Anda di halaman 1dari 7

DEFINISI

Penyakit

Jantung

ketidakseimbangan

Koroner (pjk) adalah


antara kebutuhan

keadaaan

otot jantung

atas

dimana
oksigen

terjadi
dengan

penyediaan yang di berikan oleh pembuluh darah koroner. Ketidakmampuan


pembuluh darah koroner untuk menyediakan kebutuhan oksigen biasanya
diakibatkan oleh penyumbatan athroma (plak) pada dinding bagian dalam
pembuluh darah koroner. (Abdul Majid, 2007).
Penyakit

Jantung

ketidakseimbangan

Koroner (PJK) adalah


antara kebutuhan

keadaaan

otot jantung

atas

dimana
oksigen

terjadi
dengan

penyediaan yang di berikan oleh pembuluh darah coroner (Mila, 2010).

PENYEBAB
Penyakit jantung coroner dapat disebabkan oleh beberapa hal :
1. Penyempitan (stenosis) dan penciutan (spasme) arteri koronaria, tetapi
penyempitan bertahap akan memungkinkan berkembangnya kolateral
yang cukup sebagai pengganti.
2. Aterosklerosis, menyebabkan sekitar 98% kasus PJK.
3. Penyempitan arteri koronaria pada sifilis, aortitis takayasu, berbagai jenis
arteritis yang mengenai arteri coronaria, dll.

FAKTOR RESIKO
1.

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi :


a. Merokok
Merokok dapat merangsang proses aterosklerosis karena efek langsung
pada dinding arteri, karbon monoksida menyebabkan hipoksia arteri,
nikotin menyebabkan mobilisasi katekolamin yang menimbulkan
reaksitrombosit, glikoprotein tembakau dapat menimbulkan reaksi
hipersensitifitas dinding arteri.
b. Hiperlipoproteinemia
DM, obesitas dan hiperlipoproteinemia behubungan dengan
pengendapan lemak.
c. Hiperkolesterolemia
Kolesterol, lemak dan substansi lainnya dapat menyebabkan penebalan
dinding pembuluh darah arteri, sehingga lumen dari pembuluh darah
tersebut menyempit dan proses ini disebut aterosklerosis.
d. Hipertensi
Peningkatan tekanan darah merupakan beban yang berat untuk jantung,
sehingga menyebabkan hipertropi ventrikel kiri atau pembesaran

ventrikel kiri (faktormiokard). Serta tekanan darah yang tinggi


menimbulkan trauma langsung terhadap dinding pembuluh darah arteri
koronaria, sehingga memudahkan terjadinya aterosklerosis koroner
(factor koroner).
e. Diabetes melitus
Intoleransi terhadap glukosa sejak dulu telah diketahui sebagai
predisposisi penyakit pembuluh darah.
f. Obesitas dan sindrom metabolik
Obesitas adalah kelebihan jumlah lemak tubuh > 19 % pada laki laki dan
> 21 % pada perempuan. Obesitas juga dapat meningkatkan kadar
kolesterol dan LDL kolesterol. Resiko PJK akan jelas meningkat bila BB
mulai melebihi 20% dari BB ideal.
g. Inaktifitas fisik
h. Perubahan keadaan sosial dan stress
Penelitian Supargo dkk (1981-1985) di FKUI menunjukkan orang yang
stress satu setengah kali lebih besar mendapatkan resiko PJK. Stress
disamping dapat menaikkan tekanan darah juga dapat meningkatkan
kadar kolesterol darah.
i. Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
Hipotiroid / hiposekresi terjadi bila kelenjar tiroid kurang mengeluarkan
sekret pada waktu bayi, sehingga menyebabkan kretinisme atau
terhambatnya pertumbuhan tubuh. Pada orang dewasa
mengakibatkan mixodema, proses metabolik mundur dan terdapat
kecenderungan untuk bertambah berat dan gerakan lamban.
j. Obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu metabolisme lemak
seperti estrogen, pil kb, kortikosteroid, diuretik tiazid (pada keadaan
tertentu)
2.
Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi :
a. Usia
Resiko PJK meningkat dengan bertambahnya usia; penyakit yang serius
jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Tetapi hubungan antara usia dan
timbulnya penyakit mungkin hanya mencerminkan lebih panjangnya
lama paparan terhadap faktor-faktor pemicu.
b. Jenis kelamin laki-laki
Wanita agaknya relative kebal terhadap penyakit ini sampai menopause,
kemudian menjadi sama rentannya seperti pria; diduga karena adanya
efek perlindungan esterogen.
c. Riwayat keluarga
Riwayat keluarga yang positif terhadap PJK (saudara atau orang tua yang
menderita penyakit ini sebelum usia 50 tahun) meningkatkan timbulnya
aterosklerosis prematur. Pentingnya pengaruh genetic dan lingkungan
masih belum diketahui. Tetapi, riwayat keluarga dapat juga
mencerminkan komponen lingkungan yang kuat, seperti misalnya gaya
hidup yang menimbulkan stress atau obesitas.
d. Etnis
Orang Amerika-Afrika lebih rentan terhadap PJK daripada orang kulit
putih.

