Anda di halaman 1dari 8

Nabi Muhammad SAW Pembawa Rahmatan Lil Aalamiin

NABI MUHAMMAD SAW PEMBAWA RAHMATAN LIL AALAMIIN

Posted by suryadhie under Agama, Artikel, Islam, Rasulullah SAW, Shirah Nabawiah
[3] Comments
Dari sekian jumlah nabi dan rasul Allah yang telah dinobatkan oleh-Nya sebagai pembawa Rahmatan Lil aalamiin untuk menjadi rahmat seluruh alam
semesta adalah Nabi Muhammad saw. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Anbiya ayat 107 yang artinya: Dan tidaklah Kami mengutus engkau (hai
Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.
Sebelum kita membahas tentang sasaran rahmat apa saja yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad tersebut, terlebih dahulu manilah kita mengetahui apa
makna dan rahmat itu sendiri.
Menurut arti bahasa, bahwa rahmat itu berasal dan kata rahima yang berarti kasih sayang. Adapun yang dimaksud dengan istilah syariyyah ialah: kasih
sayang (karunia) Allah yang dilimpahkan-Nya kepada semua makhluk-Nya.
Muhammad Syaltut (Prof) seorang mantan Rektor Universitas Al Azhar, memberikan rumusan pengertian tentang rahmatan ini sebagai berikut: Tiap
sesuatu nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah swt. kepada hamba-Nya, baik yang bersifat umum ataupun yang bersifat khusus, semua itu adalah buah
dari rahmat Allah swt. Apakah itu berupa kesehatan, harta benda, istri yang cantik, anak-anak yang sholeh/sholihah, ilmu yang bermanfaat dan sebagainya.
Nabi Muhammad saw. pembawa rahmat untuk semesta alam, bukan untuk orang Arab saja dan tidak pula untuk kaum muslimin saja, akan tetapi untuk
segenap makhluk di persada bumi ini.
Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah Muhammad SAW telah mencerminkan sikap kasih sayang (rahmat)nya terhadap anak-anak, rakyat bawahan;
terhadap orang-orang tua, dengan mencintai dan menyantuni mereka. Terhadap orang-orang yang lemah ekonominya atau lemah keadaan sosialnya, beliau
menunjukkan kasih sayangnya dengan membela nasib mereka dari tindakan kesewenang-wenangan serta penghisapan dengan memberikan hak-hak
mereka, menegakkan dasar-dasar keadilan dan lain sebagainya.
Dalam sebuah haditsnya Rasulullah telah menyatakan sendiri: Tidaklah termasuk golongan umat kamu orang-orang yang tidak menghormati orang-orang
tua dan orang-orang yang tidak kasih sayang kepada anak-anak. (HR. Abu Dawud dan Bukhari)
Dalam hadits lain, beliau telah menyatakan bahwa seseorang yang senantiasa menunjukkan kasih sayang terhadap sesama makhluk, niscayalah sang
Pencipta langit dan bumi akan menaruh kasih sayang-Nya terhadap orang tersebut. Sabda beliau: Orang-orang yang pengasih pasti dikasihi oleh Pengasth
(Allah). Kasihilah orang-orang yang ada di atas bumi ini, niscaya kamu akan dikasihi oleh orang-orang yang ada di langit. (HR. Ahmad, Abu Dawud,
Tirmidzi dan Hakim).
Sikap kasih sayang ini tidak hanya beliau terapkan kepada kawan-kawan (kaum muslimin saja), akan tetapi terhadap lawanpun beliau senantiasa
menunjukkan sikap kasih sayangnya, tentu saja dalam btas-batas tertentu, yang tidak membahayakan bagi umat Islam itu sendiri. Ketika kaum muslimin
pada suatu saat telah mendapat rintangan dahsyat yang didalangi oleh kaum musyrikin, maka pada saat yang genting itu para sahabat memohon kepada
Rasulullah agar beliau memohonkan doa kehadirat Allah agar orang-orang yang maksiat dan membangkang itu dihancurkan/dibinasakan dari persada bumi
ini. Namun beliau memberikan suatu jawaban: Sesunggulmya aku (Muhammad) di utus bukanlah untuk mengutuk. Tapi tugas saya adalah untuk menjadi
rahmat. (HR. Muslim)
Dan sabdanya lagi, dengan tegas beliau menyatakan: Sesungguhnya Allah telah mengutus saya ini untuk menjadi rahmat bagi semesta alam dan menjadi
hidayah untuk orang-orang yang bertaqwa. (HR. Ahmad dan Thabrani).
Rasulullah Muhammad dalam menata dan membina masyarakat (umatnya) beliau selalu menomer satukan sikap kasih sayang ini. Dapat diumpamakan
bahwa sifat kasih sayang (rahmat) itu laksana semen yang merekat, menyatu dengan pasir sehingga terciptalah suatu bangunan yang kokoh. Dengan kasih
sayang itulah dapatlah dibangun satu masyarakat marhamah, yaitu kehidupan masyarakat yang diwarai dengan semangat kasih mengasihi, cinta mencintai,
tolong menolong dan lain sebagainya; jauh lebih harmonis dari masyarakat yang sosialistis.
Gambaran masyarakat (umat) yang marhamah itu telah dilukiskan oleh Prof. Mahmud Syaltut ialah sebagai berikut:
Orang-orang yang besar menyayangi orang-orang yang kecil; orang-orang yang kecil menghormati (menghargai) orang-orang yang besar; orang-orang
yang kaya melapangkan (membantu) kepada orang-orang yang miskin; orang-orang yang pintar memberikan petunjuk kepada orang-orang yang bodoh.
Orang-orang yang sedang diadili memandang si Hakim sebagai rahmat, laksana pandangan seorang yang sedang sakit terhadap dokter dan lain-lain
sebagainya. Semua itu hidup dalam suasana kasih mengasihi dan saling memberikan bahagia dan kebaikan dalam kehidupan.
Allah telah menyatakan bahwa tugas kerasulan Muhammad itu adalah seluruh umat manusia, bersifat universal, yang mencakup dan merambah ke seluruh
