Anda di halaman 1dari 25

COMPOUNDING AND DISPENSING

RENCANA PEMBELIAN OBAT DAN TATA LETAK APOTEK

Disusun oleh :
Apoteker XXX
NAMA

NIM

PROFESI APOTEKER
UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Pendirian Apotek


Berdasarkan KepMenkes No. 1027/MENKES/SK/IX/2004, Apotek
adalah tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan
penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari rantai distribusi obat, Apotek berkewajiban memberikan
pelayanan obat dengan atau tanpa resep dokter. Menurut PP 51 tahun 2009
tentang Pekerjaan Kefarmasian, Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian
tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker.
Dalam hal meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerintah melakukan
pembangunan diberbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah di bidang
kesehatan. Pembangunan dibidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Faktor
penunjang utuk melaksanakan pembangunan dibidang kesehatan antara lain
adalah ketersediaan obat yang terjangkau luas oleh masyarakat dengan
kualitas yang memadai, sistem distribusi dan pelayanan obat yang baik, serta
ketersediaan sarana pelayanan obat dan sarana pelayanan kesehatan yang
memadai.
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kefarmasian yag
berperan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan yang diharapkan dapat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Peran serta apotek dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah dengan melakukan
pekerjaan kefarmasian, menyediakan dan menyalurkan perbekalan farmasi
yang diperlukan dalam menyelenggarakan upaya kesehatan dan juga
memberikan informasi obat yang dibutuhkan untuk mencegah timbulnya
menyalah gunaan obat.
Apotek merupakan institusi yang dalam pelaksanaannya mempunyai
dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (patient oriented) dan unit
2

bisnis (profit oriented). Fungsi apotek sebagai unit pelayanan kesehatan dalah
menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat untuk mencapaiderajat
kesehatan yang optimal. Sedangkan fungsi apotek sebagai unit bisnis, adalah
untuk memperoleh laba (keuntungan). Dalam perkembangannya saat ini
kegiatan pelayaan kefarmasian yang awalnya hanya fokus pada pengelolaan
obat sebagai komuditi menjadi pelayanan yang fokus pada pasien yang
bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Untuk berpartisipasi membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pembangunan
dibidang kesehatan, khususnya dalam menyediakan obat yang berkualitas dan
memberikan informasi obat kepada masyarakat serta semakin meningkatnya
kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan (termasuk pelayan obat), serta
terjadinya ketidakmerataan distribusi obat dimasyarakat. Hal inilah yang
mendorong untuk membuat perencanan pendirian Apotek KANGEN WARAS
di JL. Let. Jend. Sutoyo No.46. Banjarsari, Surakarta

B.

Tujuan
1. Sebagai tempat untuk pengabdian profesi apotek.
2. Melayani kebutuhan obat, alat kesehatan serta perbekalan farmasi lainnya
sesuai dengan kebutuhan obat, bahan obat, alat kesehatan serta pembekalan
farmasi lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan berorentasi
kepada

kepentingan

dan

kepuasan

pasien

sebagai

implementasi

kompentensi profesi farmasi.


1. Memberikan dan menyediakan informasi, edukasi dan konsultasi kesehatan
kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat
tentang kesehatan, khususnya obat dan cara pengobatan yang tepat.
2. Dapat tercapainya pengobatan yang tepat dana rasional dari ospek farmasi
berdasarkan bukti ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan.
3. Memberikan peluang kerja bagi masyarakat.

C.

Visi dan Misi


1. Visi
Menjadi apotek yang dapat memberikan pelayanan kefarmasian yang
berkualitas informative, memberikan memuaskan konsumen dengan
mengutamakan pada patient oriented dan menerapakan pharmaceutical
care, serta mendapat keuntungan yang optimal.
2. Misi
Misi dari Apotek KANGEN WARAS ini adalah
a.

Melaksanakan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat, dan


informatif dengan menerapkan konsep pharmaceutical care secara
profesional.

b.

Menerapkan prinsip-prinsip islam dalam pelayanan kefarmasian dan


hubungan antar pekerja di apotek.

c.

Menyediakan obat, alat kesehatan, dan perbekalan kefarmasian


lainnya yang lengkap, berkualitas, dan terjangkau oleh masyarakat.

d.

Ikut menjaga dan memantau penggunaan obat di masyarakat.

e.

Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja apotek dan pemilik modal


serta menerapkan manajemen living company agar tenaga kerja di
apotek merasa bersemangat untuk bekerja dan loyal.

f.

Menjaga kerjasama dengan teman sejawat dan supplier apotek.

g.

Mencegah terjadinya penyalahgunaan obat.

D. Strategi
1. Menjamin bahwa seluruh proses terapi obat pasien yang diberikan
merupakan terapi yang rasional, nyaman bagi pasien dan mengunakan
obat-obatan yang halal.
2. Mengatasi masalah dalam terapi obat dan mencegah timbulnya masalah
baru di masa yang akan datang.
3. Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin melakukan self
medication.
4. Melakukan efisiensi biaya kesehatan masyarakat.
5. Menyelenggarakan dan memberikan konsultasi, informasi dan edukasi
kepada pasien mengenai obat dengan pelayanan ramah dan santun.
6. Melakukan monitoring terhadap pengobatan pasien dengan menerapkan
home care.
7. Merancang SOP (Standard Operating Procedure) dan standar organisasi
kerja.
8. Memberlakukan sistem reward and punishment bagi karyawan apotek.
9. Melakukan pengolahan limbah sesuai prosedur.

BAB II

TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN DAN PELAYANAN


KESEHATAN

A. Pengelolaan dan Pelayanan Kesehatan


Sesuai

dengan

Peraturan

Menteri

Kesehatn

Nomor

922/MenKes/Per/X/1993 tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek


dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 1332/MENKES/SK/X/2002 tentang
perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 922/MenKes/Per/1993
tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek, menyebutkan bahwa
pengelolaan Apotek meliputi :
1.

Pembuatan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penyerahan


perbekalan farmasi lainnya.

2.

Pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi yang didasarkan


pada kepentingan masyarakat meliputi ;
a.

Pelayanan informasi mengenai obat dan perbekalan farmasi


lainnya yang diberikan baik kepada Dokter dan Tenaga Kesehatan
lainnya maupun kepda masyarakt langsung.

b.

Pengamatan dan pelaporan informasi mengenai khasiat,


keamanan, bahasa, mutu obat dan perbekalan farmasi lainnya.

Pelayanan apotek meliputi :


1. Pelayanan resep dari dokter, dokter gigi dan dokter hewan.
2. Pelayanan obat bebas, obat bebas dan OWA, OWA terbatas dan obat wajib
apotek tanpa resep dokter.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pendirian apotek adalah :
1.

Lokasi
Harus mempertimbangkan kepadatan penduduk, keberadaan praktek dokter,
sarana pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan Poliklinik.

2.

Undang-undang serta Peraturan Menteri Kesehatan tentang syarat


pendirian apotek.
6

a.

Surat Izin Apotek.

b.

Persyaratan bangunan dan perlengkapan apotek.

c.

Perbekalan farmasi dan administrasi.


Selanjutnya perlu diperhatikan mengenai kegiatan-kegiatan yang ada

dalam suatu apotek seperti pemesanan/pembelian, penyimpanan, administrasi,


keuangan, personalia serta evaluasi apotek pada setiap akhir tahun.
B. Konsep Pendirian Apotek
a. Nama dan Lokasi Apotek
1. Nama Apotek

: KANGEN WARAS

Luas bangunan

: 120 m2

Alamat

: JL. Let. Jend. Sutoyo No.46. Banjarsari, Surakarta

2. Nama PSA
Alamat

: M. Nurul Fadel, S.Farm., Apt


: Jl. Juwangi blok 4 No. 44, Grobogan.

3. Nama APA

: Heru Saputro, S.Farm., Apt.

Alamat

: Jl. Mangis No.1, Sukoharjo.

4. Nama Apoteker Pendamping : Icha M. N, S.Farm., Apt.


Maria Windi T, S.Farm., Apt.
b. Jam Buka Apotek
Jam buka apotek setiap hari, 24 jam. Waktu kerja di bagi menjadi 3 shiff,
yaitu :
Shiff I

: 07.00 15.00 WIB

Shiff 2 : 15.00 23.00 WIB


Shift 3

: 23.00 07.00 WIB

Konsultasi dilakukan oleh APA/Aping setiap hari kerja pada jam 09.00
13.00 WIB dan jam 18.30 20.30. Pada hari besar apotek tutup.
c. Sarana Kesehatan Di Sekitar Apotek
Sarana Kesehatan yang ada di sekitar calon apotek meliputi ;
1. Praktek dokter umum swasta berjarak 1 km
2. Puskesmas Purwaharja berjarak 1,5 km
3. Rumah sakit umum Banjar berjarak 1,5 km dari calon apotek
d. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang dibutuhkan Apotek adalah :
APA

: 1 orang.

