Anda di halaman 1dari 23

Proposal

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masalah pengangguran masih merupakan masalah krusial yang di hadapi bangsa
Indonesia.

Dari Tahun ke tahun pengangguran kecenderungan semakin banyak,

penyerapan tenaga kerja layaknya deret hitung, sedangkan jumlah pengangguran


dengan penambahan angkatan kerja yang tinggi ibarat deret ukur. Kemampuan sektor
formal dalam menyerap tenaga kerja masih relatif terbatas, sedangkan pada sektor
informal masih belum banyak menarik minat masyarakat. Belum lagi masalah upah
pekerja, yang masalahnya terus bergulir karena tidak layaknya upah mereka untuk
meningkatkan pendapatan dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mimimum.
Dilaksakananya pasar bebas ASEAN dan Cina yang membuka

pintu lndonesia

menjadi pemasaran barang-barang produk negara-negara anggota ASEAN dan


Cina, membawa dampak besar

terhadap penurunan

produksi barang dan

peningkatan pengangguran akibat adanya PHK.


Pembangunan akan lebih baik jika ditunjang oleh wirausahawan karena
kemampuan pemerintah sangat terbatas. Pemerintah tidak akan mampu menggarap
semua aspek pembangunan karena sangat membutuhkan
personalia dan pengawasannya.

anggaran Belanja,

Oleh karena itu wirausaha merupakan potensi

pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Kita
sekarang menghadapi kenyataan bahwa jumkah wirausaha Indponesia masih sedikit
dan mutunya masih rendah, sehingga pembangunan wirausaha merupakan persoalan
yang mendesak bagi suksesnya pembangunan.
Jika masalah pengangguran yang cenderung meningkat tersebut dibiarkan
maka dikhawatirkan akan berdampak terhapak kerawanan sosial dan terhambatnya
proses pembangunan yang lain. Oleh karena itu, maka Koperasi Wirausaha Sejahtera
Mandiri terpanggil untuk ikut berpartisipasi lebih besar lagi dalam membantu dan
mendukung pemerintah dalam upaya mengatasi masalah pengangguran yang
kecenderungan terus meningkat. Salah upaya untuk mengatasi pengangguran tersebut
adalah dengan penumbuhan wirausaha baru di bidang usaha Aneka Kue Multi Rasa.
Dengan penerapan teknologi tepat guna usaha aneka kue Multi Rasa sangat
memungkinkan untuk djadikan alternatif membuka usaha baru bagii para pemuda yang
belum mendapatkan pekerjaan (Masih menganggur). Disamping permintaan terhadap
roti yang terus meningkat sejalan dengan kesadaran masyarakat akan gizi, dan juga

Proposal
letak Kota Bandung yang strategis sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat juga juga
sebagai tempat tujuan wisata Kuliner. Dengan demikian usaha Aneka kue Multi Rasa
dapat dijadikan model Perluasan Kesempatan Kerja dalam mengatasi pengangguran
dan Kemiskinan. Dengan dikembangkan Usaha Aneka Kue Multi rasa dapat
menciptakan lapangan kerja yang dapat menyerap tenaga kerja yang pada gilirannya
dapat membantu dalam menanggulangi kemiskinan.
1.2 Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan Penumbuhan Wirausaha Baru melalui usaha Aneka Kue
Multi Rasa adalah :
1. Membangkitkan kesadaran para pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan
akan potensi diri dan potensi lingkungannya yang dapat dimanfaatkan untuk
membuka lapangan kerja sendiri.
2. Merubah pola pikir para pemuda yang belum mendapat pekerjaan dari orientasi
mencari pekerjaan (bekerja pada orang lain) ke pola pikir membuka usaha sendiri,
3. Memberikan Pengetahuan dan keterampilan kepada para pemuda yang belum
memperoleh pekerjaan mengenai Usaha Aneka Kue Multi Rasa dengan teknologi
tapat guna yang sederhana.
4. Memberikan alternatif usaha bagi para pemuda yang belum mendapatkan
pekerjaan.
5. Memberikan Pengetahuan dan keterampilan kepada para pemuda yang belum
memperoleh pekerjaan mengenai pengelolaan usaha (manajemen usaha)
manajemen pemasaran dan manajemen keuangan.
6. Membangun kepeloporan, kemandirian dan pemberdayaan pemuda yang belum
mendapatkan pekerjaan melalui pembekalan pelatihan usaha Aneka Kue Multi
Rasa.
7. Para Pemuda mempunyai kemampuan memecahkan masalah-masalah yang
berkaitan dengan penyelenggaraan usaha, baik yang menyangkut aspek
keterampilan teknis, aspek manajemen maupun aspek kebijakan pembangunan
yang terkait dengan kondisi lingkungan.

