Anda di halaman 1dari 2

Nama

: Bilqis

Nim

: C91215110

Prodi

: Hukum Keluaga C
Bahasa dan Sumpah Pemuda
Bahasa merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu

kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksudkan oleh pembicara bisa dipahami dan dimengerti oleh
pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan. Bahasa merupakan alat utama untuk
berkomunikasi dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun kelompok.
Pada hakikatnya manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Salah satu yang
membuat manusia menjadi sempurna adalah bahasa yang dimilikinya. Bahasa digunakan oleh manusia
untuk menjadi makhluk hidup yang bermasyarakat dan makhluk social. Bahasa menciptakan
kemasyarakatan, karena bahsa merupakan media untuk menghubungkan satu manusia dengan manusia
lainnya. Inilah yang tidak dimiliki makhluk hidup lainnya.
Dengan adanya bahasa kita bisa saling berinteraksi, bekerjasama, dan mengidentifikasi diri di
dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa erat kaitannya dengan kehidupan sehari hari, karena dalam
sehari hari kita selalu melakukan percakapan yang akhirnya menimbulkan tatanan bahasa yang
didalamnya ada tuturan dengan tekanan, nada, irama jeda, atau lagu tertentu untuk memperjelas makna
dan maksud tuturan.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua tuturan, ujaran atau bunyi yang dihasilkan alat ucap
manusia itu dapat dikatakan sebagai bahasa. Ujaran atau tuturan manusia dapat dikatakan bahasa apabila
ujran tersebut mengandung maksud dan makna.
Bahasa cenderung digunakan dengan ragam lisan bukan ragam tulis, hal ini dikarenakan ragam
tulis lebih tidak efektif untuk percakapan sehari hari. Kenapa ?, karena itu akan mempersulit orang untuk
berkomunikasi, berinteraksi, dan ragam tulis itu diharuskannya menggunakan kalimat yang benar dan
lengkap. Bahasa lebih cocok menggunakan ragam lisan karena sebenarnya bahasa itu terbentuk dari
isyarat suara yang telah disepakati sejak dahulu kala, yang ditandai dengan struktur yang saling
menyambung dan menyatu.
Bahasa pada era sekarang lebih mengandung banyak kreatifitas karena mengikuti perkembangan
zaman, dan penempatan bahasanya sudah lebih kondisional dalam berbagai aspek kehidupan
bermasyarakat. Maksudnya kondisional disini adalah bahasa bisa digunakan dalam segala kondisi dengan
berbagai sifat sifatnya.
Bahasa dibentuk oleh kaedah dan aturan serta dengan pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak
menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk

mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar
dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus menguasai bahasanya
Manusia seringkali menganggap bahasa memang begitu adanya, maksudnya manusia banyak yang
tahu bagaimana cara menggunakan bahasa, tetapi tidak banyak yang memberikan perhatian bagaimana
bahasa itu diperoleh. Dan, manusia tidak ambil pusing atau tidak pernah berpikir bagaimanakah
sebenarnya bahasa itu ada dan bisa diperoleh. Padahal, dalam memahami bahasa akan memungkinkan
seseorang melakukan pemahaman lebih baik.
Bahasa pada perkembangannya tidak berasal dari negara asalnya saja, tetapi juga berasal dari
negara asing. Bahasa asing ini biasanya lebih banyak mempengaruhi banyak asal, karena dianggap sudah
universal. Oleh karena itu, bahasa asing mudah menyebar dan mempengaruhi struktur bahasa asli yang
ada.
Sumpah Pemuda merupakan babak baru bagi perjuangan bangsa Indonesia. Karena, perjuangan
yang bersifat lokal (kedaerahan) berubah menjadi perjuangan yang bersifat nasional. Para pemuda jaman
dahulu sadar bahwa perjuangan yang bersifat lokal sia-sia belaka. Penjajah dapat mematahkan
perlawanan mereka walaupun cukup merepotkan juga. Mereka juga sadar bahwa hanya dengan persatuan
dan kesatuan, cita-cita kemerdekaan dapat diraih.
Tepatnya 85 tahun yang lalu kita, sebagai bangsa Indoneasia telah melalui suatu peristiwa penting
yang bernama Sumpah Pemuda. Pada tanggal 28 Oktober 1928, di jalan Kramat Raya 106, Jakarta
Pusat telah lahir sebuah gagasan besar yang seharusnya telah membentuk kehidupan bangsa Indonesia
yang lebih baik saat ini. Saat ini, cita-cita untuk meraih kemerdekaan sudah tercapai. Pada dasarnya,
sumpah Pemuda masih relevan dan berperan penting dalam bangsa Indonesia, yaitu untuk kembali
menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia yang kini kian meredup. Oleh karena
itu, peristiwa 28 Oktober 1928 tidak layak dan tidak boleh kita lupakan, terlebih oleh para pemuda.
Karena, pemudalah yang mengucapkan sumpah tersebut dan dengan sungguh-sungguh mentaatinya.
Para pemuda sepatutnya kembali menggali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Nilainilai yang ditemukan diharapkan menjadi pendorong dan arah untuk memperkuat kesatuan dan persatuan
tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pemaknaan tiada henti (terus-menurus) tentang Sumpah Pemuda.
Juga, memberi pemaknaan secara baru sesuai dengan perubahan zaman dan kondisi aktual. Kesatuan dan
persatuan sangat penting bagi negara kita yang karakteristik masyarakatnya majemuk berganda, yaitu
majemuk secara horisontal dan majemuk secara vertikal. Diharapkan dengan adanya pembahasan sumpah
pemuda ini, masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan untuk
mewujudkan cita-cita bersama menuju masyarakat yang adil dan makmur.
Generasi muda hakikatnya adalah peletak dasar tiang suatu bangsa. Dengan hal ini, tak pelak
problematika kebangsaan para generasi muda patut disorot untuk, selanjutnya bagaimana peran dan misi
utama generasi muda yang sesuai dengan cita-cita dan budi luhur semestinya.