Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM REKAYASA BAHAN P2

POLIMER TERMOPLASTIK DAN TERMOSET

Disusun Oleh :
ADDINUL HAKIM

NRP. 2412 100 125

Asisten :
SANIF SYAFRANI

NRP. 2412 100 053

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK FISIKA


JURUSAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMB ER
SURABAYA
2015

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM


REKAYASA BAHAN P2
POLIMER TERMOPLASTIK DAN TERMOSET
POLYMER TERMOPLASTIC AND TERMOSET
Disusun oleh :
Kelompok 4
Addinul Hakim

NRP. 2412100125

Asisten :
Sanif Syafrani

NRP. 2412100053

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK FISIKA


JURUSAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2015

iv

ABSTRAK

Polimer merupakan salah satu jenis material yang banyak


digunakan dalam kehidupan manusia karena sifatnya yang ringan,
elastis dan murah. Proses pembentukan polimer disebut
polimerisasi. Berdasarkan ketahanannya terhadap panas, polimer
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu termoplastik, thermoset, dan
elastomer. Praktikum kali ini adalah membuktikan polimer yang
tahan terhadap panas, yaitu dengan cara memasukkan 2 jenis
polimer ke dalam kuali sampai pada suhu tertentu. Dari
percobaan yang telah dilakukan, terbukti bahwa termoplastik (lem
tembak) tidak tahan terhadap panas (meleleh), sedangkan
thermoset (sampel A,B,C) tahan terhadap panas. Nilai deviasi
standar menunjukkan semakin banyak tetesnya, semakin besar
deviasi pengukurannya. Nilai Error menunjukkan polimer 2 tetes
memiliki error terbesar. Nilai range menunjukkan tetes 3 dan 4
lah yang memiliki range pengukuran terbesar.

Kata kunci : polimer, termoplastik, termoset

ABSTRACT

Polymer is one kind of material that is widely used in human


life because it is lightweight, elastic and cheap. Polymer formation
process called polymerization. Based on their resistance to heat, the
polymer is divided into three parts, namely thermoplastics, thermosets
and elastomers. This practicum is proving polymer is resistant to heat,
ie by inserting two types of polymer into the cauldron until at a certain
temperature. From the experiments that have been conducted, proved
that the thermoplastic (glue stick ) is not resistant to heat (melting),
while thermosets (Sample A,B,C) resistant to heat. Standard deviation
value indicates the more droplets, the greater the deviation
measurement. Error value indicates polymer 2 drops having the largest
error. Value range showed drops of 3 and 4 who have the largest
measurement range.

Key words: polymer, thermoplastic, thermoset

viii

KATA PENGANTAR
Pertama-tama penulis panjatkan puji syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmatnya penulis mampu
menyelesaikan Laporan Resmi Rekayasa Bahan ini dengan
sebaik-baiknya. Tidak lupa juga kepada orang tua dan teman
teman penulis yang selalu memberika support kepada penulis.
Dalam Laporan ini penulis membahas tentang Polymer
Termoplastik dan Termoset.penulis berharap laporan yangdibuat
ini nantinya dapat bermanfaat bagi seluruh pembacanya, sehingga
dapat menambah pengetahuan dan wawasan para pembacanya.
Tidak lupa juga penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantudalam menyusun
Laporan ini, khususnya kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada asisten praktikum rekayasa bahan.
Penulis mengetahui masih banyak kesalahan dalam
penyusunan laporan ini. Oleh karena itu kritik dan saran sangat
penulis butuhkan sebagai bahan perbaikan dalam penyusunan
laporan yang akan datang.

Surabaya, November 2015

Penulis

ix

DAFTAR ISI
Halaman Judul................................................................... i
Abstrak ............................................................................. iii
Abstract............................................................................ v
Kata Pengantar ................................................................. vi
Daftar Isi .......................................................................... vii
Daftar Gambar .................................................................. ix
Daftar Tabel...................................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN ................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................ 1
1.2 Batasan Masalah.......................................................... 1
1.3 Tujuan ........................................................................ 1
BAB II DASAR TEORI.................................................... 3
2.1 Polimer ........................................................................ 3
2.2 Struktur Polimer ........................................................... 4
2.3 Jenis Polimer Berdasarkan Sifat Termalnya ................... 6
2.4Perilaku dan Sifat Polimer.............................................. 7
BAB III METODOLOGI .................................................. 9
3.1 Alat dan Bahan ............................................................ 9
3.2 Prosedur Percobaan ..................................................... 9
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .......... 11
4.1 Analisis Data ............................................................... 11
4.2 Pembahasan ................................................................ 12
BAB V PENUTUP ........................................................... 13
5.1 Kesimpulan .................................................................. 13
5.2 Saran........................................................................... 13
Daftar Pustaka .................................................................. 15
Lampiran