1.3 Sasaran Kegiatan

Proposal
Sasaran dari kegiatan Penumbuhan Wirausaha Baru bagi pemuda penganggur
melalui usaha Aneka Kue Multi Rasa adalah :
1. Adanya keasadaran dan perubahan pola pikir dari mencari pekerjaan pada
kesadasaran dan pola pikir untuk membuka usaha sendiri baik secara mandiri
maupun secara berkelompok.
2. Para pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan (peserta kegiatan) memiliki
wawasan, pengetahuan dan keterampilan untuk membuka usaha sendiri.
3. Adanya peluang yang dapat dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja bagi
para pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan.
4. Terbentuknya kelompok usaha Bersama (KUB) Aneka Kue Multi Rasa dii
Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung.
1.4. Manfaat Kegiatan
1.

Manfaat Bagi Peserta Didik


Peserta didik memiliki kemampuan untuk membuka usaha aneka kue
Peserta didik memiliki keterampilan/ Skills dan Sikap sebagai bekal untuk
mampu bekerja atau usaha sendiri.
Dengan adanya pekerjaan/usaha mandiri, peserta didik memiliki penghasilan
yang dapat menghidupi diri sendiri dan keluarganya.
Menularkan/memberikan kemampuan yang dirasakan bermanfaat kepada
orang lain.

2.

Manfaat bagi Masyarakat

Tumbuhnya aneka mata pencaharian baru yang akan diusahakan oleh


masyarakat.

Berkurangnya pengangguran dan Kemiskinan

Berkurangnya Kesenjangan Sosial dan gangguan keamanan.

BAB II.
3

Proposal

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN


2.1.

Input (Masukan)
Input (masukan) dari kegiatan ini diharapkan dapat dibiaya seluruhnya

Kementerian ketenagakerjaan melalui dari APBN yang direncanakan sebesar


Rp. 50.000.000 ( Lima puluh Juta Rupiah). Adapun waktu yang dibutuhkan
untuk pelaksanaan kegiatan tersebut selama 3 Bulan.
2.2.

Hasil yang Akan Dicapai (Output)


Hasil yang akan di capai (Keluaran/Output) dari kegiatan Penumbuhan

Wirausaha Baru bagi pemuda penganggur melalui usaha pembuatan aneka


kue adalah :
1. Meningkatnya

kemampuan peserta kegiatan dalam aspek kognitif,

psikomotorik, dan afektif, yang dapat ditinjau dari hasil evaluasi secara
keseluruhan. Antara sebelum mengikuti program dan sesudah mengikuti
program.
2. Para pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan (peserta kegiatan) dapat
membuka usaha kue secara mandiri baik dilakukan secara sendiri-sendiri
maupun secara kelompok.
3. Para pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan (peserta kegiatan) dapat
membuka usaha yang dapat menyerap tenaga kerja baik tenaga kerja
keluarga maupun tenaga di luar keluarganya.
4. Berkurangnya jumlah pemuda yang menganggur di Kecamatan Babakan
Ciparay Kota bandung
5. Terbentuknya KUB-KUB yang menyerap 100% peserta program, melalui
kecakapan mengelola keterampilan usaha

pembuatan kue oleh para

peserta program yang menjadi kelompok wirausaha baru


6. Terjalin kemitraan dengan dunia usaha di usaha makanan,

dan dinas

terkait serta pemerintah Kecamatan sebagai pembina dan pengarah dalam


optimalisasi program.
7. Perintisan usaha yang dijalani para pemuda (peserta kegiatan) secara
kuantitatif dianggap berhasil apabila mencapai diatas angka 60 persen.

Proposal
8. Perkembangan usaha yang dirintis para pemuda (peserta kegiatan) terus
meningkat dari aspek Produksi dan pendapatan.
2.3.

