Anda di halaman 1dari 10

PENAMBANGAN

BATUBARA
KELOMPOK 6
BENY JACKSON
11.2014.1.00456
YANCE SANI 11.2014.1.00468
SASTRA DIHARLAN 11.2014.1.00479
YERI DIKA 11.2014.1.00481
M. FAISAL 11.2014.1.00485
ARRINA KHANIFA 11.2014.1.00495

PERENCANAAN PENAMBANGAN

a.

Perencanaan awal dan desain proyek


Pada tahap awal, perusahaan harus menentukan lokasi, ukuran dan luas
cadangan, serta menaksir nilai endapan batubara tersebut, keuntungan
secara ekonomis, transportasi, dan pengaruh penambangan terhadap
masyarakat. Sebelum mempersiapkan tempat, merencanakan, dan
membuat spesifikasi untuk pengembangan tambang, dibuat terlebih
dahulu konsep atau rancangannya. Hal ini menunjukkan usulan tata
letak tambang yang meliputi pembangunan tempat penggerusan
batubara, lokasi bengkel dan stockpile, fasilitas pembuangan, jalan,
dan sistem transportasi lainnya.
b. Pemilihan cara penambangan yang cocok
Batubara dapat ditambang baik secara terbuka maupun bawah tanah.
Faktor yang sangat penting untuk memilih cara penambangan ialah
faktor geologi dari endapan batubara dan lokasi geografisnya. Lapisan
batubara yang dekat dengan permukaan ditambang secara terbuka.
Faktor lainnya yang harus diperhatikan ialah potensi pencemaran dan
dampak estetikanya, biaya pengekstraksian, serta reklamasi.

c.

Pencapaian potensi dampak terhadap lingkungan


Menurut Peraturan Pemerintah, suatu perusahaan tambang
bertanggung jawab membuat Analisis Dampak Lingkungan
(AMDAL) bila akan membuka proyek penambangan yang baru.
Isi dari AMDAL antara lain menjelaskan pengembangan
penambangan, garis besar keadaan lingkungan dari tanah yang
akan digunakan, kemungkinan permasalahan lingkungan yang
akan timbul, dan cara pencegahan yang akan digunakan.
d. Konstruksi serta instalasi peralatan dan jasa
Setelah semua perizinan diperoleh, perusahaan tambang
batubara dapat mulai mempersiapkan tempat dan instalasi
untuk seluruh fasilitas penambangan dan jasa, tergantung
pada metode penambangan yang akan dipakai. Meliputi
pembabatan dan pembuangan semak belukar, pembangunan
fasilitas kantor dan camp, pembangunan jalan untuk angkutan
yang keluar masuk camp, pembangunan belt conveyor,
pembangunan tempat penggerusan batubara, saluran air,
tempat penumpukan batubara, dan sebagainya.

PENAMBANGAN TERBUKA
Pada prinsipnya ada dua cara penambangan terbuka, yakni :
1. Penambangan pengupasan (strip mining) yang digunakan untuk
menambang lapisan batubara tunggal, letaknya horizontal dan
kedalamannya mencapai 80 meter;
2. Penambangan sumur terbuka (open pit mining) yang digunakan untuk
menambang endapan yang terdiri dari beberapa lapisan batubara.
Dapat ditambang dengan kedalaman lebih dari 80 meter.
Kegiatan-kegiatan dalam Tambang Batubaraterbuka adalah sebagai
berikut :
a. Persiapan daerah penambangan
b. Pengupasan dan penimbunan tanah humus
c. Pengupasan tanah penutup
d. Pemuatan dan pembuangan tanah penutup (misalnya dengan shovel
dan truk, BWE, dan dragline)
e. Penggalian batubara
f. Pemuatan dan pengangkutan batubara
g. Penirisan tambang
h. Reklamasi

1.Persiapan
Kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan dalam tahap penambangan. Kegiatan ini bertujuan
mendukung kelancaran kegiatan penambangan. Pada tahap ini akan dibangun jalan
tambang(acces road), stockpile, dll.

2.Pembersihan lahan (land clearing)


Kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan daerah yang akan ditambang mulai dari semak
belukar hingga pepohonan yang berukuran besar. Alat yang biasa digunakan adalahbuldozer
ripperdan dengan menggunakan bantuan mesin potongchainsawuntuk menebang pohon dengan
diameter lebih besar dari 30 cm.
3.Pengupasan Tanah Pucuk (top soil)
Maksud pemindahan tanah pucuk adalah untuk menyelamatkan tanah tersebut agar tidak rusak
sehingga masih mempunyai unsur tanah yang masih asli, sehingga tanah pucuk ini dapat
diguanakan dan ditanami kembali untuk kegiatan reklamasi.
Tanah pucuk yang dikupas tersebut akan dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara atau
langsung di pindahkan ke timbunan. Hal tersebut bergantung pada perencanaan dari perusahaan.
4.Pengupasan Tanah Penutup(strippingoverburden)
Bila material tanah penutup merupakan material lunak(soft rock)maka tanah penutup tersebut
akan dilakukan penggalian bebas. Namun bila materialnya merupakan material kuat, maka
terlebih dahulu dilakukan pembongkaran dengan peledakan (blasting) kemudian dilakukan
kegiatan penggalian. Peledakan yang akan dilakukan perlu dirancang sedemikian rupa hingga
sesuai dengan produksi yang diinginkan.

