Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KASUS

ULKUS KORNEA DENGAN HIPOPION


ET CAUSA BAKTERI

NAMA PEMBIMBING :
dr. ELLY AMALIA, Sp.M

DISUSUN OLEH
GUFRON NUGROHO
(1102010114)

BAGIAN ILMU MATA


RSUD SUBANG
PERIODE AGUSTUS SEPTEMBER
2015
I.

IDENTITAS PASIEN

Nama
Umur
Jenis Kelamin
Agama
Tempat/ tanggal lahir
Suku/Bangsa
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat

:
:
:
:
:
:
:
:
:

Tn. D
41 Tahun
Laki-laki
Islam
Subang, 1 Desember 1973
Sunda Indonesia
SMA
Pedagang
Desa Kasomalang
0

II.

Tanggal Pemeriksaan :

7 Agustus 2015

ANAMNESA ( Autoanamnesa )

Keluhan Utama
:
Merah pada mata sebelah kanan
Keluhan Tambahan :
Mata sebelah kanan nyeri, perih, buram, berair
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke poli mata RSUD Subang dengan keluhan merah pada mata
sebelah kanan sejak 10 hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Awalnya pasien
mengeluh nyeri mendadak seperti kemasukan benda asing berupa rambut. Setelah itu
mata menjadi merah dan perih. Pasien juga mengatakan mata sebelah kanan sering
berair. Lalu pasien juga mengeluh penglihatannya buram mendadak. Pasien
menyangkal penglihatan silau, gatal dan nyeri bila bola mata digerakan. Pasien juga
menyangkal adanya bersin, batuk lama dan nyeri sendi. Pasien menyangkal adanya
mual, muntah.
Pasien mengaku mengobatinya dengan obat tetes mata Cendo Xitrol yang
dibeli di warung namun tidak ada perubahan dan bertambah parah. Seminggu
sebelumnya pasien pernah berobat ke poli mata RSUD Subang dan diberi obat tetes
mata oleh dokter, namun keluhan masih tetap dirasakan. Saat ini pasien datang
kembali untuk kontrol dan membeli obat yang telah habis.

III.

Riwayat Penyakit Dahulu


:
- Pasien tidak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya.
- Riwayat menggunakan kacamata dan lensa kontak disangkal.
- Riwayat trauma disangkal.
- Riwayat penyakit Diabetes Melitus disangkal
- Riwayat hipertensi disangkal
- Riwayat penyempitan lapang pandang disangkal

PEMERIKSAAN FISIK
A. STATUS GENERALIS
Keadaan umum
:
Kesadaran
:
Tanda Vital
o Tekanan Darah
o Nadi
o Suhu

Tampak sakit sedang


Composmentis
:
:
:

110/80 mmHg
84 x/ menit
Tidak diperiksa
1

o
o
o
o
IV.

Frekuensi Napas
Berat Badan
Kepala
Mata

:
:
:
:

20 x/ menit
Tidak diperiksa
Normocephal
( Lihat Status Oftalmologi )

STATUS OFTALMOLOGI
INSPEKSI

OD

OS

Gerakan bola mata

Posisi /

Gerakan bola mata

baik kesegala arah

Hirschberg

baik kesegala arah

Ortophoria
1/300
Normal perpalpasi
Tonometri schiotz :

Visus Dasar
TIO

1.0
Normal perpalpasi
Tonometri schiotz

25 mmHg
Tenang, tidak

Palpebra Superior

17.49 mmHg
Tenang, tidak

edem, tidak

& inferior

edem, tidak

hiperemis
Hiperemis

hiperemis
Konjungtiva

Tenang

Tarsal Superior &


Inferior
Injeksi Siliar (+),

Tenang
Konjungtiva
Bulbi

Keruh
Infiltrat (+)
Ulkus 10 mm

Kornea

Tenang

Dangkal
Hipopion (+)

Bilik Mata Depan

Dangkal
Hipopion (+)

Mid Dilatasi

Pupil

Tenang

Iris

Miosis
Refleks cahaya +/+
Tenang

Keruh

Lensa

Jernih

Slit Lamp
Didapatkan hipopion pada COA OD
Tes Flouresens OD (+) berwarna hijau
RESUME
Pasien datang ke poli mata RSUD Subang dengan keluhan merah pada mata
sebelah kanan sejak 10 hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Awalnya pasien mengeluh
nyeri mendadak seperti kemasukan benda asing berupa rambut. Setelah itu mata menjadi
merah dan perih. Pasien juga mengatakan mata sebelah kanan sering berair. Lalu pasien juga
mengeluh penglihatannya buram mendadak.
Pasien mengaku mengobatinya dengan obat tetes mata Cendo Xitrol yang dibeli di
warung namun tidak ada perubahan dan bertambah parah.
Pada pemeriksaan oftalmologi OD didapatkan Visus 1/300, Konjungtiva Tarsal
Superior & Inferior Hiperemis; Konjungtiva Bulbi Injeksi Siliar (+); Kornea Keruh, Infiltrat
(+), Ulkus 10 mm; Bilik Mata Depan Dangkal, Hipopion (+); Pupil mid dilatasi; Lensa
Keruh, tes flouresens (+).
V.

DIAGNOSA KERJA
Ulkus Kornea dengan Hipopion et causa Bakteri OD

VI.

DIAGNOSA BANDING
Ulkus kornea et causa jamur OD
Ulkus kornea et causa viral OD

VII.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Melakukan Pemeriksaan Kerokan Kornea
Dapat dilakukan pewarnaan KOH 10%, Gram, Giemsa.
Kultur Bakteri, jamur, virus.
Biopsi Jaringan kornea

VIII. PENATALAKSANAAN
a. Penatalaksanaan non-medikamentosa
3

Menjaga kebersihan mata agar mencegah penyebaran infeksi


Jangan memegang atau menggosok-gosok mata yang meradang
Konsumsi makanan yang bergizi, udara yang baik dan lingkungan yang sehat

b. Penatalaksanaan medis

Sikloplegik (atropin sulfat 0,5% ) (4 x gtt II)


Antibiotik topikal : gentamicin eye drops 6 gtt II
Antibiotik sistemik : levofloksasin tablet 2 x 200 mg
Antijamur topikal : natamycin 5%
12 x gtt I (1 tetes/2jam), setelah 3-4 hari,
3 x gtt I (1 tetes/8jam), lanjut sampai 14-21 hari
Analgetik sistemik : asam Mefenamat tablet 3 x 500 mg (sampai nyeri mata
hilang)
Air mata buatan : cendo lyteers 0,01% 4 x gtt I (1 atau 2 tetes 3-4x sehari)
c. Penatalaksanaan bedah

Debridement epitel

Amnion Graf

Saran :
Menjelaskan pada pasien bahwa :
Harus hati-hati dalam penggunaan obat tetes mata karena jika diterapi tidak

sesuai dengan penyakitnya maka akan memperberat penyakitnya


Observasi tanda peradangan pada mata yang sakit
Kemungkinan setelah luka sembuh akan terdapat bekas luka yang pada akhirnya

dapat menyebabkan tajam penglihatan menurun


Menjelaskan pada pasien bahwa penyakit pada mata kanan pasien dapat
menimbulkan komplikasi yang berbahaya yaitu menonjolnya bagian mata
belakang, radang dan infeksi pada bola mata jika pengobatan tidak tuntas dan
mengabaikan anjuran kontrol.

IX.

PROGNOSIS
OD :
Ad Vitam
Ad Functionam
Ad Sanationam
Ad Cosmeticam

:
:
:
:

ad bonam
dubia ad bonam
ad bonam
dubia ad bonam