Outcome
Outcome dari kegiatan Penumbuhan Wirausaha Baru bagi pemuda

penganggur melalui usaha aneka Kue Multi Rasa adalah :


1. Bergeraknya perekonomian tempat peserta melakukan aktivitas usaha.
2. Secara parsial dapat mengurangi angka pengangguran
3. Secara mental timbulnya rasa percaya diri dari para pemuda yang belum
mendapatkan pekerjaan (peserta kegiatan) untuk dapat membuka usaha
sendiri.
4. Meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya di wilayah domisili
peserta kegiatan.
5. Terbinanya para pemuda yang belum mendapatkan pekerja (peserta
kegiatan) sebagai wirausaha baru bidang usaha aneka kue sebanyak 20
Orang.
2.4.

Indikator Keberhasilan
Sebagai bagian dari proses Evaluasi terhadap hasil program yang

dijalankan sekaligus purna program, maka perlu ditindaklanjuti adanya suatu


indikator keberhasilan dari program secara menyeluruh sehingga output
program dapat tercapai sesuai harapan, beberapa indikator keberhasilan yaitu :
1. Banyaknya para

peserta program yang membuka dan menjalankan

usahanya. (Persentase Terciptanya Wirausaha Baru dari peserta program)


yaitu minimal 60 %
2. Terbentuknya Kelompok Usaha Aneka Kue sebanyak 4 Kelompok
3. Adanya perkembangan usaha yang dijalankan minimal 50 % berkembang.
Dari beberapa indikator tersebut, masih diperlukan berbagai asumsi
yang perlu dipertimbangan untuk mengukur keberhasilan program yaitu :
1. Motivasi para peserta program untuk berusaha tinggi
2. Memiliki modal awal yang cukup untuk memulai dan merintis usaha
3. Terjalin koordinasi antar instansi terkait dalam membina kesinambungan
rintisan usaha para peserta pasca program,

Proposal
4. Situasi dan kondisi iklim makro yang kondusif

baik di tingkat nasional

maupun daerah untuk mendukung model pengembangan Wirausaha baru.

Proposal

BAB III
URAIAN KEGIATAN
3.1.

Bentuk Kegiatan
Penumbuhan Wirausaha Baru bagi pemuda penganggur melalui usaha

Aneka Kue Multi Rasa.


3.2.

Tempat Kegiatan
Kegiatan Penumbuhan Wirausaha Baru bagi pemuda penganggur

melalui usaha Aneka Kue Multi Rasa akan dilaksanakan di Kecamatan


Babakan Ciparay Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.
3.3.

Ruang Lingkup Kegiatan

3.3.1 Kelompok Sasaran


Kelompok sasaran program Penumbuhan Wirausaha Baru bagi pemuda
penganggur melalui usaha Aneka Kue Multi Rasa
penganggur yang merupakan

adalah para pemuda

anggota keluarga anggota koperasi di

Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung sebanyak 20 Orang.


3.3.2 Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi Program
1) Tahapan Persiapan
a. Rapat persiapan dan perencanaan
b. Sosialisasi program kepada Masyarakat, anggota koperasi dan para
pemuda
c. Rekruitmen Peserta. Pola rekruitmen peserta Program sebagai berikut :
1. Sistem dan cara rekruitmen peserta program
Sistem yang ditempuh dalam rekruitmen peserta program adalah
melalui kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung dan
Pihak Kelurahan. Dalam hal ini Lurah akan merekomendasikan
calon peserta program dari data base pemuda yang belum
mendapatkan pekerjaaan (pengangguran) yang ada di masingmasing kelurahan, kemudian disampaikan kepada

Pelaksana,

untuk dipilih dan ditetapkan sebagai calon nominatif peserta


program yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
2. Kriteria peserta program