alam jagat, seluruh dunia dalam firman-Nya: Dan Kami tidak mengutus kamu (hai Muhammad) melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai
pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Saba: 28)
Para Rasul sebelum Nabi Muhammad hanyalah diutus oleh Allah untuk satu kaum atau daerah (negeri) yang tertentu saja lagi pula khusus untuk memenuhi
kepentingan kaum dan penduduk yang bersangkutan saja. Akan tetapi tugas dan misi yang dibawa oleh Rasulullah saw. sebagai nabi akhir zaman yang
tidak ada nabi sesudah beliau, ialah menciptakan suatu kesatuan umat/bangsa-bangsa dengan tujuan menggalang persatuan umat sejagat, yang sekaligus
merupakan Rahmatan Lil Aalamiin (rahmat bagi semesta alam).
Selanjutnya bentu/sasaran rahmat Rasulullah untuk alam semesta, yang sekaligus menggambarkan fungsi/amanat yang beliau emban adalah sebagai
berikut:
(1) Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai seorang guru dan pelindung
Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 164: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang
beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dan golongan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah,
membersihkan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah.
(2) Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai komentator isi kandungan Al Quran
Sebagaimana firman Allah dalam surat An Nahl ayat 44: Dan Kami turunkan kepadamu (Al Quran) agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa
yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka dapat berfikir.
(3) Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai pemimpin
Sebagaimana yang ditegaskan sendiri oleh Allah swt. dalam Al Quran surat Al Anfaal ayat 20: Hai orang-orang yang beniman taatlah kepada Allah dan
Rasul-Nya (yakni kepada Nabi Muhammad) dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).
(4) Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai pemegang undang-undang
Sebagaimana yang ditegaskan sendiri oleh Allah swt. dalam Al Quran surat Al Hadid ayat 7: Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan
nafkahkanlah sebagian dan hartamu yang telah dikaruniakan Allah kepadamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman yang menafkahkan
sebagian hartanya itu akan memperoleh pahala yang besar.
(5) Rasulullah Muhammad saw. sebagai penegak keadilan
Dalam hal ini Allah telah menegaskan dalam Al Quran surat An Nisa ayat 105:Sesungguhnya Kami ielah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu
(Muhammad) dengan membawa kebenaran, supaya kamu (dapat) mengadili antara manusia dengan apa yang diwahyukan Alla kepadamu dan janganlah
kamu menjadi penantang karena (membela) orang-orang yang khianat .
(6) Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai penguasa, kepemimpinan dalam suatu pemerintahan
Sebagaimana firman Allah dalam surat An Nisa ayat 59: Hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan Ulil Amri (pejabat
pemerintahan) di antara kamu. Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah persoalan itu kepada Allah (Al Quran) dan Rasul
(sunnah-nya), kalau kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
(7) Rasulullah Muhammad saw. sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzaab ayat 45 47: Hai Nabi! Sesungguhnya Kami utus engkau (Muhammad) untuk menjadi saksi, pembawa
berita gembira dan pemberi peringatan dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi.
(8) Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai pelaksana/penegak amar maruf dan nahi munkar.
Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah dalam Al Quran surat Al Araaf ayat 157: (Rasul) memerintahkan mereka mengerjakan yang ma ruf dan
melarang mengerjakan yang munkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.
Begitu risalah yang diemban oleh Nabi Muhammad saw. yang meliputi segala bidang, bahan ajarannya itu berlaku untuk seluruh bangsa-bangsa di dunia ini
dan fungsinya yang menjangkau segala sektor masyarakat. Dengan demikian jelaslah bahwa tugas (mission) Muhammad saw. itu menjadi Rahmatan Lil
Aalamiin (pembawa rahmat untuk semesta alam).
Ada seorang komentator Islam yang menyimpulkan secara menyeluruh mengenai risalah Nabi Muhammad saw. sebagai berikut:
Rasulullah (Muhammad saw.) adalah satu-satunya tokoh yang mempengaruhi kehidupan manusia secara menyeluruh, totalitas. Dia membawa kebajikan
dan kebaikan serta memberantas kejahatan dan penderitaan. Dia membersihkan ekses-ekses dan akibat-akibat buruk dan sistem kehidupan sehari-hari
dalam bidang ekonomi, sosial dan politik dan menegakkan keadilan dan niat baik dalam tiap-tiap jalan kehidupan. Dilakukannya perubahan-perubahan
besar memperbaiki masyarakat melialui ajaran-ajaran Ilahi dan contoh-contoh kepribadian yang ditunjukkannya, tidak dengan jalan kekerasan. Dia
menguasai hati nurani umat, bukan menguasai tanah dan negeri, karena dia merasa harus berbuat baik terhadap orang banyak dan bekerja siang dan
malam untuk kesejahteraan dan kebahagiaan umat, tanpa mengharapkan sesuatu imbalan (pembalasan). Rasul-rasul Allah yang lain seperti Nabi Ibrahim,