Apoteker Pendamping

: 2 orang.

Dokter umum

: 1 orang

Asisten Apoteker

: 3 orang.

Pembantu umum

: 1 orang

Penambahan jumlah tenaga kerja dilakukan di tahun berikutnya


disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan apotek. Masing-masing tenaga
kerja mempunyai tugas, kewajiban, wewenang dan tanggung jawabnya masingmasing.
e. Alat dan Perbekalan Farmasi yang diperlukan
1. Bangunan
Status bangunan

: Mengontrak

Ukuran bangunan

: 6 x 10 m2

Bangunan apotek mempunyai beberapa ruangan, yaitu :


8

a. 2 Ruang tunggu pasien.


b. 1 Ruang praktek dokter.
c. 1 Ruang konseling
d. 1 Ruang peracikan obat.
e. 2 Toilet.
f. 1 Tempat pencucian alat.
g. 1 Gudang.
h. 1 tempat ibadah
2. Fasilitas
a. Penerangan (listrik) 1300 watt.
b. Telepon.
c. Air PAM.
d. Alat pemadam api ringan (APAR).
e. Air minum gratis.
3. Perlengkapan
a. Alat Pembuatan, Pengolahan dan Peracikan Obat
1. Mortir dan stamper.
2. Thermometer.
3. Timbangan dan anak timbangan.
4. Corong kaca.
5. Gelas ukur.
6. Spatel logam, plastik dan porselen.
7. Panci.
8. Batang pengaduk.
9. Kompor.
9

10. Labu erlenmeyer.


b. Alat Perbekalan Farmasi
1. Botol berbagai ukuran.
2. Lemari pendingin.
3. Lemari dan rak untuk menyimpan obat.
4. Lemari untuk menyimpan narkotika dan psikotropika.
5. Pot plastik berbagai ukuran.
6. Obat, bahan, alat kesehatan dan perbekalan kefarmasian lainnya.
c. Wadah Pengemas Obat dan Pembungkus.
1. Kertas perkamen.
2. Stapler.
3. Wadah plastik untuk pembungkus dan pengemas.
4. Etiket.
5. Gunting.
6. Cangkang kapsul.
d. Keterluan untuk Administrasi.
1. Blangko surat pesanan obat.
2. Blangko surat pesanan narkotika.
3. Blangko salinan resep.
4. Blangko faktur.
5. Blangko nota penjualan.
6. Blangko kartu stock obat.
10

7. Blangko laporan pemakain narkotika, psikotropika, obat generik


dan kontrasepsi.
8. Kwitansi.
9. Buku defecta.
10. Buku pembelian.
11. Buku penerimaan.
12. Buku pencatatan penyerahan racun.
13. Alat-alat tulis.
f. Prospek Pemasaran
Lokasi apotek yang akan didirikan cukup strategis di tepi jalan besar yaitu jalan
JL. Let. Jend. Sutoyo No.46. Banjarsari, Surakarta sehingga mudah dijangkau
oleh konsumen baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Lokasi
menguntungkan dikarenakan belum adanya apotek lain yang berdiri disekitar
calon apotek. Ditambah adanya praktek dokter umum didalam calon apotek
tersebut sehingga apabila dilihat dari lokasi dan perkembangan daerah sekitarnya
maka pendirian apotek mempunyai prospek pemasaran yang cukup bagus.

