Anda di halaman 1dari 92

Kejaksaan Negeri Simpang Empat

Untuk Keadilan

P-42

SURAT TUNTUTAN
No.Reg. Perkara : PDS-08 / SPEM / 12 / 2014
Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Simpang Empat dengan memperhatikan hasil
pemeriksaan sidang dalam perkara atas nama terdakwa :
Nama lengkap
: Drs. HENDRI, MM.
Tempat lahir
: Lubuk Basung
Umur /tanggal lahir : 43 Tahun / 20 Mei 1971
Jenis kelamin
Tempat tinggaal
Kebangsaan
Agama
Pekerjaan

Pendidikan

: Laki-laki
: Jalan Melati No. 20 Ambacang Anggang Nagari Aia Manggih
Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman.
: Indonesia
: Islam
: Kepala BAPEDA Kabupaten Pasaman Barat / KPA pada Pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati dari Dana APBD-P
Tahun 2010 / Mantan Kabag. Umum Setda Kab. Pasaman Barat
: S2

Dakwaan
Primair :
Bahwa ia terdakwa Drs. HENDRI, MM. selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada
Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat sesuai dengan surat Keputusan
Bupati Pasaman Barat Nomor : 188.45/489/Bup-Pasbar/2010 tanggal 06 Oktober 2010
tentang Perubahan Penunjukan Pengelola Anggaran Satuan Kerja Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat Tahun Anggaran 2010, yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian
Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat sesuai Surat Keputusan Bupati Pasaman
Barat Nomor : 821/42/Bup-Pasbar/2010 tanggal 23 Desember 2010, bersama-sama dengan
Vitarman dan Arifin Argosurio (dilakukan pemberkasan secara terpisah), Pada tanggal 13
Oktober 2010 sampai dengan tanggal 27 Desember 2010 atau setidak-tidaknya pada waktuwaktu dalam tahun 2010, bertempat di Kantor Bupati Pasaman Barat di Jl. Soekarno Hatta,
Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih
termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Provinsi Sumatera Barat
pada Pengadilan Negeri Klas IA Padang, yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini,
sebagai yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta malakukan
perbuatan secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu
korporasi yang dapat merugikan Keuangan Negara atau Perekonomian Negara, perbuatan
mana dilakukan oleh terdakwa bersama-sama dengan Vitarman dan Arifin Argosurio dengan
cara-cara sebagai berikut :
Bahwa dalam APBD Tahun 2010 Kabupaten Pasaman Barat pada pos anggaran
Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat terdapat kegiatan pengadaan kendaraan Dinas
/ Operasional untuk belanja kendaraan roda empat microbus sebanyak 7 (tujuh) unit. Bahwa
sampai bulan Agustus 2010, kegiatan pengadaan kendaraan dinas / Operasional untuk belanja
kendaraan roda empat microbus sebanyak 7 (tujuh) unit tersebut belum terlaksana. Bahwa

kemudian sekitar tahun 2010 dan berkaitan dengan pengadaan belanja kendaraan roda empat
microbus sebanyak 7 (tujuh) unit berdasarkan permohonan perubahan APBD dari ketua TAPD
(Sekda Kab. Pasbar) dirubah menjadi pengadaan 1 (satu) paket kendaraan untuk mobil dinas
Bupati masing-masing sebanyak 1 (satu) unit, dengan harga total Rp. 1.400.000.000,- (satu
milyar empat ratus juta rupiah). Setelah dilakukan pembahasan antara DPRD Pasaman Barat
dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan kemudian dituangkan dalam Peraturan Daerah
Kabupaten Pasaman Barat Nomor 04 Tahun 2010 tentang APBD Tahun Anggaran 2010.
Bahwa selanjutnya terdakwa sebagai Kuasa Pengguna Anggaran pada Bagian Umum
Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat, membuat telaahan staf, Kepada Bupati
Pasaman Barat tertanggal 11 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Asisten III pada Sekda
Pasaman Barat (Ir. Zalmi) perihal Survey Pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun
2010 yang isinya bahwa di dalam DPA Perubahan Bagian Umum Setda Pasaman Barat TA 2010
telah dianggarkan pengadaan mobil Dinas sebanyak 2 (dua) unit yaitu untuk Bupati dan Wakil
Bupati maka demi memenuhi maksud tersebut, perlu diadakan survey dengan produsen
maupun distributor mengenai harga, spesifikasi dan hal teknis lainnya dan hal tersebut
disetujui oleh Bupati Pasaman Barat. Selanjutnya terdakwa bersama dengan Hendri Piterson,
A.Md. pergi ke Jakarta dengan tujuan melakukan survey khusus untuk spesifikasi teknis dan
harga kendaraan Merk Toyota Land Cruiser Prado dan Toyota Fortuner Pada tanggal 13
Oktober 2010 sampai dengan 16 Oktober 2010. Pada tanggal 16 oktober 2010 direktur CV.
Makna Motor Sdr. Arifin Argosurio melalui surat menawarkan kepada terdakwa selaku KPA
berupa kendaraan mobil dinas Toyota Prado 2.7 TX seharga Rp. 875.000.000,- (delapan ratus
tujuh puluh lima juta rupiah) dan Toyota Prado 2.7 TX-L seharga Rp. 923.000.000,- (sembilan
ratus dua puluh tiga juta rupiah).
Setelah selesai melaksanakan survey, terdakwa membuat dan menandatangani sendiri
surat telaahan staf tertanggal 18 Oktober 2010 yang isinya menyatakan bahwa setelah
dilakukan survey untuk kegiatan pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat maka kendaraan yang layak dan pantas serta sesuai dengan pagu anggaran
adalah merk Toyota Land Cruiser Prado type 2.7 A/T tahun pembuatan 2010 (TX Limited) untuk
Bupati dan toyota Fortuner Typ V (4x4) tahun pembuatan 2010 untuk Wakil Bupati, dengan
disposisi Sekda mohon kiranya persetujuan dan disetujui Oleh Bupati Pasaman Barat dengan
disposisi setuju dilaksanakan.
Bahwa selanjutnya terdakwa mengirimkan surat nomor : 027/8010//Umum/1010
tanggal 15 Oktober 2010 Kepada ketua Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Pasaman Barat
perihal spesifikasi pengadaan kendaraan dinas bagian umum, dengan permintaan untuk dapat
dilakukan proses pelelangan terhadap kegiatan pengadaan Kendaraan Dinas tersebut sesuai
dengan spesifikasi sebagi berikut :
Kendaraan Dinas Bupati :
1. Type Mesin
: 2.7 L 2 TR-FE DOHC
2. Isi silinder
: 2693 cc
3. Torsi maksimum
: 246 Nm/ 3.800 rpm
4. Daya maksimum
: 20 kW (163 PS) / 5.200 rpm
5. Fuel Consumption
: 8.8km/L
6. Panjang
: 4.820 mm
7. Lebar
: 1.880 mm
8. Tinggi
: 1.890 mm
9. 265/60 R 17 inch alloy wheel
10. Tourgue sensor type LSD (Limited Slpm Def)
With transfer level
11. Spare tire under the floor

1 Unit

12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.

Opitiron meter with bright control


8 seater
Jok kulit
Elektric seat pada kursi sopir interior black
1 TV +1 Camera ( Pasangan)
Reclining seat
8 Speaker
Sunroof
Xenon Lamp
Engine Star Button
ABS
Automatic Seat
Roof real
Foot Step
Sent Lamp + Electrik Mirror
Styling Package
Kaca Film Perfection / 3 M
Karpet
Air Bag
Parking Sensor
Central Lock
Tool Seat
VR 17

Kendaran Dinas Wakil Bupati :


Dimensi
Panjang, 4.695 mm
Lebar, 1.840 mm
Jarak Sumbu, 2.750
Jarak Terendah, 220 Mm
Jarak Pijak Depan, 1.540 mm
Jarak Pijak Belakang 1.540 mm
CHASSIS
Sistem penggerak roda, penggerak 4 roda
Transmisi Otomatis 4 Kecepatan, ECT
Perbandingan Gigi 1st 2.804
Perbandingan Gigi 2nd 1.531
Perbandingan Gigi 3rd 1.000
Perbandingan Gigi 4th 0.753
Reverse 2.393
Suspensi depan Double Wishbon dengan
pagas koil dan stabilizer
Suspensi belakang 4 link dengan lateral rod dan
pegas koil
System rem depan, cakram berventilasi
System rem belakang, tromol
System rem tambahan ABS & EBD
Velg, Ukuran Ban, Alloy Whell 265/65 R 17
Mesin
Tepi mesin, 41L 16 Katup DOHC VVT-i
Isi Slinder, 2.689 CC
Diameter X Langkah, 95.0 mm x 95.0 mm

1 Unit

Daya Maksimum, 160.4 ps/5.200 rpm


Torsi Maksimum, 24.6 kgm/3.800 rpm
Kapasitas Tangki 65 Ltr
Bahan bakar, bensin tanpa timbale
Bahan bakar system injeksi elektronik

Interior & Eksterior


Material kursi
Front headlamp
Front design
Rear lamp
Roof raail
Multi Information display
Steering switch control
2 DIN Audio Video System Compatible with steering Switch

Selanjutnya berdasarkan surat tersebut Panitia Lelang menyusun rencana jadwal


pelaksanaan pelelangan dan panitia pengadaan barang dan jasa membuat dokumen lelang
termasuk membuat Harga Perkiraan Sendiri ( HPS ) yang diperoleh berdasarkan survey yang
dilakukan Terdakwa. Selanjutnya kegiatan pelelangan umum tersebut diumumkan melalui
media cetak Koran Tempo tanggal 1 November 2010 namun tidak ada rekanan yang
memasukkan penawaran sehingga lelang dinyatakan gagal.
Menindaklanjuti hal tersebut Unit Layanan Pengadaan membuat Laporan Hasil
Pelelangan dari Panitia Pengadaan Barang dan Jasa kepada Terdakwa dengan nomor surat
14.4/ULP.B.1/LPH/1/Pas_Bar/2010 tertanggal 10 Nopember 2010 lalu terdakwa membuat
telaahan staf Kepada Bupati Pasaman Barat tertanggal 10 Nopember 2010 yang ditandatangani
oleh Asisten III pada Sekda Pasaman Barat ( Ir. Zalmi N) perihal Tindak Lanjut Pengadaan
Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun Anggaran 2010 yang pada pokoknya menjelaskan bahwa
penyebab tidak adanya rekanan yang mendaftar dikarenakan harga kendaraan operasional
Kepala Daerah dimaksud ( Toyota Prado TX Limited dan Toyota Fortuner Type V Matic 4x4 Bensin
) tidak mencukupi dengan pagu dana yang tersedia. Oleh karena itu, demi kelancaran proses
tender berkaitan dengan pagu dana maka Tim Panitia 1 ( Satu ) ULP Kab. Pasaman Barat akan
mengeluarkan pengumuman tender kendaraan operasional kepala daerah untuk kedua kalinya
dengan perubahan spesifikasi : Untuk 1 ( satu ) Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX Limited
dirubah menjadi 1 ( satu ) Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX dan 1 ( satu ) Unit Toyota
Fortuner Type V Matic 4 x 4 Bensin dirubah menjadi 1 ( satu ) Unit Toyota Fortuner Type G Luxury
4 x 2 Bensin. Kemudian telaahan staf tersebut didisposisi oleh Sekda kepada Bupati Pasaman
Barat tanggal 10 Nopember 2010 yang isinya mohon persetujuan Bapak sesuai saran.
Kemudian telaahan staf beserta disposisi dari Sekda tersebut didisposisi oleh Wakil Bupati
tanggal 10 Nopember 2010 kepada Bupati yaitu "berhubung dana kita belum cukup dan medan
kita wilayah bergunung perlu kendaraan 4x4, cukup kendaraan Bupati saja dulu, Wabup tahun
2011 kita anggarkan lagi". Setelah itu telaahan staf beserta disposisi dari Sekda dan Wabup
tersebut masuk ke Bupati kemudian didisposisi oleh Bupati Pasaman Barat Tanggal 10
Nopember 2010 kepada Sekda yang isinya Setuju Saran Wabup. Namun keesokan harinya
yaitu pada tanggal 11 November 2010 Bupati membuat disposisi tambahan yang isinya adalah
limited yang maksudnya adalah 1 ( satu ) Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX Limited.
Setelah telaahan staf berserta disposisi tersebut diterima, terdakwa tetap mengirimkan
surat No : 027/216/KPA/Umum-2010 kepada Ketua Panitia I Pengadaan Barang Unit Layanan
Pengadaan ( ULP ) Kabupaten Pasaman Barat yang berisi penetapan Pelelangan Ulang yang di

tandatangani oleh terdakwa, meskipun terdakwa telah mengetahui bahwa prosedur perubahan
jumlah output unit pengadaan kendaraan tidak bisa serta merta dilakukan tanpa melalui
mekanisme perubahan APBD yang dibahas bersama DPRD sebagaimana pernah dilakukan pada
proses perubahan APBD 2010 yang merubah pengadaan 7 ( tujuh ) unit microbus menjadi 2 (
dua ) unit kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati.
Selanjutnya Panitia Pengadaan Barang dan Jasa pada ULP melakukan Pelelangan ulang
dengan HPS baru tanggal 10 Nopember 2010 untuk 1 ( satu ) unit kendaraan Toyota Land Cruiser
Prado Type TX Limited sebesar Rp. 1.074.900.000,- (satu milyar tujuh puluh empat juta Sembilan
ratus ribu rupiah ). Bahwa pada pelelangan ulang tersebut juga tidak ada rekanan yang
mamasukkan Penawaran sehingga pelelangan ulang dinyatakan gagal dan ULP mengirim
Laporan Hasil Pelelangan Ulang Nomor : 14U.4/ULP.B.1/LHP/1/Pas-Bar/2010 tanggal 23
Nopember 2010 kepada terdakwa.
Selanjutnya terdakwa mengirim surat nomor : 027/217/KPA/ Umum-2010 tertanggal 23
Nopember 2010 yang isinya meminta ULP untuk melaksanakan Penunjukan Langsung terhadap
paket pekerjaan tersebut. Selanjutnya Panitia Unit I ULP melaksanakan proses penunjukan
langsung. Di dalam pelaksanaan pemilihan rekanan untuk penunjukan langsung tesebut Panitia
Pengadaan Barang dan Jasa tidak bisa menunjuk rekanan mana yang akan ditunjuk karena pada
pelelangan tidak ada yang memasukkan penawaran. Selanjutnya terdakwa merekomendasikan
CV. Makna Motor sebagai rekanan yang di tunjuk, namun CV. Makna Motor sendiri tidak
memenuhi kualifikasi dalam pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut
karena tergolong perusahaan kecil. Oleh karena itu Direktur CV. Makna Motor Srd Arifin
Argusorio menghubungi Vitarman (Direktur PT. Baladewa Indonesia) untuk mengikuti proses
penunjukan langsung pengadaan 1 ( satu ) unit kendaran Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut
dan disetujui oleh Vitarman dengan kesepakatan segala biaya yang timbul menjadi tanggung
jawab Arifin Argosurio
Bahwa setelah seluruh kelengkapan adminsitrasi untuk mengikuti proses penunjukan
langsung telah dilengkapi, Vitarman menyerahkannya kepad ULP melalui perantaraan terdakwa.
Dalam proses penunjukan langsung pengadaan 1 ( satu ) unit kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati, VItarman mengajukan penawaran sebesar Rp. 1.072.500.000,- ( satu milyar tujuh puluh
dua juta lima ratus ribu rupiah ) dan selanjutnya setelah negosiasi, disepakati nilai sebesar Rp.
1.072.000.000,- ( satu milyar tujuh puluh dua juta rupiah ).
Selanjutnya terdakwa mengeluarkan Surat nomor 027/218/KPA/Umum-2010 tangal 3
Desember 2014 yang ditujukan kepada ULP yang menetapkan PT. Baladewa Indonesia
memenuhi syarat dan lulus evaluasi sebagai rekanan kegiatan pengadaan 1 ( satu ) unit kendaran
Dinas Bupati dan Wakil Bupati. Kemudian diterbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan
Jasa (Gunning) Nomor 027/176/SP/2010 tanggal 13 Desember 2010 yang dibuat dan
ditandatangani oleh terdakwa. Setelah itu dilaksanakan penandatanganan kontrak antara
Vitarman ( Direktur PT. Baladewa Indonesia ) dengan terdakwa ( Kuasa Pengguna Anggaran )
dan juga pada tanggal yang sama diterbitkan Surat perintah Mulai Kerja ( SPMK ) dengan masa
kerja selama 10 ( sepuluh hari ) kalender. Mengenai proses pembelian kendaraan dinas tersebut
sepenuhnya dilaksanakan oleh Arifin Argosurio, dan Vitarman hanya menerima kendaraan
tersebut untuk selanjutnya pada tanggal 20 Desember 2010 atas nama PT. Baladewa Indonesia
menyerahkan 1 ( satu ) unit mobil Toyota Land Cruiser Prado 2.7 4 WD A/T dengan logo TX
Limited padahal faktanya mobil tersebut bukan tipe TX Limited melainkan tipe TX standar
edition. Perbedaan tipe tersebut tidak diketahui oleh Tim Pemeriksa Barang karena terkdakwa
sengaja menunjuk anggota tim yang tidak memiliki kompetensi yang memadai dalam melakukan
pemeriksaan sehingga pada saat itu tim langsung berkesimpulan bahwa kendaraan yang datang
tersebut telah sesuai dengan spesifikasi pada kontrak. Terdakwa juga tidak melakukan
pemeriksaan dan penilaian terhadap 1 (satu) unit kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati yang
diserahkan PT. Baladewa Indonesia tersebut.
Bahwa pada tanggal 27 Desember 2010 Vitarman menerima pembayaran untuk
pengadaan 1 (satu) unit kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut sesuai dengan Surat

Perintah Pencairan Dana (SP2D) No : 6064/SP2D/LS/2010 tanggal 27 Desember 2010 setelah


dipotong pajak yaitu Rp. 959.927.273,- (sembilan ratus lima puluh sembilan juta sembilan ratus
dua puluh tujuh ribu dua ratus tujuh puluh tiga rupiah) melalui rekening PT. Baladewa di Bank
Nagari Cabang Utama Padang No.2100.0103.01295-8
Bahwa setelah uang masuk ke rekening PT. Baladewa Indonesia, Vitarman menyerahkan
4 (empat) lembar cek kepada Arifin Argosurio untuk mencairkan uang tersebut dan Vitarman
mendapatkan uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dari Arifin Argosurio sebagai
imbalan kerena telah meminjamkan perusahaan kepada Arifin Argosurio.
Bahwa tindakan terdakwa melaksanakan kegiatan pengadaan Mobil Dinas Bupati dan
Wakil Bupati Pasaman Barat Tahun Anggaran 2010 yang hanya dilaksanakan sebanyak 1 (satu)
unit padahal didalam DPPA SKPD TA 2010 adalah untuk 1 (satu) paket yaitu sebanyak 2 (dua)
unit, adalah tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 160 ayat (1) : Pergeseran Anggaran antar unit organisasi,
antar kegiatan, dan antar jenis belanja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154 ayat (1) huruf b
serta pergeseran antar objek belanja dalam jenis belanja dan antar rincian obyek belanja
diformulasikan dalam DPPA-SKPD. Bahwa perubahan dari 2 unit menjadi 1 unit mobil tersebut
seharusnya diawali dengan adanya persetujuan dari DPRD Kabupaten Pasaman Barat dan
perubahan terhadap Perda No. 04 tahun 2010 tentang perubahan APBD tahun anggaran 2010
yang menjadi dasar DPPA-SKPD.
Bahwa kegiatan pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat tahun
2010 berpedoman kepada Kepres Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007, namun proses pengadaan kendaraan dinas Bupati
dan Wakil Bupati yang dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung kepada PT. Baladewa
telah bertentangan dengan Keppres Nomor 80 tahun 2003, karena PT. Baladewa tidak pernah
ikut dalam proses pelelangan sebelumnya. Didalam pasal 28 ayat 8 yang menyatakan Apabila
dalam pelelangan ulang, jumlah penyedia barang / jasa yang memasukan penawaran hanya 1
(satu) maka dilakukan negosiasi seperti pada proses penunjukan barang. Apabila pada saat
pelelangan ulang tidak ada satupun perusahaan yang memasukan penawaran.
Bahwa proses penunjukan langsung yang dilakukan atas kegiatan pengadaan Mobil
Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat tahun 2010 adalah bertentangan dan tidak
memenuhi kriteria sebagaimana yang diatur dalam Lampiran I Keppres Nomor 80 tahun 2003
Bab I huruf C angka 1 yang berbunyi: Penunjukan Lansung dapat dilaksanakan dalam hal
memenuhi kriteria sebagai berikut :
a) penanganan darurat untuk pertahanan negara, keamanan dan keselamatan masyarakat
yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda segera; dan/ atau
b) penyedia jasa tunggal; dan/ atau
c) pekerjaan yang perlu dirahasiakan yang menyangkut pertahanan dan keamanan negara
yang ditetapkan oleh Presiden; dan/atau
d) pekerjaan yang berskala kecil dengan ketentuan : untuk keperluan sendiri , mempunyai resiko
kecil, menggunakan teknologi sederhana, dilaksanakan oleh penyedia jasa usaha orang
perorangan dan badan usaha kecil, dan/atau bernilai sampai dengan Rp. 50.000.000,-(lima
puluh juta rupiah); dan/atau
e) pekerjaan yang dapat dilakukan oleh pemegang hak paten atau pihak yang telah mendapat
ijin.
Bahwa perbuatan terdakwa Drs. HENDRI, MM. yang tidak melakukan pemeriksaan dan
penilaian terhadap 1 (satu) unit mobil dinas Bupati yang diserahkan PT. Baladewa Indonesia
merupakan perbuatan melawan hukum, yang bertentangan dengan Pasal 36 ayat (2) dan (3)
Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor
95 tahun 2007 sebagai berikut :

(2) Pengguna barang/jasa melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah
diselesaikan, baik secara sebagian atau seluruh pekerjaan dan menugaskan
penyedia barang/jasa untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan
pekerjaan sebagaimana yang diisyaratkan dalam kontrak.
(3) Pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah selesai seluruh
hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak.
Berdasarkan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara oleh BPKP Perwakilan
Provinsi Sumatera Barat Nomor : SR-1422/PW03/V/2013 tanggal 3 Juni dengan kesimpulan
bahwa akibat pengadaan kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati yang tidak sesuai dengan
aturan yang berlaku, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 276.887.273,- (dua ratus tujuh
puluh enam juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu dua ratus tujuh puluh tiga rupiah)
dengan rincian sebagai berikut :
1. Nilai kontrak / SP2D
: Rp. 1.072.000.000,2. Potongan
PPn
: Rp. 97.454.545,00
PPh pasal 22
: Rp. 14.618.182,00
Leges Daerah (0,75%)
: Rp. 8.040.000,00
Jumlah Potogan
: Rp.120.112.727,00
3. Jumlah peneriamaan bersih
: Rp.951.887.273,00
4. Harga pembelian Toyota Prado
: Rp.675.000.000,00
5. Keuntungan rekanan /
: Rp. 276.887.273,00
(kerugian keuangan negara)
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 2 ayat (1) jo pasal
18 ayat (1) huruf b, ayat (2), ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang
telah di ubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Subsidair :
Bahwa ia terdakwa Drs. HENDRI, MM. selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada
Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat sesuai dengan surat Keputusan
Bupati Pasaman Barat Nomor : 188.45/489/Bup-Pasbar/2010 tanggal 06 Oktober 2010
tentang Perubahan Penunjukan Pengelola Anggaran Satuan Kerja Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat Tahun Anggaran 2010, yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian
Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat sesuai Surat Keputusan Bupati Pasaman
Barat Nomor : 821/42/Bup-Pasbar/2010 tanggal 23 Desember 2010, bersama-sama dengan
Vitarman dan Arifin Argosurio (dilakukan pemberkasan secara terpisah), Pada tanggal 13
Oktober 2010 sampai dengan tanggal 27 Desember 2010 atau setidak-tidaknya pada waktuwaktu dalam tahun 2010, bertempat di Kantor Bupati Pasaman Barat di Jl. Soekarno Hatta,
Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih
termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Provinsi Sumatera Barat
pada Pengadilan Negeri Klas IA Padang, yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini,
sebagai yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta malakukan
perbuatan secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu
korporasi yang dapat merugikan Keuangan Negara atau Perekonomian Negara, perbuatan
mana dilakukan oleh terdakwa bersama-sama dengan Vitarman dan Arifin Argosurio dengan
cara-cara sebagai berikut :
Bahwa dalam APBD Tahun 2010 Kabupaten Pasaman Barat pada pos anggaran
Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat terdapat kegiatan pengadaan kendaraan Dinas

/ Operasional untuk belanja kendaraan roda empat microbus sebanyak 7 (tujuh) unit. Bahwa
sampai bulan Agustus 2010, kegiatan pengadaan kendaraan dinas / Operasional untuk belanja
kendaraan roda empat microbus sebanyak 7 (tujuh) unit tersebut belum terlaksana. Bahwa
kemudian sekitar tahun 2010 dan berkaitan dengan pengadaan belanja kendaraan roda empat
microbus sebanyak 7 (tujuh) unit berdasarkan permohonan perubahan APBD dari ketua TAPD
(Sekda Kab. Pasbar) dirubah menjadi pengadaan 1 (satu) paket kendaraan untuk mobil dinas
Bupati masing-masing sebanyak 1 (satu) unit, dengan harga total Rp. 1.400.000.000,- (satu
milyar empat ratus juta rupiah). Setelah dilakukan pembahasan antara DPRD Pasaman Barat
dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan kemudian dituangkan dalam Peraturan Daerah
Kabupaten Pasaman Barat Nomor 04 Tahun 2010 tentang APBD Tahun Anggaran 2010.
Bahwa selanjutnya terdakwa sebagai Kuasa Pengguna Anggaran pada Bagian Umum
Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat, membuat telaahan staf, Kepada Bupati
Pasaman Barat tertanggal 11 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Asisten III pada Sekda
Pasaman Barat (Ir. Zalmi) perihal Survey Pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun
2010 yang isinya bahwa di dalam DPA Perubahan Bagian Umum Setda Pasaman Barat TA 2010
telah dianggarkan pengadaan mobil Dinas sebanyak 2 (dua) unit yaitu untuk Bupati dan Wakil
Bupati maka demi memenuhi maksud tersebut, perlu diadakan survey dengan produsen
maupun distributor mengenai harga, spesifikasi dan hal teknis lainnya dan hal tersebut
disetujui oleh Bupati Pasaman Barat. Selanjutnya terdakwa bersama dengan Hendri Piterson,
A.Md. pergi ke Jakarta dengan tujuan melakukan survey khusus untuk spesifikasi teknis dan
harga kendaraan Merk Toyota Land Cruiser Prado dan Toyota Fortuner Pada tanggal 13
Oktober 2010 sampai dengan 16 Oktober 2010. Pada tanggal 16 oktober 2010 direktur CV.
Makna Motor Sdr. Arifin Argosurio melalui surat menawarkan kepada terdakwa selaku KPA
berupa kendaraan mobil dinas Toyota Prado 2.7 TX seharga Rp. 875.000.000,- (delapan ratus
tujuh puluh lima juta rupiah) dan Toyota Prado 2.7 TX-L seharga Rp. 923.000.000,- (sembilan
ratus dua puluh tiga juta rupiah).
Setelah selesai melaksanakan survey, terdakwa membuat dan menandatangani sendiri
surat telaahan staf tertanggal 18 Oktober 2010 yang isinya menyatakan bahwa setelah
dilakukan survey untuk kegiatan pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat maka kendaraan yang layak dan pantas serta sesuai dengan pagu anggaran
adalah merk Toyota Land Cruiser Prado type 2.7 A/T tahun pembuatan 2010 (TX Limited) untuk
Bupati dan toyota Fortuner Typ V (4x4) tahun pembuatan 2010 untuk Wakil Bupati, dengan
disposisi Sekda mohon kiranya persetujuan dan disetujui Oleh Bupati Pasaman Barat dengan
disposisi setuju dilaksanakan.
Bahwa selanjutnya terdakwa mengirimkan surat nomor : 027/8010//Umum/1010
tanggal 15 Oktober 2010 Kepada ketua Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Pasaman Barat
perihal spesifikasi pengadaan kendaraan dinas bagian umum, dengan permintaan untuk dapat
dilakukan proses pelelangan terhadap kegiatan pengadaan Kendaraan Dinas tersebut sesuai
dengan spesifikasi sebagi berikut :
Kendaraan Dinas Bupati :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Type Mesin
Isi silinder
Torsi maksimum
Daya maksimum
Fuel Consumption
Panjang
Lebar
Tinggi

:
:
:
:
:
:
:
:

2.7 L 2 TR-FE DOHC


2693 cc
246 Nm/ 3.800 rpm
20 kW (163 PS) / 5.200 rpm
8.8km/L
4.820 mm
1.880 mm
1.890 mm

1 Unit

9. 265/60 R 17 inch alloy wheel


10. Tourgue sensor type LSD (Limited Slpm Def)
With transfer level
11. Spare tire under the floor
12. Opitiron meter with bright control
13. 8 seater
14. Jok kulit
15. Elektric seat pada kursi sopir interior black
16. 1 TV +1 Camera ( Pasangan)
17. Reclining seat
18. 8 Speaker
19. Sunroof
20. Xenon Lamp
21. Engine Star Button
22. ABS
23. Automatic Seat
24. Roof real
25. Foot Step
26. Sent Lamp + Electrik Mirror
27. Styling Package
28. Kaca Film Perfection / 3 M
29. Karpet
30. Air Bag
31. Parking Sensor
32. Central Lock
33. Tool Seat
34. VR 17
Kendaran Dinas Wakil Bupati :
Dimensi
Panjang, 4.695 mm
Lebar, 1.840 mm
Jarak Sumbu, 2.750
Jarak Terendah, 220 Mm
Jarak Pijak Depan, 1.540 mm
Jarak Pijak Belakang 1.540 mm
CHASSIS
Sistem penggerak roda, penggerak 4 roda
Transmisi Otomatis 4 Kecepatan, ECT
Perbandingan Gigi 1st 2.804
Perbandingan Gigi 2nd 1.531
Perbandingan Gigi 3rd 1.000
Perbandingan Gigi 4th 0.753
Reverse 2.393
Suspensi depan Double Wishbon dengan
pagas koil dan stabilizer
Suspensi belakang 4 link dengan lateral rod dan
pegas koil
System rem depan, cakram berventilasi
System rem belakang, tromol
System rem tambahan ABS & EBD
Velg, Ukuran Ban, Alloy Whell 265/65 R 17

1 Unit

Mesin
Tepi mesin, 41L 16 Katup DOHC VVT-i
Isi Slinder, 2.689 CC
Diameter X Langkah, 95.0 mm x 95.0 mm
Daya Maksimum, 160.4 ps/5.200 rpm
Torsi Maksimum, 24.6 kgm/3.800 rpm
Kapasitas Tangki 65 Ltr
Bahan bakar, bensin tanpa timbale
Bahan bakar system injeksi elektronik

Interior & Eksterior


Material kursi
Front headlamp
Front design
Rear lamp
Roof raail
Multi Information display
Steering switch control
2 DIN Audio Video System Compatible with steering Switch

Selanjutnya berdasarkan surat tersebut Panitia Lelang menyusun rencana jadwal


pelaksanaan pelelangan dan panitia pengadaan barang dan jasa membuat dokumen lelang
termasuk membuat Harga Perkiraan Sendiri ( HPS ) yang diperoleh berdasarkan survey yang
dilakukan Terdakwa. Selanjutnya kegiatan pelelangan umum tersebut diumumkan melalui
media cetak Koran Tempo tanggal 1 November 2010 namun tidak ada rekanan yang
memasukkan penawaran sehingga lelang dinyatakan gagal.
Menindaklanjuti hal tersebut Unit Layanan Pengadaan membuat Laporan Hasil
Pelelangan dari Panitia Pengadaan Barang dan Jasa kepada Terdakwa dengan nomor surat
14.4/ULP.B.1/LPH/1/Pas_Bar/2010 tertanggal 10 Nopember 2010 lalu terdakwa membuat
telaahan staf Kepada Bupati Pasaman Barat tertanggal 10 Nopember 2010 yang ditandatangani
oleh Asisten III pada Sekda Pasaman Barat ( Ir. Zalmi N) perihal Tindak Lanjut Pengadaan
Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun Anggaran 2010 yang pada pokoknya menjelaskan bahwa
penyebab tidak adanya rekanan yang mendaftar dikarenakan harga kendaraan operasional
Kepala Daerah dimaksud ( Toyota Prado TX Limited dan Toyota Fortuner Type V Matic 4x4 Bensin
) tidak mencukupi dengan pagu dana yang tersedia. Oleh karena itu, demi kelancaran proses
tender berkaitan dengan pagu dana maka Tim Panitia 1 ( Satu ) ULP Kab. Pasaman Barat akan
mengeluarkan pengumuman tender kendaraan operasional kepala daerah untuk kedua kalinya
dengan perubahan spesifikasi : Untuk 1 ( satu ) Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX Limited
dirubah menjadi 1 ( satu ) Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX dan 1 ( satu ) Unit Toyota
Fortuner Type V Matic 4 x 4 Bensin dirubah menjadi 1 ( satu ) Unit Toyota Fortuner Type G Luxury
4 x 2 Bensin. Kemudian telaahan staf tersebut didisposisi oleh Sekda kepada Bupati Pasaman
Barat tanggal 10 Nopember 2010 yang isinya mohon persetujuan Bapak sesuai saran.
Kemudian telaahan staf beserta disposisi dari Sekda tersebut didisposisi oleh Wakil Bupati
tanggal 10 Nopember 2010 kepada Bupati yaitu "berhubung dana kita belum cukup dan medan
kita wilayah bergunung perlu kendaraan 4x4, cukup kendaraan Bupati saja dulu, Wabup tahun
2011 kita anggarkan lagi". Setelah itu telaahan staf beserta disposisi dari Sekda dan Wabup
tersebut masuk ke Bupati kemudian didisposisi oleh Bupati Pasaman Barat Tanggal 10
Nopember 2010 kepada Sekda yang isinya Setuju Saran Wabup. Namun keesokan harinya
yaitu pada tanggal 11 November 2010 Bupati membuat disposisi tambahan yang isinya adalah

limited yang maksudnya adalah 1 ( satu ) Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX Limited.
Setelah telaahan staf berserta disposisi tersebut diterima, terdakwa tetap mengirimkan
surat No : 027/216/KPA/Umum-2010 kepada Ketua Panitia I Pengadaan Barang Unit Layanan
Pengadaan ( ULP ) Kabupaten Pasaman Barat yang berisi penetapan Pelelangan Ulang yang di
tandatangani oleh terdakwa, meskipun terdakwa telah mengetahui bahwa prosedur perubahan
jumlah output unit pengadaan kendaraan tidak bisa serta merta dilakukan tanpa melalui
mekanisme perubahan APBD yang dibahas bersama DPRD sebagaimana pernah dilakukan pada
proses perubahan APBD 2010 yang merubah pengadaan 7 ( tujuh ) unit microbus menjadi 2 (
dua ) unit kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati.
Selanjutnya Panitia Pengadaan Barang dan Jasa pada ULP melakukan Pelelangan ulang
dengan HPS baru tanggal 10 Nopember 2010 untuk 1 ( satu ) unit kendaraan Toyota Land Cruiser
Prado Type TX Limited sebesar Rp. 1.074.900.000,- (satu milyar tujuh puluh empat juta Sembilan
ratus ribu rupiah ). Bahwa pada pelelangan ulang tersebut juga tidak ada rekanan yang
mamasukkan Penawaran sehingga pelelangan ulang dinyatakan gagal dan ULP mengirim
Laporan Hasil Pelelangan Ulang Nomor : 14U.4/ULP.B.1/LHP/1/Pas-Bar/2010 tanggal 23
Nopember 2010 kepada terdakwa.
Selanjutnya terdakwa mengirim surat nomor : 027/217/KPA/ Umum-2010 tertanggal 23
Nopember 2010 yang isinya meminta ULP untuk melaksanakan Penunjukan Langsung terhadap
paket pekerjaan tersebut. Selanjutnya Panitia Unit I ULP melaksanakan proses penunjukan
langsung. Di dalam pelaksanaan pemilihan rekanan untuk penunjukan langsung tesebut Panitia
Pengadaan Barang dan Jasa tidak bisa menunjuk rekanan mana yang akan ditunjuk karena pada
pelelangan tidak ada yang memasukkan penawaran. Selanjutnya terdakwa merekomendasikan
CV. Makna Motor sebagai rekanan yang di tunjuk, namun CV. Makna Motor sendiri tidak
memenuhi kualifikasi dalam pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut
karena tergolong perusahaan kecil. Oleh karena itu Direktur CV. Makna Motor Srd Arifin
Argusorio menghubungi Vitarman (Direktur PT. Baladewa Indonesia) untuk mengikuti proses
penunjukan langsung pengadaan 1 ( satu ) unit kendaran Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut
dan disetujui oleh Vitarman dengan kesepakatan segala biaya yang timbul menjadi tanggung
jawab Arifin Argosurio
Bahwa setelah seluruh kelengkapan adminsitrasi untuk mengikuti proses penunjukan
langsung telah dilengkapi, Vitarman menyerahkannya kepad ULP melalui perantaraan terdakwa.
Dalam proses penunjukan langsung pengadaan 1 ( satu ) unit kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati, VItarman mengajukan penawaran sebesar Rp. 1.072.500.000,- ( satu milyar tujuh puluh
dua juta lima ratus ribu rupiah ) dan selanjutnya setelah negosiasi, disepakati nilai sebesar Rp.
1.072.000.000,- ( satu milyar tujuh puluh dua juta rupiah ).
Selanjutnya terdakwa mengeluarkan Surat nomor 027/218/KPA/Umum-2010 tangal 3
Desember 2014 yang ditujukan kepada ULP yang menetapkan PT. Baladewa Indonesia
memenuhi syarat dan lulus evaluasi sebagai rekanan kegiatan pengadaan 1 ( satu ) unit kendaran
Dinas Bupati dan Wakil Bupati. Kemudian diterbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan
Jasa (Gunning) Nomor 027/176/SP/2010 tanggal 13 Desember 2010 yang dibuat dan
ditandatangani oleh terdakwa. Setelah itu dilaksanakan penandatanganan kontrak antara
Vitarman ( Direktur PT. Baladewa Indonesia ) dengan terdakwa ( Kuasa Pengguna Anggaran )
dan juga pada tanggal yang sama diterbitkan Surat perintah Mulai Kerja ( SPMK ) dengan masa
kerja selama 10 ( sepuluh hari ) kalender. Mengenai proses pembelian kendaraan dinas tersebut
sepenuhnya dilaksanakan oleh Arifin Argosurio, dan Vitarman hanya menerima kendaraan
tersebut untuk selanjutnya pada tanggal 20 Desember 2010 atas nama PT. Baladewa Indonesia
menyerahkan 1 ( satu ) unit mobil Toyota Land Cruiser Prado 2.7 4 WD A/T dengan logo TX
Limited padahal faktanya mobil tersebut bukan tipe TX Limited melainkan tipe TX standar
edition. Perbedaan tipe tersebut tidak diketahui oleh Tim Pemeriksa Barang karena terkdakwa
sengaja menunjuk anggota tim yang tidak memiliki kompetensi yang memadai dalam melakukan
pemeriksaan sehingga pada saat itu tim langsung berkesimpulan bahwa kendaraan yang datang
tersebut telah sesuai dengan spesifikasi pada kontrak. Terdakwa juga tidak melakukan

pemeriksaan dan penilaian terhadap 1 (satu) unit kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati yang
diserahkan PT. Baladewa Indonesia tersebut.
Bahwa pada tanggal 27 Desember 2010 Vitarman menerima pembayaran untuk
pengadaan 1 (satu) unit kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut sesuai dengan Surat
Perintah Pencairan Dana (SP2D) No : 6064/SP2D/LS/2010 tanggal 27 Desember 2010 setelah
dipotong pajak yaitu Rp. 959.927.273,- (sembilan ratus lima puluh sembilan juta sembilan ratus
dua puluh tujuh ribu dua ratus tujuh puluh tiga rupiah) melalui rekening PT. Baladewa di Bank
Nagari Cabang Utama Padang No.2100.0103.01295-8
Bahwa setelah uang masuk ke rekening PT. Baladewa Indonesia, Vitarman menyerahkan
4 (empat) lembar cek kepada Arifin Argosurio untuk mencairkan uang tersebut dan Vitarman
mendapatkan uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dari Arifin Argosurio sebagai
imbalan kerena telah meminjamkan perusahaan kepada Arifin Argosurio.
Bahwa tindakan terdakwa melaksanakan kegiatan pengadaan Mobil Dinas Bupati dan
Wakil Bupati Pasaman Barat Tahun Anggaran 2010 yang hanya dilaksanakan sebanyak 1 (satu)
unit padahal didalam DPPA SKPD TA 2010 adalah untuk 1 (satu) paket yaitu sebanyak 2 (dua)
unit, adalah tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 160 ayat (1) : Pergeseran Anggaran antar unit organisasi,
antar kegiatan, dan antar jenis belanja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154 ayat (1) huruf b
serta pergeseran antar objek belanja dalam jenis belanja dan antar rincian obyek belanja
diformulasikan dalam DPPA-SKPD. Bahwa perubahan dari 2 unit menjadi 1 unit mobil tersebut
seharusnya diawali dengan adanya persetujuan dari DPRD Kabupaten Pasaman Barat dan
perubahan terhadap Perda No. 04 tahun 2010 tentang perubahan APBD tahun anggaran 2010
yang menjadi dasar DPPA-SKPD.
Bahwa kegiatan pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat tahun
2010 berpedoman kepada Kepres Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007, namun proses pengadaan kendaraan dinas Bupati
dan Wakil Bupati yang dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung kepada PT. Baladewa
telah bertentangan dengan Keppres Nomor 80 tahun 2003, karena PT. Baladewa tidak pernah
ikut dalam proses pelelangan sebelumnya. Didalam pasal 28 ayat 8 yang menyatakan Apabila
dalam pelelangan ulang, jumlah penyedia barang / jasa yang memasukan penawaran hanya 1
(satu) maka dilakukan negosiasi seperti pada proses penunjukan barang. Apabila pada saat
pelelangan ulang tidak ada satupun perusahaan yang memasukan penawaran.
Bahwa proses penunjukan langsung yang dilakukan atas kegiatan pengadaan Mobil
Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat tahun 2010 adalah bertentangan dan tidak
memenuhi kriteria sebagaimana yang diatur dalam Lampiran I Keppres Nomor 80 tahun 2003
Bab I huruf C angka 1 yang berbunyi: Penunjukan Lansung dapat dilaksanakan dalam hal
memenuhi kriteria sebagai berikut :
a) penanganan darurat untuk pertahanan negara, keamanan dan keselamatan
masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda segera; dan/ atau
b) penyedia jasa tunggal; dan/ atau
c) pekerjaan yang perlu dirahasiakan yang menyangkut pertahanan dan keamanan
negara yang ditetapkan oleh Presiden; dan/atau
d) pekerjaan yang berskala kecil dengan ketentuan : untuk keperluan sendiri , mempunyai
resiko kecil, menggunakan teknologi sederhana, dilaksanakan oleh penyedia jasa
usaha orang perorangan dan badan usaha kecil, dan/atau bernilai sampai dengan Rp.
50.000.000,-(lima puluh juta rupiah); dan/atau
e) pekerjaan yang dapat dilakukan oleh pemegang hak paten atau pihak yang telah
mendapat ijin.
Bahwa perbuatan terdakwa Drs. HENDRI, MM. yang tidak melakukan pemeriksaan dan
penilaian terhadap 1 (satu) unit mobil dinas Bupati yang diserahkan PT. Baladewa Indonesia

merupakan perbuatan melawan hukum, yang bertentangan dengan Pasal 36 ayat (2) dan (3)
Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor
95 tahun 2007 sebagai berikut :
(2) Pengguna barang/jasa melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah
diselesaikan, baik secara sebagian atau seluruh pekerjaan dan menugaskan
penyedia barang/jasa untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan
pekerjaan sebagaimana yang diisyaratkan dalam kontrak.
(3) Pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah selesai seluruh
hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak.
Berdasarkan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara oleh BPKP Perwakilan
Provinsi Sumatera Barat Nomor : SR-1422/PW03/V/2013 tanggal 3 Juni dengan kesimpulan
bahwa akibat pengadaan kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati yang tidak sesuai dengan
aturan yang berlaku, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 276.887.273,- (dua ratus tujuh
puluh enam juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu dua ratus tujuh puluh tiga rupiah)
dengan rincian sebagai berikut :
1. Nilai kontrak / SP2D
: Rp. 1.072.000.000,2. Potongan
PPn
: Rp. 97.454.545,00
PPh pasal 22
: Rp. 14.618.182,00
Leges Daerah (0,75%)
: Rp. 8.040.000,00
Jumlah Potogan
: Rp.120.112.727,00
3. Jumlah peneriamaan bersih
: Rp.951.887.273,00
4. Harga pembelian Toyota Prado
: Rp.675.000.000,00
5. Keuntungan rekanan /
: Rp. 276.887.273,00
(kerugian keuangan negara)

Perbuatan terdakwa Drs. Hendri, MM. sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 3
jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2), ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999
sebagaimana yang telah di ubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

A.