Musa dan Isa yang telah merubah perjalanan sejarah dan mempengaruhi kehidupan bermilyun-milyun manusia dengan ajaran Ilahi dan contoh-contoh
kepribadian mereka, tidak begitu banyak (seperti Muhammad) meninggalkan pegangan dan inspirasi yang dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan
generasi yang akan datang. (Dikutip dari buku Keagungan Sinar-Sinar (Nur) Muhammad SAW~Rahmatan Lil Alaamiin, oleh Ustadz M.A.

Asyharie, diterbitkan oleh Terbit Terang, Surabaya).

Sumber : http://teguhsupriyadi.blogspot.co.id/2011/02/nabi-muhammad-sawpembawa-rahmatan-lil.html

Nabi Muhammad Sebagai Pembawa Rahmatan Lil'alamin

<*a href="http://vhari.heck.in/kontes-memperingati-maulid-nabi.xhtml"><*img src ="http://vhari.heck.in/files/rahmatan-lilalamin.jpg"/>*a>

Bismillahirrahmaannirrahiim
"Sujud syukur kami padamu-Mu ya Rabbi, shalawat dan salam terbaik kami untukmu wahai baginda penghulu para Nabi, serta Doa terindah kami bagi anda para
pencinta

Rasulullah

shalallahu

alaihi

Firman

wa

sallam."