BAB III
ANALISA SWOT
11

A. Strength (Kekuatan)
1. Apotek dengan konsep layanan patient oriented yang berbasis layanan
kefarmasian pharmaceutical care.
2. Lokasi strategis, di pinggir jalan besar dan terletak dikawasan ramai
sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat dan dilalui oleh kendaraan
umum.
3. Petugas apotek yang handal dan loyal, terdiri dari tenaga yang sudah
berpengalaman dan tenagatenaga muda yang penuh semangat dan kreatif.
4. Apoteker yang selalu standby di apotek, siap memberikan layanan dan
konsultasi seputar obat dan dilengkapi dengan praktek Dokter.
B. Weakness (Kelemahan)
Beberapa kelemahan dari apotek ini adalah :
1. Merupakan apotek baru, sehingga masih belum dikenal dikalangan
masyarakat serta belum mempunyai pelanggan yang tetap.
2. Pemilik belum berpengalaman dalam mengelola apotek.
3. Masih kurangnya relasi pedagang besar farmasi (PBF).
Untuk menutupi kelemahan tersebut maka:
Nama apotek harus dibuat besar begitu juga dengan tulisan pada papan
nama tersebut dan neon box, tanda/marka apotik di tepi jalan.
C. Opportunity ( Peluang )
1. Lokasi strategis di tepi jalan raya dan terletak di pusat keramaian.
2. Jumlah penduduk Desa Purwaharja, Kecamatan Banjar. cukup padat,
sehingga menjadi sumber pelanggan apotek yang potensial.
3. Jumlah penduduk golongan geriatri/lansia dan pediatri/anak yang cukup
banyak. Kaum geriatri dan pediatri banyak mengalami masalah kesehatan,
terutama penyakit-penyakit degeneratif dan penyakit-penyakit infeksi.
Apotek dapat memberikan pelayanan pharmaceutical care untuk menarik
simpati mereka.

12

D. Threat ( Ancaman)
1. Adanya kompetitor yaitu apotek lain dengan jarak 5 km, serta sarana
kesehatan lainnya.
2. Kurangnya pengetahuan masyarakat sehingga mereka memilih pengobatan
yang non medis.
3.

Masyarakat memilih membeli obat di warung-warung terdekat.

STRATEGI MERAIH PASAR (Berdasarkan atas analisis SWOT)


1. Peningkatan Pelayanan
Pelayanan yang baik dan memuaskan dari apotek KANGEN WARAS
serta obat yang tepat untuk pasien diharapakan akan menarik banyak pasien
menjadi pelanggan apotek KANGEN WARAS dan memberikan kepuasan
terhadap masyarakat. Untuk itu segala aspek yang terkait dengan pelayanan
menjadi perhatian, meliputi:
a.

Keramahan dalam pelayanan.

b.

Tenaga apotek dalam melayani pasien cekatan.

c.

Ruang tunggu yang nyaman dengan fasilitas air mineral gratis dan

televisi.
d.

Apotek bersih dan nyaman.

e.

Tempat parkir luas, aman dan parkir gratis.

f.

Konsultasi obat setiap hari selama apotek buka.

g.

Pharmaceutical record.

h.

Pelayanan penimbangan BB dan tinggi badan gratis.

2. Penentuan harga Obat yang Kompetitif


Harga obat yang kompetitif adalah harga obat yang sedikit lebih murah
dibandingkan dengan yang lainnya sehingga diharapkan membentuk image
masyarakat tentang apotek KANGEN WARAS lebih murah dibandingkan

13

dengan yang lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan discount
kepada pasien (konsumen) diantaranya:

Konsumen yang memiliki kartu pengobatan gratis (untuk Gakin).

Konsumen yang memiliki kartu anggota (member card) apotek


KANGEN WARAS.

3. Kerjasama dengan dokter


Menjalin kerjasama dengan dokter, diharapkan akan mampu menaikkan
omset dari apotek melalui jumlah resep yang masuk ke apotek. Sistem
kerjasama ini dilakukan dengan cara: pihak PSA sekaligus APA memberikan
tempat pada dokter untuk melakukan praktek keprofesiannya dan resep yang
diberikan oleh dokter tersebut masuk ke apotek, teknis pelaksanaannya diatur
atas kesepakatan kedua belah pihak.