KETERANGAN SAKSI-SAKSI
Dalam upaya membuktikan terjadinya suatu tindak pidana, peran saksi-saksi sangat
penting. Keterangan beberapa orang saksi bisa meyakinkan hakim bahwa suatu tindak pidana
benar-benar terjadi seperti dakwaan jaksa, atau sebaliknya menguatkan alibi terdakwa.
Mengingat urgensi yang demikian, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)
menjadikan keterangan saksi sebagal salah satu saat bukti. Selama puluhan tahun, sejak UU No.8
tahun 1981 (KUHAP)berlaku, saksi diartikan sebagal orang yang dapat memberikan keterangan
guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang la
dengar sendiri, ia Iihat sendiri, dan la alami sendiri. Pasal 1 angka 27 KUHAP menjelaskan
keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari
saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang la dengar sendiri, la Iihat sendiri dan la alarm sendiri
dengan menyebut alasan dari pengetahuannya Itu.
Dalam buku Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP : Pemeriksaan Sidang
Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali (2010), M. Yahya Harahap menegaskan tidak
semua keterangan saksi mempunyai nilai sebagai alat bukti. Keterangan yang mempunyai nilai
adalah keterangan yang sesuai dengan apa yang dijelaskan pada 1 angka 27 KUHAP tersebut.
Bahkan Harahap menerangkan lebih lanjut bahwa keterangan yang diberikan di luar
pendengaran, penglihatan, atau pengalaman sendiri mengenai suatu peristiwa pidana tidak dapat

dijadikan dan dinilai sebagal alat bukti". Dengan merujuk pada adagium 'testimonium de auditu'
Harahap menyatakan keterangan saksi yang ia peroleh sebagai hasil pendengaran orang lain tidak
mempunyai nilai sebagai alat bukti. Definisi ini telah dianut polisi, jaksa, hakim, dan pengacara
selama puluhan tahun. Doktrin dan literatur hukum acara pidana juga nyaris tak ada yang
mengkritisi makna saksi dalam KUHAP. Hingga Mahkamah Konstitusi membuat suatu 'terobosan,
yakni memperluas cakupan saksi. Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No.65PUU/VIII/2010, keterangan saksi yang dimaksud adalah telah diperluas definisinya bahwa saksi
dalam memberikan keterangannya tidak selalu yang ia dengar, ia lihat dan ia alami sendiri
melainkan keterangan yang ada relevansinya dengan perkara yang sedang diproses. Implikasi
yuridis dari perluasan definisi saksi keterangan saksi dimaksud putusan tersebut apabila ditinjau
dari perspektif penegak hukum, tujuan hukum secara pidana dan keyakinan hakim tidak
mempersulit.
Keterangan saksi-saksi dipersidangan sebagai berikut:
1. Keterangan saksi CELLY DECILLIA PUTRI, SE. MM.Akt, di bawah sumpah di persidangan pada
pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :
Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya.
Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan
Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan
keterangan saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
Bahwa benar Riwayat Pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut:
1 Januari 2005 saksi menjadi CPNS sebagai staf di bagian keuangan Sekretariat
Daerah Kab. Pasaman Barat
Sekira tahun 2006 saksi menjadi PNS sebagai staf di Bagian Keuangan Sekretariat
Kab. Pasaman Barat
Sekira tahun 2008 saksi sebagai staf di Dinas Pengelola Keuangan Bidang
Perbendaharaan di DPKAD Kab. Pasaman Barat.
Sekira Tahun 2009 saksi menjadi Kasi Pembukuan Bidang Perbendaharaan DPKAD
Kab. Pasaman Barat.
Sekira Tahun 2010 s/d 2012 saksi menjadi Kepala Bidang Perbendaharaan DPKAD
Kab. Pasaman Barat.
Sekira Tahun 2013 s/d sekarang saksi diangkat sebagai Kepala Bidang Akutansi
DPKAD Kab. Pasaman Barat.
Bahwa` benar Tugas Dan Tanggung jawab saksi secara Umum selaku Kabid
Perbendaharaan DPKAD Kab. Pasaman Barat yaitu:
Menerbitkan SP20
Mengelola dan Memantau Ketersediaan Dana di Rekening Kas Daerah.
Bahwa saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat tersebut yaitu pada waktu saksi menjabat Kabid
Perbendaharaan DPKAD Kab. Pasaman Basat menerima SPM No: 0102/SPM-LSPENG/UMUM/2010 tanggal 17 Desember 2010 darot Bagian Umum Sekretariat Daerah
Kab. Pasaman Barat untuk permintaan Dana Untuk Kegiatan Pengadaan mobil Dinas
Bupati Dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Barat tersebut.
Bahwa saksi mengetahui perihal jumlah Dana yang diminta untuk kegiatan Pengadaan
mobil Dinas Bupati Dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Barat tersebut yaitu dan yang Dana
yang Diminta yg tercantum. dalam SPM No: 0102/SPM-LS-PENG/UMUM/2010 yaitu
sebesar Rp. 1.072.000.000,- (satu milyar tujuh puluh dua juta rupiah) dan Anggaran
tersebut di ambil dari mata Anggaran APBD-P tahun 2010 Kab. Pasaman Barat.
Bahwa benar saksi mengetahui perihal mekanisme Pencairan Dana untuk Kegiatan

Pengadaan Mobil Dinas Bupati Dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Bart. yaitu : Sebelum
Kegiatan di tenderkan ke ULP, PPTK berkewajiban untuk Melihat Ketersediaan Dana dan
Rincian Belanja ke DPA yaitu Bagian Umum Sekretariat Pemerintah Daerah Kab.
Pasaman Bart selanjutnya setelah Mengcross cek ketersediaan Dana di DPA , PPTK
mengajukan usulan / permohonan ke ULP agar Kegiatan diproses. Selanjutnya setelah
kegiatan ditenderkan dan telah dipilih pemenang tender selanjutnya PPTK membuat
Surat Perjanjian Kerja (SPK) bersama dengan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa,
selanjutnya PPTK melengkapi kelengkapan dokumen-dokumen untuk persyaratan
pengajuan SPP (Surat Permintaan Pembayaran) yaitu berupa : Berita Acara Pemeriksaan
Barang, Berita Acara Serah terima Barang. Benta Acara Pembayaran dan Kwitansi serta
Jaminan Bank. Selanjutnya PPTK menyerahkan SPK (Surat Perjanjian Kerja) dan Seluruh
Kelengkapan ke Bendahara Pembantu di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab.
Pasaman Barat. Selanjutnya Bendahara Bagian Umum menyiapkan kelengkapan
persyaratan SPP dan setelah SPP lengkap selanjutnya bendahara menyampaikan SPP
beserta kelengkapannya ke PPK (Pejabat Penata Usaha Keuangan) di Sekretariat Daerah
selanjutnya PPK wajib meneliti dan memverifikasi seluruh kelengkapan termasuk
ketersediaan Dana yang di cantumkan dalam Blangko Penelitian Kelengkapan Dokumen
SPP, selanjutnya PPK mengajukan SPP dengan Kelengkapannya ke Pengguna Anggaran
(PA) untuk membayarkan dana untuk kegiatan tersebut yang dicantumkan dalam SPM
(Surat Perintah Membayar) selanjutnya seluruh kelengkapan SPM dan SPP tersebut di
bawa ke Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Kab. Pasaman Barat, karena
Bagian Administrasi Pembangunan tersebut bertugas untuk meneliti dan memeriksa
kelengkapan dokumen untuk pencairan Dana hasil pemeriksaan Kelengkapan Dokumen
untuk Pencairan Dana di cantumkan dalam Blangko R-1 yaitu Daftar Pemeriksaan
Administrasi untuk Pencairan Dana program kegiatan yang ditandatangani oleh
pemeriksa Dokumen dan Kabag Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kab.
Pasaman Barat, selanjutnya SPP dan SPM tersebut di bawa ke DPKAD ke Bagian
Perbendaharaan selanjutnya diadakan penelitian dan pemeriksaan terhadap
kelengkapan SPP dan SPM tersebut oleh Pemeriksa, Kasi, selanjutnya ke Kepala Bagian
Perbendaharaan setelah lengkap Bagian Perbendaharaan DPKAD Kab. Pasaman Barat
menerbitkan SP2D selanjutnya SP2D tersebut dibawa ke Bank untuk Pencairan Dana,
dan setelah dana tersebut cair, dana akan langsung dikirim ke rekening rekanan dalam
kegiatan tersebut.
Bahwa benar setahu saksi pihak-pihak yang terlibat dalam pencairan dana untuk
kegiatan pengadaan Kendaraan Dinas Operasional (Bupati dan Wakil Bupati ) yaitu:
Sebagai PPTK yaitu ERIZAL,M, A.Md.
Ketua Panitia I ULP : BENDRI, S.KOM
Rekanan (Direktur PT. BALADEWA) : VITARMAN, BAC
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab.
Pasaman Barat: Drs. HENDRI, MM (Kabag Umum)
Pengguna Anggaran (PA) pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat : HERMANTO
(Sekda Kab. Pasaman Barat).
Panitia Pemeriksa Barang
- Ketua
: AMRIANTO, SH
- Sekretaris
: BOBI P. RIZA AP, Msi
- Anggota
: SETIA BAK TI, SH
- Anggota
: Drs. SAKIRMAN
- Anggota
: ROM HEP, 5.Hut
Pemeriksa Kelengkapan SPP dan Kelengkapannya pada Bagian AP (Administrasi,
Pembangunan ) Sekretaris Daerah Kab. Pasaman Barat: ASRIL, SE
Kabag Adminitrasi Pembangunan Sekretaris Daerah Kab. Pasaman Barat : ALIMAN
AFNI, SH

Pemeriksa Kelengkapan SPP dan SPM pada bagian Perbendaharaan DPKAD Kab.
Pasaman Barat : NILAWATI, SE
Kasi Belanja Langsung pada DPKAD Kab. Pasaman Barat : IRMAWATI.
Kabid Perbendaharaan DPKAD Kab Pasaman Barat : CELLY DECILLIA PUTRI, MM.Akt.
Bendahara Pengeluaran pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat :
HARISANTONI
Bahwa Perihal Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran SKPD tahun anggaran 2010
kegiatan pengadaan kendaraan dinas / operasional dengan jumlah anggaran sebesar Rp.
1.400.000.000,- tersebut baru saksi ketahui pada saat diperiksa oleh penyidik kejaksaan
dan untuk anggaran yg terealisasi sebesar Rp. 1.072.000.000,- (satu miliyar tujuh puluh
dua juta rupiah) dan dari realisasi anggaran tersebut terdapat sisa yaitu sebesar Rp.
328.000.000,- ( tiga ratus dua puluh dua juta rupiah) yang berada di Kas Umum Daerah.
Bahwa saksi mengetahui perihal No: SP2D No: 6064/SP20/LS/2010 tanggal 27 Desember
2010 untuk hal kegiatan Pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Kab. Pasaman
Barat pada tahun 2010 , karena SP2D tersebut diterbitkan oleh saksi selaku Kabid
Perbendaharaan DPKAD Kab. Pasaman Barat dan SP2D tersebut saksi terbitkan sekira
Tgl. 27 Desember 2010 dan dalam aturannya yang menyerahkan SPM, SPP dan
Persyaratan untuk menerbitkan SP2D kepada Bagian Perbendaharaan DPKAD Kab.
Pasaman Barat adalah PPTK, Bendahara dan Bendahara Pembantu.
Bahwa perumusan DPPA dalam hal pengadaan kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati
secara pasti saksi tidak mengetahui, namun yang saksi ketahui secara aturan yang
berkapasitas membuat dan merumuskan DPPA suatu kegiatan pengadaan Barang dan
Jasa pada suatu SKPD adalah Penggunaan Anggaran (PA) atau Kuasa Pengguna Anggaran
(KPA) pada SKPD tersebut berdasarkan Pasal 10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
13 Tahun 2006 Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
-

2.

Keterangan saksi ERIZAL. M, Amd, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya


memberikan keterangan sebagai berikut:
Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya ; Bahwa
benar saksi pernah diperiksa oleh, penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak Pidana
Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat dalam hal
Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P
Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan
Bahwa benar Riwayat Pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut : Tahun 1985 saksi
diangkat sebagai CPNS pada Dinas Peternakan Prov. Sumbar dan ditempatkan di daerah
Kecamatan Pasaman
Tahun 1986 saksi diangkat sebagai PNS pada Dinas Peternakan Prov Sumbar di daerah
Kecamatan Pasaman
Tahun 2004 saksi pindah ke kantor Bupati Pasaman Barat pada Sekretariat Kantor Bupati
Kab. Pasaman Barat .
Tahun 2008 saksi pindah ke Dinas Sosnakertran Kab. Pasaman Barat sebagai Kasubag
Umum dan Kepegawaian.
Tahun 2009 saksi pindah ke Dinas Pertambangan Kab. Pasaman Barat sebagai Kasi
Perizinan bidang penguasaan dan pengawasan .
Bulan September 2010 saksi pindah ke bagian Umum Sekretariat Kab. Pasaman Barat
sebagai Kasubag Perlengkapan (sekaligus menjabat sebagai PPTK pengadaan Kendaraan
Dinas Bupati dan Wakil Bupati tahun 2010).
Bulan Januari 2011 saksi pindah ke Kantor BPBD sebagai Kasubag Evaluasi dan
Perencanaan
Bulan Februari 2011 saksi pindah ke Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Pasaman Barat
sebagai Kasi Evaluasi dan Pelaporan.

Bahwa saksi menjabat sebagai PPTK berdasarkan SK Bupati Kab. Pasaman Barat Nomor
188.45/586/BUP-PASBAR/2010 tanggal 8 November 2010 tentang Perubahan
Keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor 188.45/112/BUP-PASBAR/2010 tentang
Penunjukan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pada Sekretariat Kab. Pasaman
Barat TA. 2010.
Bahwa benar tugas saksi sebagai PPTK adalah :
Mengendalikan Pelaksanaan Kegiatan
Melaporkan Perkembangan Kegiatan
Menyiapkan Dokumen Anggaran diatas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan
Dan tanggung jawab saya sebagai PPTK adalah bertanggung jawab atas pelaksanaan
tugas kepada KPA dan saksi melaksanakan tugas sebagai mana tersebut diatas, namun
oleh karena beban pekerjaan yang cukup banyak maka saksi menugaskan staf saksi yaitu
Hendri Piterson untuk melaksanakan tugas-tugas pelaksanaan pengadaan mobil
tersebut, akan tetapi Sdr Hendri Piterson tetap berkonsultasi dengan saksi dan apabila
dalam pelaksanaannya membutuhkan tanda tangan saksi maka saksi yang
menandatangani dokumen tersebut.
Bahwa setahu saksi sekira bulan Oktober 2010 saksi mengetahui dari staf saksi ada dana
yang terdapat pada DPA Perubahan pada Bagian Umum untuk kegiatan pengadaan
kendaraan dinas kepala daerah dan wakil kepala daerah sebesar Rp. 1.400.000 000,-;
Kemudian KPA (Kabag Umum) menyurati ULP agar dilakukan pelelangan kegiatan
pengadaan kendaraan dinas kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut oleh ULP
Kab. Pasaman Barat, namun siapa panitia pelelangan tersebut saksi tidak mengetahui,
Selanjutnya pada waktu yang tidak ingat lagi sekitar bulan Oktober 2010 KPA yaitu
Hendri Tanjung bersama dengan Hendri Piterson berangkat ke Jakarta melakukan survei
Harga Kendaraan untuk Kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut.
Bahwa pada waktu pelaksanaan lelang pertama sekira bulan Oktober 2010 saksi
bersama dengan KPA yaitu Hendri Tanjung pergi ke ULP untuk menghadiri pemasukan
penawaran pengadaan mobil tersebut dari jam 14.00 Wib s/d 15.45 Wib namun saat itu
tidak ada yang memasukkan penawaran maka saksi dan Sdr. Hendri Tanjung kembali ke
kantor Bagian Umum dan setelah itu saksi tidak mengikuti lagi kegiatan pelelangan
tersebut. Bahwa sekira bulan Desember 2010 Hendri Piterson datang menemui saksi di
Ruangan kerja saksi dan meminta saksi untuk menandatangani Berita Acara Negosiasi
Teknis dan Harga yang terdapat dalam Kontrak, selanjutnya sekira satu minggu
kemudian saksi mendapat informasi dari Hendri Tanjung yang mengatakan "bahwa
Kendaraan dinas Bupati telah datang" lalu saksi melihat kendaraan tersebut yang saat
Itu telah ada di Garasi Rumah Dinas Bupati.
Bahwa sekira Akhir Desember 2010, Hendri Piterson kembali menemui saksi di Ruangan
kerja saksi dan meminta saksi untuk menandatangani kelengkapan yang berkaitan
dengan pencairan anggaran pembayaran kendaraan bupati tersebut dan setelah itu saga
tidak tahu lagi.
Bahwa saksi mengetahui perihal 1 (satu) rangkap DPPA SKPD bagian Umum TA 2010
kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional dan 1 (satu) Rangkap RKA SKPD TA
2010 dimana DPPA SKPD dan RKA SKPD tersebut adalah yang dijadikan dasar untuk
pengajuan pelelangan kendaraan dinas bupati tersebut.
Bahwa menurut saksi di dalam Rincian perhitungan pada DPPA tersebut menyebutkan
Volume 1 (satu) dan satuan Paket artinya bahwa jika dihubungkan kembali ke RKA yang
menyebutkan uraian belanja modal pengadaan kendaraan dinas Bupati dan Wakil
Bupati maka yang dimaksud 1 (satu)paket tersebut adalah 1 (satu) unit untuk bupati dan
1 (satu) unit untuk wakil bupati.
Bahwa menurut saksi RKA adalah dasar dari pembuatan DPPA artinya apa yang diuraikan
dalam DPPA erat hubungannya dengan yang diajukan dalam RKA.
Bahwa saksi mengetahui perihal Telaahan Staf dan KPA Bagian Umum kepada Bupati

3.

Kab. Pasaman Barat tanggal 18 September 2010 perihal Persetujuan Proses Pengadaan
Kendaraan Dinas dengan Memakai Peraturan Presiden 54 Tahun 2010 tersebut, dimana
telaahan tersebut dibuat oleh Hendri Piterson di tanda tangan Oleh Sdr. Hendri tanjung
selaku KPA dan setelah itu baru saksi paraf selanjutnya saksi tidak tahu lagi.
Bahwa saksi baru mengetahui bahwa telaahan tersebut ada persetujuan dari Asisten III
dan juga Bapak Bupati Pasaman Barat.
Bahwa setahu saksi dalam pelaksanaan pelelangan tersebut, aturan pengadaan barang
dan jasa yang dipakai mengacu kepada Kepres 80 tahun 2003 hal ini bisa dilihat pada
dokumen kontrak kegiatan pengadaan kendaraan dinas bupati dan wakil bupati yang
ada. Bahwa saksi tidak mengetahui sebab telah terjadi perbedaan antara telaahan Staf
dari KPA Bagian Umum kepada Bupati Kab. Pasaman Barat tanggal 18 September 2010
perihal persetujuan proses pengadaan kendaraan dinas dengan memakai peraturan
Kepres 54 tahun 2010 tersebut dengan Pelaksanaan pelelangan yang dilakukan.
Bahwa saksi mengetahui perihal 1 (satu) rangkap Dokumen kontrak Nomor
027/480/kontrak-peng/umum/2010 kegiatan pengadaan kendaraan dinas / operasional
pekerjaan pengadaan kendaraan dinas bupati dan wakil bupati kabupaten pasaman
barat dengan nilai kontrak Rp. 1.072.000.000,- pelaksana PT. Baladewa Indonesia karena
SPK tersebut adalah dasar untuk kegiatan pengadaan kendaraan dinas bupati dan wakil
bupati tersebut.
Bahwa menurut saksi perihal "pekerjaan pengadaan kendaraan dinas bupati dan wakil
bupati" diambil dari RKA Bagian Umum namun saksi tidak mengetahui pihak-pihak yang
membuat dokumen kontrak tersebut.
Bahwa saksi mengetahui perihal I (satu) rangkap SP2D pengadaan kendaraan dinas
bupati dan wakil bupati tanggal 28 Desember 2010 beserta lampiran tersebut, karena
PPTK kegiatan tersebut adalah saksi sendiri dan pada saat pencairan saya ada
menandatangani SPP-LS dan SPM serta dokumen lain yang berhubungan dengan
pembayaran.
Bahwa saksi tidak mengikuti kegiatan pelelangan tersebut sampai dengan saksi diminta
untuk menandatangani berita acara negosiasi teknis dan Harga.
- Bahwa saksi tidak mengetahui perihal 1 (satu) lembar laporan hasil pelelangan No
14.4/ULP.B1/LHP/1/Pas-Bar/2010 tanggal 10 November 2010 dari Sdr. Bendri selaku
panitia I Pengadaan barang kepada KPA Bag Umum, 1 (satu) lembar Penetapan
pelelangan ulang No 027/216/KPA/Umum-2010 tanggal November 2010 dari KPA
Kantor Pelayanan Satu Pintu kepada Sdr. Bendir selaku panitia I Pengadaan barang, 1
(satu) lembar laporan hasil pelelangan ulang No 14U.4/ULP.B1/LHPU/1/Pas Bar/2010
tanggal 23 November 2010 dari Sdr. Bendri selaku panitia I Pengadaan barang kepada
KPA Bag Umum, dan 1 (satu) lembar Penetapan pelelangan ulang gagal No
027/217/KPA/Umum-2010 tanggal 23 November 2010 dari KPA Bag Umum kepada Sdr.
Bendri selaku panitia I Pengadaan barang.

Keterangan saksi BENDRI, S.Kom, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya


memberikan keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenaroya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Sarat dan keterangan
saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa riwayat Pekerjaan saksi antara lain sebagal berikut:

- Bahwa Sekira bulan Mel tahun 2005 saksi menjadi CPNS di Badan Kepegawaian Daerah
Kab. Pasaman Barat sebagai staff.
- Sekira tahun 2006 saksi diangkat menjadi PNS di Badan Kepegawaian Daerah Kab.
Pasaman Barat sebagal staff.
- Sekira tahun 2007 saksi berdinas di Kantor Sekretariat OPRD Kab. Pasaman Barat sebagai
staff.
- Sekira tahun 2009 saksi berdinas di bagian POE Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat
sebagai Kasubag Pengolah Data.
- Sekira bulan Februari tahun 2012 s/d Februari 2013 saksi berdinas di Badan Kepegawaian
Daerah Kab. Pasaman Barat sebagas Kasubag Umum.
- Sekira bulan Februari 2013 s/d sekarang saksi diangkat sebagai kasubbid Dokumentasi dan
Pengolahan Data Badan Kepegawaian Daerah Kab. Pasaman Barat.
- Bahwa saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat tersebut yaitu dari adanya pemberitahuan ketua ULP tahun 2010 yaitu
AGUSMAR, ST kepada saksi selaku Ketua Panitia Lelang I pada ULP bahwa ULP telah
menerima surat dari bagian Umum dengan nomor surat : 027/8010/Umum/2010
tertanggal 15 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Drs. HENDRI, MM selaku Kepala
Bagian Umum bahwa ada permintaan dari Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab.
Pasaman Barat untuk melaksanakan pelelangan terhadap kegiatan Pengadaan Kendaraan
Dinas Bupati dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Barat dan selanjutnya saksi
mengkoordinasikan perihal Kegiatan Pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan wakil bupati
tersebut dengan Anggota Panitia Lelang I selanjutnya Panitia Lelang I pada ULP melakukan
Penyusunan jadwal Pelaksanaan Kegiatan dan surat dengan nomor surat :
027/8010/Umum/2010 tertanggal 15 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Drs.
HENDRI, MM selaku Kepala Bagian Umum berisi tentang Spesifikasi Pengadaan Kendaraan
Bagian Umum.
- Bahwa Dasar Hukum saksi menjadi Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa yaitu berdasarkan
SK Bupati Nomor 188.45/98/BUP-PASBAR/2010 tanggal 26 Januari 2010 tentang
Penunjukan Panitia Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (Pengadaan Barang) pada Unit
Layanan Pengadaan Kab. Pasaman Barat Tahun Anggaran 2010 Personil Panitia
Pengadaan Barang adalah sebagai berikut :
Panitia Pengadaan Barang :
- Ketua
: BENDRI, SKom.
- Sekretaris
: Drs. INDERAYANI
- Anggota
: IMTER PEDRI, S.Pd
- Anggota
: TONA AMANDA, SE
- Anggota
: WINARDI LUBIS, A.Md.
Tugas dan fungsi Panitia Pengadaan barang adalah :
- Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan pekerjaan.
- Menyusun dan menyiapkan harga Perkiraan Sendiri (HPS)
- Menyiapkan dokumen pengadaan Barang/Jasa.
- Mengusulkan calon pemenang
- Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna
barang/jasa
- Menandatangani fakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang/jasa
dimulai
- Bahwa saksi pernah mengikuti Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa dan sampai
dinyatakan lulus karena nama saksi di situs LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang
dan Jasa Pemerintah) dinyatakan lulus tetapi saksi sampai dengan sekarang sertifikat
kelulusan Pengadaan Barang dan Jasa milik saksi belum ada diberikan kepada saksi oleh
Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Daerah Kab. Pasaman Barat sesuai dengan Sk

Bupati Nomor 188.45/98/BUP-PASBAR/2010 tanggal 26 Januari 2010 tentang Penunjukan


Panitia Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah ( Pengadaan Barang) pada unit Layanan Kab.
Pasaman Barat Tahun Anggaran 2010
Bahwa menurut saksi sebagai Panitia Pengadaan Barang dan Jasa pada kegiatan
Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati Dan Wakil Bupati pada Sekretariat Daerah Kab
Pasaman Barat tersebut saksi ada mendapatkan honor yaitu sekira Rp. 300.000,- (Tiga
ratus ribu rupiah)
Bahwa tugas dan fungsi saksi sebagai Panitia pengadaan barang dapat antara lain sebagai
berikut :
Untuk Tugas Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan pekerjaan sudah
laksanakan yaitu dengan dibuatnya Tabel jadwal rencana Pelaksanaan Kegiatan dari
Pengumuman sampai dengan Pengusulan Pemenang
Untuk tugas Menyusun dan menyiapkan harga perkiraan Sendiri (HPS) sudah dilaksanakan
yaitu dengan dibuatnya Daftar Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang telah ditandatangani
oleh HENDRI, MM Selaku KPA dan saksi sendiri (BENDRI, S.Kom) selaku Ketua Panitia
Pengadaan Barang dan Jasa dan daftar HPS tersebut dilampirkan dalam Dokumen
Perjanjian Kerja (kontrak) kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
pada Tahun 2010 tersebut.
Untuk Tugas Menyiapkan dokumen pengadaan Barang/lasa melalui media cetak dan
pagan pengumuman untuk penerangan umum, dan jika memungkinkan melalui media
elektronik sudah saksi lakukan yaitu dengan mengumumkan perihal Pengumuman Lelang
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Kab Pasaman Berat Tahun 2010 tersebut pada
Media Cetak "TEMPO" yaitu dengan mekanisme Panitia Lelang I dari ULP mengirimkan
Surat Nomor. 15/PLJULP-PASBAR/2010 tertanggal 1 Nopember 2010 perihal
Pengumuman Lelang Umum
Untuk tugas Menilai kualifikasi penyedia melalui pasca kualifikasi atau pra kualifikasi
sudah dilaksanakan yaitu dengan melakukan seleksi Pasca Kualifikasi
Untuk tugas Melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk tidak bisa dilakukan
karena tidak adanya Penawar dan Rekanan terhadap Kegiatan Pengadaan Kendaraan
Dinas Bupati Dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Barat tahun 2010.
Untuk tugas Mengusulkan calon pemenang juga tidak dapat dilakukan karena Peserta
Lelang tidak ada yang memasukkan Penawaran.
Untuk tugas Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna
barang/jasa telah saksi lakukan yaitu dengan sudah dilaporkannya Hasil pelelangan pada
setiap Proses pelelangan yang dilakukan kepada Drs. HENDRI, MM selaku KPA kegiatan
Pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut.
Untuk Tugas Menandatangani fakta intergritas sebelum pelaksanaan pengadaan
barang/jasa dimulai telah saksi lakukan yaitu dengan ditandatanganinya Daftar Fakta
Integritas.
Bahwa saksi mengetahui perihal besarnya Anggaran untuk kegiatan Pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P tahun 2010
pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat yaitu dan surat yang dikirim oleh
Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab. Pasaman barat Nomor Surat :
027/8010/Umum/2010 tertanggal 15 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Drs.
HENDRI, MM selaku Kepala Bagian Umum berisi tentang Spesifikasi Pengadaan Kendaraan
Bagian Umum, dalam surat tersebut tercantum besarnya anggaran untuk kegiatan
tersebut yaitu sebesar Rp. 1.400.000.000,- (satu miliyar empat ratus juta rupiah) untuk
pengadaan kendaraan Dinas / Operasional pekerjaan pengadaan kendaraan Dinas
bermotor roda empat minibus dan setelah dilakukan proses pelelangan dan Penunjukan
langsung serta negosiasi dengan rekanan maka anggaran untuk pengadaan kendaraan
Dinas Bupati Dan Wakil Bupati tersebut sebesar Rp. 1.072.000.000,- (satu miliyar tujuh
puluh dua juta rupiah).

- Bahwa Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa dalam Menentukan HPS yaitu berdasarkan Dari
data Survey yang diberikan Drs.HENDRI, MM selaku KPA pada kegiatan tersebut karena
Panitia Lelang tidak melakukan Survey secara langsung perihal Harga Pasar pada kegiatan
Pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Barat tersebut,
selanjutnya Harga Survey tersebut di tambah dengan Pajak PPn 10 % ditambah dengan
keuntungan yang wajar 6 % sehingga didapatlah HPS , bahwa setahu saksi dalam
menetukan HPS yang menjadi Dasar yang paling baku 3dalah Survey Harga Pasar
sedangkan untuk PPn dan keuntungan yang wajar bersifat relatif dan setahu saksi yang
melakukan survey harga Pasar untuk menentukan HIPS pada kegiatan tersebut adalah
Drs. HENDRI , MM (KPA) dan HENDRI FITERSON (staff di bagian umum Pemda Pasbar)
bahwa seingat saksi harga Pasar yang dijadikan harga pembanding yaitu harga kendaraan
pada dealer mobil " TERMINAL MOTOR " yang berlokasi di Kelapa Gading Jakarta Utara
yaitu jenis kendaraan Toyota Prado 2.7 TX-L Full Options seharga Rp. 990.000.000,(Sembilan ratus Sembilan puluh juta rupiah), dan untuk kegiatan Pengadaan kendaraan
Dinas Bupati dan Wakil Bupati pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat tahun 2010
yang menjadi HPS yaitu sebesar Rp. 1.074.900.000,- (satu miliyar tujuh puluh empat juta
Sembilan ratus ribu rupiah).
- Bahwa pada awalnya sekretariat ULP Kab. Pasaman Barat memberikan Surat Nomor surat
027/8010/Umum/2010 tertanggal 15 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Drs.
HENDRI, MM selaku Kepala Bagian Umum berisi tentang Spesifikasi Pengadaan Kendaraan
Bagian Umum selanjutnya disusunlah jadwal rencana pelaksanaan pelelangan selanjutnya
panitia pengadaan barang dan jasa membuat dokumen lelang dan selanjutnya Panitia
Lelang pada ULP Kab. Pasaman Barat membuat HPS berdasarkan survey yang dilakukan
oleh KPA selanjutnya di umumkan di media cetak ataupun elektronik , selanjutnya
dilaksanakanlah AANWIJZING (Penjelasan Pekerjaan) selanjutnya rekanan memasukkan
penawaran tetapi pada kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati ini
tidak ada rekanan yang memasukkan penawaran sehingga lelang I dinyatakan gagal
selanjutnya dibuatlah surat Laporan Hasil Pelelangan dari Panitia Pengadaan Barang Dan
Jasa kepada KPA Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat Nomor :
14.4/ULP.B.1/LHP/1/Pas_Bar/2010 tertanggal 10 Nopember 2010 yang berisi surat
laporan hasil pelelangan tersebut selanjutnya dari Pihak KPA mengirimkan surat balasan
No:027/216/KPA/Umum-2010 tertanggal Nopember 2010 yang berisi Penetapan
Pelelangan Ulang yang ditandatangani oleh Drs. HENDRI, MM selaku KPA selanjutnya
Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa pada ULP melakukan Pelelangan ulang seperti
Pelelangan ke-I selanjutnya pada pelelangan ke II pun tidak ada rekanan yang
memasukkan Penawaran terhadap Kegiatan Pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan
Wakil Bupati tersebut sehingga pelelangan ke dua pun dinyatakan gagal dan dari Pihak
Panitia Pengadaan Barang dan Jasa ULP mengirimkan Surat Laporan Hasil Pelelangan
Ulang Nomor : 14U.4/ULP.B.1/LHP/1/Pas_Bar/2010 tertanggal 23 Nopember 2010 perihal
surat yaitu Laporan Hasil Pelelangan Ulang selanjutnya KPA mengirimkan Surat Nomor :
027/217/KPA/Umum- 2010 tertanggal 23 Nopember 2010 perihal Penetapan Pelelangan
Ulang Gagal selanjutnya KPA melalui surat tersebut memberitahukan untuk
melaksanakan Penunjukan Langsung paket Pekerjaan tersebut selanjutnya
dilaksanakanlah Penunjukan Langsung oleh Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa. Namun
dalam pelaksanaan pemilihan rekanan untuk penunjukan langsung Panitia Pengadaan
Barang Dan Jasa tidak mengetahui rekanan mana yang akan di tunjuk karena pada
pelelangan tidak ada yang melakukan penawaran tetapi dari pihak KPA (Drs. HENDRI, MM)
telah mengenalkan PT. BALADEWA kepada Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa sekira 1
minggu setelah lelang kedua dinyatakan gagal dan KPA menyurati untuk PI. bertempat di
ruangan Kabag Umum (KPA) yang dihadiri oleh KPA, Saya sendiri selaku Kelua Panitia,
Rekanan sekira 2 orang yakni Direktur PT.Baladewa dan satu orang lagi saksi tidak ingat
sebagai rekanan yang akan ditunjuk sebagai pelaksana selanjutnya dilakukanlah

Penunjukan Langsung (PL) terhadap PT. BALADEWA dan menjadikan PT. BALADEWA
sebagai Pemenang tender. Pada pertemuan tersebut KPA mengatakan pada saya bahwa
ini rekanan dari PT. BALADEWA yang direncanakan akan ditunjuk untuk melaksanakan
kegiatan pengadaan.
Bahwa setahu saksi selaku Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa dalam melakukan
Penunjukan Langsung yang menjadi Dasar hukum saksi adalah Surat dari KPA nomor
027/217/KPA/Umum- 2010 tertanggal 23 Nopember 2010 perihal Penetapan Pelelangan
Ulang Gagal yang menyebutkan untuk melaksanakan Penunjukan Langsung paket
pekerjaan tersebut, selanjutnya Panitia Lelang melakukan Penunjukan Langsung dan
menjadikan PT. BALADEWA menjadi pemenang tender pada kegiatan pengadaan mobil
dinas Bupati dan wakil Bupati tersebut, Bahwa saksi pelaksanaan PL sesuai dengan Kepres
80 tahun 2003 bahwa PL bisa dilaksanakan untuk nilai Paket dibawah Rp.50.000.000,(lima puluh juta rupiah ). Bahwa menurut saksi Penunjukan Langsung PT. BALADEWA
tersebut adalah tidak sesuai dengan peraturan yaitu Kepres No 80 Tahun 2003 tetapi
dalam pelaksanaannya Panitia tetap melaksanakan PL karena Panitia Pengadaan Barang
Dan Jasa telah mendapat Surat dari KPA nomor 027/217/KPA/Umum- 2010 tertanggal 23
Nopember 2010 perihal Penetapan Pelelangan Ulang Gagal yang menyebutkan untuk
melaksanakan Penunjukan Langsung paket pekerjaan dan KPA (Drs. HENDRI, MM) juga
telah merekomendasikan PT. BALADEWA sebagai Rekanan yang akan dilakukan
Penunjukan Langsung sehingga Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa akhirnya melakukan
PL tersebut dan menjadikan PT. BALADEWA sebagai Pemenang tender.
Bahwa saksi pernah ada bertanya kepada Drs. HENDRI, MM selaku KPA perihal Perubahan
permintaan Unit Mobil dari 2 (dua) Unit kendaraan menjadi 1 (satu) Unit Kendaraan pada
kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Barat tahun
2010 perihal terjadinya perubahan pada jumlah Unit kendaraan pada kegiatan tersebut
dan dijawab oleh Drs. HENDRI, MM selaku KPA bahwa Anggaran untuk Dana pengadaan
2 (dua) unit kendaraan tersebut tidak mencukupi dan Drs, HENDRI, MM memperlihatkan
kepada saksi TS (Telaahan Staff) untuk merubah jumlah Unit kendaraan dari 2 (dua)
menjadi 1 (satu) yang telah disetujui oleh BAHARUDDIN R selaku Bupati Pasaman Barat
bahwa Kegiatan Pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut berubah dari 2
(dua) unit menjadi 1 Unit saja. Dasar hukumnya saksi tidak mengetahui tetapi saya ada
diberi tahu oleh Drs. HENDRI, MM bahwa perubahan tersebut disebabkan karena tidak
tercukupinya anggaran untuk pengadaan 2 (dua) unit kendaraan. Pihak mana yang
meminta perubahan tersebut saksi tidak mengetahui tetapi saksi mengetahui perihal
perubahan jumlah unit tersebut dari Drs. HENDRI, MM selaku KPA.
Bahwa menurut saksi perihal 1 (satu) lembar Surat nomor 027/216/KPA/ Umum- 2010
tertanggal Nopember 2010 yang ditandatangani oleh DRS. HENDRI , MM sedangkan pada
logo bagian bawah Surat bertuliskan ULP sedangkan yang bertanda tangan pada Surat
tersebut adalah Drs. HENDRI, MM selaku KPA pada kegiatan Pengadaan kendaraan Dinas
Bupati Dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Barat tahun 2010 yaitu surat tersebut dikonsep
oleh saksi untuk diberikan kepada Drs. HENDRI , MM sebagai jawaban dari Surat nomor
14.4/ULP.B1/LHP/1/Pas Bar/2010 tertanggal 10 Nopember 2010 perihal Laporan Hasil
Pelelangan, Surat tersebut saksi konsep dengan maksud untuk membantu mempercepat
waktu pelaksanaan pelelangan tersebut supaya proses pelelangan tersebut cepat selesai
sesuai dengan jadwal rencana pelaksanaan.
Bahwa setahu saksi rekanan untuk Penunjukkan langsung adalah PT. BALADEWA yang
direkomendasikan oleh Drs. HENDRI, MM selaku KPA sekira bulan Nopember 2010, jenis
kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010
pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dari kegiatan pengadaan kendaraan
Dinas Bupati dan wakil Bupati Kab. Pasaman Barat tersebut adalah Merk Toyota Jenis
Prado TXL 2.700 pada saat saksi menandatangani dokumen pengadaan pada sekira akhir
December 2010, dan jumlahnya sebanyak 1 (satu) Unit Mobil.

- Bahwa saksi mengetahui perihal dokumen kontrak,lembaran Laporan Hasil pelelangan


dan ULP Kepada KPA, Penetapan Pelelangan ulang dari KPA pada ULP, Laporan hasil
pelelangan Ulang dari Panitia kepada KPA dan surat Penetapan Pelelangan Ulang Gagal
hingga diminta untuk melakukan Pemilihan Langsung Dan saksi membenarkan surat-surat
dan dokumen tersebut di atas adalah merupakan kelengkapan Administrasi pada proses
pelelangan pada Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Kab.
Pasaman Barat tahun 2010
4.

Keterangan saksi SETIA BAKTI, SH, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan keterangan
saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa riwayat Pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut
Tanggal 01 Mei 2005 Diangkat menjadi sebagai CPNS di Bagian Hukum Sekretariat
Daerah Kabupaten Pasaman Barat.
Tanggal 01 April 2006 diangkat menjadi PNS di Bagian Hukum Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat.
Tahun 2010 saksi ditugaskan sebagai anggota panitia pemeriksa barang pada
Sekretariat Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat
Bulan Januari 2011 diangkat sebagi Kasubag Monitoring Pembangunan Pada
Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat.
Bulan Januari 2012 diangkat sebagi Sekretaris Kopri pada Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat sampai dengan sekarang.
- Bahwa saksi mengetahui kegiatan Pengadaan Mobil Dinas Bupati Dan Wakil Bupati Kab.
Pasaman Barat yaitu sekira tanggal 20 Desember 2010 saksi diberitahu staf Bagian Umum
yang orangnya saksi tidak ingat lagi yang meminta saksi selaku tim pemeriksa barang
untuk melakukan pemeriksaan mobil dinas Bupati pengadaan tahun 2010 sebanyak 1
(satu) unit. Kemudian sewaktu pemeriksaan tersebut seingat saksi dari panitia pemeriksa
barang yang hadir adalah Sdr. Bobi, Sdr. Amrianto, Kabag Umum (Hendri Tanjung), dan
Sdr. VERI (Rekanan/Bala Dewa Indonesia) dan pemeriksaan Panitia lakukan di teras utama
kantor bupati Pasaman Barat selanjutnya untuk penanda tanganan Berita Acara
Pemeriksaan Barang dilakukan diruangan Kabag Urnum.
- Bahwa berdasarkan SK Bupati Nomor 188.45/248/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14 April
2010 personil Pemeriksa Barang adalah sebagai berikut:
Panitia Pemeriksa Barang
- Ketua
: AMRIANTO, SH
- Sekretaris
: BOBI P. RIZA , Msi
- Anggota
: Drs. SAKIRMAN
- Anggota
: SETIA BAKTI,SH
- Anggota
: RONI HEP, S.Hut
Tugas dan fungsi pemeriksa barang adalah:
- Meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan barang dilingkungan sekretariat
daerah Kabupaten Pasaman Barat .
- Meneliti Spesifikasi Teknis dan Jumlah Barang Yang dikerjakan Sesuai dengan
Dokumen Kontrak (Surat perjanjian kerja) .
- Membuat Berita Acara tentang Hasil Pemeriksaan Atas pelaksanaan pekerjaan
pengadaan barang yang dilaksanakan.
- Bahwa sehubungan dengan tugas dan fungsi saksi sebagai anggota pemeriksa barang

5.

dapat saksi jelaskan sebagai berikut :


Untuk tugas saksi dalam hal Meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan barang
dilingkungan sekretariat daerah Kabupaten Pasaman Barat sehubungan dengan
pengadaan kendaraan dinas Bupati tersebut tidak ada saksi lakukan karena setahu saksi
tugas panitia pemeriksa barang hanyalah poin 2 dan 3 sedangkan tugas yang ada poin 1
baru saksi tahu pada pemeriksaan saat ini.
Untuk tugas poin 2 dan poin 3 ada saksi lakukan pada hari Senin Tanggal 20 Desember
2010 sekira jam 14.00 Wib bertempat di Halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, dimana
saat barang tersebut saksi teliti dengan mengacu pada Spesifikasi Teknis dan Jumlah
Barang yang ada dalam Dokumen Kontrak (Surat perjanjian kerja) kemudian hasil
pemeriksaan tersebut panitia tuangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Barang Nomor
027/267/BAPB/SETDA/2010 tanggal 20 Desember2010.
Bahwa Setahu saksi dari Kegiatan Pengadaan mobil Dinas Bupati pada sekretariat Daerah
Kab. Pasaman barat tersebut jenis mobilnya yaitu mobil Toyota Jenis Prado TXL 2.700 dan
banyaknya sebanyak 1 (satu) Unit, yang hadir dalam pembuatan Berita Acara Pemeriksaan
Barang tersebut yang saksi ingat yaitu : Tim Pemeriksa Barang (AMRIANTO, SH, BOBI P.
RIZA AP, MS.i, SETIA BAKTI, SH ), Kabag Umum (Drs.HENDRI TANJUNG, MM) , dan
Rekanan/Bala Dewa Indonesia (Sdr.VERI) dan berita acara Panitia buat diruang kabag um
um.
Bahwa saksi tidak tahu dengan isi dari Surat Perjanjian Kerja Nomor: 027/480/KontrakPeng/Umum/2010 tanggal 13 Desember 2010 tersebut karena tugas saksi hanyalah
pemeriksa barang dengan mengacu kepada spesifikasi teknis yang ada dalam Surat
Perjanjian Kerja, namun selain dari Spesifikasi teknis tersebut saksi tidak tahu, termasuk
juga proses pengadaan kendaraan tersebut.
Bahwa Pada tanggal 20 Desember 1010 sekira pukul 09.00 Wib, saksi bersama dengan tim
pemeriksa barang pada kegiatan Pengadaan Mobil Dinas Bupati pada Sekretariat
Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat tahun 2010 seingat saksi yaitu (AMRIANTO, SH,
BOBI P. RIZA AP, MS.i, SETIA BAKTI, SH ) dipanggil oleh staf Bagian Umum yang orangnya
saksi tidak ingat untuk memeriksa kendaraan dari Kegiatan Pengadaan mobil Bupati pada
sekretariat daerah kab. Pasaman barat tahun 2010 yaitu 1 (satu ) Unit Mobil Merk Toyota
Jenis Prado TXL 2.700 yang mana mobil tersebut telah ada di teras utama kantor Bupati
Pasaman Barat disana juga telah hadir Kabag Umum (Drs.HENDRI TANJUNG, MM), dan
Rekanan/Bala Dewa Indonesia (Sdr.VERI) selanjutnya saksi bersama Tim Pemeriksa
Barang memeriksa spesifikasi kendaraan tersebut dan mencocokkan spesifikasi
kendaraan tersebut sesuai spesifikasi yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan
Barang selanjutnya setelah lengkap diperiksa dan dicek perihal spesifikasi dan
kelengkapan mobil Toyota Jenis Prado TXL 2.700 tersebut selanjutnya Tim Pemeriksa
Barang membuat Berita Acara Pemeriksaan Barar.g dalam Kegiatan Pengadaan Mobil
Dinas Bupati pada Sekretariat Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat tahun 2010 , dan
kemudian Berita Acara Pemeriksaan Barang ditandatangani oleh Tim yang hadir pada saat
itu (AMRIANTO, SH, BOBI P. RIZA AP, MS.I. SETIA BAKTI, S14) dan dari rekanan PT.
Baladewa Indonesia yang menanda tangani Berita Acara Pemeriksaan Barang tersebut
saksi tidak tahu orangnya selanjutnya setelah menandatangani Berita Acara Pemeriksaan
Barang tersebut saksi langsung pergi keruang kerja saksi dan saksi tidak mengetahui
dibawa kemana mobil tersebut.

