Anda di halaman 1dari 8

Nama : Bella Shintya Putri Ariyani

NRP

: 3613100074

Take Home Test Dasar Perencanaan Tata Bangunan dan Lingkungan


Koridor Jalan Raya Manyar merupakan koridor dengan aktivitas utamanya adalah
perdagangan dan jasa. Jalan Raya Manyar merupakan jalan kolektor sekunder. Koridor ini
adalah jalan penghubung utara selatan yang sering digunakan masyarakat sebagai jalur
alternatif ketika terjadi kemacetan. Ruas Jalan Raya Manyar berada pada dua wilayah
administratif yakni Kecamatan Gubeng dan Kecamatan Sukolilo.
1. Unsur-unsur pada lokasi tugas

Penggunaan lahan makro dan mikro


Penggunaan lahan di wilayah studi dibedakan menjadi : permukiman, RTH,
fasilitas umum dan perdagangan jasa. Dengan pernggunaan lahan
dominannya adalah perdagangan jasa. Kegiatan perdagangan jasa ini
meliputi toko, kios, warung, bengkel. Toko mebel, toko bahan bangunan dan
lain-lain. Penggunaan lahan yang juga mendominasi di koridor ini adalah
permukiman yang tersebar di wilayah studi. Terlihat adanya kecenderungan
evolusi guna lahan dari perumahan formal menjadi guna lahan untuk kegiatan
jasa perniagaan dan fasilitas umum secara parsial yang tumbuh dengan
cepat.

Sirkulasi dan parkir


Sistem sirkulasi dan parkir adalah karakteristik yang sangat penting dari
eksterior ruang kota. Selain itu juga merupakan perekat bagi kota. Ia adalah
tindakan dimana kita menyatukan seluruh lapisan aktifitas dan menghasilkan
bentuk fisik dari kota. Sistem sirkulasi yang ada di koridor Jalan Raya Manyar
ini menghubungkan berbagai jenis peruntukkan lahan baik secara makro
maupun mikro. Sistem ini sangat vital dan membuat fungsi kawasan Jalan
Raya Manyar bekerja secara efisien. Namun dalam sistem ini jalur-jalur
sirkulasi hanya mewadahi kendaraan bermotor, dan pejalan kaki belum
terwadahi dengan baik. Hal ini dikarenakan kepentingan pejalan ini sering
bentrok dengan kepentingan sektor informal yang juga turut memanfaatkan

pedestrian. Sirkulasi yang ada di koridor Jalan Raya Manyar merupakan pola
sirkulasi satu jalur. Untuk sistem parkir yang digunakan di koridor Jalan Raya
Manyar adalah parkir on street, pada koridor jalan Raya Manyar belum
tersedianya parkir terbuka maupun gedung parkir terpusat.

Perpetakan
Perpetakan bangunan adalah penggolongan bangunan berdasarkan luas
kavling terhadap luas bangunannya. Kondisi perpetakan kavling yang ada di
Koridor Jalan Raya Manyar ini memiliki jenis yang beragam, baik berdasarkan
ukuran maupun fungsinya. Secara garis besar, kavling yang ada di koridor
Jalan Raya Manyar terbagi atas 3 (tiga) tipologi berdasarkan fungsi
peruntukkannya, yaitu lahan perumahan, lahan perdagangan dan jasa, serta
lahan fasilitas umum.

Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana yang ada di koridor Jalan Raya Manyar sudah terlayani
dengan baik. Hal ini terlihat ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah
memadai di sepanjang koridor Jalan Raya Manyar.

Ruang Terbuka Hijau


Koridor Jalan Raya Manyar memang dikenal dengan aktivitas perdagangan
jasa nya dalam skala besar, namun koridor ini juga memiliki ruang terbuka
hijau (RTH) yang memadai. Di sepanjang koridor ini terdapat jalur hijau,
sempadan sungai, dan taman. Selain itu terdapat Kebun Bibit yang juga
menjadi area rekreasi masyarakat sekitar.

Fasade (wujud bangunan)


Fasade merupakan

elemen

arsitektur

terpenting

yang mampu

menyuarakan fungsi dan makna sebuah bangunan (Krier, 1988: 122). Pola
yang terbentuk antara karakter bangunan-bangunan yang ada di koridor
Jalan Raya Manyar baik itu bangunan baru maupun bangunan lama belum
menyatu secara keseluruhan. Posisi fasade bangunan yang terbentuk di
koridor Jalan Raya Manyar tidak sejajar dan berbentuk tidak seragam. Di
beberapa titik banyak terjadi penggabungan fungsi bangunan dimana para
pemilik toko membuat toko sekaligus rumah tempat mereka tinggal.
Penataan fasade di koridor Jl. Raya Manyar ini belum terintegrasi dan selaras

secara keseluruhan. Selain itu penandaan di sepanjang koridor Jalan Raya


Manyar menambah ketidak selarasan fasade, perlu adanya penataan penanda
atau reklame pada setiap bangunan.