DAFTAR GAMBAR
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar

2.1Polimer ............................................................. 4
2.2Struktur Polimer Linear ...................................... 5
2.3Struktur Polimer Bercabang................................ 5
2.4Struktur Polimer Berkait ..................................... 5
2.5Struktur Polimer Berjejaring................................ 6
4.1Grafik Waktu Temperatur Polimer B................... 12

xi

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1Perbedaan Sifat Polimer Termoplastik dan Termoset7
Tabel 4.1Hasil Pengukuran Temperatur Polimer B ................ .11
Tabel 4.2 Nilai standar deviasi, eror dan range ..........................11

xii

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

xiii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang,
terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang
disebut monomer.Polimer didefinisikan sebagai substansi yang
terdiri dari molekul-molekul yang menyertakan rangkaian satu
atau lebih dari satu unit monomer.Manusia sudah berabadabad menggunakan polimer dalam bentuk minyak, aspal,
damar, dan permen karet. Dalam dunia industri produk
polimer yang sering dipakai adalah karet, contohnya saja
seperti ban sepeda motor atau mobil. Sekarang ini utamanya
ada enam komoditas polimer yang banyak digunakan, mereka
adalah polyethylene, polypropylene, polyvinyl chloride,
polyethylene terephthalate, polystyrene, dan polycarbonate.
Untuk itu sebagai mahasiswa Teknik Fisika perlu mengetahui
lebih dalam tentang polimer.
1.2 Batasan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum rekayasa bahan tentang
Keramik adalah :
a. Apa bahan polimer?
b. Bagaimana sifat-sifat polimer termoplastik dan
termoset?
c. Bagaimana cara membedakan polimer termoplastik
dan termoset?
1.3 Tujuan
Tujuan dari praktikum rekayasa bahan tentang Polimer
Termoplastik dan Termoset adalah sebagai berikut :
a. Mahasiswa mengenal bahan polimer.
b. Mahasiswa
mengetahui
sifat-sifat
polimer
termoplastik dan termoset.

2
c. Mahasiswa
mampu
membedakan
termoplastik dan termoset.

polimer

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Polimer
Polimer merupakan jenis bahan baru yang saat ini banyak
digunakan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan
dengan bahan jenis lainnya. Polimer merupakan istilah dari
bahasa yunani poly (banyak) dan meros (bagian, unit)[1]. Jadi
polimer berarti bagian yang berulang-ulang, yakni molekul yang
terdiri dari unit-unit yang sama berulang-ulang. Polietilen adalah
molekul etilen dalam jumlah banyak bersambung berulang hingga
mencapai ratusan ribu kali.
Secara umum, karakteristik dari polimer adalah sebagai
berikut:
Densitas atau kerapatan yang rendah jika dibandingkan
dengan logam dan keramik.
Rasio kekuatan terhadap berat (strength to weight) yang
baik.
Tahan korosi.
Konduktivitas listrik dan panas yang rendah.
Semakin panjang rantai polimer, maka kekuatan dan titik
leleh senyawanya semakin tinggi.
Semakin besar gaya antarmolekul pada rantai polimernya,
maka senyawa polimer akan semakin kuat dan semakin
sulit leleh.
Rantai polimer yang memiliki cabang yang banyak akan
memilki daya regang yang rendah yang disertai dengan
mudahnya meleleh.

Gambar 2.1Polimer
(sumber : http://catalog.flatworldknowledge.com/)

Secara umum polimer juga memiliki keterbatasan sebagai


material teknik, antara lain :
Kekuatan yang relatif lebih rendah daripada logam dan
keramik.
Kekakuan yang rendah.
Temperatur penggunaan terbatasi hanya beberapa ratus
derajat Celcius.
Perilaku viskoelastis.
Beberapa jenis polimer mengalami degradasi ketika
terkena cahaya matahari dan radiasi lainnya.
2.2 Jenis Polimer Berdasarkan Sifat Termalnya
Berdasarkan kriteria material rekayasa, polimer
dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori:
a. Termoplastik
Berupa material padatan pada temperatur ruang tetapi
berubah menjadi cairan kental ketika dipanaskan pada
temperatur beberapa ratus derajat saja.
Karakteristik ini menyebabkan termoplastik mudah dan
ekonomis difabrikasi menjadi beragam bentuk.