Keterangan saksi Drs. INDERAYANI. di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya


memberikan keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat

dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan keterangan
saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan. Bahwa
Riwayat Pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut:
- Bahwa tahun 1989 saksi diangkat sebagai CPNS di Kantor Perwakilan Kecamatan
Pasaman di Kinall sebagai staf seksi pemerintahan.
- Tahun 1990 s/d 1996 saksi diangkat sebagai PNS di Kantor Perwakilan Kecamatan
Pasaman di Kinall sebagai staf seksi pemerintahan.
- Tahun 1996 s/d 1999 mendapat tugas belajar di UNAD Program D-3 Keuangan Daerah
Tahun 1999 s/d 2001 dipindahkan ke Inspektorat Kab. Pasaman sebagai Staf di Bagian
Evaluasi dan Pelaporan
- Tahun 2001 s/d 2004 mendapat tugas belajar S-1 di IIP Depdagri Jakarta
- Tahun 2004 s/d 2005 dipindahkan ke BKD Kab. Pasaman sebagai Staf di bidang Diklat
Tahun 2005 s/d 2008 pindah ke BKO Kab Pasaman Barat sebagai Staf dibidang
Dokumentasi dan Kesejahteraan Pegawai
- Tahun 2008 s/d 2009 diangkat sebagai Kasubbid Pegolahan Data Pegawai
- Tahun 2009 s/d 2012 diangkat sebagai Kasubag Pembinaan Administrasi Nagari dan
selain itu saksi juga ditugaskan sebagai Sekretari Panitia I pengadaan Barang dan Jasa
Pemerintahan di ULP Kab. Pasaman Barat
- Tahun 2012 s/d 2013 diangkat sebagai Kasubag Fasilitasi Konflik Pertanahan.
- Tanggal 31 Januari 2013 saya dilantik sebagai Kabid ketahanan masyarakat pada
BPMKB Kab. Pasaman Barat.
Bahwa saksi ada memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah yaitu:
- Tahun 2007 saksi lulus Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dengan
Klasifikasi L-2 (berlaku dan tahun 2007 s/d 2009)
- Tahun 2009 saksi lulus Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dengan
Klasifikasi L-2 (berlaku dari tahun 2009 s/d 2011)
Berdasarkan SK Bupati Pasaman Bara t Nomor 188.45/98/BUP-PASBAR/2010 tanggal 26
Januari 2010 saksi diangkat sebagai Sekretaris Panitia I Pengadaan barang / Jasa
(Pengadaan Barang) pada ULP TA 2010
Bahwa tupoksi saksi sebagai Panitia berdasarkan 5K Bupati tersebut dengan merujuk
kepada pasal 10 ayat (5) Kepres 80 tahun 2003 tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Barang / Jasa Pemerintah adalah sebagai berikut:
- Menyusun Jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan serta lokasi pengadaan
- Menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
- Menyiapkan dokumen pengadaan
- Mengumumkan pengadaan barang / jasa melalui media cetak dan papan
pengumuman resmi untuk penerangan umum, dan jlka memungkinkan melalui media
elektronik Menilai kwalifikasi penyedia melalui paska kwalifikasi atau prakwalifikasi
- Melakukan efaluasi terhadap penawaran yang masuk
- Mengusulkan calon pemenang
- Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna barang /
jasa
- Menanda tangani fakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang / jasa
dimulai.
Bahwa tanggal yang tidak ingat lagi akhir tahun 2010 saksi dihubungi oleh Sdr. Bendri
(Ketua Panitia I Barang) melalui HP dan Sdr. Bendri mengatakan ada paket lelang mobil
bupati dan wakil bupati yang diajukan oleh Bagian umum ke ULP dan ULP menugaskan
kita untuk memprosesnya". beberapa hari kemudian saksi bertemu dengan Sdr. Bendri
setelah apel pagi di Kantor Bupati dan Sdr. Bendri mengatakan bahwa "Besok akan
dilakukan Aanwizing untuk lelang Mobil Bupati dan Wakil bupati, dan saksi jawab saksi
tidak dapat hadir karena ada pekerjaan yang mendesak yang harus saksi kerjakan dan

beberapa hari kemudian saksi bertemu kembali dengan Sdr. Bendri dan saat Itu saksi
tanyakan apakah ada peserta Anwizing dan dijawab oleh Bendri ada dan saksi tidak ada
bertanya lagi sehubungan dengan pelelangan mobil tersebut. Bahwa sehari sebelum
penutupan penawaran saksi kembali diajak oleh Sdr. Bendri untuk menghadiri Acara
Pembukaan Penawaran namun saksi juga tidak bisa hadir Dan setelah itu saksi ada
bertanya kepada Sdr. Bendri apakah ada penawaran dari rekanan yang masuk dan Sdr.
Bendri mengatakan dari informasi FERI (Petugas Administrasi Pasa Sekretariat ULP Kab.
Pasaman Barat) belum ada yang memasukkan penawaran. Dan akhirnya saksi mengetahui
dari Sdr. Bendri, lelang tersebut gagal dan disikapi dengan melakukan lelang Ulang Bahwa
untuk lelang ulang saksi tidak juga ikut dalam proses lelang tersebut namun dari informasi
Sdr. Bendri lelang ulang kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati yang awalnya
direncanakan untuk 2 unit mobil dan sekarang menjadi 1 unit juga gagal dan rencananya
akan dilalukan PL. Kemudian pada tanggal yang tidak ingat lagi di bulan Desember 2010
saksi dihubungi oleh Sdr. Bendri dan mengajak saksi untuk pergi ke Ruang Kabag Umum
(Sdr. Hendri Tanjung) untuk menandatangani kontrak dan setibanya saksi diruang kabang
umum saat itu ada Sdr. Bendri (Ketua Panitia), Hendri Tanjung (KPA), Erizal (PPTK),
kemudian setelah ada penjelasan dari Sdr. Bendri tentang Lelang I dan Lelang II gagal
kemudian dilanjutkan dengan sistim PL dan rekanan yang ditunjuk adalah PT. BATA DEWA
INDONESIA lalu sdr. Bendri menyodorkan Kontrak beserta kelengkapan dokumen lelang
untuk saksi pelajari dan setelah saksi baca dokumen tersebut dan saksi melihat Sdr- bendri
(Ketua Panitia). Hendri Tanjung (KPA), Erizal A-Md (PPTK) dan rekanan dari PT. Bala Dewa
Indonesia telah menandatangani dokumen tersebut sebelumnya lalu saksi menanyakan
kepada Sdr. Bendri "lai aman ko ben" (apakah sudah sesuai dengan prosedur dan
ketentuan) dan dijawab oleh Sdr. Bendri "Lai" (sesuai) maka saksi langsung tanda tangan
pada dokumen tersebut dan termasuk juga surat fakta integritas dan Setelah itu saya tidak
tahu lagi.
- Bahwa secara umum tahapan pelelangan adalah sebagai berikut:
Ketika ada paket yang akan diproses untuk dilelang maka panitia akan melakukan sebagai
Berikut:
- Menyiapkan Dokumen lelang - Menetapkan HPS
- Mengumumkan pelelangan
- mendampingi PPTK untuk melakukan Anwizing
- Membuka dan mengevaluasi penawaran
- Mengusulkan talon pemenang
- Bahwa saksi tidak melakukan tugas saksi sebagai Panitia karena kesibukan dl bagian
Pemerintahan nagari sehubungan dengan kegiatan studi banding walinagari se Pasaman
Barat ke Ball di Bulan Desember 2010.
- Bahwa Dasar Hukum saksi menjadi Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa yaitu berdasarkan
SK Bupati Nomor 188.45/98/BUP-PASBAR/2010 tanggal 26 Januari 2010 tentang
Penunjukan Panitia Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (Pengadaan Barang) pada Unit
Layanan Pengadaan Kab. Pasaman Barat Tahun Anggaran 2010 Personil Panitia
Pengadaan Barang adalah sebagai berikut:
Panitia Pengadaan Barang
- Ketua
: BENDRI, SKom.
- Sekretaris
: Drs. INDERAYANI
- Anggota
: IMTER PEDRI, S.Pd
- Anggota
: TONA AMANDA, SE
- Anggota
: WINARDI LUBIS, A.Md.
Tugas dan fungsi Panitia Pengadaan barang adalah :
- Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan pekerjaan. Menyusun dan
menyiapkan harga Perkiraan Sendiri (HPS)
- Menyiapkan dokumen pengadaan Barang/Jasa.

6.

- Mengumumkan pengadaan barang dan jasa melalui media cetak dan papas
pengumuman untuk penerangan umum, dan jika memungkinkan melalui media
elektronik.
- Menilai kualifikasi penyedia melalui pasta kualifikasi atau pra kualifikasi. Melakukan
evaluasi terhadap penawaran yang masuk.
- Mengusulkan calon pemenang.
- Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna
barang/jasa.
- Menandatangani fakta intergritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang/jasa
dimulai
Bahwa sebagai Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa pada kegiatan Pengadaan Kendaraan
Dinas Bupati Dan Wakil Bupati pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat tersebut saksi
ada mendapatkan Honor seluruh paket pekerjaan yang dilakukan lelang pada tahun 2010
yang dikumpulkan oleh Ketua dan berdasarkan kesepakatan bersama dibagi kepada
semua anggota dan saksi menerima pada tahun tersebut namun berapa nominal pastinya
saksi tidak ingat.
Bahwa Pada saat pertemuan saksi dengan Sdr. Bendri sebelum Anwizing lelang I, saksi
menanyakan kepada Sdr. Bendri apakah ada HPSnya Ben dan dijawab oleh Sdr. Bendri
sudah dan yang melakukan survei adalah orang bagian umum dan saksi menanyakan
kepada bendri "kenapa bukan kita yang surfei" dan dijawab Sdr. bendri "kan orang umum
sudah surfei kenapa harus diulang lagi dan juga anggaran untuk surfei tidak ada".
Bahwa saksi tidak pernah melihat HPS tanggal 29 Oktober 2010 dan HPS tanggal 10
November 2010 untuk pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati, namun saksi
tahu ada perbedaan ZIPS pertama dengan HPS kedua yaitu setelah saksi diberitahu oleh
Sdr. Bendri waktunya saksi tidak ingat namun pada saat lelang ulang dimana beliau
mengatakan bahwa spesifikasi kendaraan ada perubahan dan untuk lelang ulang hanya 1
kendaraan.
Bahwa saksi menandatangani kontrak dan juga kelengkapan dokumen lelang tidak ada
paksaan ataupun tekanan dari siapapun. Bahwa hal tersebut saksi lakukan karena saksi
percaya dengan sdr. Bendri sebab dari banyak kegiatan yang telah dilelang sebelum itu
dan saat itu saksi melihat Sdr. Bendri teliti dan tahu dengan aturan-aturan sehingga timbul
kepercayaan saksi kepada sdr. Bendri terlebih lagi sebelum saya tanda tangan Sdr. bendri
telah menandatanganinya. saksi menanda tangani dokumen tersebut diruang Kabag,
Umum yang hadir pada saat itu antara lain Kabag Umum, Bendri, Hendri Piterson dan saksi
sendiri, dan saksi ada melihat pihak lain namun saksi tidak tahu dengan orang tersebut.
Bahwa sewaktu saksi tanda tangan ataupun setelah saksi tanda tangan kontrak dan juga
dokumen lainnya yang berhubungan dengan lelang saksi tidak ada mendapat imbalan
apapun.
Bahwa menurut saksi meskipun saksi tidak ada melaksanakan tugas di sekretariat ULP
namun karena ruangan kerja saksi dengan ruangan kerja Sdr. Bendri berdekatan dan
sama-sama di Sekretariat Daerah sehingga saksi sering bertemu dan saat itulah saksi
sering mendapat Informasi dari Sdr. Bendri tentang pelelangan yang dilakukan oleh
Panitia I Barang.

Keterangan Keterangan saksi HENDRI FITERSON, A.Md, dl bawah sumpah di persidangan


pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya
dipersidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan keterangan

7.

saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
Bahwa Riwayat Pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut :
- Sekira bulan April 2006 saya menjadi CPNS di Bagian Umum Setda kab. Pasaman Barat.
- Pada tanggal 1 April 2007 saya diangkat menjadi PNS di Bagian Umum Setda kab.
Pasaman Barat sampal sekarang.
- Bahwa saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Bagian Umum Sekretariat
Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan hubungan saksi dengan kegiatan tersebut bahwa
saksi pernah diajak oleh KABAG UMUM (Drs. HENDRI, MM.) untuk mencari harga
kendaraan ke Jakarta guna pengadaan kendaraan Dinas Bupati.
Bahwa dasar hukum saksi yaitu surat tugas dari Bupati Pasaman Barat nomor
:090/4721/SPT/BUB-PASBAI1/2010 tanggal 12 Oktober 2010 yang diperintahkan yakni
Drs. HENDRI, MM. (Kabag Umum) dan HENDRI FITERSON (Staf Bagian Umum) selama 4
(empat) hari terhitung sejak tanggal 13 Oktober 1010 s/d 16 Oktober 2010.
Tugas yang saksi lakukan pada saat itu tidak ada hanya ikut dengan Kabag Umum dan
mendampingi saja dan saksi ada menerima uang sejumlah Rp.5.480.000.- sebagai biaya
perjalanan dinas.
Bahwa hasil yang diperoleh ada diberikan oleh show room mobil berupa penawaran harga
kendaraan dan kendaraan yang dicari pada waktu itu adalah Toyota Prado yang saya
ketahui dari Kabag Umum.
Bahwa saksi berjanji akan menyerahkannya pada pemeriksa dan mengenai hasilnya tidak
ada pada saksi tapi ada pada Kabag Unium.
Bahwa saksi ada bukti bahwa saksi ke Jakarta untuk kegiatan Survei harga dan spesifikasi
serta hal-hal tekhnis lainnya berkenaan persiapan pengadaan kendaraan dinas bupati dan
wakil bupati bersama dengan Kabag Umum, lokasi yang disurvei di Jakarta yakni terminal
motor di Jakarta dan lokasi lain yang saya tidak Ingat Benar saksi berangkat berdua dengan
kabag Umum namun hasil apa yang diperoleh saksi tidak tahu.

Keterangan saksi AMRIANTO, SH, Bt. di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya
dipersidangan.
- Bahwa benar saksi pernah dlperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan keterangan
saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan. Bahwa
riwayat pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut:
- Sekira Tahun 1985 saksi menjadi CPNS di Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Barat
sebagai Sopir mobil Dinas Peranian.
- Sekira tahun 1986 saksi menjadi PNS di Dinas Penanian Propinsi Sumatera Barat
sebagai Sopir mobil Dinas Peraman.
- Sekira tahun 1996 saksi menjadi Staff Kepegawaian di Dinas Pertanian Propinsi
Sumatera Barat
- Sekira tahun 2007 saksi menjadi Staf di BKD Kab. Pasaman Barat.
- Sekira tahun 2007 saksi menjadi staff di Inspektorat Pemerintah Daerah Kab. Pasaman
Barat.
- Sekira Tahun 2007 saksi menjadi Kasubag Analisis Informasi di Bagian Humas
Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Baat.
- Sekira Tahun 2008 saksi menjadi Kasubag Lembaga Sandi bagian PDE Pemerintah
Daerah Kab. Pasaman Barat
- Sekira Tahun 2010 s/d Pensiun saksi menjadi Kasubag Analisisi Jabatan di bagian

Organisasi Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat.


Bahwa saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat tersebut dan saksi mengetahui perihal Kegiatan Pengadaan Mobil Dinas
Bupati Dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Barat yaitu ketika saksi menerima SK Bupati Nomor
188.45/248/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14 April 2010 Tentang Pembentukan Panitia
Pemenksa Barang pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat Tahun Anggaran 2010,
dalam SK tersebut saksi ditugaskan sebagai Ketua Panitia Pemeriksa Barang dalam
kegiatan Pengadaan Mobil Bupati Dan Bupati Pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman
Barat Tahun 2010.
Bahwa berdasarkan SK Bupati Nornor 188.45/248/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14 April
2010 personil Pemeriksa Barang adalah sebagai berikut :
Panitia Pemeriksa Barang
- - Ketua
: AMRIANTO, SH
- - Sekretaris
: BOCI P. RIZA AP, Msi
- Anggota
: Drs. SAKIRMAN
- Anggota
: SETIA BAKTI, SH
- Anggota
: RONI HEP, S-Hut
Tugas dan fungsi pemeriksa barang adalah :
- Meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan barang di lingkungan sekretariat
daerah Kabupaten Pasaman Barat .
- Meneliti Spesifikasi Teknis dan Jumlah Barang Yang dikerjakan Sesuai dengan
Dokumen Kontrak (Surat perjanjian kerja)
- Membuat Berita Acara tentang Hasil Pemeriksaan Atas pelaksanaan pekerjaan
pengadaan barang yang dilaksanakan.
Panitia Pemeriksa Barang dalam menjalankan Pekerjaan Pemeriksaan bertanggung jawab
kepada Bupati Pasaman Barat.
Yang menjadi Dasar Hukum saya sebagai Ketua Tim Pemeriksa Barang pada Kegiatan
Pengadaan Mobil bupati tersebut yaitu SK Bupati Nomor 188.45/248/BUP-PASBAR/2010
tanggal 14 April 2010.
Bahwa sehubungan dengan tugas dan fungsi saksi sebagai anggota pemeriksa barang
dapat saksi jelaskan sebagai berikut:
Untuk tugas saksi dalam hal Meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan barang
dilingkungan sekretariat daerah Kabupaten Pasaman Barat sehubungan dengan
pengadaan kendaraan dinas Bupati tersebut sudah saksi lakukan yaitu dengan saksi
pernah ada menanyakan perihal kontrak kegiatan Pengadaan mobil Dinas bupati tersebut
kepada bagian umum Sekretariat daerah Kab. Pasaman Barat tetapi tidak ada penjelasan
yang saksi terima dari bagian umum perihal tersebut dan saksi tidak ada do libatkan dalam
perumusan dan pembuatan kontrak dalam kegiatan Pengadaan mobil Dinas Bupati
tersebut, karena setahu saksi kontrak kegiatan pengadaan mobil tersebut telah di buat
oleh bagian umum sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat.
Untuk tugas saksi dalam hal Meneliti Spesifikasi Teknis dan Jumlah Barang Yang dikerjakan
Sesuai dengan Dokumen Kontrak (Surat perjanjian kerja) serta Membuat Berita Acara
tentang Hasil Pemeriksaan Atas pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang yang
dilaksanakan telah dilaksanakan oleh saksi dan Tim Pemeriksa Barang dalam Kegiatan
Pengadaan Mobil Dinas Bupati tersebut sebagai mana dalam yang termuat dalam Berita
Acara Pemeriksaan Barang Nomor : 027/267/BAPB/SETDA/2010 yang dilakukan pada hart
Senin Tanggal 20 Desember 2010 sekira jam 14.00 Wib di Halaman Kantor Bupati Pasaman
Barat.
Bahwa Setahu saksi dari Kegiatan Pengadaan mobil Dinas Bupati pada sekretariat Daerah
Kab. Pasaman barat tersebut jenis mobilnya yaitu jenis mobil Toyota Jenis Prado TXL 2.700
dan banyaknya sebanyak 1 (satu) Unit, yang hadir dalam pembuatan Berita Acara

Pemeriksaan Barang tersebut yaitu : Tim Pemeriksa Barang (AMRIANTO. 5H, BOBI P. RIZA
AP, MS.i, SETIA BAKTI, SH, Drs. SUKIRMAN, ROM HEP, S.Hut), dari Rekanan yaitu Direktur
Utama PT. Baladewa Indonesia (VITARMAN, BAc), Kabag Umum Sekretariat Daerah Kab.
Pasaman Barat (Drs.HENDRI TAN)UNG, MM), HENDRI PITERSON (Staf Bagian Umum Sekda
Kab. Pasaman Barat)
- Bahwa setahu saksi pihak-pihak yang terlibat dalam pencairan dana untuk kegiatan
pengadaan Kendaraan Dinas Operasional (Bupati dan Wakil Bupati ) yaitu :
- Sebagai PPTK yaitu FRIZAL,M, A.Md.
- Ketua Panitia I ULP : BENDRI, S.KOM
- Rekanan ( Direktur PT. BALADEWA) : VITARMAN, BAC
- Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab. Pasaman
Barat: Drs. HENDRI, MM (Kabag Umum)
- Pengguna Anggaran (PA) pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat : HERMANTO
(Sekda Kab. Pasaman Barat).
Panitia Pemeriksa Barang
- Ketua
: AMRIANTO, SH
- Sekretaris
: BOBI P. RIZA AP, Msi
- Anggota
: SETIA BAKTI, SH
- Anggota
: Drs. SAKIRMAN
- Anggota
: RONI HEP, S.Hut
Pemeriksa Kelengkapan SPP dan SPM
: NINAWATI, SE
- Bahwa Pada hari Senin Tanggal 20 Desember 2010 sekira pukul 12.00 WIB, saksi bersama
dengan Tim Pemeriksa Barang pada kegiatan Pengadaan Mobil Dinas Bupati pada
Sekretariat Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat tahun 2010 ( BOBI P. RIZA AP, MSi,
SETIA BAKTI, SH, Drs. SAKIRMAN dan ROM HEP, S.Hut) dipanggil oleh Staf Kabag Umum
(LOLI) untuk memeriksa kendaraan dan Kegiatan Pengadaan mobil Bupati pada
sekretariat daerah kab. Pasaman barat tahun 2010 yaitu 1 (satu ) Unit Mobil Merk Toyota
Jenis Prado TXL 2.700 selanjutnya saksi beserta Tim Pemeriksa Barang memeriksa
spesifikasi kendaraan tersebut dan mencocokkan spesifikasi kendaraan tersebut sesuai
spesifikasi yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan Barang selanjutnya setelah
lengkap diperiksa dan dicek perihal spesifikasi dan kelengkapan mobil Toyota Jenis Prado
TXL 2.700 tersebut selanjutnya Tim Pemeriksa Barang membuat Berita Acara Pemeriksaan
Barang dalam Kegiatan Pengadaan Mobil Dinas Bupati pada Sekretariat Pemerintah
Daerah Kab. Pasaman Barat tahun 2010 , Dan Direktur PT. Baladewa Indonesia
menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Barang selanjutnya mobil dibawa oleh sopir
Bupati Pasaman Barat ke Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat. Bahwa sebenarnya surat surat yang berhubungan dengan tupoksi saksi sebagai Panitia Pemeriksa Barang
berdasarkan SK Bupati nomor : 188.45/248/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14 April 2010
tetapi dalam realisasi pelaksanaannya saksi tidak pernah ada dilibatkan dalam pembuatan
kontrak kegiatan tersebut, dan saksi pernah ada bertanya dan melakukan koordinasi
dengan Drs. HENDRI, MM selaku KPA dalam kegiatan Pengadaan Mobil Dinas Bupati tahun
2010 pada Sekretarlat Daerah Kab. Pasaman Barat dan tidak ada jawaban yg jelas dari Drs
HENDRI.MM.
8.

Keterangan saksi ALIMAN AFNM, SH. dl bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut
- Bahwa Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya
dipersidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan keterangan

saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan. Bahwa
riwayat pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut :
- Bahwa Tanggal 1 September 1986 saksi menjadi CPNS sebagai staf di bagian Kesra
Sekretariat Daerah Kab. Pasaman.
- Tahun 1987 saksi menjadi stat di Kantor Camat Talamau Kab. Pasaman.
- Tahun 2005 saksi menjadi Kasubag Perbendaharaan di Bagian Keuangan Sekretariat
Daerah Kab. Pasaman Barat.
- Tahun 2010 saksi menjadi Kepala Bagian Administrasi Pembangunan di Sekretariat
Daerah Kab.Pasaman barat
- Pada Bulan Januari 2012 saksi diangkat menjadi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan
Tranmigrasi Kabupaten Pasaman Barat
- Tanggal 21 Juni 2013 saksi diangkat sebagai Asisten Administrasi pada Sekretariat
Daerah Kab. Pasaman Barat sampai sekarang.
Bahwa Berdasarkan Pasal 25 ayat (1) Peraturan Bupati Pasaman Barat Nomor 19 tahun
2008 tentang Tupoksi Eselon II, Eselon III dan uraian tugas Eselon IV pada Sekretariat
Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Tugas dan Tanggung jawab saksi secara umum selaku
Kabag Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kab.Pasaman Barat yaitu
membantu Asisten Bidang Ekonomi Dan Pembangunan dalam mengkoordinasikan
penyusunan kebijakan pemerintah dibidang perencanaan pembangunan, penyusunan
program, administrasi pembangunan, pekerjaan umum, pelaksanaan monitoring dan
pelaporan pelaksanaan kebijakan dan program.
Bahwa tupoksi saksi sebagai Kabag AP dan juga berdasarkan pasal 78 ayat (6) Peraturan
Bupati Pasaman Barat Nomor 15 tahun 2009 tentang Sistim dan Prosedur Pengelolaan
Keuangan Daerah di Lingkungan Pemerintah Kab. Pasaman Barat berbunyi "khusus
Kegiatan fisik dalam Pengajuan SPP IS terlebih dahulu mendapat Rekomendasi dan Bagian
Administrasi Pembangunan selaku Pengendali Program / Kegiatan" dan pada tanggal 23
Desember 2010 adanya permintaan Rekomendasi dari PPTK bagian Umum Sekda
Pasaman Barat tentang kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat dan Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat kepada petugas pemeriksa Kontrak (Sdr. ASRIL, SE) pada bagian
Administrasi Pembangunan dan setelah diperiksa oleh petugas pemeriksa Kontrak
tersebut dan Sdr. ASRIL, SE selaku pemeriksa Kontrak berpendapat bahwa kelengkapan
Administrasi untuk pencairan dana telah cukup maka Sdr. ASRIL, SE meminta persetujuan
kepada saksi selaku Kepala Administrasi Pembangunan dan saksi setujui maka sejak saat
itulah saksi mengetahui adanya kegiatan tersebut.
Bahwa setahu saksi Sdr. ASRIL, SE adalah staf bagian Administrasi Pembangunan yang
ditunjuk untuk memeriksa Administrasi untuk Pencairan dana Program / Kegiatan
berdasarkan SK Bupati Pasaman Barat Nomor 188.45/325/BU-PASBAR/2010 tentang
Pembentukan tim Peneliti Kontrak Pembangunan Tahun Anggaran 2010 tanggal 31 Mei
2010.
Dan berdasarkan SK tersebut menyebutkan Tugas Tim Peneliti adalah sebagai berikut :
- Meneliti kelengkapan Administrasi Kontrak yang disampaikan oleh rekanan dari SKPD.
- Mencek Bahan Persaratan yang sudah disyaratkan.
- Memberikan Rekomendasi Untuk Pencairan Dana Sesuai Kontrak.
- Menginfentarisir Pencairan Dana Kontrak yang diajukan SKPD.
Bahwa dasar saksi menyetujui adalah oleh karena hasil pemeriksaan petugas peneliti
kontrak yang termuat dalam tabel poin 1 s/d 10 semuanya telah dibubuhi dengan tanda
conteng yang artinya telah lengkap dan untuk mempertanggung jawabkan pendapat
tersebut, Sdr. Asril membubuhkan tandatangan pada Kolom Petugas Pemeriksa sehingga
saksi yakin dengan hasil Pemeriksaan Petugas pemeriksa dan dengan yakinnya saksi lalu
saksi tanda tangganilah daftar Pemeriksaan Administrasi untuk pencairan dana program
/ Kegiatan

- Bahwa sebelumnya saksi pernah berkoordinasi dengan Asisten bidang Ekonomi dan
Pembangunan yang saat itu dijabat oleh Sdr. Drs. DARUL CUTNI dan beliau mengatakan
kepada saksi "kalau saya tidak ditempat, tanda tangani sajalah " yaitu perihal rekomondasi
yang seharusnya mencantumkan tanda tangan beliau sebagai Asisten bidang Ekonomi dan
Pembangunan yang berhubungan dengan bidang Administrasi Pembangunan.
9.

Keterangan saksi ROMI HENDRI EKA PUTRA, S.Hut, di bawah sumpah di persidangan pada
pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya
dipersidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan keterangan
saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa riwayat pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut :
- Bahwa Tanggal 1 Januari 2006 saksi menjadi CPNS sebagai staf di Bidang Program Dinas
Kehutanan.
- 1 Januari 2007 saksi menjadi PIJS sebagai staf di Bidang Program Dinas Kehutanan.
Pertengahan tahun 2008 saksi menjadi staf di Sekretariat Bagian Pemerintahan Kab.
Pasaman Barat dan saksi juga menjabat sebagai anggota panitia pemeriksa barang.
- Sekira Oktober 2010 saksi menjadi Kasubbag Pertanahan di bagian Pemerintahan Kab.
Pasaman Barat.
- Sekira Juli 2011 saksi menjadi Pj. Wali Nagari Sasak.
- sekira Februari 2012 saksi Sekretaris camat Sasak Ranah Pasisie.
- Sekira Februari 2013 saksi menjadi Kepala Bidang Pengawasan dan konservasi pada
Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan.
- Sekira Juni 2014 sampai dengan sekarang saksi menjadi Kepala Bidang Perlindungan
Masyarakat pada Satuan Polisi Pamong Praia.
- Bahwa saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat tersebut dan saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan
Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat yaitu ketika saksi selaku staf di Sekretariat
Bagian Pemerintahan kab. Pasaman Barat dan ditugaskan sebagai anggota Pemeriksa
Barang berdasarkan SK Bupati Nomor 188,45/248/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14 April
2010.
- Bahwa berdasarkan 5K Bupati Nomor 188.45/248/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14 April
2010 personil Pemeriksa Barang adalah sebagai berikut :
Panitia Pemeriksa Barang :
- Ketua
: AMRIANTO, SH
- Sekretaris
: BOBI P. RIZA AP. Msi
- Anggota
: Drs. SAKIRMAN
- Anggota
: SETIA BAKTI,SH
- Anggota
: RONI HEP, S.Hut
Tugas dan fungsi pemeriksa barang adalah :
- Meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan barang dilingkungan sekretariat
daerah Kabupaten Pasaman Barat - Meneliti Spesifikasi Teknis dan Jumlah Barang Yang dikerjakan Sesuai dengan
Dokumen Kontrak (Surat perjanjian kerja) .
- Membuat Berita Acara tentang Hasil Pemeriksaan Atas pelaksanaan pekerjaan
pengadaan barang yang dilaksanakan.
- Bahwa saksi tidak memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

- Bahwa sehubungan dengan tugas dan fungsi saksi sebagai anggota pemeriksa barang
sebagai berikut :
a. Untuk tugas saksi dalam hal meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan
barang di lingkungan sekretariat daerah Kabupaten Pasaman Barat sehubungan
dengan pengadaan kendaraan dinas Bupati tersebut tidak ada saksi lakukan karena
sepengetahuan saksi, tugas panitia pemeriksa barang hanyalah memeriksa barang
dengan acuan spesifikasi teknis.
b. Tugas saksi dalam hal meneliti Spesifikasi Teknis dan Jumlah Barang yang dikerjakan
sesuai dengan Dokumen Kontrak (Surat Perjanjian Kerja) serta membuat Berita Acara
tentang Hasil Pemeriksaan Atas Pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang yang
dilaksanakan ada saksi lakukan sebagaimana dalam yang termuat dalam Berita Acara
Pemeriksaan Barang nomor : 027/267/BAPB/SETDA/2010 yang dilakukan pada hart
Senin tanggal 20 Desember 2010 sekira jam 14.00 WIB di halaman Kantor Bupati
Pasaman Barat. Namun pemeriksaan yang saksi lakukan adalah menghidupkan
klatson, lampu sen, sensor air bag system dan lain-lain.
- Bahwa yang mengantarkan mobil Dinas Merk Toyota Jenis Prado TXL 2.700 saksi tidak
ingat lagl namun pada saat Itu saksi melihat ada beberapa orang yang tidak saksi kenal
dan saksi perkirakan adalah dari plhak PT.BALADEWA INDONESIA selanjutnya saksi
melakukan penandatangan Berita Acara Pemeriksaan Barang yang dilakukan di ruang
Kabag umum. Bahwa yang saksi ketahui perlhal pihak-pihak yang terlibat dalam pencairan
dana untuk kegiatan pengadaan Kendaraan Dinas Operasional (Bupati dan wakll bupati)
yaitu: Sebagal PPTK yaitu ERIZAL,M, A.Md.
- Ketua Panitia I ULP BENDRI,S Kom
- Rekanan (Direktur PT BALADEWA) VITARMAN, SAC
- Kuasa pengguna Anggaran (KPA) pada Bagian umum Sekretarlat Daerah Kab. Pasaman
Barat : Drs.HENDRI, MM (Kabag Umum)
- Pengguna Anggaran (PA) pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat; HERMANTO
(Sekda Kab.Pasaman Barat)
Panitia Pemeriksa Barang
- Ketua
: AMRIANTO, SH
- Sekretaris
: BOBI P.RIZA AP, Msi
- Anggota
: SETIA BAKTI, SH
- Anggota
: Drs. SAKIRMAN
- Anggota
: RONI HEP, S.Hut
- Pemeriksa kelengkapan SPP dan Kelengkapannya pada Bagian AP (Administrasi
Pembangunan) Sekretaris Daerah Kab. Pasaman Barat : ASRIL, SE Kabag Administrasi
Pembangunan Sekretaris Daerah Kab. Pasaman Barat : ALIMAN AFNI,SH Pemeriksa
Kelengkapan SPP dan SPM pada Bagian Perbendaharaan DPKAD Kab. Pasaman Barat :
NINAWATI,SE
- Kasi Belanja Langsung pada DPKAD Kab.Pasaman Barat : IRMAWATI
- Kabid Perbendaharaan DPKAD Kab.Pasaman Barat : CELLY DECILLIA PUTRI,MM.Akt
- Bendahara pengeluaran pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat
HARISANTONI.
- Bahwa pada hari Senin tanggal 20 Desember 2010 sekira pukul 14.00 WIB, saksi sedang di
ruangan kerja dan kemudian saksi diberitahu bahwa pihak 1 (satu) unit mobil Toyota jenis
Prado TXL 2.700 telah datang dan ada dihalaman kantor Bupati Pasaman Barat
selanjutnya saksi bersama BOB1 P. RIZA keluar dan menuju halaman kantor Bupati lalu
sesampainya disana saksi melihat AMRIANTO,SH, SETIA BAKTI,SH, Drs.SAKIRMAN yang
termasuk dalam Panitia Pemeriksa Barang Pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut sudah berada di
halaman kantor Bupati Pasaman Barat dan pada saat itu saksi melihat ada 2 (dua) unit

mobil yang terdiri dan 1 (satu) unit mobil Toyota Fortuner dan 1 (satu) merk Toyota Jenis
Prado TXL 2.700 tahun pembuatan 2010 kemudian saksi dan tim pemeriksa barang
melakukan pengecekan mobil Prado tersebut yang mana pada saat itu masing-masing
pemeriksa barang memeriksa sendiri-sendiri dan saksi memeriksa merek, klakson, lampu
sen, air bag system, kelengkapan alat-alat mekanik, bar, cadangan, dan lain-ain tapi pada
saat itu saksi tidak ada memegang dokumen sebagai panduan dalam pemeriksaan
spesifikasi teknis mobil tersebut dan saksi tidak ingat lagi tiapa yang memegang dokumen
tersebut selanjutnya dilakukan test drive namun saksi tidak ingat lagi siapa yang
melakukan test drive yang mana pada saat itu mobil dibawa bergerak maju kira-kira
sejauh 10 m (sepuluh) meter kemudian dimundurkan kembali, selanjutnya saksi diminta
oleh AMRIANTO,SH untuk menuju ruangan Kabag Umum guna melakukan
penandatanganan surat-surat Berita Acara Penerimaan Barang, sesampainya di dalam
ruangan Kabag Umum saksi melihat sudah ada beberapa orang dan pihak panitia
Penerima Barang dan pihak PT.BALADEWA INDONESIA selanjutnya setelah dokumen
terlebih dahulu ditandatangani oleh Ketua Panitia, Sekretaris dan Anggota Panitia
Penerima Barang lain barulah saksi menandatangani dokumen tersebut setelah
membacanya terlebih dahulu kemudian setelah selesai menandatangani dokumen
tersebut saksi melanjutkan pekerjaan yang lain.
- Bahwa apabila merujuk kepada SK tentang kesalahan Dokumen Kontrak dan pada
lembaran laporan hasil pelelangan dan ULP Kepada KPA, Penetapan Pelelangan ulang dari
KPA pada ULP, Laporan Hasil Pelelangan Ulang dari Panitia kepada KPA dan surat
Penetapan Pelelangan Ulang Gagal hingga diminta untuk melakukan Pemilihan Langsung
termasuk tugas saksi yang harus meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan
barang tersebut namun karena pada saat itu kepada saksi tidak diserahkan dokumen
kontrak oleh KPA. PPTK.
10. Keterangan saksi BOBBY PERDANA RIZA, S.STP, M.Si, di bawah sumpah di persidangan pada
pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya
dipersidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara ! Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan keterangan
saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa riwayat pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut :
- Bahwa sekira Desember 2000 saksi menjadi CPNS sebagai di Departemen Dalam
Negeri tugas belajar di STPDN Jati Nangor, Sumedang, Jawa Barat.
- Tahun 2002 saksi menjadi PNS sebagai di Departemen Dalam Negeri tugas belajar di
STPDN Jati Nangor, Sumedang, Jawa Barat.
- Tahun 2004 saksi pindah ke Pemda Pasaman Barat sebagai staf di Bagian Pemerintahan
Setda Pasaman Barat.
- Tahun 2006 melanjutkan tugas belajar ke Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
- Tahun 2.008 diangkat menjadi Kasubbag Pertanahan di Bagian Pemerintahan Setda
Pasaman Barat.
- Tahun 2009 ditunjuk sebagai Anggota Panitia Pemeriksa Barang pada Sekretariat
Daerah.
- Tahun 2010 diangkat menjadi kassubag Pemerintahan Umum di Bagian Pemerintahan
Setda Pasaman Barat.
- Bulan April 2010 ditunjuk sebagai Sekretaris Panitia Pemeriksa Barang pada Sekretariat
Daerah.
- Tanggal 28 September 2010 diangkat menjadi Kabid. Pemberdayaan Masyarakat di

Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga


(BPMPPKB).
- Tanggal 15 Mei 2012 diangkat menjadi Sekretaris pada Badan tingkungan Hidup.
- Tanggal 07 Februari 2013 diangkat sebagai Camat Pasaman.
- Tanggal 19 Februari 2014 diangkat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten
Pasaman Barat sekaligus sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan
Kabupaten Pasaman Barat sampai dengan sekarang.
Bahwa saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat tersebut dan saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan
Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat yaitu ketika saksi selaku Kabid
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) dan ditugaskan sebagai
anggota Pemeriksa Barang berdasarkan 5K Bupati Nomor 188.45/248/BUPPASBAR/2010
tanggal 14 April 2010 (sewaktu masih menjabat kasubag Pemerintahan Umum Sekretaris
Daerah).
Bahwa berdasarkan 5K Bupati Nomor 188.45/248/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14 April
2010 personil Pemeriksa Barang adalah sebagai berikut:
Panitia Pemeriksa Barang
- Ketua
: AMRIANTO, SH
- Sekretaris
: BOBI P. RIZA AP, Msi
- Anggota
: Drs. SAKIRMAN
- Anggota
: SETIA BAKTI , 511
- Anggota
: RONI HEP, S.Hut
Tugas dan fungsi pemeriksa barang adalah :
- Meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan barang dilingkungan sekretariat
daerah Kabupaten Pasaman Barat .
- Meneliti Spesifikasi Teknis dan Jumlah Barang yang dikerjakan Sesual dengan
Dokumen Kontrak (Surat perjanjian kerja) .
- Membuat Berita Acara tentang Hasil Pemeriksaan Atas pelaksanaan pekerjaan
pengadaan barang yang dilaksanakan.
Bahwa pada saat saksi menjadi sekretaris Panitia Pemeriksa, saksi belum memiliki
sertifikat tetapi pada saat ini saksi memiliki sertifikat keahlian Pengadaan Barang dan Jasa
pada bulan Agustus 2011 dengan masa berlaku selama 4 (empat) tahun.
Bahwa sehubungan dengan tugas dan fungsi saksi sebagai anggota pemeriksa barang
sebagai berikut:
a. Untuk tugas saksi dalam hal meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan
barang di lingkungan sekretariat daerah Kabupaten Pasaman Barat sehubungan
dengan pengadaan kendaraan dinas Bupati tersebut tidak ada saksi lakukan karena
sepengetahuan saksi, tugas panitia pemeriksa barang hanyalah memeriksa barang
dengan acuan spesifikasi teknis.
b. Tugas saksi dalam hal meneliti Spesifikasi Teknis dan Jumlah Barang yang dikerjakan
sesuai dengan Dokumen Kontrak (Surat Perjanjian Kerja) serta membuat Berita Acara
tentang Hasil Pemeriksaan Alas Pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang yang
dilaksanakan ada saksi lakukan sebagaimana dalam yang termuat dalam Berita Acara
Pemeriksaan Barang nomor . 027/267/BAPB/SETDA/2010 yang dilakukan pada hari
Senin tanggal 20 Desember 2010 sekira jam 14.00 WIB di halaman Kantor Bupati
Pasaman Barat. Namun pemeriksaan yang saksi lakukan adalah melakukan
pengecekan kelengkapan kendaraan sesuai spesifikasi dalam kontrak.
Bahwa yang mengantarkan mobil Dinas Merk Toyota jenis Prado TXL 2.700 seingat saksi
ada 2 (dua) orang rekanan yang mendampingi saksi sewaktu saksi memeriksa mobil
tersebut dan rekanan yang mengantarkan mobil tersebut adalah PT.BALADEWA
INDONESIA sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan Barang Nomor

027/267/BAPB/SETDA/2010 yang ditandatangani oleh rekanan PT.BALADEWA


INDONESIA dan juga panitia pemeriksa barang.
Bahwa penandatangan Berita Acara dilakukan di ruang Kabag Umum yang pada saat itu
di jabat oleh Drs.HENDRI,MM yang pada Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan
Wakil Bupati pasaman barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah
kabupaten Pasaman Barat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Bahwa pada hari Senin tanggal 20 Desember 2010 sekira pukul 13.00 WIB saksi ditelepon
oleh Ketua Pemeriksa Barang yaitu AMRIANTO,SH memberitahukan bahwa ada mobil
dinas Bupati hasil pengadaan baru yang datang untuk diperiksa kemudian saksi datang
dari kantor saksi dl BPMPPKB ke kantor Bupati Pasaman Barat langsung menuju keuangan
Kabag Umum untuk berkumpul dengan panitia pemeriksa dan setelah berkumpul semua,
kami pergi menuju ke teras kantor Bupati tempat mobil dinas merk Toyota jenis Prado TXL
2.700 diparkir dan saksi langsung melakukan pemeriksaan spesdikasi barang dengan
membawa ceklist dengan dibantu oleh anggota pemeriksa barang dengan didampingi
oleh Bendahara Barang yaitu Sdr.HENDRI PITTERSON dan setelah saksi periksa secara
keseluruhan dan pada waktu saksi memeriksa kursi elektrik pada bagian supir dan saksi
nyatakan lengkap kemudian saksi kembali kelobi kami tim pemeriksa barang berkumpul
dl ruang kabag umum sekira pukul 15.00 WIB untuk menandatangani Berita Acara
bersama dengan pihak dari PT.BALADEWA INDONESIA.
Bahwa apabila merujuk kepada SK tentang kesalahan Dokumen Kontrak dan pada
lembaran laporan hasil pelelangan dari ULP Kepada KPA, Penetapan Pelelangan ulang dari
KPA pada ULP, laporan Hasil Pelelangan Ulang dan Panitia kepada KPA dan surat
Penetapan Pelelangan yang Gagal hingga diminta untuk melakukan Pemilihan Langsung
termasuk tugas saksi yang harus meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan
barang tersebut karena kami tidak diserahkan dokumen kontrak oleh KPA dan PPTK dan
saksi baru tahu akan hal tersebut pada saat diperlihatkan pada saat dimintai keterangan
di Kantor Kejaksaan Negeri Simpang Empat pada tanggal 31 Juli 2012 dan yang ada pada
saat sebagai sekretaris panitia pemeriksa barang adalah 1 (satu) lembar spesfikasi
pekerjaan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati.
Bahwa yang menjadi acuan saksi dalam melakukan pemeriksaan atas 1 (satu) unit mobil
dinas merk Toyota jenis Prado TXL. 2.700 adalah berupa 1 (satu) rangkap lembaran
checklist yang saksi terima dan staf bagian umum yaitu Sdr.LOU Pada tanggal 20
Desember 2010 yaitu pada saat akan dilakukan pemeriksaan tersebut, selanjutnya saksi
melihat isi lembaran checklist tersebut memuat spesifikasi kendaraan yaitu rincian
tentang tipe mesin, komponen-komponen mobil. termasuk interior dan eksterior maupun
fasilitas lainnya, kemudian berdasarkan checklist tersebut saksi bersama anggota panitia
pemeriksa lainnya melakukan pemeriksaan yang mana diantara anggota panitia
pemeriksa barang tidak ada yang memahami secara detail tentang spesfikasi teknis
kendaraan sehingga pada saat itu yang lebih banyak menerangkan tentang spesifikasi
tersebut adalah rekanan dari PT.BALADEWA INDONESIA dan kami hanya mencocokkan
sesuai daftar dalam lembaran cheklist tersebut yaitu ada atau tidak adanya spesifikasi
tersebut tapi tidak lebih jauh memeriksa tentang kualitas dan spesifikasi tersebut, dan
selanjutnya kami berkesimpulan bahwa 1 (satu) unit mobil dinas merk Toyota jenis Prado
TXL 2.700 tersebut telah memenuhi spesifikasi sebagaimana yang tertera dalam lembaran
checklist, dan setelah itu saksi menyerahkan lembaran chekclist tersebut kepada bagian
umum. Bahwa saksi tidak mengetahui proses pengadaan 1 (satu) unit mobil dinas merk
Toyota Jenis prado TXL 2.700 tersebut baik sejak penganggaran pelelangan, pelelangan
ulang maupu sampai penetapan PT.BALADEWA INDONESIA sebagai rekanan pengadaan
tersebut, karena sejak bulan September 2010 saksi telah pindah ke Badan Pemberdayaan
Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga berencana (BPMPPKB) dan baru
dlberitahu untuk melakukan pemeriksaan barang atas 1 (satu) unit mobil dinas merk
Toyota jenis Prado TXL 2.700 dikarenakan SK saksi selaku sekretaris panitia penerima

barang yang diterbitkan pada bulan April 2010 masih mengikat.


