Anda di halaman 1dari 15

ANATOMI BATANG

DISUSUN
OLEH

ANDI ANDREAN SIHOMBING


( 4113220002 )

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA)


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED)
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena saya dapat
menyusun makalah ini. Penyusunan makalah ini disusun untuk memenuhi tugas anatomi
tumbuhan tentang batang. Selain itu tujuan dari penyusunan makalah ini juga untuk
menambah wawasan tentang batang.
Akhirnya saya menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya menerima kritik dan saran agar penyusunan
makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih
dan semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.

Daftar isi

Cover...........................................................................................................................................i
Kata pengantar...........................................................................................................................ii
Daftar isi....................................................................................................................................iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang......................................................................................................................1
1.2 Tujuan...................................................................................................................................2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan fungsi batang...............................................................................................2
2.2 Anatomi batang secara umum..............................................................................................4
2.3 Anatomi batang dikotil........................................................................................................6
2.4 Pertumbuhan sekunder batang dikotil.................................................................................7
2.5 Anatomi batang monokotil..................................................................................................9
2.6 Pertumbuhan sekunder batang monokotil..........................................................................10
2.7 Perbedaan batang monokotil dan dikotil............................................................................11
BAB III
PENUTUP

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Banyak hal yang kita ketahui namun tidak kita pahami. Ada pula hal yang kita pahami
namun tak dapat kita bagi untuk diajarkan. Misalnya saja pelajaran mengenai tumbuhan.
Sejak masih sekolah dasar hingga lulus SMA, kita pasti mendapat pelajaran mengenai
tumbuhan. Apa yang selama ini kita pelajari tentunya sama. Namun yang berbeda adalah
bagaimana kita dalam memahami dan menerima apa yang diberikan.
Ilmu mengenai batang tumbuhan tentunya sudah pernah diajarkan saat kita bersekolah
SD sampai SMA. Tujuan dari disusunnya makalah ini adalah untuk berbagi apa yang kita
ketahui mengenai batang tumbuhan lewat diskusi padamateri kuliah botani. Sehingga kita
semua dapat memahami dengan lebih dalam tentang bagaimana sistematika tumbuhan
melangsungkan kehidupannya.
1.2 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah:

Agar manusia lebih paham secara mendalam mengenai batang tumbuhan dari segala
aspek dari pandangan menurut botani.

Mengetahui struktur anatomi batang pada tumbuhan dikotil dan monokotil

Meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam menyiapkan suatu materi diskusi.

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI BATANG

1)

Pengertian batang

Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting,dan mengingat


kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakandengan sumbu tubuh
tumbuhan. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :

Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk
lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.

Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada bukubuku inilah terdapat daun.

Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau
heliotrop)

Selalu bertambah panjang diujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang
mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.

Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali


kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.

Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya
rumput dan waktu batang masih muda
Batang yang diumpamakan sebagai sumbu tubuh tumbuhan. Bagian ini umumnya
tumbuh di atas tanah. Arah tumbuh batang tumbuhan menuju sinar matahari. Umumnya
batang bercabang ,tetapi pada tumbuhan tertentu batangnya tidak memiliki cabang seperti
pada tumbuhan pisang kelapa ,dan pepaya. Struktur batang terdiri atas epidermis, korteks,
endodermis,dan silinder pusat(stele).silinder pusat pada batang ini terdiri atas beberapa
jaringan yaitu empulur, perikardium dan berkas pengangkut yaitu xilem dan floem batang
berkayu memiliki kambium.
Kambium mengalami dua arah pertumbuhan yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Ke
arah dalam, kambium membentuk kayu ,sedangkan ke arah luar membentuk kulit. Karena
pertumbuhan kambium inilah batang tumbuhan bertambah besar. Contoh tumbuhan yang
memiliki batang jenis ini, antara lain jati, mangga, dan meranti. Tumbuhan batang rumput

memiliki ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya
tidak sebesar batang berkayu. Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas .

2)

Fungsi batang

Umumnya , warna batang muda adalah hijau muda, sedangkan warna batang yang
telah tua adalah kecoklat- coklatan.Bagi tumbuhan ,batang memiliki beberapa kegunaan,
antara lain sebagai penopang ,pengangkut air dan zat zat makanan, penyimpan makanan
cadangan, serta sebagai alat perkembangbiakan.
a. Penopang
Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun
sedekat mungkin dengan sumber cahaya ( khususnya matahari ). Batang tumbuh makin tinggi
atau makin panjang. Hal ini menyebabkan daun yang tumbuh pada batang makin mudah
mendapatkan cahaya. Pengaruh cahaya pada tumbuhan akan kamu pelajari di kelas lima.
b. Pengangkut.
Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar kedaun. Selain itu,
batang berperan penting dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh
bagian tumbuhan.
c. Penyimpan.
Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan.
Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Makanan cadangan disini juga bisa berwujud air,
Misalnya, pada tumbuhan tebu dan kaktus. Makanan cadangan ini akan digunakan saat
diperlukan.
d. Alat perkembangbiakan.
batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif.Hampir semua
pertumbuhan vegetatif, baik secara alami maupun buatan,menggunakan batang.Bagi manusia,
batang tumbuhan yang membentuk kayu dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk membuat
perabot rumah tangga,contohnya batang pohon jati; untuk bahan makanan, contohnya
sagu,asparagus; untuk bahan industri, contohnya tebu dan bambu.

2.2 ANATOMI BATANG SECARA UMUM

Apabila Apabila batang dipotong secara melintang maka secara umum batang
akandibagi menjadi bagian-bagian seperti berikut:
1.Epidermis
Jaringan epidermis merupakan jaringan tubuh tumbuhan yang terletak paling luar.
Biasanya epidermis hanya terdiri dari selapis sel yang berbentuk pipih dan rapat. Fungsi
jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan di dalamnya serta sebagai tempat
pertukaran zat. Ciri-ciri jaringan epidermis adalah:

Tersusun dari sel sel hidup

Terdiri atas satu lapis sel tunggal

Beragam bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun rapat tidak ada
ruang antar sel.

Tidak memiliki klorofil.

Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami
penebalan , sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan
jaringan lain dinding selnya tetap tipis.
Jaringan epidermis mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis, misalnya :

Stomata

Trikomata (rambut-rambut),

Spina (duri),

vilamen

sel kipas

sel kersik

(sel silika).

Selain itu, fungsi epidermis secara umum dapat dijabarkan sebagai berikut,yaitu :

Sebagai pelindung terhadap hilangnya air karena adanya penguapan

Sebagai pelindung terhadap kerusakan mekanik

Sebagai pelindung terhadap perubahan temperature

Sebagai pelindung terhadap hilangnya zat-zat makanan

2. Korteks dan empulur Korteks dibagi menjadi beberapa lapisan, yaitu :

Lapisan luar korteks yang berupa kolenkim (jaringan dalam tumbuhan yang berfungsi
sebagai bahan penguat, pada dinding selnya mengalami penebalan) dan parenkim (jaringan
yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan atau tempat penimbunan zat
makanan).

Lapisan dalam korteks yang mengandung parenkim berkloropas serta tidak


mengandung endodermis tapi zat pati.
Empulur , yaitu bagian lunak yang terdapat di tengah-tengah batang dan merupakan hasil
pertumbuhan sekunder. Empulur tersusun dari sel parenkim dan meiliki ruang antar sel yang
banyak.
3.Stele
Sistem pembuluh berperan penting dalam memecahkan masalah-masalah filogenetik.
Van Tieghem dan Douliot (dalam Fhn, 1990) mengajukan teori yaitu teori stele untuk
menjelaskan struktur dari poros tumbuhan. Menurut teori tersebut struktur anatomi akar dan
batang adalah sama yaitu korteks mengelilingi bagian pusat yaitu stele. Stele merupakan
sistem jaringan primer yang terdiri atas satuan berkas pengangkut beserta jaringan dasar
pengangkutnya , baik tersusun sederhana maupun yang komleks.
Pada batang tumbuhan dikotil , stele tersusun atas perisikel ( perikambium ), berkas
pengangkut dan empulur. Berkas pengangkut letaknya dipisahkan satu dengan yang lainnya
oleh deretan sel sel parenkim yang tersusun radial disebut jari jari empulur, sedangkan pusat
dari organ batang yang tersusun dari sel sel parenkim disebut empulur.sedangkan pada
tumbuhan monokotil, korteks dan empulur tidak dapat dibedakan dengan jelas sehingga
disebut jaringan dasar saja. Berkas pengangkut bervariasi dalam ukuran dan susunannya.
Letak floem dan xilem bervariasi
Tipe stele dapat dibedakan menjadi 2 kelompok dasar yaitu protestele , dengan sumbu
xilem padat tanpa empulur, dikelilingi floem; dan sifonostele dengan xilem tidak padat,
melainkan memiliki silinder parenkim di tengah:
Protestele