Dapat diberikan siklus pemanasan-pendinginan berulang


kali tanpa degradasi berarti.
Contoh: Polyethylene (PE), polyvinylchloride (PVC),
polypropylene (PP), polystyrene (PS), dan nylon.

b. Termoset
Tidak dapat menerima siklus pemanasan-pendinginan
seperti termoplastik:
Ketika dipanaskan pada tahap awal, termoset
melunak dan mampu mengalir di dalam cetakan.
Tapi pada temperatur yang tinggi, terjadi reaksi
kimia yang mengeraskan material sehingga
akhirnya menjadi padatan yang tidak mampu
lebur kembali (infusible solid).
Jika dipanaskan ulang, tidak mampu melunak
kembali
melainkan
akan
terdegradasi
menghasilkan arang.
Contoh: phenolics, epoxies, dan beberapa jenis
polyesters.
c. Elastomer
Material yang mampu memanjang secara elastis
ketika dikenakan tegangan mekanis yang relatif
rendah.
Lebih umum dikenal sebagai karet (rubber).
Beberapa elastomer dapat diregangkan hingga 10 kali
lipat dan masih mampu kembali sempurna ke ukuran
asal.
Meskipun perilakunya cukup berbeda dengan
termoset, namun elastomer memiliki struktur yang
lebih mirip dengan termoset, dibandingkan dengan
termoplastik.
Contoh : vulcanized natural rubber dan Silicone
rubber.

6
Tabel 2.1 Perbedaan Sifat Polimer Termoplastik dan
Termoset
Termoplastik
Termoset
Mudah diregangkan
Keras dan rigid
Fleksibel
Tidak fleksibel
Melunak jika dipanaskan
Mengeras jika dipanaskan
Titik leleh rendah
Tidak meleleh jika
dipanaskan
Dapat dibentuk ulang
Tidak dapat dibentuk ulang

2.3 Perilaku dan Sifat Polimer


Adapun perilaku dan sifat polimer antara lain adalah :
a. Sifat Mekanik
Kekuatan Tarik.
Ketahanan terhadap tekanan.
Ketahanan terhadap lekukan atau bending.
Ketahanan terhadap tegangan yang datang secara
tiba-tiba.
b. Sifat Termal
Pada polimer, khususnya plastik, definisi temperatur
tinggi adalahsuhu diatas 135o C. Pada temperatur tinggi,
polimer tidak hanya melunak, tetapi juga dapat
mengalami degradasi termal. Sebuah plastik yang
mengalami pelunakan pada temperatur tinggi tetapi mulai
mengalami degradasi termal pada suhu yang jauh lebih
rendah hanya dapat digunakan pada suhu di bawah suhu
dia mulai mengalami degradasi. Menentukan temperatur
aplikasi membutuhkan pengetahuan mengenai perilaku
degradasi termal dari polimer tersebut.

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

8
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan Percobaan
3.1.1 Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut :
a. Kompor listrik
b. Termometer digital
c. Wadah untuk mencampur
d. Pengaduk
e. Cetakan
f. Panci
3.1.2 Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut :
a. Sampel A (Resin + 2 tetes hardener)
b. Sampel B (Resin + 3 tetes hardener)
c. Sampel C (Resin + 4 tetes hardener)
d. Lem tembak
3.2Prosedur Percobaan
3.2.1 Pembuatan Sampel
Langkah-langkah pembuatan keramik ini adalah sebagai
berikut:
a. Peralatan dan bahan disiapkan.
b. Sampel dibuat 3 macam dengan variasi 3 jumlah hardener
yang berbeda. Diaduk rata, kemudian dimasukkan ke
dalam cetakan yang telah disediakan. Tunggu hingga
kering dan dilepas dari cetakan.
c. Bola dijatuhkan 30 cm diatas permukaan sampel A,B,
dan C. Kemudian tinggi pantulan diukur dan dilakukan
sebanyak 5 kali percobaan.
d. Hasil pantulan dicatat dan dimasukkan ke dalam tabel.
e. Perhitungan statistik pada data dilakukan (rata-rata,
standar deviasi, range dan error).

9
f.

Kemudian dianalisa pada hasil pengukuran yang


diperoleh manakah yang termasuk termoset dan
termoplastik berdasarkan tinggi pantulan.
g. Kemudian lem tembak dan ketiga buah sampel
dimasukkan ke dalam panci.
h. Panci diletakkan diatas kompor listrik dan dinyalakan
dengan suhu 300 o celcius.
i. Kenaikan suhu sampel dan lem tembak diamati dan
dicatat jika terjadi perubahan fisisnya
j. Pengamatan dilanjutkan sampai terjadi perubahan seperti
meleleh atau gosong dan dicatat suhunya.