Proposal
Kriteria calon peserta yang ditetapkan adalah :
a. Menganggur atau tidak memiliki pekerjaan tetap.
b. Berasal dari keluarga miskin, yang direkomendasikan oleh lurah
setempat.
c. Berusia 17 40 tahun.
d. Belum memiliki keterampilan atau kecakapan yang dibutuhkan
untuk bisa bekerja atau wirausaha mandiri.
e. Memiliki kemauan dan semangat untuk bekerja keras.
f. Diutamakan bagi lulusan Paket A/B/C atau lulusan SLTP/SLTA
yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi.
3. Jumlah peserta program
Jumlah peserta yang akan mengikuti Program sebanyak 20 orang.
d. Rekruitmen Tenaga Pelatih dan Pendamping
Tenaga pendidik yang akan terlibat dalam Program Diklat ini terdiri dari :
(1) Tenaga ahli Pelaksana, (2) Pelatih dari praktisi 3) Nara sumber Dunia
Usaha dan Instansi/ Dinas terkait.
Tahapan rekruitment dilakukan sebagai berikut :
1. Proses rekruitmen tenaga pendidik dilakukan melalui :
a. Tenaga pendidik/Tenaga ahli

Pelaksana, proses rekruitmennya

sebagai berikut :
Sosialisasi rencana program kepada

seluruh

pelatih

Pelaksana .
Penetapan alokasi waktu dan kualifikasi tenaga pelatih

untuk spesialisasi materi


Penetapan nama-nama Instruktur

b. Proses rekruitment untuk Nara Sumber dan pelatih dari luar,


adalah :

Seleksi Nara Sumber Teknik dan Dunia Usaha yang


memenuhi kriteria yang diharapkan, khususnya yang ada di
Kota Bandung

Sosialisasi dan penyampaian rencana program pada


nominatif nara sumber terpilih.

Proposal
Penandatanganan MOU antara Pelaksana dengan Nara

Sumber, tentang kesediaan sebagai tenaga pendidik dengan


kategori nara sumber teknis atau nara sumber dunia usaha.
2. Kriteria Pelatih/Pendidik :
a.

Memiliki kompetensi atau keahlian dalam


bidang usaha Aneka kue

b.

Berpengalaman dalam bidangnya minimal 3


tahun.

c.

Memiliki kemampuan untuk mendidik orang


dewasa.

d.

Memiliki etos kerja dan tanggungjawab yang


dapat dijadikan panutan bagi para peserta program.

e.

Bersedia memenuhi proses penyelenggaraan


program secara penuh.

3. Kompetensi Tenaga Pendidik yang terlibat, ditunjukkan dengan


daftar riwayat hidup.
e. Rekruitmen Mitra Kerja
Proses rekruitmen untuk mitra kerja dilakukan dengan pola yaitu :
1. Sistem rekruitmen Mitra kerja
Dilakukan dengan konfirmasi terlebih dahulu pada mitra kerja terpilih
yang memenuhi kriteria yang dapat menunjang kegiatan Diklat.
Kesepakatan dan kesiapan yang ada selanjutnya dituangkan dalam
MOU antara kedua belah pihak dalam hal ini Pelaksana sebagai
Pihak Kesatu dan Mitra kerja sebagai Pihak Kedua. MOU akan
mengikat kedua belah pihak dalam kerjasama penyelenggaraan Diklat
sesuai dengan porsi tugas dan tanggungjawab masing-masing.
2. Jenis Mitra Kerja
Jenis kemitraan yang ditetapkan dalam rencana Program Diklat ini
yaitu :
a.

Tempat magang

b.

Nara Sumber Teknis dan Pemasaran

c.

Bimbingan Kelompok Wirausaha Bersama (KWUB)

Proposal
3. Untuk mitra kerja dalam pelaksanaan kegiatan ini telah melakukan
koordinasi dan kesepakatan yaitu PERUSAHAAN KUE TIARA SARI

2) Tahapan Pelaksanaan
a) Tahapan Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan pelatihan ini akan dilaksanakan di ruangan dengan
maksud memberikan wawasan pengetahuan dan keterampilan kepada
para peserta dengan metode ceramah, Diskusi/tanya jawab, simulasi
dan Resitasi.
1. Materi Pendidikan dan Pelatihan
Materi yang akan disampaikan dalam Pendidikan dan Pelatihan
Penumbuhan Wirausaha Baru bagi pemuda penganggur melalui
usaha Aneka Kue Multi Rasa :
1. Kebijakan dan Program Penanggulangan Penggangguran di Kota
Bandung.
2. Penumbuhan sikap kewirakoperasian
3. Penumbuhnan Sikap, Perilaku dan Karakter Wirausaha
4. Menggali Potensi diri dan Potensi Lingkungan
5. Mencari, Menilai dan Memanfaatkan Peluang usaha
6. Berpikir kreatif dan Inovatif dalam pengembangan usaha
7. Pengembangan usaha Melalui Perkuatan Kelompok Berbasis
partisipasi anggota.
8. Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kerjasama dan
Kemitraan Usaha.
9. Menggali sumber pendanaan dan Pengelolaan Keuangan usaha
10.Pengenalan Teknis Produksi Aneka Kue yang mencakup :
a. Teknis Produksi Roti
b. Teknis Produksi Kue Bibika
c. Teknik Kue Tart
11. Manajemen Pemasaran dan Pembentukan jaringan usaha
12. Success History
2. Instruktur (Pemateri)