TANDA DAN GEJALA


GejalaPJK :
1. Beberapa hari atau minggu sebelumnya tubuh terasa tidak bertenaga,
dada tidak enak, waktu olahraga atau bergerak jantung berdenyut keras,
napas tersengal-sengal, kadang-kadang disertai mual, muntah dan tubuh
mengeluarkan banyak keringat.
2. Nyeri dada. Sakit dada kiri (angina) dan nyeri terasa berasal dari dalam.
Nyeri dada yang dirasakan pasien juga bermacam-macam seperti ditusuktusuk, terbakar, tertimpa benda berat, disayat, panas. Nyeri dada
dirasakan di dada kiri disertai penjalaran ke lengan kiri, nyeri di ulu hati,
dada kanan, nyeri dada yang menembus hingga punggung, bahkan ke
rahang dan leher.
3. Jantung berdebar (denyut nadi cepat).
4. Keringat dingin
5. Tenaga dan pikiran menjadi lemah, ketakutan yang tidak ada alasannya,
perasaan mau mati saja.
6. Tekanan darah rendah atau stroke
7. Dalam kondisi sakit :
a. Sakit nyeri terutama di dada sebelah kiri tulang bagian atas dan
tengah sampai ke telapak tangan. Terjadinya sewaktu dalam keadaan
tenang
b. Kadar trigliserida yang sangat tinggi (sampai 800 mg/dl atau lebih)
bisa menyebabkan pembesaran hati dan limpa dan gejala-gejala dari
pankreatitis (misalnya nyeri perut yang hebat).
TandaPJK :
1. Biasanya kadar lemak yang tinggi tidak menimbulkan gejala. Kadangkadang, jika kadarnya sangat tinggi, endapan lemak akan membentuk
suatu penumpukan lemak yang disebut xantoma di dalam tendo (urat
daging) dan di dalam kulit.
2. Demam, suhu tubuh umumnya sekitar 38C
3. Mual-mual dan muntah, perut bagian atas kembung dan sakit
4. Muka pucat pasi
5. Kulit menjadi basah dan dingin badan bersimbah peluh
6. Gerakan menjadi lamban (kurang semangat)
7. Sesak nafas

