Anda di halaman 1dari 5

Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar bagi bangsa Indonesia

Proyeksi jumlah penduduk Indonesia antara tahun 2000 2025


300000

Jumlah Penduduk (x 1.000)

250000

200000

150000

100000

Laki-Laki
Wanita

50000

Jumlah
24
20

22
20

20
20

18
20

16
20

14
20

12
20

10
20

08
20

06
20

04
20

02
20

20

00

Jumlah penduduk dan proyeksinya tersebut mengindikasikan


besarnya bahan pangan yang harus tersedia
R. SOEDRADJAD

120000

30000

100000

25000

Jumlah (ribu ton)

Jumlah (ribu ton GKG)

Keragaan laju peningkatan produksi dan kebutuhan beberapa


komoditas pangan nasional (beras, jagung, kedelai dan gula)

80000
60000
40000

BERAS

Kebutuhan

20000

Produksi
0

15000
10000
Kebutuhan

JAGUNG

5000

Produksi

0
2005

2006

5000
4500
4000
3500
3000
2500
2000
1500
1000
500
0

2007

2008

2009

2010

KEDELAI

Produksi
Impor

Kebutuhan

2005

2006

2007

2008

1999

R. SOEDRADJAD

2000

2001

2002

2003

2004

2010

6000
5000
4000
Produksi

3000

Kebutuhan

Impor

2000

GULA

1000
0

1998

2009

7000

Jumlah (ribu ton)

2004

Jumlah (ribu ton)

20000

1998

1999

2000

2001

2002

2003

2004

1. Produktivitas tanaman pangan yang masih rendah dan terus


menurun, khususnya di lahan pertanian pangan produktif di
Pulau Jawa

Produktivitas

8
6

Produktivitas rata-rata 5 tahun

7,29 %

4,68 t/ha
3,3 t/ha

1,261 t/ha

2
0
Padi

Jagung

Kedelai

Gula

2. LIBERALISASI EKONOMI GLOBAL


R. SOEDRADJAD

1. Penerapan teknologi budidaya yang tidak


mengikuti perkembangan lingkungan alami.
2. Tidak menempatkan mayoritas pelaku usaha
(petani) sebagai prioritas utama dalam
pembangunan di bidang ekonomi.
3. Belum ada kesamaan persepsi antara petaniilmuwan-pemerintah tentang pembangunan
pertanian.

R. SOEDRADJAD

Membangun pertanian berdimensi


ekologis, dimana salah satu yang
dapat dilakukan adalah mengkaji
ulang ZONA AGROEKOLOGI

Membangun pertanian berbasis


kerakyatan

Membangun pertanian berbasis


bioteknologi

R. SOEDRADJAD