10

Proposal
Instruktur yang akan menyampaikan

materi dan melakukan

Pendampingan dalam Pelatihan terdiri atas :


1. Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung
2. Yayasan Alhikam Nusantara
3. Koperasi Wirausaha Mandiri Kota Bandung
4. Pengusaha Kue (Perusahaan Tiara Sari) Kota Bandung
5. Pusat Pengembangan dan Inkubator Bisnis (PPIB) Universitas
Padjadjaran (Unpad) Bandung.
b) Tahapan Magang
Tahap kedua adalah melakukan magang pengelolaan usaha untuk
memperdalam dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan
yang telah diperoleh pada Tahap pertama. Magang dilakukan pada
perusahaan yang dianggap telah berhasil, pada perusahaan swasta,
atau langsung praktek dilapangan.
c) Tahap Pendampingan dan Pembentukan Wirausaha Baru
Tahap ini setiap peserta dan kelompok dilakukan pendampingan darii
instruktur. Hal ini dimaksudkan untuk membimbing peserta pelatihan,
sehingga yang diperoleh dari hasil tahap pertama dan tahap kedua
dapat diaplikasikan dengan benar sehingga dapat melaksanakan usaha
sendiri maupun usaha kelompok.
d) Pendidikan dan Pelatihan Lanjutan
Materi pada pendidikan dan pelatihan lanjutan diarahkan kepada
bagaimana peserta didik mampu untuk memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi pada saat mengelola usaha yang sedang
dilakukan. Pada pelatihan lanjutan ini lebih diarahkan kepada training
for workshop dimana para peserta didik mengemukakan berbagai
permasalahan yang ditemukan kemudian melalui sharing pendapat
dilakukan upaya-upaya pemecahan masalahnya.
3) Tahapan Monitoring dan Evaluasi
a) Monitoring dan evaluasi kemajuan per item materi pendidikan dan
pelatihan
b) Tingkat partisipasi peserta program dalam setiap tahapan kegiatan

11

Proposal
c) Tingkat perubahan pola pikir para pemuda dari mencari pekerjaan ke
arah membuka lapangan kenrja secara mandiri.
d) Tingkat

kemampuan

dan

keterampilan

para

pemuda

dalam

mengaplikasikan teknologi produksi kue.


e)

Tebentuknya lembaga/organisasi atau Kelompok Usaha bersama


aneka Kue dengan prinsip dari, oleh dan untuk para pemuda.

f) Para pemuda peserta program dapat membuka lapangan kerja sendiri.

12

Proposal

BAB V.
ORGANISASI PELAKSANA KEGIATAN

5.1 Profil Lembaga pelaksana

Nama Lembaga : Koperasi Wirausaha Sejahtera Mandiri


Alamat : Jln. Babakan Ciparay Gg. H. Zakaria No. 55
Kabupaten/Kota : Bandung
Telepon

: 022-6076503

Nama Pimpinan : Tatang, S.Sos


Alamat : Jln. Babakan Ciparay Gg. H. Zakaria No. 55
Status Lembaga

Tanggal Pengesahan

: 24 Februari 2001

No. Akta Perubahan : 25/BH/KDK-10.21/III/2001


Notaris :
Sejalan dengan gambaran Struktur Organisasi Koperasi Wirausaha Sejahtera Mandiri
Selanjutnya berdasarkan data yang ada maka pengurus Koperasi Wirausaha Sejahtera
Mandiri Sebagai berikut :
Dewan Pembina
Ketua
Badan Pengawas
Ketua
Anggota
Badan Pengurus
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Wakil Sekretaris
Bendahara