Tipe ini merupakan tipe primitif stele. Jaringan angkut berupa massa yang utuh dan
bagian sentral xilem secara menyeluruh dilingkupi oleh berkas floem.ada beberapa tipe untuk
protostele, yaitu:

Haplostele, merupakan tipe yang paling sederhana. Pada penampang melintang xilem
lebih kurang berbentuk lingkaran berada di pusat dan di kelilingi oleh floem, contohnya pada
batang Selaginella dan Rhynia.

Aktinostele, bagian xilem di tengah dengan tepi tidak rata,melainkan berombak


seingga berbentuk bintang, contohnya pada batang Lycopedium dan Psilotum,dan pada
umumnya pada akar.

Plektostele, merupakan tipe yang paling maju dan protestele. Pada bagian tengah
berupa xilem yang terbelah menjadi sejumlah papan papan dan silinder kecil yang sejajar
dengan satu saa lain, sedangkan floem ada di sela selanya, contoh batangLycopedium
annotinum.

Sifonestele
Tipe ini merupakan modifikasi protestele, karena adanya empulur di bagian tengah
yang terdiri atas sel sel parenkim. Sifonestele dibedakanberdasarkan kedudukan floem dan
xilem menjadi:

Sifonestele ektofloik, empulur dikelilingi noleh xilem yang konsentris , dan xilem
dikelilingi oleh floem yang konsentris, cntohnya pada batang Selaginella.

Sifonostele amfifloik, dengan floem konsentrs sebelah luar dan floem konsentris
sebelah dalam dari silinder xlem, mengelilingi empulur, conth batang Adiantumdan Marsilea.

Diktiostele, merupakan tipe sifonestele amfifloik dengan banyak jendela daun. Ikatan
pembuluh terpisah dan mempunyai tipe konsentris amfikribal, secara individu ikatan
pembuluh yang demikian disebut meristele. Meristele merupakan tipe stele pada daun.

Eustele, modifikasi sifonestele dimana berkas pembuluhnya kolateral atau bikolateral,


umumnya terletak disebelah tepi empulur.

Ataktostele, tipe stele ini dengan letak berkas pembuluh tersebar, umunya terdapat
pada batang monokotil. Tipe berkas pengangkutnya mungkinkolateral tertutup atau
konsentris amfivasal.

2.3 ANATOMI BATANG DIKOTIL


Pada batang dikotil muda terdapat tiga daerah yaitu:
1.

Epidermis batang dikotil

Epidermis tersusun dari selapis sel dan merupakan lapis terluar batang. Epidermis
mempunyai stomata dan menghasilkan berbagai tipe trikoma. Dinding sel luar sangat tebal
dan banyak mengandung kitin. Sel sel teratur rapat dan tidak ada ruang antar sel. Pada irisan
melintang sel sel tampak berbentuk hampir empat persegi panjang. Fungsi epidermis
terutama dalam membatasi kecepatan proses transpirasi dan melindungi jaringan yang
terletak di bawahnya dari kerusakan mekanik dan dari organisme yang menyebabkan
penyakit.
2.

Korteks batang dikotil

Daerah yang terletak langsung setelah epidermis adalah korteks. Lapisan terdalam
korteks adalah endodermis , yang dikenal juga sebagai sarung tepung. Endodermis terdiri atas
selapis sel yang mengelilingi stele dan banyak mengandung banyak butir tepung. Seringkali
pembedaan endodermis dengan jaringan sekitarnya yang paling mudah ialah melalui
keberadaan butir butir teping tersebut.
Korteks batang terdiri dari jaringan:
a)

Kolenkima

b)

Parenkima

c)

Sklerenkima

d)

Endodermis

3.

