Anda di halaman 1dari 14

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

PROFIL YASA PARAMITA SINGGIH PENGUSAHA SUKSES DI USIA


MUDA

DISUSUN OLEH :
Anjani Fatnasari

1311105022

Fitria Zubaidah Rahma

1311105031

Diah Yunita

1311105033

Nidaul Ainiyah

1311105036

I Dewa Gede Dwi Agastia Utama 1311105043


Hesti Pratiwi

1311105050

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2015

PROFIL YASA PARAMITA SINGGIH PENGUSAHA SUKSES DI USIA


MUDA
1.1 Biodata
Berikut adalah biodata singkat dari pengusaha muda bernama Yasa
Paramitha Singgih :
Nama

: Yasa Paramita Singgih

Tempat Tanggal Lahir

: Bekasi, 23 April 1995

Nama Ayah

: Marga Singgih

Nama Ibu

: Wanty Sumarta

Riwayat Pendidikan
SD

: SD Ananda dan SD Surya Dharma

SMP

: SMP Regina Parcis, Jakarta

SMA

: SMA Regina Pacis, Jakarta

Universitas

: Bina Nusantara

Memulai Bisnis

: Umur 15 tahun

Bisnis yang dijalani

: Menjadi Pembawa Acara, Lampu Hias, Penjual


kaos, bisnis minuman, dan toko.

Alasan Memulai Bisnis

: Kondisi Ekonomi

1.2 Biografi dan Kisah Perjalanan Bisnis


Yasa Paramita Singgih adalah seorang pengusaha muda yang lahir di Bekasi
23 April 1995, Dia adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan
Yasa sendiri. Ayahnya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty
Sumarta. Ia lebih dikenal dengan sebutan Yasa Singgih, dan sering muncul
diberbagai media cetak dan digital sebagai pengusaha muda. Walaupun terbilang
masih muda tetapi Yasa sudah punya penghasilan sendiri. Yasa Singgih, baru
berusia 20 tahun. Tapi ia sudah bisa menghasilkan pendapatan sendiri dari hasil
bisnisnya. Setelah jatuh bangun dalam berbisnis kini Yasa sukses menjalani tiga
usahanya dengan keuntungan miliaran rupiah. Yasa lahir dari keluarga yang
sederhana

hal

ini

yang

membuatnya

menyelesaikan pendidikannya di

menghargai

kerja

keras. Yasa

SD Ananda dan SD Surya Dharma, lalu

melanjutkan di sekolah menengah dan akhir di SMP dan SMA Regina Pacis

Jakarta. Dia layaknya anak biasa yang masih suka bermain dan meminta uang
jajan. Yang berbeda padanya hanyalah kasih sayang keluarga.
Saat menginjak kelas 3 SMP, ayahnya menderita sakit jantung, ayahnyalah
yang memberikannya satu titik balik. Ia pun mulai menjadi pembawa acara guna
mencari uang jajan sendiri. Yasa tak mau membebani kedua orang tuanya. Usaha
pertamanya adalah melamar sebagai Master of Ceremony, bekerja sebagai
pembawa acara di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam seminggu ia menerima
uang Rp.350.000 setiap kali tampil sehari kemudian ia berpikir untuk membuat
usahanya sendiri. Setelah masuk SMA Regina Pacis, Jakarta, barulah ia mulai
usahanya sendiri untuk mencari uang. Selepas kontrak sebagai pembawa acara
selesai, ia mulai berbisnis lampu hias warna- warni selama enam bulan. Sebuah
buku berjudul "The Power of Kepepet" karya Jaya Setiabudi, membuatnya
terbakar berbisnis mandiri. Kala itu Yasa langsung menghubungi temanya yang
ayahnya memiliki usaha konveksi, ia belajar membuat desain dan mencetak
desain tersebut pada kaosnya. Setelah dua minggu kaosnya jadi, dia segera
menjual kasonya dan hanya laku terjual 2 buah saja.
Dari dua kaosnya, satu kaosnya dibeli oleh ibunya sendiri karena kasihan.
Lucunya, dia merasa semuanya menarik dan perasaan kepepet itu semakin jadi.
Yasa lalu berlari ke Tanah Abang, membeli selusin pakaian kaos hingga
menghabiskan 4 juta. Dia harus bersusah payah membawa kaos- kaos tersebut,
melewati ribuan penjual dan pembeli yang tumpah jadi satu. Ia harus memutar
otak lagi untuk menjualnya atau merugi besar- besaran. Beberapa kali
menawarkan ditambah rasa percaya diri, ia mulai menjual produknya tanpa ada
marketing khusus atau brand tersenidiri. Lama kelamaan, Yasa berhasil menutup
modalnya dan mulai mencari cara menjual produknya sendiri. Dua kali bisnis
kaos yang bermodal kepepet, Yasa mulai merencanakan bisnisnya secara
matang- matang. Dia membuka bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh
Kopi", sebuah usaha kedai menjual minuman kopi duren. Usahanya tersebut bisa
dibilang sukses besar ditambah dengan namanya yang dikenal. Dari bisnis kaos,
ia pernah diwawancarai oleh majalah entrepreneur besar di Indonesia. Bisnis
lainnya yaitu membuka toko online "Men's Republic".

