Anda di halaman 1dari 3

33

DAFTAR PUSTAKA
Bastian, Pillay, Alblas, Leenen, Koenderman, dan Blokhuis. 2011. Systemic
Inflammation and Fracture Healing. Journal of Leukocyte Biology, 89, 669673.
Bolisetty, S. Dan Jaimes, E.A. 2013. Mitochondria and Reactive Oxygen Species:
Physiology and Pathophysiology. Int. J. Mol. Sci. 2013, 14, 6306-6344.
Choi, E.M. dan Hwang, J.K. 2003. Effects of (1)-Catechin on the Function of
Osteoblastic Cells. Biol. Pharm. Bull. 26(4) 523526.
Corbett, S.A. 1999. Nitric Oxide In Fracture Repair Differential Localisation,
Expression And Activity Of Nitric Oxide Synthases. The Journal Of Bone
And Joint Surgery.81(3): 531-537.
Daulay, M. 2011. Pengaruh Pemberian Vitamin E terhadap Jumlah, Morfologi dan
Motilitas Sperma serta Kadar Malondialdehyde (MDA) Testis Mencit Jantan
Dewasa (Mus musculus L) yang Mendapat Latihan Fisik Maksimal.Tesis.
Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Deptan RI. 2013. 2014, Indonesia Targetkan jadi Penghasil Kakao Terbesar di
Dunia. http://perkebunan.litbang.deptan.go.id/?p=3247 [28 Oktober 2013].
Gokturk, Turgut, Baycu, Gunai, Seber, Gulbas. 1995. Oxygen-free
radicals impair fracture healing in rats. Acta Orthop Scand
1995;66 (5): 473-475.

Hii, C.L., Law, C.L. Suzannah, S. Misnawi., dan Cloke, M. 2009.


Polyphenols in cocoa (Theobroma cacaoL.). As. J. Food AgInd. 2009, 2(04): 702-722.

Jalil, A.M.M. dan Ismail, A. 2008. Polyphenols in Cocoa and Cocoa


Products: Is There a Link between Antioxidant Properties and
Health?. Molecules 2008, 13, 2190-2219.

34

Karmawati, E., Mahmud, Z., Syakir, M., Munarso, S.J., Ardana, I.K., dan Rubiyo.
2010. Budidaya dan Pasca Panen Kakao. Bogor: Pusat penelitian dan
Pengembangan Perkebunan.
Kristyoadi, SA., Napitupulu, O., dan Soemantri, B. 2013. Pengaruh Pemberian
Ekstrak Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Jumlah Osteoblas pada
Tulang Tibia Tikus Putih (Rattus norvegicus) Pasca Ovariektomi. Skripsi.
Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Mahartha, R.A., Maliawan, S., dan Kawiyana, K.S. 2013. Manajemen Fraktur
pada Trauma Muskuloskeletal. Bali: Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana.
Mittal, Siddiqui, Tran, Reddy, dan Malik. 2014. Reactive Oxygen Species in
Inflammation and Tissue Injury. Antioxid. Redox Signal.20, 11261167.
Novelandi, R. 2010. Karakteristik Penderita Fraktur Rawat Inap di
Rumah Sakit Umum Daerah dr. Pirngadi Medan Tahun 2009.
Skripsi. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Sumatera Utara.

Nurmasari, P.D. 2013. Peranan Ekstrak Bangle (zingiber


cassumunar roxb.) terhadap Produksi Nitric Oxide
dan
Malondialdehyde pada Mencit yang Diinfeksi Plasmodium
berghei. Skripsi. Jember: Fakultas Kedokteran Universitas
Jember.

Othman, A., Ismail, A., Ghani, N.A., dan Adenan, I. 2007.


Antioxidant capacity and phenolic content of cocoa beans.
Food Chemistry (2007), 100, 15231530.

Permatasari, N., Nugrahenny, D., Ferrida. 2012. Analisis Radikal


Bebas dan Antioksidan. Malang: Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya.

35

Sheweita, S.A. dan Khoshhal, K.I. 2007. Calcium Metabolism and


Oxidative Stress in Bone Fractures: Role of Antioxidants.
Current Drug Metabolism, 2007, 8,519-525.

Solomon, et al. 2010. Apley's System of Orthopaedics and


Fractures, Ninth edition. United Kingdom: University of
Bristol.

Trihapsari, Enita. 2009. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan


Densitas Mineral Tulang Wanita 45 Tahun di Departemen
Pendidikan Nasional, Jakarta. Skripsi. Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta.

Wulandari, Pipiet. 2012. Antibacterial Effect of Ethanol Extract


Cocoa Beans (Theobroma cacao) on growth in vitro by
shigella dysentriae. Jurnal Medika Planta. 1(5). 67-75.