Anda di halaman 1dari 9

B.

Rumusan Masalah

1.

Apa yang dimaksud dengan kehamilan remaja?

2.

Apa saja faktor pengaruh kehamilan remaja?

3.

Apa saja akibat dan resiko pada kehamilan remaja?

4.

Apa saja masalah yang akan timbul?

C.

Tujuan Makalah

Sejalan dengan rumusan di atas, makalah ini disusun untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
1.

pengertian kehamilan remaja;

2.

faktor yang memepengaruhi kehamilan remaja;

3.

akibat dan resiko kehamilan remaja;

4.

masalah yang timbul akibat kehamilan remaja.

D.

Kegunaan Makalah

Penyusunan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis. Secara
teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep penelitian tindakan kelas. Secara praktis
makalah ini berguna bagi:
1.

penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan keilmuan di bidang kebidanan khususnya

tentang kehamilan remaja;


2.

pembaca / dosen, sebagai media informasi dalam pembuatan makalah.

E.

Metode Penelitian

Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Meode yang digunakan adalah
metode studi literatur. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi
pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan membaca berbagai literature yang relevan
dengan tema makalah. Data tersebut diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan
meneksposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema makalah.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Tinjauan Pustaka

Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada wanita usia 14-19 tahun baik melalui proses
pranikah atau nikah.
Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan Remaja:
a.

Kurangnya peran orang tua dalam keluarga

b.

Kurangnya pendidikan seks dari orang tua dan keluarga terhadap remaja

c.

Perkembangan IPTEK yang tidak didasari denganperkembangan mental yang kuat

Zastrow ( 1987 ) Mengungkapkan beberapa penyebab kehamilan yang dialami oleh para remaja :
a.

Penyebab utama terjadinya kehamilan adalah misinformasi atau kurangnya informasi yang

relevan.
b.

Mengabaikan bahwa tingkah laku seksual akan menyebabkan kehamilan dan berasumsi bahwa

pasangannyalah yang menggunakan kontrasepsi walaupun kenyataan tidak demikian.


c.

Tidak memikirkan konsekuensi dari perbuatan mereka

d.

Menyalahartikan atau kebingungan dalam mengartikan konsep cinta, keintiman dan tingkah laku

seksual.
Dampak dan Resiko Kehamilan Remaja
Dampak kehamilan pada usia muda
a.

Keguguran

b.

Persalinan prematur, BBLR, dan kelainan bawaan.

c.

Mudah terjadi infeksi

d.

Anemia

e.

Keracunan kehamilan ( Gestosis )

f.

Kematian ibu yang tinggi

Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain:
a.

Bagi ibunya;

1.

Mengalami pendarahan

2.

Kemungkinan keguguran / abortus

3.

Persalinan yang lama dan sulit

4.

Kematian ibu

b.

Bagi bayinya;

1.

Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.

2.

Berat badan lahir rendah (BBLR)

3.

Cacat bawaan.

4.

Kematian bayi

Masalah yang Timbul Akibat Kehamilan Remaja:


a.

Masalah kesehatan reproduksi

b.

Masalah psikologis pada kehamilan remaja

c.

Masalah sosial dan ekonomi keluarga

B.

Pembahasan

1.

Definisi Kehamilan Remaja

Di Indonesia rata-rata kehamilan remaja terjadi pada usia 14-19 tahun. Hal ini didapatkan dari hasil
survey knowledge, attitude, practice. Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada wanita usia
14-19 tahun baik melalui proses pranikah atau nikah. Hamil diluar nikah yang terjadi pada remaja yang
di Indonesia yang pemerintahannya tidak peduli dengan masyarakat belum bergerak secara signifikan
dalam masalah ini, akan menimbulkan hal-hal yang lebih besar dikemudian hari. Hal masa depanpun
menjadi masalah misalnya malu terhadap teman,lingkungan dan juga merasa remaja sudah musnah.
Selain itu ketidak stabilan emosi dan ekonomi juga sangat mempengaruhi apalagi jika hal ini terjadi
pada keluarga yang kurang mampu. Maka akan terjadi penolakan terhadap anak yang nanti akan
dilahirkan.
2.

Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan Remaja

a.

Kurangnya peran orang tua dalam keluarga

Perhatian dan peran orang tua amat berpengaruh besar terhadap perkembangan mental dan kejiwaan
sianak. Anak yang tidak merasakan ketentraman didalam keluarganya akan cenderung mencari
ketentraman diluar dengan berbagai cara, ada kalanya mereka melakukan hal-hal yang banyak
diantaranya yang cenderung melakukan halhal negative sebagai bentuk kesalahan mereka terhadap
orang tuanya
b.