Sebelumnya hanya berjualan produk milik orang lain, kini, seorang Yasa
Singgih adalah salah satu pengusaha online sukses bersama Men's Republic.
Mengambil pasar anak muda hingga pria. Ini membawa namanya kian berkibar
di berbagai media masa. Dulu ketika berjualan kaos tanah abang yang ia miliki
hanya BlackBerry sebagai modal. Usahanya kala itu masih bermodal hutang tapi
lama-lama bisa jadi modal yang dikembangkan menjadi usaha lainnya. Di tahun
2012, ia mencoba berbisnis cafe, membuka sebuah tempat nongkrong kecil
bernama Ini Teh Kopi. Di awalnya cukup berjalan apik hingga bisa membuka
cabang. Usaha pertamanya terletak di kawasan Kebun Jeruk, selang enam bulan,
Yasa membuka cabang di Mal Ambassador, Jakarta Selatan. Semangat tinggi
tidak dibarengi perhitungan matang. Usahanya berkembang terlalu cepat tapi
hasilnya minus. Bahkan bisnis kaosnya ikut terhenti. Dihitung- hitung Yasa rugi
sampai 100 juta ketika dia masih di bangku SMA. Disaat bersamaan, di sekolah
tengah mempersiapkan ujian nasional, begitu pula dia sudah kelas 3 SMA.
Dalam urusan rugi atau membuka bisnis kaos kembali dihentikan dulu.
Setelah Ujian Nasional, tepatnya tahun 2013, fokus Yasa ada pada bisnis
aneka produk pria. Men's Republic masih berdiri dan belum dijajah rasa kapok,
baginya kehilangan uang 100 juta tidak membuatnya kapok dan berhenti
berbisnis kembali. Yasa yang bermodal nama mulai membangun bisnis tanpa
modal. Kali ini, ia bertemu dengan satu pabrik yang memberinya 250 pasang
sepatu. Itu diberikan untuk dijualkan dengan tenggat waktu selama dua bulan.
Kepepet membuat Yasa berpikir serius bagaimana agar semuanya terjual.
Dijualnya sepatu itu bermodal brand atau mereknya. Menggunakan survei
sebagai landasan, kali ini, Yasa tidak mau bangkrut kembali seperti yang dulu.
Dia telah melakukan survei pembeli rata-rata Men's Republic adalah umur 15
tahun sampai 25 tahun. Untuk itu ia menyesuaikan harga produknya agar tidak
lebih dari Rp.500.000. Selain menjual sepatu ia juga menjual produk lain seperi
jaket, sandal, bahkan pakaian dan celana dalam. Kisaran harga yang dipatoknya
ada pada angka Rp.195.000- Rp.390.000 per- itam. Fokus Yasa cukup pada
produk dapat terjual melalui aneka branding lewat online.
Total ada enam pabrik bekerja sama dengannya di kawasan Bandung.
Uniknya pabrik tempatnya bekerja sama tak cuma membangun mereknya.

