Anda di halaman 1dari 10

ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan yang berjudul sifat reaksi fenol dan


alkohol yang bertujuan untuk menentukan sifat-sifat fenol. Fenol
bersifat sebagai asam lemah karena mengalami ionosasi. Fenol
merupakan asam yang lebih kuat dari alkohol. Fenol dapat
teroksidasi karena fenol merupakan reduktor yang kuat. Eenol dapat
berguna sebagi abtiseptik karena sifatnya yang dapat membunuh
kuman dan bakteri.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Suatu fenol (Ar OH) ialah senyawa dengan suatu gugus Oh yang
terikat pada cincin aromatic. Gugus Oh merupakan aktivor kuat
dalam reaksi substitusi aromatic elektrofilik. Karena ikatan karbon
2

sp lebih kuat dari pada ikatan oleh karbon sp . Maka ikatan C O


fenol tidak mudah terputuskan. Meskipun ikatan C O fenol tidak
mudah putus, ikatan OH mudah putus. Fenol dengan pka = 10,
merupakan asam yang lebih kuat dari pada alkohol atau air.
Pada dasrnya, pengetahuan tentang fenol sangat diperlukan
dalam kehidupan dan kegiatan manusia sehari hari, terutama
dibidang

kesehatan

karena

fenol

banyak

digunakan

sebagai

antiseptik karena dapat membunuh bakteri. Selain itu fenol juga


dapat digunakan untuk membuat asam salisat yang dapat berguna
sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal.

1.2 Tujuan Percobaan


Tujuan dilaksanakannya percobaan pratikum sifat reaksi alkohol
dan fenol adalah untuk menentukan sifat sifat fenol.

BAB II
DASAR TEORI

Fenol atau asam karbonat atau benzenol adalah zat kristal tak
berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C 6 H 5 OH
dan strukturnyamemiliki gugus hidroksil (OH) yang berikatan
dengan cincin fenil. Fenol merupakan komponen utama

pada

antiseptik dagang. Fenol juga merupakan bagian dari komposisi


beberapa anestetika otal, misalnya semprotan kloroseptik. Fenol
berfungsi dalam pembuatan obat-obatan ( Kepler, 2006 )
Fenol memiliki OH terikat pada rantai benzennya. Saat ikatan
Hidrogen oksigen pada fenol terputus akan didapatkan ion
-

Fenoksida C 6 H 5 O . Pda ion fenoksida atom oksigen tunggal masih


merupakan

yang

paling

elektronegatifan

dan

sitem

yang

terdelokalisasi terpusat pada daerah oksigen, delokalisasi membuat


ion fenoksida lebih stabil dari seharusnya sehingga fenol jadi asam
(Nugroho, 2007)

Keunggulan dari golongan fenol adalah sifatnya yang stabil,


persisten, dan ramah terhadap beberapa jenis material. Sedangkan
kerugian antara lain susah terbiodegradasi bersifat rcun dan korosit
(Risna, 2004)

BAB III
METODELOGI PERCOBAAN

3.1.

Alat dan bahan


Alat-alat

Tabung reaksi, Penangas es, Erlemeyer, Pembakar gas.

Bahan-bahan:
Lakmus, kertas merah congo, larutan FeCl 3 , resorsinol, asam
salisilat, air brom, larutan Kmn0 4 , H 2 SO 4 , Benzil alcohol, Na
Nitrit, Asam asetat, Fenol 5%

3.2.

Cara Kerja
1. Kesamaan fenol
Uji larutan fenol dengan kertas lakmus dan kertas merah
congo. Amati yang terjadi. Ulangi dengan larutan asam
asetat dan asam benzil alkohol.
2. Uji FeCl 3
Kepada 1 ml larutan fenol tambahkan 10 ml air dan 1 ml
larutan FeCl 3 . kocok dan amati. Ulangi percobaan dengan
sedikit resorsinol dan asam salisilat.
3. Uji oksidasi
Kepada 5 ml larutan KmnO 4 tambahkan 2 ml larutan fenol.
Panaskan, kocok dan amati hasilnya.
4. Brominasi fenol
Kepada 5 tetes larutan fenol tambahkan tetes demi tetes air
brom sampai terbentuk endapan.