:
:

:
:
:
:
:

13

Proposal

5.2 Organisasi Pelaksana


Pelaksana Kegiatan adalah Koperasi Wirausaha Sejaktera Mandiri.
Adapun Organisasi pelaksana program Penumbuhan Wirausaha Baru bagi
pemuda penganggur melalui usaha Aneka kue ini sebagai berikut :

PEMBINA/PENGAR
AH
(Dinas Tenaga
Kerja Kota

PENANGGUN
G JAWAB
Program

PERUSAHAAN
MITRA
( Per. Tiara Sari
dan KSM)

KETUA
PELAKSANA

BENDAHARA

SEKRETARIS

INSTRKTUR

NARASUMBE
R

PENDAMPING

PESERTA PROGRAM

14

Proposal

5.3. Job Description


1. Pembina dan Pengarah, memiliki tugas untuk membina, memantau dan
mengarahkan pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai dengan rencana
dan alur yang telah ditetapkan. Serta memberikan masukan dan pandangan
terhadap

permasalahan

atau

kendala

yang

terjadi

selama

masa

pelaksanaan program.
2. Mitra Kerja, merupakan unsur diluar

Pelaksana

yang dilibatkan pada

proses penyelenggaraan, baik pra pelaksanaan, pelaksanaan maupun


pasca pelaksanaan.
3. Penanggungjawab Program bertugas sebagai penanggungjawab seluruh
proses pelaksanaan program, sejak dimulainya hingga akhir pelaksanaan
program.
4. Ketua Pelaksana, bertugas sebagai Pelaksana program sejak tahap pra
pelaksanaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Mengkoordinir seluruh
aspek

kegiatan,

menyangkut

pendidikan

dan

pelatihan,

Magang,

pendampingan, administrasi dan umum, sarana dan prasarana, pelaporan


dan evaluasi, Hubungan dengan mitra, serta kehumasan.
5. Sekretaris, bertugas memimpin kesekretariatan dalam rangka pelaksanaan
tata usaha kegiatan.
6. Bendahara, bertugas mengelola kegiatan pencatatan arus keuangan dalam
rangka pelaksanaan kegiatan.
7. Staf Ahli, bertugas menjalankan untuk membantu dalam materi pelatihan,
magang, pendampingan dan pengembangan usaha.
8. Narasumber, bertugas untuk memberikan arahan dan pembelajaran kepada
peserta program
9. Pendamping, bertugas untuk

mendampingi

peserta

program

dalam

melaksnakan usaha.

15

Proposal

5.4 Jadwal Kegiatan


Jadwal pelaksanaan kegiatan

yang direncanakan oleh

Pelaksana ,

mencakup tahapan persiapan, pelaksanaan, dan pasca program. Secara rinci


disajikan dalam tabel berikut. :
Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
No
I.
1.
2
3
II.
1.
2.
3.
III.
IV.
V.

5.1

Waktu Pelaksanaan Bulan Minggu


Ke
I
II
III
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Kegiatan
PERSIAPAN
Sosialisasi Program
Perekrutan Peserta, dan Pelatih
Penyelesaian Administrasi
PELAKSAANAN
Pelatihan
Magang
Bantuan Sarana Usaha
Pelaksanaan Usaha dan Pendampingan
MONITORING DAN EVALUASI
PENYUSUNAN LAPORAN
PEMBINAAN PASCA PROGRAM

Rencana Keberlajutan Program


Perencanaan

jangka

panjang

bahwa

usaha

Aneka

Kue

akan

diaplikasikan sebagai model pengembangan usaha ini diharapkan menjadi


lapangan kerja bagi generasi muda yang dapat menghidupi dirinya dan
keluarganya dan dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.
Rencana keberlanjutan program yang berhubungan dengan pengelolaan
program bahwa untuk kesinambungan program maka para pemuda dan
kelompok usaha Kue di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung secara
berkelanjutan dijadikan binaan dan Mitra usaha serta akan dimasukan menjadi
anggota Koperasi Wirausaha Sejahtera Mandiri.
Bagi pemerintah, perlu ditingkatkan pembinaan dan dapat dijadikan
model percontohan bagi daerah lain sehingga pembinaan terhadap para
pemuda ditindaklanjuti secara terus menerus, sehingga pengembangan usaha
kue terus ditingkatkan untuk menyerap tenaga kerja juga pendapatan para
pemuda.
Bagi perbankan dapat dilakukan sinergi program sehingga dapat
memberikan kredit khususnya untuk pengembangan usaha kue. Dengan