Mereka juga bekerja sama dengan produk bermerek lain seperti Yongki
Komaladi dan Fladeo. Ia sendiri mencontoh para pemilik merek tersebut. Kini,
Men's Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per- bulan. Tanpa ada
pabrik Yasa mampu menghasilkan omset ratusan juta rupiah. Soal laba bersih,
tenang, dia sanggup untuk menghasilkan 40% dari sana. Tak puas pada
produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk
ikat pinggang, dan celana. Yang paling pasti adalah ia akan terus mematangkan
konsep bisnis sambil berjalan.
Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training.
Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu
semangat. Prinsipnya satu yaitu "Never too Young to Become Billionaire" atau
tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder.
1.3 Kiat-Kiat Mencapai Kesuksesan Di Usia Muda
Yasa Singgih merupakan salah satu contoh anak muda yang sukses diusia
belia. Melalui produknya yang bernama Mens Republik pemuda ini berhasil
meraih penghasilan 300 juta per bulan. Dedikasinya yang luar biasa telah ia
tunjukkan untuk kedua orang tua, pemuda-pemudi seusianya, dan dirinya
sendiri. Hasil bisnis yang ia jalani telah berhasil mewujudkan beberapa mimpimimpinya berupa memiliki rumah sendiri diusia 20 tahun, memiliki mobil
sendiri seharga 700 juta, dan memberikan uang senilai 30 juta per bulan untuk
kedua orangtuanya. Pencapaian atas segala kesuksesan di atas pastilah dilalui
dengan kerja keras yang luar biasa. Pencapaian yang luar biasa tersebut tak luput
dari kiat-kiat sukses yang selama ini ia jalani.
Kiat-kiat sukses Yasa Paramita Singgih dapat digambarkan melalui teori 10
D yang terdiri atas :
a.
Dream (Mimpi)
Yasa Paramita Singgih selalu bermimpi menjadi orang sukses sejak usia
belia. Mimpi-mimpinya selalu ia tulis secara nyata dalam lembaran kertas
lalu ia tempelkan di dinding-dinding kamar tidurnya. Setiap pagi, setelah
terbangun dari tidur, pemuda ini selalu membaca mimpi-mimpinya dan
berfikir tentang hal-hal yang harus ia lakukan untuk mewujudkannya.
Seorang Arif Ahmad Jaya mengatakan bahwa kita haruslah berani
bermimpi besar, tuliskan 100 mimpi anda secara nyata di atas kertas,

berjuanglah untuk mewujudkannya dengan sepenuh hati, dan suatu hari


nanti anda akan melihat bahwa kertas akan penuh coretan karena Tuhan
telah berkenan agar anda dapat mencapainya.
Selaras dengan pernyataan di atas Hasan Al- Banna juga berkata
Beranilah bermimpi besar dan lebih berani lagi untuk mewujudkannya.
Ketahuilah, mungkin kenyataan hari esok adalah impian kita hari ini.
Selaraskan selalu impian-impianmu dengan usaha, doa dan kesyukuran,
Insyaallah jalan-jalan kenikmatan yang luar biasa akan terbuka untukmu
karena akan kau sadari kelak bahwa setiap jejak yang engkau buat akan
menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.
Tulisan tentang mimpi-mimpi mungkin mengundang tanda tanya dan
bahan tertawa bagi sebagian orang. Namun, ketahuilah ada makna dibalik
itu semua. Mungkin orang lain menganggap mimpi kita serasa tidak
mungkin untuk terwujud, tapi ketahuilah apapun yang kita tulis merupakan
doa yang setiap hari kita baca dan pastilah akan di dengan oleh tuhan,
melalui tulisan itu pula kita akan senantiasa mengingat impian kita dan
berfikir mengenai hal-hal yang akan kita lakukan untuk mewujudkan
mimpi-mimpi kita.
Kata yang mungkin dapat menjadi inspirasi untuk kita semua yaitu i
begin my day with a simple dream, Many people laught at me, but i walk
on, because there is nothing to be laughed if my dreams bring me to the top
of the world (Danang A. Prabowo, 2008).
b.

