
Daimah

Mertua Tn.
Romli

50

Tdk Sekolah

IRT

4.

Tn.
Hasan

Kakak Ipar
Tn. Romli

30

SMP

Buruh

5.

An.
Rihana

Anak
Pertama

3,5

Belum
Sekolah

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

1. Keluarga Tn. Romli

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

1. Keluarga Tn. Romli

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

2. Keluarga Tn. Imin


No

Nama

Status
Keluarga

Jenis
Kelamin
(L/P)

Usia
(th)

Pendidikan

Pekerjaan

Penghasilan/
bln

1.

Tn. Imin

Suami

50

SD

Wiraswasta

Rp. 800 rb
1,2 jt

2.

Ny. Wati

Istri

40

SD

Wiraswasta

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

2. Keluarga Tn. Imin

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

2. Keluarga Tn. Imin

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

3. Keluarga Tn. Dapid


No

Nama

Status
Keluarga

Jenis
Kelamin
(L/P)

Usia
(th)

Pendidikan

Pekerjaan

Penghasilan/
bln

1.

Tn.
Dapid

Suami

40

SD

Nelayan

2.

Ny. Ati

Istri

34

SD

IRT

3.

Danil

Anak

14

SMP

Pelajar

4.

Diki

Anak

SD

Pelajar

Rp. 1,5 rb
2 jt

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

3. Keluarga Tn. Dapid

BAB I
LATAR BELAKANG

KELUARGA BINAAN

3. Keluarga Tn. Dapid

BAB I
LATAR BELAKANG

AREA MASALAH

PERILAKU TENTANG PENGGUNAAN ALAS KAKI


PADA KELUARGA BINAAN DI RT 05 RW 06 KAMPUNG
GARAPAN DESA TANJUNG PASIR KECAMATAN
TELUK NAGA KABUPATEN TANGERANG
PROVINSI BANTEN

BAB I
LATAR BELAKANG

AREA MASALAH

Alasan Pemilihan Area Masalah


1.
Berdasarkan hasil pengkajian capaian PHBS di Kab
Tanggerang tahun 2013, dari 62.371 rumah tangga yang
dipantau hanya 29.070 (46,61%) rumah tangga yang dapat
dikatakan sebagai rumah tangga sehat.

BAB I
LATAR BELAKANG

AREA MASALAH

Alasan Pemilihan Area Masalah


2.

Berdasarkan data puskesmas Tegal Angus, apabila tidak


menggunakan alas kaki resikonya dapat menyebabkan salah
satu dari sepuluh besar penyakit di puskesmas Tegal Angus
yaitu dermatitis.

BAB I
LATAR BELAKANG

AREA MASALAH

Alasan Pemilihan Area Masalah


3.

Selama dilakukannya kunjungan ke rumah keluarga binaan,


keluarga binaan memiliki kebiasaan saat keluar rumah tidak
memakai alas kaki.

4. Lingkungan sekitar rumah keluarga binaan banyak yang


memelihara hewan ternak, dan kotoran hewan terlihat banyak
di sekitar rumah keluarga binaan dan tidak dibersihkan,
sehingga memudahkan masuknya berbagai mikroorganisme
yang berasal dari kotoran hewan apabila mereka tidak
menggunakan alas kaki. Hal ini dapat memungkinkan
masuknya organisme seperti cacing masuk melalui kaki dan
menyebabkan cacingan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

TEORI PERILAKU

Definisi Perilaku

(Notoatmodjo, 2003)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

TEORI PERILAKU

Bentuk Perilaku

(Notoatmodjo, 2003)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

TEORI PERILAKU

Perilaku Kesehatan

(Notoatmodjo, 2003)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

TEORI PERILAKU

Perilaku Kesehatan

(Notoatmodjo, 2003)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

TEORI PERILAKU

Teori Perilaku WHO

(WHO, 1984)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

TEORI DASAR ALAS KAKI

Pengertian Alas Kaki

Alas kaki atau kasut merupakan suatu


produk yang berupa sepatu atau sandal
yang dipakai untuk melindungi kaki
terutama disekitar telapak kaki.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

TEORI DASAR ALAS KAKI

Fungsi Alas Kaki


Alas kaki ini memiliki beberapa fungsi, yaitu:
membuat kaki agar tetap bersih, sebagai gaya busana dan
sebagai pelindung terhadap kaki agar tidak cedera dari
kondisi lingkungan seperti permukaan tanah yang berbatubatu, berair dan juga melindungi kaki dari udara panas.
Fungsi inilah yang dikatakan sebagai fungsi alas kaki
sebagai isolator.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

KERANGKA TEORI

(WHO, 1984)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

KERANGKA KONSEP

(WHO, 1984)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI OPERASIONAL

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI OPERASIONAL

BAB III
METODE PENELITIAN

BAB III
METODE PENELITIAN

DATA

BAB III
METODE PENELITIAN

DATA

Populasi Pengumpulan Data

Warga RT 05/ RW 06, Kampung Garapan,


Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk
Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten.

