Anda di halaman 1dari 26

LOGO

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Badan Usaha Milik Negara


(BUMN)
&
Badan Usaha Milik Daerah
(BUMD)
OLEH :

SITA WIRDATU LUTHFA


(13440601)
WIDHA EKA PURNOMO

Kelompok 10_Akuntansi
E

Pembahasan >>>>>

Pengertian BUMN dan BUMD

Dasar Hukum BUMN dan BUMD

Ciri Ciri BUMN dan BUMD

Tujuan didirikannya BUMN dan BUMD

Pengurusan dan Pengawasan BUMN dan BUMD

Kelompok 10_Akuntansi

Pengertian BUMN
Pengertian BUMN adalah badan usaha
yang baik seluruh maupun sebagian besar
modalnya dimiliki oleh negara, di mana
melalui penyertaan secara langsung yang
berasal dari kekayaan negara yang
terpisahkan.

Company Logo

Jenis BUMN

1. Persero
Persero adalah BUMN
yang berbentuk
perseroan terbatas
yang modalnya terbagi
dalam saham yang
seluruh atau paling
sedikit 51 % (limapuluh
satu persen)
sahamnya dimiliki oleh
Negara Republik
Indonesia yang tujuan
utamanya mengejar
keuntungan

2. Perum
Perum adalah BUMN
yang seluruh modalnya
dimiliki negara dan
tidak terbagi atas
saham, bertujuan
untuk kemanfaatan
umum berupa
penyediaan barang
dan/atau jasa yang
bermutu

Company Logo

Hukum Dasar BUMN

Kelompok 10_Akuntansi

Pemerintah memegang hak


atas segala kekayaan dan
usaha
Pemerintah berkedudukan
sebagai pemegang saham
dalam permodalan
perusahaan
Pemerintah memiliki
wewenang dan kekuasaan
dalam menetapkan
kebijakan perusahaan
Pengawasan di lakukan
oleh alat pelengkap negara
yang berwenang

Ciri-Ciri
BUMN

Melayani kepentingan
umum, selain mencari
keuntungan
Sebagai stabilitator
perekonomian dalam
rangka menyejahterakan
rakyat
Sebagai sumber
pemasukan negara
Seluruh atau sebagian
modalnya di miliki negara.
Modalnya dapat berupa
saham atau obligasi bagi
perusahaan yang Go
public

Kelompok 10_Akuntansi

Tujuan BUMN
1.

Memberikan sumbangan bagi perekonomian


nasional pada umumnya danpenerimaan Negara
pada khususnya

2.

Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa


penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu
tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup
orangbanyak

3.

Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang


belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan
koperasi

4.

Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan


kepada pengusaha golongan ekonomi lemah,
koperasi dan masyarakat

Kelompok 10_Akuntansi

Pengurusan BUMN
Transparansi

Kewajaran

Kemandirian

Prinsip
good
corporate
governance

Pertanggungjawaban

Akuntabilitas

Kelompok 10_Akuntansi

Penjelasan >>>

Akuntabilitas
Kemandirian
Transparansi

Keterbukaan dalam
melaksanakan
proses pengambilan
keputusan
danketerbukaan
dalam
mengungkapkan
informasi material
dan relevanmengenai
perusahaan.

Keadaan dimana
perusahaan dikelola
secara profesional
tanpa
benturankepentingan
dan pengaruh/tekanan
dari pihak manapun
yang tidak
sesuaidengan peraturan
perundang-undangan
dan prinsip prinsip
korporasiyang sehat.

Kejelasan fungsi,
pelaksanaan, dan
pertanggungjawaban
organsehingga
pengelolaan
perusahaan dapat
dilaksanakan secara
efektif.

Kelompok 10_Akuntansi

Lanjutan

Pertanggungjawaban

Suatu keadaan
dimana stiap apa
keputusan atau
tindakan yang
diambil / dilakukan
dapat
dipertanggungjawabk
an, ada kejelasannya

Kewaja
ran

Kesesuaian di
dalam
pengelolaan
perusahaan
terhadap
peraturan
perundang
undangan
dan prinsip
prinsip
korporasi
yang sehat.

Kelompok 10_Akuntansi

Kepengurusan BUMN
1. Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) dan Menteri
RUPS adalah organ persero yang miliki kekuasaan
tertinggi dalamPersero dan memegang segala
wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi
atau Komisaris. RUPS berwenang untuk
mengangkat dan memberhentikan anggota Direksi,
menetapkan jumlah anggota Direksi,mengesahkan
rencana kerja dan anggaran perusahaan, dan
melakukanperubahan rencana kerja dan anggaran
perusahaan.

Kelompok 10_Akuntansi

2. Direksi
Direksi adalah orang/perseorangan yang
diberikan wewenang untuk mengurus
BUMN. Direksi wajib menyiapkan rancangan
Rencana Jangka Panjang yangmerupakan
rencana strategis yang memuat sasaran dan
tujuan BUMN yanghendak dicapai dalam
jangka waktu 5 (lima) tahun.

Kelompok 10_Akuntansi

Next
Direksi wajib menyiapkan laporan berkala
yang memuat pelaksanaan Rencana Kerja
dan Anggaran Perusahaan.Laporan berkala
tersebut meliputi laporan triwulanan dan
laporan tahunan.Selain laporanberkala
Direksi sewaktu-waktu dapat pula
memberikan laporan khusus kepada
Komisaris dan/atau RUPS untuk Persero
atau kepada DewanPengawas dan/atau
Menteri untuk Perum.

