Anda di halaman 1dari 18

Aspek perilaku pada pengambilan

keputusan dan para pengambil


keputusan

OLEH :
Nurul aini
Raudhatul Jannah
Utari Putri Primasari

PROSES PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai
proses memikirkan, mengelola, danmemecahkan
masalah. Dalam organisasi, pengambilan keputusan
merupakan
proses
memilihdiantara
berbagai
alternative tindakan yang akan berdampak di masa
depan.

LANGKAH-LANGKAH PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Pengenalan dan pendefinisian atas suatu masalah atau suatu
peluang.
Pencarian atas tindakan alternatif dan kuantifikasi atas
konsekuensinya.
alternatif yang optimal atau memuaskan Pemilihan.
Penerapan dan tindak lanjut.

MOTIF KESADARAN
Motif kesadaran ialah segala sesuatu yang mendorong
seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu yang
masih berada dalam tingkat kesadaran seseorang.
Terdapat dua faktor penting dari motif kesadaran dalam
konteks pengambilan keputusan, yaitu :
Keinginan akan kestabilan atau kepastian.
Keinginanan akan kompleksitas dan keragaman.

EMPAT JENIS MODEL KEPUTUSAN

Model keputusan yang diprogram secara sederhana.

Model keputusan yang tidak diprogram secara


sederhana

Model keputusan yang diprogram secara kompleks.

Model keputusan yang tidak diprogram diprogram secara


kompleks

JENIS- JENIS MODEL PROSES


Tiga model utama dalam pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi, model-model tersebut adalah:
MODEL EKONOMI

MODEL SOSIAL

MODEL KEPUASAN SIMON

Pengambil Keputusan dalam


Organisasi
Perusahaan Sebagai Unit Pengambilan Keputusan
Perusahaan dapat dianggap unit pengambilan keputusan
yang mirip dalam banyak cara untuk individu. Masalah
keputusan yang dihadapi perusahaan sangat banyak dan
gejala masalah dana alternatif yang paling jelas. Hanya
jika pencarian gagal akan membuktikan asli organisasi
memperluas penelitian mereka dan bahkan
memperpanjang ke daerah-daerah rentan organisatoris.

Pembelajaran Organisasi

Ketika pendekatan pencarian tertentu menemukan solusi


yang layak untuk suatu masalah, organisasi kemungkinan
besar akan mengulang pendekatan yang sama dalam
memecahkan masalahserupa di masa mendatang. Ketika
sebuah pendekatan khusus gagal, maka akan
menghindari dalam pencarian masa depan. yang sama
berlaku untuk urutan alternatif yang dipertimbangkan;
juga, akan berubah jika organisasi mengalami kegagalan
dengan preferensi tertentu.

Manusia-Para Pengambil
Keputusan Organisasi

Penting untuk diingat bahwa manusia, dan bukanya


organisasi, yang mengenali, mendefenisikan masalah
atau peluang, yang mencari tindakan alternatif secara
optimal dan menerapkanya. Pengaturan organisasi di
mana orang yang digunakan tergantungpada jenis
masalah keputusan atau oppurtinity ditemui.

Kekuatan dan Kelemahan Individu sebagai


Kengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan yang rasional batas individu
bervariasi sesuai dengan:
Lingkup pengetahuan yang tersedia sehubungan dengan
semua alternatif yang mungkin dan konsekuensinya.
Gaya kognitif mereka dengan asumsi bahwa tidak ada
satu gaya yang selalu unggul karena dalam situasi
masalah spesifik, lebih dari satu pendekatan dapat
menyebabkan hasil yang dapat diterima.
Struktur nilai mereka yang berubah.
Kecenderungan mereka untuk "memuaskan" daripada
untuk melakukan optimalisasi.

Peran Kelompok sebagai Pembuat


Keputusan dan Pemecahan Masalah
FENOMENA PEMIKIRAN
KELOMPOK

Pemikiran
kelomok
(group
think)
menggambarakan situasi dimana tekanan
untuk mematuhi mencegah anggota-anggota
kelompok individual untuk mempresantasikan
ide atau pandangan yang tidak populer. Karena
mereka ingin menjadi bagian yang positif dari
kelompok tersebut dan bukan sebagai
kekuatan yang disruptif.

