Anda di halaman 1dari 5

TRACE ELEMEN

Elemen adalah unsur/materi/bahan dasar (fundamental kinds of


matter) yang menyusun seluruh benda di alam semesta (Manahan, 2001).
Elemen tersusun dari atom-atom. Semua atom yang berasal dari elemen
yang sama secara kimiawi memiliki sifat yang identik. Hingga saat ini
telah dikenal sekitar 116 elemen atau unsur.
Secara garis besar, elemen dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
elemen

organik

menyatakan

dan inorganik.

bahwa

elemen

Menurut Miessler dan Tarr (2000)

organik

berkaitan

dengan

senyawa

hidrokarbon dan derivatnya yang sebagian besar menjadi elemen utama


yang menyusun makhluk hidup. Sedangkan elemen inorganik mencakup
keseluruhan elemen yang terdapat dalam tabel periodik unsur termasuk
Hidrogen dan Karbon itu sendiri.
Menurut Millero (2006) membagi elemen (organik dan inorganik)
menjadi 3 kelompok berdasarkan rata-rata konsentrasinya di alam,
yaitu:

Elemen makro (0,05 750 mM)


Elemen mikro (0,05 50 M)
Elemen trace atau kelumit (0,05 -50 nM)

Trace Elemen
Trace Elemen merupakan unsurunsur atau senyawa senyawa
kimia di laut yang kelarutanya kurang dari 1 ppb atau dapat diartikan
sangat kecil. Tetapi untuk keberadaanya sangat diperlukan dalam
pengaturan keseimbangan kelarutan elemen-elemen dilaut dan proses
biologi organism bahari. Rasio konsentrasi elemen yang konstan terhadap
elemen yang berkaitan dengan khlorinitas atau salinitas ditemukan pada
beberapa elemen karena tingkat reaktifitasnya yang rendah. Logamlogam Cu, Mn, Fe dan Zn jika terjadi defisiensi menyebabkan penyakit
baik pada hewan maupun tumbuhan

Kadar elemen yang terdapat di laut mempunyai nilai kisaran antara


67.18g sampai 0,024 g dalam 1 liter air laut. Yang tergolong trace
element antara lain:

Yod (I) 280 ton/mil air laut


Barium (Ba) 140 ton/mil air laut
Besi (Fe) 47 ton/mil air laut
Molibden(Mo) 47 ton/mil air laut
Seng (Zn) 47 ton/mil air laut
Selen (Se) 29 ton/mil air laut
Argon (Ar) 14 ton/mil air laut
Tembaga (Cu) 14 ton/mil air laut
Timah (Sn) 14 ton/mil air laut
Uranium (U) 14 ton/mil air laut
Mangan (Mn) 9 ton/mil air laut
Nikel (Ni) 9 ton/mil air laut
Vanadium (V) 9 ton/mil air laut
Titan (Ti) 5 ton/mil air laut
Sesium (Ce) 2 ton/mil air laut
Kobal (Co) 2 ton/mil air laut
Serium (Ce) 2 ton/mil air laut
Litrium (Y) 1 ton/mil air laut
Lantan (La) 1 ton/mil air laut
Perak (Ag) 1 ton/mil air laut
Khrom (Cr) 0,2 ton/mil air laut
Timah (Pb) 0,1 ton/mil air laut
Galium (Ga) 0,1 ton/mil air laut
Peranan trace elemen dalam suatu perairan:
1. Proses prose metabolisme biologi oraganisme
2. Pelepasan mineral dilaut
3. Pengaturan pH perairan
4. Pengaturan potensial redox diperairan
Distribusi atau penyebarab trace elemen dilaut biasanya ditentukan
melalui:
1. Prose hidrodinamika perairan(pergerakan air dan transport massa air)
2. Aktivitas organisme didasar perairan
Untuk sumber sumber trace elemen disuatu perairan sendiri berasal
dari:

1. Melalui proses presipitasi dari udara


2. Masukan dari aliran air sungai
3. Pelepasan dari batuan atau kerak bumi
4. Pelepasan kembali oleh sediman dari dasar perairan
Faktor faktor yang mempengaruhi atau mengurangi kelarutan trace
elemen dari suatu perairan:
1. Melalui proses pengendapan sedimen, mengikat senyawa senyawa
terlarut disuatu perairan
2. Diserap atau dimanfaatkan oleh oraganisme bahari terlepas ke atmosfir
melalui permukaan perairan.
Interaksi Trace Elemen dengan Organisme Bahari
Perbandingan konsentrasi trace elemen diperairan > kendungan
didalam jaringan tubuh suatu organism bahari. Trace elemen dalam
kondisi stabil, susunan dari jasad hidup seluruh suatu oraganisme.
Senyawa