Stele batang dikotil

Bagian batang yang terletak di sebelah dalam korteks disebut stele. Stele terdiri atas
tiga daerah pokok, yaitu perisikel, daerah berkas vaskular dan empulur.
a)

Perisikel

Daerah diantara berkas vaskular dan korteks disebut perisikel. Umumnya tersusun
dari sel sel parenkima dan sklerenkima, namun demikian sel sel sklerenkima mungkin tidak
ditemukan.sklerenkima dapat dijumpai dalam susunan sebagai kelompok kelompok yang
terpisah atau sebagai lingkaran tak terputus di bagian pinggir luar pada perisikel, yang
membentuk garis batas yang tajam antara stele dan korteks.
b)

Berkas vaskular

Berkas pengangkut pada batang dikotil seperti yang tampak pada irisan melintang,
terletak dalam bentuk garis besarnya sebagai lingkaran yang putus putus. Setiap berkas
vaskular terdiri atas tiga bagian yaitu xilem, floem dan kambium. Bagian yang terdekat
dengan pusat batang , berisi sel sel berdinding tipis dan dikenal dengan sebutan xilem.bagian
tepi luar berkas tersebut tersusun dari sel sel berdinding tebal dan dikenal dengan floem.
Xilem dan floem dipisahkan oleh lapisan kambium yang tersusun dari sel sel merismatik.

4 PERTUMBUHAN SEKUNDER BATANG DIKOTIL


Tubuh primer suatu tumbuhan berkembang dari merisetem apikal. Pada tumbuhan
dikotil selain jaringan primer permanen sebagai fundamen tumbuhan,terjadi pertumbuhan
lebih jauh terutama dalam ketebalan akibat aktivitas kambium. Jaringan yang terbentuk pada
pertumbuhan sekunder disebut jaringan sekunder. Jaringan sekunder ada dua tipe jaringan
vaskuler sebagai hasil perkembangan kambium vaskuler, dan jaringan gabus dan feloderma
sebagai hasil
perkembangan felogen( kambium gabus). Jari-jari empulur berkembang secara radial
seperti sebuah pita pada xilem sekunder. Jari-jari empulur berkembang dari kambium jarijari empulur.Kambium ke arah dalam membentuk xilem sekunder dan ke arah luar
membentuk floem sekunder. Sementara kambium gabus menghasilkan feloderma dan
jaringan gabus ke arah luar. Xilem sekunder pada batang perennial umumnya tersusun atas
lapisanlapisan konsentris, yang masing-masing menunjukkan musim.Lapisan-lapisan
melingkar seperti cincin disebut lingkaran tahun .Lebar lingkaran tahun beragam tergantung
laju pertumbuhan suatu pohon.xilem sekunder terdiri atas satu massa sel sel berdinding tebal
yang rapi, tersusun sedemikian dan membentuk dua sistem, yaitu sistem longitudinal (
vertikal ) dan sistem horizontal. Sistem longitudinal terdiri atas sel sel memanjang yang
tumpang tindih dan saling mengunci( yaitu trakeida, serabut dan unsur unsur trakea ) dan
deretan longitudinal sel sel parenkima. Semua sel ini memiliki sumbu panjangnya sejajar
dengan sumbu panjang organ yang ditempatiny.

2.5 ANATOMI BATANG MONOKOTIL


Batang monokotil sama dengan batang dikotil, memiliki epidermis, korteks dan stele.
Korteks bisa berkembang baik atau tidak nyata.Struktur dan susunan berkas vaskuler
terutama yang membedakan batang dikotil dan monokotil.Berkas vaskuler tersebar,termasuk
juga pada empulur sehingga tidak ada batas yang jelas antara korteks dan empulur.Berkas
vaskuler monokitil tidak memiliki kambium, sehingga tidak mengalami penebalan
sekunder.masing masing bekas vaskuler diselubungi selubung berkas pengangkut yang
tersusun dari jaringan sklerenkim.tampilan anatomi batang yang khas dan yang paling
mencolok ialah sebagai berikut:

Berkas vaskular banyak

Stele terpecah pecah menjadi berkas berkas yang tersebar dalam jaringan dasar sumbu

Endodermis tidak ada. Korteks, perisikel dan empulur tidak terdferensiasi karena
kehadiran berkas berkas vaskuler yang tersebar di seluruh sumbu

Tipe berkas vaskular ialah tipe kolateral tertutup

Berkas lacak daun banyak.lacak daun pada saat masuk batang menusu dalam


Setiap berkas pengangkut dibungkus oleh selubung sklerenkimatis yang berkembang
biak