11. Keterangan saksi H. SUDIRMAN SAMIN, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan keterangan
saksi tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa riwayat pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut:
- Tahun 1972 s/d 1973 diangkat sebagai CPNS / PNS di Dinas Pertanian sebagai Staf.
- Tahun 1999 pensiun sebagai PNS.
- Diangkat sebagai Anggota DPRD Kab. Pasaman. Periode 1999 s/d 2004.
- Diangkat sebagai Anggota DPRD Kab. Pasaman Parat Periode 2004 s/d 2009.
- Diangkat sebagai Anggota DPRD Kab. Pasaman Barat Periode 2009 s/d 2014.
- Khusus sewaktu pembahasan perobahan anggaran Pengadaan Kendaraan Dinas
Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat
Daerah Kabupaten Pasaman Barat saya ditugaskan pada Badan Anggaran DPRD Kab.
Pasaman Barat.
- Bahwa berdasarkan UU Nomor 27 tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat,
Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah dan pasal 55 Peraturan Daerah kab. Pasaman Barat No.
170/04/KPTS/DPRD/PASBAR-2010 tentang Tata Tertip DPRD Kab. Pasaman Barat;
Badan Anggaran bertugas untuk
- Memberi saran dan pendapat berupa pokok-pokok pikiran kepada Kepala Daerah
dalam mempersiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
- Melakukan Konsultasi kepada Komisi terkait APED Prioritas Anggaran dan Plafon
Anggaran Sementara (KUA PPAS).
- Memberikan saran dan pendapat kepada Kepala Daerah dalam persiapan rancangan
Peraturan Daerah tentang Perubahan APED dan rancangan Peraturan Daerah tentang
Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD.
- Melakukan penyempurnaan Rancangan Perda tentang APBD dan Rancangan Perda
tentang Pertanggung Jawaban Pelaksaraan APBD berdasarkan hasil efeluasi mater,
bagi DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
- Bahwa yang saksi tahu sehubungan dengan pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat adalah pada saat pembahasan perubahan APBD tahun 2010 sekira bulan
Agustus 2010, ada permohonan perubahan anggaran dari Ketua TAPD (Sekda Kab. Pasbar)
dimana dana pada Bagian umum sehubungan dengan kegiatan Pengadaan Kendaraan
dinas / Operasional yang awalnya untuk pengadaan belanja kendaraan roda empat
Microbus sebanyak 7 Unit dirubah menjadi pengadaan kendaraan dinas Bupati dan Wakil
Bupati dengan harga satuan Rp. 1.400-000 000, (satu milyar empat ratus juta rupiah) untuk 2 unit. Pembahasan tersebut dilakukan di Hotel Dymen Bukittinggi dan hadir pada
saat itu dari Badan Anggaran DPRD dan TAPD bersama anggota, serta Sekretariat Dewan
(Sdr. Fadlus Sabi) beserta anggota.
- Sehingga diperkirakan yang hadir saat itu berjumlah sekitar 40 orang. Pada akhirnya
disetujui dan diputuskan untuk membeli 2 unit kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati
dengan anggaran Rp. 1.400.000.000, (satu milyar empat ratus juta rupiah).
- Bahwa saksi tahu dengan Rencana Kerja dan Anggaran pada Bagian Umum Sekda
Pasaman Barat Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional, dimana RKA tersebut

adalah sebagai acuan dalam melakukan perubahan tersebut di DPRD bersama dengan
Badan Anggaran dan TAPD, dan pada saat pembahasan tersebut ada perdebatan tentang
penentuan harga satuan mobil namun CC kendaraan yang ditetapkan saat itu berdasarkan
peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 11 tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2006 tentang Standarisasi sarana dan prasarana
kerja Pemerintah Darah, kemudian saga meminta Sdr. YULISMAN untuk menghubungi
pihak dealer, lalu setelah Sdr. YULISMAN menghubungi sdr. Budi (salah seorang marketing
Acc Toyota Motor di Pasang) melalui HPnya yang saat itu menggunakan pengeras suara.
Dan saat itu didapatlah informasi harga kendaraan Toyota Fortuner serf V Otometik
dengan Harga Rp.650.000.000,- yang rencananya diperuntukkan untuk Bupati dan Toyota
Fortuner serf G manual dengan Harga Rp.450.000.000,- yang rencananya diperuntukkan
untuk Wakil Bupati. kemudian setelah para peserta rapat tahu dengan harga tersebut,
maka ditetapkanlah Harga untuk Kendaraan Dinas Bupati Sebesar Rp. 800.000.000,- dan
untuk Wakil Bupati sebesar Rp. 600.000.000,- mengingat pajak dan keuntungan rekanan
yang akan mengadakan nantinya sehingga ditetapkanlah harga sebesar Rp.
1.400.000.000; (satu milyar empat ratus juta rupiah) untuk 2 Unit kendaraan.

- Selanjutnya hasil rapat Banggar dengan TAPD kami laporkan sebagai laporan Banggar
DPRD Kab. Pasbar dalam Rapat Paripurna Ke-42 masa sidang ke 3 tahun 2010 tanggal 6
Oktobvr 2010 dimana hasil rapat tersebut berdasarkan RKA yang disampaikan oleh SKPD
melalui TAPD sebagai mana Alinia ke 3 laporan Banggar tersebut. Kemudian laporan
tersebut setelah melalui tahapan akhirnya diputuskan untuk disetujui dan ditetapkan
untuk menjadi APBD-P 2010 pada sidang berikutnya dan setahu saksi tidak ada perubahan
dengan apa yang telah dibahas pada pembahasan RAPBD sebelumnya. Dan setelah hasil
paripurna disampaikan ke Gubernur untuk dievaluasi ternyata setelah dievaluasi juga
tidak ada perubahan tentang anggaran pembelian kendaraan dinas tersebut, maka sahlah
ini sebagai APBD-P Kab. Pasaman Barat yang nantinya secara otomatis menjadi Perda.
- Bahwa setelah saksi membaca dan memperhatikan DPPA pada Bagian Umum Sekda
Pasaman Barat Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional tanggal 4 November
2010 saya tidak tahu dengan DIPA SKDP tersebut karena DPPA SKDP tidak termasuk yang
kami bahas dalam tahapan penyusunan RAPBDP 2010. dan yang bertanggung jawab
dengan DPPA setahu saksi adalah TAPD dan SKPD yang bersangkutan.
- Bahwa setelah saksi lihat dan baca DPPA tersebut ternyata ada perbedaan dengan apa
yang telah kami bahas sebelumnya pada waktu Pembahasan RKA pada Bagian Umum
Sekda Pasaman Barat Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional dimana pada
DPPA tersebut hanya berbunyi Pembelian Kendaraan Dinas satuan Paket dan volume 1
namun harga tetap Rp. 1.400.000.000,- sedangkan yang disetujui dan ditetapkan pada
rapat paripurna adalah untuk Kendaraan Dinas Bupati Sebesar Rp. 800.000.000,- dan
untuk Wakil Bupati sebesar Rp. 600.000.000,- mengingat pajak dan keuntungan rekanan
yang akan mengadakan nantinya sehingga ditetapkanlah harga sebesar Rp.
1.400.000.000,- (satu milyar empat ratus juta rupiah)untuk 2 Unit kendaraan sesuai
dengan RKA sebelumnya.
- Bahwa setelah saksi melihat dan membaca Laporan Badan Anggaran DPRD Kab. Pasaman
Barat terhadap pembahasan RAPBD-P Kab. Pasaman Barat TA 2010 disampaikan dalam
Rapat Paripurna Ke-42 masa sidang ke III tahun 2010 DPRD Kab Pasaman Barat 6 Oktober
2010, dapat saya jelaskan bahwa laporan tersebut adalah laporan yang kami buat selaku
Badan Anggaran dan disepakati bersama selanjutnya untuk memperkuat laporan
tersebut, ketua Banggar menandatangani laporan tersebut selanjutnya kami sampaikan
pada rapat pada tanggal 6 oktober 2010 tersebut sebagai bentuk pelaksanaan
pembahasan rapat Perubahan anggaran yang dilakukan oleh Banggar periode 2010.
- Bahwa seharusnya kendaraan yang diadakan adalah 2 unit namun DPPA termuat 1 paket

apa bila merujuk kepada RKA paket tersebut berarti untuk Bupati satu unit dan untuk
Wakil Bupati satu unit jadi artinya sama dengan 2 unit akan tetapi kenyataan di lapangan
diadakan hanyalah 1 unit untuk mobil Bupati. Saya kasihan dengan Wakil Bupati Kab.
Pasaman Barat, apa kendaraan dinasnya. Sementara Wakil Bupati sama-sama dipilih
rakyat dan merupakan satu paket pimpinan dengan Bupati.
12. Keterangan saksi FRANS H. WIJAYA, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa benar saksi dalam keadaan sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang
sebenarnya di persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa benar saksi pada bulan Januari Tahun 2000 s/d Desember 2010 pernah menjabat
sebagai Direktur PT. INTERCOM Padang dan sejak Januari 2012 saksi membuka usaha
sendiri di daerah Palembang dalam bidang Jual Bell Mobil.
- Bahwa benar saksi kenal dengan Sdr. Arifin (Pimpinan Makna Motor) sejak tahun 2000
karena beliau hampir tiap bulan membeli mobil ke Interkom.
- Bahwa benar sekira bulan Desember 2010, Sdr. Arifin rnenemui saksi di kantor intercom
untuk meminta surat dukungan untuk mengikuti tender dan saksi menyanggupinya
kemudian hari itu juga saksi berikan kepada Sdr. Arifin selanjutnya beberapa hari
kemudian Sdr. Arifin menghubungi saksi kembali melalui telepon menanyakan "apakah
ada mobil Toyota Prado" kemudian saksi menjawab "nanti saya carikan dulu" lalu sekira
pada tanggal 20 Desember 2010 Sdr.Anfin datang ke kantor menanyakan kembali
mengenai ketersediaan stok mobil Toyota Prado karena menurut beliau apabila tanggal
27 Desember 2010 belum mendapatkan mobil tersebut maka anggaran yang telah
disediakan akan dlkembalikan ke kas negara, maka pada saat itu saksi menyarankan
kepada Sdr. Arifin untuk mencari sendiri ke Importir umum atau menghubungi Sdr Oyong
dari CV Cahaya Mobilindo.
- Bahwa benar 1 (satu) lembar Kwitansi pembayaran pembelian 1 (satu) unit Toyota Prado
TXL dan PT. Bala Dewa sejumlah Rp. 860.000.000adalah benar kwitansi yang dikeluarkan
oleh PT. Intercom namun bukan kwitansi resmi yang biasa dikeluarkan oleh PT.Intercom
karena pada kenyatannya tidak pernah ada pembayaran untuk 1 (satu) unit Toyota Prado
TXL dan PT. Bala Dewa sejumlah Rp. 860.000.000,- karena memang pada tahun 2010
PT.Intercom tidak pernah menjual Toyota Prado kepada PT. Baladewa. Yang terjadi adalah
Sdr Arifin membeli mobil Toyota Prado TX langsung kepada Sdr Oyong dan CV Cahaya
Mobilindo seharga Rp 860.000.000,-.
- Bahwa benar yang membuat kwitansi tersebut adalah staff saksi karena sebelumnya
setelah proses pengadaan kendaraan dinas tersebut selesai yaitu pada saat saksi sudah
berada di Palembang saksi pernah dihubungi melalui telepon oleh Sdr.Arifin dan Sdr Arifin
minta tolong kepada saksi untuk membuatkan kwitansi tersebut lalu saksi menyuruh staff
saksi untuk membuatkannya dan diberikan kepada Sdr. Arifin.
- Bahwa benar sewaktu Sdr. Arifin membeli mobil tersebut, dia mengatakan bahwa akan
ikut tender dan Sdr. Arifin meminta saksi untuk membuat surat dukungan perusahaan
maka saksi menyuruh Sdr. Arifin untuk menemui personalia untuk membuat dukungan
perusahaan tersebut namun siapa yang membuatnya saksi tidak tahu setelah surat
dukungan perusahaan tersebut selesai dibuat oleh personalia lalu menyerahkan kepada
saksi untuk ditandatangani dan distempel.
- Bahwa benar saat itu yang berurusan dengan saksi adalah Sdr. Arifin dan ketika beliau
meminta tanda tangan dukungan perusahaan kepada saksi maka saksi tanda tangani saja

dan saksi tidak tahu siapa yang punya perusahaan tersebut secara pasti, namun menurut
saksi saat itu oleh karena Sdr. Arifin yang minta tanda tangan dukungan perusahaan
tersebut maka pemiliknya menurut saksi adalah Sdr. Arifin.
- Bahwa benar setahu saksi tender yang diikut' oleh Sdr. Arifin untuk pengadaan 1(satu)
unit mobil Toyota Prado adalah untuk mobil plat merah (pemerintah) sehingga mobil
tersebut tidak perlu membayar Sea Balik Nama namun banyak Adm saja. Namun jika
pembelian mobil pribadi maka akan kenakan BBn dengan membebankan kepada pembeli
lalu uang tersebut saksi setorkan ke Dispenda.
- Bahwa benar untuk pembayaran ppn dan pph adalah kewajiban dari Arifin atau
perusahaan PT. 3ala Dewa Indonesia.
13. Keterangan saksi VITARMAN, BAc, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa benar saksi dalam keadaan sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang
sebenarnya di persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
Mesin
Tipe mesin, 41L, 16 Katup, DOHC VVT-i
Isi silinder, 2.698 cc
Diameter x Langkah, 95.0 mm x 95.0 mm
Daya Maksimum, 160.4 Ps/5.200 rpm
Torsi Maksimum, 24.6 kgm/3.800 rpm
Kapasitas Tangki, 65 Itr
Bahan Bakar, Bensin tanpa timbale
Bahan Bakar, Sistem Injeksl Elektronik

INTERIOR & EKSTTRIOR


Material Kursi
Front headlamp
Front design
Rear lamp
Roof raail
Multi information display
Steering Switch Control
2 DIN Audio Video System compatible with steering
swintch

Selanjutnya berdasarkan surat tersebut Panitia Lelang menyusun rencana jadwal


pelaksanaan pelelangan dan panitia pengadaan barang dan jasa membuat dokumen lelang
termasuk membuat Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang diperoleh berdasarkan survey yang
dilakukan oleh Terdakwa. Selanjutnya kegiatan pelelangan umum tersebut diumumkan
melalui media cetak Koran Tempo tanggal 1 November 2010 namun tidak ada rekanan yang
memasukkan penawaran sehingga lelang dinyatakan gagal.
Menindaklanjuti hal tersebut Unit Layanan Pengadaan membuat Laporan Hasil

Pelelangan dari Panitia Pengadaan Barang Dar, Jasa kepada Terdakwa dengan nomor surat
14.4/ULP.B.1/LHP/1/Pas_Bar/2010 tertanggal 10 Nopember 2010. Lalu terdakwa membuat
telaahan staf Kepada Bupati Pasaman Barat tertanggal 10 November 2010 yang
ditandatangani oleh Asisten III pada Sekda Pasaman Barat (Ir. Zalmi. N) perihal Tindak Lanjut
Pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun Anggaran 2010 yang pada pokoknya
menjelaskan bahwa penyebab tidak adanya rekanan yang mendaftar dikarenakan harga
kendaraan operasional Kepala Daerah dimaksud (Toyota Prado TX Limited dan Toyota
Fortuner Type V Matik 4x4 Bensin) tidak mencukupi dengan pagu dana yang tersedia. Oleh
karena itu, deml kelancaran proses tender berkaitan dengan pagu dana maka Tim Panitia 1
(Satu) ULP Kab. Pasaman Barat akan mengeluarkan pengumuman tender kendaraan
operasional kepala daerah untuk kedua kalinya dengan perubahan spesifikasi ! untuk I (sate)
Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX Limited dirubah menjadi I (satu) unit Toyota Land
Cruiser Prado Type TX dan untuk 1 (satu) Unit Toyota Fortuner Type V Matic 4 x 4 Bensin
dirubah menjadl 1 (satu) Unit Toyota Fortuner Type G Luxury 4 x 2 Bensin. Kemudian telaahan
staf tersebut didisposisi oleh Sekda kepada Bupati Pasaman Barat tanggal 10 November 2010
yang Isinya "mohon persetujuan bapak sesuai saran". Kemudian telaahan staf beserta disposisi
dari Sekda tersebut didisposisi oleh Wakil Bupati tanggal 10 November 2010 kepada Bupati
yaitu "berhubung dana kita belum cukup dan medan kita wilayah bergunung perlu kendaraan
4x4, cukup kendaraan Bupati soja dulu, Wabup tahun 2011 kita anggarkan lagi" setelah di
telaahan staf beserta disposisi dari Sekda dan Wabup tersebut masuk ke Bupati kemudian
didisposisi oleh Bupati Pasaman Barat tanggal 10 November 2010 kepada Sekda yang Isinya
"setuju saran wabup".Namun keesokan harinya yaitu pada tanggal 11 November 2010 Bupati
membuat disposisi tambahan yang isinya adalah "limited' yang maksudnya adalah 1 (satu) unit
Toyota Land Cruiser Prado Type TX limited.
- Setelah dana masuk ke rekening perusahaan PT. BALADLWA INDONESIA, maka seluruh
dana yang masuk setelah dikurangi PPN dan PPH, saksi serahkan semuanya kepada sdr.
Arifin dengan membuka 4 (empat) lembar cek yang nominalnya tidak dituliskan,
kemudian langsung saksi serahkan 4 (empat) lembar cek tersebut yang telah
ditandatangani dan telah diberikan stempel perusahaan An. PT BALADEWA INDONESIA
kepada sdr. Arifin. Beberapa waktu kemudian, lebih kurang I (satu) bulan setelah cek
diserahkan pada sdr. Arifin, sdr, Arifin memberikan uang tanda terima kasih atas
pemakaian jasa perusahaan sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) kepada saksi.
- Bahwa saksi tidak mengetahui tentang spesifikasi mobil tersebut, akan tetapi saksi dengan
tegas menanyakan kepada sdr. Oktaveri dan sdr. Arifin apakah mobil ini sesuai dengan
spesifikasinya dalam kontrak, Jawaban dari sdr. Oklaveri dan sdr. Arifin, bahwa pengadaan
mobil ini telah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dalam kontrak pengadaan
mobil tersebut.
- Bahwa saksi tidak mengetahui mengenai Surat Penawaran kendaraan Toyota dari CV.
Makna Motor kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tanggal 16 Oktober 2010.
Bahwa menurut yang saksi ketahui, sdr. Arifin telah memesan mobil ini kepada PT.
INTERCOM MOBILINDO (sdr. FRANS WIJAYA) sesuai dengan surat dukungan yang telah
diterbitkan oleh PT. INTERCOM MOBIL INDO.
- Bahwa saksi mengetahui dengan 1 (sate) rangkap dokumen kontrak No. 027/
480/kontrakpeng/umum/2010 tentang kegiatan pengadaan kendaraan dinas Bupati dan
Wakil Bupati kabupaten Pasaman Barat dengan nilai kontrak Rp. 1.072.000.000,- , dimana
yang menandatangani kontrak adalah saksi sendiri. Beberapa surat dan kelengkapan yang
ada pada kontrak tersebut berupa surat dukungan pengadaan barang dari Dealer mobil
PT. INTERCOM MOBILINDO, pernyataan jaminan dan garansi, pernyataan jaminan purna
jual, identitas barang yang ditawarkan, pernyataan keaslian dan ketersediaan barang,
pernyataan memiliki bengkel resmi yang berasal dari PT. INTERCOM MOBILINDO,
pernyataan ketersediaan barang dan PT. INTERCOM MOBILINDO yang diserahkan oleh

sdr. Oktaveri kepada saksi, sedangkan dokumen lainnya saksi yang melengkapi, antara lain
SIUP, SITIJ, TDP, NPWP, surat keterangan fiskal pajak, SPT Tahunan dan pajak perusahaan
3 (tiga) bulan terakhir yang semuanya ada nama PT. BALADEWA INDONESIA.
- Bahwa saksi tidak pernah melihat dan mengetahui 1 (satu) rangkap SP2D pengadaan
kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Pasaman Barat dengan nilai kontrak
Rp. 1.072.000.000,- (satu milyar tujuh puluh juta rupiah ).
- Bahwa saksi mengetahui mengenai surat-surat yang dimaksud diatas yaitu 1 (satu) lembar
kuitansi An. PT. BALADEWA INDONESIA sejumlah Rp. 860.000.000,- (delapan ratus enam
puluh juta rupiah) untuk pembelian 1 (sate) unit kendaraan Toyota Prado TX L 2.700
tanggal 21 Desember 2010 dan 1 (satu) lembar tanda terima BPKB yang ditandatangani
oleh Hendri Tanjung serta 1 (satu) lembar surat tugas hasil pengecekan surat dari Bea
Cukai dengan ditanda tangani oleh Kepolisian Lalu Lintas Polri tanggal 10 Januari 2011.
- Bahwa sebelumnya pada saat saksi menyetujui untuk membantu sdr. Arifin dalam
mengikuti kegiatan pengadaan tersebut, maka saya menyerahkan foto copy dokumen
perusahaan saksi berikut kop surat kepada sdr. Oktaveri. Sejak saat itu semua kebutuhan
surat-menyurat yang menggunakan perusahaan saya termasuk kop suratnya diurus oleh
sdr. Oktaveri.

- Bahwa saksi tidak ada dan tidak pernah menyerahkan sejumlah uang kepada siapapun
yang membantu saya dalam pengadaan mobil dinas tersebut.
- Bahwa mengenai pembicaraan saksi dengan sdr. Arifin mengenai peminjaman
perusahaan saksi yaitu PT. Baladewa Indosesla tersebut, saksi nanya mendapatkan uang
terima kasih sebanyak Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) sehubungan dengan
peminjaman perusahaan saksi tersebut dalam pengadaan mobil dinas Bupati dan Wakil
Bupati Kabupaten Pasaman Barat. Saksi tidak mengharapkan apa-apa dalam pemakaian
perusahaan saksi, karena saksi berteman baik dengan sdr. Arifin semenjak tahun 1985 dan
sampai saat ini tetap berjalan baik.
14. Keterangan saksi TJEN IMANUEL CHANDRA, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut - Bahwa Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia
memberikan keterangan yang sebenarnya di persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab.Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa riwayat pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut :
- Tahun 2002 s/d 2009 di Asrido Toyota sebagai Tenaga Penjual
- Tahun 2009 s/d 4 Juli 2011 di Asrido Toyota sebagal Kepala Cabang Toyota
- Tanggal 10 Juli 2011 diangkat sebagai Kepala Cabang Interkom Padang sampai
sekarang.
- Bahwa sehubungan dengan undangan permintaan keterangan yang ditujukan kepada
saksi sekira tanggal 23 Oktober 2012 dalam hal pengadaan kendaraan dinas Bupati dan
wakil bupati pasaman barat tahun 2010, kemudian saksi menanyakan ke bagian admin
(Pak Antoni) yang bersangkutan juga baru masuk tahun 2011, dan yang bersangkutan
berusaha mencari dokumen yang berhubungan dengan pengadaan kendaraan dinas
tersebut dan ternyata dokumen tersebut tidak ditemukan.
- Selanjutnya atas inisiatif saksi, lalu saksi menghubungi PT. Cahaya Mobilindo an. Sdr.
Hendri Hakim; yang setahu saksi adalah kepunyaan Direktur (Sdr. Frans Wijaya) dan
menanyakan masalah pengadaan kendaraan tersebut, dan menurut Sdr. Hendri Hakim
mengatakan bahwa setahu yang bersangkutan sdr. Frans Wijaya pernah menjual mobil

Prado tahun 2010 ke Makna Motor (Sdr. Arifin). Selanjutnya saya dipanggil pihak
Kejaksaan untuk dimintai keterangan.
Setelah dilakukan permintaan keterangan atas diri saksi di Kejaksaan selanjutnya
setibanya di Padang saksi menghubungi Sdr Arifin melalui staf saksi dan memintanya
datang ke kantor saksi dan kemudian Sdr Arifin datang menemui saksi dan pada saat itu
saksi sampaikan bahwa saksi dipanggil ke Kejaksaan berkenaan dengan penjualan mobil
Prado dari Intercom ke Makna Motor dan dijawab oleh Sdr At ifin waktu itu bahwa dia
memang mengetahui tentang penjualan mobil Prado dari Intercom ke Baladewa dan jika
memang ada permintaan keterangan dan Kejaksaan tentang hal tersebut agar ditujukan
saja kepada dia.
Setelah itu saksi tidak ada lagi membicarakan tentang hal tersebut dan kemudian saksi
menerima pemanggilan kembali oleh Kejaksaan untuk diperiksa sebagai saksi.
Bahwa kepala cabang sekaligus merangkap Direktur sebelum saksi adalah Sdr. Frans
Wijaya, dan sejak bulan Januari 201.1 sampai dengan tanggal 10 Juli 2011 Direktur
sekaligus Kepala Cabang dijabat oleh Sdr. Hendra Wijaya (kakak dari Sdr Frans Wijaya).
Bahwa sejak tanggal 10 Juli 2011 jabatan Direktur dan Kepala Cabang dipisahkan sehingga
Direktur tetap dijabat oleh Sdr. Hendra Wijaya dan saksi menjabat sebagai Kepala Cabang
yang mana Sdr Hendra Wijaya meminta saksi untuk menjadi kepala cabang setelah
mendapat referensi dari seorang kenalan di tempat kerja saksi yang lama.
Bahwa Tupoksi saksi sebagai Kepala Cabang adalah menjalankan seluruh operasional
perusahaan mulai dari penjualan, servis dan suku cadang Toyota.
Bahwa Intercom adalah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan, servis dan suku
cadang kendaraan Toyota, dimana kantor pusat Intercom adanya di JI. Purus II sedangkan
Interkom lainnya yang ada di Sumatera Barat adalah Out Let dari Interkom di Purus II.
Tugas bagian admin adalah mengurus semua hal yang berhubungan dengan Keuangan,
transaksi keuangan dan juga Pengarsipan.
Bahwa seharusnya setiap transaksi yang ada di perusahaan intercom harus dicatat dan
ada dokumennya dan jika tidak ada dokumennya seperti pengadaan mobil prado hal Itu
adalah tanggung jawab pribadi Sdr. Frans Wijaya bukan tanggung jawab perusahaan,
Bahwa pada saat saksi baru menjabat sebagai kepala cabang Intercom saksi melakukan
beberapa koreksi pada beberapa hal yang dianggap penting. Pada saat saksi mengetahui
ada pengadaan mobil Prado yang dijual perusahaan kepada Baladewa saksi
memerintahkan bagian admin untuk memeriksa dokumen penjualan dan kemudian yang
bersangkutan melaporkan kepada saksi bahwa memang tidak ada penjualan tersebut.
Saksi tidak bisa lagi meneliti lebih jauh sebab saksi perkirakan kalau memang ada
penjualan terjadi pada saat sdr. Frans Wijaya menjabat sebagai direktur merangkap
kepala Cabang Interkom, Pemilik CV. Cahaya Mobilindo yang mana CV. Cahaya Mobilindo
bergerak dalam hal penjualan mobil baru dan bekas.
Bahwa dokumen terkait 1 (sate) lembar Surat dukungan pengadaan barang Nomor
001/IM-PD/X11.2010 tanggal 8 Desember 2010, 1 (situ) lembar Surat Jaminan & garansi
Nomor : 002/IM-PD/XII-2010 tanggal 8 Desember 2010, 1 (satu) lembar Pernyataan
Jaminan Purna Jual Nomor : 003/IM-PD/XII-2010 tanggal 8 Desember 2010, 1 (satu)
lembar Pernyataan Keaslian & Ketersediaan Barang Nomor : 004/IM-PD/XII-2010 tanggal
8 Desember 2010, 1 (satu) lembar Pernyataan Memiliki Bengkel Resmi Nomor : 006/IMPD/X11.2010 tanggal 8 Desember 2010 dan 1 (satu) lembar Pernyataan Ketersediaan
Barang Nomor : 007/IM-PD/XII-2010 tanggal 8 Desember 2010 saksi tidak tahu, dan
kendatipun ada Pernyataan Keaslian & Ketersediaan Barang Nomor : 004/IM-PD/XII-2010
tanggal 8 Desember 2010, hal itu bisa terjadi karena disatu sisi Sdr. Frans wijaya adalah
selaku Direktur merangkap Kepala Cabang dan sekaligus pemilik CV. Cahaya Mobilindo.
Setahu saksi mobil jenis Prado tidak dikeluarkan lagi oleh ATPM dan terakhir saksi ingat
sekitar tahun 2004 atau 2005 karena itu Pernyataan Keaslian memerlukan pricelist yang
mengacu pada panduan yang dikeluarkan oleh ATPM. Dengan kata lain Intercom tidak

bisa menjual mobil jenis Prado, sedangkan untuk showroom penjualan mobil bekas tidak
terikat pada panduan dari ATPM dan bisa menjualnya dengan cara mendapatkan dari
berbagai sumber seperti importer dsb.
Bahwa intercom adalah dealer Toyota, dan bisa menjual mobil yang ada di price list (harga
kendaraan) yang diterbitkan oleh Toyota Astra Motor di Jakarta. Selain itu Intercom juga
memiliki kewajiban seperti pertanggungjawaban, target penjualan, dan harus mematuhi
mandatory yang ditetapkan oleh Toyota Astra Motor. Semua transaksi yang terjadi di
Intercom dilaporkan secara rutin tiap harinya kepada Head Office Toyota Sumatera di
Medan. Dan saya selaku Pimpinan cabang hanya melaksanakan penjualan mobil yang
tertera di dalam Price List.
Dapat saksi jelaskan bahwa posisi saksi berbeda dengan posisi Sdr. Frans Wijaya sebab
Sdr. Frans Wijaya selain sebagai Direktur beliau merangkap Sebagai Kepala Cabang namun
saat ini saksi bekerja di Interkom dengan jabatan sebagai Kepala Cabang. Bahwa setahu
saksi Interkom tidak pernah menjual Prado, dan Prado hanya bisa didapat dari Importir
Umum yang ada di Medan. Jakarta, Surabaya atau kota besar lainnya. namun
sepengetahuan saksi di Sumbar belum ada Importir Umum Mobil Built Up.
Bahwa setahu saksi mobil prado tahun 2010 tidak termasuk mobil yang dikeluarkan
ATPM, dan setiap akhir bukan datang mobil dari ATPM narnun pada tahun 2010 tersebut
tidak ada mobil prado yang dlsupply dari ATPM.
Dan setahu saksi Prado dikeluarkan oleh ATPM terakhit pada tahun 2004 atau 2005.
Bahwa setahu saksi kwitansi dan stempel yang digunakan dalam jual beli mobil tersebut
berbeda dengan yang biasa saksi gunakan. Dan biasanya kwitansi yang kami gunakan,
adalah kwitansi yang ada merek dagang yang terdapat dalam kotak disebelah kiri kwitansi,
dan juga terdapat Logo perusahaan pada stempel. Namun pada kwitansi tersebut tidak
tidak sama dengan yang biasa kami gunakan. Dapat saksi tambahkan bahwa kwitansi
tersebut dipesan dan dicetak sendiri oleh perusahaan dan kwitansi dipegang atau
disimpan pada bagian Kasir dan Penagihan. Dan mengenai stempel perusahaan setahu
saksi Intercom tidak pernah menggunakan stempel dengan model seperti terlihat dl
kuitansi tersebut.
Setelah saksi perhatikan, bahwa saksi kenal dengan daftar harga kendaraan tersebut dan
itulah daftar harga kendaraan untuk daerah Sumatera yang dikeluarkan oleh ATPM
Medan di Medan. Daftar harga tersebut secara rutin dikirimkan oleh ATPM Medan kepada
Intercom setiap awal bulan atau apabila ada revisi harga pada bulan yang sama.

15. Keterangan saksi TONA AMANDA, SE, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut :
- Bahwa Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa riwayat pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut:
- 01 April 2005 saksi menjadi CPNS sebagai staf di Dinas Sosial Pemberdayaan
Masyarakat dan Keluarga Berencana
- 01 April 2006 saksi menjadi PNS sebagai staf di Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat
dan Keluarga Berencana
- Sekira Mei 2009 saksi diangkat menjadi Kassubag Keuangan dl Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Keluarga Berencana dan di samping itu juga saksi menjabat sebagai
anggota ULP dan Panitia Pengadaan dan Jasa
- Sekira Maret 2011 saksi diangkat menjadi Kassubag Umum di Radan Pemberdayaan

Masyarakat dan Keluarga Berencana


- Sekira April 2012 saksi diangkat menjadi Kassubag Umum dan Kepegawaian di Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana
- Februari 2013 saksi diangkat menjadi Kasubbid Promosi dan Kerjasama pada BPMP2T.
Bahwa saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat tersebut dan saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan
Dinas Bupati dan Wakil Bupat Pasaman Barat yaitu ketika saksi selaku Kassubag Keuangan
di Badan Pernberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana dan disamping itu saksi juga
menjabat sebagai anggota ULP dan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa dan ditugaskan
sebagai anggota panitia Pengadaan Barang dan Jasa berdasarkan SK Bupati Nomor
188.45/98/BUP-PASBAR/2010 tanggal 26 Januari 2010.
Bahwa berdasarkan 5K Bupati Nomor 188.45/98/BUPPASBAR/2010 tanggal 26 Januari
2010 personil Panitia Pengadaan Barang adalah sebagai berikut :
Panitia Pemeriksa Barang :
- Ketua
: BENDRI, SKom
- Sekretaris
: Drs. INDERAYANI
- Anggota
: IMTER PEDRI, S.Pd
- Anggota
: TONA AMANDA, SE
- Anggota
: WINARDI LUBIS,A Md
Tugas dan fungsi Panitia Pengadaan Barang adalah:
- Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan pekerjaan.
- Menyusun dan menyiapkan harga Perkiraan Sendiri (HPS).
- Menyiapkan dokumen pengadaan barang/jasa melalui media cetak dan papan
pengumuman untuk penerangan umum, dan jika memungkinkan melalui media
elektronik.
- Menilai kualifikasi penyedia melalui pasta kualifikasi atau pra kualifikasi.
- Melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk.
- Mengusulkan talon pemenang.
- Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna
barang/jasa.
- Menandatangani fakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang/jasa
dimulai.
Bahwa saksi memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan kualifikasi
keahlian L2 pada tahun 2009.
Bahwa sehubungan dengan tugas dan fungsi saksi sebagai Panitia Pengadaan Barang
dapat saksi jelaskan sebagal berikut:
- Untuk tugas menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan pekerjaan tidak saksi
lakukan dikarenakan tempat saksi bekerja yaitu di Padang Tujuh dan tempat menyusun
jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan pekerjaan dilakukan di kantor ULP letak
berjauhan dan faktor yang sering kali menjadi kendala untuk saksi datang ke kantor
ULP, tetapi setelah disusun jadwal dan ditetapkan cara pelaksanaan pekerjaan saya
diberitahukan oleh BENDRI, Skom selaku ketua Panitia Pengadaan Barang.
- Untuk tugas menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tidak saksi
lakukan karena tidak diberitahu mengenai hak tersebut oleh Ketua dan Sekretaris
Pantia Pengadaan Barang dan saksi juga tidak mengetahui dimana diadakan survey
untuk menentukan Harga Perkiraan Sendiri (HIPS).
- Untuk tugas menyiapkan dokumen pengadaan barang/jasa melalui media cetak dan
papan pengumuman untuk penerangan umum, dan jika memungkinkan melalui media
elektronik saksi tidak melaksanakan karena yang mengerjakan semuanya adalah sdr.
BENDRI, Skom.
- Untuk tugas menilai kualifikasi penyedia melalui pasta kualifikasi atau pra kualifikasi,

untuk pekerjaan pasta kualifikasi tidak saksi lakukan karena pada pelelangan pertama
dan pelelangan kedua tidak ada penawaran sedangkan untuk pra kulaifikasi tidak saksi
lakukan juga karena pada saat proses penunjukkan langsung saksi tidak mengetahui
hal tersebut dan yang saksi baru ketahui bahwa ada rekanan yang ditunjuk untuk
Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati pasaman Barat dari Dana APBDP Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah kabupaten Pasaman Barat pada saat saksi
menandatangani dokumen pengadaan yaitu sekira akhir Desember 2010.
- Untuk tugas melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk tidak saksi lakukan
karena pada saat lelang pertama dan lelang kedua tidak ada penawaran.
- Untuk tugas mengusulkan talon pemenang juga tidak saksi lakukan karena saksi tidak
diberitahu oleh BENDRI, S.Kom.
- Untuk tugas membuat laporan mengenai proses dan basil pengadaan kepada
pengguna barang/jasa tidak saksi lakukan karena saksi tidak diberitahu oleh BENDRI,
Skom.
- Untuk tugas menandatangani fakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan
barang/jasa dimulai saksi lakukan tetapi penandatanganannnya dilakukan pada saat
saksi menandatangani dokumen pengadaan setelah pelaksanaan pengadaan
barang/jasa selesai.
Bahwa selama menjadi panitia Pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman
Barat saksi tidak pernah mengetahui berapa besar anggaran untuk kegiatan tersebut dan
saksi baru mengetahui besarnya anggaran tersebut yaitu sebesar Rp. 1.072.000.000,(satu milyar tujuh puluh dua juta rupiah) dan anggaran tersebut diambil dari mata
anggaran APBD-P tahun 2010 Kab.Pasaman Barat pada saat saksi menandatangani
dokumen pengadaan yaitu sekira akhir Desember 2010.
Bahwa saksi mengetahui bahwa rekanan untuk Penunjukkan langsung adalah PT.
ditentukan oleh Panitia Pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat
dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat adalah
Merk Toyota Jenis Prado TXL 2.700 pada saat saksi menandatangani dokumen pengadaan
pada sekira akhir Desember 2010.
Bahwa saksi mengetahui dokumen-dokumen tersebut pada saat saksi menandatangani
dokumen pengadaan yaitu pada sekira akhir bulan Desember 2010, dan saksi tidak
mengetahui pada saat proses pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan wakil Bupati
Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretanat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat karena saksi tidak dilibatkan terhadap kegiatan-kegiatan tersebut yang
memang seharusnya saksi ketahui karena itu telah menjadi tupoksi saksi sesuai dengan
SK Bupati Nomor 198.45/98/BUP-PASBAR/2010 Tanggal 26 Januari 2010.
Bahwa yang membuat dokumen-dokumen yang saksi tandatangani adalah Sdr.BENDRI.
Skom, selaku Ketua Panitia Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman
Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat,
untuk pelelangan pertama saksi diberitahukan prows aanwijzing oleh Sdr.BENDRI. Skom
dan aanwijzing tidak dilakukan karena tidak ada penawaran untuk itu dan untuk
pelelangan yang kedua juga diberitahukan oleh Sdr.BENDRI, Skom dan aanwijzing juga
tidak dilakukan karena tidak ada penawaran untuk itu juga dan untuk penunjukkan
langsung tidak diberitahukan oleh Sdr.BENDRI. Skom dan yang melaksanakan kegiatan
seperti yang tertera didalam dokumen adalah Sdr.BENDRI, Skom selaku ketua pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010
pada Sekretariat Daerah kabupaten Pasaman Barat

16. Keterangan saksi WINARDI LUBIS,AMd, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenamya di
persidangan.

- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam ha' Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan
- Bahwa riwayat pekerjaan saksi antara lain sebagai berikut
- Tahun 2008 saksi menjadi CPNS pada bagian umum sekretariat daerah Kab.Pasaman
Barat
- Tahun 2009 saksi menjadi PNS di DPKAD Kab. Pasaman Barat
- Tahun 2010 dipindahkan menjadi staf Kecamatan Air Bangis
- Tahun 2011 saksi dipindahkan menjadi staf di Dinas Pendidikan kab. Pasaman Barat
- Bahwa saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat di bagian umum.
- Bahwa pada saat kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman
Barat dan Dana APBD Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat
saksi berperan selaku anggota Panitia Pengadaan Barang dan Jasa di UIP Kab. Pasaman
Barat yang diangkat berdasarkan SK Bupati Pasbar Nomor : 188.45/98/BUP-Pasbar/2010
tanggal 26 Januari 2010
- Bahwa yang termasuk dalam Panitia 1 Pengadaan Barang dan Jasa ULP Kab.Pasaman Barat
Tahun 2010 adalah sebagat berikut:
- Ketua
: BENDRI, SKOm
- Sekretaris
: Drs. INDERAYANI
- Anggota
: IMTER PEDRI, S.Pd
- Anggota
: TONA AMANDA, SE
- Anggota
: WINARDI LUBIS,A.Md
- Bahwa dokumen lelang Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman
Barat dari Dana APBD Tahun 2010 yang akan dilelang diserahkan oleh instansi/SKPD yang
mempunyai paket tersebut dalam hal im adalah bagian umum setda Pasbar untuk
diserahkan kepada ketua ULP dan ketua ULP menunjuk Panitia 1 Pengadaan Barang dan
jasa ULP Kab.Pasaman barat untuk memproses pelelangan tersebut setelah ditunjuk oleh
ketua ULP maka panitia I pengadaan barang dan jasa memproses paket yang telah
diberikan kepada panitia tersebut.
- Bahwa pada saat pelelangan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat dan Dana APBD Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman
Barat yang digunakan adalah Kepres 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan
pengadaan barang/jasa pemerintah.
- Bahwa tugas dan tanggung jawab saksi sebagai anggota Panitia Pengadaan Barang dan
Jasa berdasarkan 5K Bupati Pasbar Nomor : 188.45/98/BUP/Pasbar/2010 tanggal 26
Januari 2010 sebagai berikut:
- menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan pekerjaan.
- menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
- menyiapkan dokumen pengadaan.
- Mengumumkan Pengadaan Barang/Jasa melalui media cetak dan papan pengumuman
- untuk penerangan umum, dan jika memungkinkan melalui media etektronik.
- menilai kualifikasi penyedia melalui pasta kualifikasi atau pra kualifikasi
- melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk.
- mengusulkan talon pemenang.
- membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada pengguna
barang/jasa.
- menandatangani fakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang/jasa
dimulai.