Allah

Tidaklah

kami

mengutus

kamu

TMQ

selain

swt:
sebagai

Al

rahmat

bagi

Anbiyaa(21)

semesta

alam

107]

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama, meskipun orang-orang
musyrik

membencinya.

[TMQ

Ash

Shaff

(21)

9]

Dialah yang mengutus Rasul-Nya(dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama, walaupun
orang-orang

musyrik

tidak

[TMQ

menyukainya.

At

Taubah(9):33]

Ayat-ayat di atas menerangkan kepada kita dengan jelas bahawa Allah swt telah mengutus Muhammad saw sebagai Rasul-Nya yang terakhir dengan
membawa petunjuk yang merupakan Deenul Haq, mengatasi kesemua ajaran batil yang lain. Rasulullah saw melaksanakan tugas dakwahnya dengan
berpandukan kepada wahyu. Jika kita mengharapkan kejayaan sepertimana yang telah dicapai oleh Rasulullah saw, maka pilihan yang ada hanyalah dengan
memahami

thariqah

Rasulullah

saw

dan

menjadikannya

sebagai

rujukan

utama

dan

idola

di

dalam

kehidupan

kita.

Nabi saw menyeru kepada umat manusia keseluruhannya dan mengajak mereka untuk menerima kekuasaan Allah swt. tanpa menyekutukanNya dalam apaapa bentuk sekalipun. Rasulullah saw telah memperuntukkan sebahagian besar hayatnya untuk menghapuskan kekufuran dan menegakkan agama Allah secara
menyeluruh. Rasulullah saw telah membuktikannya melalui penubuhan negara Islam yang pertama di Madinah. Bahkan baginda tidak pernah berhenti dan
usaha tersebut diteruskan oleh para sahabat dan para tabiin sehingga hampir dua pertiga dunia tunduk kepada kedaulatan hukum Allah swt.Sejarah tak akan
mampu mengingkari betapa indahnya akhlak dan budi pekerti Rasulullah saw tercinta, Sayyidina Muhammad Sholallohu alaihi wa sallam hingga salah seorang
istri

beliau,

Sayyidatina

Aisyah

Rodhiyallahuanha

mengatakan

bahwa

akhlak

Rasulullah

adalah

Al-Quran.

Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah
salam
(Q.S. Al-Ahzab:56)

penghormatan

kepadanya.

Keutamaan Rasulullah SAW

Sungguh keutamaan Rasulullah SAW di antara para nabi dan rasul lain di antaranya terletak pada sifat wahyunya yang umum, menyeluruh dan berlaku bagi
semua

umat

manusia.

Allah SWT berfirman, "Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua." (QS. Al-A'raf: 158).
Pada ayat lain, Allah SWT berfirman, "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira
dan

sebagai

pemberi

peringatan,

tetapi

kebanyakan

manusia

tidak

mengetahui."

(QS.

Saba':

28).

Oleh karenanya, mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW bersifat nonmateri, mudah dipahami akal sehat dan abadi. Berbeda dengan
mukjizat

para

rasul

sebelumnya

yang

bersifat

materi

dan

terbatas

dari

sisi

waktu

dan

tempat.

Mukjizat Musa AS misalnya, berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular yang menelan ular sulapan para ahli sihir Firaun. Sedangkan mukjizat Alquran
menggetarkan hati dan jiwa; sesuai dengan landasan akal manusia; dan tidak lekang oleh waktu. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kamilah yang
menurunkan

Alquran,

dan

pasti

Kami

(pula)

yang

memeliharanya."

(QS.

Al-Hijr:

9).

Oleh sebab itu pula, syariat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW merupakan syariat terakhir dan penyempurna dari syariat-syariat
sebelumnya. Perhatikanlah syariat shalat, zakat, puasa dan haji yang merupakan penyempurnaan dari model syariah para rasul terdahulu dan tidak
diperkenankan

perubahan

di

dalamnya

sampai

kapan

pun.

Allah SWT berfirman, "Pada hari ini telah Ku-sempurnakan agamamu dan Ku-cukupkan nikmat-Ku kepadamu serta Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu." (QS.
Al

Maidah:

3).