16

Proposal
meningkatknya produksi dan peluang pasar yang terbuka, maka para pemuda
diharapkan terus dapat mengaplikasikan teknologi produksi kue sebagai
sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Sebagai suatu program proses pembelajaran, kegiatan yang melibatkan
secara sinergis unsur para pemuda, masyarakat dan yayasan Alhikam
Nusantara diharapkan dapat menimbulkan dampak positif. Fungsi evaluasi ini
adalah untuk menjaga agar dampak positif dari pelaksanaan kegiatan ini dapat
terus dikembangkan dan dilestarikan serta meminimalkan dampak negatifnya.
Usaha-usaha tindak lanjut dalam bentuk pembinaan dan pemeliharaan
terhadap semua hasil kegiatan ini yang telah dicapai perlu dilakukan. Para
Pemuda dan Masyarakat setempat diharapkan dapat meneruskan dan
mengembangkan program yang telah dirintis dan dibina bersama,.

BAB VI.
RENCANA ANGGARAN BIAYA
Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan Penumbuhan
Wirausaha Baru bagi pemuda penganggur melalui usaha Aneka Kue

yaitu

sebesar Rp 50.000.000 ( Lima Puluh Juta Rupiah) dengan rincian biaya


sebagai berikut :

17

Proposal

No

Uraian Biaya

Satuan

Volume

Biaya (Rp)

Jumlah Biaaya
(Rp)

18

Proposal

I.
A
1
2
3
4
5
B
1
2
3
6
7
9
10
11

II
1
2
3
4
5
6
7
8
9

BIAYA MANAJEMEN DAN


PELATIHAN
HONOR TIDAK TETAP
Penanggung Jawaab (1 Org x 3
Bulan x 1 paket)
Pelaksana (2 Org x 3 bln x 1 paket)
Pendamping (1 org x 3 bln x 1
paket)
Uang Saku Peserta (20 Org x 6 hari
x 1 Paket)
Honor Pengajar (8 Jpl x 6 hari x 1
paket)
Jumlah 1
BIAYA ATK DAN AKOMODASI
Laporan, Surat menyurat, sertifika
dan Administrasi
Konsumsi Pelataiahn (makan) (25
org x 6 hari)
Konsumisi Snack (25 org x 6 hari)
ATK
Penggadan Modul Pelatihan
Bahan Praktekum
Publikasi dan Dokumentasi
Transportasi dan komunikasi
Jumlah2
Total biaya adm dan Pelatihan
BANTUAN SARANA USAHA
Timbangan Kue
Oven
Blender
Vacum Seller
Loyang
Dangdang
Kompor Gas
Gas
Baskom

Wadah Stainlees (Wadah


Puyuh Krisphy)
Panci
12 Cutil
13 Cutil Peniris
14 Plastik
15 Tepung Tergu
16 Telur
10
11

Jumlah II

Total Biaya (I + II)

OB
OB

3
6

OB

OH

120

JPL

48

300.000

900.000

250.000

1.500.000

500.000

1.500.000

25.000

3.000.000

100.000

4.800.000
11.700.000
-

paket

OH
OH
paket
Buku
Paket
Peket
Paket

150
150
1
25
1
1
1

buah
buah
buah
buah
buah
buah
buah
buah
buah

5
5
10
5
25
10
5
5
10

buah

10
10

buah
buah
kg
Kg
kg

10
10
8
100
40

500.000

500.000

20.000

3.000.000

8.000
1.000.000
30.000
1.000.000
500.000
350.000

1.200.000
1.000.000
750.000
1.000.000
500.000
350.000
8.300.000
20.000.000

150.000
2.250.000
350.000
1.250.000
60.000
50.000
250.000
75.000
50.000

750.000
11.250.000
3.500.000
6.250.000
1.500.000
500.000
1.250.000
375.000
500.000