Fenomena Pergeseran yang Berisiko


(Dampak Kelompok)
Pergeseran yang berisiko atau dampak kelompok,
merpakan produk sampingan dari intraksi manusia,
ini dicirikan oleh kelompok yang lebih memilih
alternatif yang lebih agresifberisiko dibandingkan
dengan apa yang mungkin oleh individu-individu jika
mereka bertindak sendiri.

KESATUAN KELOMPOK
Kesatuan Kelompok didefenisikan sebagai tingkat dimana
anggota-anggota kelompok tertarik satu sama lain dan
memiliki tujuan kelompok yang sama. Dengan kesatuan
yang kuat pada umumnyalebih efektif dalam suatu
pengambilan keputusan dibandingkan dengan kelompok
ini dimana terdapat banyak konflik internal dan kurangnya
semangat kerja sesama anggotanya. Tingkat kesatuan
kelompok dipengaruhi oleh jumlah waktu yang dihabiskan
bersama oleh para anggota kelompok, ttingkat kesulitan
dari penerimaan anggota baru ke dalam kelompok,
ancaman eksternal, dan sejarah keberhasilan dan
kegagalan masa lalu

Peran Kepribadian dan Gaya Kognitif


dalam Pengambilan Keputusan
Kepribadian mengacu pada sikap atau keyakina
individu, sementara gaya kognitif mengacu pada cara
atau metode dengan mana seseorang menerima,
menyimpan, memproses, serta meneruskan informasi.
Memiliki gaya kognitif yang berbeda dan menggunakan
metode yang sama sekali berbeda ketika menerima,
menyimpan, dan memproses informasi. Dalam situasi
pengambilan keputusan, kepribadian dan gaya kognitif
saling berintraksi dan mempengaruhi (menambah atau
mengurangi) dampak dari informasi akuntansi.

Peran Informasi Akuntansi dalam Pengambilan


Keputusan

informasi akuntansi memfokuskan pada peristiwa-peristiwa


dimasa lalu tidak dngan sendirinya dapat mengubah
kejadian atau dampaknya kecuali jika hal itu dilakukan
melalui proses pengambilan keputusan dengan kejadian
masa depan beserta konsekuensinya ditentukan.
Karena pengambilan keputusan dan informasi mengenai
hasil kinerja akuntansi fokus pada periode waktu yang
berbeda, maka keduanya hanya dihubungkan oleh fakta
bahwa proses pengambilan keputusan menggunakan data
akuntansi tertentu yang dimodifikasi selain informasi
nonkeuangan.

Dampak Data Akuntansi dalam Pilihan


Keputusan
Informasi akuntansi memainkan peran yang lebih
penting dalam keputusan jangka pendek dibandingkan
dalam keputusan yang melibatkan konsekuensi jangka
panjang,
karena
informasi
akuntansi
hanya
mencerminkan biaya dan pendapatan yang berkaitan
dengan operasi sekarang. Dan kelihatannya para
pengambil keputusan lebih memilih informasi eksternal
jika informasi tersebut langsung tersedia dan tidak
begitu mahal dibandingkan dengan data akuntansi
yang dikembangkan secara internal.

Tingkat pengaruh informasi akuntansi juga


bervariasi
berdasarkan
jenis
pengambil
keputusan. Burns (1981) mengelompokkan
pengambil keputusan ke dalam tiga kelompok :
Para pembuat keputusan dalam perusahaan yang
mengambil keputusan mengenai operasi dan sistem
akuntansi digunakan untuk menyusun laporan.
Para pengambil keputusan dalam perusahaan yang
hanya dapat membuat keputusan mengenai operasi saja.
Mereka yang berada di luar perusahaan yang membuat
keputusan mengenai perusahaan tersebut yang dapat
mempengaruhi lingkungan dan operasinya, tetapi yang
tidak memiliki kendali langsung atas operasi perusahaan.

Umpan balik
Jika seseorang mengabaikan dampak jangka pendek yang
mungkin akibat selang waktu antara perubahan dan
indikasinya, maka kecil kemungkinannya bahwa tidak terdapat
umpan balik sama sekali.
Fiksasi Fungsional
Ketika mereka menerima suatu pendekatan pengukuran
akuntansi sebagai alat untuk mengelola proses pengambilan
keputusan mereka, maka perilaku mereka jarang sekali akan
dipengaruhi oleh perubahan dalam metode akuntansi yang
digunakan. Sebagai suatu atribut dari pengambilan keputusan,
fiksasi fungsional bervariasi tingkatnya dari situasi yang satu ke
situasi yang lain, namun tidak pernah tidak ada sama sekali