Anda di halaman 1dari 12

Seorang pemuda bernama Boy, yang sebelumnya aktif di pelayanan gereja akhirnya

terjatuh ke dalam dosa. Kejatuhannya ke dalam lumpur dosa, karena keadaannya keluarganya
yang berantakan. Penyebabnya adalah sang Ayah yang suka mabuk-mabukkan.
Disaat hatinya sedang goyah, Boy berkenalan dengan seorang janda cantik dan kaya
raya. Perkenalannya ini malah membuat Boy lebih terjerumus lagi ke dalam lumpur dosa.
Alkohol, rokok dan kehidupan sex bebas, dengan profesi sebagai seorang gigolo, menjadi
pilihan jalan hidup yang dilakoni Boy.
Setelah sekian lama tak keliatan, teman-teman dan sahabat Boy yaitu Sandi, Nando,
Ari, Riko, Devi, Dona, dan Betty di pelayanan gereja, menyadari ketidakhadiran Boy lagi di
tengah-tengah mereka.
Dengan penuh rasa Kasih, mereka mencari tahu keberadaan Boy lewat keluarga dan
teman-teman Boy lainnya. Usaha mereka mencari tahu keberadaan Boy menemui titik terang.
Akhirnya mereka bisa menemui Boy yang sedang berada di rumah Tante Melan.
Mereka pun mencoba membujuk Boy namun usaha mereka sepertinya sia-sia. Namun, begitu
Boy mendengar kalau ibunya sakit, Boy merasa kalau cobaan dari Tuhan sangat berat.
Dengan niat yang tulus untuk bertobat, akhirnya Boy pun berlutut di pangkuan ibunya dan
memohon ampun. Selanjutnya, Boy pun kembali ke jalan Tuhan.
Tante Melan ditinggalkan, alkohol, narkoba, pun menjadi masa lalu. Bertobatnya Boy,
membuat hati Ayah pun kembali ke jalan yang benar. Pertobatan ayah Boy dan Boy pun
menjadi sebuah berkat. Keluarga Boy dipulihkan sepenuhnya oleh Tuhan.

Peran dan karakter :


Boy

: Tokoh utama, berkarakter keras.

Betty

: Lemah lembut dan aktif di pelayanan gereja

Penatua

: Penatua di gereja

Sandi

: Ketua Pemuda

Nando

: Lucu dan pintar bermain gitar

Ari

: Cuek dan lucu

Riko

: Lucu

Devi

: Lemah lembut dan suka pelayanan

Dona

: Cuek dan paling muda

Ayah Boy

: Keras dan pemabuk

Mama Boy

: Lemah lembut dan takut akan Tuhan

Tante Melan

: Janda cantik, pengusaha diskotik yang kaya, senang dengan


anak-anak muda dan senang memakai narkoba

BABAK I
ADEGAN I
(suasana sebuah ibadah di gereja, sementara persembahan dijalankan)
(selesai lagu persembahan, Betty seorang petugas pengumpul persembahan di baris tengah
jalan pelan menuju ke depan)
Boy : (bangkit berdiri dari kursinya, berteriak keras sambil berjalan mendekati Betty)
hhhoooiii... wwwooooiii..... (wajah marah, menunjuk Betty) kau..!! tunggu dullu.....
(mendekat ke Betty) mana uang kembalianku..???
Betty : (mendekat dan berhadap-hadapan dengan Boy) uang kembalian apa Boy??
(menatap tajam ke Boy) inikan persembahan...
Boy : (sambil mencoba merampas tempat pundi persembahan) uangkulah... tadi
kumasukkan Rp 2000 mana kembaliannya Rp 1000...??
Betty : kembalian..?? Boy... inikan persembahan (menatap tajam ke Boy) kok pake ngambil
uang kembalian??
Boy : rugi kali aku ngasih Rp 2000, habis uangku (saling berebut pundi persembahan di
depan jemaat)
Betty : (menatap tajam ke Boy) lucu kali Boy ini... ngasih persembahan buat Tuhan dibilang
rugi..
Boy : ya iyalah... Rp 1000 kan cukup... itukan sudah tradisi... pacar, baju dan pendeta
boleh ganti... tapi satu yang tidak berubah... (menunjuk ke jemaat) persembahan orang-orang
ini tetap Rp 1000... (tertawa keras) hhahaha..hhahaha...
(seorang penatua datang menghampiri)
Penatua
: (mendekat ke Boy dan Betty) tunggu,, sabaarr... janganlah kalian ribut, inikan
lagi ibadah... ada apa??? (menatap Betty dan Boy bergantian : 2x) (mengajak Boy duduk)...
ayo Boy, duduklah dulu... Betty (menatap Betty) bawalah persembahan itu...
Betty : iya pak penatua... (berbalik dan pergi ke depan)
(dilanjutkan doa penyerahan persembahan, ikuti dengan prose tata ibadah berikutnya... dan
ibadah pun selesai)