- Bahwa tidak semua tugas dan fungsi sesuai dengan SK saksi laksanakan, yang saksi
laksanakan hanya menandatangani hasil evaluasi gagal dan PL (Penunjukkan Langsung),
karena pada pelelangan pertama dan kedua yang memasukkan penawaran pada
sekretariat ULP tidak ada maka kami selaku panitia menyatakan bahwa lelang pertama
dan kedua dinyatakan gagal sesuai dengan Kepres (tidak ada yang memasukkan
penawaran) dan akhirnya KPA (Drs.HENURI, MM) menetapkan PL.
- Bahwa saksi tidak mengetahui tentang pelaksanaan Penunjukkan Langsung dan saksi baru
mengetahui pelaksanaan PL tersebut setelah saksi dipanggil dan diberitahukan oleh Ketua
Panitia melalui telepon bahwa pengadaan tersebut telah di PL kan dan nama saksi
dimasukkan dan disuruh untuk menandatangani berkas PL tersebut namun sebelum
menandatangani berkas tersebut yang bertempat diruangan kabag umum saksi
menanyakan kepada Sdr. BENDRI sebagai ketua "apakah proses penunjukkan langsung ini
telah sesuai dengan prosedur" dan dijawab sdr. BENDRI "sudah" dan saksi baru
menandatangani berkas PL tersebut.
- Bahwa yang saksi tandatangani diruangan kabag umum pada saat itu adalah seluruh
dokumen yang berhubungan dengan PL yang didalamnya tercantum nama saksi,
penandatanganan dokumen tersebut saksi lakukan sekitar bulan Desember tahun 2010
dan yang berada diruangan kabag umum pada saat saksi menandatangani dokumen
tersebut adalah kabag umum (Drs.HENDRI,MM), Ketua Panitia (Sdr,BENDRI, Skom) dan 2
(dua) orang staf bagian umum yang saksi tidak ingat namanya.
- Bahwa saksi tidak pernah melihat Surat nomor : 027/217/KPA/UMUM-2010 tanggal 23
November 2010 perihal penetapan pelelangan ulang gagal, surat nomor
14U.4/ULP.B1/LHPU/1/PASBAR/2010 tanggal 23 November 2010 perihal laporan hasil
pelelangan ulang, surat nomor : 027/216/KPA/UMUM-2010 November 2010 perihal
penetapan pelelangan ulang, surat nomor 14.4/ULP.BL/LHP/1/Pas_bar/2010 tanggal 10
November 2010 perihal laporan hasil pelelangan dan saksi baru mengetahui Surat-Surat
tersebut setelah diperlihatkan oleh jaksa penyelidik Kejaksaan Negeri Simpang Empat
pada saat pemeriksaan.
- Bahwa saksi tidak tahu perihal berapa dana pada Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan
Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD tahun 2010 pada Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat.
- Bahwa proses penyusunan HPS seharusnya dilakukan oleh Panitia dan PPTK dengan cara
melakukan survei pasar dan harga pembanding. Untuk pengadaan kendaraan Dinas
Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat saksi tidak tahu yang saksi tahu HPS sudah ada
pada saat saksi diminta menandatangani berkas penunjukkan langsung sekaligus diruang
kabag umum (Drs.HENDRI) yang dihadiri oleh BENORI dan 2 (dua) orang staf bagian umum
yang saksi tidak ingat namanya.
- Bahwa saksi mengetahui bahwa rekanan untuk Penunjukkan Langsung adalah
PT.BALADEWA yang direkomendasikan oleh siapa saksi tidak tahu, jenis kendaraan Dinas
Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan dana APBD-P tahun 2010 pada Sekretariat
daerah kab. Pasaman barat dari kegiatan pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat tersebut adalah merk Toyota jenis Prado pada saat saksi
menandatangani dokumen pengadaan pada sekira akhir Desember 2010 dan jumlahnya
1 (satu) unit mobil.
- Bahwa dokumen kontrak , Laporan Hasil Pelelangan dari ULP kepada KPA, Penetapan
Pelelangan ulang dari KPA kepada ULP, Laporan hasil Pelelangan Ulang dan panitia kepada
KPA dan surat penetapan peleiangan ulang gagal hingga diminya untuk melakukan
Pemilihan Langsung tersebut adalah dokuen Penunjukkan Langsung dimana saksi ada
menandatangani dokumen tersebut namun saksi menandatangani dokumen tersebut
sekaligus, namun prosesnya saksi tidak ikut serta
- Bahwa saksi tidak aktif sebagai panitia dalam kegiatan pengadaan mobil dinas bupati
tahun 2010 tersebut karena saksi dimutasikan ke Kecamatan Sungau Beremas, namun

saksi menandatangani dokumen Penunjukkan Langsung tersebut sekaligus karena telah


disiapkan sekaligus dan rasa tanggung jawab saksi karena ditunjuk berdasarkan SK Bupati
sebagai panitia lelang.
17. Keterangan saksi OKTAVERI, di bawah sumpah dl persidangan pada pokoknya memberikan
keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa riwayat pekerjaan caksi pada tahun 1994 saksi bekerja sebagai karyawan CV.
Makna Motor sampai dengan sekarang.
- Bahwa saksi mengetahui dengan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat dari Dana APBD Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman
Barat pada saat saksi sekitar awal bulan Oktober 2010 disuruh sdr.Arifin (plmpinan CV.
Makna Motor) ke Pasaman Barat untuk mengantarkan dokumen-dokumen yang
berhubungan dengan pengadaan mobil dinas bupati untuk menemui sdr,HENDRI (Kabag.
Umum) dan saat itu sdr.ARIFIN juga menyerahkan nomor HP sdr.HFNDRI yaitu
085274215210 setelah sampai di kantor bupati Pasaman Barat saksi bertemu dengan
sdr.HENDRI diruangannya, setelah bertemu sdr.HENDRI saksi menyerahkan dokumen-dokumen tersebut kepada sdr.HENDRI yang isinya saksi tidak tahu pasti namun yang saksi
tahu berhubungan dengan penawaran dalam rangka pengadaan kendaraan Dinas Bupati
Pasaman Barat, kemudian sdr.HENDRI memeriksa dokumen-dokumen yang saksi bawa
dan setelah diperiksa sdr.HENDRI kemudian dia mengatakan kepada saksi bahwa
CV.Makna Motor adalah perusahaan kecil dan tidak memenuhi syarat kemudian saksi
pulang ke Padang pada saat perjalanan menuju Padang saksi menelepon sdr.ARIFIN dan
mengatakan bahwa CV.Makna Motor perusahaan kecil dan tidak memenuhi syarat untuk
ikut pelelangan.
- Keesokan harinya saksi menemui sdr.ARIFIN lalu sdr.ARIFIN menyuruh saksi untuk
menemui sdr.VITARMAN dan meminta sdr.VITARMAN membantu ARIFIN untuk ikuy
kegiatan pengadaan kendaraan dinas bupati tersebut. Dan setelah bertemu dengan
sdr.VITARMAN saksi sampaikan apa yang dikatakan oleh sdr.ARIFIN dan sdr.VITARMAN
mengatakan kepada saksi bagaimana proses pengadaan tersebut, karena saksi tidak tahu
pasti maka saksi langsung menghubungi sdr.HENDRI (Kabag.umum) dan mengatakan
"pak, ada yang ingin bicara" lalu saksi menyerahkan HP saksi ke sdr.VITARMAN dan
kemudian sdr.VITARMAN berbicara dengan sdr.HENDRI. Mengenai isi pembicaraan saksi
tidak tahu namun berkaitan dengan pengadaan kendaraan Dinas Bupati Pasaman Barat
tersebut. setelah itu saksi laporkan ke sdr.ARIFIN bahwa sdr.VITARMAN telah
berkomunikasi dengan sdr,HENDRI.
- Beberapa hari kemudian sdr.ARIFIN meminta saksi menjemput surat-surat yang
berhubungan dengan PT.BALADEWA INDONESIA kepada sdr.VITARMAN. Lalu surat-surat
tersebut saksi antarkan ke sdr.HENDRI di Pasaman Barat dan setelah diperiksa oleh
sdr.HENDRI, sdr.HENDRI memeriksanya dan kemudian mengatakan PT.BALADEWA
INDONESIA memenuhi syarat, lalu saksi kembali ke Padang dan melaporkannya ke
sdr.ARIFIN.
- Lalu beberapa hari kemudian saksi mengantarkan sdr.VITARMAN ke Pasaman Barat untuk
menemui sdr.HENDRI karena sebelumnya sdr.VITARMAN belum pernah bertemu dan
kenal dengan sdr.HENDRI. Setelah itu saksi bersaman sdr.VITARMAN kembali ke Padang.
Beberapa minggu kemudian saksi kembali diminta oleh sdr.ARIFIN mengantar

sdr.VITARMAN ke Simpang Empat untuk menandatangani kontrak pengadaan Kendaraan


Dinas Bupati Pasaman Barat. Setelah itu saksi dan sdr.VITARMAN kembali lagi ke Padang.
Beberapa minggu kemudian saksi disuruh oleh sdr.ARIFIN untuk pergi ke Pasaman Barat
mengantarkan sdr.VITARMAN, setibanya di Sinipang Empat saksi bersamaan dengan
sdr.VITARMAN langsung ke ruangar. sdr.HENDRI, tidak lama kemudian sdr.HENDRI
mengatakan kepada kami untuk memeriksa mobil prado di teras kantor Bupati Pasaman
Barat. Dan setelah pemeriksaan kendaraan dians tersebut kami kembali ke ruangan
sdr.HENDRI dan menandatangani herita acara yang berhubungan dengan serah terima
kendaraan dinas bupati tersebut. setelah selesai, saksi dan sdr.VITARMAN kembali ke
Padang.
Bahwa pada keeesokan harinya setelah melapor kepada sdr.ARIFIN bahwa CV.Makna
Motor merupakan perusahaan kecil dan tidak memenuhi syarat, selanjutnya saksi disuruh
sdr.ARIFIN untuk menemui sdr.VITARMAN dan saksi mengatakan kepada sdr.VITARMAN
"bos minta tolong pengadaan mobil di Pasaman Barat" dan dijawab sdr.VITARMAN
"bagaimana prosesnyd" selanjutnya saksi menelpon sdr.HENDIR (Kabag Umum Setda
Pasaman Barat) setelah itu sdr.VI1ARMAN berbicara lewat telepon kepada sdr.HENDRI
selama lebih kurang 10 (sepuluh) menit namun saksi tidak mengetahui apa yang mereka
bicarakan namun sepengetahuan saksi mereka membicarakan masalah pengadaan mobil
dan keesokan harinya saksi disuruh sdr,ARIFIN untuk pergi ke Pasaman Barat untu
menyerahkan dokumen-dokumen PT.Baladewa Indonesia milik sdr.VITARMAN kepada
sdr.HENDRI, setelah dokumen tersebut diperiksa oleh sdr.HENDRI kemudian sdr.HENDRI
mengatakan bahwa "Perusahaan tersebut memenuhi syarat" kemudian saksi kembali ke
Padang dan keesokan harinya saksi kembali melaporkan kepada sdrARIFIN bahwa
perusahaan sdr.VITARMAN bisa.
Bahwa setelah mengetahui perusahaan milik sdr.VITARMAN memenuhi syarat dalam
pengadaan kendaraan dinas bupati, sekitar 3 (tiga) han kemudian saksi disuruh sdr.ARIFIN
mengantarkan sdr.VITARMAN ke Pasaman Barat untuk menemui sdr.HENDRI, kemudian
sdr.VITARMAN berbicara diruangan sdr.HENDRI, namun saya tidak mengetahui isi dari
pembicaraan mereka yang saksi ketahui mereka membicarakan masalah pengadaan
mobil, kemudian tidak lama kemudian sekitar bulan Oesember tahun 2010 saksi disuruh
tagi oleh sdr.ARIFIN pergi ke Pasaman Barat bersama sdr.VITARMAN untuk bertemu
dengan sdr.HENDRI diruar.gan sdr.HENDRI tetapr saksi tidak mengetahui isi pembicaraan
mereka yang saksi ketahui adalah saksi melihat sdr.HENDRI dan sdr.VITARMAN
memeriksa dokumen-dokumen yang saksi tidak ketahui, kemudian pada bulan Desember
saksi kembali lagi ke Pasaman Barat bersama sdr.VITARMAN dan bertemu sdr.HENDRI
untuk melakukan serah terima mobil Toyota Prado 1XL warna hitam.
Bahwa yang membeli mobil Toyota Prado TXL warna hitam untuk pengadaan mobil dinas
Bupati Pasaman Barat adalah sdr.ARIFIN (Pimpinan CV.Makna motor) dan secara pasti
saksi tidak tahhu dimana tempat pembelian mobil prado tersebut namun yang saksi
ketahui sdr.ARIFIN berkomunikasi dengan sdr.FRANS H WIJAYA untuk membeli mobil
tersebut dan pada saat itu yang saksr ketahui sdr.FRANS merupakan pimpinan
PT.Interkom Padang.
Sepengetahuan saksi antara PT.Baladewa Indonesia dengan CV.Makna Motor tidak ada
hubungan sama serah, baik dari segi kepengurusan dan juga kepemilikan terhadap
perusahaan tersebut.
Bahwa setelah saksi perhatikan berita acara serah terima barang, berita acara
pembayaran dan berita acara pemeriksaan harang, saksi kenal dengan berita acara
tersebut dan itulah berita acara yang ditandatangani oleh sdr.VITARMAN saat penyerahan
kendaraan dinas bupati tersebut.
Bahwa kwitansi PT.Baladewa Indonesia sejumlah Delapan Ratus Enam Puluh juta rupiah
untuk pemebelian 1 (satu) unit Toyota Prado TXL tanggal 21 Desember 2010 saksi dapat
dari sdr.ARIFIN dan saksi serahkan kepada sdr.VITARMAN namun waktu penyerahannya

tersebut saksi tidak ingat lagi.


- Bahwa awalnya saksi tidak kenal dengan sdr.HENDRI TAN1t1NG dan saksi baru kenal
setelah ada kegiatan pengadaan kendaraan dinas Bupati Pasaman Barat. Bahwa saksi
tidak pernah rnenyerahkan uang kepada sdr.HENDRI namun saksi pernah mengatakan
kepada sdr.ARIFIN "apakah tidak ada uang basa basin kepada sdr.HENDRI" dan kemudian
sdr.ARIFIN memberikan uang sebesar Rp.7 000.000,- (tujuh juta rupiah) kepada saksi
namun saksi tidak pernah menyerahkannya kepada sdr.HENDRI. Uang tersebut saksi
pergunakan untuk kepentingan saksi.
- Bahwa setelah saksi perhatikan dokumen penawaran mobil toyota dari CV.Makna Motor
tanggal 16 Oktober 2010 kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, saksi kenal
dengan dokumen tersebut yang merupakan penawaran dari CV.Makna Motor untuk
pengadaan mobil Dinas Bupati Pasaman Barat.
18. Keterangan saksi ARIFIN ARGOSURIO, SE, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa saksi mendirikan CV,Makna Motor yang bergerak di bidang jual beli mobil dan
bengkel sejak tahun 1994 s/d sekarang.
- Bahwa pada waktu yang tidak mgat lagi awal bulan Oktober 2010 sdr.BAHARUDDIN
(Bupati Pasaman Barat) datang ke toko saya dl JL.Arif Rahman hakim No.63 Padanf, dan
saat itu sdr. BAHARUDDIN mengatakan kepada saksi bahwa ada pengadaan mobil prado
untuk lebih Jelasnya tanyakan ke bagian umum sekretariat Kab.Pasaman Barat, lain
beberapa hari kemudian saksi menyuruh anggota saksi sdr.OKTAVERI untuk pergi ke
bagian umum sekretariat Kab. Pasaman Barat untuk meminta informasi tentang
pengadaan mobil prado yang disebutkan oleh sdr.BAHARUDDIN.
- Keesokan harinya dari laporan OKTAVERI didapat Informasi sehubungan dengan
kendaraan yang akan dilelang tersebut kemudian pada tanggal 16 Oktober 2010 saksi
membuat penawaran kendaraan Toyota yang dialamatkan kepada pemerintah Kabupaten
Pasaman selanjutnya saksi serahkan kepada sdr.OKTAVERI serta persyaratan lelang
termasuk SIUP, SITU dan pengalaman pekerjaan diserahkan ke Bagian Umum. Lalu
OKTAVFRI melaporkan kembali kepada saksi bahwa perusahaan kita tidak bisa Ikut
pelelangan karena SIUP perusahaan saksi digolongkan sebagai perusahaan kecil, dan dari
usul sdr. HENDRI TANJUNG yang disampaikan melalui sdr. OKTAVERI "jika mau mengikuti
pelelangan tersebut harus perusahaan besar," Kemudian saksi mencari teman yang bisa
mengikuti pelelangan tersebut dan lalu saksi menghubungi sdr.VITARMAN melalui
handphone dan meminta sdr. VITARMAN untuk mengikuti pelelangan Pengadaan Mobil
Dinas tersebut. Dan setelah disepakati lalu saksi kembali menyuruh sdr.OKTAVERI untuk
menemani sdr. VITARMAN Pasaman Barat menemui Kabag Umum.
- Selanjutnya sdr.VITARMAN mengatakan kepada saksi bahwa melengkapi surat dukungan
pengadaan barang, penyataan jaminan dan garansi, pernyataan jaminan puma jual,
pernyataan keasllan dan ketersediaan barang, pernyataan memiliki bengkel resmi, lalu
oleh karena saksi kenal dengan pimpinan Interkom yaitu sdr.FRANS WIJAYA maka
kelengkapan tersebut saga minta ke PT.Interkom. Dan selain Itu saksi juga menyiapkan
RAB, yang saat ini terlampir dalam kontrak pengadaan kendaraan dinas tersebut, serta
kelengkapan lainnya saksi buat bersama sdr.VITARMAN. Kemudian saksi menyuruh
sdr.OKTAVERI menemani sdr.VITARMAN untuk melengkapi bahan yang berhubungan

dengan pengadaan kendaraan Jenis prado tersebut ke Pasaman Barat. Dan dari informasi
sdr.VITARMAN, PT.Baladewa Indonesia ditunjuk sebagai rekanan pengadaan mobil dinas
Jenis prado tersebut. kemudlan sdr.VITARMAN meminta kepada saksi untuk menyiapkan
mobil karena sesuai dengan perjanjian saksi dengan sdr.VlTARMAN sebelumnya, lalu saksi
menghubungi sdr.FRANS WIJAYA untuk memesan mobil Jenis prado tersebut dan saat itu
datang pak BAHARUDDIN ke toko bersama dengan stafnya, maka saat Itu mobil langsung
dibawa oleh sopir pak Bahar, namun saksi tldak kenal dengan sopir pak BAHARUDDIN
tersebut.
Bahwa keesokan harinya saksi menyuruh sdr.OKTAVERI dan sdr. VITARMAN
menyelesaikan surat-surat yang berhubungan dengan serah terima mobil meminta
pembayaran pengadaan kendaraan tersebut dan setelah semua surat-surat selesai serta
uang pembayaran pekerjaan masuk ke rekening PT.Baladewa Indonesia lain dan juga
kewajiban pelunasan pajak dilakukan ntaka urusan kami dengan pihak pemda pasaman
barat telah diselesai.
Bahwa saksi LOW dengan Surat Penawaran kendaraan Toyota dari CV.Makna Motor
kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tanggal 16 Oktober 2010, surat tersebut
saksi buat setelah tahu adanya kegiatan pengadaan kendaraan dinas Bupati Pasaman
Barat janis prado tahun 2010.
Bahwa saksi tahu dengan Dokumen Kontrak Nomor: 027/480/kontrak-peng/umum/2010
kegiatan pengadaan kendaraan dinas/operasional pekerjaan pengadaan kendaraan dinas
bupati dan wakil bupati kabupaten Pasaman Barat dengan nilai kontrak Rp.
1.072.000.000, Pelaksana PT.baladewa Indonesia, karena pernah dilihatkan oleh
sdr.VITARMAN dan beberapa surat dan kelengkapan yang ada pada kontrak tersebut saksi
buat bersama dengan sdr.VITARMAN diantaranya surat dukungan pengadaan barang,
pernyataan jaminan dan garansi, pernyataan jaminan purna jual, pernyataan keaslian dan
ketersediaan barang, pernyataan memiliki bengkel resmi, lalu oleh karena saksi kenal
dengan pimpinan Interkom yaitu sdr.FRANS WIJAYA maka kelengkapan tersebut saksi
minta ke PT.Interkom dan selain itu saksi juga menyiapkan RAB yang saat ini terlampir
dalam kontrak pengadaan kendaraan dinas tersebut, serta kelengkapan lainnya saksi buat
bersama dengan sdr.VITARMAN.
Bahwa saksi tidak tahu dengan surat- surat 1(satu) rangkap SP2D pengadaan kendaraan
dinas bupati dan wakil bupati tanggal 28 Desember 2010 beserta lampiran, 1 (satu) lembar
kwitansi pembayaran alas biaya pengadaan kendaraan dinas bupati Pasaman Barat pada
PT.Baladewa Indonesia tanggal 13 Desember 2010 sebesar Rp. 1.072.000.000; , 1 (satu)
rangkap berita acara serah terima barang, 1 (satu) lembar berita acara pembayaran dan 1
(satu) rangkap berita acara pemeriksaan barang.
Bahwa kwitansi PT.Baladewa Indonesia sejumlah delapan ratus enam puluh juta rupiah
untuk pemebelian 1 (satu) unit toyota prado TXL tanggal 21 Desember 2010 adalah
sebagai bukti penyerahan uang dari saksi kepada pihak Interkom untuk pembelian
kendaraan dinas Bupati Toyota Prado IXL.
Bahwa saksi kenal dengan sdr.BAHARUDDIN sejak tahun 2000 saat itu sdr.BAHARUDDIN
melakukan transaksi jual beli mobil dengan saksi dan sejak saat itu sdr.BAHARUDDIN
menjadi pelanggan tetap di toko saya. Dan pada saat sdr.BAHARUDDIN melakukan
kampanye untuk menjadi Bupati Pasaman Barat. Sdr.BAHARUDDIN melakukan tukar
tambah mobil di toko saksi dan beberapa waktu kemudian dimasa kampanye
sdr.BAHARUDDIN juga pernah meminjam mobil kepada saksi lebih dari satu kali, dan
setelah sdr.BAHARUDDIN menjadi Bupati pasaman Barat, sdr.BAHARUDDIN kembali
menemui saksi dan menawarkan saksi untuk ikut pengadaan kendaraan dinas bupati jenis
prado tersebut. Dan dalam pelaksanaannya saksi menyuruh anggota saksi untuk
berurusan dengan bagian umum sekretariat kab pasaman barat.
Bahwa pada awalnya saksi tidak kenal dengan sdr.HENDRI TANJUNG, namun saat kegiatan
pelelangan sdr.HENDRI TANJUNG pernah menemui saksi di toko saksi dan saat itulah saksi

kenal dengan sdr.HENDRI TANJUNG.


Bahwa setelah pengadaan kendaraan dinas tersebut selesai, atas masukan sdr.OKTAVERI
dan sdr.VITARMAN agar saksi memberikan ucapan terima kasih kepada sdr.HENDRI
TANJUNG yang telah membantu dalam kegiatan pengadaan tersebut. Kemudian saksi
menyerahkan uang kepada sdr.OKTAVERI sebesar Rp. 7.000.000,- untuk diserahkan ke
sdr.HENDRI TANJUNG dan setelah itu saksi tidak tahu lagi.
Bahwa kesepakatan yang saksi maksud adalah kesediaan sdr.VITARMAN untuk membantu
saksi dalam mengikuti kegiatan pelelangan, namun segala biaya yang mesti dikeluarkan
otomatis menjadi tanggung jawab saksi, dan setelah pembayaran pekerjaan masuk
kerekening sdr.VITARMAN maka sdr VITARMAN menyetor ke rekening saksi sekitar
Rp.959.000.000,- dimana penarikan dilakukan dengan cek sebanyak 4 lembar, dan saksi
hanya menyerahkan uang kepada sdr.VITARMAN sebanyak Rp. 10.000.000,- sebagai
imbalan jasa yang telah membantu saksi dalam melakukan pekerjaan tersebut.
Bahwa sdr.OKTAVERI merupakan pegawai saksi yang mendapat gaji bulanan dari saksi.
Bahwa keuntungan saksi dalam melakukan kegiatan tersebut sekira Rp.99.000.000,-dan
jika dikurangi dengan uang yang telah saksi serahkan kepada sdr,VITARMAN sebanyak RP.
10.000.000,-, sdr.HENDRI TANJUNG sebanyak Rp.7,000.0p0-, biaya transportasi sebanyak
Rp.5.000.000,-, jadi keuntungan bersih saksi sekitar Rp. 75.000.000,-.
Bahwa saksi kenal dan mengetahui uang dengan jumlah Rp.60.000.000,- (enam puluh juta
rupiah) yang diperlihatkan penyidik kepada saksi, uang tersebut merupakan hasil
keuntungan dari pengadaan mobil dinas bupati Pasaman Barat yang mana
pelaksanaannya saksi bekerja sama dengan sdr.VITARMAN, uang tersebut saksi serahkan
dengan penuh kesadaran kepada pihak penyidik kejaksaan untuk ketenangan jiwa saksi
karena saksi merasa tidak aman dan nyaman dengan hasil keuntungan tersebut.
Bahwa benar saksi ada melakukan pembelian toyota Prado 2.7 TX-L pada tahun 2010 dari
sdr. FRANS WIJAYA (Direktur PT.Interkom) yang saksi lakukan dengan pelunasan secara
bertahap sebanyak 2 (dua) kali.
Bahwa setahu saksi PT. Interkom sebagai ATPM tidak bisa mendatangkan Toyota Prado
2.7 TX-L karena mobil tersebut termasuk mobil Built Up dan yang berwenang mengimpor
mobil tersebut yaitu importir umum, namun karena saksi telah kenal lama dengan
sdr.FRANS WIJAYA dan sering terlibat hubungan bisnis dengannya maka saksi meminta
bantuannya untuk mencarikan Toyota Prado 2.7 TX-L dan pada saat ittu sdr.FRANS
WIJAYA menyanggupi untuk mencarikan mobil tersebut.
Bahwa kwitansi pembayaran pembelian 1 (satu) unit toyota Prado TXL dari PT.Baladewa
Indonesia sejumlah Rp.860.000.000,- dikeluarkan oleh PT.Interkom sebagai bukti
pembayaran yang saksi lakukan atas nama Pl.Baladewa Indonesia untuk pembelian toyota
prado 2.7 TX-L.
Bahwa surat penawaran untuk toyota prado 2.7 TX-L dari CV.Makna motor kepada
pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tanggal 16 Oktober 2010 dibuat oleh saksi selaku
Direktur CV.Makna Motor saksi serahkan kepada sdr.OKTVERI kemudian sdr.OKTAVERI
menyerahkan kepada Drs.HENDRI,MM selaku kabag umum Setda Kab. Pasaman Barat
sebagai penawaran untuk kegiatan mengikuti kegiatan pengadaan kendaraan dinas
bupati dan wakil bupati Pasaman Barat.
Bahwa sebelum saksi memasukkan surat penawaran tersebut saksi tidak pernah melihat
1(satu) rangkap dokumen pengumuman pelelangan umum Nomor : 1S/PL/ULPPasbar/2010 untuk kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan wakil Bupati tanggal
01 November 2010, karena sebelumnya saksi sudah mengetahui memang ada kegiatan
pengadaan mobil toyota Prado untuk kendaraan Dinas Bupati Pasaman Barat dari
sdr.BAHARUDDIN selaku Bupati Pasaman Barat sendiri.
Bahwa sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman saksi berkecimpung di bisnis mobil
selama 24 (dua puluh empat) tahun dengan spesifikasi tersebut masih banyak mobil
type/merk lain yang bahkan jauh lebih murah dari Toyota Prado 2.7 TX-L yang bisa

memenuhi spesifikasi tersebut.


19. Keterangan saksi JONO HANS, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya memberikan
keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab.Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa tahun 2002 s/d sekarang saksi bekerja di DK Jaya Motor sebagai Kepala Akunting.
Berdasarkan jenis kendaraan Toyota Land Cruiser Prado 2.7 A/T/Tahun 2010 warna hitam
nomor Chasis : TRJ1S0-0001532 dan Nomor Mesin 2TR-0815790 adalah sama dengan
faktur kendaraan yang saksi dapat dari PT.Multi sentra Adikarya Nomor:
239/MSA/XII/2010 tanggal 14 Januari 2011 yang renerangkan tentang 1 (satu) unit
Kendaraan Toyota Prado 2.7 A/T Tipe Mesin Prado 2 7 A/T bahan bakar bensin jumlah
silinder 4/In-Line isi silinder 2693 (cm3) warna hitam nomor rangka TRJ150-0001532 dan
Nomor Mesin 2TR-0815790 tahun pembuatan 2010 harga Rp. 506.000.000,- (lima ratus
enam juta rupiah), sehingga dapat saksi pastikan itulah mobil yang kami beli dari
PT.Multisentra Adikarya, namun saksi tidak pernah berurusan langsung dengan pihak
Pemda Pasaman Barat sehubungan dengan pengadaan kendaraan tersebut.
- Bahwa setelah kendaraan tersebut kami beli dan PT.Multisentra Adikarya tanggal 18
Agustus 2010 kemudian kami jual lagi ke PT.Kencana Utama Sakti dengan harga
Rp.680.000.000,- (enam ratus delapan puluh juta rupiah) kondisi Off The Road (tanpa bea
batik nama/STNK) sesuai dengan pemesanan tanggal 16 Agustus 2010.
- Setelah saksi lihat dan perhatikan saksi kenal dengan Faktur Kendaraan PT.Multisentra
Adikarya Nomor 239/MSA/XII/2010 tanggal 14 Januari 2011, dimana faktur tersebut
adalah faktur yang diterbitkan oleh PT.Multicentra Adikarya sesuai dengan permohonan
penerbitan faktur yang DK Jaya Motor mohonkan pada tanggal 27 Desember 2010.
Adanya permohonan tersebut sehubungan adanya permintaan pembuatan faktur oleh
PT.Kencana Utama Sakti tanggal 27 Desember 2010 yang ditandatangani oleh Mariana.
- Bahwa kendatipun kami telah melakukan penjualan kendaraan toyota Prado 2.7 A/T Tipe
Mesin Prado 2.7 A/T kepada PT.Kencana Utama sakti namun yang berwenang
menerbitkan faktur adalah importir yang mendatangkan kendaraan tersebut dalam hat
ini adalah PT.Multisentra Adikarya.
- Bahwa dengan adanya permintaan penerbitan faktur dari DK Jaya Motor maka
PT.Multisentra Adikarya mengirimkan kepada kami (DK Jaya motor) dokumen berupa 3
(tiga) lembar faktur PT.Multisentra Adikarya Nomor : 239/MSA/XII/2010 tanggal 14
januari 2011 yang menerangkan tentang 1 (satu) unit Kendaraan toyota Prado 2.7 AfT Tipe
Mesin Prado 2.7 A/T bseserta Certificate of vehicle identification Number (VIN) sebanyak
2 (dua lembar dan 1 (satullembar Surat Keterangan tentang Pemasukan Kendaraan
bermotor (Formulir A) beserta lampirannya. Kemudian setelah saksi terima dokumen
tersebut dari PT.Multisentra Adikarya maka saksi teruskan ke PT.Kencana Utama Sakti.
Selanjutnya saksi tidak tahu lagi.
- Bahwa saksi kenal dengan dokumen 1(satu) lembar foto copy surat permintaan
pembuatan faktur An. sekretariat daerah Pemerintah kabupaten Pasaman Barat dari
Mariana beserta 1 (satu) lembar foto copy Kop surat Sekretariat daerah Pemerintah
kabupaten Pasaman Barat dengan alamat JI.Kihajar Dewantara No-29 Telp: (0753) 466169
Fax: (0753) 466170 Simpang Empat-Pasaman Barat yang merupakan surat permintaan
penerbitan faktur yang dilakukan kepada PT.Kencana Utama Sakti yang ditujukan kepada
perusahaan kami sehubungan dengan perusahaan kami telah melakukan penjualan

kendaraan Toyota Prado kepada PT.Kencana Utama sakti.


- Kemudian oleh karena kami membeli kendaraan tersebut dan PT.Multisentra Adikarya
maka saksi mengajukan permintaan pembuatan faktur kepada PT.Multisentra Adikarya
sesuai dengan surat berupa 1 (satu) lembar foto copy surat permohonan pembuatan
faktur untuk kendaraan toyota land cruiser prado 2.7 (sesuai form A) An. Sekretariat
daerah Pemerintah kabupaten Pasaman darat kepada PT. Multi sentra Adikarya tanggal
27 Desember 2010 dengan melampirkan 1 (satu) lembar foto copy kop surat Sekretariat
daerah Pemerintah kabupaten Pasaman Barat dengan alamat JI.Kihajar Dewantara No.29
Telp: (0753) 466169 Fax: (0753) 466170 Simpang Empat-Pasaman Barat.
- Bahwa sepengetahuan saksi toyota land Cruiser Prado ada 2 jenis/tipe yaitu Tipe TX dan
TX Limited,
- Bahwa berdasarkan dokumen yang ada pada perusahaan saksi berupa kwitansi
pembayaran dengan No. 180/VIII/10/SS tanggal 18 Agustus 2010 dari perusahaan kami
DK Jaya Motor untuk pembayaran 1 (satu) unit Toyota Land cruiser Prado 2.7 TX warna
hitam Nomor chasis : TRIlSO-0001532 dan nomor mesin 2TR-0815790 Off The Road
sebesar Rp 675.000.000,- (enam ratus tujuh puluh lima juta rupiah). maka dapal saksi
jelaskan bahwa kendaraan yang kami bell dari PT Multsentra tersebut berjenis Toyota
Land Cruiser Prado 2.7 TX.
20. Keterangan saksi SUPARMAN MARTODISASTRO, di bawah sumpah di persidangan pada
pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab.Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan.
- Bahwa tahun 2004 s/d sekarang saksi bekerja di PT.Multicentra Adikarya sebagai Internal
Audit dan sejak tahun 2012, saya juga ditugaskan sebagai Akuntan PT Multicentra
Adikarya sampai dengan sekarang.
- Berdasarkan jenis kendaraan Toyota land Cruiser Prado 2.7 A/T Tahun 2010 warna hitam
nomor Chasis : TRJ150-0001532 dan nomor mesin 2TR-0815790 adalah sama dengan
faktur kendaraan PT.Multisentra Adikarya Nomor 239/MSA/XII/2010 tanggal 14 Januari
2011 yang menerangkan tentang 1 (satu) unit Kendaraan Toyota Prado 2.7 A/T Tipe Mesin
Prado 2.7 A/T behan baker bensin jumlah silinder 4/In-Une isi silinder 2693 (cm3) warna
hitam nomor rangka TRJ150-0001S32 nomor mesin 2TR-O81S790 tahun pembuatan 2010
harga Rp.506.000.000,- (lima ratus enam juta rupiah) sehingga dapat saksi pastikan itulah
mobil yang berasal dari PT.Multisentra Adikarya.
- Bahwa kendaraan tersebut kami datangkan langsung dari Jepang selanjutnya kami jual ke
DK Jaya Motor seharga Rp. 675.000.000,- (enam ratus tujuh puluh lima juta rupiah)
setelah ditambah dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan penjualan tersebut dalam
kondisi Off The Road (mobil tanpa STNK) namun saksi tidak pernah berurusan langsung
dengan pihak Pemda kabupaten Pasaman Barat.
- Bahwa kendatipun kami menerbitkan Faktur Kendaraan PT.Multisentra Adikarya Nomor
239/MSA/XII/2010 yang dialamatkan kepada Sekretariat Kab.pasaman Barat, hal itu
adalah kewajiban kami selaku importir yang mendatangkan kendaraan tersebut dan
faktur tersebut diterbitkan atas permintaan yang berkepentingan setelah kendaraan
tersebut terjual.
- Bahwa Faktur Kendaraan PT. Multisentra adikarya Nomor 239/MSA/XII/2010 tanggal 14
Januari 2011 adalah faktur yang diterbitkan oleh perusahaan kami sehubungan dengan
penjualan 1 (satu) unit kendaraan Toyota Prado 2.7 A/T.

- Bahwa oleh karena kendaraan tersebut sebelumnya telah kami jual ke OK JAYA MOTOR
maka faktur tersebut beserta Certificate of Vehicle Identification Number (VIN) dan surat
keterangan tentang pemasukan kendaraan bermotor (Formulir A) saksi serahkan juga
kepada DK JAYA MOTOR. Terbitnya faktur tersebut yaitu sehubungan dengan Surat
Permintaan dari DK Jaya Motor tanggal 27 desember 2010 yang ditujukan kepada
PT.Multisentra Adikarya yang berisi permohonan dibukakan faktur untuk kendaraan
Toyota Prado 2.7 A/T Tipe Mesin Prado 2.7 A/T dengan lampiran 1 (satu) lembar kertas
berisikan Kop Surat Sekretariat Daerah kabupaten pasaman Barat. Selanjutnya setelah
surat permintaan tersebut diproses maka kami kirimkanlah faktur tersebut ke DK Jaya
Motor.
- Bahwa surat permohonan pembuatan faktur untuk kendaraan Toyota land Cruiser Prado
2.7 (sesuai Form A) An. Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kepada
PT. Multisentra Adikarya tanggal 27 Desember 2010 dan 1 (satu) lembar kop surat
sekretariat daerah pemerintah Kabupaten Pasaman Barat adalah surat permintaan
penerbitan faktur beserta lampirannya yang dikirimkan ke PT, Multisentra Adikarys.
- Bahwa sepengetahuan saksi Toyota Land Cruiser Parado ada 2 jenls/tipe yaitu Tlpe TX dan
TX Limited.
- Bahwa berdasarkan dokumen yang ada pada perusahaan saksi berupa kwitansi penjualan
dengan No. 18O/Vlll/10/SS tanggal 18 Agustus 2010 1 (satu) unit Toyota Land Cruise Pardo
2.7 TX wama hitam nomor chasis : TRJ15O-0001532 dan nomor mesin 2TR-0815790 Off
the Road sebesar Rp. 67S.000.000. (enam ratus tuluh puluh lima juta rupiah) dari OK Java
Motor dapat saksi jelaskan bahwa kendaraan yang kami jual tersebut berjenis Toyota Land Cruiser Prado 2.7 TX.
- Bahwa saksi tidak tahu mengenai apakah bisa dilakukan perubahan tipe kendaraan.
21. Keterangan saksi Drs. SAKIRMAN, d bawah sumpah di persidangan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut :
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan. Bahwa riwayat
pekerjaan saksi adalah:
- Sekira tahun 1993 saksi menjadi CPNS of BKKBN Kab. Simalungun Provinsi Sumatera
Utara sebagai Penyuluh KB.
- Sekira tahun 1994 saksi menjadi PNS di BKKBN Kab. Simalungun sebagai Penyuluh KB.
- Sekira tahun 2000 saksi menjadi Penyuluh KB di BKKBN Kab. Pasaman.
- Sekira tahun 2004 saksi menjadi Staf Kantor Camat Lembah Melintang Kab. Pasaman
Barat.
- Sekira tahun 2004 saksi menjadi Kasi Pemerintahan di Kantor Camat Sungai Aur Kab.
Pasaman Barat.
- Sekira tahun 2005 saksi menjadi Kepala Tata Usaha di Kantor KESBANGLINMAS Kab.
Pasaman Barat.
- Sekira tahun 2007 saksi menjadi Kasubag Agama bagian Kesra Sekretariat Daerah Kab.
Pasaman Barat.
- Sekira September tahun 2010 saksi menjadi Kabag Kesra di Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat.
- Sekira Januari 2011 saksi menjadi Sekretaris KORPRI Kab. Pasaman Barat.
- Sekira Juli 2011 s/d sekarang saksi menjadi Kasi Pengawas Pemerintah Bidang
Kemasyarakatan Inspektorat Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat.

- Bahwa saksi mengetahui perihal Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat tersebut dan pemberitahuan sdr. AMRIANTO sekira tanggal 20 Desember
tahun 2010 di ruang Kesra Kantor Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat bahwa saksi
menjadi anggota Panitia Pemeriksa Barang pada Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas
Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat
Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan saksi ada diperlihatkan perihal SK Bupati Nomor
188.45/248/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14 April 2010 tentang Pembentukan Panitia
Pemeriksa Baring pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat tahun anggaran 2010 pada
Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat tersebut,
selanjutnya sdr. AMRIANTO juga memberitahukan bahwa pada hari itu mobil dari hasil
kegiatan pengadaan tersebut akan datang dan saksi diminta bersama dengan Tim
Pemeriksa Barang untuk memeriksa mobil tersebut , dan pemberitahuan itulah saksi
mengetahui perihal Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat dari Dana APED-p Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat tersebut.
- Bahwa dasar hukum saksi menjadi Anggota Panitia Pemeriksa Barang pada kegiatan
tersebut yaitu SK Bupati Nomor 188.45/248/BUP PASBAR/2010 tanggal 14 April 2010
tentang Pembentukan Panitia Pemeriksa Barang pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman
Barat Tahun Anggaran 2010 dan personal Pemeriksa Barang adalah sebagai berikut:
Panitia Pemeriksa Barang:
- Ketua
: AMRIANTO
- Sekretaris
: BOBBI P. RIZA, S.STP, M.Si
- Anggota
: Drs. SAKIRMAN
- Anggota
: SETIA BAKTI, SH
- Anggota
: RONI HEP, S.Hut.
Tugas dan Fungsi pemeriksa barang adalah:
- meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan barang di lingkungan sekretariat
daerah Kabupaten Pasaman Barat.
- meneliti spesifikasi teknis dan jumlah barang yang dikerjakan sesuai dengan Dokumen
Kontrak (Surat Perjanjian Kerja).
- membuat Berita Acara tentang Hasil Pemeriksaan atas pelaksanaan pekerjaan
pengadaan barang yang dilaksanakan.
- Yang menjadi Dasar Hukum saya sebagai Ketua Tim Pemeriksa Barang pada Kegiatan
Pengadaan Mobil Bupati tersebut yaitu SK Bupati Nomor 788.45/248/BUPPASBAR/2010 tanggal 14 April 2010.
- Bahwa sehubungan dengan tugas dan fungsi saksi sebagai anggota pemeriksa barang
dapat saksi jelaskan sebagai berikut:
- untuk tugas saksi dalam hal meneliti dan memeriksa atas pelaksanaan pengadaan barang
di lingkungan sekretariat daerah Kabupaten Pasaman Barat sehubungan dengan
pengadaan kendaraan dinas Bupati tersebut belum saksi dan Tim Pemeriksa Barang
lakukan karena saksi untuk Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) perihal Kegiatan Pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010
pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat tersebut tidak ada diberikan kepada
Tim Panitia Pemeriksa Barang oleh Panitia Pengadaan Barang dan Jasa pada Kegiatan
Pengadaan Mobil Dinas Bupati tersebut, sehingga saksi dan Tim Pemeriksa Barang tidak
dapat mempelajari lebih dulu perihal Spesifikasi dan kendaraan pada kegiatan pengadaan
tersebut.
- Untuk tugas saksi dalam hal meneliti spesifikasi teknis dan jumlah barang yang dikerjakan
sesuai dengan Dokumen Kontrak (Surat Perjanjian Kerja) serta membuat Berita Acara
tentang Hasil Pemeriksaan atas pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang yang

dilaksanakan telah dilaksanakan oleh saksi dan Tim Pemeriksa Barang dalam Kegiatan
Pengadaan Mobil Dinas Bupati tersebut sebagaimana yang termuat dalam Berita Acara
Pemeriksaan Barang Nomor: 027/267/BAPB/SETDA/2010 yang dilakukan pada hari Senin
tanggal 20 Desember 2010 sekira jam 14.00 WIB di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat.
- Bahwa setahu saksi dari Kegiatan Pengadaan Mobil Dinas Bupati pada Sekretariat Daerah
Kab. Pasaman Barat tersebut jenis mobilnya yaitu jenis mobil Toyota jenis Prado TXL 2700
warna hitam dari banyaknya sebanyak 1 (satu) unit yang hadir dalam pembuatan Berita
Acara Pemeriksaan Barang tersebut yaitu: Tim Pemeriksa Barang (AMRIANTO, SH., BOBI
P.RIZA AP, M.Si.,SETIA BAKTI, SH Drs. SAKIRMAN, ROM HEP, S.Hut) dari rekanan yaitu
Direktur Utama PT. Baladewa Indonesia (VITARMAN, Bac), Kabag Umum Sekretariat
Daerah Kab. Pasaman Barat (Drs. HENDRI TANJUNG,MM).
- Bahwa yang saksi ketahui perihal pihak-pihak yang terlibat dalam pencairan dana untuk
kegiatan pengadaan Kendaraan Dinas Operasional (Bupati dan Wakil Bupati) yaitu:
- Sebagai PPTK yaitu ERIZAL,M, A.Md.
- Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa: SENDRI, S.KOM
- Rekanan (Direktur PT. BALADEWA): VITARMAN, BM
- Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada bagian Umum Sekretariat Daerah Kab. Pasaman
Barat: Drs. HENDRI, MM (Kabag Umum)
- Pengguna Anggaran (PA) pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat: HERMANTO
(Sekda Kab. Pasaman Barat tahun 2010).
Panitia Pemeriksa Barang
- Ketua
: AMRIANTO, SH
- Sekretaris
: BOBI P. RIZA AP, Msi
- Anggota
: SETIA BAKTI, SH
- Anggota
: Drs. SAKIRMAN
- Anggota
: ROM HEP, S.Hut
- Bahwa benar saksi mengetahui perihal Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan
Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat tersebut dari Pemberitahuan sdr. AMRIANTO sekira tanggal 20
Desember tahun 2010 di ruang Kesra Kantor Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat
bahwa saksi menjadi anggota Panitia Pemeriksa Barang pada Kegiatan Pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010
pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan saksi ada diperlihatkan perihal 5K
Bupati Nomor 188.45/248/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14 April 2010 tentang
Pembentukan Panitia Pemeriksa Barang pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat
Tahun Anggaran 2010 pada Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat dan Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat tersebut, selanjutnya sdr. AMRIANTO juga memberitahukan bahwa pada
had itu mobil dari hasil kegiatan pengadaan tersebut akan datang dan saksi diminta
bersama dengan Tim Pemeriksa Barang untuk memeriksa mobil tersebut, selanjutnya sdr
AMRIANTO menyampaikan kepada saksi untuk berkumpul di Kantor Pemerintah Daerah
Kab. Pasaman Barat untuk memeriksa barang dalam hal mi Mobil Dinas Bupati dari hasil
kegiatan pengadaan tersebut, selanjutnya sekira pukul 14.00 WIB saksi beserta Tim
Panitia Pemeriksa Barang yang telah berkumpul pergi memeriksa 1 (satu) unit mobil
dengan merk Toyota jenis Prado TXL 2700 yang telah terparkir di samping Rumah Dinas
Bupati, selanjutnya saksi beserta Tim memeriksa spesifikasi 1 (satu) unit mobil dengan
merk Toyota jenis Prado TXL 2700 tersebut sesuai dengan Daftar Spesifikasi yang terdapat
dalam Dokumen Kontrak dan setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya telah sesuai dengan
spesifikasi yang terdapat dalam kontrak dan hasil pemeriksaan tersebut dicantumkan
dalam Berita Acara Pemeriksaan Barang Nomor: 027/267/BAPB/SETDA/2010 yang
dilakukan pada hari Senin tanggal 20 Desember 2010 yang ditandatangani oleh seluruh
Tim Panitia Pemeriksa Barang (AMRIANIO, SH., BOBI P. RIZA AP, M.Si., SETIA BAKTI, SH.,

Drs. SAKIRMAN, ROM HEP, S.Hut) dan Rekanan (VITARMAN) selaku Direktur Utama PT.
BALADEWA) yang disaksikan oleh sdr. Drs. HENDRI, MM selaku KPA dalam kegiatan
tersebut selanjutnya setelah selesai penandatanganan Berita Acara Pemeriksaan Barang,
mobil jenis Prado TXL 2700 tersebut diserahkan ke Bagian Umum Sekretariat Pemerintah
Daerah Kab. Pasaman Barat pada hari itu juga.
- Bahwa perihal surat-surat tersebut di atas saya tidak mengetahui karena Surat Perjanjian
Kerja (Kontrak) untuk kegiatan tersebut tidak pernah ada diberi ataupun diperlihatkan
oleh Panitia Pengadaan Barang dan Jasa dalam Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas
Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat
Daerah Kabupaten Pasaman Barat kepada aksi dan Tim Panitia Pemeriksa Barang sehingga
kami dan Tim Pemeriksa Barang tidak dapat mempelajari perihal Surat Perjanjian Kerja
(Kontrak) pada kegiatan pengadaan tersebut.
- Benar bahwa sebenarnya surat-surat tersebut di atas ada berhubungan dengan tupoksl
saksi senagai Panitia Pemeriksa Barang berdasarkan SK Bupati Nomor 188.45/248/BUPPASBAR/2010 tanggal 14 April 2010 tetapi dalam realisasi pelaksanaannya saksi dan Tim
Panitia Pemeriksa barang tidak pernah ada dilibatkan dalam berkoordinasi perihal
kegiatan pengadaan kendaraan Dinas Bupati tersebut buktinya saksi dan Tim Panitia
Pemeriksa Barang tidak ada diberikan Surat Perjanjian Kerja (kontrak) kegiatan pengadaan
kendaraan dinas tersebut sehingga kami selaku Tim Panitia Pemeriksa Barang tidak dapat
secara aktif dalam melakukan semua tupoksl saksi dan Tim Panitia memeriksa barang
sesuai SK Bupati tersebut.
22. Keterangan saksi Ir. ZAIMI. N, d sumpah dalam persidangan pada pokoknya memberikan
keterangan sebagai berikut:
- Bahwa saksi sehat dan saksi bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya di
persidangan.
- Bahwa benar saksi pernah diperiksa oleh penyidik sehubungan dengan Dugaan Tindak
Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat
dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana
APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat dan keterangan saksi
tersebut adalah benar dan masih saksi pertahankan pada persidangan. Bahwa riwayat
pekerjaan saksi adalah :
- Sekira bulan Maret tahun 1985 saksi menjadi CPNS di Dinas Koperasi Kabupaten Pesisir
Selatan.
- Sekira bulan Maret1986 saksi diangk3t menjadi PNS di Dinas Koperasi Kabupaten
Pesisir Selatan
- Sekira bulan Juni tahun 1992 saksi diangkat menjadi Kepala Seksi di Dinas Koperasi
Kabupaten Sawahlunto Sijunjung.
- Sekira bulan Juni tahun 1995 saksi diangkat menjadi Kepala Seksi Pertanian di Kanwil
Koperasi Prov. Sumatra Barat
- Sekira bulan Juli tahun 1996 saks; diangkat menjadi Kepala Seksi Usaha Kecil Menengah
di Kanwil Koperasi Prov. Sumatra Barat.
- Sekira bulan Agustus tahun 1998 saksi diangkat sebagai Kepala Seksi Kehutanan di
Kanwil Koperasi Prov. Sumatera Barat
- Sekira bulan Agustus tahun 1999 saksi diangkat sebagai Kepala Kantor Usaha Kecil
Menengah pada Dinas Koperasi Kabupaten Pasaman
- Sekira bulan September tahun 2000 saksi diangkat sebagai Kasubdit Usaha Kecil
Menengah pada Dinas Koperasi Kabupaten Pasaman
- Sekira bulan Februari 2002 s/d 2005 diangkat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan
Kelautan Kab. Pasaman.
- Sekira awal tahun 2006 s/d September 2007 diangkat sebagai Kelompok Ahli Bupati
Pasaman