5. Nitrasi
-

Kedalam elemenyer masukkan 20 ml larutan fenol, 5 ml


larutan NaOH dan 0,9 gr Na Nitrit. Dinginkan larutan
hingga 5-7 C pada penangas es. Tambahkan tetes demi
tetes sambil dikocok 8 ml H 2 SO 4 . Biarkan campuran dalam
penangas

es

selama

jam

sambil

sesekali

kocok.

Kumpulkan kristal dengan mengisap, cuci dengan air


dingin, keringkan.

BAB IV
DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 DATA HASIL PENGAMATAN


NO.

REAKSI

1.

HASIL

Keasaman Fenol :
Fenol + kertas lakmus

Kertas berwarna

CH 3COOH + kertas lakmus

merah
Kertas berwarna

Uji Fecl3 :

2.

merah

1 ml Fecl3 + 10 ml air + 1 ml fenol

Lar. Berwarna ungu

1 ml Fecl3 + 10 ml air + 1 ml

Lar. Berwarna ungu

resersinol

pekat

3.
Uji Oksidari:
50 ml lar. Kmmno4 + 2 ml Fenol

Lar. Kristal hitam dan


kristal hitam terlarut.

4.
Brominasi Fenol
5 tetes fenol + air brom

Terbentuk endapan

4.2 PEMBAHASAN
1. KEASAMAN FENOL
Berlawanan dengan alkohol, fenol fenol adalah asam yang
lebih kuat dari pada air. Fenol sendiri 10.000 kali lebih asam dari
pada

air.

Alasan

utama

mengapa

fenol

bersifat

lebih

asam

dibandingkan dengan air dan alkohol ialah karena ion fenoksida


dimantapkan oleh resonansi.
Hal ini dibuktikan pada percobaan keasaman fenol. Ketika
fenolditetesi pada kertas lakmus merah, kertas lakmus tersebut
masih tetap berwarna merah. Hal ini dibuktikan karena fenol
bersifat asam. Begitu juga, ketika fenol diganti dengan asam aseta.
Kertas lakmus juga tetap berwarna merah karena asam asetat
merupakan asam yang pastinya bersifat asam.
2. UJI FeCL 3
Pada percobaan uji FeCl 3 , larutan fenol yang berwarna benig
ditambahkan dengan air dan FeCl 3 yang berwarna kuning berubah
menjadi warna biru dongker. Hal ini disebabkan karena FeCl 3 yang
bereaksi dengan larutan fenol yang bersifat asam. Begitu juga fenol
ketika diganti dengan resersinol, larutan warna biru dongker gelap.
3. UJI FeCL 3
Pada percobaan ketiga uji oksidasi, KmnO 4 yang
dicampurkan dengan fenol kemudian dikocok kocok. Larutan
berwarna biru kehitaman. Akan tetapi setelah larutan tersebut
dipanaskan

warnanya

erubah

kembali

menjadi

bening

dan

terbentuknya endapan berwarna hitam. Hal ini terjadi karena pada


saat larutan tersebut dipanaskan ada energi yang bekerja. Lrutan
menjadi warna biru kehitaman karena adanya KMnO 4 yang bekerja
sebagai oksidator. Diman afenol mudah dioksidasi. Fenol yang
dibiarkan diudara terbuka cepat berubah warna karena pembentukan
hasil hasil oksidasi

BAB V
KESIMPULAN

Kertas lakmus merah akan tetap memiliki warna seperti warna


asalnya, jika ditetesi dengan larutan fenol.
Fenol bersifat lebih asam dibandingkan dengan air dan alkohol
karena ion fenoksida dimantapkan oleh resonansi.
Pencampuran KmmO 4 dengan fenol menimbulkan perubahan
warna, yang setelah dipanaskan akhirnya membentuk endapan
hitam. Hal ini disebabkan ada energi yang bekerja.
Fenol sendiri bertahan terhadap oksidasi karena pembentukan
suatu

gugus

karbonil

akan

mengakibatkan

penstabilan aromatik.
Rumus struktur :
Fenol :

Resersinol :

-OH

_ OH

HBr

dikorbankannya

-OH