Anda di halaman 1dari 2

PATOFIOLOGI :

Sistem saraf otonom mengontrol aliran darah ke mukosa hidung dan sekresi dari kelenjar.
Diameter resistensi pembuluh darah di hidung diatur oleh sistem saraf simpatis sedangkan
parasimpatis mengontrol sekresi kelenjar. Pada rinitis vasomotor terjadi disfungsi sistem saraf
otonom yang menimbulkan peningkatan kerja parasimpatis yang disertai penurunan kerja saraf
simpatis. Baik sistem simpatis yang hipoaktif maupun sistem parasimpatis yang hiperaktif,
keduanya dapat menimbulkan dilatasi arteriola dan kapiler disertai peningkatan permeabilitas
kapiler, yang akhirnya akan menyebabkan transudasi cairan, edema dan kongesti.5,13,16,17
Peningkatan peptide vasoaktif dari sel - sel seperti sel mast. Termasuk diantara peptide ini
adalah histamin, leukotrin, prostaglandin, polipeptide intestinal vasoaktif dan kinin. Elemenelemen ini tidak hanya mengontrol diameter pembuluh darah yang menyebabkan kongesti, tetapi
juga meningkatkan efek asetilkolin dari sistem saraf parasimpatis terhadap sekresi hidung, yang
menyebabkan rinore. Pelepasan peptide-peptide ini tidak diperantarai oleh Ig-E (non-Ig E
mediated) seperti pada rinitis alergi.17
Adanya reseptor zat iritan yang berlebihan juga berperan pada rinitis vasomotor. Banyak
kasus yang dihubungkan dengan zat-zat atau kondisi yang spesifik. Beberapa diantaranya adalah
perubahan temperatur atau tekanan udara, perfume, asap rokok, polusi udara dan stress
( emosional atau fisikal ).17
MANISFESTASI KLINIS :
Gejala klinis Rhinitis Vasomotor sulit sekali dibedakan dengan Rhinitis Alergikan namun
adapun gejala klinis yang sering dijumpai dari Rhinitis Vasomotor adalah : 2,18
1.

Hidung tersumbat : diakibatkan adanya paparan terhadap suatu iritan seperti obat obat
vasokontriktor topical yang digunakan berlebihan dapat memicu ketidak seimbangan sistem saraf
otonom dalam mengontrol pembuluh darah pada hidung yang mengakibatkan vasodilatasi dan
edema pembuluh darah mukosa hidung yang menyebabkan hidung tersumbat.

2. Rinore : disebabkan karena paparan terhadap suatu iritan seperti obat obat vasokontriktor topical
yang digunakan berlebihan dapat memicu ketidak seimbangan sistem saraf otonom dalam
mengontrol kelenjar pada mukosa hidung yang mengakibatkan Rinore.
DIAGNOSIS :

Gambaran pemeriksaan Rhinitis Vasomotor adalah : 7, 11


1. Riwayat penyakit
- Tidak berhubungan dengan musim
- Riwayat keluarga ( - )
- Riwayat alergi sewaktu anak-anak ( - )
- Timbul sesudah dewasa
- Keluhan gatal dan bersin ( - )
2. Pemeriksaan THT
- Struktur abnormal ( - )
- Tanda tanda infeksi ( - )
- Pembengkakan pada mukosa ( + )
- Hipertrofi konka inferior sering dijumpai
3. Radiologi
X Ray / CT
- Tidak dijumpai bukti kuat keterlibatan sinus
- Umumnya dijumpai penebalan mukosa
4. Bakteriologi
- Rinitis bakterial ( - )
5. Test alergi
a. Ig E total : didapatkan hasil Normal
b. Prick Test : didapatkan hasil Negatif atau positif lemah
c. RAST : diapatkan hasil Negatif atau positif lemah