- Sekira bulan Oktober 2007 diangkat sebagai Kepala Kantor Catatan Sipil di Kab.
Pasaman
- Sekira bulan Februari 2008 diangkat sebagai Asisten II pada sekretaris Daerah Kab.
Pasaman
- Sekira bulan Juli 2009 diangkat sebagai Kepala BP2KP di Kab. Pasaman
- Sekira bulan Oktober 2010 diangkat sebagai Asisten Ill Administrasi pada sekretaris
Daerah Kab. Pasaman Barat
Sekira bulan Januari 2011 diangkat sebagai Kepala Dinas Keuangan dan Aset pada Kab.
Pasaman Barat I
- Sekira Januari 2012 diangkat sebagai Kepala Dispenda Kab. Pasaman Barat
- Sekira bulan Juli 2012 diangkat sebagai Staff Ahli Bupati Pasaman Barat telah Sekira
Pensiun. Oktober 2013 saksi MPP (Masa Persiapan Pensiun) dan sejak Oktober 2014
saksi
- Bahwa Dasar Hukum saksi menjadi Asisten III Administrasi pada sekretaris Daerah Kab.
Pasaman Barat yaitu berdasarkan SK Bupati Nomor 821/36/BUP-PASBAR/2010 tanggal 14
September 2010 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan PNS dalam Jabatan Stuktural
Eselon II di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, dengan Tupoksi
sebagaimana diatur Peraturan Bupati Pasaman Barat Nomor 55 Tahun 2011 Tentang
Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Serta Uraian Tugas sekretaris Daerah Kabupaten
Pasaman Barat sebagai berikut : Asisten Administrasi mempunyai tugas pokok membantu
tugas sekretaris daerah dalam melaksanakan dan mengkoordinasikan penyusunan
perumusan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan pemerintahan dan
kebijakan daerah bidan administrasi, pendayagunaan aparatur, organisasi dan
ketatalaksanaan, kepegawaian, keuangan, ketatausahaan pimpinan, umum,
perlengkapan dan asset daerah serta persandian. Didalam pasal 55 Asisten Administrasi
Umum mempunyai fungsi antara lain :
- Pengoordinasian perumusan kebijakan di bidang hukum dan perundang-undangan
- Pengoordinasian pelaksanaan harmonisasi peraturan daerah dengan paraturan
perundang-undangan yang lebih trnggi
- Pengoordinasian penyusunan Peraturan Daerah dan produk hukum lainnya
- Pengoordinasian penyusunan kebijakan, pelaksanaan, dan pembinaan pengembangan
kapasitas perangkat daerah
- Pengoordinasian pelaksanaan pengendalian, monitoring dan evaluasi perangkat
daerah - Pengoordinasian perumusan kebijakan dan pembinaan aparatur
pemerintahan daerah
- Pengoordinasian perumusan kebijakan, pelaksanaan dan pembinaan administrasi
umum
- Pengoordinasian penyusunan kebijakan, pelaksanaan dan pembinaan pendapatan dan
keuangan serta penyusunan rencana APBD
- Pengoordinasian perumusan kebijakan, pelaksanaan, dan pengendalian tata usaha
keuangan sekretariat daerah
- Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas di bidang administrasi
- Bahwa Saksi mengetahui perihal kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada sekretaris Daerah Kabupaten
Pasaman Barat tersebut yaitu ketika saksi mengikuti rapat pembahasan perubahan APBDP
TA 2010 di Hotel Pangeran Padang sekira awal bulan september 2014, pada saat itu saksi
mengetahui telah ada anggaran sebesar Rp.1.400.000.000; (satu milyar empat ratus juta
rupiah) untuk pengadaan kendaraan dinas / operasional yang telah disetujui oleh dewan
pada hari saksi menghadiri rapat tersebut, namun untuk rapat-rapat yang sebelumnya
saksi tidak ikut menghadiri karena saksi belum dilantik sebagai Asisten III pada Setda Kab.
Pasaman Barat, lalu beberapa minggu kemudian hasil rapat tersebut disahkan menjadi
APBD Perubahan Kab. Pasaman Barat TA 2010, setelah itu pada tanggal 18 September

2010 saksi menerima Telaahan Staf dari Kepala Bagian Umum Drs Hendri selaku Kuasa
kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pengguna Anggaran
Pasaman Barat TA 2010 Perihal Persetujuan Pengadaan Kendaraan Dinas dengan
memakai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010.
Bahwa benar saksi mengetahui Telaahan Staf tersebut yang dibuat oleh Drs. Hendri, MM
selaku Kuasa Pengguna Anggaran pada kegiatan Pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat yang saksi terima pada tanggal 18 September 2014 dapat saksi
jelaskan sesuai dengan isinya bahwa setelah dilakukan survey oleh Drs. Hendri, MM untuk
kegiatan pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat maka
kendaraan yang layak dan pantas serta sesuai dengan pagu dana anggaran adalah merk
Toyota Land Cruiser Prado Type 2.7 A/T tahun pembuatan 2010 untuk Bupati dan Toyota
Fortuner Type V (4x4) tahun pembuatan 2010 untuk wakil Bupati, dengan kesimpulan
bahwa kegiatan pengadaan tersebut bersifat sangat urgent dan sesegera mungkin
mengingat waktu yang mendesak, kemudian saksi disposisi telaahan staf tersebut kepada
Bapak sekretaris Daerah Pasaman Barat "mohon kiranya persetujuan" lalu saksi serahkan
kembali kepada Drs. Hendri, MM.
Dapat saksi jelaskan bahwa secara berjenjang Telaahan Staf yang dibuat oleh Kabag
Umum Drs. Hendri awalnya masuk ke saksi sebagai atasan langsung Kabag Umum
kemudian seharusnya Drs. Hendri, MM menyerahkannya ke sekretaris Daerah terlebih
dahulu baru bisa sampai kepada Bupati, namun dan telaahan star tersebut tidak melalui
sekretaris Daerah karena tidak ada disposisi dari sekretaris Daerah tetapi langsung masuk
ke Bupati Pasaman Barat yang mana hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Bupati
Nomor 82 Tahun 2012 tentang Tata Naskah Dinas Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten
Pasaman Barat.
Bahwa benar saksi mengetahui Telaahan Staf tersebut namun yang membuat dan
menyiapkannya adalah Drs. Hendri, MM saksi hanya menandatanganinya saja, dari isinya
dapat saksi jelaskan berdasarkan DPA Perubahan APBD 2010 pada Bagian Umum
Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat telah dianggarkan pengadaan mobil Dinas
sebanyak 2 (dua) unit untuk Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pasaman Barat, demi
maksud tersebut perlu adanya survey dengan produsen maupun distributor mobil roda 4
dimaksud mengenai harga, spesifikasi maupun hal-hal teknis lainnya bahwa kegiatan
dimaksud dilaksanakan di Jakarta dan disarankan kegiatan survey tersebut diikuti oleh
Drs.Hendri, MM bersama dengan Sdr.Hendri Piterson, Amd dari tanggal 13 S/d 16 Oktober
2010 dan disetujui oleh Bupati Pasaman Barat tanggal 18 Oktober 2010 dengan disposisi
"setuju dilaksanakan". Bila dilihat dan kedua tanggal telaahan staf tersebut memang tidak
sesuai namun dari disposisinya telah sesuai tanggal dan urutannya.
Bahwa benar saksi mengetahui Telaahan Staf 10 November 2010 namun yang membuat
dan menyiapkannya adalah Drs. Hendri, MM saksi hanya menandatanganinya saja, dari
isinya dapat saksi jelaskan berdasarkan Laporan Hasil Tim Panitia 1 ULP selaku unit yang
memproses tender pengadaan kendaraan operasional kepala daerah dimaksud,
penawaran dibuka tanggal 28 Oktober 2014 namun tidak ada satupun rekanan yang
memasukan penawaran, setelah dilakukan evaluasi penyebab tidak adanya rekanan yang
mendaftar dikarenakan harga kendaraan operasional Kepala Daerah dimaksud (Toyota
Prado TX Limited dan Toyota Fortuner Type V Mativ 4x4 Bensin) tidak mencukupi dengan
pagu dana yang tersedia. Oleh karena itu, demi kelancaran proses tender berkaitan
dengan pagu dana maka Tim Panitia 1 (Satu) ULP Kab. Pasaman Barat akan mengeluarkan
pengumuman tender kendaraan operasional kepala daerah untuk kedua kalinya dengan
perubahan spesifikasi : untuk 1 (satu) Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX Limited
dirubah menjadi 1 (satu) unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX dan untuk 1 (sate) Unit
Toyota Fortuner Type V Matic 4 x 4 Bensin dirubah menjadi 1 (satu) Unit Toyota Fortuner
Type G Luxury 4 x 2 Bensin. Kemudian telaahan star tersebut di disposisi oleh sekretaris
Daerah kepada Bupati Pasaman Barat tanggal 10 November 2014 yang isinya "mohon

persetujuan sesuai saran" dapat saksi jelaskan "saran" yang dimaksud adalah agar
dilakukan proses tender kendaraan operasional kepala daerah dengan spesifikasi : 1 (satu)
unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX dan I (satu) Unit Toyota Fortuner Type G Luxury 4
x 2 Bensin sebagaimana tercantum didalam telaahan staf tersebut diatas, kemudian
telaahan staf beserta disposisi dari Setda tersebut masuk ke Wakil Bupati dan di disposisi
oleh Wakil Bupati tanggal 10 November 2014 kepada Bupati yaitu "berhubung dana kita
belum cukup dan medan kita wilayah bergunung perlu kendaraan 4x4, cukup kendaraan
Bupati saja dulu, Wabup tahun 2011 kita anggarkan lagi" setelah itu telaahan staf beserta
disposisi dan Setda dan Wabup tersebut masuk ke Bupati kemudian didisposisi oleh
Bupati Pasaman Barat tanggal 10 November 2011 kepada sekretaris Daerah yang isinya
"setuju saran wabup". Namun keesokan harinya yaitu pada tanggal 11 November 2014
ada disposisi lagi dari Bupati yang isinya adalah "limited" yang maksudnya adalah 1 (satu)
unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX Limited setelah itu telaahan staf beserta
disposisinya tersebut masuk ke Drs. Hendri, MM selaku Kuasa Pengguna Anggaran
kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun Anggaran 2010.
- Bahwa benar saksi mengetahui Telaahan Staf 23 November 2010 namun yang membuat
dan menyiapkannya adalah Drs. Hendri, MM saksi hanya menandatanganinya saja, dari
isinya dapat saksi jelaskan bahwa proses pelelangan pekerjaan pengadaan kendaraan
dinas bupati dan wakil bupati telah dilaksanakan 2 kali pelelangan dan mengalami
kegagalan, penyebab kegagalan proses lelang tersebut adalah tidak ada penyedia yang
memasukan penawaran sesuat persyaratan minimal dalam sebuah lelang umum
sebagaimana diatur dalam Kepres 80 tahun 2003, meskipun pada pelelangan ulang ini
jumlah kendaraan dinas yang diadakan hanya 1 unit untuk bupati saga, maka disarankan
pengadaan dinas bupati dan wakil bupati pada kendaraan dinas operasional untuk tahun
l 2010 ini dilaksanakan tetap hanya untuk bupati saja dengan jenis kendaraan Toyota
Prado TX Limited kemudian juga untuk proses lanjutan pengadaan kendaraan dinas Bupati
tetap akan dilakukan sesuai Kepres No. 80 tahun 2003, dan dapat saksi jelaskan bahwa
didalam telaahan staf tersebut tidak ada disebutkan mengenai proses penunjukan
langsung kemudian keesokan harinya pada tanggal 24 November 2010 telaahan staf
tersebut didisposisi oleh Bupati ditujukan langsung kepada Drs. Hendri, MM selaku Kabag
Umum yang isinya "setuju dilaksanakan" tanpa melalui sekretaris Daerah sebagaimana
yang seharusnya sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 82 Tahun 2012 tentang Tata
Naskah Dinas Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Bahwa setelah
telaahan staf yang terakhir tersebut saksi tidak ada lagi terlibat dengan kegiatan
Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati Pasaman Barat Tahun 2010, namun saksi mengetahui
bahwa ternyata kegiatan pengadaan 1 unit kendaraan dinas Bupati tersebut diadakan
melalui proses penunjukan langsung dan pada awal desember 2014 saksi melihat telah
ada 1 unit kendaraan dinas Bupati Pasaman Barat merk Toyota Prado terparkir di depan
Kantor Bupati.
23. Saksi HELMI, yakni saksi meringankan yang dihadirkan oleh terdakwa dan penasihat
hukumnya disumpah dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai
berikut:
- Bahwa benar Saksi mengerti diperiksa di persidangan berkaitan dengan adanya Dugaan
Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat.
- Bahwa benar saksi tidak mengetahui bagaimana korupsi yang dituduhkan kepada
terdakwa.
- Bahwa benar saksi adalah salah satu panitia pada Unit Layanan Pengadaan di Kabupaten
Pasaman, Lubuk Sikaping.
- Bahwa benar saksi adalah staf dan terdakwa pada saat dulu terdakwa masih bertugas di
Kabupaten Pasaman, Lubuk Sikaping, dan terdakwa beberapa kali pernah menghubungi

saksi menanyakan perihal penunjukan langsung yang dilakukan setelah pelelangan ulang
mengalami kegagalan.
- Bahwa benar menurut saksi penunjukan langsung yang dilakukan setelah pelelangan
ulang mengalami kegagalan terhadap rekanan yang tidak pernah mendaftar dan
memasukkan penawaran adalah boleh saja dilakukan dan saksi juga pernah melakukan
hal tersebut selaku panitia pengadaan di di Kabupaten Pasaman, Lubuk Sikaping.
- Bahwa benar hal tersebut saksi peroleh dari pemahaman saksi pribadi terhadap Keppres
No.80 tahun 2003.
24. Saksi NORLY PgI Oyong, yakni saksi meringankan yang dihadirkan oleh terdakwa dan
penasihat hukumnya disumpah dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan
sebagai berikut:
- Bahwa benar Saksi mengerti diperiksa di persidangan berkaitan dengan adanya Dugaan
Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat
- Bahwa yang saksi ketahui pada sekitar akhir tahun 2010 saksi diminta bantuan oleh FRANS
H WIJAYA untuk membantu ARIFIN mencarikan 1 (satu) unit kendaraan Toyota Prado.
Bahwa kemudian saksi menghubungi rekan bisnis yakni beberapa showroom mobil di
Jakarta dan akhirnya diperoleh 1 (satu) unit kendaraan Toyota Prado dan saksi melakukan
pembayaran via transfer rekening.
- Bahwa benar 1 (satu) unit kendaraan Toyota Prado tersebut dibeli dan dikirimkan ke
Padang atas nama CV.Cahaya mobilindo yang juga dimiliki oleh FRANS H MAYA dan saksi
adalah anak buah FRANS H WIJAYA yang mengelola CV.Cahaya mobilindo tersebut.
- Bahwa benar sebelumnya FRANS H WIJAYA adalah direktur PT. Intecom dan saat itu masa
jabatannya akan berakhir di PT. Intecom.
- Bahwa benar pada saat FRANS H WIJAYA selaku direktur PT. Intecom saksi juga bekerja
freelance di PT intercom membantu FRANS H WIJAYA, oleh karena itu FRANS H WIJAYA
meminta bantuan saksi mencarikan 1 (satu) unit kendaraan Toyota Prado untuk ARIFIN
AGROSURIO karena saat itu FRANS H WIJAYA akan pindah.
B.

KETERANGAN AHLI
1.

Keterangan ahli AFRIZAL, SE, di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa ahli sehat dan ahli bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya.
- Bahwa ahli bersedia diperiksa oleh penyidik dan memberi keterangan sesuai keahlian
sehubungan dengan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara /
Daerah Kabupaten Pasaman Barat dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan
Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat.
- Bahwa ahli bersedia disumpah/ mengucapkan janji terlebih dahulu sebelum memberikan
keterangan dihadapan penyidik.
- Bahwa benar riwayat pendidikan ahli sebagai berikut:
- Sekolah Dasar Negeri Inpres 73/74 Padang Tahun 1980
- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 PadangTahun 1983
- Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri PPSP IKIP Padang Tahun 1986
- Sarjana Ekonomi (Jurusan Akuntansi) UNES Padang Tahun 1996.
- Bahwa benar riwayat pekerjaan ahli adalah sebagai berikut
- Tahun 1990 diangkat sebagai CPNS pada Biro Kepegawaian BPKP Jakarta
- Diangkat sebagai PNS dan ditempatkan di BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Barat
pada tanggal 04 April 1991.
- Tahun 2007 diangkat menjadi auditor pertama di BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera

Barat
- Tahun 2012 diangkat menjadi auditor muda di BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera
Barat.
Bahwa tugas dan tanggung jawab ahli sebagai Auditor di BPKP Perwakilan Propinsi
Sumatera Barat adalah melakukan kegiatan yang berkaitan dengan audit investigasif,
penghitungan kerugian keuangan negara (PKKN) dan kegiatan-kegiatan lain sesuai dengan
penugasan dari atasan langsung.
Bahwa benar ahli kenal dengan terdakwa Drs. HENDRI TANJUNG pada waktu melakukan
Audit penghitungan kerugian keuangan negara atas dugaan Penyimpangan Dana
Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil 9upati Pasaman Barat dari Dana APBD-P
Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat dan ahli tidak mempunyai
hubungan keluarga dengan terdakwa.
Bahwa pengertian keuangan negara adalah :
Sebagaimana tercantum dalam penjelasan UU No. 31 tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2001
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yaitu:
Keuangan Negara adalah "seluruh kekayaan Negara dalam bentuk apa pun, yang
dipisahkan atau yang tidak dipisahkan, termasuk didalamnya segala bagian kekayaan
Negara dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena:
a. Berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban pejabat Negara,
baik di tingkat pusat maupun di daerah.
b. Berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban Badan Usaha Milik
Negara/Badan Usaha Milik Daerah, yayasan. Badan Hukum, dan perusahaan yang
menyertakan modal Negara, atau perusahaan yang menyertakan modal pihak ketiga
berdasarkan perjanjian dengan negara.
Menurut UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara adalah semua hak dan
kewajiban Negara yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu baik berupa
uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik Negara berhubung dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
Bahwa pengertian kerugian keuangan Negara adalah berkurangnya kekayaan Negara atau
bertambahnya kewajiban Negara tanpa diimbangi dengan prestasi yang setara, yang
disebabkan
oleh
suatu
tindakan
melawan
hukum,
penyalahgunaan
wewenang/kesempatan atau sarana yang ada pada seseorang karena jabatan atau
kedudukan, kelalaian seseorang dan atau disebabkan oleh keadaan di luar kemampuan
manusia ( force majeur) - Yang menjadi dasar pengertian keuangan Negara tersebut di
atas adalah didasarkan kepada pengertian kerugian Negara/daerah adalah:
Menurut UU No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal 1 angka 22
disebutkan Kerugian Negara / daerah adalah kekurangan uang, surat berharga, dan
barang yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik
sengaja maupun lalai.
Bahwa ruang lingkup pengertian keuangan Negara sebagaimana tercantum dalam pasal 2
UU No. 17 tahun 2003 yaitu meliputi :
1) Hak Negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan
melakukan pinjaman,
2) Kewajiban Negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintah
Negara dan membayar tagihan pihak ketiga,
3) Penerimaan Negara,
4) Pengeluaran Negara,
5) Penerimaan daerah,
6) Pengeluaran daerah,
7) Kekayaan Negara/daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang,
surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang,
termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan Negara/daerah,

8)

Kekayaan pihak lain yang dikuasai pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas
pemerintahan dan/atau kepentingan umum,
9) Kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan
pemerintah.
Bahwa suatu perbuatan dikasakan dapat merugikan keuangan Negara apabila
1) Saat terjadi pengeluaran Negara/ daerah (dapat berupa uang/ barang atau bentuk
kekayaan Negara lainnya) yang seharusnya tidak keluar atau melebihi dari yang
seharusnya.
2) Penerimaan yang harus diterima Negara/daerah (dapat berupa uang/ barang atau
bentuk kekayaan Negara lainnya) ternyata tidak diterima atau diterima kurang dari
yang seharusnya.
3) Hilangnya sumber/kekayaan Negara/daerah yang seharusnya diterima (termasuk
diantaranya penerimaan uang palsu, atau barang flktif).
4) Pengeluaran Negara/daerah (dapat berupa uang/ barang atau bentuk kekayaan
Negara lainnya) yang tidak diimbangi dengan prestasi yang seharusnya.
Bahwa hal tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang dapat merugikan
keuangan Negara adalah berdasarkan keahlian saksi sebagai keahlian akuntansi dan audit.
Bahwa kerugian keuangan daerah termasuk dalarn pengertian kerugian Negara adalah
karena keuangan Negara seperti yang dinyatakan menurut pasal 2 UU No 17 tahun 2003
tentang keuangan Negara meliputi diantaranya pengeluaran daerah, penerimaan daerah
dan kekayaan daerah.
Bahwa pedoman dalam pengelolaan keuangan Negara/daerah adalah :
1) UU No. 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara.
2) UU No. 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan Negara
3) Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan,
pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah serta tata cara penyusunan
anggaran pendapatan dan belanja daerah, pelaksanaan tata usaha keuangan daerah
dan penyusunan perhitungan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
4) Peraturan pemerintah nomor 105 tahun 2000 tentang pengelolaan dan
pertanggungjawaban keuangan daerah.
5) Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah.
6) Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan
keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD.
7) Keputusan Menteri No.29 tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggung
jawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APED,
Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APED.
8) Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan
keuangan daerah.
Bahwa yang terkait dalam pengelolaan keuangan Negara adalah:
1) Sesuai dengan UU No. 1 tahun 2004 pasal 4 ayat (1) tentang Perbendaharaan Negara
pada BAB II dijelaskan pejabat Perbendaharaan Negara yaitu Menteri/pimpinan
lembaga adalah Pengguna anggaran/ pengguna barang bagi kementrian negara/
lembaga yang dipimpinnya.
2) Sesuai dengan UU No. 1 tahun 2004 pasal 7 ayat (1) Menteri Keuangan adalah
Bendahara Umum Negara.
Bahwa yang terkait dalam pengelolaan keuangan Daerah :
1) Kepala Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah berlaku sebagai bendahara
umum daerah.
2) Kepala satuan Kerja perangkat daerah adalah Pengguna anggaran/ pengguna barang.
3) Atasan Langsung pemegang kas.
4) Satuan Pemegang kas.
Bahwa ahli pernah melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara atas kasus

dugaan Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman Barat dalam hal
Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan Dana APBD-P
Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat.
Bahwa ahli pernah didengar dan diminta keterangannya beberapa kali sebagai ahli dalam
perkara dugaan tindak pidana korupsi, yaitu:
1) Audit Investigatif Atas Kegiatan Rehab Ruang Kelas dan Mubelair Dana DAK
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) 02 Patamuan di Kabupaten Padang Panaman Tahun
2009.
2) Audit Investigasi atas Kegiatan PRONA Tahun 2010 pada Kantor Pertanahan
Kabupaten Lima Puluh
3) Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan
Penyimpangan dalam Penggunaan Dana Hibah KONI Kota Padang Panjang Tahun
Angggaran 2012.
Bahwa Dasar penugasannya adalah:
1) Surat
Kepala
Kejaksaan
Negerl
Simpang
Empat
Nomor:
B1421/N.3.23/Dek.3/08/2012 tanggal 15 Agustus 2012, perihal Permintaan Audit atas
Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBDP Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Pasaman Barat.
2) Risalah Hasil Ekspose atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi atas Pengadaan Kendaraan
Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada
Sekretariat Daerah Pasaman Barat pada tanggal 29 Agustus 2012 di Kantor
Perwakilan 3PKP Provinsi Sumatera Barat.
3) Surat Tugas Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat Nomor: ST5888/PW.03/5/2012,tanggal 03 Oktober 2012.
Proses Penugasan saya dalam melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara adalah:
1) Berdasarkan permintaan dari Penyidik Kejari Simpang Empat, BPKP Perwakilan
Provinsi Sumatera Barat meminta kepada Instansi Penyidik untuk melakukan ekspose
atas kasus/perkara yang diduga merugikan keuangan negara, tujuan ekspose adalah
untuk mengetahui aspek penyimpangan, proses kejadian serta ada tidaknya indikasi
merugikan keuangan negara. Dari ekspose tersebut dibuat kesimpulan bahwa BPKP
akan memberikan bantuan kepada penyidik berupa audit Penghitungan Kerugian
Keuangan Negara.
2) Atas dasar hasil ekspose tersebut, BPKP Perwakilan Prop. Sumatera Barat
menerbitkan Surat Tugas untuk melakukan Audit Penghitungan Kerugian Keuangan
Negara.
Dalam melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara terhadap kasus dugaan
Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan Keuangan Negara / Daerah Kabupaten Pasaman
Barat dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari
Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat saga
melakukan berbagai prosedur audit yang diperlukan. Prosedur audit yang dilakukan yaitu
sebagai berikut :
1) Mereviu dokumen yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan Pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun
2010 pada Sekretariat Daerah Pasaman Barat.
2) Mempelajari hasil Berita Acara Pemeriksaan yang dibuat oleh Kejaksaan Negeri
Simpang Empat terhadap saksi-saksi yang terkait dalam kasus tersebut
3) Mengidentifikasi dan menganalisis penyimpangan yang terjadi pada Pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun
2010 pada Sekretariat Daerah Pasaman Barat, yang berhubungan dengan
perhitungan kerugian keuangan negara.
4) Mengidentifikasi, mengumpulkan, memverifikasi dan menganalisis dokumen / bukti
negara yang diperoleh dan berhubungan dengan penghitungan kerugian keuangan

2.

5) Melakukan klarifikasi terhadap beberapa pihak terkait.


6) Melakukan perhitungan kerugian keuangan negara yang terjadi.
Dari hasil audit tersebut dapat disimpulkan bahwa telah terjadi penyimpangan pada
proses pengadaan barang/jasa atas Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Pasaman Barat dan
spesifikasi kendaraan yang diterima tidak sesuai dengan kontrak.
Bahwa benar telah terjadi kerugian keuangan negara.
Bahwa Sesuai dengan Laporan Hasil Audit dalam Rangka Penghitungan Kerugian
Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati
dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah
Pasaman Barat, Nomor Laporan SR-1422/PW03/5/2013. tanggal 3 Juni 2013, terdapat
kerugian keuangan negara sebesar Rp 276.887.273,00.
Bahwa rincian kerugian keuangan negara sebesar Rp. 276.887.273,00 tersebut adanya
bukti pertanggung jawaban /bukti pengeluaran yang tidak benar dengan rincian
1) Nilai Kontrak/Sp20
: Rp
1.072.000.000,00
2) Potongan
PPN
: Rp
97.454.545,00
PPh Pasal 2
: Rp
14.618 182,00
Leges Daerah (0,75 %)
: Rp
8.040.000,00
Jumlah Potongan
: Rp
120.112.727,00
3) Jumlah Penerimaan Bersih
: Rp
951.887.273,00
4) Harga Pembelian Toyota Prado
: Rp
675.000.000,00
5) Keuntungan rekanan/
: Rp
276.887.273,00
(kerugian keuangan negara)

Keterangan ahli MUJISANTOSA, SE.MM. yaitu ahli meringankan yang dihadirkan oleh
Terdakwa dan penasehat hukumnya yang pada intinya ahli memberikan keterangan sebagai
berikut:
- Bahwa ahli sehat dan ahli bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya.
- Bahwa keahlian ahli adalah dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah dan saat ini
ahli bekerja di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
- Bahwa ahli berpendapat setelah pelelangan ulang mengalami kegagalan maka tindakan
penunjukan langsung terhadap rekanan yang tidak pernah memasukkan penawaran pada
pelelangan sebelumnya tidak ada diatur di dalam Kepres Nomor 80 Tahun 2003 tentang
Pengadaan Barang dan Jasa, namun hal tersebut juga tidak dilarang di dalam Kepres
tersebut. sehingga dengan demikian penunjukan langsung tersebut dapat dibenarkan
sepanjang tidak mengakibatkan kerugian keuangan negara dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa.
- Bahwa ahli berpendapat kendati hal tersebut tidak diatur di dalam Kepres 80 Tahun 2003
tentang Pengadaan Barang dan Jasa namun proses pengadaan tersebut tetap harus
mengacu pada ketentuan yang ada di dalam Kepres Nomor 80 Tahun 2003 tersebut
Bahwa dalam hal pada tahap serah terima barang dari penyedia barang kepada
penggunaan barang maka apabila barang yang diserahkan tidak memenuhi spesifikasi
yang dimintakan dl dalam surat perjanjian kerja maka pengguna barang harus
mengembalikan barang tersebut untuk dilengkapi/diperbaiki oleh penyedia barang.

3. Keterangan ahli DR. SAMULE TUMBO, SE-MM, yaitu ahli meringankan Terdakwa dan
penasehat hukumnya yang pada intinya ahli memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa ahli sehat dan ahli bersedia memberikan keterangan yang sebenarnya.
- Bahwa ahli berpendapat pada prinsipnya beban tanggung jawab pengeluaran anggaran
berada pada Pengguna Anggaran dan apabila telah dikuasakan kepada Kuasa Pengguna
Anggaran maka beban tersebut dengan sendirinya beralih kepada Kuasa Pengguna

Anggaran.
- Bahwa ahli berpendapat bahwa perubahan 2 unit kendaraan dinas Bupati dan Wakil
Bupati menjadi 1 unit kendaraan dinas untuk Bupati saja termasuk dalam rezim
perubahan rincian obyek belanja.
- Bahwa perubahan rincian obyek belanja adalah termasuk yang diatur di dalam
Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
yartu dalam Pasal 160 ayat (1) dan ayat (2) yang pada pokoknya menyatakan bahwa
perubahan rincian obyek belanja harus diformulasikan di dalam DPPA-SKPD dan disetujui
oleh PPKD.
C.

SURAT
Laporan Hasil Audit dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas dugaan Tindak
Pidana Korupsi Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pasaman Barat
Tahun Anggaran 2010, Nomor : SR-1422/PW03/V/2013 tanggal 3 Juni 2013yang ditandatangani
oleh Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi
Sumatra Barat

D.

PETUNJUK
Berdasarkan keterangan saksi-saksi, surat, keterangan terdakwa sendiri yang karena persesuaian
antara satu dengan yang lainnya menandakan telah terjadi suatu tindak pidana yang berdasarkan
pasal 184 ayat (1) huruf d jo. Pasal 188 ayat (1) dan (2) KUHAP yang dimaksud petunjuk adalah
perbuatan, kejadian atau keadaan yang karena persesuaiannya , baik antara yang satu dengan
yang lain. maupun dengan tindak pidana itu sendiri menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak
pidana dan siapa pelakunya. Petunjuk sebagaimana dimaksud ayat (1) hanya dapat diperoleh dari
keterangan saksi, Surat dan keterangan terdakwa. Dan fakta-fakta Yang terungkap dalam
persidangan menurut hemat kami telah diperoleh bukti-bukti petunjuk bahwa pada waktu dan
tempat sebagaimana disebutkan diatas telah terjadi tindak pidana Korupsi dan pelakunya yakni
Terdakwa Drs.HENDRI, MM yang untuk selengkapnya akan kami uraikan dalam pembuktian
unsur-unsur pasal yang kami dakwakan

E.

KETERANGAN TERDAKWA:
Terdakwa Drs. HENDRI, MM dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai
berikut:
- Bahwa benar Terdakwa mengerti dihadapkan sebagai terdakwa berkaitan dengan adanya
Dugaan Tindak Pidana Korupsi Korupsi dalam hal Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten
Pasaman Barat.
- Bahwa saat itu terdakwa sebagai Kepala Bagian Umum Setda Pasaman Barat sekaligus sebagai
KPA pada pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Bart dari Dana APBDP Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat berdasarkan SK Bupati
Pasaman Barat Nomor 188.45/489/ Bup.Pasbar.2010 tanggal 06 Oktober 2010. pembelian
- Bahwa pembelian Mobil dinas Bupati
dan wakil Bupati awalnya pembelian Prado dan
Fortuner sesuai dengan pesanan dari Kabag Umum lama (sdr. Afrizal Azhar) dan alokasi dana
untuk pengadaan tersebut adalah APBD-P tahun 2010 yang sebelumnya untuk pengadaan
mobil dinas 7 unit minibus seharga Rp 1.400.000.000; (satu milyar empat ratus juta rupiah)
untuk 1 paket kendaraan operasional. Karena belum adanya info mengenai spec prado maka
terdakwa berangkat ke Jakarta untuk survey spec dan harga barang berdua dengan Hendri
Pieterson, pejabat pengadaan di bagian umum dan juga panitia di ULP dan terdakwa tidak tahu
kalau Hendri Piterson tidak termasuk susunan Panitia untuk pengadaan tersebut.
- Bahwa memang terdakwa pernah dipanggil oleh Bupati Pasaman Barat yakni Drs
BAHARUDDIN, MM yang meminta agar mobil dinas yang akan diadakan untuknya adalah
Toyota Prado TX Limited dan ia juga meminta kepada terdakwa agar kegiatan pengadaan

tersebut agar dapat dilaksanakan oleh Sdr. ARIFIN AGROSURIO, karena ARIFIN AGROSURID
sudah meminta proyek tersebut kepadanya dan menjadi tugas terdakwa untuk
mewujudkannya, dan terdakwa memastikan pelaksanaan setiap perintah tersebut karena
menurut terdakwa perintah tidak untuk didiskusikan namun untuk dilaksanakan.
- Bahwa terdakwa jelaskan juga :
- Berdasarkan Surat Nomor 021/8010/Umum/2010, Perihal Spesifikasi Pengadaan
Kendaraan Dinas Bagian Umurn, ditujukan kepada Ketua Unit I.ayanan Pengadaan
Kabupaten Pasaman Barat, tanggal 15 Oktober 2010 beserta lampiran; meminta untuk
dilakukan pelelangan
- Berdasarkan Surat Nornor 027/846/Umum/2010, perihal Spesifikasi dan RAB Kendaraan
Dinas Bagian Umum ditujukan kepada Ketua Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Pasaman
Barat, tanggal 29 Oktober 2010 beserta lampiran; perihal Spesifikasi dan RAB kendaraan
dinas.
- Bahwa permintaan lelang tersebut dilakukan karena adanya dana pada DPA-P tahun 2010
maka terdakwa mengajukan TS kepada Bupati Pasaman Barat mohon persetujuan
pimpinan agar pengadaan kendaraan dinas Kepala Daerah dan wakil kepala daerah diproses
sesuai dengan ketentuan yang berlaku
- Bahwa TS tersebut Penyerahan ke ULP pertengahan Oktober 2010
- bahwa setelah terdakwa memperhatikan dan membaca Telaahan Staf kepada Yth. Bapak
Bupati, Wakil Bupati melalui Yth, Bapak Sekda dan Bapak Asisten III, dari Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA) Bagian Umum Setda, tanggal 18 September 2010, Perihal Persetujuan
Proses Pengadaan Kendaraan Dinas dengan memakai Peraturan Presiden RI Nomor 54
tahun 2010, terdakwa membenarkan itulah TS yang dimaksud;
- Bahwa menurut terdakwa tanggal TS tersebut bukan tanggal 18 September 2010 tetapi
tanggal 18 Oktober 2010, sesuai dengan disposisi Asisten III
- Bahwa DPA-P tahun 2010 yang dijadikan acuan dalam TS disahkan tanggal 4 November
2010 dan menurut terdakwa sebelum disahkannya DPA-P 2010, proses Adm dapat
dilaksanakan sepanjang kita tidak menandatangani kontrak
- Bahwa pelaksanaan lelang pada ULP dilakukan oleh Panitia 1 Barang yang diketuai oleh Sdr.
Bendri. S.Com
- bahwa terdakwa pernah melakukan survey harga mobil tersebut pada tanggal 13 s/d 16
Oktober 2010
- bahwa mengenai permintaan lelang tertanggal 15 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh
terdakwa sendiri sedangkan tanggal perjalanan dinas / Survey dan tanggal 13 Oktober 2010
s/d 16 Oktober 2010 adalah kesalahan pengetikan seharusnya adalah diatas tanggal 17
oktober 2010 atau setelahnya yaitu setelah terdakwa kembali dari Jakarta
- Panitia menyusun HPS berdasarkan harga yang dibawa terdakwa dari Jakarta berdasarkan
brosur-brosur dari Perusahaan.
- Bahwa pelelangan mengacu pada Kepres 80 tahun 2003
- Bahwa dari hasil lelang I, oleh panitia ditetapkan gaga) dan kemudian dibuat TS Bahwa
setelah memperhatikan dan membaca Surat dari Panitia I Pengadaan Barang Nomor :
14.4/UtP.B1/LHP/1/Pas-Bar/2010 Perihal Laporan Hasil Pelelangan ditujukan Kepada Kuasa
Pengguna Anggaran Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat, tanggal 10
November 2010; Surat dari Kuasa Pengguna Anggaran Kantor Pelayanan Umum Satu Pintu
Kab. Pasaman Barat tanpa tanda tangan, Tanpa Nomor bulan Nopember 2010 yang
ditujukan kepada, Sdr. Ketua Panitia I Pengadaan Barang Unit Layanan Pengadaan Kab.
Pasaman Barat dan juga Telaahan Staf Untuk Yth. Bapak Bupati dari Asisten Administrasi
Umum tanggal 10 Nopember 2010 Perihal : Tindak Lanjut Pengadaan Kendaraan Dinas
Kepala Daerah Tahun Anggaran 2010; terdakwa tahu dengan surat tersebut dan
membenarkan surat tersebut ada hubungannya dengan proses pelelangan
- Bahwa setelah memperhatikan dan membaca dokumen-dokumen sebagai berikut:
- Surat dari Panitia I Pengadaan Barang Nomor : 14.4/ULP.B1/LHP/1/Pas-Bar/2010 Perihal

Laporan Hasil Pelelangan ditujukan Kepada Kuasa Pengguna Anggaran Bagian Umum
Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat, tanggal 10 November 2010; - Surat dari Kuasa Pengguna Anggaran Kantor Pelayanan Umum Satu Pintu Kab. - Pasaman
Barat tanpa tanda tangan, Tanpa Nomor bulan Nopember 2010 yang ditujukan kepada, Sdr.
Ketua Panitia I Pengadaan Barang Unit Layanan Pengadaan Kab. Pasaman Barat;
- Surat Ketua Panitia 1 Pengadaan Barang ULP Kab. Pasaman Barat, Nomor
14U.4/ULP.B1/LHPU/1/Pas-Bar/2010 Perihal Laporan Hasil Pelelangan Ulang Kepada Kuasa
Pengguna Anggaran Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat, tanggal 23
November 2010;
- Surat KPA Nomor :027/217/KPA/Umum-2010 Penetapan pelelangan ulang gagal, tanggal
23 November 2010;
- Dimana pada catatan kaki surat tersebut mencantumkan ULP Pasaman Barat Tahun 2010";
kemudian terdakwa menerangkan bahwa benar yang membuat format surat tersebut
adalah Sdr. Bendri yang juga merupakan Panitia pengadaan dan alasan kenapa bendri telah
menyiapkan blangko surat tersebut karena terdakwa yang memerintahkan.
Bahwa berdasarkan Surat KPA Nomor :027/217/KPA/Umum-2010 Penetapan pelelangan ulang
gagal, tanggal 23 November 2010; dan meminta kepada Ketua Panitia Untuk melaksanakan
Penunjukan Langsung, dasarnya tidak tahu namun hanyalah berdasarkan kebiasaan yang ada
Bahwa kemudian terdakwa menginformasikan PT. Baladewa untuk dapat ikut Penunjukan
Langsung kepada panitia sebab Panitia sendiri tidak ada pilihan lain perusahaan mana yang
akan tunjuk untuk Penunjukan Langsung
Bahwa terdakwa mengenal Makna Motor pada saat pelelangan yang kedua Makna Motor
datang ke ULP untuk pendaftaran tetapi tidak melakukan penawaran
Bahwa awalnya untuk proses Penunjukan Langsung yang akan ditunjuk adalah Makna Motor
tetapi karena Makna Motor tidak memenuhi persyaratan maka Makna menginformasikan
PT.Baladewa untuk dapat ikut Penunjukan Langsung sebab panitia sendiri tidak ada pilihan lain
perusahaan mana yang akan tunjuk untuk Penunjukan Langsung.
Bahwa untuk HPS di Penunjukan Langsung dengan HPS lelang 1 berbeda disebabkan oleh
karena tidak adanya rekanan yang memasukkan penawaran pada lelang I maka untuk lelang
11 panitia mengoreksi harga sehingga dibuat HPS baru dengan Nilai 1.074.942.000,- dan HPS
ini tetap menjadi HPS pada proses Penunjukan Langsung.
Bahwa yang terdakwa ketahui kegiatan tersebut telah dilaksanakan dengan baik dan mengikuti
prosedur sesuai dengan ketentuan aturan perundang-undangan dan telah selesai barang
diterima dengan baik.
Pada saat kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dan
Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat terdakwa
sebagai Kepala Bagian Umum Setda Pasaman Barat sekaligus sebagai KPA pada pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada
Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat berdasarkan SK Bupati Pasarnan Barat Nomor
188.45/489/Bup.Pasbar.2010 tanggal 06 Oktober 2010. Bahwa Tupoksi terdakwa sebagai KPA
adalah:
- Menyusun Perencanaan Pengadaan Barang.
- Mengangkat panitia atau pejabat pengadaan barang.
- Menetapkan paket-paket pekerjaan.
- Menetapkan dan mengesahkan HPS.
- Menetapkan dan mengesahkan hasil pengadaan panitia atau pejabat pengadaan.
- Menetapkan besaran uang muka.
- Menyiapkan dan melaksanakan perjanjian atau kontrak dengan pihak penyedia barang.
- Melaporkan pelaksanaan atau penyelesaian pengadaan barang kepada pimpinan.
- Mengendalikan pelaksanaan perjanjian kontrak.
- Menyerahkan aset hasil pengadaan barang kepada pimpinan dengan berita acara
penyerahan.

- Menandatangani fakta integritas.