10

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Data
Sampel yang telah dibuat dan dibiarkan menjadi keras
tersebut dilakukan uji pantul dengan menggunakan bola pingpong
dari ketinggian 30 cm. Kemudian setelah dilakukan uji pantul,
ketiga sampel bersama lem tembak dipanaskan dan setiap terjadi
perubahan diamati dan dicatat temperatur dan kondisi dari
polimer. Berikut tabel hasil uji pantul pada sampel:
Tabel 4.1 Hasil Uji Pantul sampel dengan bola

Sampel
2 tetes
3 tetes
4 tetes

1
3
4
9

Tinggi pantulan (cm) pada


percobaan
2
3
4
5
7
4
4
7
6
5
9
6
5
6
10
6

Ratarata(cm)
5
6
7.2

Tabel 4.2 Nilai standar deviasi, eror dan range

Sampel

2 tetes
3 tetes
4 tetes

2,764
2,059
1,939

error

range
4
5
5

Rumus untuk mencari standar deviasi :


=

( )

Maka untuk standar deviasi pada sampel C adalah :


=

( )

13

(, ) + (, ) + (, ) + (, ) + (, )
=

= ,

Untuk standar deviasi pada sampel B adalah :


=

( )

(, ) + (, ) + (, ) + (, ) + (, )
=

= ,

Untuk stadar deviasi pada sampel A adalah :


( )

(, ) + (, ) + (, ) + (, ) + (, )
=

= ,
Rumus untuk mencari range adalah :
=
Maka untuk range pada data sampel C adalah :
= 10 5 = 5
Untuk range pada data sampel B adalah :
= 9 4 = 5

15
Untuk range pada data sampel A adalah :
= 7 3 = 4
Rumus untuk mencari nilai eror adalah :

= +1

Tabel Error! No text of specified style in document.-1 Hasil Uji Panas

Suhu
(o C)

Sampel A

Sampel B

Sampel C

100

Mulai
meleleh

130

Meleleh

150

Meleleh

160

Meleleh

170

Meleleh
seluruhnya

180

Warna
menguning

Bentuk
mulai
mengerut

Berasap/
menguap
dan
menghitam
di bagian
tepi

240

Bentuk
mulai
mengerut

275

Mulai
lunak

Bentuk
mulai
mengerut

Lem
tembak

Semakin
sedikit dan

menghitam
Menjadi
gosong
dibagian
tengah
panci

Permukaa
n
melengku
ng

290

300

Muncul
busa putih
di tepi

Muncul
busa putih
di tepi

Muncul
busa putih
di tepi
(lebih
banyak)

330

Warna
gelap

Warna
masih
terang

Warna
agak
gelap

Menjadi
semakin
hitam

4.2 Pembahasan
Dari hasil percobaan yang dilakukan, sampel A,B,C
termasuk ke dalam termoset dan lem tembak termasuk ke dalam
polimer termoplastik. Pada polimer yang memiliki sifat
termoplastik seperti lem tembak akan cepat meleleh pada suhu
tinggi dalam waktu yang cukup singkat. Tetapi pada sampel
A,B,C akan sangat lama untuk dilelehkan. Dan lem tembak akan
menjadi gosong ketika dipanaskan pada suhu tinggi. Nilai deviasi
standar menunjukkan semakin banyak tetesnya, semakin turun
nilai deviasi pengukurannya. Sementara itu pada nilai range
menunjukkan tetes 3 dan 4 lah yang memiliki range pengukuran
terbesar.

17

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari percobaann ini
adalah sebagai berikut:
1. Polimer terbagi menjadi termoplastik, termoset, dan
elastomer
2. Termoplastik merupakan polimer yang fleksibel dan
mudah diregangkan sementara termoset mempunyai sifat
sebaliknya yakni keras dan tidak fleksibel
3. Termoplastik mempunyai ciri-ciri mudah meleleh dan
cepat gosong. Sementara termoset tidak mudah meleleh.
5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk perbaikan praktikum
selanjutnya yakni perlunya sampel polimer elastomer menjadi
objek praktikum untuk menambah wawasan keilmuan bahan
mahasiswa Teknik Fisika.

19

Halaman ini sengaja dikosongkan

DAFTAR PUSTAKA
[1]

Asisten Laboratorium Rekayasa Bahan, Modul Praktikum


Bahan, Polimer Termoplastik dan Termoset. 2015
[2]
Parisian,
Aristo.2015.PERCOBAAN
POLIMER
TERMOPLASTIK DAN TERMOSET.Jurusan Teknik Fisika,
Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember : Surabaya

15