ADEGAN II
(pundi persembahan diletakkan di tempatnya)
Boy : (bangkit dan berjalan menuju tempat diletakkanya pundi persembahan) (berteriakteriak) aku mau ambil uangku... tak ada lagi uangku.. (meraba pundi) hhahaha..hhhahaha...
lumayan, ini untuk beli rokok.. (mengangkat uang Rp 50.000 dan meninggalkan gereja)
(seorang wanita bernama Dona datang)
Dona : (mengejar Boy) kak..kak Boy... tunggu kak..!! (berhenti dan merenung sedih) kenapa
yah kak Boy itu... sepertinya ada yang tak beres dengan dia belakangan ini... uang
persembahan kok diambil...
(datang seorang sahabat menghanpiri)
Devi : (duduk di samping Dona) kenapa Dona?? Wajahmu keliatan sedih sekali... kenapa
tadi kamu teriak-teriak panggil kak Boy??
Dona : (wajah sedih) tidak kak Devi... aku hanya bingung aja lihat sikap dan kelakuan kak
Boy beberapa bulan belakangan ini...
NARASI :
Kehidupan manusia sudah rusak sama sekali. Kehidupan manusia terpuruk. Nafsu birahi sang
bulan meracuni setiap kehidupan. Mereka tak lagi takut. Mereka tak lagi mengenal surga.
Manusia mengganggap hidup di dunia lebih dari segalanya. berkatNya selalu diminta. Tapi,
berkat hanya sebagai penyiram dosa, yang tumbuh bak alang-alang di padang sabana.
Manusia sama sekali sudah rusak. Kesuksesan sebagai jalan pintas menuju neraka.
Iblis melayani manusia dengan gemerlap dunia. Manusia mengganggap semua benar. Tuhan
hanya sekedarnya. Tak perlu Firman, tak ada lagi Iman. Terang menerangi tempat yang
terang. Kegelapan tetap gelap. Karena nafsu sang nur hanya buat sang matahari.
Tapi Dia lahir untuk kita dan mati di kayu salib buat kita. Dia tetap setia kepada kita.

BABAK II
ADEGAN I
Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, di sebuah tempat, berkumpulah para pemudapemudi yang sangat aktif dalam kegiatan pelayanan kerohanian dan paduan suara di sebuah
organisasi pelayanan. Meraka adalah mahasiswa-mahasiswa yang sedang menuntut ilmu.
Hampir dalam setiap pelayanan mereka selalu kompak. Namun beberapa bulan belakangan
ini, Boy salah satu anggota paduan suara yang aktif, sudah bertingkah lain dari biasanya,
bahkan mulai jarang hadir di ibadah dan kegiatan pelayanan lainnya.

Dan suatu ketika, beberapa dari teman Boy sedang membicarakannya...


(suasana : 5 orang dalam posisi bebas... nando dan sandi bermain gitar dan bernyanyi...)
Devi : (sambil baca majalah, majalah kristen) (kaget) ya Tuhan, Nando... Sandi..!! coba
kalian lihat ini!! Sini cepat!!
Sandi : (tetap asyik maen gitar) apaan siihh..??
Devi : apaan siihh... apaan siihh...!! makanya kemari,,baca neh berita... SEORANG
PEMUDA TEWAS OVER DOSSISS DI KAMAR KOST aduh ngeri yah... jadi takut aku..
Nando : (menatap Devi) takut siapa?? Takut bentar lagi kamu yang jadi korban
selanjutnya??? SEORANG WANITA MUDA BERNAMA DEVI OVER DOSSISS DI
DALAM TOILET KAMPUS.... ahahahaa.... (tertawa puas)
Devi : (wajah kesal) wahhh,,, sialan kau ini...!! lama-lama aku sumbat mulutmu itu... tidak
bisa diajak ngomong serius...
Sandi : (tertawa) ehehehe jangan marah-marah dong... nandokan cuma bercanda..
Riko : (menatap Devi) jangan marah dong... emangnya kamu takut siapa?? Kenapa??
Devi : awas yah kalau bercanda lagi... (mata membelalak)... aku teringat kak Boy.. kemana
yah dia?? Kangen juga sama dia. Udah lama tidak keliatan di gereja. (rada menghayal)
kangen ketawanya dan semuanya...
Ari
: iya yah.. kemana tuh anak?? Aku juga kangen .. sudah lama tak ada kabar, eehh
muncul kemarin di gereja malah bikin keributan.
Nando : kenapa yah tuh anak?? Aku sms tidak dibalas..
Sandi : aku pernah ke rumahnya... tapi tak pernah ada...
Devi : heh...aku nelpon pun tak diangkat apalagi kamu Nando..hanya ngesms.. tidak akan
pernah dibalas...
Ari