Kurangnya pendidikan seks dari orang tua dan keluarga terhadap remaja

Berdasarkan penelitian yang didapat sejak september 2007 yang dilakukan di 4 kota di Indonesia.
Dengan mengambil 450 responden dan dengan kisaran usia 15-24 tahun, kategori masyarakat umum
dan dengan kelas sosial menegah keatas dan kebawah. Dodapatkan informassi bahwa sekitar 65%
informasi tentang seks didapat dari kawan, 35% dari film porno dan hanya 5% yang mendapatkan

informasi tentang seks dari orang tua. Para remaja juga mengaku tahu resiko terkena PMS (29%) tapi
hamya 24% dari responden remaja ini yang melakukan preventif umtuk mencegah penyakit AIDS yang
menghinggapi mereka. Dalam penelitian ini didapatkan juga 44% dari responden mengaku sudah
pernah punya pengalaman seks diusia 16-18 tahun, 16% mengaku pengalaman seks sudah mereka
dapatkan antara usia 13-15 tahun. Selain itu rumah menjadi tempat vaforite(40%) untuk melakukan
hubungan seks, sisanya 26% di kost, 26% di hotel.
Dari hasil penelitian diatas tampak bahwa perlunya pendidikan seks yang diberikan orang tuia terhadap
sianak sehingga anak tidak cenderung mencari informasi dari tempat yang salah dan perlunya
pengawasan ketat dari orang tua terhadap anak.
Komunikasi yang lebih terbuka antara anak dan orang tua dapat berperan penting bagi pemantauna
perilaku anak di masyarakat larena dengan komunikasi orangtua dapat memasukkan hal-hal yang boleh
dan tidak boleh dilakukan.
c.

Perkembangan IPTEK yang tidak didasari denganperkembangan mental yang kuat

Semakin majunya IPTEK membuat para remaja semakin mudah untuk mendapatrkan informasiinformasi mengenai seks dan apabila hal ini tidak didasari dengan perkembangan mental yang kuat
maka dapat membuat para remaja terjerumus kearah pergaulan yang salah dan sehingga terciptalah
perbuatan-perbuatan yang tidak sesyuai dengan norma dan agama yang berlaku.
Zastrow ( 1987 ) Mengungkapkan beberapa penyebab kehamilan yang dialami oleh para remaja :
a.

Penyebab utama terjadinya kehamilan adalah misinformasi atau kurangnya informasi yang

relevan.
b.

Mengabaikan bahwa tingkah laku seksual akan menyebabkan kehamilan dan berasumsi bahwa

pasangannyalah yang menggunakan kontrasepsi walaupun kenyataan tidak demikian. Banyak remaja
yang enggan menggunakan alat kontrasepsi dengan alasan bahwa mereka tidak mungkin hamil atau
kemungkinan hamil sangat kecil (Papalia & Old, 1995). Selain itu banyak yang berfikir bahwa
menggunakan kontrasepsi adalah tindakan yang tidak bermoral, seolah-olah mereka merencanakan
akan melakukan hubungan seksual. Alasan lain tidak digunakanya kontrasepsi adalah kekhawatiran
bahwa kenikmatan dan spontanitas dalam hubungan seks akan berkurang atau timbul masalah yang
berhubungan dengan kesehatan.
c.

Bagi beberapa gadis, mereka tidak memperdulikan apakah mereka akan hamil atau tidak. Bagi

mereka kehamilan membuktikan feminitas, mkengutkan status kedewasaan dan merupakan alat untuk
mendapat perhatiaan orang tua dan teman. Bahkan ada yang menggunakan kehamilan sebagai cara
untuk mengatasi masalah, untuk menghukum, atau justru merupakan reward bagi orang lain.
d.

Menyalahartikan atau kebingungan dalam mengartikan konsep cinta, keintiman dan tingkah laku

seksual. Remaja awal cenderung berfikir bahwa seks adalah cara untuk mendapatkan pasangan,
sedangkan remaja akhir cenderung melakukan tingkah laku seksual jika telah ada ikatan dan saling
pengertian dengan pasangan. Seks sering dijadikan saran untuk berkomunikasi dengan pasangan.

3.

Dampak dan Resiko Kehamilan Remaja

Dampak kehamilan pada usia muda


Penyulit pada kehamilan remaja lebih tinggi dibandingkan kurun waktu reproduksi sehat antara umur
20-30 tahun. Keadaan ini disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga dapat
merugikan kesehatan ibu, perkembangan dan pertunbuhan janin. Keadaan tersebut akan semakin
menyulitkan bila ditambah dengan tekanan (stres) psikologis, sosial, ekonomi, sehingga memudahkan
terjadinya:
a.

Keguguran

Keguguran sebagian dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan kehamilan remaja yang tidak
dikehendaki. Keguguran sengaja yang dilakukan oleh tenaga nonprofesional yang dapat menimbulkan
akibat efek samping yang serius.
b.

Persalinan prematur, BBLR dan kelainan bawaan.

Kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dapat mengakibatkan makin tingginya
kelahiran prematur, BBLR, dan kelainan bawaan.
c.