Tepatlah kemudian jika Allah SWT menempatkan Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir karena kapabelitasnya dari semua segi. Semua peristiwa dan
penyelesaian yang dilakukan oleh rasul-rasul terdahulu bahkan semua peristiwa masa lampau telah menjadi bekal dalam diri Muhammad SAW untuk
menghadapi persoalan umatnya, sehingga di dalam mencari jalan penyelesaian beliau melakukan berbagai modifikasi untuk mendapatkan solusi terbaik.
Saat ditanya mengenai keengganannya menggunakan doa pamungkas, Rasulullah SAW menjawab, "Aku menggunakan doaku (doa pamungkas) untuk
kepentingan

pemberian

pertolongan

(syafaat)

bagi

umatku,

nanti

pada

hari

kiamat.

Pantas pula jika kemudian Allah memperlakukan rasul-Nya yang satu ini dengan perlakuan yang berbeda dari rasul-rasul lainnya. Lihatlah bagaimana Allah SWT
tidak

pernah

memanggil

namanya

kecuali

dengan

mengikutsertakan

jabatan

kerasulan

di

belakangnya.

Hal tersebut berbeda dengan rasul-rasul lain yang langsung disebut namanya oleh Allah SWT. "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang
bersamanya

bersikap

keras

terhadap

orang-orang

kafir,

bersikap

kasih

sayang

terhadap

sesama

mereka."

(QS.

Al

Fath:

29).

Pantas lah lagi jika kemudian Allah SWT menjadikannya sebagai teladan terbaik dalam hubungannya dengan manusia dan Tuhan; dunia dan akhirat; orang-orang
mukmin dan kafir; serta hubungannya dengan semua makhluk tanpa kecuali. Allah SWT berfirman, "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang
baik bagimu, yaitu bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta memperbanyak menyebut Allah." (QS. Al Ahzab: 31).
Inilah Muhammad SAW yang keutamaannya di antara para rasul menjadi inspirasi keutamaan bagi setiap pribadi Muslim atas pribadi lain karena banyaknya
kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama. Wallahu a'lam
Hadits

tentang

Keutamaan

Rasulullah

SAW

Dari Jabir ibni Abdillah Radhiyallahu Taala anhuma: Bahwasanya Umar ibnul KhaththabRadhiyallahu Taala anhu mendatangi Nabi Shalallahu alaihi
wassalamdengan membawa sebuah kitab yang diperolehnya dari sebagian ahlul kitab, maka Nabi Shalallahu alaihi wassalam membacanya lalu beliau marah, dan
bersabda: "Apakah engkau termasuk orang yang bingung, wahai Ibnul Khaththab?! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku telah datang kepada
kalian dengan membawa kitab yang putih bersih. Janganlah kalian menanyakan sesuatu kepada mereka (ahlul kitab), sehingga mereka mengabarkan al-haq
(kebenaran) kepada kalian namun kalian mendustakan al-haq tersebut. Atau mereka mengabarkan satu kebatilan lalu kalian membenarkan kebatilan tersebut. Demi
Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa Shalallahu alaihi wassalam masih hidup niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali dengan mengikuti aku .
(Dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya 3/387, dan ini adalah hadits shahih dengan beberapa penguat. Lihat Irwa`ul Ghalil 6/34).
Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Daerah Kab. Pasuruan. Jatim
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa MTSN Bangil mengikuti lomba melukis nama Nabi
Muhammad, yang digelar oleh pihak sekolah, Jumat (3/2/2012). Uniknya, lomba melukis lafadz nama nabi ini bukan di atas buku gambar atau pun kain kanvas.
Namun, para siswa-siswi tersebut justru melukis lafadz nama nabi Muhammad di atas cobek. Melukis di atas cobek bagi sebagian siswa adalah gampang-gampang
susah. Sebab, ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan serta ketelitian.