: yang pentingkan kita udah berusaha.. (tersenyum)

(tiba-tiba datanglah seorang teman mereka lagi)


Dona : (masuk sambil menyalam Nando, Sandi, dan Devi) hai..hai... malam... lagi apa
neh??? Bagaimana kabar kakak semua??
Nando + Sandi : kabar baik adik...
Nando : makin cantik saja adik... dari mana saja??
Devi

: nah... kebetulan si Dona sudah datang.. dari mana dek??

Dona : wwwuuuiiihhh.... gombal neh kak Nando.. baru dari kampus kak... biasalah, banyak
tugas di kampus... mana yang lain kak??

Nando : nah... ini yang sementara kita bincangkan Dona.. tentang kak Boy itu, tidak pernah
lagi datang ke gereja.
Sandi : lama tidak keliatan, eehh.. muncul di gereja hari minggu kemarin malah aneh, bikin
ribut dan sekarang hilang lagi..
Dona : iya yah kak.. kenapa yah tuh kak Boy?? Sekarang kemana lagi dia?? Berubah
sekali...
Devi : aku juga tidak tau.. kalau ke gereja, sudah lama dia tidak melayani... tidak tau
kenapa?? Apa dia sakit hati yah dengan anggota atau pengurus pemuda yah??
Riko : atau ada ribut dengan panitia Natal??
Ari

: kalau ribut tidak mungkinlah...

Devi

: sudah..sudah.. jadi bagaimana dengan kak Boy dan dimana dia yah??

Dona : terakhir kita liat di hari minggu kemarin itu kak... dia mabil uang persemahan pula
lagi.. si Betty sampai marah-marah kemarin.. setelah itu tak keliatan lagi..
Ari
: aku punya ide... bagaimana kalau kita ke rumahnya si Boy?? Kita tanya ke orang
tuanya atau siapalah yang ada di rumahnya... syukur-syukur ada di rumah... gimana??
Devi : hah... Ari... Ari.. kamu tidak tau yah?? Bapaknya itu pemabuk tingkat dewa..belum
ketemu kak Boy.. kita pasti sudah di lempar botol-botol...!! tidak mau ahh... males aku mau
ngadepin dewa sopi itu..
Riko : aahh kamu!! Katanya kangen sama dia... Cuma gara-gara tembok sependek itu, tidak
bisa lompat..
Ari

: payaahh..!!!

Devi : wooiii... bukan masalah tembok dan loncat... tapi aku males ngadepin si dewa
mabuk itu...ampun deh...! tidak taulah kalau sih Dona.. bagaimana Dona??
Dona : hahh... kalau aku, terserah kakak semua aja.. yang penting kak Boy itu aktif lagi di
gereja..
Riko : (berusaha menyakinkan) nah... si Dona aja mau tuh.. ayolah Devi!!! Tolong banget...
sama-sama kita ke rumahnya... bentar kalau udah ada apa-apa sama dia baru nyesel kamu..
Devi : (rada mikir) ya udahlah... tapi jangan sekarang ke rumahnya...besok aja
yah...sekarang mendingan kita balik,,udah malam... yuukk!!
Nando : (sambil melangkah pulang) nahh..gitu donkk... itu baru sahabat setia... hehehe..