Bahwa terdakwa berangkat ke Jakarta yaitu pada tanggal 13 Oktober 2010 s/d 16 Oktober 2010
bersama dengan Sdr. Hendri Pieterson adalah berdasarkan Telaahan Staf tanggal 11 Oktober
2010 perihal survey pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun 2010 yang telah
disetujui oleh Bupati Pasaman Barat pada hari yang sama.
Bahwa sebelum melakukan survey ke Jakarta, terdakwa membuat telaahan staf tertanggal 11
Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Asisten III pada Sekda Pasaman Barat perihal tersebut
diatas dan telah disetujui oleh Bupati Pasaman Barat, setelah dilakukan survey maka terdakwa
membuat dan menandatangani sendiri telaahan staf tanggal 18 September 2010 perihal
persetujuan proses pengadaan kendaraan dinas dengan memakai peraturan Presiden RI No.54
Tahun 2010 yang isinya antara lain bahwa setelah dilakukan survey untuk kegiatan pengadaan
kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat maka kendaraan yang layak dan
pantas serta sesuai dengan pagu dan anggaran adalah merk Toyota Land Cruiser Prado Type
2.7 A/T tahun pembuatan 2010 untuk Bupati dan Toyota Fortuner Type V (4x4) tahun
pembuatan 2010 untuk wakil Bupati, perlu terdakwa jelaskan bahwa Telaahan Staf tertanggal
18 September 2010 tersebut seharusnya adalah tertanggal 18 Oktober 2010 sebagaimana
disposisi dari Asisten III Sekda Pasaman Barat Ir. Zalml.N yang isinya adalah mohon kiranya
persetujuan kemudian disetujui oleh Bupati Pasaman Barat dengan disposisi setuju
dilaksanakan" tanggal 23 Oktober 2010 karena terdakwa baru dilantik menjadi Kabag Umum
adalah pada tanggal 27 September 2010.
Bahwa benar terdakwa yang membuat Surat Nomor 027/8010/Umum/2010, Perihal
Spesifikasi Pengadaan Kendaraan Dinas Bagian Umum, ditujukan kepada Ketua Unit Layanan
Pengadaan Kabupaten Pasaman Barat, tanggal 15 Oktober 2010 beserta lampiran
spesifikasinya, dasar terdakwa menentukan spesifikasi tersebut adalah sesuai dengan hasil
survey yang terdakwa lakukan di Jakarta mengenai spesifkasinya terdakwa fokuskan memang
untuk spesifikasi teknis dan harga Merk Toyota Prado dan Toyota Fortuner karena sebelum
terdakwa berangkat melakukan survey ada permintaan dari para pimpinan di Pemerintah
Kabupaten Pasaman Barat yaitu antara lain Kabag Umum yang lama Drs. Afrlzal Azhar, M.Si ,
Asisten III Sekda Pasaman Barat Ir. Zalini, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat
Hermanto, SH, Kepala Dinas OPKAD ibu Evita Murni, SE, bapak Wakil Bupati dan bapak Bupati
Pasaman Barat Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk meminta merk tersebut, setelah
surat tersebut diterima maka panitia lelang membuat Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tanggal 29
Oktober 2010 berdasarkan data hasil survey terdakwa di Jakarta tentunya Juga HPS tersebut
adalah untuk kedua merk tersebut diatas Bahwa mekanisme pengadaan ini mengacu pada
Keppres 80 Tahun 2003.
Bahwa dari hasil lelang 1 setelah di umumkan yang pertama tanggal 1 November 2010 do
Koran Tempo ada rekanan yang mendaftar atas nama Antonius A tetapi tidak ada satupun
rekanan yang mengajukan penawaran terhadap kendaraan mi, hal ini karena harga kendaraan
tidak sesuai dengan harga yang kita tetapkan karena spec kendaraan yang kita minta terlalu
tinggi sedangkan pagu dana Rp. 1.400.000.000,- (satu milyar empat ratus juta rupiah) oleh
panitia ditetapkan gagal dan kemudian dibuat TS dan dinyatakan pelelangan ke 1 gagal.
Bahwa pelelangan yang kedua diumumkan di Koran Tempo pada tanggal 11 November 2010,
kami menyarankan melalui TS spesifikasi kendaraan yang semula Prado TX limited diturunkan
menjadi Prado TX dan fortuner yang type V matic 4x4 diturunkan menjadi type fortunes G
Luxury 4x2 kemudian Bpk.Wakil Bupati menyarankan kepada Bpk. Bupati untuk membeli 1
kendaraan Bupati saga dulu dan untuk kendaraan wabup menyusul pada tahun 2011 yang akan
dianggarkan lagi dan Bupati menyetujui saran wabup tersebut, jadi pada pelelangan yang
kedua HPS nya untuk 1 ( sate ) unit kendaraan Prado TX Limited dengan HPS Rp. 1.074.900.000;
(satu milyar tujuh puluh empat juta sembilan ratus rsbu rupiah) dan pada saat itu ada rekanan
yang mendaftar atas nama Pin. tetapi tidak satupun rekanan yang mengajukan penawaran.
Bahwa setelah lelang kedua gagal terdakwa mendapat informasi dari Panitia ULP bahwa untuk
pengadaan ini dapat dilakukan secara Penunjukan Langsung karena pernah mengalami dua kali

gagal dan menurut praktiknya yang dilaksanakan oleh ULP dimana saja bahwa apabila telah
gagal lelang 2 (dua) kali maka proses akan dilanjutkan dengan proses Penunjukan Langsung.
Setelah lelang kedua gagal terdakwa menghubungi perusahaan di Padang yang mau Ikut dalam
pengadaan mobil dinas m dan akhirnya bertemu dengan Makna Motor dan bersedia untuk
membantu tetapi kualifikasi Makna Motor tidak mencukupi untuk itu lalu Makna Motor
menyarankan untuk menghubungi Vitarman, Dirextur PT.BALADEWA INDONESIA. Pada tanggal
27 September 2010 terdakwa dilantik menjadi kabag umum setda Pasaman barat kemudian
berdasarkan perintah lisan dari Setda sdr. Hermanto pada bulan Oktober 2010 bertempat
diruangan Setda pasaman Barat dan perintah lisan Asisten III sdr. Zalmi N pada bulan Oktober
2010 bertempat di ruangan Asisten III yang memberitahukan bahwa ada kegiatan untuk
pengadaan kendaraan dinas untuk operasional bupati dan wakil bupati maka untuk
pelaksanaannya agar segera disurvey mengenai harga dan spesifikasi barang
Kemudian terdakwa berangkat bersama staf bagian umum sdr Hendri Fiterson dan
melaksanakan survey kendaraan pada beberapa showroom disakarta pada tanggal 13 s.d 16
Oktober 2010, kemudian terdakwa menyusun spesifikasi barang dan membuat surat nomor:
027/8010/Umum/ 2010 tanggal 15 Oktober 2010 yang ditujukan kepada ketua ULP perihal
spesifikasi pengadaan kendaraan dinas, untuk proses lelang adalah kewenangan ULP.
Bahwa berdasarkan 5K Bupati Nomor 188.45/98/BUP-PASBAR/2010 tanggal 26 Januari 2010
Personil Panitia Pengadaan Barang adalah sebagai berikut:
Panitia Pengadaan Barang
- Ketua
: BENDRI,Skom
- Sekretaris
: Drs. INDERAYANI
- Anggota
: IMTER PEDRI, S.Pd
- Anggota
: TONA AMANDA, SE
- Anggota
: WINARDI LUBIS,A.Md
Bahwa setahu terdakwa mekanisme pelelangan pengadaan barang dan Jasa yang umum
adalah yang pertama kita melakukan pelelangan dan pelelangan Itu dilakukan sebanyak 2 (dua)
kali dan jika dari dua kali pelelangan itu gagal maka selanjutnya di proses dengan proses
Penunjukan Langsung (Penunjukan Langsung) don proses pelelangan terdakwa ketahui dari
Keppres No.80 Tahun 2003 dan untuk proses penunjukan langsung terdakwa ketahui dari
informasi yang terdakwa dapat dari temanteman dan panitia di ULP.
Bahwa benar terdakwa mengetahui Telaahan Stat, dari Isinya dapat terdakwa Jelaskan
berdasarkan Laporan Hasil Tim Panitia 1 ULP selaku unit yang memproses tender pengadaan
kendaraan operasional kepala daerah dimaksud, penawaran dibuka tanggal 28 Oktober 2010
namun tidak ada satupun rekanan yang memasukan penawaran, setelah dilakukan evaluasi
penyebab tidak adanya rekanan yang mendahar dikarenakan harga kendaraan operasional
Kepala Daerah dimaksud (Toyota Prado TX Limited dan Toyota Fortuner Type V Mativ 4x4
Bensin) tidak mencukupi dengan pagu dana yang tersedia. Oleh karena itu, demi kelancaran
proses tender berkaitan dengan pagu dana maka Tim Panitia 1 (Satu) ULP Kab. Pasaman Barat
akan mengeluarkan pengumuman tender kendaraan operasional kepala daerah untuk kedua
kalinya dengan perubahan spesifikasi : untuk I (satu) Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX
Limited dirubah menjadi 1 (satu) unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX dan untuk 1 (sate)
Unit Toyota Fortuner Type V Matic 4 x 4 Benson oirubah menjadi 1 (satu) Unit Toyota Fortuner
Type G Luxury 4 x 2 Benson. Kemudian telaahan star tersebut di disposisi oleh sekretaris
Daerah kepada Bupati Pasaman Barat tanggal 10 November 2010 yang isinya "motion
persetujuan bapak sesuai saran" dapat terdakwa jelaskan "saran" yang dimaksud adalah agar
dilakukan proses tender kendaraan operasional kepala daerah dengan spesifikasi : 1 (salu) unit
Toyota Land Cruiser Prado Type TX dan 1 (satu) Unit Toyota Fortuner Type G Luxury 4 x 2 Bensin
sebagaimana tercantum didalam telaahan star tersebut diatas, kemudian telaahan staf beserta
disposisi dari Setda tersebut masuk ke Wakil Bupati dan do disposisi oleh Wakil Bupati tanggal
10 November 2010 kepada Bupati ya to "berhubung dana kita belum cukup dan medan kita
wilayah bergunung perlu kendaraan 4x4, cukup kendaraan Bupati saja dulu, Wabup tahun

2011 kita anggarkan lagi setelah itu telaahan star beserta disposisi dan Setda dan Wabup
tersebut masuk ke Bupati kemudian didisposisi oleh Bupati Pasaman Barat tanggal 10
November 2010 kepada sekretaris Daerah yang isinya "setuju saran wabup". Namun keesokan
harinya yaitu pada tanggal 11 November 2010 ada disposisi lagi dari Bupati yang isinya adalah
"limited yang maksudnya adalah 1 (satu) unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX Limited
setelah itu telaahan star beserta disposisinya tersebut masuk kepada terdakwa selaku Kuasa
Pengguna Anggaran kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun Anggaran
2010 tindak lanjutnya terdakwa kerudian membuat Surat Nomor 027/216/KPA/ Umum 2010
tertanggal 10 Nopember 2010 yang isinya adalah menetapkan pelelangan gagal terhadap
pengadaan kendaraan dinas operasional Bupati dan wakil Bupati Pasaman Barat dan meminta
Panitia I ULP untuk melikukan pelelangan ulang, kemudian disusunlah HPS lagi tanggal 10
November 2010 untuk pelelangan yang kedua yang mana kegiatan pengadaan tersebut adalah
menjadi 1 (satu) unit kendaraan sesuai dengan disposisi didalam Telaahan Staf tersebut diatas
yaitu untuk kendaraan dinas Bupati Pasaman Barat yaitu Toyota Land Cruiser Prado Type TX
Limited dengan anggaran Rp.1.074.900,000,- (satu milyar tujuh puluh empat juta sembilan
ratus ribu rupiah).
Bahwa berdasarkan surat tersebut diatas maka terdakwa menlndaklanjutinya dengan
membuat surat Nomor : 027/217/KPA/Umum 2010 tertanggal 23 Nopember 2010 perlhal
Penetapan Pelelangan Ulang Gagal yang ditujukan kepada Panitia 1 Pengadaan Barang Unit
Layanan Pengadaan (ULP) yang isinya antara lain adalah memberitahukan untuk melaksanakan
Penunjukan Langsung paket Pakerjaan tersebut "lanjutnya berdasarkan surat tersebut Panitia
I ULP melaksanakan prosedur untuk melakukan Penunjukan Langsung seperti misalnya Surat
Undangan, pendaftaran dan pengambilan dokumen pasta kualifikasi, dll dan akhirnya
terdakwa mengeluarkan Surat nomor 027/218/KPA/Umum-2010 yang ditujukan kepada Ketua
Panitia Pengadaan Barang dan lasa ULP tanggal 3 Desember 2014 perihal penetapan talon
penyedia Barang Lulus Pasca Kualifikasi yaitu PT. Baladewa Indonesia memenuhi syarat dan
lulus evaluasi sebagai sebagai rekanan kegiatan pengadaan Kendaraan Dinas Bupati Tahun
2010 pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat . Bahwa benar kegiatan Pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 adalah
menggunakan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Barang / Jasa dan tidak termasuk kedalam kriteria untuk dapat dilakukan Penunjukan Langsung
sebagaimana didalam Lampiran Kepres tersebut. Bahwa berdasarkan surat tersebut diatas
maka terdakwa menindaklanjutinya dengan membuat surat Nomor : 027/217/KPA/Umum2010 tertanggal 23 Nopember 2010 perihal Penetapan Pelelangan Ulang Gagal yang ditujukan
kepada Panitia I Pengadaan Barang Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang isinya antara lain
adalah memberitahukan untuk melaksanakan Penunjukan Langsung paket Pekerjaan tersebut.
Bahwa terdakwa selaku KPA mengetahui dokumen kontrak, dan pada lembaran Laporan Hasil
pelelangan dari ULP kepada KPA, Penetapan Pelelangan ulang dari KPA pada ULP, Laporan hasil
pelelangan Ulang dari paniti2 kepada KPA dan surat Penetapan Pelelangan Ulang Gagal hingga
diminta untuk melakukan Pemilihan Langsung bahwa proses yang di terangkan melalui suratsurat memang benar dilaksanakan.
Bahwa terdakwa jelaskan mengenai proses pemeriksaan barang dilaksanakan pada hari Senin
tanggal 20 Desember 2010 dilakukan oleh Panitia Pemeriksa Barang yaitu : Amrianto, SH
(Ketua), Bobby P. Riza ;Sekretaris) beserta Anggota yaitu Setia Bakti, SH, Drs. Sakirman dan
Roni HEP, S.Hut. Pada saat pemeriksaan barang tersebut dihadiri juga Badan Pemeriksa
Keuangan RI yang juga sedang melakukan pemeriksaan di Sekretariat Daerah terdakwa sempat
menghadirinya namun hanya sebentar mengenai siapa yang membawa mobil tersebut ke
Kantor Bupati dan siapa saia yang melakukan pengecekan fisik terdakwa tidak mengetahuinya
namun dari Berita Acara tersebut kualitas pekerjaan dinyatakan baik, baru dan sesuai dengan
spesifikasi pada Surat Perjanjian Kerja (kontrak) nomor 027/480/Kontrak-peng/umum/2010
maka dihari dan tanggal yang sama dilakukan serah terima mobil tersebut.
Bahwa sesuai Keppres No.80 tahun 2003, beban serah terima barang tetap berada ditangan

terdakwa dan terdakwa mengetahui bahwa Tim Pemeriksa Barang yang ada pada saat itu tidak
memiliki keahlian atau keilmuan di bidang kendaraan yang mampu untuk memeriksa
kelengkapan spesifikasi kendaraan yang datang sesuai dengan kontrak atau tidak dan
terdakwa tidak pernah mengusulkan perubahan 5K Tim Pemeriksa Barang tersebut dengan
mengganti anggota Tim Pemeriksa Barang tersebut dengan orang yang memiliki keahlian
dibidang tersebut.
Bahwa sehubungan dengan telah selesainya pelaksanaan kegiatan pengadaan kendaraan dinas
operasional Bupati Pasaman Barat, maka pada hari itu juga setelah serah terima barang
sebagaimana Berita Acara Serah Terima Barang Nomor 027/268/BASB/Setda/2010 tanggal 20
Desember 2010 Sdr. Vitarman mengajukan permohonan pembayaran kepada terdakwa
dengan surat nomor 20/bld-termin/XII-2010 tanggal 20 desember 2010 selanjutnya
ditandatangani Berita Acara Pembayaran antara pengguna jasa dalam hal ini terdakwa selaku
KPA dengan penyedia jasa Sdr. Vitarman selaku Dirut PT. Baladewa Indonesia dengan Berita
Acara Nomor 027/269/Bapb/Setda/2010 tgl 20 Desember 2010 selanjutnya PPTK Sdr. Erizal
memasukan surat permintaan pembayaran SPTLS yang ditandatangani oleh Sdr. Erizal dan
bendahara pengeluaran Sdr. Aris Antoni kepada Sekretaris Daerah selaku Pengguna Anggaran
Sdr. Hermanto, SH dimana sebelumnya telah diteliti terlebih dahulu kelengkapan dokumen
SPP oleh peneliti dokumen Sdr Zefrineldi yang tertuang dalam lembaran kelengkapan
dokumen nomor: 0102/SPPDS/PENG/UMUM/2010 tanggal 17 Desember 2010
Berdasarkan SP Penunjukkan Langsung beserta kelengkapannya, pengguna Anggaran
mengeluarkan Surat Perintah Membayar Nomor :0102/SPM-LS-PUNG/UMUM/2010 yang
ditandatangani oleh Hermanto yang sewaktu itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah kab.
Pasaman Barat. Barulah setelah itu kuitansi pembayaran ditandatangani oleh Direktur PT.
Baladewa Indonesia, Bendahara Pembantu (Firna Alanin) dan KPA.
Proses berikutnya adalah Pemeriksaan Administrasi yang dilakukan oleh Petugas Pemeriksa
pada bagian Administrasi Pembangunan Sektretaris Daerah Yaksi Asril, SE dan hasil
pemeriksaan tersebut dituangkan dalam daftar pemeriksaan administrasi untuk pencairan
dana yang ditandatangani oleh Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah,
Aliman Afni, SH. Pada waktu pemeriksaan adminstrasi untuk pencairan dana ini rekanan
dikenakan restribusi leges daerah sebesar 0,75 persen dari nilai kontrak Rp. 1.072.000.000,yakni sebesar Rp 8.040.000,- dimana leges tersebut dicantumkan di halaman kontrak.
Pada tanggal 27 Desember 2010 BUD mengeluarkan SP2D melalui kuasanya yaitu Hj. Celly
Decillia Putri, SE, Akt dengan SP2D nomor : 0064/SP2D/LS/2010 tanggal 27 Desember 2010
untuk mencairkan/memindahbukukan dari rekening kas daerah Kab. Pasaman Barat kepada
PT. Baladewa Indonesia (Vitarman, Bac) Bank Negeri Cab. Utama Padang dengan nomor
rekening : 2100.01013.01299-8 senilai Rp. 1.072.000.000,- potongan pajak PPH ps. 22 dan PPN
sebesar Rp 112.072.727,- sehingga jumlah yang dibayarkan sejumlah Rp. 959.927.273,00
Pada tanggal 28 Desember 2010, BPD Cab. Simpang Empat telah memproses SP2D tersebut
dan uang sejumlah Rp. 959.927.273,00 telah masuk rekening PT. Baladewa Indonesia dengan
nomor rekening : 2100.01013.01299-8 pada Bank Negeri Cab. Utama Padang.
Pembayaran selesai dilaksanakan dengan masuknya dana yang dibayarkan sejumlah Rp.
959.927.273,00 ke rekening PT. Baladewa Indonesi. Sementara sisa kontrak dari pagu dana
yang tersedia yaitu sebesar Rp. 1.400.000.000,- - Rp. 1.072.000.000,- = Rp. 328.000.000,- tetap
tinggal dalam rekening kas daerah dan menjadi sisa anggaran untuk tahun anggaran
berikutnya.
Bahwa dapat terdakwa jelaskan dari survey harga yang dilakukan dan penawaran yang
diberikan oleh beberapa showroom kendaraan maka didapat hasil sebagai berikut:
Penawaran dari CV. Makna motor yaitu Rp. 925.000.000,- (on the road Padang)
Penawaran dari Terminal Motor yaitu Rp. 920.000.000,- (on the road DKI Jakarta)
Penawaran dari Suci Motor Rp. 980.000.000,- (on the road DKI)
Bahwa ketiga tawaran tersebut adalah sesuai dengan spesifikasi yang diminta, harga rata-rata
dari ketiga tawaran tersebut dijadikan harga pasar yang merupakan harga satuan dalam

penghitungan HPS dan didapat harga rata-rata Rp. 941.600.000,- overhead cost dan profit Rp.
35.620.000,- kemudian dijumlahkan menjadi Rp. 977.220.000,- ditambah PPN 10% Rp.
97.722.000,- sehingga total adalah Rp. 1.074.942.000,- dan dibulatkan menjadi Rp.
1.074.900.000,- ini sesuai dengan tugas pokok KPA menurut pasal 9 ayat 4 Kepres No. 80 tahun
2003 yaitu menetapkan dan mengesahkan usulan HPS dari panitia dengan demikian harga yang
kami tetapkan dalam HPS adalah wajar dan sesuai dengan harga pasar pada saat itu.
BARANG BUKTI:
Barang bukti yang diajukan ke persidangan berupa:
a. (1 (satu) rangkap foto kopi Dokumen surat Perjanjian Kerja (Kontrak Nomor : 027/480/KontrakPeng/Umum/2010 tanggal 12 Desember 2010 pada kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas
Bupati dan Wakil Bupati Kab. Pasaman Barat dari Sumber APBD-P 2010 dengan nilai kontrak
Rp. 1.072.000.000,- (satu milyar tujuh puluh dua juta rupiah) dengan Pelaksana BALADEWA
INDONESIA
2. 1(Satu) Rangkap foto Copy Dokumen Peraturan Bupati Pasaman Barat No 15 Tahun 2009
tentang Sistem Prosedur Pengelolaan Keuangan Pasaman Barat.
3. 1(satu) rangkap foto copy Dokumen Peraturan Bupati Pasaman Bart No: 56 Tahun 2011
tentang Penjabaran Tugas Pokok Dan Fungsi Serta Uraian Tugas Sekretariat Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kab Pasaman Barat Tahun 2012
4. 1 (satu) Rangkap Foto copy Peraturan Bupati Kab. Pasaman Barat No. 05 Tahun 2010 Tentang
Standar Biaya.
5. 1 (satu) rangkap foto copy dokumen Peraturan Bupati Pasaman Barat, 19 Tabun 2006 Tentang
Tugas Pokok Dan Fungsi Eselon II. Eseton III, Dan Uraian Tugas Eselon IV pada Sekretariat
Daerah Kab. Pasaman Barat.
6. 1(satu) rangkap foto copy Dokumen Peraturan Bupati Pasaman Barat No. 48 Tahun 2008
Tentang Tugas Pokok Dan Fungsi Eselon III Dan Uraian Tugas Eselon IV pada Dinas Pengelolaan
Keuangan Dan Aset Daerah Kab Pasaman Baeat
7. 1 (satu) rangkap foto copy Dokumen Peraturan Bupati Pasaman Barat No: 65 Tahun 2011
Tentang Penjabaran Tugas Pokok Dan Fungsi serta Uraian Tugas Dinas Pengelolaan Keuangan
Dan Asset Daerah Kab. Pasaman Barat 2011
8. 1 (satu) rangkap foto copy Peraturan Daerah Kab. Pasaman Barat No. 04 tahun 2010.
9. 1 (satu) rangkap foto copy Dokumen Lelang Pengadaan Barang pada kegiatan Pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati Dan wakil Bupati Kab. Pasaman Barat pada Instansi Sekretariat Daerah
Kab. Pasaman Barat dengan Pagu Dana Rp, 1.400.000.000,- (satu milyar empat ratus juta
rupiah) tahun 2010.
10. 1 (satu) rangkap foto copy Dokumen Peraturan Menteri Dalam Negeri No 11 tahun 2007
Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 7 Tahun 2005 tenrang
Standarisasi Sarana Dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah.
11. 1 (satu) rangkap Berita Acara Pemeriksaan Barang No: 027/267/BAPB/SETDDA/2010 tanggal
20 Desember 2010 terhadap Pekerjaan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati Dan Wakil Bupati
yang ditandatangani oleh panitia Pemeriksaan Barang dan Rekanan PT Baladewa lndonesia.
12. 1 (satu) Rangkap Berita Acara Serah terima Barang No 027/267/BAPB/SETDA/2010 tanggal 20
Desember 2010 atas pekerjaan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati Dan Wakil Bupati yang
ditandatangani oleh Drs. HENDRI, MM selaku Kuasa Pengguna Anggaran Bagian Sarana Umum
Setda dan VITARMAN, BAc selaku Direktur Utama PT Baladewa lndonesia
13. 1 (satu) Rangkap Berita Acara Pembayaran No: 027/26R/BAP/SETDA/2010 tanggal 20
Desember 2010 yang ditandatangani oleh Drs. HENDRI, MM selaku Kuasa Pengguna Anggaran
Bagan Umum dan VITARMAN, Bac selaku Direktur Utama PT Baladewa lndonesia
14. 1 (satu) rangkap Tanda terima BPKB kendaraan atas nama SEKRETARIAT DAERAH PEMKAB.
PASAMAN BARAT deNgan Merk LAND CRUISER PRADO 2 7 A/T dengan No. Pol BA 1504 S warna
hitam dan tahun pembuatan 2010 yg ditandatangani oleh HENDRI
15. 1 (satu) lembar foto copy Hasil Pengecekan Surat dari Dirjen Bea dan Cukai No.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.
23.

24.

25.

26.

27.

28.
29.
30.

31.

32.

B/02.910/i/2011/Korlantas tanggal 10 Januari 2011 yg ditandatangani oleh Drs. Didik


Purnomo, Msi
1 (satu) Iembar kwitansi sebesar delapan ratus enam puluh juta rupiah dari PT.Baladewa untuk
pembayaran 1 (satu) unit Toyota Prado TXL tertanggal 21 Desember 2010 yang ditandatangani
oleh PT. Interkom Toyota Dealer.
1 (satu) foto copi telaahan staf dari Asisten Administrasi Umum kepada Bupati Pasaman Barat
tanggal 23 Nopember 2010 perihal tindak lanjut pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat Tahun anggaran 2010 yg ditandatangani oleh Ir. ZALMI N selaku Asisten
Administrasi Umum.
1 (satu) lembar pengumuman dari ULP kepada Kuasa Pengguna Anggaran Bag. Umum
Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat No: 14U.S/ULP.B1/PP/l/Pas_ Bar/2010 tanggal 24
Nopember 2010 yg ditandatangani oleh Ketua Panitia BENDRI, S.Kom.
1 (situ) lembar Surat dari ULP kepada Kuasa Pengguna Anggaran Bag. Umum Sekretariat
Daerah Kab. Pasaman Barat No: 14U.4/ULP.B1/LHPU/1/Pas Bar/2010 tanggal 23 Nopember
2010 perihal Laporan Hasil Pelelangan Ulang yg ditandatangani oleh Ketua Panitia 1 BENDRI,
S.Kom
1 (satu) ember Surat dari ULP kepada Kuasa Pengguna Anggaran Bag. Umum Sekretariat
Daerah Kab. Pasaman Barat No: 14U/ULP/Pas_Bar/2010 tanggal 23 Nopember 2010 perihal
Laporan Hasil Pelelangan Ulang yg ditandatangani oleh Ketua ULP AGUSMAR, ST.
1 (satu) lembar Surat dari Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat kepada Ketua Panitia I
Pengadaan Barang ULP perihal Penetapan Pelelangan Gagal yg ditandatangani oleh Drs.
HENDRI TANJUNG, MM tertanggal Nopember 2010.
1 (satu) lembar pengumuman dari ULP No: 14U.5/ULP.B1/PP/1/Pas_Bar/2010 tanggal 24
Nopember 2010 yg ditandatangani oleh Ketua ULP AGUSMAR, ST.
(satu) rangkap Dokumen Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (AANWI)ZING)
No.14U.2/ULP.B1/RA/1/Pas_Bar/2010 Tgl. 18 Nopember 2010 pekerjaan Pengadaan
Kendaraan Dinas Bupati Dan Wakil Bupati TA. 2010.
1 (satu) lembar foto copy Telaahan Staf dan Asisten Administrasi Umum kepada Bupati
Pasaman Barat tanggal 10 Nopember 2010 perihal Tindak Lanjut Pengadaan Kendaraan Kepala
Daerah Tahun anggaran 2010 yg ditandatangani oleh Ir. ZALMI N selaku Asisten Administrasi
Umum.
1 (satu) lembar Laporan Hasil Evaluasi No: 14/ULP/Pas_Bar/2010 dari ULP kepada Kuasa
Pengguna Anggaran (KPA) Bag. Umum Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat yg di
tandatangani oleh Ketua ULP AGUSMAR, ST.
1 (satu) lembar Surat dan ULP kepada Kuasa Pengguna Anggaran Bag. Umum Sekretariat
Daerah Kab. Pasaman Barat No: 14.4/ULP.B1/LHP/1/Pas_Bar/2010 tanggal 10 Nopember 2010
perihal Laporan Hasil Pelelangan yg ditandatangani oleh Ketua Panitia I BENDRI, S.Kom.
1 (satu) lembar Surat dan Kantor Pelayanan Umum satu pintu kepada Ketua Panitia Pengadaan
Barang ULP Kab. Pasaman Barat tertanggal Nopember 2010 perihal Penetapan Pelelangan
Ulang. (An. Drs. HENDRI TANJUNG, MM tanpa tandatangan).
1 (satu) lembar Pengumuman dan ULP Kab. Pasaman Barat No: 14.5/ULP.B1/PP/1/Pas
Bar/2010 tanggal 10 Nopember 2010yg ditandatangani oleh Ketua ULP AGUSMAR, ST.
1 (satu) rangkap foto copy Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (AANWIIZING) No.
14.2/ULP.B1/RA/1/Pas_Bar/2010 tanggal 5 Nopember 2010.
1 (satu) lembar foto copy Surat dari Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat kepada Ketua ULP
No: 027/8010/Umum/2010 tanggal 15 Oktober 2010 perihal Spesifikasi Pengadaan Kendaraan
Dinas Bagian Umum yang ditanda tanganl oleh Drs. HENDRI, MM.
1 (satu) lembar Surat dari Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat kepada kepala ULP Kab.
Pasaman Barat No : 027/846/Umum/2010 tertanggal 29 Oktober 2010 perihal Spesifikasi dan
RAB Kendaraan Dinas yg ditandatangani oleh Drs. HENDRI, MM.
1 (satu) rangkap foto copy Penawaran Kendaraan Toyota dari "CV. MANNA MOTOR" tertanggal
16 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh ARIFINAS selaku Direktur.

33. 1 (satu) rangkap Dokumen DPPA SKPD TA. 2010 No: 1.20.03 01 02.OS.S.2 yang ditandatangani
oleh HERMANTO selaku Sekretaris daerah, Hj. EVITA MURNI, SE tertanggal 04 Nopember 2010.
34. 1 (satu) lembar foto copy Telaahan Staf dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bagian Umum
SETDA untuk Bupati Pasaman Barat tanggal 18 September 2010 perihal Persetujuan Proses
Pengadaan Kendaraan Dinas dengan Memakai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor
54 Tahun 2010 yg ditandatangani oleh Drs. HENDRI, MM selaku KPA bagian Umum.
35. 1 (satu) rangkap Foto copy SP2D beserta kelengkapannya No: 6064/SP2D/LS/2010 tanggal 27
Desember 2010 dari Kuasa BUD untuk Keperluan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan
Wakil Bupati yang ditandatangani oleh Kuasa BUD Hj CELLY DECILIA PUTRI, SE, Act.
36. 1 (satu) lembar daftar Spesifikasi Toyota Prado TX dari Mitra Motor
37. 1 (satu) rangkap Dokumen Penjabaran Perubahan APED TA 2010 tanpa tanda tangan An.
BAHARUDDIN, R selaku Bupati Pasaman Barat tanggal 04 Nopember 2010.
38. 1 (satu) lembar foto copy kwitansi dari Bendahara Pembantu Pengeluaran Bagian Umum
Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat.
39. 1 (satu) rangkap foto copy dokumen Ringkasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2010 Kab.
Pasaman Barat yang ditandatangani oleh H. BAHARUDDIN , R selaku Bupati Pasaman Barat dan
ANTONIUS, SH selaku Ketua Bagan Anggaran.
40. 1 (satu) rangkap foto copy SK Bupati Pasaman Barat Nomor : 188.45/98/BUPPASBAR/2010
tentang Penunjukan Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah (Pengadaan Barang) pada
Unit Pelayanan Pengadaan Kab. Pasaman Barat TA. 2010 tertanggal 26 Januari 2010.
41. 1 (satu) rangkap foto copy 5K Bupati Pasaman Barat No: 188.45/248/BUP- PASBAR/2010
tentang Pembentukan Panitia Pemeriksa Barang pada Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat
Tahun Anggaran 2010 yang ditandatangani oleh H. SYAHIRAN selaku Bupati Pasaman Barat
tertanggal 14 April 2010.
42. 1 (satu) rangkap foto copy SK Bupati Pasaman Barat No: 188.45/325/BUP- PASBAR/2010
tentang Pembentukan Tim Peneliti Kontrak Pembangunan Tahun Anggaran 2010 yang
ditandatangani oleh H. SYAHIRAN selaku Bupati Pasaman Barat tertanggal 31 Mei 2010.
43. 1 (satu) rangkap foto copy SK Bupati Pasaman Barat No: 188.45/489/BUP- PASBAR/2010
tentang Perubahan Pengelola Anggaran Satuan Kerja Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat
Tahun Anggaran 2010 yang ditandatangani oleh H. BAHARUDDIN selaku Bupati Pasaman Barat
tertanggal 06 Oktober 2010.
44. 1 (satu) rangkap foto copy SK Gubernur Sumatera Barat No: 903/231/DPKD-2010 tentang
Evaluasi Rancangan Peraturan daerah Kab. Pasaman Barat tentang Perubahan Anggaran
Pendapatan Dan Belanja Daerah TA. 2010 Dan Rancangan Peraturan Bupati Pasaman Barat
tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah TA. 2010 yang
ditandatangani oleh IRWAN PRAYITNO selaku Gubernur Sumatera Barat tertanggal 28 Oktober
2010.
45. 1 (satu) rangkap foto copy SK Bupati Pasaman Barat No: 188.45/586/BUP- PASBAR/2010
tentang Perubahan Keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor : 188.45/112/BUP-PASBAR2010
Tentang Penunjukan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Sekretariat Daerah Kab.
Pasaman Barat TA.2010 yang ditandatangani oleh H. BAHARUDDIN R selaku Bupati Pasaman
Barat tertanggal 08 November 2010.
46. 1 (satu) rangkap foto copy SK Bupati Pasaman Barat No: 821/39/BUP- PASBAR/2011 tentang
Pemberhentian Dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural Eselon II Di
lingkungan Pemerintah Kab. Pasaman Barat yang ditandatangani oleh Drs. H. BAHARUDDIN, R,
MM selaku Bupati Pasaman Barat tertanggal 20 April 2011.
47. 1 (satu) rangkap foto copy SK Bupati Pasaman Barat No: 188.45/503/BUP- PASBAR/2010
tentang Perubahan Keputusan Bupati Nomor : 188.45/223/Bup-Pasbar/2009 tentang
Pembentukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat TA. 2010 yang
ditandatangani oleh BAHARUDDIN, R selaku Bupati Pasaman Barat tertanggal 15 Oktober
2010.
48. 1 (satu) rangkap Petikan Keputusan Bupati Pasaman Barat No: 821/18/BUP-PASBAR/2009

49.

50.

51.

52.

53.

54.

55.

56.
57.
58.
59.

60.
61.
62.

63.

tentang Pemberhentian Dan Pengangkatan Pegawai Negerl Sipi1 Dalam Jabatan Struktural
Eselon III di lingkungan Pemerintah Kab. Pasaman Barat yang ditandatangani H. SYAHERAN
tertanggal 19 Juni 2009.
1 (satu) rangkap Petikan Keputusan Bupati Pasaman Barat No: 821J76/BUP-PASBAR/2010
tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural
eselon III di lingkungan Pemerintah Kab. Pasaman Barat.
1 (satu) rangkap foto copy Surat Perintah Tugas No: 090/4721/SPT/BUP- PASBAR-2010 dan
kelengkapannya tertanggal 12 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Drs. BAHARUDDIN R,
MM selaku Bupati Pasaman Barat.
1(satu) lembar foto copy telaahan staf dari asisten Bidang Administrasi kepada Bupati Pasaman
Barat melalui Yth. Bapak Sekda perihal Survey Pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Daerah
Tahun 2010 tertanggal 11 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh H. ZALMI, N selaku Asisten
Administrasi.
1 (satu) lembar foto copy Kwitansi No. 0054 dari Bendahara Pembantu Pengeluaran Bagian
ADM. Pembangunan Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat sejumlah Rp. 984.555,- (Sembilan
ratus delapan puluh empat ribu lima ratus lima pu(uh lima rupiah) untuk Pembayaran
penggantian biaya pengumuman pelelangan umum pengadaan mobil Bupati pada Koran PT.
tempo Into Media Harian , bukti transfer terlampir tertanggal Desember 2010 yang
ditandatangani oleh ZULHAIMI CH NASUTION Selaku KPA, BENDRI, S.Kom, ASRIL, SE, ZULFAM:,
SH
1 (satu) lembar bukti setor Bank Mandiri tertanggal 10 November 2010 yang dikirim oleh
BENDRI, S.Kom dari Pemda Pasaman Barat dan dikirim kepada PT. Tempo Into Media Harian
dengan nomor rekening 103.000.2133.243 dengan uang sebesar Rp. 984.5SS, (Sembilan ratus
delapan puluh empat ribu lima ratus lima puluh lima)
1 (satu) lembar foto copy Kwitansi No. 0036 dari Bendahara Pembantu Pengeluaran Bagian
ADM. Pembangunan Sekretariat Daerah Kab. Pasaman Barat sejumlah Rp. 1.969.110,- (SATU
JUTA SEMBILAN RATUS ENAM PULUH SEMBILAN RIBU SERATUS SEPULUH RUPIAH) untuk
Pembayaran penggantian biaya pengumuman pelelangan umum pada Unit Layanan
Pengadaan (ULP) Kab. Pasaman Barat pada Koran Tempo , bukti transfer terlampir tertanggal
09 November 2010 yang ditandatangani oleh ZULHAIMI CH NASUTION, BENDRI, S.Kom, ASRIL,
SE, ZULFAMI, SH
1 (satu) lembar foto copy surat keterangan kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat
perihal Pengumuman Pelelangan Umum No Ref>0111054>ukuran 6 X 165 P.P.N dengan
jumlah Rp. 1.969.110,- tertanggal S Nupember 2010
1 (satu) lembar kwitansi Faktur Pajak dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak 020.00010.0088933 dengan Nama PT. TEMPO INTI MEDIA HARIAN tertanggal 1 Nopember 2010
1 (satu) rangkap Laporan Badan Anggaran DPRD Kab. Pasaman Barat terhadap RAPBD-P Kab.
Pasaman Barat Tahun 2010 tertanggal 06 Oktober 2010
1 (satu) rangkap Pengumuman Pelelangan Umum nomor : 15/Pl/ULP-PasBar 2010 tertanggal
01 Nopember 2010
1 (satu) rangkap foto copy dokumen Keputusan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Pasaman Barat
No: 170/04/KPTS/DPRD/PASBAR- 2010 tentang Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kab. Pasaman Barat
1 (satu) rangkap foto copy Dokumen Surat Perjanjian untuk Melaksanakan Paket Pekerjaan
Pengadaan Kendaraan Bermotor Mini Bus No: 027/52/KontrakPeng/Umum/2011.
Uang sejumlah Rp 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) dengan rincian uang pecahan Rp
100.000,- sebanyak 540 lembar; uang pecahan Rp 50.000,- sebanyak 120 lembar.
1 (satu) rangkap foto copy Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor :
SK.4062/A1.402/DRLD/2009 tentang Pengesahan dan Sertifikasi Tipe Kendaraan Bermotor
Merek Toyota Tipe Land Cruiser Prado 2.7 (4x4) A/T sebagai Mobil Penumpang.
1 (satu) rangkap foto copy Daftar Pemeriksaan Administrasi Untuk Pencairan Dana
Program/Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat

dengan nilai kontrak Rp.1.072.000.000,- (satu milyar tujuh puluh dua juta rupiah) tanggal 23
Desember 2010 yang ditandatangani oleh ADMAN AFNI, SH selaku kabag Administrasi
Pembangunan dan ASRIL, SE.
64. 1 (satu) rangkap foto copy Dokumen laporan Hasil Audit dalam rangka Penghitungan Kerugian
Negara alas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat dari Dana APBD-P Tahun 2010 pada Sekda Pasaman barat.
65. 1 (satu) rangkap foto copy Rekening Koran Giro dan Bank Pembangunan Daerah Sumater3
Barat Cab.Utama Padang kepada PT.BALADEWA INDONESIA Periode 01 Desember 2010 s/d 31
Desember 2010 Jan periode 01 januari 2011 s/d 21 Januari 2011
66. 1 (satu) lembar foto copy Surat Setoran Pajak (SSP) PT.BALADEWA INDONESIA sebesar
Rp.14.618.182, (empat belas juta enam ratus delapan belas ribu seratus delapan puluh dua
rupiah) yang ditandatangani oleh VITARMAN, Bac.
67. 1 (satu) rangkap Dokumen Impor 1 (satu) unit Toyota Land Cruiser Prado 2.7 oleh PT. MULTI
SENTRA ADIKARYA
68. 1 (satu) lembar foto copy Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor mobil Land Cruiser Prado
2.7 A/T dengan nama pemilik Bupati Pasaman Barat dan nomor registrasi BA 1208 BS.
69. 1 (satu) lembar foto copy Surat Ketetapan Pajak daerah PKB/BBN-KB dan SWPKLU sebesar
Rp.2.805.200,- (dua juta delapan ratus lima ribu dua ratus rupiah) dengan nama pemiliki Sekda
Pemkab Pasaman Barat dan nomor polisi BA 1 S jenis Toyota/Prado 2.7 4WD AT.
70. 1 (satu) lembar foto copy STNK Prado 2.7 4WD AT alas nama Sekda Pemkab Pasaman Barat
dengan nomor registrasi BA 1 S.
Barang bukti tersebut telah disita secara sah menurut hukum oleh karena itu dapat digunakan
untuk memperkuat pembuktian. Ketua Majelis Hakim telah memperlihatkan barang bukti tersebut
kepada saksi-saksi dan terdakwa oleh yang bersangkutan telah membenarkannya.
ANALISA YURIDIS :
Majelis Hakim yang Mulia,
Hadirin Sidang Pengadilan yang kami Hormati.
Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap maka sampailah kami kepada pembuktian mengenai unsurunsur tindak pidana yang didakwakan yaitu :
PRIMAIR
Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke l KUHP
SUBSIDIAIR
Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Lebih
Oleh karena dakwaan terhadap terdakwa kami susun secara Subsidairitas, maka kami akan
membuktikan terlebih dahulu dakwaan Primair, yakni Pasal 2 ayat (1) JO Pasal 18 ayat (1) huruf b UU
RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah dirubah dan ditambah
dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Alas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana, dengan unsur-unsur
sebagai berikut :
b. Unsur Setiap Orang ;
c. Unsur Secara Melawan Hukum ;
d. Unsur Melakukan Perbuatan Memperkaya Diri Sendiri Atau Orang Lain Atau Suatu Korporasi ;
e. Unsur yang Dapat Merugikan Keuangan Negara atau Perekonomian Negara;
f. Unsur yang Melakukan, Menyuruh Melakukan atau Turut Serta Melakukan Perbuatan.

Ad.1.

Unsur "Setiap Orang".


Hukum pidana menunjuk kepada siapa subjek hukum atau pelaku tindak pidana,
dengan pengertian siapa saja atau setiap orang pemangku hak dan kewajiban yang tidak cacat
mental serta mampu bertanggung jawab dihadapan hukum dan tidak termasuk kedalam
golongan orang yang dalam perbuatannya dikenakan alasan penghapusan penuntutan pidana
sebagaimana dimaksud oleh buku ke 1 titel ke 3 KUHP.
Bahwa setiap orang dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi
dalam hal ini dimaksud adalah orang perseorangan,dan/atau korporasi.
Bahwa dalam perkara ini setiap orang yang dimaksud adalah Terdakwa Drs. HENDRI,
MM yang identitas lengkapnya sudah termuat di awal surat tuntutan ini.
Bahwa di persidangan terungkap pula terdakwa adalah orang yang sehat akalnya
dengan arti kata tidak terdapat satupun alasan pemaaf maupun alasan pembenar yang dapat
menghapuskan terdakwa dari tuntutan pidana/hukuman, sehingga kepadanya dapat
dimintakan pertanggungjawaban atas perbuatannya.
Berdasarkan fakta diatas menimbulkan keyakinan kami sebagai Penuntut Umum
bahwa unsur pertama ini telah terbukti secara sah menurut hukum.

Ad.2.

Unsur "secara melawan hukum".


Dengan tidak memperdebatkan pengertian melawan hukum materil yang dianulir
terakhir dengan putusan Mahkamah Konstitusi No.003/PUU-IV/2006 tanggal 24 Juli 2006
Penuntut Umum hanya akan menguraikan pengertian melawan hukum dalam arti formil.
Melawan hukum dalam pengertian formil (Formele wederechttelijkheid) adalah apabila
perbuatan Itu bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan (hukum tertulis).
Menurut ajaran melawan hukum dalam arti formil hanya dapat dipandang sebagai sifat
"wederechttelijk" apabila perbuatan tersebut memenuhi semua unsur yang terdapat dl dalam
rumusan suatu delik menurut undang-undang PA.F Lamintang, Dasar-Dasar Hukum Pidana
Indonesia, 1997). Melawan hukum menurut Hoge Raad di dalam putusannya tanggal 28 Jun,
1911 yang menyangkut Artikel 326 ( Pasal 378 KUHP) menyatakan terdakwa tidak mempunyai
hak sendiri untuk menikmati keuntungan itu ( Prof. Andi Hamzah ; Pemberantasan Korupsi
melalui Hukum Pidana Nasional dan Internasional, 2005).
Berdasarkan fakta yang terungkap dl persidangan dari keterangan saksi-saksi yang
dihadirkan dipersidangan, keterangan AM, saat bukti Surat, keterangan terdakwa dan adanya
barang bukti didapatkan fakta hukum tentang perbuatan terdakwa yaitu:
- Bahwa dalam APBD Tahun 2010 Kabupaten Pasaman Barat pada pos anggaran Sekretariat
Daerah Kabupaten Pasaman Barat terdapat kegiatan Pengadaan Kendaraan
dinas/Operasional untuk belanja kendaraan rods empat microbus sebanyak 7 (tujuh) Unit.
- Bahwa sampai bulan Agustus 2010, kegiatan pengadaan kendaraan dinas / operasional
untuk belanja kendaraan roda empat microbus sebanyak 7 (tujuh) unit tersebut belum
terlaksana. Bahwa kemudian Sekitar bulan Agustus 2010 dilakukan pembahasan perubahan
APBD tahun 2010 dan berkaitan dengan pengadaan belanja kendaraan roda empat
Microbus sebanyak 7 (tu)uh) Unit berdasarkan permohonan perubahan APBD dari Ketua
TAPD (Sekda Kab. Pasbar) dirubah menjadi pengadaan 1 (satu) paket kendaraan untuk
mobil dinas Supati dan wakil Bupati masing-masing Toyota Fortuner type V 4x4 Matic untuk
Bupati dengan anggaran Rp 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah) dan Toyota Fortuner
type G 4x2 Manual untuk Wakil Bupati dengan anggaran Rp 600.000.000,- (enam ratus juta
rupiah) dengan harga total RP. 1.400.000.000; (satu milyar empat ratus juta rupiah). Setelah
dilakukan pembahasan antara DPRD Pasaman Barat dan Pemerintah Kabupaten Pasaman
Barat, akhirnya perubahan tersebut disetujui oleh DPRD Kabupaten Pasaman Barat dan
diformulasikan dalam DPPASKPD dan kemudian dituangkan dalam Peraturan Daerah
Kabupaten Pasaman Barat Nomor 04 Tahun 2010 tentang Perubahan APBD Tahun
Anggaran 2010.