Street Furniture
Perabot jalan adalah objek atau perlengkapan yang dipasang di jalan untuk
tujuan tertentu, termasuk kursi, trotoar, kotak pos, kotak telepon, lampu
jalan, lampu lalu lintas, rambu lalu lintas, marka jalan, halte dan lain-lain.
Perabot jalan yang terdapat pada koridor Jalan Raya Manyar yaitu pedestrian,
tempat sampah, lampu jalan, rambu lalu lintas dll. Namun perabot jalan di
koridor ini belum terencana dengan baik dari segi penataan lokasinya dan
distribusinya di sepanjang koridor tidak merata.

2. Analisis SWOT Konsep Pengembangan Jalan Raya Manyar


Analisis SWOT dapat menggambarkan secara jelas interaksi antara Internal Strat
tegic Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Strategic Factor Analysis Sum
mary (EFAS). Interaksi bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi
dalam peningkatan kualitas lingkungan fisik kawasan dapat disesuaikan dengan
kekuatan dan kelemahan internal yang dimilikinya,berikut hasil analisis SWOT terse
but.
Strength (Potensi)
Internal

1. Akumulasi perdaganga
n skala besar
2. Memiliki potensi penge

1. Kepadatan bangunan yang


tinggi KDB mendekati 100
%

mbangan secara vertika

2. Tidak adanya kesatuan tem

l sehingga memiliki day

a bangunan di kawasan

a tampung yang besar


3. Memiliki lokasi yang be
Eksternal

Weakness (Kelemahan)

3. Reklame di Jalan Raya


Manyar

rpotensi pengembanga

belum diatur secara ketat d

n parkir off street

engan mempertimbangkan

4. Aktivitas kawasan 19 ja
m menandakan vitalitas
tinggi

aspek estetika dan keaman


an publik
4. Street furniture masih kura

ng tertata dan kurang tera


wat
5. Ketinggian bangunan yang
ada belum diatur sedemikia
n rupa sehingga skyline yan
g terbentuk belum tertata d
engan baik secara visual
Opportunity
(Peluang)
1.

Lokasi strate
gis

2. Sebagai pusa
t

pelayanan

kota dengan

Strategi S O
Dengan vitalitas tinggi di kawa
san studi perlu dibuat kesinam
bungan antara kegiatan agar a
ktivitas di kawasan tidak
terputus dan kosong

Strategi W O
1. Menata kawasan dengan k
onsep tema
bangunan yang kontekstual
dengan lingkungan sehing
ga terjadi kesatuan tema di
kawasan

skala pelayan

2. Menata reklame dengan pe

an kota dan r

ngaturan yang ketat denga

egional

n mempertimbangkan aspe
k estetika dan keamanan p
ublik
3. Pembatasan ketinggian dan
penataan ketinggian di ba
gian tertentu kawasan agar
tercipta skyline yang tertata
dan menarik secara visual

Threat (Ancaman)
Adanya kompetisi k
awasan perdaganga
n lain di sekitar
Kota Surabaya
dan di wilayah regi

Strategi S T
Memperbaiki sarana prasarana
yang layak sehingga menjamin
kenyamanan, keamanan, kesela
matan dan daya tarik bagi pen

Strategi W T
Menciptakan

jalur

pejalan

kaki

yang nyaman dengan menambah


unsur-unsur street furniture yang
diperlukan

onal terhadap perke

gguna

mbangan Koridor
Jalan Raya Manyar
yang lebih menjami
n kenyamanan, kea
manan, keselamata
n dan daya tarik bag
i pengguna

3. Konsep pengembangan di koridor Jalan Raya Manyar


Visi

: Mewujudkan Citra Koridor Jalan Raya Manyar Sebagai Pusat Pelayanan


Perdagangan Jasa yang Berbasis Humanis, Berwawasan Lingkungan dan
Berkelanjutan

Konsep Penggunaan Lahan

Pembagian struktur peruntukan lahan dibagi sesuai dengan peruntukannya yaitu


persegmen
Segmen 1 : Merupakan segmen dengan peruntukan lahan sebagai Perumahan
Kepadatan Sedang.
Segmen 2 : Merupakan segmen dengan peruntukan lahan sebagai kawasan
komersial mix use perdagangan jasa dan fungsi perkantoran
Segmen 3 : Merupakan segmen dengan peruntukan lahan sebagai kawasan Ruang
Terbuka Hijau (RTH)
Segmen 4 : Merupakan segmen dengan peruntukan lahan sebagai kompleks
perkantoran pemerintah (fasilitas umum).