BABAK II
ADEGAN II
(SEMENTARA ITU DI RUMAH BOY)
Bapa Boy : (pulang mabuk sambil bernyanyi) (tertawa keras) ahahahhaha....
(istinya datang mendekati suami)
Mama Boy : ya ampun bapa... kenapa tiap hari pulang harus mabuk??
Bapa Boy : yang pentingkan happy.. tidak usah banyak ngomong... bukan pake duitmu untuk
beli minuman ini..jadi tidak usah banyak ngomong.... (tertawa keras) ahahahahahaha....
Mama Boy : tapi... masa kamu tidak malu pa... tidak malu kamu sama orang-orang.. tidak
malu kamu sama anak kamu... bapa sudah tua, bukan saatnya lagi bapa bertingkah laku
seperti ini..!
Bapa Boy : eeiittss... PERSETAN dengan orang-orang itu..
(ternyata Boy sudah melihat percecokan antara ayah dan ibunya... hatinya sedih namun itu
tidak dia perlihatkan... apalagi dia baru pakai narkoba)
Boy : (ngomongnya agak keras sambil tepuk tangan) hebat... hebat yah.. tidak di rumah,,
dimana saja pasti ribut trus... lama-lama bisa gila aku di sini!!! (masuk ke dalam kamar)
Bapa Boy : heehh... liat anakmu itu... sudah besar, tidak ada sopannya, makin kuarang ajar!!
Ini semua salahmu.. terlalu dimanjakan!!!!!!!! (tiba-tiba dengan volume suara yang lebih
kencang memanggil ) BOYY..!! SINI KAMU..!! JANGAN KURANG AJAR KAU!! (Boy
keluar keluar tanpa terlihat rasa takut seditpun)
Boy

: apaa???

Bapa Boy : waaahh... benar-nenar ini anak...kelakuan seperti binatang... pulang malam
teruss!! Ngapain kau di luar sana?? JUAL DIRI KAU HAH!! Dasar bodoh!!
Boy : (menatap tajam ayahnya) APA??? Saya binatang,, saya gigolo?? (berkaca-kaca)
lalu,,, bapa apa?? Bapa yang baik?? Iya...!! bapa adalah orang tua yang sempurna dalam
hidup saya...
(karena merasa tidak dihargai + mabuk,, bapanya menapar Boy... PPLAAAKK)
Boy

: (memberikan pipi kirinya) PUASS?? Masih kurang?? Nih satu lagi..

Bapa Boy : dasar kurang ajar kamu..!! (sambil mau nampar lagi, tapi dihalangi oleh
istrinya)
Mama Boy : (menangis) cukup..!! cukup pa..!! (memandang anaknya) (memegang bahu
anaknya) pergilah dulu kau yah nak... biar mama bicara dulu dengan bapamu..
Boy

: (melihat bapaknya) tidak akan pernah aku pulang ke neraka ini lagi ma..!!

Bapa Boy : bagus...keluar kau dari rumah ini..!!


Boy

: iya.. aku keluar dari rumah ini..!! (sambil keluar)

Mama Boy : sudah pa.. tolong jangan begini.. (menangis)


Bapa Boy : DIAM KAU!!! Sudah muak aku di rumah ini.. BOSAN AKU..!! (sambil pergi)
Mama Boy : TUHAN... lindungilah suami dan anakku (sambil masuk kamar)

BABAK III
ADEGAN I
(RUMAH TANTE MELAN)
Sementara itu, karena Boy sudah memutuskan keluar dari rumah, ia pun kembali datang ke
rumah Tante Melan, orang dan tempat yang mebuat dia terjebak ke dalam dunia kegelapan,
disinilah tempat ia memulai semuanya, mulai dari mencoba rokok, alkohol, narkoba, sampai
pergaulan sex bebas
(suasana : ribut..terdengar musik yang sangat keras)
Boy : (wajah yang lesu) Meellaann!! Sayang!!! (tidak dijawab,,karena musik yang sangat
keras) Melannn!!! (seperti ingin menangis,,ceritanya mau curhat)
Tante Melan : wooii!! Ada apa sayang?? Kenapa Honey Bunny Sweety?? (memeluk tangan
Boy dan membawa dudu ) tunggu...tunggu... aku ambillin minum dulu (sambil ke
belakang) ... kenapa sih sayang?? Kok kusut amat tuh wajah... hilang tuh kegantengan
pangeranku...
Boy : aku muak dengan kekacauan di rumah... aku tadi ditampar bapa... dikatain binatang,
dibilang gigolo... kayak dia orang tua yang benar aja!!
Tante Melan : (tertawa genit) HAHAHAHAH.. emang sekarang kamu itu apa?? Bukannya
gigioloku..ehehehehe... tidak deh.. becanda!! Udahlah...jangan diambil pusing.. jangan terlalu
dipikirin.. nikmati aja hidup ini!! Minum dulu neh! Enakan?? Mending kita FLY aja
sekarang, daripada harus mikirin keluarga kamu yang tidak pernah mikirin kamu sama
sekali... (sambil bermanja-manja)
Boy : emang benar... aku pusing mikirin mereka.. ahahaha... (tertawa keras) btw,, Tante
punya barang baru yah?? Bagi dong??
Tante Melan : adalah... untuk pangeranku yang satu ini, apa sih yang tidak disediain..
Boy