Mudah terjadi infeksi

Keadaan gizi yang buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan terjadinya infeksi
saat hamil.
d.

Anemia

Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi dengan keluhan cepat lelah, sering
pusing, mata kunang-kunang, dan mual pada Hamil muda.
Menurut WHO, kejadian anemia hamil berkisar antara 20 % - 89 %. Dengan menetapkan Hb 11gr%
sebagai dasarnya 9-10gr % anemia ringan, 7-8gr % anemia sedang, < 7gr % anemia berat.
e.

Keracunan kehamilan ( Gestosis )

Keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin menungkatkan terjadinya keracunan
hamil dalam bentuk pre-eklampsia dan eklampsia.
f.

Kematian ibu yang tinggi

Remaja yang stress akibat kehamilannya sering mengambil jalan pintaas untuk melakukan gugur
kandungan yagng merupakan tindakan yang paling rasional untuk menyelesaikan masalah hamil

remaja yang mempunyai keuntungan.


Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain:
a.

Bagi ibunya;

1.

Mengalami pendarahan

Pendarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam
proses involusi. Selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal
didalam rahim).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya
sobekan pada jalan lahir.
2.

Kemungkinan keguguran / abortus

Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. Hal ini disebabkan oleh faktorfaktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.
3.

Persalinan yang lama dan sulit

Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. Penyebab dari persalinan lama sendiri
dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelainan kekuatan his dan mengejan serta
pimpinan persalinan yang salah
4.

Kematian ibu

Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.
b.

Bagi bayinya;

1.

Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.

Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi karena pada saat
pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.
2.

Berat badan lahir rendah (BBLR)

Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram. Kebanyakan hal ini dipengaruhi
kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun, dapat juga dipengaruhi penyakit
menahun yang diderita oleh ibu hamil.
3.

Cacat bawaan.

Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.hal ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor, diantaranya kelainan genetik dan kromosom, infeksi, virus rubela serta faktor gizi dan
kelainan hormon.
4.

Kematian bayi

Kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal yang disebabkan
berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari), kelahiran kongenital
serta lahir dengan asfiksia (Manuaba,1998).

4.

Masalah yang Timbul Akibat Kehamilan Remaja

a.

Masalah kesehatan reproduksi

Remaja yang kelak akan menikah dan menjadi orang tua sebaiknya mempunyai kespro yang prima,
sehingga dapat menurunkan gestasi sehat. Dikalangan remaja telah terjadi semacam revolusi hubungan
seksual yang menjurus kearah liberaliasi yang berakibat timbulnya berbagai penyakit hubungan seks
yang merugikan alat reproduksi. Dengan demikian di anjurkan untuk melakukan pemeriksaan
kesehatannya sehingga dapat mempersiapkan diri untuk hamil dan keadaan optimal.
b.

Masalah psikologis pada kehamilan remaja

Remaja yang hamil diluar nikah menghadapi berbagai masalah psikologis, yaitu rasa takut, kecewa,
menyesal dan rendah diri terhadap kehamilannya, sehingga terjadi usaha untuk menghilangkan dengan
jalan gugur kandung. Keadaan akan makin rumit jika pemuda yang menghamili tidak bertanggung
jawab, sehingga derita di tangggung sendiri dan keluarga pun menghadapi masalah yang sulit ditengah
masyarakat.
c.

Masalah sosial dan ekonomi keluarga

Perkawinan yang diaanggap dapat menyelesaikan masalah kehamilan remaja tidak lepas dari kemelut.

BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A.

Simpulan

Berdasarkan uraian bab sebelumnya, kami dapat mengemukakan simpulan sebagai berikut:
1.

kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada wanita usia 14-19 tahun baik melalui

proses pranikah atau nikah;


2.

faktor yang mempengaruhi kehamilan remaja: kurangnya peran orang tua, kurangnya pendidikan

seks, dan perkembangan IPTEK yang tidak didasari dengan perkembangan mental yang kuat;
3.

kehamilan remaja berampak negatif dan memiliki banyak resiko;

4.

kehamilan remaja menimbulkan masalah reproduksi, psikologis, social dan ekonomi.

B.

Saran

Sejalan dengan simpulan diatas, kami merumuskan saran sebagai berikut.


1.

Orang tua hendaknya memberi perhatian lebih terhadap anaknya.

2.

Memberikan pendidikan keagamaan kepada remaja.

3.

Remaja menjaga pergaulan mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Fathimatuzzahra, Nurul. (2012). Kehamilan Remaja (Teenage Pregnancy). [Online]. Tersedia:


http://nurulfazahra.blogspot.com/2012/06/kehamilan-remaja-teenage-pregnancy.html. [10 Juni 2012].
Syafrudin. (2012). Bahaya Kehamilan Remaja pada Usia Muda. [Online]. Tersedia: http://materipaksyaf.blogspot.com/2012/08/kehamilan-remaja.html. [09 Agustus 2012].