Decisiveness (Ketegasan)
Ketegasan disini berarti berani mengambil keputusan secara tegas
ketika dalam suatu bisnis mengalami kendala, atau ketika berada dalam
kondisi yang membutuhkan keputusan kita. Yasa Paramita Singgih
merupakan pemuda yang berani mengambil keputusan secara cepat ketika
memulai bisnis. Prinsip hidupnya ketika memulai bisnis yaitu Never too
Young to Become Billionaire mampu membawa Yasa menghasilkan omset
sebanyak 300 juta per bulan. Menjadi seorang entrepeneur yang sukses
adalah dengan kerja keras dan semangat yang tinggi. Tidak perlu melakukan
hal-hal yang besar untuk menjadi orang yang besar. Hanya dengan
keberanian mengambil resiko seseorang bisa menjadi orang besar, jangan

takut pada suatu permasalahan dan ancaman karena sesungguhnya didalam


masalah dan ancaman itu ada kesempatan untuk menjadi orang besar.
Berani mengambil resiko, pernah ditunjukkan oleh Yasa Paramitha
Singgih ketika pertama kali memproduksi baju hanya dua baju yang laku
terjual. Tapi kejadian itu membuatnya bangkit dan berfikir lebih matang
untuk merencanakan bisnis yang dia jalani. Ia sadar bahwa suatu bisnis yang
direncanakan dengan baik akan memberikan hasil yang baik pula. Meski
hasilnya tidak diperoleh secara instan dan cepat. Dia tetap berani mengambil
resiko.
Sikap yang ditunjukkan oleh Yasa Paramita Singgih selaras dengan
prinsip yang menyebutkan bahwa Sukses itu adalah tentang kesabaran
dalam bertahan, saat yang lain menyerah pasrah, ketakutanmu, keraguanmu,
hanya akan membuatmu lemah dan kecil. Lari dan terobos ketakutanmu dan
capailah puncak kesuksesanmu. Jangan hanya selalu jadi penonton karena
semua orang juga bisa, tapi tujulah lapangan dan jadilah sang pemain
kehidupan dan lesakkan goal terindahmu. Ambil dan hadapi resiko, meski
terkadang anda harus terjun bebas. Namun pertolongan pasti akan datang di
saat anda butuhkan. Berani menjadi kreatif, karena dengan itu matahari
yang panas sekalipun dapat anda genggam dengan kedua tangan.
c.

Doers (Pelaku)
Kesuksesan seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri. Halangan
terberat menuju kesuksesan adalah dirinya sendiri. Selalu berorientasi pada
pemikiran yang positif dan cerdas dalam mengambil segala peluang yang
ada di depan mata merupakan kunci sukes dari setiap orang. Yasa bukan
seorang yang menunda-nunda kesempatan. ia selalu bergerak menuju
keberhasilan. Meski terkadang banyak kegagalan yang menghampiri, tapi
pemuda ini tak butuh waktu lam untuk segera bangkit. Tekadnya yang besar
untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang ia tuliskan di dinding-dinding
kamarnya membuat semangatnya tak kunjung padam. Yasa juga merupakan
pribadi yang disiplin dan religius, dilihat dari kesehariannya, yasa
merupakan pemuda yang menjalani bisnis dan juga masih menempuh
pendidikan tingginya di Universitas Bina Nusantara dan Ia juga merupakan
pemuda yang masih tetap pergi beribadah.

Pemuda ini yakin dan percaya bahwa seindah apapun rencana yang kita,
tetap lebih indah rencana Tuhan untuk kita. Oleh karena itu, selalu sertakan
Tuhan di segala langkah kehidupan kita.
d.