: hehehehe.. iyah Tante sayang... tapi.. mana sih barangnya??

Tante Melan : ada di kamar... jangan make di sini ahh... di kamar yuu..!!
Boy : ya udah ayuukkk..!! dunia inikan milik kita berdua, mereka semua ini Cuma
ngontrak... (tertawa keras) hahahahahaha....

BABAK III
ADENGAN II
Di tempat lain, teman-temang gereja Boy mendatangi rumahnya...
(DI RUMAH BOY)
Nando + Sandi : BOY... BOYYY...
Devi + Dona : kak Boy... kak Boy....
Mama Boy : (terkejut) ya ampun.. Sandi, Nando, Riko, Ari, Devi, Dona?? Ayo masukk!! Ada
apa?? Tumben sekali datang kesini... tante kaget dengan kedatangan kalian...
Nando : tidak tante... kita ke sini cuman mau ketemu Boy...
Ari

: udah lama dia tidak datang ibadah lagi tante...

Sandi : iya tante.. kemana aja Boy itu selama ini??


Mama Boy : (wajah sedih) itulah yang tante cemaskan... sudah beberapa hari ini dia juga
tidak pulang... karena... jujur saja... kemarin dia bertengkar dengan bapanya... habis itu,,dia
keluar rumah, tidak pulang-pulang lagi sampai sekarang...
Devi

: tapi tante, udah coba cari belum??

Mama Boy : tante baru sebatas nanya teman-teman kuliahnya.... belum sempat tante cari
langsung soalnya tante sakit kemarin.
Ari

: trus yang tante tau, kira-kira dimana Boy??

Mama Boy : kemarin kata teman-temannya, dia biasanya di rumah si Janda pengusaha kaya
itu, yang punya diskotik di cabang depan sana... namanya Melan kalau tante tidak salah... tapi
tante tidak tau rumahnya dimana....
Sandi : ooo... kalau itu saya tau tante... rumah si Tante Melan itu dekat juga dengan
diskotiknya...
Dona : kalau bagitu kita ke sana aja tante... siapa tau aja kak Boy di sana. Sekalian kami
mau ngobrol-ngobrol sama kak Boy..
Mama Boy : wahh.. terima kasih yah... tolong salamkan ke Boy, kalau tante sangat
mencemaskannya. Tante ingin dia pulang... tolong sekali yah..!!
Riko : kami akan coba tante...karena kami juga merindukan dia ada di tengah-tengah kami
Natal nanti...
Devi

: kami akan berusaha tante.... doakan saja yang terbaik...

Mama Boy : terima kasih sekali lagi.. TUHAN memberkati kalian

Nando : sama-sama tante.. kalau bagitu kami pamit dulu tante... (Sandi, Nando, Ari, Riko,
Devi dan Dona cium tangan ibunya Boy dab berlalu)
BABAK IV
ADEGAN I
(RUMAH TANTE MELAN)
Sementara itu, Boy terus terhanyut dengan kenikmatan dunia. Hidupnya semakin berlumuran
dengan lumpur dosa. Nafsu birahi sang bulan menguasai hidupnya.
Dan perjuangan sahabat-sahabat Boy untuk mencari lokasi tempat tinggal Tante Melan
akhirnya berbuah manis.
Nando + Devi : siang... permisi.. Tante Melan... Tante Melan..!!
Tante Melan : iyah bentar... siapa yah?? Mau cari siapa yah???
Sandi : maaf... ini benar rumahnya Tante Melan temannya Boy?? Kita mau ketemu Boy,
penting banget!! Dia ada di sini??
Tante Melan : ooo Boy... bentar aku panggilin.... eh,,ntar dulu..emang kalian siapa yah???
Dona : kita teman pelayanannya di gereja..
Tante Melan : (terkejut) oooo....teman pelayanan di gereja..!! mau ngajak dia ke gereja yah??
Aku kasih kalian jempol deh kalau dia mau nginjek gereja lagi... hahahaha.. (tertawa ngejek)
karena dia tuh udah ancurrr banget... tapi kalian coba dulu aja deh.. ntar yahh!! Boy...Boy...
ada malaikat nyari kamu tuw...
Boy

