Anda di halaman 1dari 4

Yang menghalangi sehingga lubang yang ditimbulkan akan lebih besar.

Jadi bentuk lubangnya


akan berupa corong ke arah jalanmya anak peluru.
Sebaliknya pada lubang luka tembak keluar corong akan mengarah ke luar sebab lubang pada
tabula interna akan lebih kecil dari lubang pada tabula eksterna.

Luka Tembak Masuk re entre


Luka akibat re entre tidak selalu mudah diidentifikasi dari pemeriksaan luar saja. Ciri-cirinya
biasanya serupa dengan luka tembak jarak jauh. Tak adanya tanda-tanda akibat asap, nyala api,
dan tattoo. Tepi luka menunjukkans edikit lecet. Cara terbaik untuk mengidentifikasi luka re
entre ialah menghubungkan line-up luka tembak masuk dengan luka tembak keluar dan anak
peluru bila ada dalam tubuh.

Luka Tembak Masuk shotgun


Komponen dari shotgun yang menimbulkan efek adalah: gas, asap, nyala api, mesiu, gotri, wad,
dan card.
Karakteristik dari luka yang ditimbulkan oleh shotgun bermacam-macam tergantung dari caliber
senjata, shotgun bermacam-macam tergantung dari caliber senjata, derajat penguncupan laras
choke dan bentuk dan jumlah dari gotrinya.
Meskipun demikian garis besarnya ciri-ciri luka tembak masuknya tergantung dari jarak
tembakan sehingga luka tembak masuk masih dibagi tiga macam:
-

Luka Tembak Kontak


Bentuk biasanya bulat atau oval. Tepi luka dikulit biasanya tajam rata clean cut. Kadangkadang bergerigi dan terlihat adanya luka memar yang kehitaman karena mesiu. Ada juga
luka bakar ditepi luka akibat nyala api.
Karena tembakan dan gas-gas ikut masuk kedalam luka, jaringan subkutan, dan jaringan
dalam menunjukkan kerusakan yang hebat. Darah dan jaringan pada saluran luka
menunjukkan adanya carbonmonoxide.

Luka Tembak Masuk Jarak Dekat


Jarak tembakan biasanya sampai 60 cm, tetapi tidk ditekan pada kulit dan pada jarak
tembakan ini gotri-gotri masih masuk kedalam tubuh berupa satu kesatuan. Dari jarak
kontak longgar sampai 15 cm, luka biasanya berupa lubang oval atau bulat, sekitar 2,5
cm diameternya, tepi luka dapat clean cut atau robek sedikit, ada efek dari nyala api,
dan kehitaman karena asap dan mesiu. Lebar/luas dari zone kehitaman itu bertambah
dengan makin jauhnya jarak tembakan. Kehitaman karena asap dapat terlihat sampai
jarak 15 inch. Tattoage dapat terlihat sampai jarak 60 cm. pada jaringan dalam terlihat
kerusakan dan mungkin adanya carbon monoxide. Sampai jarak ini ikut masuk dalam
tubuh, wad dan card beserta gotri-gotri.

Luka Tembak Masuk Jarah Jauh


Jarak tembak 1-4 yard
Meskipun jarak 2-3 feet luka tembak berupa satu lubang tunggal bulat, namun
dengan bertambahnya jarak tembakan, mulai jarak 1-4 yard, gotri-gotri ada yang
mulai menyebar dan menimbulkan lubang-lubang tambahan sebesar 1/8 inch
diameternya sekitar lubang utama dengan tepi luka bergerigi.
Dengan makin jaunya jarak tembakan penyebaran gotri juga makin luas, dan dari
penyebarannya inidapat secara kasar diperkirakan jarak tembakannya. Dengan
mata telanjang tidak terlihat jejak akibat jelaga, asap, atau mesiu pada jarak ini,
meskipun demikian dengan hapusan pada sekitar luka masih dapat ditemukan
adanya sejumlah kecil kotoran. Wad dan card dapat ditemukan dalam luka.
Rumus:
1. Penyebaran gotri dalam cm = dua setengah ampai tiga kali jarak tembakan
dalam meter
2. Penyebaran gotri da;lan inch dikurangi satu, menunjukkan jarak tembakan
dalam yard

Rumus diatas tentu hanya perkiraan sebab tergantung beberapa factor antara lain
bentuk laras apakah cilender atau choked, panjang laras, dll. Perkiraan jarak
tembak paling baik adalah dengan melakukan firing test tembakan percobaan.