Kelompok 10_Akuntansi

3. Komisaris/ Dewan Pengawas


Komisaris / Dewan Pengawas adalah organ
Persero/Perum yang bertugas melakukan
pengawasan dan memberikan nasehat
kepada Direksi dalam menjalankan kegiatan
kepengurusan BUMN.Komisaris diangkat
dan diberhentikan oleh RUPS, sedangkan
Dewan Pengawas diangkat dan
diberhentikan oleh Menteri.

Kelompok 10_Akuntansi

>>>>
Pengawasan Pesero dilakukan oleh Komisaris
sedangkan untuk Perum dilakukan oleh Dewan
Pengawas.Pengangkatan dan pemberhentian
Komisaris dilakukan oleh RUPS sedangkan untuk
Dewan Pengawas dilakukan olehMenteri.
Komisaris dan Dewan Pengawas bertugas untuk:
Melaksanakan pengawasan terhadap pengurusan
BUMN yang dilakukan oleh Direksi
Memberi nasihat kepada Direksi dalam
melaksanakan kegiatan pengurusan BUMN

Kelompok 10_Akuntansi

Selain Komisaris / Dewan Pengawas, BUMN juga


memiliki unit pengawas yang meliputi:

Satuan
Pengawas
Intern (SPI)

Membantu Direktur
Utama dalam
melaksanakan
pemeriksaan
operasional dan
keuangan BUMN,
menilai pengendalian,
pengelolaandan
pelaksanaannya pada
BUMN serta
memberikan
saransaran
perbaikannya

Komite
Audit

Membantu
Komisaris/Dewan
Pengawas dalam
memastikan
efektivitassistem
pengendalian intern
dan efektivitas
pelaksanaan tugas
eksternalauditor dan
internal auditor

Komite Lain

Komisaris dan
Dewan Pengawas
dapat membentuk
komite lain untuk
membantu tugas
Komisaris/Dewan
Pengawas.
Ketentuan lebih
lanjut mengenai
komite lain ini diatur
dengan Peraturan
Menteri.

Badan Usaha Milik Daerah


(BUMD

Kelompok 10_Akuntansi

Badan usaha milik negara yang dikelola oleh


pemerintah daerah disebut badan usaha
milik daerah (BUMD). Perusahaan daerah
adalah perusahaan yang didirikan oleh
pemerintah daerah yang modalnya sebagian
besar / seluruhnya adalah milik pemerintah
daerah

Kelompok 10_Akuntansi

Dasar Hukum BUMD

Dasar hukum pembentukan BUMD


adalah berdasarkan UU No 5 tahun
1962 tetang perusahaan daerah. UU ini
kemudian diperkuat oleh UU No 5
tahun
1974
tentang
pokok-pokok
pemerintahan daerah (Nota Keuangan
RAPBN, 1997/1998).

Kelompok 10_Akuntansi

Ciri-Ciri BUMD
Pemerintah memegang hak atas segala kekayaan dan
usaha
Pemerintah berkedudukan sebagai pemegang saham
dalam pemodalan perusahaan
Pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam
menetapkan kebijakan perusahaan
Pengawasan dilakukan alat pelengkap negara yang
berwenang
Melayani kepentingan umum, selain mencari keuntungan
Sebagai stabillisator perekonomian dalam rangka
menyejahterakan rakyat

Kelompok 10_Akuntansi

Ciri-Ciri BUMD
Sebagai sumber pemasukan negara

Seluruh atau sebagian besar modalnya milik negara

Modalnya dapat berupa saham atau obligasi bagi


perusahaan yang go public
Dapat menghimpun dana dari pihak lain, baik berupa bank
maupun nonbank
Direksi bertanggung jawab penuh atas BUMN, dan
mewakili BUMN di pengadilan.

Kelompok 10_Akuntansi

Tujuan Pendirian BUMD

Kelompok 10_Akuntansi

Berdasarkan kategori sasarannya secara lebih detail,


BUMD dibedakan menjadi dua yaitu sebagai
perusahaan daerah untuk melayani kepentingan
umum yang bergerak di bidang jasa dan bidang
usaha. Tetapi, jelas dari kedua sasaran tersebut
tujuan pendirian BUMD adalah untuk meningkatkan
PAD

Kelompok 10_Akuntansi

Pengurusan BUMD

Pengurusan BUMD dilakukan oleh Direksi.


Direksi bertanggung jawab penuh atas
pengurusan BUMD untuk kepentingan dan
tujuan BUMD serta mewakili BUMD, baik di
dalam maupun di luar
pengadilan.

Kelompok 10_Akuntansi

Pengawasan BUMD

Pengawasan BUMD dilakukan oleh Komisaris


dan/atau Dewan Pengawas.
Komisaris dan/atau Dewan Pengawas bertanggung
jawab penuh atas pengawasan BUMD untuk
kepentingan dan tujuan BUMD.
Dalam melaksanakan tugasnya, Komisaris dan/atau
Dewan Pengawas harus mematuhi Anggaran Dasar
BUMD dan ketentuan peraturan perundangundangan serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip
profesionalisme, efisiensi,
transparansi, kemandirian, akuntabilitas,
pertanggungjawaban, serta kewajaran

Kelompok 10_Akuntansi

Laporan
Untuk tiap tahun buku oleh Direksi
dikirimkan perhitungan tahunan terdiri dari
neraca dan perhitungan laba-rugi kepada
Kepala Daerah/pemegang saham/saham
prioritet menurut cara dan waktu yang
ditentukan dalam peraturan pendirian
Perusahaan Daerah.

LOGO

Thank You !
Add your company slogan