BAB IV
RENCANA ANGGARAN DANA
A. Rencana Anggaran
14

1. Modal

Rp 200.0.000.000

2. Pengeluaran
a) Pengeluaran Modal Tetap
1). Perlengkapan Apotek
Etalase 3 buah @ Rp 2.000.000

Rp

6.000.000,00

Almari obat 4 buah @ Rp. 750.000

Rp

3.000.000,00

Rp

1.000.000,00

Timbangan obat

Rp

2.000.000,00

Lemari es

Rp

1.600.000,00

Meja racik 2 buah @ Rp. 500.000

Rp

1.000.000,00

Perlengkapan peracikan

Rp

500.000,00

Kursi peracikan 9 buah @ Rp. 50.000

Rp

450.000,00

Meja layanan konsultasi

Rp

500.000,00

Kursi layanan konsultasi 3 buah @ Rp. 50.000

Rp

150.000,00

Meja layanan dokter 1 @ Rp. 500.000

Rp

1.500.000,00

Kursi layanan dokter 2 buah @ Rp. 50.000

Rp

450.000,00

Alat peraga konsultasi (poster)

Rp

100.000,00

Perlengkapan praktek dokter

Rp

2.000.000,00

Kursi tunggu (kursi besi) 7 buah @ Rp. 1.000.000 Rp

7.000.000,00

(1,5 x 1,5 m)
Almari obat 2 buah @ Rp. 500.000
(1,5 x 0,5 m)

Timbangan badan 4 buah @ Rp. 50.000

Rp

200.000,00

2 Set alat pemadam kebakaran

Rp

500.000,00
15

Plang nama apotek

Rp

1.000.000,00

Pompa air

Rp

800.000,00

Wastafel

Rp

200.000,00

Telp dan pasang

Rp

750.000,00

Pendingin ruangan 7 buah @ Rp. 4.500.000

Rp 31.500.000,00

Dispenser dan galon

Rp

150.000,00

TV berwarna 2 buah @ Rp. 1.000.000

Rp

2.000.000,00

Jumlah perlengkapan apotek

Rp 65.450.000,00

2). Perlengkapan Apotek (adm)


1 set printer

Rp

1.000.000,00

1 mesin kasir

Rp

4.500.000,00

1 set komputer + software

Rp

5.000.000,00

4 buah kalkulator

Rp

200.000,00

Alat buku dan tulis

Rp

50.000,00

Jumlah perlengkapan apotek (adm)


3). Biaya Perizinan

Rp 10.650.000,00
Rp

3.000.000,00

4). Sewa tanah dan gedung 5 tahun@ Rp 10.000.000 Rp

50.000.000,00

Jumlah Pengeluaran Modal Tetap

Rp 129.100.000,00

b) Pengeluaran Modal Operasional


1. Pembelian Obat
a. Obat keras

Rp 30.000.000,00

b. OTC

Rp 28.000.000,00

c. Alkes dan komoditi lain

Rp 7.000.000,00

2. Bahan pembungkus dan pengemas

Rp 500.000,00
16

3. Listrik,air dan telepon


Jumlah Pengeluaran Modal Tetap

Total Pengeluaran Modal

Rp 200.000,00
Rp 65.700.000,00

Rp 194.800.000,00

Sisa modal = modal pengeluaran modal


= Rp 200.000.000 Rp 194.800.000
= Rp 5.200.000,00

17

BAB V
PENUTUP
Berdasarkan analisis kajian kelayakan, maka pendirian Apotek
KANGEN WARAS yang bertempat di JL. Let. Jend. Sutoyo No.46. Banjarsari
Surakarta mempunyai prospek yang cukup bagus baik ditinjau dari pengabdian
profesi maupun segi usaha dinyatakan layak untuk didirikan.
Langkah meningkatkan kualitas SDM untuk meningkatkan pelayanan apotek
yaitu :
a. Mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan
b. Memotivasi para karyawan untuk bekerja giat, dengan memberikan

reward bagi karyawan yang berprestasi


c. Memilih dan menempatkan mereka sesuai dengan pendidikannya
d. Melakukan audit setiap tahunnya untuk evaluasi kinerja karyawan dan
perkembangan apotek.

18

Lampiran
DAFTAR ALAT PERLENGKAPAN
APOTEK KANGEN WARAS
JL. Let. Jend. Sutoyo No.46. Banjarsari, Surakarta
No
1.

Nama Alat

Jumlah

Alat- alat gelas


a. gelas ukur 50 ml

1 buah

b. gelas ukur 100 ml

1 buah

c. erlenmeyer 100 ml

1 buah

d. beker glass 250 ml

1 buah

e. batang pengaduk

1 buah

f. corong gelas

1 buah

2.

Mortir & stamper

1 buah

3.

Neraca gram kasar

1 buah

4.

