Anda di halaman 1dari 1

METODOLOGI

Bahan
Bahan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kangkung bagian daun dan
batangnya, aquadest.
Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah botol atau wadah tertutup, blender,
saringan kasa, corong kaca, labu destilasi, kertas saring whatman, gelas-gelas kimia, labu takar,
erlemeyer, timbangan analitik, spatula, gunting, batang pengaduk, aluminium foil, pisau
Ekstraksi Kangkung
Ekstraksi yang dilakukan menggunakan pelarut aquadest. Pertama kangkung dipisahkan
terlebih dahulu bagian batang dan daunnya kemudian ditimbang. Ekstraksi akan dilakukan
terpisah untuk bagian batang dan daunnya. Bagian daun dan batang yang sudah terpisah
kemudian dibersihkan dan dipotong potong kecil dan di haluskan menggunakan mesin ataupun
manual. Selagi dihaluskan kemudian tambahkan 200mL aquadest untuk 80 g kangkung dan
disaring secara bertahap.
Gunakan filter vakum dengan saringan kasa untuk memisahkan ampas kangkung dengan
larutannya, selanjutnya dilakukan penyaringan lagi menggunakan kertas Whatman 0.4 m juga
dengan filter vakum hingga didapat ekstrak batang dan daun kangkung yang bersih dari kotoran.
(Soekarno BPW, et.al. 2012)

Soekarno BPW, Surono, dan Marhaenis E. 2012. Potensi Ekstrak Kangkung sebagai
Biofungisida untuk Mengendalikan Penyakit Busuk Buah Fusarium pada Tomat. Jurnal
Fitopatologi Indonesia. Vol. 8, No. 5, Hal. 121-127.