75.000

750.000

40.000

400.000

12.500,00
25.000,00

125.000,00
250.000,00

25.000,00
16.000,00
20.000,00

200.000,00
1.600.000,00
800.000,00
30.000.000,00
50.000.000,00

19

Proposal

BAB VI
PENUTUP
Mengingat bahwa penanggulangan masalah pengangguran bukan hanya
tugas dari pemerntah, namun merupakan tugas seluruh elemen masyarakat.
Namun dalam pelaksanaan diperlukan adanya sinergi program yang saling
mendukung antara pemerintah dan masyarakat.
tersebut

Koperasi

Wirausaha

Sejahtera

Sehubungan dengan hal

Mandiri

berkeinginan

untuk

berpartisipasi lebih besar dalam membantu upaya mengatasi pengangguran


tersebut. Namun Koperasi Wirausaha Sejahtera Mandiri memiliki beberapa

20

Proposal
keterbatasan terutama keterbatasan dana, oleh karena itu kerjasama yang
sinergis antara Koperasi Wirausaha Sejahtera Mandiri dengan pemangku
kepentingan sangatlah diperlukan.
Mudah-Mudahan proposal ini menjadi bahan acuan untuk pelaksanaan
kegiatannya, Disamping itu diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi
semua pihak yang terkait sehingga terjadi sinergitas dalam upaya mengatasi
permasalahan pengangguran.

Demikian proposal ini kami ajukan, semoga

bermanfaat dan dapat berguna bagi semua pihak yang berkepentingan.


Bandung, 1 Maret 2015
Koperasi Wirausaha Sejahtera Mandiri
Ketua

Tatang, S.Sos

Lampiran 1.

DAFTAR CALON PESERTA DIDIK KEWIRAUSAHAAN ANEKA KUE


KELURAHAN SUKAHAJI KECAMATAN BABAKAN CIPARAY KOTA
BANDUNG
No

Nama Peserta
Nur Lela

Tempat.
Tgl /Lahir
Bandung.
15/05/80

Dewi Sri Dianti

Bandung.
18/05/73

Wida Yuliana

Bandung.

Alamat
Situgunting Rt. 008/01 Kel. Sukahaji
Kec.
Babakan
Ciparay
Kota
Bandung
Situgunting Barat Rt.002/008 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Bandung
Situgunting Barat Rt.002/008 Kel.

21

Proposal
14/11/75
Yuniarti Zamiah

Bandung.
22/06/73

Imas Rohayati

Bandung.
11/03/87

Anah

Tasikmalaya.
22/03/68

Siti Jubaidah

Bandung.
31/12/74

Lindaria Sitorus

Medan. 06/07/63

Neneng Sukaesih

Bandung.
10/10/82

Tuti Sumiati

Bandung.
05/11/74

Mimin

Bandung.
15/02/75

12

Sri Winarti

Bandung.
08/09/68

13

Ida Saadah

Bandung.

10

18/09/76
14

Ina Yulyani

Bandung.
03/01/75

15

Evi Rohmah

Bandung.
18/04/81

16

Rini Suhartini

Bandung.
21/11/64

17

Dewi Rosita

Bandung.
05/09/80

18

Neti Krismayanti

Bandung .
25/12/70

19

Iamnudin

Bandung.

Sukahaji Kec. Babakan Ciparay


Bandung
Jl. H. Zakaria
Rt.08/01 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Jl. H. Zakaria Rt.001/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Jl. H. Zakaria Rt.002/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Jl. H. Zakaria Rt.001/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Jl. H. Zakaria Rt.001/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Jl. H. Zakaria Rt.001/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Situgunting H. Zakaria Rt. 007/02
Kel. Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Bandung
Situgunting Barat Rt. 002/09 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Bandung
Situgunting Barat Rt. 002/08 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Bandung
Jl. H. Zakaria Rt.003/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Jl. H. Zakaria Rt.004/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Situgunting Barat Rt. 002/08 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Bandung
Gg. H. Zakaria Rt.005/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Situgunting Barat Rt. 004/08 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Bandung
Jl. H. Zakaria Rt.006/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung
Jl. H. Zakaria Rt.006/001 Kel.

22

Proposal
20/01/66
20

Dadang Darmawan

Bandung.

Sukahaji Kec. Babakan Ciparay


Kota Bandung
Jl. H. Zakaria Rw.007/001 Kel.
Sukahaji Kec. Babakan Ciparay
Kota Bandung

23