8. Cemas dan gelisah


9. Pingsan

PENATALAKSANAAN
Biasanya pengobatan terbaik untuk orang-orang yang memiliki kadar kolesterol
tinggi menurut UPT Balai Informasi Tekhnologi LIPI adalah :
Obat-obatan kimia yang digunakan untuk menurunkan kadar lemak
dalam darah:
Obat yang tersedia di pasaran mengurangi konsentrasi lipid plasma umumnya
menurunkan kadar kolesterol atau trigliserid, tetapi tidak menurunkan keduanya
sekaligus; obat ini mempengaruhi kadar kolesterol LDL atau VLDL dalam
sirkulasi. Niasin (asam nikotinat) merupakan pengecualian dan obat ini dapat
menurunkan kadar LDL dan sekaligus VLDL. Obat antihiperlipidemia dapat
direkomendasikan untuk pengobatan pasien dengan kadar kolesterol LDL di atas
160 mg/dl (ekuivalen dengan 240 mg/dl total kolesterol). Tujuan penggunaan
obat hipolidemik adalah untuk menurunkan kolesterol LDL di bawah 130 mg/dl.
Pedoman untuk memulai terapi obat diberikan dalam Tabel 32-3, dan obat serta
penggunaannya ditunjukkan dalam Tabel 32-4.
Sebelum memulai pengobatan lipidemia, satu hal yang harus ditentukan ialah
bahwa peningkatan lipid plasma secara langsung disebabkan oleh masalah
dalam metabolisme dan bukan akibat patologi lain, seperti diabetes melitus,
hipotiroidisme, atau alkoholisme. Namun, harus dimulai dengan dosis efektif
minimum untuk membatasi efek samping.
Di samping diet, obat-obat hipolipidemik perlu diberikan pada keadaan berikut:
1. Pada hiperkolesterolemia familial dan hiperlipoproteinemia tipe III.
2. Pada semua jenis hiperlipidemia bila pengibatan dengan diet tidak
memberikan hasil.
Pengobatan tunggal selalu lebih baik, namun bila perlu penggunaan dua macam
obat dapat dipertimbangkan bila dengan monoterapi tidak memberikan manfaat.
Karena pengobatan hiperlipidemia merupakan pengobatan jangka panjang,
diagnosis harus ditegakkan seteliti mungkin dengan mempertimbangkan rasio
manfaat-resiko pengobatan.
1. Penyerap asam empedu
Cara kerja :
Obat golongan resin ini bekerja dengan cara mengikat asam empedu di usus
halus dan mengeluarkannya melalui tinja sehingga sirkulasi enterohepatik obat
ini menurun. Akibatnya, terjadi peningkatan fungsi reseptor LDL dan peningkatan
bersihan LDL plasma. Obat golongan ini terutama berpengaruh pada kadar

kolesterol LDL dan sedikit/tidak ada pengaruhnya pada kadar TG dan kolesterol
HDL. Pemakaian obat ini pada pasien hipertrigliseridemia berat (>500 mg/dl)
bahkan akan lebih meningkatkan pada TG.
Contoh : colestyramine, colestipol
Kolestiramin adalah suatu amonium kuarterner penukar resin yang dalam bentuk
garam, menukar klorida untuk anion lain. 1 gram kolestiramin dapat mengikat
sekitar 100 mg garam empedu. Penggunaan kolestiramin jangka panjang telah
terbukti dapat menurunkan serangan jantung fatal sekitar 20%.
Efek samping :
Gangguan pencernaan (mual, muntah, sembelit), urtikaria, dermatitis, nyeri otot
dan sendi, arthritis, sakit kepala, pusing, gelisah, vertigo, mengantuk, penurunan
nafsu makan, lemas, nafas pendek.

2. Penghambat sintesa lipoprotein


Cara kerja : Menurunkan produksi VLDL yang merupakan prekursor LDL
Contoh : niasin
Asam nikotinat (nicotinic acid) atau Niasin / vitamin B3 yang larut air. Dengan
dosis besar asam nikotinat diindikasikan untuk meningkatkan HDL atau koleserol
baik dalam darah untuk mencegah serangan jantung.
Efek samping :
Gatal dan kemerahan pada kulit terutama daerah wajah dan tengkuk, gangguan
fungsi hati, gangguan saluran pencernaan (muntah, diare, tukak lambung),
pandangan kabur, hiperusisemia, hiperglikemia.

3. Penghambat HMG Koenzim-A reduktase (golongan statin)


Cara kerja :
a. Menghambat pembentukan kolesterol di hati
b. Meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah
Contoh : fluvastatin, lovastatin, pravastatin, simvastatin
Lovastatin adalah suatu inhibitor kompetitif enzim HMG KoA reduktase yang
merupakan suatu enzim yang mengontrol kecepatan biosintesis kolesterol.
Golongan obat ini lebih sering disebut sebagai statin atau vastatin.
Lovastatin dimanfaatkan untuk pengobatan hiperklolesterolemia yang
disebabkan oleh peningkatan LDL.

