Anda di halaman 1dari 3

Analisis alat dan bahan

Alat yang digunakan dalam percobaan modul 11 (Karbohidrat) ialah


tabung reaksi, rak tabung reaksi, pipet tetes, plat tetes, pembakar
Bunsen, termometer dan gelas beker. Penggunaan tabung reaksi
karena sebagai wadah untuk menampung larutan dalam skala kecil
dan terbuat dari kaca borosilikat sehingga tahan panas. Penggunaan
rak tabung reaksi sebagai tempat Menyimpan tabung reaksi,
Mengeringkan tabung reaksi dan mempermudah dalam
membedakan larutan. Pipet tetes digunakan untuk membantu
memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain
dalam jumlah yang sangat kecil yaitu setetes demi tetes. Plat tetes
digunakan sebagai tempat mereaksikan zat-zat dalam jumlah kecil,
praktikan dapat dengan mudah melihat perubahan warna yang
terjadi karena kecengkungan dari plat tetes. Pembakar Bunsen
digunakan sebagai pembakar dari gas, digunakan karena nyala api
yang ada selalu konstan, tidak dapat padam oleh faktor udara.
Termometer digunakan untuk mengukur suhu. Gelas beker untuk
mengukur volume larutan, Sebagai wadah untuk menyimpan
larutan dan Sebagai wadah dalam proses pemanasan.

Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini ialah reagen


fehling, NaOH 3M, 2% glukosa, 2 % fruktosa, 2% sukrosa, 2%
laktosa, 2% amilum, asam sulfat, 0.01M iodine, , air liur (enzim).
Reagen Fehling Berfungsi sebagai oksidator lemah yang merupakan
pereaksi khusus untuk mengenali aldehid. Jenis karbohidrat yang
digunakan ada 5. Digunakan 5 sampel karbohidrat karena praktikan
dapat mengamati perbedaan karakteristik yang berbeda-beda pada
percobaan 1. Asam kuat digunakan sebagai katalis karena
merupakan agen pengoksidasi yang kuat. NaOH digunakan pada
percobaan IV.2.1 untuk dibandingkan dengan katalis asam. NaOH
digunakan sebagai pebanding karena sifatnya merupakan basa kuat
dan NaOH juga merupakan penetral larutan pada percobaan IV.2.1.
Iodin digunakan sebagai indicator adanya amilum dalam suatu
larutan. Alasan lain penggunaan iodine ialah merupakan salah satu
anggota halogen yang berupa padatan pada temperatur kamar
hingga untuk keperluan percobaan mudah ditangani. Enzim (air liur)
digunakan sebagai katalis pada percobaan, air liur menyekresi
amilase, enzim yang memecah karbohidrat menjadi maltosa.

Analisis Percobaan
Percobaan modul 11 yang dilakukan praktikan ialah Karbohidrat.
Terdapat 4 percobaan dalam modul ini, percobaan pertama ialah
mengidentifikasi karbohidrat mana yang merupakan pereduksi dan
non pereduksi. Gula reduksi adalah semua gula yang memiliki
kemampuan untuk mereduksi dikarenakan adanya gugus aldehid

atau keton bebas.Pereaksi Terdapat 5 tabung reaksi yang berisi


masing-masing fruktosa, gluktosa yang merupakan monosakarida,
sukrosa, laktosa yang merupakan disakarida dan amilum yang
merupakan polisakarida. Kelima tabung reaksi tersebut diteteskan
larutan Fehling 2ml, masing-masing 20 tetes dari fehling a dan
fehling b. Pereaksi fehling ini hanya dapat direduksi oleh
karbohidrat yang memiliki sifat mereduksi. fehling terdiri dari dua
larutan yaitu Fehling A dan Fehling B. jika aldehida dioksidasi
dengan fehling, Aldehida teroksidasi menjadi asam asetat, ion Cu2+
tereduksi menjadu Cu+ dan menghasilkan endapan merah bata.
Setelah itu kelima tabung reaksi dipanaskan selama 5 menit,
alasannya ialah agar aldehid dapat berikatan dengan OH- sehingga
menjadi asam karboksilat dan terdapat produk endapan merah
bata. Reaksinya

blabla

pada percobaan kedua, yaitu hidrolisis sukrosa dengan menguji


katalis asam (h2so4) dan basa(naoh). Setelah menempatkan
sukrosa dan masing22 katalis sedemikian rupa, larutan di panaskan
5 menit agar reaksi dapat berjalan cepat, yaitu agar disakarida
dapat tereduksi. Setelah dipanaskan, larutan tabung 1 diberi NaOH
(basa kuat) agar netral karena asam kuat dan basa kuat akan
menghasilkan pH 7. Selanjutnya larutan diberi fehling a dan b untuk
membuktikan bahwa hidrolisis terjadi.

Pada percobaan ketiga yaitu hidrolisis amilum, menguji katalis


enzim (air liur )dan katalis asam (h2so4). Setelah menempatkan
amilum dan masing2 katalis sedemikian rupa, larutan dipanaskan
selama 30menit 45derajat agar enzim tidak ter denaturasi oleh suhu
yang terlalu tinggi. Selanjutnya mengambil sample dan diberi iodine
sebagai indicator untuk membuktikan adanya polisakarida dan
mengidentifikasi katalis mana yang lebih cepat bereaksi.

Pada percobaan keempat yatu mengetahui waktu yang diperlukan


amilum untuk terhidrolisis dengan katalis asa. Setelah
menempatkan amilum dan katalis sedemikian rupa, larutan
dipanaskan agar amilum dapat tereduksi dengan mudh. Selama
proses pemanasan, selama interval 5 menit larutan diuji dengan
iodine diplat tetes. waktu digunkan 5 menit karena ideal, yaitu di
satu sisi agar lebihpresisi dan akurat, dan di sisi lain tidak terlalu
cepat karena proses pengambilan tabung reaksi danpenetasan
iodine cukup memakan waktu. Digunakan iodine untuk menguji

adanya polisakarida jika warna sudah berubah, maka larutan telah


terhidrolisis.

Analisis hasil

Anda mungkin juga menyukai