Konsep Pengembangan Sirkulasi dan Parkir

Rencana pola transportasi pada koridor Jalan Raya Manyar difokuskan untuk
mendukung pergerakan dan kegiatan pusat pelayanan perdagangan jasa
Arahan rencana untuk pola transportasi adalah sebagai berikut:
1. Menerapkan Jalan Raya Manyar sebagai jalur semi pedestrian, dengan
menerapkan area khusus pedestrian secara bertahap yang dimulai
dari simpang Jalan Raya Menur sampai dengan titik 0 km.

2. Mempertahankan pengaturan system multi entry dan pengaturan sistem


sirkulasi dengan arah pergerakan searah dan dua arah di koridor Jalan
Raya Manyar.
3. Mempertegas amenity zone seperti zona pejalan kaki dan menggunakan
elemen vertikal sebagai street furniture seperti pepohonan dan lampu
serta elemen lainnya seperti tempat sampah, bangku taman sekaligus
pot eksisting yang dapat digunakan sebagai bangku.

Konsep Pengembangan Ruang Terbuka Hijau


Untuk

jalur hijau

jalan Raya Manyar, RTH dapat disediakan dengan

penempatan tanaman antara 2030% dari ruang milik jalan (RUMIJA) sesuai
dengan kelas jalan. Untuk menentukan pemilihan jenis tanaman, perlu
memperhatikan

(dua)

hal,

yaitu fungsi

tanaman

dan

persyaratan

penempatannya. Selain itu tanaman perindang/peneduh yang telah ada


tetap dipertahankan dan ditingkatkan upaya pemeliharaannya. Penambahan
dapat dilakukan pada lokasi yang kurang pohon peneduh.

Konsep Pengembangan Street Furniture


Elemen-elemen maupun komponen pada kawasan perencanaan seperti
streetscape diarahkan untuk memberi karakter kuat dan jelas melalui
penampilan bentuk, motif, ornamen dan warna.
Elemen-elemen street furniture diarahkan untuk mempertegas ruang
terbuka publik pada koridor utama Jalan Raya Manyar. Penambahan ruang
terbuka publik diarahkan pada ruang-ruang di depan area perdagangan dan
jasa.

Sistem Prasarana dan Utilitas Lingkungan


Panduan rancangan untuk sistem prasarana dan utilitas lingkungan
adalah dengan memperhatikan keterpaduan antara sistem utilitas kota
dan peningkatan kualitas sistem prasarana dan utilitas lingkungan di koridor
Jalan Raya Manyar
1. Penataan sistem prasarana dan jaringan utilitas pada Koridor Utama
Jalan Raya Manyar dengan membuat saluran utilitas terpadu untuk
tempat (shaft) pipa kabel listrik, pipa kabel telekomunikasi dan pipa
kabel optik.
2. Peningkatan kualitas saluran drainase dengan membuat saluran
limpasan drainase di bawah tanah (tersembunyi) untuk menambah
daya tampung.
3. Peningkatan kualitas saluran drainase dengan menutup saluran
menggunakan grill besi.

4. Peningkatan kualitas pembuangan limbah PKL (khususnya PKL


makanan) dengan membuat bak penampung yang dilengkapi dengan
pengolahan limbah PKL komunal.
5. Efluen hasil pengolahan dari bak pengolahan limbah PKL komunal
yang sudah memenuhi ambang baku mutu dapat dialirkan ke badanbadan air dan atau riol kota.
6. Penyediaan sumber air bersih dan saluran distribusi air untuk PKL
makanan.

Konsep Pengembangan Fasade


Karakter

bangunan

di

dalam

koridor Jalan Raya Manyar

membentuk

identitas lingkungan dan mencerminkan karakter kegiatannya, sehingga


diharapkan melalui

perencanaan

ini

dapat dengan

spesifik dikenali

identitas kawasan melalui tata kualitas lingkungan.


Orientasi bangunan merupakan arah tampak bukaan bangunan
bangunan) yang ditujukan pada

(muka

sudut pandang tertentu (view) secara

optimal. Pada koridor Jalan Raya Manyar, orientasi bangunan dihadapkan


ke arah jalan. Selain pertimbangan view yang optimal, orientasi bangunan
juga harus merespon kondisi iklim lingkungan setempat. Hal ini ditujukan
untuk mengatur penggunaan energi di dalam bangunan secara optimal.
Prinsip pemasangan papan nama

iklan/reklame

yang menempel pada

bangunan dibuat sedemikian rupa sehingga ukurannya tidak boleh menutupi


fasad bangunan. Papan nama, reklame/iklan atau sponsor dipasang pada
bagian antara kaki dan badan wajah depan bangunan.