Anda di halaman 1dari 15

BUKU PANDUAN KERJA

KETERAMPILAN PUNKSI PLEURA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNHAS

DISUSUN OLEH
Dr. dr. Irawaty Djaharuddin, Sp.P
dr. Harun Iskandar, Sp.PD, Sp.P

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2013

KETERAMPILAN KLINIK
PUNKSI PLEURA
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini maka mahasiswa mampu melakukan tindakan punksi
pleura
Tujuan Instruksional Khusus
1. Mampu melakukan persiapan alat punksi
2. Mampu melakukan tindakan punksi
Metode Pembelajaran
1. Demonstrasi sesuai daftar panduan belajar
2. Ceramah
3. Diskusi
4. Partisipasi aktif dalam skill lab
5. Evaluasi melalui check list

DASAR TEORI:
Punksi pleura atau torakosintesi) merupakan tindakan untuk mengeluarkan cairan dari
kavum pleura. Tindakan ini dengan jalan meninsersi jarum punksi melalui dinding dada
untuk mengeluarkan cairan pleura dari rongga pleura.
Indikasi
-

Untuk mengambil spesimen cairan pleura untuk pemeriksaa analisa, mikrobiologi dan
sitologi cairan pleura

Mengatasi ganguan respirasi yang diakibatkan cairan yang menumpuk dalam rkavum
pleura

Kontra Indikasi
-

Trombositopenia < 20.000

Gangguan koagulasi : PT-APTT memanjang > 1,5. Dalam terapi anti koagulan

ALAT DAN BAHAN PEMBELAJARAN :


-

Sarung tangan steril


Spoit 5 cc dan 50 CC
Kateter vena no 16
Three way
Blood set
Lidocain 2%
Alkohol 70 %
Betadine

PENUNTUN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PUNKSI PLEURA

Beri nilai untuk setiap langkah klinik dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :
1. Perlu perbaikan : langkah-langkah tidak dilakukan dengan benar atau tidak
sesuai dengan urutannya
2. Mampu : langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya
tapi tidak efisien
3. Mahir : langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya
dan efisien
TS : Langkah tidak perlu dilakukan karena tidak sesuai dengan

NO

LANGKAH KLINIK

Melakukan Persiapan
1. Perkenalkan diri kepada pasien
2. Tanyakan identitas pasien
3. Berikan penjelasan kepada pasien tentang tidakan yang
akan dilakukan, tujuan tindakan, serta risiko yang mungkin
terjadi dan manfaat tindakan tersebut
4. Evaluasi kembali lokasi punksi dengan cara pemeriksaan
fisis dan melihat foto thoraks. Punksi dilakukan ditempat
yang pekak di garis aksillaris posterior. Tusukan dilakukan
di atas tulang iga agar tidak mengenai pembuluh darah
dan saraf interkostal

Prosedur Punksi Pleura


1. Instruksikan posisi duduk bila memungkinkan menghadap
sandaran kursi dengan lengan berada di atas sandaran kursi.
2. Tentukan tempat aspirasi dengan pemeriksaan fisik dan
dengan bantuan foto toraks.
3. Beri tanda daerah tempat insersi di bawah batas redup pada
perkusi, pada ruang interkosta di tepi atas kosta, linea aksilaris
anterior atau linea mid aksilaris
4. Desinfeksi dengan betadine, ulangi dengan alkool 70%.
Desinfeksi dengan kasa steril dari dalam ke arah luar. Pasang
duk steril dengan lubang pada tempat yang akan dipungsi.