Siswa Kelas 9 MTSN Bangil Ifa Nur Cahyani menuturkan, lukisan lafadz yang dibuatnya

memakan waktu hingga 2 hari. Ya gampang-gampang sulit sih. Soalnya ini buatnya dari kertas. Buatnya ini, memakan waktu hingga dua hari. Ini dalam rangka
peringatan maulid nabi. Rencananya nanti juga akan dilombakan, kata Ifa Nur Cahyani.Pihak sekolah memilih cobek sebagai media lukis para siswa, dengan harapan
agar eksistensi cobek lebih dikenal di zaman yang serba modern. Tak hanya itu, eksistensi cobek di zaman modern saat ini juga diharapkan tidak tersingkirkan dengan
banyaknya alat-alat rumah tangga yang kini banyak beredar di pasaran.Cobek untuk orang-orang kampung itu, punya nilai tersendiri lah. Orang kampung itu, kalau
acara Maulud, biasanya makanan ditaruh di atas cobek. Karena ini dunia pendidikan, makanya saya mengajak anak-anak untuk berkreasi. Tujuannya, agar cobek ini
lebih

dikenal

Berikut

ini

oleh
adalah

anak-anak
galeri

sekarang,
foto

peringatan

terangf
Maulud

Toni
Nabi

Jakfar,
di

Guru
Kecamatan

Kesenian.
Bangil

Rasullah SAW adalah Contoh Teladan yang Patut Untuk Kita Teladani

Shiddiq
Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya
juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang

kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan


ucapannya.
Mustahil Nabi itu bersifat pembohong/kizzib, dusta, dan sebagainya.



Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya [An Najm 4-5]

Amanah
Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya,
niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh
karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar Al
Amin yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang
beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang
pembohong.
Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah
pemberi nasehat yang terpercaya bagimu. [Al A'raaf 68]
Mustahil Nabi itu khianat terhadap orang yang memberinya amanah.
Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar
beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
Demi Allahwahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan
kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku
tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur
karena-Nya
Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan
tetap menjalankan amanah yang dia terima.
Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti Nabi.

Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia,
disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.















Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah
menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang ( sebenarnya) ilmu-Nya

meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu
persatu. [Al Jin 28]
Dia
(Muhammad)
bermuka
masam
karena telah datang seorang buta kepadanya ['Abasa 1-2]

dan

berpaling,

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan
Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata:
Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah. Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang
menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling
daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum
berkata: Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan? Rasulullah menjawab:
Tidak. Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari Aisyah. Diriwayatkan
pula oleh Ibnu Yala yang bersumber dari Anas.)
Sebetulnya apa yang dilakukan Nabi itu menurut standar umum adalah hal yang wajar.
Saat sedang berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka
diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standar Nabi, itu tidak cukup. Oleh karena
itulah Allah menegurnya.
Sebagai seorang yang tabligh, meski ayat itu menyindirnya, Nabi Muhammad tetap
menyampaikannya kepada kita. Itulah sifat seorang Nabi.
Tidak mungkin Nabi itu Kitman atau menyembunyikan wahyu.

Fathonah
Artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al
Quran kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan
yang luar biasa.
Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka
mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir
dengan cara yang sebaik-baiknya.
Apalagi Nabi mampu mengatur ummatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan
terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan
berpengetahuan dalam 1 negara yang besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa.
Itu semua membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.
Biodata Penulis
Nama : Mukti Ali Asyadzili
Alamat:RT 03 RW 11 Dusun Aras Kidul Desa Rowogempol Kecamatan Lekok, Kabupaten
Pasuruan, Jatim
NO .Hp: 081554905278
Email :muktiali46@gmail.com

Sumber
http://www.albukhariy.net/2011/01/tujuan-rasulullah-saw-diutuskan.html
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/09/29/may35s-keutamaan-rasulullah-saw
http://alkarawanjy.blogspot.com/2010/04/hadits-23-keutamaan-nabi-muhammad.html

http://kotabangil.wordpress.com/2012/02/03/ribuan-siswa-melukis-di-atas-cobek/
http://fileex.blogspot.com/2012/10/sifat-sifat-nabi-muhammad-yang-patut-di.html

Sumber Wab e:
http://muktiali46.blogspot.co.id/2013/02/bismillahirrahmaannirrahiim-sujud.html