Neraca gram halus

1 buah

5.

Alat pemadam kebakaran

1 buah

6.

Almari narkotik

1 buah

7.

Alat perlengkapan kantor

3 buah

8.

Rak obat

5 buah

9.

Etalase

4 buah

10.

Buku panduan
a. FI edisi III

1 buah

b. FI edisi IV

1 buah

c. Pharmacopee Nedherland edisi V

1 buah
19

d. DIH jilid I

1 buah

e. DIH jilid II

1 buah

f. Obat wajib apotek

1 buah

g. IONI

1 buah

h. BNF

1 buah

i. CDD

1 buah

j. MIMS

1 buah

k. FN

1 buah

l. ISO

1 buah

m. CMN

1 buah

n. FOI

2 buah

o. Reseptir

1 buah

p. Kumpulan perundang-undangan

1 buah

q. Farmakologi dan Terapi

1 buah

Lampiran
DAFTAR OBAT
APOTEK KANGEN WARAS
JL. Let. Jend. Sutoyo No.46. Banjarsari, Surakarta
No
1
2
3
4

Nama Obat
Acyclovir 200
Acyclovir 400
Acyclovir cream
Amoxycilin 250

Harga obat
Rp 42.700/box
RP 62.780/box
Rp 4.000/ tube
Rp 38.000/box

No
26
27
28
29

Nama Obat
Reserpin 0,1 mg
Salbutamol 2 mg
CTM
Prednison tablet

Harga obat
Rp 8.000/btl
Rp 8.800/box
Rp 13.000/box
Rp 38.000/box
20

Amoxycillin 500

Ampicillin 250

7
8
9
10

Ampicillin 500
Cimetidine
Ciprofloxacin
500
Diazepam 2 mg

11

INH 100mg

12

Metronidazol250
mg
Oxytetra salep
kulit
Oxytetra salep
mata
Papaverin HCL
tablet
Parasetamol
sirup
Paracetamol
tablet
Rifampicin 300
Rifampicin 450
Rifampisin 600

13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

51

Tetrasiklin 500
Tiamfenicol 250
Tiamfenicol 500
Ratinidin 150
mg
Triheksifenidil
tablet 2 mg
Trisulfa

52

Verapamil

53

Vitamin B
Kompleks tablet
Vitamin B1 50
mg
Vitamin B6 10
mg
Vitamin C 100
mg

25

54
55
56

Rp.
40.660/box
Rp 19.660/box

30

Rp 41.860/box
Rp 20.470/box
Rp 42.350/box

32
33
34

Rp 150.000/btl

35

Rp.
51.426//bbox
Rp.
11.664/box
Rp
21.000/tube
Rp
17.000/tube
Rp 18.100

31

Phenobarbital 100
mg
Phenylbutazon 200
mg
Propanolol 10 mg
Piroksikam 10 mg
Piroksikam 20 mg

Rp 135.000/btl
Rp 234.700/box
Rp 5.800/box
Rp 7.500/box
Rp 10.500/box
Rp 2.000/btl

36

Povidon Iodine 30
ml
Propanolol 40 mg

37

Diazepam 5 mg

Rp 35.000/btl

38

Salbutamol 4

Rp 10.000/box

39

Sefalixin 500

Rp 65.750/box

40

Simvastatin

Rp 8.100/box

Rp 2.500/btl

41

Tetrasiklin 250

Rp 7.300/btl

Rp 71.2/60box

42

Spirolakton 25 mg

Rp 38.400/box

Rp 52.748/box
Rp 77.583box
Rp
134.640/box
Rp 22.230/box
Rp 22.000/box
Rp 67.690/box
Rp 22.000/box

43
44
45

Pyrantel
Pyrazinamid 500
Ambroksol 30 mg

Rp 19.400/box
Rp 22.000/box
Rp 11.300/box

46
47
48
49

Albotyl
Abdec
Acnol
Tramadol 50 mg

Rp 440.000/10tube
Rp 330.000/10tube
Rp 12.800/fls
Rp 17.800/box

Rp 48.750/box

50

Canesten 5

Rp 19.500/tube

Rp.
115.772/box
Rp
811.420/box
Rp 22.000/btl

82

Cataflam 25

Rp 150.888/box

83

Adlysin

Rp 13.200/btl

84

Adona tablet

Rp 102.800/box

Rp.
64.700/botl
Rp 55.660/box

85

Rp 236.800/box

86

Adona-AC 17
Ampul
AD-Plex

Rp 69.000/box

87

Aktavol

Rp 199.700/fls

Rp 8.200/btl

Rp 38.900/box

21

57
58
59
60
61
62
63
64
65
66

Vitamin B6 25
mg
Lasix
Lanoxin
Heptasan
Ponstan
Actifed tablet
Actifed Plus
Expectoran Sirup
Imodium