KASUS

5. Anastesi lokal dengan lidocain 2% 2-4 cc dengan spuit 5 cc,


diinfiltrasikan anestesi lokal intradermal, tunggu sesaat
kemudian lanjutkan ke arah dalam hingga mencapai pleura
parietalis.
6. Jika jarum telah menembus pleura lalu lakukan aspirasi di
dalam kavum pleura sampai spoit penuh, kemudian spoit
dicabut
7. Luka bekas tusukan segera tutup dengan kasa betadine
8. Selanjutkan tusukkan kateter vena no 16 ditempat tusukan
jarum anastesi lokal dan apabila telah menembus pleura,
maka mandrain jarum dicabut
9. sambungkan ujung jarum dengan three way dan spoit 50 cc
10. Lakukan aspirasi sampai cairan memenuhi spoit 50 cc
11. Ujung three way yang lain hubungkan dengan blood set
12. Lakukan penutupan kran aliran three way ke kavum pleura
13. Cairan dalam spoit buang melalui aliran blood set
14. Kran three way kembali di putar ke arah kavum pleura dan
lakukan aspirasi kembali 50 cc
15. Lakukan evakuasi sampai jumlah cairan maksimal 1500 cc
16. Setelah selesai evakuasi kateter vena dicabut dan kulit bekas
tusukan ditutup dengan kasa steril.

17. Spesimen kemudian diberi label dan dikirim untuk


pemeriksaan

Daftar Pustaka
-

Loddenkemper R, Wolfang Frank. Invasive Pulmonary Diagnostic Prosedures : Pleural


Diagnostic Prosedures, in Cravo JD, Glassroth et al eds. Pulmonary Diseases, Lippincot
William & Wilins 2004

Broaddus VC, Light RW. Pleural Effusion in Mason RJ, Broaddus VC, Martin TR, eds.
Textbook of Respiratory Medicine 5th ed. Philedelphia: sauderrs Elsevier 2010

BUKU PANDUAN KERJA


KETERAMPILAN PUNKSI PLEURA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNHAS

DISUSUN OLEH
Dr. dr. Irawaty Djaharuddin, Sp.P
dr. Harun Iskandar, Sp.PD, Sp.P

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2013

KETERAMPILAN KLINIK
PUNKSI PLEURA
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini maka mahasiswa mampu melakukan tindakan punksi
pleura
Tujuan Instruksional Khusus
1. Mampu melakukan persiapan alat punksi
2. Mampu melakukan tindakan punksi
Metode Pembelajaran
1. Demonstrasi sesuai daftar panduan belajar
2. Ceramah
3. Diskusi
4. Partisipasi aktif dalam skill lab
5. Evaluasi melalui check list

DASAR TEORI:
Punksi pleura atau torakosintesi) merupakan tindakan untuk mengeluarkan cairan dari
kavum pleura. Tindakan ini dengan jalan meninsersi jarum punksi melalui dinding dada
untuk mengeluarkan cairan pleura dari rongga pleura.
Indikasi
-

Untuk mengambil spesimen cairan pleura untuk pemeriksaa analisa, mikrobiologi dan
sitologi cairan pleura

Mengatasi ganguan respirasi yang diakibatkan cairan yang menumpuk dalam rkavum
pleura

Kontra Indikasi
-

Trombositopenia < 20.000

Gangguan koagulasi : PT-APTT memanjang > 1,5. Dalam terapi anti koagulan

ALAT DAN BAHAN PEMBELAJARAN :


-

Sarung tangan steril


Spoit 5 cc dan 50 CC
Kateter vena no 16
Three way
Blood set
Lidocain 2%
Alkohol 70 %
Betadine

PENUNTUN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PUNKSI PLEURA

Beri nilai untuk setiap langkah klinik dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :
1. Perlu perbaikan : langkah-langkah tidak dilakukan dengan benar atau tidak
sesuai dengan urutannya
2. Mampu : langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya
tapi tidak efisien
3. Mahir : langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya
dan efisien
TS : Langkah tidak perlu dilakukan karena tidak sesuai dengan

NO

LANGKAH KLINIK

Melakukan Persiapan
1. Perkenalkan diri kepada pasien
2. Tanyakan identitas pasien
3. Berikan penjelasan kepada pasien tentang tidakan yang
akan dilakukan, tujuan tindakan, serta risiko yang mungkin
terjadi dan manfaat tindakan tersebut
4. Evaluasi kembali lokasi punksi dengan cara pemeriksaan
fisis dan melihat foto thoraks. Punksi dilakukan ditempat
yang pekak di garis aksillaris posterior. Tusukan dilakukan
di atas tulang iga agar tidak mengenai pembuluh darah
dan saraf interkostal