Determination (Determinasi)
Orang sukses adalah orang dengan tujuan (goal) dan mimpi (dream)
yang jelas. Tujuan inilah yang akan membakar semangat seorang untuk
bekerja keras dan lebih keras lagi untuk bisa sampai pada tujuan tersebut.
Yasa merupakan sosok yang sangat menginspiratif, memiliki semangat yang
tinggi, pantang menyerah dan mampu memotivasi saya bahwa usia muda itu
harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Yasa tidak pernah menyerah
dan terus mencoba meski ia mengalami kegagalan berkali-kali karena ia
sudah bertekad untuk mewujudkan mimpinya itu. Yasa merupakan salah
satu dari banyak pengusaha yang memulai karirnya dari nol hingga
mencapai kesuksesan yang fantastis (From Zero to Hero). Yasa
berpandangan untuk menjadi seorang pengusaha itu prinsipnya Just Do it!,
itu saja. Maka jangan takut untuk memulai usaha. Melangkah adalah yang
pertama, dan menyempurnakan adalah jalan yang berikutnya. Lakukan
usaha hingga tujuan itu tercapai.

e.

Dedication (Dedikasi)
Dalam buku Mimpi Sejuta Dolar (Marry Riana True Story) terdapat
sebuah quotes yang menyebutkan bahwa Hidup adalah tantangan yang
harus dihadapi, perjuangan yang harus dimenangkan, kesusahan yang harus
diatasi, rahasia yang harus digali, tragedi yang harus dialami, kegembiraan
yang harus disebarkan, cinta yang harus dinikmati, tugas yang harus
dilaksanakan, romantika yang harus dirangkul, resiko yang harus diambil,
lagu yang harus dinyanyikan, anugrah yang harus dipergunakan, impian
yang harus diwujudkan, perjalanan yang harus diselesaikan, janji yang harus
dipenuhi, kesempatan yang harus dipakai, persoalan yang harus dipecahkan,
kesulitan yang harus dikalahkan dan rahmat yang harus dipelihara dan
dicintai. Sebagian besar orang sukses memiliki prinsip bahwa kebahagiaan,
kegembiraan, keberhasilan, dan rahasia-rahasia kesuksesan haruslah

disebarkan karena saat itulah orang-orang sukses akan merasa dirinya


bermanfaat untuk orang lain dan untuk negri ini.
Yasa adalah salah satu cerminan orang sukses yang sangat berdedikasi
tinggi untuk pengembangan bisnisnya dan juga untuk Negri Indonesia yang
sangat ia cintai. Yasa menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan terjadi
pasar bebas Asia dan pengusaha di Indonesia harus siap bersaing dengan
produk-produk bermerk Internasional, jika Indonesia belum siap maka
dikhawatirkan kondisi perekonomian rakyat Indonesia semakin terpuruk.
Oleh karena itu ia berfikir bahwa pemuda-pemudi Indonesia harus bisa
menjadi wirausahawan muda yang mampu menciptakan invasi produk baru
dan menarik serta memiliki kualitas yang tak kalah dengan produk-produk
buatan laur Negri. Dedikasi yang tinggi itu dibuktikan dengan membangun
sekolah bisnis yang bersifat non formal dengan sasaran anak-anak muda.
Tidak berhenti disitu, karena kesuksesannya Yasa beberapa kali diundang
dalam kegiatan seminar motivasi yang ditujukan untuk para pemuda yang
berminat untuk berenterpreneur.
f.

Devotion (Pengabdian)
Steve Jobs, mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melakukan
pekerjaan besar adalah mencintai apa yang anda lakukan. Quotes tersebut
mendorong manusia untuk mencintai apapun yang kita lakukan dan
mengabdikan jiwa raga kita agar terus berusaha untuk mencintai pekerjaan
yang dilakukan. Karena dengan mencintai, jiwa raga ini terasa ringan saat
melakukan pekerjaan berat sekalipun. Yasa sangat mencintai dan
menggemari apa yang ia kerjakan saat ini, karena menjadi pengusaha sukses
adalah impiannya. Oleh karena itu, dalam kesehariannya yang super padat,
ia tidak pernah mengeluh sekalipun.

g.