67
68

Dexametason 0,5
Dexametason
0.75
Kalmetason
Intunal

69
70

Intunal F
Amoxan 500

71
72

Ibuprofen
Biogesic

73
74

Biolysin sirup
Bioneuron

75

80

Caladine bedak
60gr
Calcium D
redoxon
Enervon-C
Betadine
solution
Betadine Vag
douch
Betason - N

81

Cataflam 50mg

113

Celestamin

114

Celestoderm-v

115

Celestoder-v+G

116

Cendo carpine

76
77
78
79

Rp 55.660/box

88

Aludonna Tablet

Rp 101.300/box

Rp 72.135/box
Rp.18.000/box
Rp.
24.800/box
Rp 25.095/box
Rp. 149400
Rp 30.000/btl

89
90
91

Analsik
Antimo anak
Balsem

Rp 115.000/box
Rp 44.000/box
Rp 84.000/box

92
93
94

Batugin
Baycuten-N
Becefort

Rp 123.800/ 10fls
Rp 550.400/10tube
Rp 170.300/box

Rp.
757.090/box
Rp 9800/dus
Rp 12.000/box

95

Becom C

Rp 145.200/box

96
97

Becombion
Benadryl

Rp 271.800/10fls
Rp 37.400/box

Rp 30.000/vial
Rp.
70.000/box
Rp.90.000/box
Rp.
300.000/box
Rp 14.762/box
Rp.
39.507/box
Rp. 14.500/btl
Rp.
108.090/box
Rp. 8200/btl

98
99

Benadryl DMP
Benoson-N

Rp 184.000/10fls
Rp 85.900/10fls

100
101

Bio ATP
Dextamine

Rp 259.200/box
Rp 588.800/box

102
103

Diamocron
Enervon-C

Rp 484.300/box
Rp 31.300/btl

104
105

Engran
Enkasari

Rp 50.000/box
Rp 17.500/fls

106

Enzyplex

Rp 60.400/box

Rp. 73.500/dus 107

Esperson Cr

Rp 118.906/ tube

Rp. 31.200/btl
Rp. 18.300/btl

108
109

Madecasol cr
Melanox

Rp 121.000/tube
Rp. 29.282/tube

Rp. 42.100/btl

110

Merislon

Rp. 465.326/box

Rp.
12.650/tube
Rp.
287.960/dus
Rp.
489.000/box
Rp.
45.700/tube
Rp.
88.340/tube
Rp. 18.755/fls

111

Meviton

Rp. 242.000/box

112

Microgynon

Rp. 113.740/box

144

Microlan

Rp. 19.360/tube

145

Evion

Rp. 106.600/box

146

Excelase

Rp. 208.120/box

147

Extra joss

Rp. 38.000/box
22

117
118
119
120

Cendo mycos
Cendovision
Cendoxitrol
Cinolon

121

Claneksi

122
123
124

Coldrexin
Combantrin
125mg
Colsancetine

125

Cortidex

126

Counterpein 15g

127
128
129

Curcuma
Curvit
Daonil

130

Decolgen

131

Decolsin

132

Degirol

133
134
135
136

Listerine
mouthwash
Lysmin
Otolin
Panadol

137
138
139
140

Phenergan
Primperan
Plantacid
Primadol

141

Procold

142

Paramex

143
175

Proris
Mixagrip

176
177
178

Mucohexin tab
Mucohexin syr
Mylanta tab

Rp. 24.000/fls
Rp. 23.980/fls
Rp. 32.970/fls
Rp.
17.480/tube
Rp.
386.414/box
Rp. 6.500/btl
Rp.
186.340/box
Rp.
61.105/box
Rp.
26.620/box
Rp.
22.860/tube
Rp. 21.200/btl
Rp. 59.400/btl
Rp.
349.864/box
Rp.
15.750/box
Rp.
56.568/box
Rp.
15.065/box
Rp. 23.600/btl