Efek samping :
Gangguan saluran pencernaan, sakit kepala, rash (kemerahan), nyeri otot.

4. Derivat asam fibrat


Cara kerja :
Golongan asam fibrat diindikasikan untuk hiperlipoproteinemia tipe IIa, Iib, III, IV
dan V. Gemfibrozil sangat efektif dalam menurunkan trigliserid plasma, sehingga
produksi VLDL dan apoprotein B dalam hati menurun . Gemfibrozil meningkatkan
aktivitas lipoprotein lipase sehingga bersihan partikel kaya trigliserid meningkat.
Kadar kolesterol HDL juga meningkat pada pemberian Gemfibrozil. Fibrate
menurunkan produksi LDl dan meningkatkan kadar HDL. LDL ditumpuk di arteri
sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung, sedangkan HDL memproteksi
arteri atas penumpukkan itu. Penghambatan saluran darah mengurangi jumlah
darah sehingga oksigen yang dibawa ke otot jantung juga berkurang. Pada
keadaan yang parah dapat menimbulkan serangan jantung.
Contoh : klofibrat, fenofibrat, gemfibrosil
Efek samping:
Gangguan saluran pencernaan (mual, mencret, perut kembung, dll), ruam kulit,
kebotakan, impotensi, lekopenia, anemia, berat badan bertambah, gangguan
irama jantung, radang otot.

5. Ezetimibe
Ezetimibe dapat menurunkan total kolesterol dan LDL juga meningkatkan HDL.
Ezetimibe bekerja dengan cara mengurangi penyerapan kolesterol di usus.
Ezetimibe dapat digunakan sendiri jika antihiperlidemik lain tidak bisa ditoleransi
tubuh atau dikombinasi denga golongan statin (penghambat HMGCoa reduktase)
jika golongan statin tidak dapat menurunka kadar lipid darah sendirian.

PERAWATAN DI RUMAH
1. Menurunkan berat badan jika mereka mengalami kelebihan berat badan.
Karena kolesterol dan lemak jenuh makanan telah terbukti menaikkan
kolesterol-LDL, maka masukan zat gizi ini harus dikurangi. Kalori
berlebihan menaikkan LDL dan trigliserida-VLDL, serta menurunkan HDL,
yang membuat pengaturan berat badan menjadi penting.
2. Berhenti merokok, sebab rokok dapat menurunkan kadar HDL.

3. Mengurangi jumlah lemak dan kolesterol dalam makanannya. Diet rendah


kolesterol dan rendah lemak jenuh akan mengurangi kadar LDL.
4. Menambah porsi olah raga. Olah raga bisa membantu mengurangi kadar
LDL-kolesterol dan menambah kadar HDL-kolesterol.
5. Mengkonsumsi obat penurun kadar lemak (jika diperlukan).
6. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral biasanya menderita
peningkatan trigliserida yang bisa mempengaruhi HDL, yang tergantung
atas komposisi estrogen-progesteron pil. Kontrasepsi oral dengan dominan
progestin bisa menurunkan HDL.
7. Saat ini penggunaan obat-obat antioksidan menjadi babak baru dalam
upaya pengendalian faktor-faktor risiko PJK, dimana obat-obat tersebut
relatif lebih murah. Santoso (1998) mengemukakan bahwa perubahan
oksidatif LDL dapat dihambat dengan memberi antioksidan, misalnya
vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, vitamin E dan beta-karoten),
vitamin C dan probukal. Beberapa penelitian telah membuktikan manfaat
vitamin E bila dipakai dengan tujuan pencegahan primer, yaitu
menghambat terjadinya PJK pada pria, wanita, dan orang tua.
8. Hindari stres
9. Hindari konsumsi alkohol