Anda di halaman 1dari 2

ETHYLEN MEMPERCEPAT PROSES PEMASAKAN

BUAH MELON
Oleh Budiyono Jayus pada 11 Oktober 2011 pukul 10:53
Ethylen adalah hormon tumbuh yang secara umum berlainan dengan hormon lainnya seperti
auxin, gibberellin dan cytokinin. Dalam keadaan normal, ethylen berada dalam bentuk gas
(C2 H4) dengan struktur kimia yang sangat sederhana.
Ethylen dihasilkan pada proses respirasi buah, daun dan jaringan lainnya di dalam tanaman.
Karena dihasilkan oleh tanaman dalam jumlah banyak maka hormon ini dapat mempercepat
pemasakan buah.
Struktur kimia ethylen sangat sederhana sekali yaitu terdiri dari dua atom karbon dan empat
atom hidrogen seperti yang terlihat pada struktur kimia pada skema 1 :
Biosintesis ethylen terjadi di dalam jaringan tanaman yaitu terjadi perubahan dari senyawa
awal asam amino methionine atas bantuan cahaya dan FMN ( Flavin Mono Nucleotida )
menjadi methionil. Senyawa tersebut mengalami perubahan atas bantuan cahaya dan FMN
menjadi ethylen, methyl disulphide dan formic acid seperti pada skema 2 :
Akhir-akhir ini zat tumbuh etilen hasil sintetis (buatan manusia) banyak yang beredar dan
diperdagangkan bebas dalam bentuk larutan adalah Ethrel atau 2 - Cepa.
Ethrel inilah yang dalam praktek sehari-hari banyak digunakan oleh petani-petani melon di
Jawa Timur, khususnya karesidenan Madiun untuk mempercepat proses pemasakan buah
melon. Ethrel adalah zat tumbuh 2 - Chloro sthyl phosphonic acid (2 - Cepa ) dengan rumus
bangun pada skema 3
Pada pH di bawah 3,5 molekulnya stabil, tetapi pada pH di atas 3,5 akan mengalami
disintegrasi membebaskan gas etilen, khlorida dan ion fosfat.
Karena sitoplasma tanaman pHnya lebih tinggi daripada 4,1 maka apabila 2 - Cepa masuk ke
dalam jaringan tanaman akan membebaskan etylen. Kecepatan disintegrasi dan kadar etylen
bertambah dengan kenaikan pH. Sudah diketahui bahwa untuk mempercepat proses
pemasakan buah dipakai karbit yang juga mengeluarkan gas etylen tetapi jika dibandingkan
dengan penggunaan ethrel atau 2 - Cepa ternyata bahwa penggunaan ethrel atau 2-Cepa lebih
baik pengaruhnya daripada karbit baik dari segi waktu, warna, aroma dan cara
penggunaannya pada buah yang telah masak.
CARA APLIKASI :
Cara menggunakan ethrel adalah dengan mengencerkan larutan terlebih dahulu. Biasanya
konsentrasi yang digunakan adalah + 30 cc / lt. air. Penggunaan dosis dengan konsentrasi
yang terlalu rendah memberikan efektivitas yang kurang baik sebaliknya bila konsentrasi
terlalu tinggi akan memberikan suatu pemborosan. Setelah larutan ethrel diencerkan ( 30 cc /
lt. air ) disemprot pada tanaman melon yang berumur antara 57 - 60 hari setelah pindah
tanam.

Di sini perlu diperhatikan bahwa :


1. Bagian buah melon yang disemprot hanya 2/3 bagian dari bawah ke atas. Usahakan agar
penyemprotan tidak mengena pada tangkai buah karena akan mempercepat buah menjadi
rontok.
2. Apabila penyemprotan ethrel dilakukan pada buah melon yang belum tua (belum masak)
lalu buah tersebut segera dipetik akan memberikan pengaruh yang negatif terutama pada
warna, rasa dan aroma.
3. Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan antara jam 10.00 - 11.00 WIB siang dengan
harapan sudah tidak ada embun yang melekat pada buah sehingga ethrel yang disemprot
langsung kena pada buah. Bila sehabis semprot langsung turun hujan, maka reaksi ethrel
tidak akan efektif.
4. Lamanya waktu antara 3 - 4 hari setelah disemprot maka buah melon siap dipanen dengan
kualitas buah yang standar (warna, rasa dan aroma).
5. Bagaimanapun juga baiknya ethrel dalam proses percepatan pemasakan buah melon, tetapi
tetap ada saja efek negatifnya, yaitu buah melon harus segera dipetik (kurun waktu 3-4 hari),
mengurangi lamanya daya simpan dan dapat mengecewakan pembeli karena terkecoh oleh
warna yang menarik tetapi buah melonnya sendiri kurang umur (kurang masak) sehingga
rasanya tidak manis.
MENGAPA ETHYLEN MEMPERCEPAT PROSES PEMASAKAN BUAH MELON
Mobilitas Ethylen Dalam Buah
Secara teoritis dari segi fisiologis tanaman disebutkan bahwa mekanisme / kerja ethylen
dalam proses pemasakan buah adalah :
1. Pada tingkat molekular C2H4 (ethylen ) dapat terikat pada ion logam pada enzim atau ikut
serta dalam sistem pengangkutan elektron yang khusus.
2. Pada tingkat sel, C2H4 menambah permeabilitas membran sel maupun membran-membran
bagian sub seluler sehingga membuatsubstrat lebih mudah dapat dicapai oleh enzim-enzim
yang bersangkutan karena C2H4 mudah larut dalam air dan lemak.
3. Dengan mudahnya enzim mencapai substrat menyebabkan terjadinya percepatan proses
respirasi di dalam buah dan mempercepat proses perubahan karbohidrat menjadi gula pada
proses pemasakan tersebut.