: siapa?? Ooohh,,kalian... ngapain kalian kemari?? (sinis)

Ari

: (salam+meluk) kita semua kangen kamu.. apa kabar bro?? Kemana aja bro??

Riko : iya bro.. tidak pernah hadir lagi di gereja. Anak-anak pada nyariin..!!
Boy : tidak usah sok peduli sama aku... aku tidak butuh hal-hal menjijikan kayak gini!!
Ngerti kalian??
Devi

: (kaget) loh... kok kakak ngomong begitu??

Dona : (wajah sedih) kenapa sih kakak jadi kasar begitu?? Kakak berubah sekali..
Devi : kami tau, kakak lagi banyak masalah, tapi kakak harus nyerahin semua sama
TUHAN... ayoo... kakak harus bangkit!! Bukan buat siap-siapa... tapi buat TUHAN ...
Boy : APA?? TUHAN KAU BILANG????? HAHAHAHAAHA (tertawa keras)... bisa
ancur kepalaku dengar kata TUHAN. Dimana Dia saat aku butuh?? Dimana HHAA?? Tidak
ada... yang ada Dia udah buat hidup aku kayak gini... hidup tanpa arti Bro... TUHAN tidak
pernah bantu aku... jadi buat apa aku balik sama TUHAN.. tidak kan pernah ada harapan...
Riko : gawat nih... kenapa kau ini Boy??

Dona : iya kak... kamih sedih kakak ngomong begitu... ini seperti bukan kak Boy yang aku
kenal selama ini!! Berserah kak... berserah sama TUHAN...
Boy : HEH... dimana kalian semua saat aku butuh bantuan kalian?? Dimana pemudapemudi gereja saat aku butuh?? Kalian hanya sibuk melayani orang-orang yang baik-baik...
kalian hanya bawa Cahaya ke tempat orang yang sudah terang... orang sudah terang, kalian
bawa lagi Cahaya, kan jadi silau orang itu...Kemarin-kemarin aku butuh terang itu,karena aku
berada dalam kegelapan... tapi kalian hanya sibuk dengan orang-orang yang sudah terang...
Anjing semua!! Seharusnya, kalian bawa terang itu di tempat gelap... supaya kegelapan itu
bisa jadi terang... jadi,,tolong jangan buang-buang waktu kalian ngebujuk aku biar balik lagi
sama TUHAN... ngerti kalian??
Nando : bro... emang kita tidak bisa bantu Bro saat Bro butuh bantuan... tapi itu karena Bro
tidak pernah cerita sama kita, kita sudah berusaha menghubungi Bro.. tapi tidak pernah ada
kabar...
Ari
: kita bukan TUHAN bro... yang selalu ada buat umatnya saat dalam penderitaan...
tapi.... TUHAN juga tidak pernah ngasih sesuatu kalau Bro sendri tidak minta...
Sandi : Bro... ibumu sakit... kangen dia sama kamu...ibumu mau kamu pulang...
Boy

: HAH... pulang...!! bisa gila aku di rumah itu....

Riko : ya udahlah... kalau kamu tidak mau pulang.. kamu pulang dulu yah Bro... ingat Bro,,
ibumu lagi sakit...
Ari

: kami pulang dululah Boy... TUHAN memberkatimu Bro...