Details (Cermat)
Yasa termasuk orang yang sangat cermat dalam melakukan sesuatu.
Mulai dari menuliskan mimpi-mimpinya secara detail. Ia juga cermat dalam
membaca peluang seperti saat peminat lampu hias banyak, ia mengambil
keputusan untuk berbisnis lampu hias. Saat banyak orang yang malas keluar
untuk sekedar membeli baju maka Yasa menawarkan jasa untuk menjadi
jembatan atau reseller baju-baju, celana, dan rok-rok yang dijual di pasar

tanah abang. Dan terakhir ia juga mampu membaca peluang dibisnis online
baju bermerk (memiliki Brand) dengan mengutamakan kualitas. Meskipun
sebelumnya pernah gagal, Yasa bangkit lagi dengan perencanaan bisnis yang
lebih cermat dan terstruktur lebih baik. Dalam menjalankan bisnisnya, Yasa
juga selalu mempehatikan hal sekecil apapun. contoh : Kata-kata
penyemangat untuk para pekerjanya. Ia selalu menjadi motivator bagi setiap
pekerja dan juga para pemuda-pemudi yang ingin membuka usaha.
h.

Destiny (Nasib)
Hidup ini bagai roda, kadang kita di atas, semua terasa mudah, kadang
kita di bawah, semua terasa sulit, dipergilirkan, satu sama lain sungguh
dipergilirkan. Nasip setiap orang akan berbeda-beda tergantung bagaimana
kita dapat bertahan atau bahkan dapat berubah ke arah yang lebih baik atau
ke arah yang lebih buruk. Saat kita berada di bawah kita harus segera
bangkit dari keterpurukan caranya adalah dengan berfikir cepat, cerdas, dan
efektif. Saat kita berada di atas hal yang harus kita lakukan adalah berusaha
sekuat

mungkin

untuk

dapat

berkembang

dan

menghindar

dari

kemungkinan terburuk yaitu jatuh.


Kaitan pernyataan tersebut pada dunia bisnis adalah saat kita memulai
usaha kita harus berfikir bagaimana caranya agar bisnis yang dijalani dapat
merangkak naik caranya yaitu kita harus pandai membaca peluang dan
berusaha mengembangkan kreativitas dan inovasi baik dari sudut pandang
produk yang dihasilkan atau kreatif dari sudut pandang promosi dan
pemasaran. Saat usaha kita berada di puncak,maka hal yang harus dilakukan
agar tetap berada di atas adalah membaca apakah ada kompetitor yang
bersaing dengan kita, jikalau ada kita haruslah senantiasa memperbarui
kreativitas dan inovasi kita dari berbagai sudut pandang baik diversifikasi
produk, diversifikasi cara promosi dan juga diversifikasi cara pemasaran.
Sebagai pengusaha Yasa Paramita Singgih selalu berusaha
mengembangkan bisnisnya agar tetap berjalan meski kompetitor yang
dihadapinya semakin lama akan semakin banyak. Sutrisna (2010),
mengatakan bahwa inti kesuksesan adalah inovasi. Inovasi adalah
kemampuan untuk menemukan cara yang lebih cepat, lebih baik, lebih
murah, dan lebih mudah dalam memproduksi produk dan mengerjakan jasa

kepada pelanggan. Setiap orang memiliki potensi genius, kita semua


memiliki banyak kepandaian dan kemampuan yang jauh lebih besar dari
yang sudah kita gunakan selama ini. Seorang peneliti mengatakan bahwa
kita baru menggunakan 15%-32% dari potensi dan kemampuan kita. Tugas
kita adalah melepaskan tali yang mengikat kreativitas seperti sinar laser
untuk menghilangkan hambatan dan rintangan, serta memecah masalah agar
kita dapat mencapai saran kita. Menurut Brian Tracy : sukses adalah
kemampuan memcahkan masalah.
i.