BAB III
METODE PENELITIAN

DATA

Sampel Pengumpulan Data

Tiga keluarga binaan di RT 05/ RW 06,


Kampung Garapan, Desa Tanjung Pasir,
Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten.
Cara pengambilan sampel :
Observasi
Wawancara dengan kuesioner yang diambil
dari responden yang berumur >18 tahun.

BAB III
METODE PENELITIAN

Jenis dan Sumber Data

DATA

BAB IV
HASIL

BAB IV
HASIL

KARAKTERISTIK
KELUARGA BINAAN

Distribusi Frekuensi Usia

BAB IV
HASIL

KARAKTERISTIK
KELUARGA BINAAN

Distribusi Frekuensi Usia

BAB IV
HASIL

KARAKTERISTIK
KELUARGA BINAAN

Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan

BAB IV
HASIL

KARAKTERISTIK
KELUARGA BINAAN

Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan

BAB IV
HASIL

KARAKTERISTIK
KELUARGA BINAAN

Distribusi Frekuensi Pekerjaan

BAB IV
HASIL

KARAKTERISTIK
KELUARGA BINAAN

Distribusi Frekuensi Pekerjaan

BAB IV
HASIL

ANALISIS UNIVARIAT

Hasil analisis data disajikan dalam bentuk table berdasarkan


variable-variable dalam kuesioner yang dijawab 6 responden
pada bulan Februari 2015.

BAB IV
HASIL

ANALISIS UNIVARIAT

BAB IV
HASIL

ANALISIS UNIVARIAT

BAB IV
HASIL

ANALISIS UNIVARIAT

BAB IV
HASIL

ANALISIS UNIVARIAT

BAB IV
HASIL

ANALISIS UNIVARIAT

BAB IV
HASIL

FISHBONE

BAB IV
HASIL

FISHBONE

Sesuai dengan diagram fishbone tersebut, akar-akar


penyebab masalah yang ditemukan adalah sebagai berikut :
1.
Kepercayaan masyarakat sekitar bahwa alas kaki
hanya untuk pekerja kantoran
2.
Kurangnya dukungan keluarga terhadap penggunaan
alas kaki
3.
Jalanan yang kurang baik dan sulit dilalui
4.
Rendahnya pemahaman pentingnya alas kaki di
masyarakat sekitar

BAB IV
HASIL

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH &


RENCANA INTERVENSI

BAB IV
HASIL

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH &


RENCANA INTERVENSI

BAB IV
HASIL

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH &


RENCANA INTERVENSI

BAB IV
HASIL

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH &


RENCANA INTERVENSI

Intervensi Pemecahan Masalah Terpilih


Intervensi yang tepilih yang dapat dilakukan adalah
sebagai berikut:
a.Memberikan penyuluhan kepada keluarga tentang
pentingnya menggunakan alas kaki.
b.Memberikan alas kaki bagi setiap anggota
keluarga
binaan
Terpilihnya intervensi tersebut diatas dikarenakan
penyuluhan merupakan salah satu cara yang cukup
efektif dan efisien untuk merubah persepsi masyarakat
tentang pentingnya perilaku penggunaan alas kaki.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

SIMPULAN

Area Masalah
Berdasarkan wawancara dan pengumpulan data dari
kunjungan ke keluarga binaan, maka dilakukanlah diskusi
kelompok dan merumuskan serta menetapkan area masalah
yaitu
PERILAKU PENGGUNAAN ALAS KAKI PADA
KELUARGA BINAAN DI RT 05 RW 06 KAMPUNG
GARAPAN, DESA TANJUNG PASIR, KECAMATAN TELUK
NAGA, KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

Penyebab Masalah

SIMPULAN

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

Akar Penyebab Masalah

SIMPULAN

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

SARAN

Intervensi Pemecahan Masalah

a. Memberikan penyuluhan secara langsung


mengenai pentingnya menggunakan alas kaki,
dan dampak yang ditimbulkan akibat tidak
memakai alas kaki.
b. Memberikan alas kaki (sandal) pada keluarga
binaan

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

SARAN

Bagi Masyarakat Kampung Garapan

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

Bagi Puskesmas Tegal Angus

SARAN

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

Bagi Puskesmas Tegal Angus

SARAN

SELESAI