Jarak tembak lebih dari 4 yard


Dengan bertambahnya jarak tembak, gotri-gotri akan menyebar lebih luas dan
pada jarak tembak lebih dari 10 yard (9m) luka tembak masuk akan berupa
lubang-lubang kecil berdiri sendiri. Luka sedemikian tentu hanya mematikan bila
mengenai umpamanya, menembus pembuluh arteri besar seperti a.carotis.
Jangan memeperkirakan jarak tembak dengan melihat penyebaran gotri didalam
tubuh korban. Apabila tembakan dilepaskan dari jarak dekat atau kontak dan
gotri-gotri itu mengenai tubuh en masse, akan terjadi disperse dalam tubuh,
disebabkan karena gotri-gotri itu jalannya menyimpang akibat bersentuhan satu
sama lain selama masuknya kedalam tubuh.
Phenomena richochet ini disebut biiliard ball rochochet effect. Phenomena ini
dapat menyebabkan kesalah dalam menginterpretasi jarak tembakan apabila
jenasah sudah membusuk atau terbaka sehingga tanda-tanda luka tembak dikulit
sudah hilang dan pemeriksaan didasarkan pada penyebaran gotri dalam tubuh
yang terlihat pada foto X-Ray.

2. Luka tembak keluar

Luka tembak keluar dikulit terjadi sama dengan luka tembak masuk, hanya saja kekuatan
yang meregangkan kulit, arahnya dari dalam keluar. Dalam banyak hal, kbanyakan kelainan yang
terjadi disebabkan anak peluru/gotri saja, sedangkan komponen lain seperti nyala api asap,
mesiu, wad, dan card yang menimbulkan kelainan pada luka tembak masuk tidaklah berperan
dalam luka tembak keluar, kecuali tembakan dilepaskan menembus jaringan lunak yang tipis
seperti pada ekstrimitas.
Luka tembak keluar dapat menimbulkan kesulitan dalam interpretasinya sebab bervariasi dalam
ukuran dan bentuk.
Factor-faktor yang memperngaruhi ialah:
-

Kecepatan dari anak peluru pada waktu keluar


Luas daerah yang terkena anak peluru waktu keluar
Deformasi anak peluru
Goyangan/tumbling anak peluru
Fragmentasi
Ada tidaknya fragmen tulang yang ikut keluar
Ada tidaknya tulang dibawah kulit tempat keluar
Ada tidaknya benda yang tertekan pada kulit tempat keluar

Kecepatan dan besar dari anak peluru adalah factor penting dalam menentukan besarnya luka
yang ditimbulkan. Makin besar kecepatannya, makin besar kerusakan yang ditimbulkan,
sehingga makin besar luka tembak keluarnya.
Deformitas dari anak peluru dan gotangan yang disebabkan organ-organ dalam tubuh yang tidak
sama kepadatannya menyebabkan anak peluru bergerak tidak beraturan sehingga waktu keluar
akan menimbulkan lubang yang lebih besar daripada luka tembak masuknya.
Bentuk luka tembak keluar jadi sangat bervariasi; dapat bulat, stellate, cruciate, elips, kadangkadang hanya berupa laserasi linier seperti luka iris.
Pada luka tembak keluar tidak ada gelang kontusi kecuali apabila ada benda keras yang
menempel/menekan kulit tempat peluru keluar, seperti: korban menempel tembok atau tergeletak
dilantai, atau anak peluru yang keluar itu mengenai sabuk/benda keras lain.
Dalam keadaan demikian bentuk luka tembak keluar tidak hanya bulat tetapi juga menunjukkan
adanya gelang kontusi ditepinya yang dapat dikacaukan sebagai luka tembak masuk.

D. Otopsi Korban Luka Tembak


1. Luka tembak masuk dilukiskan dalam keadaan aslinya, lebih baik kalau bias dipotret
2. Sebelum dibersihkan dilakukan paraffin test terutama pada luka tembak jarak dekat
3. Luka tembak karena peluru penabur shot gun harus dijiplak atau dipotret. Ini perlu untuk
menentukan jarak tembakan, dibandingkan dengan hasil test firing
4. Luka dibersihkan, dapat dipakai sabun, setelah bersih periksa pada ada toattoage dll. Dalam
keadaan ini dipotret lagi.

5. Sebelum dilakukan pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan foto X-Ray dahulu. Saluran,
jalannya anak peluru harus ditentukan sebelum organ-organ dikeluarkan. Anak peluru yang
bersarang dalam tubuh harus dicari/diambil untuk pemeriksaan balistik.
6. Letak luka tembak masuk/keluar diukur dengan mengambil patokan tumut dan garis tengah
tubuh melalui tulang punggung. Ini perlu untuk memperkirakan arah tembakan dari luar
depan/belakang atau samping dan sudutnya.

E. Pemeriksaan Tambahan
1. Pemeriksaan radiologi
X-foto selain untuk mempermudah dan menyingkat waktu bagi pemeriksa dalam
melokalisir dan menemukan anak peluru, juga berguna untuk menentukan jumlah anak
peluru dalam tubuh, evaluasi dari arah dan sudut tembakan, menentukan jarak tembakan,
menilai dalam dari luka dan menentukan type dari senjata. Kadang-kadang X-Ray
menemukan