Anda di halaman 1dari 2

Dampak Pencemaran Arsen & Cadmium Terhadap Manusia

Akibat merugikan dari arsen bagi kesehatan manusia adalah


apabila terkandung >100 ppb dalam air minum; dengan gejala
keracunan kronis berupa iritasi usus, kerusakan syaraf dan sel,
kelainan kulit atau melanoma serta kanker usus. Ini terjadi di
negara-negara yang memproduksi emas dan logam dasar di
antaranya Afrika selatan, Zimbabwe, India, Thailand, Cina, Filipina,
dan Meksiko (1).
Dampak kontaminasi Arsenik (As) Kontiminasi arsenik diduga
dapat menyebabkan berbagai pengaruh kesehatan seperti iritasi
usus dan lambung, penurunan produktivitas sel darah putih dan
darah merah, perubahan kulit dan iritasi paru-paru. Disebut-sebut
arsenik juga memberikan kesempatan kanker berkembang lebih
cepat terutama perkembangan kanker kulit, kanker paru-paru,
kanker liver dan kanker limpa. Lebih lanjut dikatakan kontak arsenik
dengan kadar tinggi dapat menyebabkan kemandulan dan
keguguran
pada
wanita.
Gangguan
lainnya adalah gangguan kulit, penurunan daya tahan terhadap
infeksi, gangguan jantung dan kerusakan otak pada laki-laki
maupun perempuan. Akhirnya, arsenik pun dapat merusak DNA (2).
Kadmium mempunyai titik didih rendah dan mudah
terkonsentrasi ketika memasuki atmosfir. Air dapat juga tercemar
apabila dimasuki oleh sedimen dan limbah pertambangan
mengandung Cd, sementara ketika bercampur dengan asap akan
membentuk pencemaran terhadap udara (1).
Dampak kontaminasi Kadmium Cd) Didalam tubuh, cadmium
diangkut ke hati oleh darah. Selanjutnya akan membentuk ikatan
dengan protein dan diangkut keginjal. dan terakumulasi diginjal, jika
terkontaminasi akan mengganggu fungsi ginjal dan kerusakan ginjal
dampak lainnya adalah diare, sakit perut dan muntah muntah,
keretakan
tulang,
kegagalan
reproduktif
bahkan
ketidak
suburan/kemandulan, Kerusakan sistem syaraf pusat, kerusakan
sistem imunitas,gangguan psikologis,kerusakan DNA atau kanker
(2)
Organ tubuh yang menjadi sasaran keracunan Cd adalah ginjal
dan hati, apabila kandungan mencapai 200 g Cd/gram (berat
basah) dalam cortex ginjal yang akan mengakibatkan kegagalan
ginjal dan berakhir pada kematian. Korban terutama terjadi pada
wanita pascamonopause yang kekurangan gizi, kekurangan vitamin

D dan kalsium. Penimbunan Cd dalam tubuh mengalami


peningkatan sesuai usia yaitu paruh-umur dalam tubuh pada
kisaran 20 30 tahun (1).

1. Danny Z. H. Tinjauan terhadap tailing mengandung


unsur pencemar Arsen (As), Merkuri (Hg), Timbal (Pb),
dan Kadmium (Cd) dari sisa pengolahan bijih logam.
Jurnal Geologi Indonesia 2006; 1(1): 31-36
2. Agustina Titin. Kontaminasi Logam Berat Pada
Makanan Dan Dampaknyapada Kesehatan. TEKNUBUGA
2010; 2(2)54-95