- Bahwa terdakwa diangkat sebagai Kuasa Penggguna Anggaran/Barang pada Bagian Umum
Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat berdasarkan SK Bupati Pasaman Barat Nomor
188.45/489/BUP.PASBAR.2010 tanggal 6 Oktober 2010
- Bahwa sebelumnya Direktur CV. Makna Motor yaitu saksi ARIFIN AGROSURIO pernah
bertemu dengan Bupati Pasaman Barat Sdr BAHARUDDIN dan pada saat itu saksi ARIFIN
meminta proyek kepada Sdr BAHARUDDIN dan Sdr BAHARUDDIN mengatakan bahwa akan
ada proyek pengadaan kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati dan untuk itu Sdr
BAHARUDDIN menyuruh saksi ARIFIN agar datang ke Kantor Bupati Pasaman Barat dan
menemui Kabag Umum yaitu Terdakwa, selanjutnya saksi ARIFIN menyuruh karyawannya
yaitu saksi OKTAVERI untuk datang ke Pasaman Barat menemui Terdakwa.
- Bahwa kemudian saksi OKTAVERI datang sendirian menemui Terdakwa di kantor Kabag
Umum Setda Pasaman Barat dengan membawa dokumen-dokumen seperti profi
perusahaan, dan brosur penawaran kendaraan jenis Toyota Prado 2.7 TX seharga Rp.
875.000.000, (delapan ratus tujuh puluh lima juta rupiah) dan Toyota Prado 2.7 TX-L
seharga Rp.925.000.000,- (sembilan ratus dua puluh lima juta rupiah)dan setelah Terdakwa
melihat dokumen yang dibawa oleh saksi OKTAVERI Terdakwa mengatakan kepada saksi
OKTAVERI bahwa perusahaan CV Makna Motor tergolong perusahaan kecil karena itu tidak
mungkin ditunjuk sebagai rekanan pelaksana pengadaan tersebut dan agar saksi ARIFIN
tetap bisa melaksanakan pengadaan kendaraan dinas tersebut sebagaimana yang
diperintahkan oleh Bupati Pasaman Barat kepada Terdakwa maka terdakwa menyampaikan
kepada saksi OKTAVERI agar saksi ARIFIN mencari perusahaan lain yang memenuhi syarat
dan mau dipakai namanya guna kelengkapan administrasi pengadaan kendaraan dinas
tersebut.
- Bahwa terdakwa sebagai Kuasa Pengguna Anggaran pada Bagian Umum Sekretariat Daerah
Kabupaten Pasaman Barat, membuat telaahan staf Kepada Bupati Pasaman Barat
tertanggal 11 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Asisten III pada Sekda Pasaman Barat
(Ir. Zalmi) perihal Survey Pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun 2010 yang
isinya bahwa di dalam OPA Perubahan Bagian Umum Setda Pasaman Barat TA 2010 telah
dianggarkan pengadaan Mobil Dinas sebanyak 2 (dua) unit yaitu untuk Bupati dan Wakil
Bupati, maka demi memenuhi maksud tersebut, perlu diadakan survey dengan produsen
maupun distributor mengenai harga, spesifikasi dan hal teknis lainnya dan hal tersebut
disetujui oleh Bupati Pasaman Barat.
- Bahwa selanjutnya terdakwa bersama dengan Hendri Piterson, A.Md pergi ke Jakarta
dengan tujuan melakukan survey khusus untuk spesifikasi teknis dan harga kendaraan Merk
Toyota Land Cruiser Prado dan Toyota Fortuner pada tanggal 13 Uktober 2010 sampai
dengan 16 Oktober 2010.
- Bahwa setelah selesai melaksanakan survey, terdakwa membuat dan menandatangani
sendiri surat telaahan staf tertanggal 18 Oktober 2010 yang isinya menyatakan bahwa
setelah dilakukan survey untuk kegiatan pengadaan kendaraan Dinas Bupati dan Wakil
Bupati Pasaman Barat maka kendaraan yang layak dan pantas serta sesuai dengan pagu
anggaran adalah merk Toyota Land Cruiser Prado Type 2.7 A/T tahun pembuatan 2010 (TX
Limited) untuk Bupati dan Toyota Fortuner Type V (4x4) tahun pembuatan 2010 untuk wakil
Bupati, dengan disposlsi Sekda "mohon kironyo per setujuan" dan dlsetujul oleh Bupati
Pasaman Barat dengan disposisi "setuju dllaksanokan".
- Bahwa kemudian terdakwa mengirimkan surat nomor 027/8010/Umum/2010 tanggal 15
Oktober 2010 kepada Ketua Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Pasaman Barat perihal
spesifikasi pengadaan kendaraan dinas bagian umum, dengan permintaan untuk dapat
dilakukan proses pelelangan terhadap kegiatan pengadaan Kendaraan Dinas tersebut
sesuai dengan spesifikasi.
Kendaraan Dinas Bupati
1. Type Mesin

1 Unit
2.7 L 2TR-FE DOHC

2. Isi Silinder
: 2693 cc
3. Torsi Maksimum
:246 Nm/ 3.800 rpm
4. Daya maksimum
: 20 kW (163 PS)/ 5.200 rpm
5. Fuel Consumption
: 8.8 km/L
6. Panjang
:4-820 mm
7. Lebar
:1.880 mm
8. Tinggi
: 1.890 mm
9. 265/60 R 17 inch alloy wheel
10. Tourgue sensor type LSD (Limited Slpm Def) with transfer lever
11. Spare tire under the floor
12. Opitiron meter with bright control
13. 8 seater
14. Jok kulit
15. Elektric seat pada kursi sopir interior black
16. 1 TV + 1 camera (pasangan)
17. Reclining seat
18. 8 speaker
19. Sunroof
20. Xenon Lamp
21. Engie Start Botton
22. ABS
23. Automatic Seat
24. Roof real
25. Foot Step
26. Sent Lamp + Electric Mirror
27. Styling Package
28. Kaca fii Perfection / 3M
29. Karpet
30. Air bag
31. Parking sensor
32. Central Lock
33. Tool Set
34. VR 17"
Kendaraan Dinas Wakil Bupati :
DIMENSI
Panjang, 4.695 mm
Lebar, 1.840 mm
Jarak Sumbu, 2.750 mm
Jarak Terendah, 220 mm
Jarak Pijak Depan, 1.540 mm
Jarak Pijak Belakang, 1.540 mm
CHASSIS

Sistem penggerak roda. Penggerak 4 roda


Transmisi Otomatis 4 kecepatan, ECT
Perbandingan Gigi 1" 2.804
Perbandingan Gigi 2"d 1.531
Perbandingan Gigi 3'd 1.000
Perbandingan Gigi 4'"0.753
Reverse 2.393

1 Unit

Suspensi depan Double wishbone dengan pagas koil dan


stabilizer
Suspensi belakang 4 link dengan lateral rod danpegas koll
System rem depan, cakram berventilasi
System rem belakang, trumol
System rem tambahan, ABS & EBD
VeIg, Ukuran Ban, Alloy Wheel 265/65 R 17
Tipe mesin, 41L, 16 Katup, DOHC VVT-i
Mesin
Isi silinder, 2.698 cc
Diameter x Langkah, 95.0 mm x 95.0 mm
Daya Maksimum, 160.4 Ps/5.200 rpm
Torsi Maksimum, 24.6 kgm/3.800 rpm
Kapasitas Tangki, 65 Itr
Bahan Bakar, Bensin tanpa timbale
Bahan Bakar, Sistem Injeksi Elektronik
INTERIOR & EKSTERIOR
Material Kursi
Front headlamp
Front design
Rear lamp
Roof raail
Multi information display
Steering Switch Control
2 DIN Audio Video System compatible with steering
swintch
- Bahwa selanjutnya berdasarkan surat tersebut Panitia Lelang menyusun rencana jadwal
pelaksanaan pelelangan dan panitia pengadaan barang dan jasa membuat dokumen lelang
termasuk membuat Harga Perkiraan Sendiri (HIPS) yang diperoleh berdasarkan survey yang
dilakukan oleh Terdakwa.
- Bahwa selanjutnya kegiatan pelelangan umum tersebut diumumkan melalui media cetak
Koran Tempo tanggal 1 November 2010 namun tidak ada rekanan yang memasukkan
penawaran sehingga lelang dinyatakan gagal.
- Bahwa menindaklanjuti hal tersebut Unit Layanan Pengadaan membuat Laporan Hasil
Pelelangan dari Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa kepada Terdakwa dengan nomor surat
14.4/ULP.B.1/LHP/1/Pas_Bar/2010 tertanggal 10 Nopember 2010.
- Bahwa kemudian terdakwa membuat telaahan staf Kepada Bupati Pasaman Barat
tertanggal 10 November 2010 yang ditandatangani oleh Asisten III pada Sekda Pasaman
Barat (Ir. Zalmi. N) perihal Tindak Lanjut Pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Tahun
Anggaran 2010 yang pada pokoknya menjelaskan bahwa penyebab tidak adanya rekanan
yang mendaftar dikarenakan harga kendaraan operasional Kepala Daerah dimaksud
(Toyota Prado TX Limited dan Toyota Fortuner Type V Matio 4x4 Bensin) tidak mencukupi
dengan pagu dana yang tersedia. Oleh karena itu, demi kelancaran proses tender berkaitan
dengan pagu dana maka 'rim Panitia I (Satu) ULP Kab. Pasaman Barat akan mengeluarkan
pengumuman tender kendaraan operasional kepala daerah untuk kedua kalinya dengan
perubahan spesifikasi untuk 1 (satu) Unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX Limited
dirubah menjadi I (satu) unit Toyota Land Cruiser Prado Type TX dan untuk 1 (satu) Unit
Toyota Fortuner Type V Matic 4 x 4 Bensin dirubah menjadi 1 (satu) Unit Toyota Fortuner
Type G Luxury 4 x 2 Bensin. Kemudian telaahan staf tersebut didisposisi oleh Sekda kepada
Bupati Pasaman Barat tanggal 10 November 2010 yang isinya "mohon persetujuan bapak
sesuai saran". Kemudian telaahan staf beserta disposisi dan Sekda tersebut didisposisi oleh

Wakil Bupati tanggal 10 November 2010 kepada Bupati yaitu "berhubung dana kita belum
cukup dan medan kita wilayah bergunung perlu kendaran 4x4, cukup kendaraan Bupoti saja
dulu, Wabup tahun 2011 kita anggarkan lagi" setelah itu telaahan staf beserta disposisi dari
Sekda dan Wabup tersebut masuk ke Bupati kemudian didisposisi oleh Bupati Pasaman
Beret tanggal 10 November 2010 kepada Sekda yang isinya "setuju saran wabup".Namun
keesokan harinya yaitu pada tanggal 11 November 2010 Bupati membuat disposisi
tambahan yang isinya adalah "limited" yang maksudnya adalah 1 (satu) unit Toyota Land
Cruiser Prado Type TX Limited.
- Bahwa setelah telaahan staf beserta disposisl tersebut diterima,terdakwa mengirimkan
surat No:027/216/KPA/Umum-2010 kepada Ketua Panitia 1 pengadaan barang Unit
Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pasaman Barat yang berisi Penetapan Pelelangan
Ulang yang di tandatangani oleh terdakwa.
- Bahwa perbuatan Terdakwa merubah rincian obyek belanja dari 2 unit kendaraan dinas
Bupati dan Wakil Bupati menjadi 1 unit kendaraan dinas Bupati saja merupakan perbuatan
melawan hukum melanggar Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah
Pasal 160 ayat (1): "Pergeseron anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan
antar jenis belanja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154 ayat (1) huruf b serta
pergeseran antar obyek belanja dalam jenis belanja dan antar rincian obyek belanja
diformulasikan dalam DPPA-SKPD". Bahwa kenyataannya perubahan rincian obyek
belanja dari 2 (dua) unit menjadi 1 (satu) tidak dituangkan dalam DPPA-SKPO.
Pasal 160 ayat (2): "Pergeseran antar rincian obyek belanja dalam obyek belanja
berkenaan dapat dilakukan atas persetujuan PPKD".Seharusnya perubahan rincian
obyek belanja tersebut tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan Kepala DPKAD
selaku PPKD namun nyatanya tetap dilakukan oleh Terdakwa.
- Bahwa perbuatan Terdakwa merubah rincian obyek belanja dari 2 unit kendaraan dinas
Bupati dan Wakil Bupati menjadi 1 unit kendaraan dinas Bupati saja juga merupakan
perbuatan melawan hukum melanggar Keppres No. 80 tahun 2003 tentang Pedoman
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Bagian ketiga, Prinsip Dasar Pasal 3 :
Pengadaan Barang/Jasa Wajib menerapkan Prinsip-prinsip:
a. Efisien, berarti pengadaan barang/jasa harus diusahakan dengan menggunakan
dana yang terbatas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu
sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan;
b. Efektif, berarti pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan yang
telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai
dengan sasaran yang telah ditetapkan;
c. ...
d. ...
e. ...
f. Akuntabet, berarti harus mencapai sasaran baik fisik, keuangan maupun
manfaat bagi kelancaran pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan
pelayanan sesuai dengan prinsip-prinsip serta ketentuan yang berlaku dalam
pengadaan barang/jasa.
Hal tersebut dikarenakan peran terdakwa selaku KPA tidak dapat melaksanakan
pengadaan 2 (dua) unit kendaraan dinas untuk Bupati dan Wakil Bupati tersebut
meskipun sudah tersedia anggaran yang cukup untuk itu yakni sejumlah total
Rp.1.400.000.000,- (sate milyar empat ratus juta rupiah), melainkan hanya mampu
mengadakan 1 (satu) unit kendaraan untuk Bupati saja (toyota prado) yang
notabene memiliki harga yang sangat tinggi dan merupakan pemborosan anggaran
serta tidak layak dan tidak tepat untuk digunakan Kepala Daerah tingkat II yang
belum lama terbentuk sehingga sisa anggaran tidak mencukupi pembelian

kendaraan untuk Wakil Bupati. Bahwa kegiatan pengadaan yang ddakukan oleh
terdakwa tersebut tidak menerapkan prinsip Efislen, Efektit, Akuntabel.
Bahwa selanjutnya Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa pada ULP melakukan Pelelangan
ulang dengan HPS baru tertanggal 10 November 2010 untuk I (satu) unit kendaraan Toyota
Land Cruiser Prado Type TX Limited sebesar Rp 1074.9()0.000,- (satu milyar tujuh puluh
empat juta sembilan ratus ribu rupiah). Bahwa pada pelelangan yang tersebut juga tidak
ada rekanan yang memasukkan Penawaran sehingga pelelangan ulang dinyatakan gagal
dan
ULP
mengirim
Laporan
Hasil
Pelelangan
Ulang
Nomor
.
14U.4/ULP.B.1/LHP/1/Pas_Bar/2010 tertanggal 23 Nopember 2010 kepada terdakwa.
Bahwa pada waktu yang tidak berbeda jauh setelah kembali dari Pasaman Barat saksi
OKTAVERI menyampaikan petunjuk yang diberikan oleh Terdakwa kepada saksi ARIFIN,
selanjutnya saksi ARIFIN mencari perusahaan yang memenuhi kriteria yang disebutkan oleh
Terdakwa dan akhirnya saksi ARIFIN menghubungi saksi VITARMAN yang merupakan
Direktur PT. Baladewa, dan saksi ARIFIN mengatakan kepada saksi VITARMAN bahwa ia
bermaksud menggunakan PT. Baladewa dalam urusan administrasi proses pengadaan
tersebut sementara nantlnya yang akan melaksanakan pembelian kendaraan tersebut
secara nyata adalah saksi ARIFIN sendiri dan alas kerjasama tersebut saksi VITARMAN akan
menerima imbalan. Kemudian saksi ARIFIN menyuruh saksi OKTAVERI untuk menemui saksi
VITARMAN dan setelah bertemu dengan saksi VITARMAN saksi OKTAVERI menelepon
Terdakwa dan meminta Terdakwa untuk menerangkan tentang pengadaan kendaraan
dinas yang dimaksud dan pada saat itu Terdakwa mengatakan kepada saksi VITARMAN
bahwa PT. Baladewa akan ditunjuk sebagai rekanan pelaksana melalui metode penunjukan
langsung karena pelelangan yang tidak diikuti baik oleh saksi ARIFIN maupun saksi
VITARMAN sudah dinyatakan gagal dua kali dan untuk itu agar saksi VITARMAN melengkapi
dokumen dan berkas yang diperlukan
Bahwa salah satu dokumen yang diperlukan adalah surat dukungan dealer yang mana pada
saat itu saksi VITARMAN meminta saksi ARIFIN untuk mencarikan dukungan dealer dalam
rangka melengkapi persyaratan untuk proses penunjukan langsung pengadaan tersebut
dan kemudian saksi ARIFIN menghubungi saksi FRANS H. WIJAVA yakni Direktur PT.
Intercom untuk membuatkan surat dukungan yang dimintakan oleh saksi VITARMAN
tersebut padahal kenyataannya PT. Intercom tidak memiliki Kemampuan untuk
menyediakan mobil jenis Prado karena PT. Intercom selaku distributor resmi Toyota hanya
menjual mobil yang telah ditetapkan oleh ATPM sementara mobil jenis Toyota Prado adalah
mobil yang tidak ada dalam daftar ATPM dan hanya dijual oleh importir umum oleh karena
Itu surat dukungan yang dibuat tersebut bukanlah surat resmi yang diterbitkan oleh PT.
Intercom namun hanya merupakan surat yang mengatasnamakan PT. Intercom dan dibuat
oleh saksi FRANS untuk memenuhi permintaan saksi ARIFIN.
Bahwa setelah saksi VITARMAN melengkapi dokumen yang dibutuhkan la bersama saksi
OKTAVERI pergi ke Pasaman Barat menemui Terdakwa di kantornya, selanlutnya terdakwa
memanggil Saksi BENDRI selaku Ketua Panitla I ULP ke dalam ruangan Terdakwa dan pada
saat Itu Terdakwa memperkenalkan saksi BENDRI kepada saksi VITARMAN dan saksi
OKTAVERI selaku salon rekanan yang akan mengadakan kendaraan dinas tersebut dan
terdakwa meminta saksi BENDRI untuk melakukan penunjukan langsung terhadap kegiatan
pengadaan tersebut dan seluruh kelengkapan administrasi untuk mengikuti proses
penunjukan langsung dilengkapi dan ditandatangani oleh saksi Vitarman di ruangan
Terdakwa. Pada saat itu Terdakwa juga menandatangani Surat Nomor :
027/217/KPA/Umum/2010 tertanggal 23 Nopember 2010 yang isinya meminta ULP untuk
melaksanakan Penunjukan Langsung terhadap paket Pekerjaan terse but.Selanjutnya
Panitia Unit I ULP melaksanakan proses Penunjukan Langsung tersebut.
Bahwa dalam proses penunjukan langsung pengadaan 1 (satu) unit kendaraan Dinas Bupati
dan Wakil Bupati saksi Vitarman mengajukan penawaran sebesar Rp.1_072.500.000,- (satu
milyar tujuh puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) dan selanjutnya setelah negosiasi,

disepakati nilai sebesar Rp.1.072.000.000,-. (sate milyar tujuh puluh dua juta rupiah).
Selanjutnya terdakwa mengeluarkan Surat nomor 027/218/KPA/Umum-2010 tanggal 3
Desember 2014 yang ditujukan kepada ULP yang menetapkan PT. Baladewa Indonesia
memenuhi syarat dan lulus evaluasi sebagai rekanan kegiatan pengadaan 1 (sate) unit
kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati.
Kemudian diterbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (Gunning) Nomor
027/176/SP/2010 tanggal 13 Desember 2010 yang dibuat dan ditandatangani oleh
terdakwa. Setelah itu dilaksanakan penandatanganan kontrak antara Vitarman (Direktur
PT. Baladewa Indonesia) dengan terdakwa (Kuasa Pengguna Anggaran) dan juga pada
tanggal yang lama diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dengan masa kerja selama
10 (sepuluh hari) kalender.
Bahwa kegagalan lelang sebanyak dua kali tersebut dengan kondisi terjadi berbagai
perubahan diantaranya perubahan rincian obyek belanja dari 2 (dua) unit kendaraan untuk
Bupati dan Wakil Bupati menjadi 1 (satu) unit saja merupakan serangkaian perbuatan yang
dilakukan oleh terdakwa dalam rangka memuluskan jalan agar saksi ARIFIN dapat
ditetapkan sebagai rekanan dalam pengadaan kendaraan tersebut seperti yang sejak awal
diinginkan oleh saksi ARIFIN dan diinstruksikan oleh Bupati Pasaman Barat kepada
terdakwa.
Bahwa perbuatan Terdakwa merupakan perbuatan melawan hukum melanggar KepPres
No. 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Bagian ketiga,
Prinsip Dasar Pasal 3 :
Pengadaan Barang/Jasa Wajib menerapkan Prinsip-prinsip:
i.
Adil/tidak diskriminatif, berarti memberikan perlakuan yang sama bagi
semua talon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberikan
keuntungan kepada pihak tertentu dan ataupun alasan apapun.
Bahwa perbuatan terdakwa merupakan perbuatan melawan hukum tidak saja dalam arti
formil yaitu terdakwa sejak awal telah mengarahkan talon rekanan tertentu sebagai
pelaksana kegiatan namun juga secara materil yakni merusak rasa keadilan dan kejujuran
dalam masyarakat dalam hal kerjasama kecurangan yang dilakukan oleh terdakwa bersama
ARIFIN AGROSURIO dan VITARMAN dalam upaya menjadikan ARIFIN AGROSURIO dan
VITARMAN sebagai pelaksana kegiatan pengadaan kendaraan dinas tersebut.
Bahwa kegiatan pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat Tahun
Anggaran 2010 berpedoman kepada Keppres nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007, Bahwa perbuatan Terdakwa
memerintahkan penunjukan langsung terhadap PT Baladewa merupakan perbuatan
melawan hukum melanggar ketentuan dalam Lampiran I Keppres Nomor. 80 Tahun 2003
Bab I Huruf C angka 1 yang berbunyi : "Penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal
memenuhi kriteria sebagai berikut:
a) penanganan darurat untuk pertahanan negara, keamanan dan keselamatan
masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda/harus dilakukan
segera; dan/ atau
b) penyedia jasa tunggal; dan/atau
c) pekerjaan yang perlu dirahasiakan Yang menyangkut pertahanan dan keamanan
negara yang ditetapkan oleh Presiden; dan/atau
d) pekerjaan yang berskala kecil dengan ketentuan : untuk keperluan sendiri, mempunyai
resiko kecil, menggunakan teknologi sederhana, dilaksanakan oleh penyedia jasa
usaha orang perseorangan dan badan usaha kecil, dan/atau bernilai sampai dengan
Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah); dan/atu
e) pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh pemegang hak paten atau pihak yang
telah mendapat ijin."
Bahwa Proses pembelan kendaraan d na tersebut sepenuhnya dilaksanakan oleh saksi

ARIFIN dengan cara saksi ARIFIN membels 1 (satu) unit Toyota Prado TX kepada CV. Cahaya
Mobilindo yang juga dimiliki oleh saksi FRANS dan dikelola oleh saksi NORLI. Pada saat itu
saksi FRANS meminta saksi NORLI untuk membantu saksi ARIFIN mendapatkan 1 (satu) unit
Toyota Prado TX Limited lalu saksi NORLI menghubungi rekan bisnisnya di Jakarta dan
berhasil mendapatkan unit yang diminta tersebut dan selanjutnya kendaraan tersebut
dijual kepada saksi ARIFIN dengan harga Rp 860.000.000,-(delapan ratus enam puluh juta
rupiah)
Bahwa setelah dilakukan pemeriksaan terhadap perkara ini saksi ARIFIN meminta kepada
saksi FRANS untuk dibuatkan kuitansi jual beli 1 (satu) unit prado tersebut seolah-olah
terjadi antara saksi VITARMAN dan PT Baladewa dengan PT. Intercom.
Bahwa selanjutnya pada tanggal 20 Desember 2010 saksi ARIFIN dan saksi VITARMAN atas
nama PT Baladewa Indonesia menyerahkan 1 (satu) unit mobil Toyota Land Cruiser Prado
2.7 4 WD A/T dengan logo "TX Limited" padahal faktanya mobil tersebut bukan tipe "TX
Limited" melainkan tipe "TX standard edition'. Perbedaan tipe tersebut tidak diketahui oleh
Tim Pemeriksa Barang karena terdakwa sengaja menunjuk anggota tim yang tidak memiliki
kompetensi yang memadai dalam melakukan pemeriksaan sehingga pada saat itu tim
langsung berkesimpulan bahwa kendaraan yang datang tersebut telah sesuai dengan
spesifikasi pada kontrak. Bahwa perbedaan spesifikasi kendaraan Toyota Prado yang
didatangkan tersebut dengan spesifikasi kendaraan yang tertuang dalam kontrak
diantaranya adalah pada kontrak terdapat spesifikasi "automatic seat" sedangkan pada
kendaraan yang datang tersebut tidak terdapat spesifikasi tersebut. Hal ini didukung oleh
keterangan dan saksi SUPARMAN yang merupakan karyawan dari PT. MULTI SENTRA yakni
importir umum yang mendatangkan 1 (satu) unit kendaraan Toyota Prado tersebut
pertama kali di Indonesia dengan kondisi "Toyota Prado TX Standar" bukan "Toyota Prado
TX Limited" dan tidak terdapat spesifikasi automatic seat"seperti yang tercantum pada
kontrak. Hal ini kembali dikuatkan dengan keterangan dan saksi )ONO HANS yakni karyawan
dari PT.DK JAYA MOTOR yang merupakan dealer/showroom pertama yang membeli 1 (satu)
unit kendaraan Toyota Prado tersebut dari PT. MULTI SENTRA seharga kp.675.000,000,(enam ratus tujuh puluh lima juta rupiah), saksi JONO menambahkan bahwa
perusahaannya kembali menjual 1 (satu) unit kendaraan "Toyota Prado TX Standar"
tersebut kepada Kencana Motor seharga Rp.680.000.000,-(enam ratus delapan puluh juta
rupiah) kemudian setelah beberapa waktu PT.DK JAYA MOTOR yang merupakan
dealerrshowroom pertama yang membeli kendaraan tersebut dan Impotir umum
menerima permintaan penerbitan faktur pembelian dan surat-surat lainnya untuk
kepemilikan atas nama Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat. Saksi JONO juga
menjelaskan bahwa kendaraan tersebut adalah "Toyota Prado TX Standar" bukan "Toyota
Prado TX Limited" dan tidak terdapat spesifikasi "automatic seat", ia juga mengatakan
bahwa spesifikasi "automatic seot"tersebut pernah ia lihat pada "Toyota Prado TX Limited"
yang adashowroom PT.DK JAYA MOTOR, spesifikasi tersebut adalah pada bangku baris
ketiga kendaraan tersebut dapat melipat dengan sendirinya dengan hanya menekan
tombol yang ada dan spesifikasi tersebut tidak terdapat pada "Toyota Prado TX Standar"
yang diadakan untuk Pemda Kab. Pasaman Barat,
Bahwa terdakwa juga tidak melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap 1 (sate) unit
kendaraan yang diserahkan PT Baladewa Indonesia tersebut meskipun sebelumnya
terdakwa telah melakukan survey terhadap kendaraan tersebut ke Jakarta dan terdakwa
telah mengetahui bahwa spesifikasi kendaraan yang datang tersebut tidak sesuai dengan
kontrak dan berbeda dari yang terdakwa lihat sewaktu survey.
Bahwa perbuatan Terdakwa Drs HENDRI, MM yang tidak melakukan pemeriksaan dan
penilaian terhadap 1 (satu) unit mobil dinas Bupati yang diserahkan PT Baladewa Indonesia
merupakan perbuatan melawan hukum yang bertentangan dengan Pasal 36 ayat (2) dan
(3) Keppres nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden

Nomor 95 Tahun 2007 sebagai berikut:


(2) Pengguna barang/jasa melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah
diselesaikan, baik secara sebagian atau seluruh pekerjaan, dan menugaskan penyedia
barang/jasa untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan
sebagaimana yang disyaratkan dalam kontrak.
(3) Pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil
pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak.
- Bahwa pada tanggal 27 Desember 1010 Vitarman menerima pembayaran untuk pengadaan
I (satu) unit kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut sesuai dengan Surat Perintah
Pencairan Dana (SP2D) No: 6064/SP2D/LS/2010 tanggal 27 Desember 2010 setelah
dipotong pajak yaitu sebesar Rp. 959.927.273,- (sembilan ratus lima puluh sembilan juta
sembilan ratus dua puluh tujuh juta ribu dua ratus tujuh puluh tiga rupiah) melalui Rekening
PT. Baladewa di Bank Nagari Cabang Utama Padang No.2100.0103.01295.8.
- Bahwa setelah uang masuk ke rekening PT. Baladewa, Vitarman menyerahkan 4 (empat)
lembar cek kepada Arifin .Argosurio untuk mencairkan uang tersebut dan Vitarman
mendapatkan uang sejumlah Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dari Arifin Argosurio
sebagai imbalan karena telah meminjamkan perusahaannya kepada Arifin Argosuno.
Maka dari fakta yang tertuang di atas berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan
dipersidangan, keterangan Ahli, alat bukti Surat, keterangan terdakwa dan adanya barang
bukti maka serangkaian perbuatan terdakwa adalah memenuhi unsur melawan hukum dan
telah dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan menurut hukum.
d.3. Unsur "melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi".
Bahwa dengan memperhatikan perumusan ketentuan tentang tindak pidana korupsi,
dapat diketahui bahwa unsur "melawan hukum" dari ketentuan tindak pidana korupsi tersebut
merupakan sarana untuk melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau
korporasi.
Yang dimaksud dengan "memperkaya" adalah perbuatan yang dilakukan untuk menjadi
lebih kaya (lagi) dan perbuatan ini sudah tentu dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara
menjual/membeli,menanda tangani kontrak,memindahbukukan dalam bank, dengan syarat
tentunya dilakukan secara melawan hukum.
Unsur "memperkaya" seperti tersebut diatas adalah pertimbangan hukum dari putusan
Pengadilan Tinggi Tangerang tanggal 13 Mei 1992 Nornor : : 18/Pid/B/1992/PN.TNG yang
menyebutkan bahwa yang dimaksud dengar. "memperkaya" adalah menjadikan orang yang
belum kaya menjadi kaya atau orang yang sudah kaya bertambah kaya.
Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan berdasarkan keterangan saksisaksi yang dihadirkan dipersidangan, keterangan Ahli, alat oukti Surat, keterangan terdakwa dan
adanya barang bukti, maka diperoleh fakta hukum sebagai berikut :
- Bahwa Bahwa pada tanggal 27 Desember 2010 Vitarman menerima pembayaran untuk
pengadaan 1 (sate) unit kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut sesuai dengan
Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) No: 6064/SP2D/LS/2010 tanggal 27 Desember 2010
setelah dipotong pajak yaitu sebesar Rp. 959.927.273, (sembilan ratus lima puluh sembilan
juta sembilan ratus dua puluh tujuh juta ribu dua ratus tuluh puluh tiga rupiah) melalui
Rekening PT. Baladewa di Bank. Nagari Cabang Utama Padang No.2100.0103.01295.8.
- Bahwa setelah uang masuk ke rekening PT Baladewa, Vitarman menyerahkan 4 (empat)
lembar cek kepada Arifin Argosurio untuk rnencairkan uang tersebut dan Vitarman
mendapatkan uang sejumlah Rp-10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dari Arifin Argosurio
sebagai imbalan karena telah meminjamkan perusahaannya kepada Arifin Argosurio.
- Berdasarkan uraian fakta di atas perbuatan terdakwa adalah jelas memperkaya orang lain
yakni saksi Arifin Argosurio sejumlah nilai kontrak yang dicairkan dan dikurangi potongan
pajak yakni sebesar Rp. 959.927.273,- (sembilan ratus lima puluh sembilan juta sembilan

ratus dua puluh tujuh juta ribu dua ratus tujuh puluh tiga rupiah) atau setidaknya selislh
keuntungan pembelian 1 (satu) unit loyota Prado fX tersebut dengan uang yang diterima
oieh Anfin Argosuriomelalui Rekening PT. Baladewa.
Maka berdasarkan uraian fakta yang tertuang di atas yang diperoleh dari keterangan saksisaksi,
Surat, keterangan terdakwa dan adanya barang bukti maka unsur memperkaya diri sendiri atau
orang lain menurut Penuntut Umum telah dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan
menurut hukum.
d.4 Unsur "yang dapat merugikan keuangan Negara atau Perekonomian Negara".
Yang dimaksud dengan "Merugikan" adalah sama artinya dengan menjadi rugi atau
berkurang, sehingga dengan demikian yang dimaksud dengan unsur " merugikan keuangan
Negara" adalah sama artinya dengan menjadi ruginya keuangan Negara atau berkurangnya
keuangan Negara.
Bahwa keuangan Negara di dalam penjelasan Umum Undang-undang Nomor 31 tahun
1999disebutkan bahwa keuangan Negara adalah seluruh kekayaan Negara dalam bentuk
apapun yang dipisahkan atau Yang tidak dipisahkan termasuk di dalamnya segala bagian
kekayaan Negara dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena :
1. Berada dalam penguasaan,pengurusan, dan pertanggung jawaban pejabat lembaga
Negara, baik tingkat pusat maupun di daerah.
2. Berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggung jawaban Badan Usaha Milik
Negara /Badan Usaha Milik Daerah, yayasan, badan hukum dan perusahaan yang
menyertakan modal Negara, atau perusahaan yang menyertakan modal Negara, atau
perusahaan yang menyertakan modal pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan Negara.
Dengan tetap berpegang pada arti kata "merugikan" yang sama artinya dengan menjadi
rugi atau menjadi berkurang maka apa yang dimaksud dengan unsur "merugikan perekonomian
Negara "adalah sama artinya dengan perekcnomian Negara menjadi rugi atau perekonomian
Negara menjadi kurang berjalan.
Berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan dari keterangan saksi-saksi yakni:
- Bahwa pada tanggal 20 Desember 2010 saksi ARIFIN dan saksi VITARMANatas nama PT
Baladewa Indonesia menyerahkan 1 (satu) unit mobil Toyota Land Cruiser Prado 2.7 4 WD
A/T dengan logo "TX Limited" padahal faktanya mobil tersebut bukan tipe "TX Limited"
melainkan tipe "TX standard edition". Perbedaan tipe tersebut tidak diketahui oleh Tim
Pemeriksa Barang karena terdakwa sengaja menunjuk anggota tim yang tidak memiliki
kompetensi yang memadai dalam melakukan pemeriksaan sehingga pada saat itu tim
langsung berkesimpulan bahwa kendaraan yang datang tersebut telah sesuai dengan
spesifikasi pada kontrak. Bahwe perbedaan spesifikasi kendaraan Toyota Prado yang
didatangkan tersebut dengan spesifikasi kendaraan yang tertuang dalam kontrak
diantaranya adalah pada kontrak terdapat spesifikasi "automatic seat" sedangkan pada
kendaraan yang datang tersebut tidak terdapat spesifikasi tersebut. Hal ini didukung oleh
keterangan dari saksi SUPARMAN yang merupakan karyawan dan PT. MULTI SENTRA yakni
importir umum yang mendatangkan 1 (satu) unit kendaraan Toyota Prado tersebut
pertama kali di Indonesia dengan kondisi "Toyota Prado TX Standar" bukan "Toyota Prado
TX Limited" dan tidak terdapat spesifikasi "automatic seat"seperti yang tercantum pada
kontrak. Hal ini kembali dlkuatkan dengan keterangan dari saksi )ONO HANS yakni
karyawan dari PT.DK JAYA MOTOR yang merupakan dealer/showroom pertama yang
membeli 1 (satu) unit kendaraan Toyota Prado tersebut dari PT. MULTI SENTRA seharga
Rp.675.000.000,-(enam ratus tujuh puluh lima juta rupiah), saksi JONO menambahkan
bahwa perusahaannya kembali menjual 1 (satu) unit kendaraan "Toyota Prado TX Standar"
tersebut kepada Kencana Motor seharga Rp.680.000.000,-(enam ratus delapan puluh juta
rupiah) kemudian setelah beberapa waktu PT.DK IAYA MOTOR yang merupakan
dealer/showroom pertama yang membeli kendaraan tersebut dari Impotir umum

menerima permintaan penerbitan faktur pembelian dan surat-surat lainnya untuk


kepemilikan atas nama Pemerintah Daerah Kab. Pasaman Barat. Saksi JONO juga
menjelaskan bahwa kendaraan tersebut adalah "Toyota Prado TX Standar' bukan "Toyota
Prado TX Limited" dan tidak terdapat spesifikasi "automatic seat", is juga mengatakan
bahwa spesifikasi "automatic seat"tersebut pernah is lihat pada "Toyota Prado TX Limited"
yang adashowroom PT.DK JAYA MOTOR, spesifikasi tersebut adalah pada bangku baris
ketiga kendaraan tersebut dapat melipat dengan sendirinya dengan hanya menekan
tombol yang ada dan spesifikasi tersebut tidak terdapat pada "Toyota Prado TX Standar"
yang diadakan untuk Pemda Kab. Pasaman Barat
Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan berdasarkan keterangan ahli
dari BPKP Perwakilan Propinsi Sumatera Barat dan berdasarkan Laporan Hasil Audit
Penghitungan Kerugian Negara oleh BPKP Perwakilan Propinsi Sumatera Barat Nomor : SR1422/PW03/V/2013 tanggal 3 Juni 2013 dengan kesimpulan bahwa akibat pengadaan
kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,
mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.276.887.273,00 (dua ratus tujuh puluh
enam juta delapan ratus delapan puluh tujuh juta dua ratus tujuh puluh tiga rupiah) dengan
rincian sebagai berikut
1) Nilai Kontrak/Sp20
: Rp
1.072.000.000,00
2) Potongan
PPN
: Rp
97.454.545,00
PPh Pasal 2
: Rp
14.618 182,00
Leges Daerah (0,75 %)
: Rp
8.040.000,00
Jumlah Potongan
: Rp
120.112.727,00
3) Jumlah Penerimaan Bersih
: Rp
951.887.273,00
4) Harga Pembelian Toyota Prado
: Rp
675.000.000,00
5) Keuntungan rekanan/
: Rp
276.887.273,00
(kerugian keuangan negara)
Bahwa dari keterangan saksi-,aksi, Ahli dipersidangan, alat bukti Surat, dan adanya
barang bukti maka maka unsur "yang dapat merugikan keuangan Negara atau Perekonomian
Negara"menurut Penuntut Umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.
d.5. Unsur "yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan".
Bahwa Menurut Satochid Kartanegara mengatakan mengartikan deelneming apabila
dalam suatu delik tersangkut beberapa orang atau lebih. Menurut doktrin, deelneming
menurut sifatnya terdiri atas :
- Deelneming yang berdiri sendiri, yakni pertanggungjawaban dari tiap-tiap peserta dihargai
sendiri-sendiri;
- Delneming yang tidak berdiri sendiri, yakni pertanggungjawaban dari peserta yang satu
digantungkan pada perbuatan peserta yang lain. (Vide Lenden Marpaung, Asas-7eoriPraktik
Hukum Pidana, hlm. 77.)
Orang yang melakukan. Maksud dan kalimat ini adalah barang siapa yang melakukan
"sendiri" suatu perbuatan yang dilarang oleh undang-undang atau barang siapa yang
melakukan sesuatu akibat, yang dilarang oleh undang undang. Dari uraian tersebut dapat
diambil kesimpulan bahwa pelaku adalah barang siapa yang memenuhi semua unsur dari yang
terdapat dalam perumusan-perumusan dehct. (Vide Satochid Kartanegara, Hukum Pidana
(Kumpulan Kuliah),hlm. 1 dan 4).
Selanjutnya yang turut serta melakukan Dalam turut serta melakukan suatu tidak
pidana harus ada kesadaran dan tiap-tiap pelaku yang melaksanakan delik tersebut. Menurut
Jan Remmelink ada dua bentuk kesengajaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh
sejumlah pelaku (keturutsertaan), (1) kesengajaan (untuk memunculkan) akibat delik; dan (2)
kesengajaan untuk melakukan kerja saina. Tidak ada rencana dan kesepakatan dibuat terlebih
dahulu. Sebaliknya yang berlu dibuktikan hanya adanya saling pengertian diantara sesama

pelaku dan pada saat perbuatan diwujudkan masing-masing pelaku bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama. Seorang medepleger tidak disyaratkan untuk secara tuntas
memenuhi semua unsur delik. Tidak pelaksanaan delik tidak seluruhnya harus diwujudkan oleh
turut pelaku (medepleger) (vide Jan Remmelink, h1m.314 dan 317).
Bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dari pemeriksaan dipersidangan dari
keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa, surat dan barang bukti bahwa perbuatan
Terdakwa Drs.HENDRI, MM adalah dilakukan bersama-sama dengan saksi ARIFIN AGROSURIO
dan Saksi VITARMAN (masih dalam penyidikan) dapat digolongkan pada kualifikasi orang yang
melakukan atau turut serta melakukan. Bahwa orang yang turut serta melakukan dalam arti
bersama-sama melakukan suatu tindakan, yang mana subjeknya paling sedikit adalah 2 orang.
Menurut Hoge Raad turut serta melakukan dapat terjadi dalam berbagai bentuk:
a. Setiap orang yang sama-sama mengerjakan secara sempurna suatu tindakan pidana
disebut petindak-petindak atau pelaku-pelaku, tetapi dibenarkan pula untuk menyebut
mereka sebagai turut serta melakukan atau pelaku peserta.
b. Jika A mengerjakan secara sempurna suatu tindak pidana sebagai dirumuskan dalam
Undang-undang, sedangkan peserta-peserta lainnya hanya mengerjakan sebagian saja,
maka dilihat dari sudut A itu sendiri dia adalah pelaku tetapi karena A bekerja sama dengan
orang lain maka a dapat juga dikwalifisir sebagai pelaku peserta.
Berdasarkan fakta yang terungkap dari pemeriksaan persidangan dari keterangan
saksi-saksi, keterangan terdakwa, alat bukti surat dan adanya barang bukti didapatkan
kesimpulan bahwa antara terdakwa Drs. HENDRI, MM dari awal telah terjalin hubungan dan
suatu kerjasama dengan sedemikian rupa dengan ARIFIN AGROSURIO dan VITARMAN dalam
hal persiapan dan pelaksanan proyek pengadaaan kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati
Pasaman Barat dengan maksud agar pekerjaan pengadaan tersebut dapat dilaksanakan oleh
ARIFIN AGROSURIO dan ARIFIN AGROSURIO memperoleh keuntungan yang besar dari
pengadaan tersebut dengan jalan kendaraan yang didatangkan tidak sesuai/kurang dari
spesifikasi yang tertuang dalam kontrak dan hal tersebut sudah dikondisikan bersama dengan
terdakwa selaku Kuasa Pengguna Anggaran/Barang. Tindakan terdakwa tersebut bersama
dengan ARIFIN AGROSURIO dan VITARMAN adalah serangkaian perbuatan/tindakan melawan
hukum sebagaimana telah tertuang dalam pembuktian unsur "secara melawan hukum" dari
dakwaan Primair, sehingga perbuatan terdakwa dapat dikualifikasikan sebagai "yang
melakukan perbuatan/turut serta melakukan perbuatan.
Dengan demikian unsur ini menurut Penuntut Umum telah dapat dibuktikan secara
sah dan meyakinkan menurut hukum.
Berdasarkan uraian-uraian seperti tersebut diatas maka semua unsur pasal yang
termuat dalam pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nornor 31 Tahun
1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah
dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal ; S ayat (1) ke 1 KUHP telah terbukti
ada dalam perbuatan terdakwa.
Dengan telah terpenuhinya seluruh unsur-unsur Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana
telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1)
ke 1 KUHP, kami berpendapat bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan
bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan pada dakwaan Primair sehingga
dakwaan selanjutnya tidak perlu kami buktikan. Bahwa selanjutnya berdasarkan fakta yang
terungkap dipersidangan diperoleh kesimpulan bahwa terdakwa tidak menerima dan juga
tidak menikmati aliran dana yang bersumber dan keuntungan yang diperoleh oieh rekanan
yang berasal dari beberapa perbuatan melawan hukum yang terdakwa lakukan bersama
rekanan maka terhadap hat tersebut Penuntut Umum memandang adalah adil dan pantas
kepada terdakwa tidak dibebankan pidana tambahan berupa uang pengganti.
Selanjutnya, memperhatikan bahwa selama pemeriksaan di persidangan tidak
ditemukan alasan pembenar atau alasan pemaaf yang dapat menghapus pertanggungjawaban

pidana terhadap terdakwa, dan perbuatan terdakwa telah melanggar hukum, maka terdakwa
harus dihukum sesuai dengan kesalahannya.
Sebelum mengajukan tuntutan terhadap terdakwa, kami akan kemukakan hal-hal yang
kami jadikan pertimbangan yakni sebagai berikut:
Hal-hal yang memberatkan:
1. Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan
korupsi.
2. Terdakwa tidak merasa bersalah atas tindakannya.
Hal-hal yang meringankan:
1. Terdakwa adalah kepala rumah tangga yang mempunyai tanggung jawab keluarga.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut, kami Penuntut Umum pada perkara ini,
memperhatikan Ketentuan undang-undang yang bersangkutan,
MENUNTUT
Supaya Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas i A Padang yang memeriksa dan
mengadili perkara ini memutuskan:
1. Menyatakan Terdakwa Drs. HENDRI, MM bersalah melakukan TURUT SERTA MELAKUKAN TINDAK
PIDANA KORUPSI" sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Primair melanggar
Pasal 2 ayat (1) UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah
dirubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No. 31
Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal S5 ayat (1) ke-1 KUFI Pidana;
Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Drs. HENDRI, MM dengan pidana penjara selama 5 (lima)
tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan dengan perintah agar terdakwa tetap
ditahan;
2. Menjatuhkan pidana denda terhadap Terdakwa Drs. HENDRI, MM sebesar Rp.200.000.000,- (dua
ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar denda tersebut maka
diganti dengan kurungan selama 4 (empat) bulan;
3. Menyatakan barang bukti berupa:
BB-01 sampai dengan BB-70;
Dipergunakan dalam Perkara lain
Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah)
Demikian tuntutan pidana ini kami bacakan pada sidang hari Selasa tanggal 05 Mei 2015.
PENUNTUT UMUM

AKHIRUDDIN, SH
AJUN JAKSA MADYA NIP.198507192005011002