Dollars (Uang)
Pada awal membangun bisnisnya, bukan uang yang menjadi fokus
utama, melainkan bagaimana cara memberikan yang terbaik untuk
konsumennya. Yasa Yakin dari kepuasan konsumen, maka uang akan datang
terus menerus.
Saat awal membangun bisnis, uang modal berasal dari pinjaman.
Setelah lama berkembang uang tersebut berhasil dikembalikan dan
keuntungannya dapat diputar kembali seabagai modal untuk pengembangan
usaha. Hal ini menunjukkan bahwa uang bukan hal yang paling
diprioritaskan saat mulai membangun usaha. Just do it, lakukan saja dengan

j.

tekad yang kamu punya.


Desirability dan Posibility (Minat dan Kemungkinan)
Minat dan kemungkinan dari peluang yang tinggi tidak sejalan dengan
permodalan yang dimiliki Yasa pada awal memulai bisnis. Yasa sempat 3
kali gagal dalam memulai bisnisnya karena ia belum bisa membaca
kemungkinan peluang yang ada saat itu. Minat Yasa yang tinggi tidak
diiringi dengan skill bisnis yang tinggi juga, Yasa hanya bermodal kepepet
untuk menjalankan bisnisnya. Pengalaman yang bisa dipetik dari Yasa
Singgih adalah: Berani bermimpi dan berkeinginan untuk mewujudkan
mimpi tersebut. Pantang menyerah, tidak mudah putus asa, dan jangan
pernah takut untuk memulai.
Yasa juga pernah menyampaikan kiat-kiat suksesnya secara teknis di

acara-acara televisi dan beberapa media informasi lainnya yaitu :


a.
Adrenalin berbisnis lebih kencang daripada jatuh cinta.
b.
Selalu marasa bodoh terhadap ilmu, dan tidak pernah berhenti belajar.
c.
Mempraktekkan kebiasaan orang kaya meski belum kaya.
d.
Lakukan hal kecil yang membawa dampak besar.

e.

Rutin membeli majalah/ tabloid bisnis, dan membaca kisah tentang jatuh

f.

bangun pebisnis.
Terjun di organisasi dan bisnis, memaksa saya untuk memiliki pola pikir di

g.

atas rata-rata usia saya sendiri.


Orang-orang bilang saya kecepetan tua, tapi saya bilang ini perjalanan

h.

menuju keberhasilan.
Dulu pas usia 15 tahun demi mencari uang merelakan menjadi MC di Mall,

i.

mengaku umur 18 tahun agar diterima jadi MC.


Mencintai apapun yang dilakukan, dan berbagi kepada sesama.

1.4 Manajemen
Sistem manajemen usahanya adalah mampu mencapai keunggulan
bersaing dengan produk fashion lain melalui kualitas,kuantitas serta inovasi dan
kreatifitas yang dihasilkan sehingga menghasilkan produk yang berkualitas
dengan harga yang bersaing dan mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor
dalam bidang fashion mens lainya. Hal mendasar yang dilakukan adalah
bagaimana

antar sistem bisa mengkoordinir setiap aktivitas bisnisnya.