Prosedur Punksi Pleura


1. Instruksikan posisi duduk bila memungkinkan menghadap
sandaran kursi dengan lengan berada di atas sandaran kursi.
2. Tentukan tempat aspirasi dengan pemeriksaan fisik dan
dengan bantuan foto toraks.
3. Beri tanda daerah tempat insersi di bawah batas redup pada
perkusi, pada ruang interkosta di tepi atas kosta, linea aksilaris
anterior atau linea mid aksilaris
4. Desinfeksi dengan betadine, ulangi dengan alkool 70%.
Desinfeksi dengan kasa steril dari dalam ke arah luar. Pasang
duk steril dengan lubang pada tempat yang akan dipungsi.

KASUS

5. Anastesi lokal dengan lidocain 2% 2-4 cc dengan spuit 5 cc,


diinfiltrasikan anestesi lokal intradermal, tunggu sesaat
kemudian lanjutkan ke arah dalam hingga mencapai pleura
parietalis.
6. Jika jarum telah menembus pleura lalu lakukan aspirasi di
dalam kavum pleura sampai spoit penuh, kemudian spoit
dicabut
7. Luka bekas tusukan segera tutup dengan kasa betadine
8. Selanjutkan tusukkan kateter vena no 16 ditempat tusukan
jarum anastesi lokal dan apabila telah menembus pleura,
maka mandrain jarum dicabut
9. sambungkan ujung jarum dengan three way dan spoit 50 cc
10. Lakukan aspirasi sampai cairan memenuhi spoit 50 cc
11. Ujung three way yang lain hubungkan dengan blood set
12. Lakukan penutupan kran aliran three way ke kavum pleura
13. Cairan dalam spoit buang melalui aliran blood set
14. Kran three way kembali di putar ke arah kavum pleura dan
lakukan aspirasi kembali 50 cc
15. Lakukan evakuasi sampai jumlah cairan maksimal 1500 cc
16. Setelah selesai evakuasi kateter vena dicabut dan kulit bekas
tusukan ditutup dengan kasa steril.

17. Spesimen kemudian diberi label dan dikirim untuk


pemeriksaan

Daftar Pustaka
-

Loddenkemper R, Wolfang Frank. Invasive Pulmonary Diagnostic Prosedures : Pleural


Diagnostic Prosedures, in Cravo JD, Glassroth et al eds. Pulmonary Diseases, Lippincot
William & Wilins 2004

Broaddus VC, Light RW. Pleural Effusion in Mason RJ, Broaddus VC, Martin TR, eds.
Textbook of Respiratory Medicine 5th ed. Philedelphia: sauderrs Elsevier 2010

BUKU PANDUAN KERJA


KETERAMPILAN PUNKSI PLEURA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNHAS

DISUSUN OLEH
Dr. dr. Irawaty Djaharuddin, Sp.P
dr. Harun Iskandar, Sp.PD, Sp.P

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2013

KETERAMPILAN KLINIK
PUNKSI PLEURA
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini maka mahasiswa mampu melakukan tindakan punksi
pleura
Tujuan Instruksional Khusus
1. Mampu melakukan persiapan alat punksi
2. Mampu melakukan tindakan punksi
Metode Pembelajaran
1. Demonstrasi sesuai daftar panduan belajar
2. Ceramah
3. Diskusi
4. Partisipasi aktif dalam skill lab
5. Evaluasi melalui check list

DASAR TEORI:
Punksi pleura atau torakosintesi) merupakan tindakan untuk mengeluarkan cairan dari
kavum pleura. Tindakan ini dengan jalan meninsersi jarum punksi melalui dinding dada
untuk mengeluarkan cairan pleura dari rongga pleura.
Indikasi
-

Untuk mengambil spesimen cairan pleura untuk pemeriksaa analisa, mikrobiologi dan
sitologi cairan pleura

Mengatasi ganguan respirasi yang diakibatkan cairan yang menumpuk dalam rkavum
pleura