148
149
150
151

Fasolon Cr
Fatigon
FG-trochees
Flagyl

Rp. 180.900/10tube
Rp. 12.250/box
Rp. 108.900/box
Rp. 658.021/box

152

Kalcinol-N cr

Rp. 145.200/10tube

153
154

Kalpanax
Irex

Rp. 25.170/10tube
Rp. 59.460/box

155

Kaopectate

Rp.211.300/10fls

156

Kemicetine

Rp. 72.600/10fls

157

Kenacort

158
159
160

Kina
Komix
Konidin

Rp. 83.369
/tube
Rp. 18.150/10fls
Rp. 13.180/ box
Rp. 14.760/box

161

Kontrabat

Rp. 99.000/10fls

162

Lameson cr

Rp. 29.282/tube

163

Lapibal

Rp. 465.326/box

164

Lasal syr

Rp. 242.000/box

Rp. 24.200/btl
Rp. 26.000/fls
Rp.
63.708/box
Rp. 13.200/btl
Rp.61.690/box
Rp. 9000/btl
Rp.
133.100/dus
Rp.
50.820/box
Rp.
20.000/box
Rp. 20.500/btl
Rp.
14.000/box
Rp. 49.610
Rp. 17450/btl
Rp.

165
166
167

Laxadine
OBH combi
Oskadon

Rp. 113.740/box
Rp. 19.360/tube
Rp. 106.600/box

168
169
170
171

Peditox
Redoxon
Remasal
Rheumason

Rp.73.000/box
Rp.140.000/box
Rp.154.000/box
Rp.45.000/box

172

Rohto

Rp.223.000/box

173

Saccorit

Rp.130.000/box

174
185

Sakatonik
Sanadryl

Rp.60.000/box
Rp.122.200/box

186
187
189

Sanaflu
Sancortmycin
Sangoboin

Rp.40.000/box
Rp.96.500/box
Rp.145.200/box
23

179
180
181

Mylanta syr
Neo entrostop
Neozep cold

182

Neurobion /
Neurobion 5000
Nifedipine 10
mg
Nonflamin

183
184
185

Aludonna
Suspensi

51.000/box
Rp. 10200/btl
Rp. 59750/box
Rp.
20.130/box
Rp.
355.753/dus
Rp. 17.41/strp
Rp.
256.5996/dus
Rp 42.955/btl

190
191
192

Sanprima
Sanmag
Scabicid

Rp.23.000/box
Rp.270.000/box
Rp.40.000/box

193

Scotts emulsion

Rp.145.200/box

194

OBH

Rp.128.000/box

195

Oralit

Rp.5,500/box

196

Antimo Tablet

Rp 43.560/box

Daftar harga Alat Kesehatan


No.

Nama Alkes

Jumlah

Harga

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

gelas ukur 50 ml
gelas ukur 100 ml
erlenmeyer 100 ml
beker glass 250 ml
batang pengaduk
corong gelas
Mortir dan Stamper

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

Rp 40.000
Rp 50.000
Rp 35.000
Rp 30.000
Rp 7.000
Rp.20.610
Rp 69.000

Daftar Harga OTC


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Nama Non
Obat
Hansaplas
Alcohol 70 %
100 ml
ONEMED
Rivanol
Solution 300 ml
Kapas
Sarung tangan
no.8 classic
Sarung tangan
no.9 classic
Plester
Kassa steril
Kassa hidofil

No

Nama Non Obat

Rp.22.000/box

10

Meternity (pembalut
melahirkan)

Rp.15.600/box

Rp.125.000/box

11

Pembalut wanita

Rp.9.000/box

Rp.55.000/box

12

Rp.185.000/box

Rp.5.300/bungkus
Rp.44.500/box

13
14

Spuit injeksi
1,3,5,10,20 ml
Masker
Termometer manual

Rp.47.500/box

15

Termometer digital

Rp.39.600/buah

Rp.26,500/box
Rp.6.000/box
Rp.7.000/box

16
17
18

Kassa biasa
Pembalut wanita
Pempers adult

Rp.1.750
Rp.8.000/box
Rp.30.000/box

Rp.17.000/box
Rp.16.500/buah

24

steril

25