Berkas vaskular biasanya oval

Floem hanya tersusun dari buluh tapis dan sel pengiring

Empulur tidak dapat ditentukan

Biasanya mempunyai hipodermis yang sklerenkimatis

Biasanya tidak ada trikoma

2.6 PERTUMBUHAN SEKUNDER BATANG MONOKOTIL

Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan herba dan tumbuhan


berbagai Liliflorae dan tumbuhan monokotil lainnya. Kambium berfungsi pada bagian sumbu
yang telah selesai pertumbuhan memanjangnya.Kambium ini muncul dalam parenkima yang
berada di luar berkas berkas vaskular. Bagian sumbu tempat pemunculan kambium ini
kadang kadang disebut korteks dan kadang kadang disebut perisikel.
Pada Dracaena, kambium mucul di parenkima yang berada di sebelah luar berkas
berkas pengangkut terluar, yaitu di daerah yang kadang kadang disebut sebagai korteks atau
sebagai perisikel. Kambium ke arah ke dalam membentuk jaringan yang biasanya
berdiferensiasi menjadi berkas berkas vaskular yang tetap dipisahkan antara yang satu dengan
yang lainnya oleh jaringan berlignin, kadang kadang jaringan ini tetap tidak berlignin dan
berdinding tipis. Kambium tersebut ke arah luar menghasilkan sel sel yang berkembang
menjadi parenkima.
Pada palem, batangnya mengalami penambahan ukuran keliling bukan oleh aktivitas
kambium, melainkan penebalan ukuran tersebut sebagai akibat sel sel parenkima pusat dan
serabut uar pada selubung berkas vaskular yang belum terdiferensiasi penuh melanjutkan
pembelahan, dan penambahan secara berangsur ukuran sel sel dan ruang antar sel jaringan
dasar serabut. Tipe penebalan ini disebut penebalan sekunder pencar.

2.7 PERBEDAAN BATANG MONOKOTIL DAN DIKOTIL


Dikotil :
I.
Ikatan Pembuluh : tersusun atas sebuah cincin di antara dua daerah jaringan
dasar, yaitu daerah tengah yang lebar dan daerah pinggir yangsempit (korteks).
II.
terdapat kambium intervasikuler yang dapat mengadakan pertumbuhansekunder
yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
III.
Epidermis, mengalami penebalan zat gabus dan kutikula,
termodifikasimembentuk lenti sel.

Monokotil :
I.
Ikatan pembuluh : tersusun tidak seperti cincin, melainkan terletak tak
beraturan pada seluruh penampang.
II.
Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak
dapat tumbuh membesar
III.

Epidermis dengan stomata dan bulu-bulu akar

MONOKOTIL

PERBEDAAN

DIKOTIL

TIDAK ADA

CABANG

ADA

TERSEBAR

JARINGAN PENGANGKUT

TERATUR

TIDAK ADA

KAMBIUM

ADA

BESAR/ADA

RONGGA UDARA

TIDAK ADA

BAB III

3.1 PENUTUP
A.Kesimpulan
Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, dan mengingat
kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh
tumbuhan.
Batang memiliki sifat :

Umumnya berbentuk silinder.

Terdiri atas ruas-ruas yang masing dibatasi oleh buku-buku

bersifat fototrop atau heliotrop

Selalu bertambah panjang di ujungnya

Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan

Umumnya tidak berwarna hijau

Batang pada tumbuhan dikotil dan monokotil dapat sangat jelas dilihat perbedaannya
dilihat dari morfologi dan struktur anatomi bagian dalam batang.
Dikotil :

Ikatan Pembuluh : tersusun atas sebuah cincin di antara dua daerah jaringan dasar,
yaitu daerah tengah yang lebar dan daerah pinggir yangsempit (korteks).

terdapat kambium intervasikuler yang dapat mengadakan pertumbuhansekunder yang


mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

Epidermis, mengalami penebalan zat gabus dan kutikula, termodifikasimembentuk


lenti sel.

Monokotil :

Ikatan pembuluh : tersusun tidak seperti cincin, melainkan terletak tak beraturan pada
seluruh penampang.

Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat
tumbuh membesar

Epidermis dengan stomata dan bulu-bulu akar

DAFTAR PUSTAKA

Loveless, A.R. 1991. Prinsip Prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik 1. Jakarta :
PT. Gramedia
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009.Morfologi Tumbuhan.Yogyakarta: Gadjahmada University
Press