Selanjutnya bagaimana bisa mengimplementasikan sistem manajemen tersebut


secara efektif dan efisien (Wawancara : syifa nurhanna,selasa 02 juli 2012).
1.5 Proses Produksi
Yasa paramita singgih memulai awal poses produksi dengan cara
bergabung dengan konveksi milik teman ayahnya,dengan modal 500 ribu untuk
modal baju,namun saat itu dia belum punya designer dan dia sendiri tidak bisa
design,hingga akhirnya dia mencari 3 ahli design untuk belajar design selama 7
hari,namun hasilnya nihil.Hingga pada saat waktunya dia sudah terdesak untuk
mengirim barang ke konveksi dia mendesign menggunakan microsoft word yang
berupa gambar Ir.Soekarno.
Produksi pertama dia kaosnya hanya terjual 2 buah selama 2
minggu,itupun yang 1 dibeli oleh ibunya sendiri karena merasa kasihan.Berawal
dari situ dia bertekat dengan modal 4 juta membeli kaos selusin di tanah abang
untuk ditawarkan kepada teman-temanya.Pada usaha ini dia dapat mejual
beberapa kaos meskipun tanpa ada marketing khusus dan brand tersendiri,dari
usahanya sebagai reseller,Hingga suatu ketika dia berfikir apabila dia hanya
menjadi seorang reseller dia tidak akan dikenal orang,dan dia tidak akan

mencapai apa yang menjadi impiany selama ini,Sampai dia memutuskan untuk
membuat brand sendiri dari modal selama dia menjadi reseller.Yasa berpendapat
bahwa produk yang memiliki brand akan lebih banyak diminati dan dikenal
orang.Dari beberapa pengalaman yang sudah dilakukan yasa memulai usaha
yang ke 3 ini dengan manajemen dan perencanaan yang lebih matang.
Proses produksi dari brand mens republik ini,yasa bekerja sama dengan 6
pabrik konveksi yang bertepat di bandung,dan uniknya pabriknya konveksi ini
tidak cuman memproduksi 1 brand yang sama tapi juga berbeda-beda,seperti
bekerja sama dengan brand yongki komaladi ,fladeo dll,meskipun dia sendiri
tidak mempunyai pabrik sendiri namun usahanya ini dapat berkempang
pesat,hingga mampu menjual 500 pasang produk dalam sebulan dengan omset
mencapai ratusan juta rupiah dan laba hingga 40 %.Semua pencapaian yang
diraih tidak terlepas dari

yasa yang belajar pengalaman-pengalaman

sebelumnya,dan mencari informasi,kiat-kiat dari beberapa pengusaha yang


lain,serta kerja keras,dan pantang menyerah.
1.6 Pemasaran
Pemasaran berpusat pada toko yang dimilikinya dan ia juga mempunya 75
reseller di seluruh Nusantara hingga mancanegara. Yasa

mengutamakan

transaksi via online alasannya adalah menghemat biaya dengan beberapa


pertimbangan yaitu cost murah, karyawan sedikit, lebih efektif dan efisien dalam
mengatur cost. Harga yang ditawarkan dari produk mens republik terjangkau
bagi anak muda namun kualitas yang ditawarkan adalah kualitas terbaik.
Promosi online dilakukan melalui beberapa sosial media antara lain BBM,
Instagram, Facebook, Tweeter, dan lain sebagainya. Promosi dilakukan dengan
menjadikan pelanggan atau followers mens republik bukan hanya sebagai
market yang harus membeli produk tetapi pelanggan atau followers lebih
diposisikan seabagai teman yang diberikan edukasi tentang cara pintar memilih
produk dan juga edukasi berbisnis..
1.7 Kesimpulan
Yasa Singgih merupakan seorang entrepreneur yang tergolong masih muda.
Dengan sifat-sifat yang ia miliki berdasarkan 10D Teori Bygrave, four

competence dan kemampuan lainnya, saat ini Yasa dapat menjadi seorang yang
sukses dan berhasil. Prinsip Yasa Never too Young to Become Billionaire
mampu membawa Yasa menghasilkan omset sebanyak 300 juta per bulan.
Menjadi seorang entrepeneur yang sukses adalah dengan kerja keras dan
semangat yang tinggi. Tidak perlu melakukan hal-hal yang besar untuk menjadi
orang yang besar. Hanya dengan keberanian mengambil resiko seseorang bisa
menjadi orang besar, jangan takut pada suatu permasalahan dan ancaman karena
sesungguhnya di dalam masalah dan ancaman itu ada kesempatan untuk menjadi
orang besar.

Anda mungkin juga menyukai