Devi + Dona : kami pulang yah kak!!! (pulang)


Sepeninggal teman-temannya, Boy sejenak pun merenung. Dia kaget ibunya sakit. Dia tidak
tau apa yang harus dia lakukan.
Boy : (menangis dan berlutut) TUHAN....!! Apa belum cukup Engkau berikan masalah
padaku?? Apa belum cukup TUHAN..?? sekarang apa lagi?? Kau belum puas melihat aku
sengsara..?? ayah pemabuk... keluarga hancur... badanku juga udah kotor karena semua ini...
(nunjukin alkohol, rokok, narkoba). (terus menangis) ammpuuuuuuunnnn TUHAN...!!!
AMPUNILAH AKU TUHAN!! Sembuhkan mama Tuhan...!!! sembuhkanlah mama
TUHAN...
Karena merasa berdosa dengan apa yang telah ia lakuka, Boy berniat untuk pulang ke rumah,
meminta ampun kepada mamanya, dan ia pun berniat akan menceritakan apa yang telah
terjadi kepada mamanya. Menceritakan bahwa dia adalah pencandu narkoba, yang sepertinya
mustahil untuk berhenti. Menceritakan bahwa dia sudah terjerumus kedalam pergaulan sex
bebas. Hanya niat yang besar untuk mengubah itu semua.. dan niat itu sudah terpikir oleh
Boy dengan satu ikrar di kayu Salib Aku mau berubah TUHAN.

BABAK IV
ADEGAN II
(RUMAH BOY)
Setibanya di rumah, dia melihat ibunya sedang membaca ALKITAB sambil meneteskan air
mata... Karena ingin tau apa yang sedang dibaca ibunya, dia memperhatikan ibunya. Air
matanya terus mengalir.
Ibunya masuk ke dalam kamar, dan Boy berjalan perlahan menghampiri tempat ibunya
membaca ALKITAB... walaupun ia tidak mengerti namun air matanya terus keluar.
Ternyata ibunya sudah memperhatikan Boy dari tadi... dia memegang pundak anaknya itu.
Mama Boy : (memeluk sambil menangis) mama marindukan kamu nak...
Boy : (kaget) mama...!!! maafin aku ma..!! aku banyak salah sama mama... ampuni aku
ma...(menangis) Maaaaaa...!!
Mama Boy : (tanpa banyak bicara, ibu mencium kening anaknya) mama selalu memaafkan
kamu nak...
Boy : (mencium tangan ibunya) makasih ma... (mengangkat kepala dan menatap
mamanya) mama... tadi aku baca ayat ini... (menunjuk ayat di ALKITAB) maksudnya pa
maa..??
Mama Boy : (membaca ayatnya) HENDAKLAH ENGKAU SETIA SAMPAI MATI.
Maksudnya... kita... sebagai umat ciptaanNya harus selalu setia padaNya, dalam keadaan
senang maupun sedih. Kita harus yakin, bahwa segala sesuatu yang terjadi, adalah karena
kesetiaan kita pada TUHAN samapi kita mati..
Boy : aku mengerti ma, aku akan selalu senantiasa setia pada TUHAN karena Ia selalu
menolong aku dalam keadaaan apapun... terlebih (memeluk mamanya) TUHAN telah
mengirimkan mama yang terbaik buat aku... terima kasih TUHAN.
(Nando, Sandi, Ari, Riko, Devi, Dona yang sejak tadi sudah mendengar pembicaraan ibu dan
anak itu, akhirnya bergabung memeluk mama dan Boy)
(papanya yang sedari tadi mendengar percakapan mereka dari samping rumah pun akhirnya
masuk ke dalam rumah dengan berlinangan air mata)
Bapa Boy : (menangis) mama... boy.. maafkan bapa yah.. bapa sudah lama menyiksa kalian...
bapa sudah sangat berdosa... (boy dan mamanya pun memeluk bapanya)
Percakapan itu pun terus berlangsung akhirnya Boy menceritakan kepada ayah dan ibunya
bahwa dirinya pecandu narkoba dan sudah terjerumus kedalam pergaulan sex bebas..

Raut wajahnya sedih, namun itu semua hilang karena terpancar dari wajah anaknya bahwa ia
akan berusaha merubah semuanya itu...Ayah Boy pun bertobat dan Boy kembali melayani
TUHAN di gereja.
Keluarga Boy dipulihkan sepenuhnya oleh Tuhan... walaupun terlihat sulit, namun tidak ada
yang mustahil bagi ALLAH...
Cinta kita terhadap TUHAN hendaknya jadi seperti Romeo dan Juliet... Romeo begitu setia
terhadap Juliet. Sehingga saat Juliet mati, Romeo ikut mati bersama Juliet. TUHAN mau mati
buat kita... TUHAN tak pernah meninggalkan kita, terlebih jika kita mau berusaha dan
SETIA SAMPAI MATI KEPADANYA.

THE END