ferredoxin

yang

terdiri

dari

Fe

berperan

dalam

proses

asimilasi.Mn merupakan salah satu elemen penting dari ko-faktor enzim


yang berperan dalam reaksi fotositesis N ,Mo dan Cu membentuk kofaktor
enzim yang berperan dalam siklus reduksi oksidasi.Si dan P digunakan
sebagai bahan untuk membuat cangkang dan rangka eksternal.
Keberadaan ion Cl- , factor yang sangat menentukan dalam
perkataan elemen- elemen kalium (K) magnesium(Mg), Bromida(Br) dan
Flour(F) yang terdapat dalam senyawa proses osmoregulasi.
Trace elemen terlarut juga terkait denga gas dalam senyawa
didalam

jaringan

tubuh

suatu

organism

bahari,

yang

mempunyai

konsentarasi yang sangat tinggi9(berikatan dengan ion oksigen dan


hydrogen).
Tingkat kelarutan ion trace elemen dalam jaringan tubuh suatu
organism laut (berdasarkan tingkat reaktifitas dan golongan yang ada
pada SPU):
1. Pada jaringan tubuh plankton:

- Fe > Al > Lr > Cr


- Si > Ga
- Zn > Pb > Cu > Cn > Co
2. Pada jaringan hidup alga coklat:
- Fe > Cr > Ga > Tr > Al > Sr
- Pb > Mn > Zn
- Ca > Co > Ni
3. Pada oraganisme bentik seperti moluska, arthopoda dan echinodermata
- Cu > Zn > Cd
Ion phospat, yang menentukan adanya kelarutan thorium dan cerium :

Ion yang kelarutanya oksida menentukan adanya dari mineral mangan,

ferum dan aluminium.


Senyawa kompleks dengan atom Cl menentukan adanya mineral Ag, Pb,
Hg menentukan AgCl, PbC, dan lain.
Elemen tersebut memiliki sifat yang sangat reaktif sehingga cepat
akan mengalami remove dan mengendap di dalam sedimen Konsentrasi
elemen tersebut di daerah sumbernya memang sudah rendah. Proses lain
yang menentukan keberadaan dari trace elemen:

Proses

volkanologi

yang dapat

mensuplai

mineral

Cobalt,

Nikel,

Argentum, Barium.
Porses presipitasi secara alami dapat mensuplai mineral ferum, Mn, Cr,
Cu, Nr, dan Pb, proses dari geochemical dari atmosfer.
Interaksi Presipitasi dari Dasar Perairan
Interaksi presipitasi erat hubungan dengan prose penyerapan dan
pengendapan trace elemen diperairan oleh partikel terlarut dan akhirnya
diendapkan didasar perairan sebagai sedimen.pada waktu perairan Ph
rendah( asam), elemen elemen terlepas dari senyawa kompleks, yang
akan membentuk ion bebas diperairan, yang akhirnya akan membentuk
ikatan dengan materi padatan yang tersuspensi dan terendap dai dasar
perairan.

Reaksi Oksidasi: diperairan akan mengakibatkan ion mangan(Mn) dan


besi(Fe) berikatan dengan fraksi tanah liat membentuk senyawa dalam

mangan nadule dan diendapkan dilingkungan laut dalam.


Pada Kondisi Reduksi : trace elemen berikjtan dengan oksigen yang
terpakai

dalam

proses

fotosintesis,

turut

menentukan

nilai

dari

produktifitas suatu perairan yang tinggi.


Proses Presipitasi di Estuaria
Terjadinya proses pengikatan trace elemen oleh material padatan
tersuspensi yang dipengaruhi oleh adanya ion ion pembentuk dari
salinitas
Interaksi Trace Elemen pada Lingkungan Tanpa Oksigen
Di suatu palung laut atau suatu dasar perairan yang paling dalam
merupakan kondisi yang miskin akan oksigen, sehingga oraganisme yang
hidup dalam kedalaman tersebut seperti: bakteri pereduksi sulfida yang
dapat memanfaatkan keberadaan sulfida disuatu perairan dalam dan akan
membentuk senyawa sulfat bersama trace elemen yang ada diperairan,
dengan melalui proses diagenesis metabolism anaerob.
Peranan manusia terhadap penyebaran trace elemen dilaut
Sebagaian besar trace elemen berupa logam berat yaitu, yang pada
kelarutan yang sangat kecil sangat dibutuhkan dalam pengaturan
keseimbangan proses metabolism organism bahari, namun apabila
kelarutan di perairan sudah melalui atau melampaui batas ambang yang
ditentukan merupakan bahan pencemar yang berbahaya dalam perairan.