Kontra Indikasi
-

Trombositopenia < 20.000

Gangguan koagulasi : PT-APTT memanjang > 1,5. Dalam terapi anti koagulan

ALAT DAN BAHAN PEMBELAJARAN :


-

Sarung tangan steril


Spoit 5 cc dan 50 CC
Kateter vena no 16
Three way
Blood set
Lidocain 2%
Alkohol 70 %
Betadine

PENUNTUN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PUNKSI PLEURA

Beri nilai untuk setiap langkah klinik dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :
1. Perlu perbaikan : langkah-langkah tidak dilakukan dengan benar atau tidak
sesuai dengan urutannya
2. Mampu : langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya
tapi tidak efisien
3. Mahir : langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya
dan efisien
TS : Langkah tidak perlu dilakukan karena tidak sesuai dengan

NO

LANGKAH KLINIK

Melakukan Persiapan
1. Perkenalkan diri kepada pasien
2. Tanyakan identitas pasien
3. Berikan penjelasan kepada pasien tentang tidakan yang
akan dilakukan, tujuan tindakan, serta risiko yang mungkin
terjadi dan manfaat tindakan tersebut
4. Evaluasi kembali lokasi punksi dengan cara pemeriksaan
fisis dan melihat foto thoraks. Punksi dilakukan ditempat
yang pekak di garis aksillaris posterior. Tusukan dilakukan
di atas tulang iga agar tidak mengenai pembuluh darah
dan saraf interkostal

Prosedur Punksi Pleura


1. Instruksikan posisi duduk bila memungkinkan menghadap
sandaran kursi dengan lengan berada di atas sandaran kursi.
2. Tentukan tempat aspirasi dengan pemeriksaan fisik dan
dengan bantuan foto toraks.
3. Beri tanda daerah tempat insersi di bawah batas redup pada
perkusi, pada ruang interkosta di tepi atas kosta, linea aksilaris
anterior atau linea mid aksilaris
4. Desinfeksi dengan betadine, ulangi dengan alkool 70%.
Desinfeksi dengan kasa steril dari dalam ke arah luar. Pasang
duk steril dengan lubang pada tempat yang akan dipungsi.

KASUS

5. Anastesi lokal dengan lidocain 2% 2-4 cc dengan spuit 5 cc,


diinfiltrasikan anestesi lokal intradermal, tunggu sesaat
kemudian lanjutkan ke arah dalam hingga mencapai pleura
parietalis.
6. Jika jarum telah menembus pleura lalu lakukan aspirasi di
dalam kavum pleura sampai spoit penuh, kemudian spoit
dicabut
7. Luka bekas tusukan segera tutup dengan kasa betadine
8. Selanjutkan tusukkan kateter vena no 16 ditempat tusukan
jarum anastesi lokal dan apabila telah menembus pleura,
maka mandrain jarum dicabut
9. sambungkan ujung jarum dengan three way dan spoit 50 cc
10. Lakukan aspirasi sampai cairan memenuhi spoit 50 cc
11. Ujung three way yang lain hubungkan dengan blood set
12. Lakukan penutupan kran aliran three way ke kavum pleura
13. Cairan dalam spoit buang melalui aliran blood set
14. Kran three way kembali di putar ke arah kavum pleura dan
lakukan aspirasi kembali 50 cc
15. Lakukan evakuasi sampai jumlah cairan maksimal 1500 cc
16. Setelah selesai evakuasi kateter vena dicabut dan kulit bekas
tusukan ditutup dengan kasa steril.

17. Spesimen kemudian diberi label dan dikirim untuk


pemeriksaan

Daftar Pustaka
-

Loddenkemper R, Wolfang Frank. Invasive Pulmonary Diagnostic Prosedures : Pleural


Diagnostic Prosedures, in Cravo JD, Glassroth et al eds. Pulmonary Diseases, Lippincot
William & Wilins 2004

Broaddus VC, Light RW. Pleural Effusion in Mason RJ, Broaddus VC, Martin TR, eds.
Textbook of Respiratory Medicine 5th ed. Philedelphia: sauderrs Elsevier 2010

Anda mungkin juga menyukai