5.Penimbunan Tanah Penutup(overburden removal)


Tanah penutup dapat ditimbun dengan dua cara yaitubackfillingdan penimbunan
langsung. Tanah penutup yang akan dijadikan materialbackfillingbiasanya akan
ditimbun ke penimbunan sementara pada saat tambang baru dibuka.

6.Penambangan Batubara (coal getting)


Untuk melakukan penambangan batubara (coal getting) itu sendiri, terlebih dahulu
dilakukan kegiatancoal cleaning. Maksud dari kegiatancoal cleaningini adalah untuk
membersihkan pengotor yang berasal dari permukaan batubara (face batubara) yang
berupa material sisa tanah penutup yang masih tertinggal sedikit, serta pengotor lain
yang berupa agen pengendapan (air permukaan, air hujan, longsoran). Selanjutnya
dilakukan kegiatancoal gettinghingga pemuatan ke alat angkutnya.Untuk lapisan
batubara yang keras, maka terlebih dahulu dilakukan penggaruan.
*7.Pengangkutan Batubara ke (coal hauling)
*
*Setelah dilakukan kegiatancoal getting, kegiatan lanjutan adalah pengangkutan
batubara (coal hauling) dari lokasi tambang (pit) menujustockpileatau langsung ke
unit pengolahan.
*
*8.Pengupasanparting (parting removal)
*Parting batubara yang memisahkan dua lapisan atau lebih batubara peerlu
dipindahkan agar tidak mengganggu dalam penambangan batubara.
*

* 9.Backfilling(dari tempat penyimpanan sementara)


* Tanah penutup maupun tanah pucuk yang sebelumnya disimpan di tempat

penyimpanan sementara akan diangkut kembali ke daerah yang telah


tertambang(mined out).Kegiatn ini dimaksudkan agar pit bekas tambang tidak
meninggalkan lubang yang besar dan digunakan untuk rehabilitasi lahan pasca
tambang.
*
* 10.Perataan dan Rehabilitasi Tanah (spreading)
*
* Terdiri dari pekerjaan penimbunan, perataan, pembentukan, dan penebaran tanah
pucuk diatasdisposal overburdenyang telah dibackfilling, agar daerah bekas
tambang dapat ditanami kembali untuk pemulihan lingkungan hidup (reclamation).
*
* 11.Penghijauan (reclamation)
*
* Merupakan proses untuk penanaman kembali lahan bekas tambang, dengan tanaman
yang sesuai atau hampir sama seperti pada saat tambang belum dibuka.
*
* 12.Kontrol(monitoring)
* Kegiatan ini ditujukan untuk pemantauan terhadap aplikasi rencana awal
penambangan. kontrol akan dilakukan terhadap lereng tambang, timbunan, ataupun
lingkungan, baik terhadap pit yang sedang aktif maupun pit yang telah ditambang.

Penambangan batubara bawah tanah


Pada penambangan batubara dengan metode penambangan dalam yang
penting adalah bagaimana mempertahankan lubang buka seaman mungkin
agar terhindar dari kemungkinan :
Keruntuhan atap batuan
Ambruknya dinding lubang (rib spalling)
Penggelembungan lantai lapisan batubara (floor heave)
Penambangan batubara secara tambang dalam kenyatannnya sangat
ditentukan oleh cara mengusahakan agar lubang bukaan dapat dipertahankan
selama mungkin pada saat berlangsungnya penambangan batubara dengan
biaya rendah atau seekonomis mungkin.
Untuk mencapai keinginan tersebut maka pada pembuatan lubang bukaan
selalu diusahankan agar :
Kemampuan penyangga dari atap lapisan
Kekuatan lantai lapisan batubara
Kemampuan daya dukung pilar penyangga
Metode penambangan batubara bawah tanah ada 2 buah yang populer, yaitu:
- Room and Pillar
- Longwall

Room and Pillar


*Metode penambangan ini dicirikan dengan
meninggalkan pilar-pilar batubara sebagai penyangga
alamiah. Metode ini biasa diterapkan pada daerah
dimana penurunan (subsidence) tidak diijinkan.
Layout Metode Room and Pillar dapat dilihat pada
Gambar. Penambangan ini dapat dilaksanakan secara
manual maupun mekanis.

* Longwall
* Metode penambangan ini dicirikan dengan membuat

panel-panel penambangan dimana ambrukan


batuanatap diijinkan terjadi di belakang daerah
penggalian. Layout Metode Longwall dapat dilihat pada
Gambar. Penambangan ini juga dapat dilaksanakan
secara manual maupun mekanis.